Blog Tausiyah275

November 20, 2005

Tata Cara Sholat Jenazah

Filed under: Fiqh,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 12:58 pm

Berawal dari pertanyaan seorang teman yg baru melayat(+menyholatkan) jenazah, ternyata dia kebingungan ttg bacaan di raka’at takbir ke-3 dan ke-4 dari sholat jenazah ini. Well…sebenarnya artikel ini sudah aku siapkan sejak lama, tapi sehubungan dg pertanyaan temanku itu, aku muat sekarang saja. Semoga bermanfaat :)

Shalat Jenazah merupakan shalat yang tidak perlu ruku’ dan sujud. Yang kita lakukan hanyalah berdiri, takbir sebanyak empat kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu lalu salam.

Rukun Shalat Jenazah
Shalat jenazah itu terdiri dari 8 rukun.

1. Niat
Shalat jenazah sebagaimana shalat dan ibadah lainnya tidak dianggap sah kalau tidak diniatkan. Dan niatnya adalah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.(QS. Al-Bayyinah : 5).

Rasulullah SAW pun telah bersabda dalam haditsnya yang masyhur :
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.”(HR. Muttafaq Alaihi).

Niat itu adanya di dalam hati dan intinya adalah tekad serta menyengaja di dalam hati bahwa kita akan melakukan shalat tertentu saat ini.

2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah tidak sah bila dilakukan sambil duduk atau di atas kendaraan (hewan tunggangan) selama seseorang mampu untuk berdiri dan tidak ada uzurnya.

3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.
Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

4. Membaca Surat Al-Fatihah
5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
6. Doa Untuk Jenazah
Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya. (HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).

Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :

Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi.

Ada juga artikel lain yg menuliskan:
Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu.

7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :

Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu
(maaf pren, sms-ku kemarin tidak lengkap doanya…ini yg lengkapnya…)

8. Salam

Jadi secara urutannya adalah sebagai berikut :

1. Takbiratul Ihram seperti biasa
**Membaca Al-Fatihah
2. Takbir
** Membaca Shalawat kepada Nabi SAW : Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?
3. Takbir
** Membaca Doa : Allahummaghfir lahu war-hamhu . . .
4. Takbir
** Membaca Doa : Allahumma Laa Tahrimnaa Ajrahu
Mengucap Salam

About these ads

74 Komentar »

  1. Koh, klo ada bacaan arabnya bisa discan gk untuk melengkapi postingan ini ..
    TIA

    sip, insya ALLOH dipasang kalo ada… :)

    Komentar oleh toni — November 20, 2005 @ 5:09 pm | Balas

  2. sejak kapan sholat jenazah ada rakaat?

    maaf, salah ketik ;)

    Komentar oleh andriansah — November 21, 2005 @ 5:35 am | Balas

  3. hehe, mungkin maksudnya takbir ke-3 dan ke-4 bukan rakaat ke-3 dan ke-4.
    Sedikit menambahkan, maaf kalo salah, setau saya apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum.
    Salam kenal :)….

    iya…tepat sekali..takbir, bukan rakaat… :) terima kasih untuk koreksinya…
    terima kasih juga untuk tambahan infonya ttg bacaan untuk perempuan dan jenazah zg jumlahnya banyak. aku ndak sempat cari referensi, artikel ini dimuat hasil nginget2 aza…harap maklum :)

    Komentar oleh dinang — November 21, 2005 @ 7:46 am | Balas

  4. #dinang: yup.. kata ganti dalam bahasa arab kan emang mengenal laki-laki, perempuan, tungga, dua, maupun jamak.

    nambahin: kalau 2 orang pakai akhiran -huma

    #om pahmi: doa setelah takbir ke-3, kalo di buku pelajaran agama pas sd/smp/sma dulu itu, kalo gak salah lebih panjang lagi bacaannya. Tapi yg sering gw denger dan gw hafal cuma “Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu”. Belakangnya lupa2 inget..

    aku belum cari referensi, kemaren 2 minggu ga pulang ke bandung, belum sempat bongkar2 lagi kitab2…insya ALLOH ntar dicari lagi…trims… :)

