Blog Tausyiah275

Agustus 28, 2005

SUNNAH

Filed under: Ensiklopedia Islam — Tausyiah275 @ 2:21 pm

Pada kesempatan ini aku ingin mengupas ttg PENGERTIAN SUNNAH. Aku sengaja masukkan artikel ini ke dalam Ensiklopedia karena bersifat menjelaskan. Namun kelak artikel2ku akan banyak merujuk ke sini.

Kata Sunnah mempunyai beberapa arti. Secara etimologis sunnah bermakna ‘perilaku atau cara berperilaku yg dilakukan, baik secara terpuji ataupun tercela’. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa sunnah ada yg baik adapula sunnah yg buruk, sebagaimana tercantum dalam hadits Rasululloh SAW yg intinya bahwa orang yg berbuat baik dalam Islam akan mendapatkan pahala dari perbuatannya dan orang2 yg mengikuti perbuatan baiknya, demikian halnya orang yg berbuat buruk dalam Islam akan mendapatkan dosa dari perbuatannya dan orang2 yg mengikuti perbuatan buruknya.

Adapun dalam pengertian syariat, sunnah mempunyai pengertian tersendiri.

Kata Sunnah dalam pengertian terminologis fuqaha adalah ‘salah satu hukum syariat’ atau bisa dikatakan lawan kata dari fardhu/wajib. Di sini Sunnah berarti sesuatu yg dianjurkan dan didorong untuk dikerjakan. Atau dengan kata lain, sesuatu yg diperintahkan syariat untuk dikerjakan namun dengan perintah yg tidak kuat dan tidak pasti, sehingga orang yg mengerjakan akan mendapatkan pahala, sedangkan yg tidak mengerjakan TIDAK mendapat dosa (kecuali orang tsb MENOLAKnya). Contoh dari hal sunnah ini adalah: sholat 2 rakaat sebelum subuh.

Sedangkan para ahli ushul fiqh mempunyai pengertian sunnah adalah apa yg diriwayatkan Rasululloh SAW, berupa ucapan, perbuatan, atau persetujuan. Sunnah, dalam pandangan ulama ini, adalah salah satu sumber dari berbagai sumber syariat. Oleh karena itu, ia bergandengan dengan Qur’an. Misalnya, ada ulama yg menetapkan suatu hukum, mereka akan menyatakan bahwa masalah ini telah ditetapkan hukumnya di Qur’an dan sunnah.

Para ahli hadits menambahkan definisi lain tentang sunnah. Mereka menyatakan bahwa sunnah adalah apa yg dinisbatkan kepada Rasululloh SAW, berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau deskripsi – baik fisik maupun akhlak – atau juga sirah (biografi) Rasululloh SAW.

Makna lain dari sunnah adalah adalah lawan kata dari bid’ah (Insya ALLOH akan dijelaskan kemudian). Sunnah yg dimaksud di sini adalah contoh ibadah yg dilakukan Rasululloh SAW. Dengan kata lain, dalam beribadah kita mesti mencontoh apa2 yg telah ditunjukkan dan dicontohkan Rasululloh SAW. Menambah-nambah ibadah tanpa ada rujukan dari Rasululloh SAW akan dikenai ‘cap’ BID’AH, dan hukumnya HARAM. Orang yg melakukan perbuatan bid’ah akan termasuk orang yg sesat dan perbuatannya akan tertolak (tidak ada nilainya di sisi ALLOH SWT).

Banyak orang yg menyalah artikan sunnah Nabi dalam hal ibadah dengan perilaku hidup beliau. Sebagai contoh:
1. Kita mesti makan dg tangan, karena makan menggunakan sendok dan garpu TIDAK pernah dicontohkan Rasululloh.
2. Berpakaian dg gamis. Ini bukan sunnah Rasul dalam hal ibadah. Gamis digunakan karena lingkungan Arab yg panas.
3. Naik onta. Apakah kita memang kemana-mana harus naik onta?

Dengan demikian, kita jangan terjebak dengan definisi sunnah dan aplikasinya…!!

Namun, kita tidak berhak melarang atau meremehkan orang-orang yg hendak mencontoh Rasululloh SAW, tidak saja dalam hal ibadah akan tetapi juga hingga ke dalam perbuatan/perilaku hidup beliau. Hal ini bisa jadi karena kecintaan mereka yg begitu mendalam kepada Rasululloh SAW. Hanya saja kita mesti bisa bersikap tegas apabila mereka mulai MEWAJIBKAN dan MEMAKSAKAN hal2 tersebut kepada orang lain.

Salah seorang umat beliau yg begitu mencintai Rasululloh SAW, sehingga mencontoh perilaku Rasululloh SAW, adalah Ibnu Umar r.a. (harap diperhatikan Ibnu Umar TIDAK SAMA dengan Umar bin Khatab!! disertai penekanan)

Semoga kita tidak terlalu berlebihan dalam ibadah, cukup mengikuti apa2 yg telah dicontohkan dan disyariatkan Rasululloh SAW, sehingga tidak terjebak dalam perbuatan bid’ah.

6 Komentar »

  1. Ada pembahasan tentang SUNNAH yang juga bagus: http://muslim.or.id/?p=184

    terima kasih untuk infonya… :)

    Komentar oleh Hendri Syahrial — November 14, 2005 @ 1:34 am | Balas

  2. apakah arti kata Sunni sama dgn Sunnah.
    Apakah kata Sunnah itu ada didlama Alquran

    Komentar oleh prima — Oktober 16, 2007 @ 1:43 pm | Balas

  3. Jadi tidak semua sunnah mendatangkan pahala..
    Sunnah yg bagai mana yg bisa mendatangkan pahala

    Komentar oleh Abdul mutholib — Oktober 30, 2009 @ 12:46 am | Balas

  4. dapatkah anda mnejelaskan pengertian sunnah menurut teolog dan filosof..terimakasih atas penjelasannya…

    Komentar oleh siti fatimah siregar — November 2, 2009 @ 12:44 pm | Balas

  5. [...] waktu lalu aku sudah membahas definisi+terminologi dari SUNNAH, kini aku berusaha mengupas baik dari awal maupun lebih mendalam apa yg dimaksud [...]

    Ping balik oleh BID’AH « Blog Tausyiah275 — Desember 7, 2011 @ 5:16 am | Balas

  6. [...] Saya sendiri pernah menulis artikel tentang sunnah. Bisa dicek di sini. [...]

    Ping balik oleh Phobia Terhadap Kucing = Menolak Sunnah? « Blog Tausyiah275 — Februari 3, 2012 @ 10:25 pm | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.