    Komentar oleh iang — November 21, 2005 @ 8:40 am | Balas

  5. thanks koh

    sama2 Her…

    Komentar oleh hericz — November 21, 2005 @ 2:05 pm | Balas

  6. Suwun infone, aku cari cari ini :) akhirnya dapat jua

    syukurlah jika berguna :)

    Komentar oleh Jauhari — November 23, 2005 @ 2:05 am | Balas

  7. oke banget tuntunan sholat jenasahnya. Cuma ada tambahan dikit dari aku, ini kalau nggak salah ( kalau salah mohon dibetulkan ) :
    1. Kalau jamaah sedapat mungkin di buat 3 shaff

    ini sebenarnya bukan rukun…tapi memang, banyak yg menganjurkan agar dibuat (minimal) 3 shaf. dalilnya apa, saya belum mendapatkannya. Insya ALLOH saya cari… :)

    2. Jika jenazah perempuan maka imam di dekat kepala jenazah dan kalau laki-laki di dekat pusar ( maaf kalau terbalik )

    betul sekali… :)

    3. Jenazah harus di tidurkan membujur utara selatan dengan kepala di utara dan kita sholat di sebelah timurnya / menghadap kiblat.

    yap…ini juga betul… :)

    Thank’s
    Kasih info cara merawat jenazah mulai dari menunggui sakaratul maut sampai memasukkan jenazah ke peti mati donk, terutama cara memandikannya.

    sabar ya mas…satu persatu…mohon doanya agar saya bisa mendapatkan infonya yg lengkap (+dalil2nya) sehingga saya bisa muat di sini :)

    Makasih

    sama-sama

    Komentar oleh Edy di Jogja — November 25, 2005 @ 3:39 am | Balas

  8. pelajari

    insya ALLOH…semoga bermanfaat :)

    Komentar oleh ediep — Januari 6, 2006 @ 9:38 am | Balas

  9. di tempat saya ada yang “aneh” menurut saya, jadi ketika para pelayat sedang solat jenazah, ada sebagian tuan rumah yang keliling di depan orang solat dan membagikan amplop (ditaruh di sakunya), menurut saya ini aneh, setau saya tidak diperbolehkan orang (bahkan selain orang) melintas di depan orang solat, karena itu ada sutrah kan ?
    kalo seperti ini pie coba ? :-/

    hmmm…yang saya tahu, larangan melintas di depan orang sholat berlaku untuk sholat yg biasa…bukan sholat jenazah… karena sholat jenazah tidak ada rukuk ataupun sujud.

    Mengenai pemberian uang, mungkin bisa diajak/diserukan untuk dilakukan setelah sholat selesai… :-) Mudah2an usul saya ini bisa menjadi solusi bersama :-)

    Komentar oleh mysyam — April 30, 2006 @ 6:26 am | Balas

  10. alhamdulilah sya senang dengan artikel yg ada, tapi klo bisa butin donk tulisan arabnya biar lebih jreenngg……….

    scanner saya sedang rusak, jadi tidak bisa melampirkan tulisan arabnya :(
    maaf ya, mas Yusuf :)

    Komentar oleh Muhammad yusuf ariga — Agustus 5, 2006 @ 9:52 am | Balas

  11. asslm. jazakumullah khaulan katsira banget. sbetulnya ane lagi cri artikel tentang shalat ghoib, eh ga tahunya tembus kesini. tapi ga papa, sholat ghoib cuma beda niat sama sholat jenazah. skali lagi syukron abizzzz

    Komentar oleh wahyu 'wahid' hidayat — Oktober 4, 2006 @ 3:59 pm | Balas

  12. PakDe Berpulang

    Hari Senin malam, 2 Oktober 2006, ibu saya menerima kabar dari Jakarta bahwa ada kemungkinan pakde saya menginggal. Setelah beberapa jam, baru dapat konfirmasi bahwa beliau memang benar sudah berpulang.
    Kebetulan memang hari Selasa ini saya mengambil …

    Lacak balik oleh The Susiloadhy's Log — Oktober 5, 2006 @ 12:03 am | Balas

  13. Innalilahi wa inalilahi rojiun,Nenek saya tercinta yang telah merawat saya dari kecil telah berpulang kehadiratNya di bulan ramadhan yang suci ini,Semoga arwahnya diterima Allah,Saya yang di kuwait tidak sempat melihat beliau untuk yang terakhir kali,meskipun 2 hari lagi saya akan pulang ke tanah air.

    Komentar oleh sugi — Oktober 9, 2006 @ 8:30 pm | Balas

  14. seneng sekali bisa bertemu saudara sekalian disini kebetulan saya baru mau belajar sholat jenazah, jazakallah ..

    Komentar oleh anton dp — Oktober 17, 2006 @ 10:04 am | Balas

  15. saya pengen nanya boleh yaa… gimana tuh aturannya sholat jenazah klo jenazahnya jamak, misalnya ada bapak, ibu, anak laki-laki dan anak perempuan, bagaimana menyusun posisi jenazah tersebut, trus dasar hukumnya apa? trims yaa…

    Komentar oleh rien — November 29, 2006 @ 8:52 am | Balas

  16. Sangat RINGKAS dan mudah di-amal-kan . .Semoga kebaikan dari Alloh sebagai Balasan bagi kontribusi-nya.
    Masalah amplop dan makanan di tempat melawat, sudah ada bahasan-nya.

    Komentar oleh Tan — Desember 28, 2006 @ 11:36 am | Balas

  17. wadoh…. makasih ya !! ilmu yang sangat bermanfaat lebih yahut.. pelajari tuh.

    Komentar oleh ferry — Maret 22, 2007 @ 8:18 am | Balas

  18. Bgus deh klo ada yg sering buat artikel ttg ajaran2 agama gini trus ada sharing dan saling memberi masukan, yukk qt galakkan!Smoga jadi amalan dan bermanfaat bagi sesama.

    Komentar oleh mwt_dee — Maret 27, 2007 @ 7:30 pm | Balas

  19. Saya cuma mau tanya bagaimana niat dan bacaan doa shalat jenazah jika jenayah terdiri dari :2 myt lk-LK, 2 myt wnt, lk-lk & wnt, 3 myt lk-lk, 3 myt wnt, dan 3 myt lk-lk & wnt ?????

    niatnya sholat jenazah untuk massal/ramai2, mas Ahmad :-)

    Komentar oleh Ahmad Nasichudin — April 22, 2007 @ 1:45 pm | Balas

  20. Wah walau uda lama di posting, ternyata tetap berguna sepanjang waktu y:)

    Ada yang bilang di takbir terakhir boleh pake doa “sapu jagad” (entah istilah dari mana) :Robbana attina fiduna hasanah…

    apakah benar?

    alhamdulillah jika berguna, meski postingan lama :)
    mas WaiWilly, saya tidak pernah menemukan contoh Nabi seperti itu. Mungkin jika setelah sholat jenazah, dilakukan do’a dan dibaca do’a “sapu jagat”, boleh2 saja… :)

    Komentar oleh waiWilly — Mei 7, 2007 @ 1:33 pm | Balas

  21. Thanks banget atas artikelnya. Beberapa jam yll Ayahanda tercinta saya meninggal dunia di Yogya. Doanya saya jadikan referensi untuk sholat ghoib.
    Salam dari Jepang.

    Komentar oleh Prima Oky — Mei 9, 2007 @ 11:05 pm | Balas

  22. sangat berguna untuk aku tentunya terima kasih

    Komentar oleh Acho — Agustus 4, 2007 @ 2:32 pm | Balas

  23. sip, terima kasih yang sudah membagikan ilmunya disisni, sering sering aja.semoga mendapat amal jariah.

    Komentar oleh andri — Agustus 29, 2007 @ 7:53 am | Balas

  24. salam…!
    duh..bang!maaf niya..punya ilmu setengah2 gak masalah orang kita masih belajar,ok.
    yang bermasalah niya, kok beraninya nulis artikel yg gak lengkap sumber dan aturanya dan lagi jawaban2 yg kedengaran konyol.
    sing gue takutkan…ada orang yg gak suka ma agama yg u anut,”ooo ternyata si anu agamanya main2″. makasih bang sekian and Wassalam…!

    Komentar oleh zainal — September 25, 2007 @ 10:22 am | Balas

  25. Assalamu’alaikum….Wr Wb.
    begini saya minta petunjuk tentang Syarat, Rukun sholat mayit.
    nah kalo yg meninggal itu seorang yg semasa hidupnya tdk pernah sholat, bagaimana hukumnya. demikian terimakasih.
    Wassalamu’alaikum WR Wb.

    Komentar oleh arinal — September 25, 2007 @ 10:47 am | Balas

  26. terimakasih bro..artikel-artikelnya bermanfaat nih..teruskan perjuangan dakwahmu.

    Komentar oleh arthur — November 2, 2007 @ 8:44 am | Balas

  27. Assalamualaikum Wr Wb,
    mungkin sekedar menambahkan..saya browsign dan dapat dari internet mengenai posisi imam pada saat shalat jenazah , yang diatas seperti nya terbalik , mohon maaf sebelum nya jika saya salah..

    Posisi Berdiri Imam
    Ketika jenazah diletakkan untuk dishalati, bila jenazahnya lelaki, imam berdiri di belakangnya pada posisi kepala. Adapun jika jenazahnya wanita maka imam berdiri pada posisi tengahnya. Hal ini ditunjukkan dalam hadits Samurah bin Jundab z yang dikelu-arkan dalam Shahihain17. Samurah berkata:
    “Aku pernah menjadi makmum di belakang Nabi n ketika menshalati seorang wanita bernama Ummu Ka’ab yang meninggal karena melahirkan. Nabi n berdiri pada posisi tengah jenazah dan beliau bertakbir empat kali.”18
    Abu Ghalib Al-Khayyath v berkisah: “Aku pernah menyaksikan Anas bin Malik z menshalati jenazah seorang lelaki, ia berdiri di bagian yang bersisian dengan kepala jenazah. Ketika jenazah tersebut telah diangkat, didatangkan jenazah seorang wanita dari Anshar, maka dikatakan kepada Anas: ‘Wahai Abu Hamzah (kunyah Anas), tolong shalatilah.’ Anas pun menshalatinya dan ia berdiri pada posisi tengah jenazah.
    Di antara kami ketika itu ada Al-’Ala` bin Ziyad Al-’Adawi (seorang yang tsiqah dari kalangan tabi’in, termasuk ahli ibadah dan qurra` penduduk Bashrah). Ketika melihat perbedaan berdirinya Anas tersebut, ia berkata: ‘Wahai Abu Hamzah, apakah demikian Rasulullah n berdiri sebagaimana engkau berdiri ketika menshalati jenazah laki-laki dan ketika menshalati jenazah wanita?’ Anas menjawab: ‘Iya’.”19

    Walaikum salam WrWb

    Komentar oleh Dave D — Desember 2, 2007 @ 11:42 am | Balas

  28. kalau masbuk sholat jenazah ada gk ya?gimana tata caranya,bacaannya kan tiap habis takbir beda,apa salamnya ikut imam,atau tetep nerusin sampai selesai 4 takbir,balas ke email ya ,thanks

    Komentar oleh fajar — Desember 9, 2007 @ 5:19 am | Balas

  29. kok ngak ada tulisan bahasa arabnya, saya membutuhkan tulisan bacaan solat jenazah dalam bahasa arab. tolong masukkan.

    Komentar oleh ahmad — April 5, 2008 @ 2:27 pm | Balas

  30. Kasih donk penjelasan tentang gambar,supaya makin lengkap,
    Trim’s

    Komentar oleh Bahana — April 9, 2008 @ 3:04 pm | Balas

  31. Assalamu’alaikum wrwb… makasih bnyk, syukron infonya… Jazzakallahu khoir…
    btw, jangan lupa,kalo’ gak salah… “salamnya” cuma noleh ke kanan… dan yg lebih afdol, perbanyak do’a buat si fulan yg udah “duluan”…
    Wassalam wrwb…

    Komentar oleh riry UmmuAzzam — April 11, 2008 @ 1:42 pm | Balas

  32. Baca juga artikel kami “Salam pada sholat Jenazah” di http://www.albamalanjy.wordpress.com

    Komentar oleh albamalanjy — April 21, 2008 @ 3:55 pm | Balas

  33. Baca juga artikel kami “Salam pada sholat Jenazah” di http://www.albamalanjy.wordpress.com

    Komentar oleh albamalanjy — April 21, 2008 @ 3:57 pm | Balas

  34. ass wr wb.makasih atas postingannya, saya mau belajar salat jenazah untuk ujian praktek agama, doakan saya cepat bisa ya, terima kasih, wass

    Komentar oleh RARA — April 29, 2008 @ 1:21 pm | Balas

  35. makasih yh…
    akhirnya selese jg tugas agama aq…

    Komentar oleh Cho — Mei 14, 2008 @ 8:33 pm | Balas

  36. Asslam. Sblmnya sy mw ngucapin trimaksih banyak, sy emg lg nyari tuntunan shlat jnazah,aplgi rabu nanti mw praktik u/ mapel agama, jd tertlong. Syukron…

    Komentar oleh fatma — Mei 15, 2008 @ 6:19 pm | Balas

  37. Thanks, kemaren aku sempet sholat ghaib, tp karena lama gak sholatin jenazah, jadi agak2 lupa dan ragu.
    Bermanfaat banget artikelmu walaupun tetep musti aku compare dengan sumber lain.
    Moga semua yang berusaha share any knowledge, dapat balasan pahala dariNya, amin

    Komentar oleh nunu — September 1, 2008 @ 4:13 pm | Balas

  38. makasih bwgd yah
    bwt ujian BTAQ

    Komentar oleh habib — Desember 9, 2008 @ 9:53 am | Balas

  39. assalamualaikum.
    tlong bacaan arab nya jg ya akh
    mgkin kl da arab nya lbh kena..
    syukron tas waktunya
    jazakillah.
    was

    Komentar oleh aqiem — Januari 29, 2009 @ 10:38 am | Balas

  40. nice article but i’m looking 4 d picture of shalat jenazah….

    Komentar oleh magfirah — Februari 2, 2009 @ 1:27 pm | Balas

  41. saya ingin tanya ne.

    pa sih niat sholat massal dan langkah-langkah mengerjakannya????

    Komentar oleh leny — Februari 7, 2009 @ 11:07 am | Balas

  42. kalo nggak salah kepala untuk laki-laki kalo perempuan didepan lambung(perutnya)

    coba cek lagi dong mas

    Komentar oleh perempuan — Maret 2, 2009 @ 7:00 pm | Balas

  43. makasih y kak…..^_^ itu berguna bgd bwt q

    kasih niatnya donk kak!!!!!
    biar tmbah jlas gtu…..heeeeeeeeee

    Komentar oleh rosi putri dikarina — Maret 17, 2009 @ 8:05 pm | Balas

  44. ya benar….supaya lebih jelas kasih doung bacaan arabnya

    Komentar oleh kanzha — April 3, 2009 @ 1:52 pm | Balas

  45. Mksih banget y, artikel ini sangat membantu. Tapi Kalau bisa pake huruf arab biar lebih sebagus-bagusnya….

    Komentar oleh Manggala — Mei 3, 2009 @ 8:06 am | Balas

  46. Makasih mas. ngebantu saya buat tes besok.

    Komentar oleh Angga — Mei 12, 2009 @ 7:40 pm | Balas

  47. wah wah .. makasih banget nih ..
    artikelnya top abizz :D..

    coz besok ak ad ujian praktek sholat jenazah .. :D

    Komentar oleh masixzan — Mei 17, 2009 @ 8:29 pm | Balas

  48. Tolong tulis Huruf arabnya donk,biar lebih abdol aja.

    Komentar oleh Oo — Mei 18, 2009 @ 11:03 am | Balas

  49. Makasih infonya…tapi terjemahannya juga donk, biar tahu maksud yang dibaca..syukron

    Komentar oleh Agus Suparno — Juni 22, 2009 @ 7:55 am | Balas

  50. saya ingin bertanya, kenapa dalam sholat jenazah tak ada rukuk dan sujudnya?

    Komentar oleh sudirman — Juli 16, 2009 @ 9:37 pm | Balas

  51. bagaimana dengan do’a : Allahummaghfir lahu waafikni minhu ban hasanatan

    Komentar oleh aryanto — Agustus 19, 2009 @ 2:33 pm | Balas

  52. assalamualaikum, saya mau nanya apakah tali pengikat pada
    jenasah dilepas waktu dimakamkan dan pipi jenasah harus di
    tempelkan tanah serta apa ada adzan waktu jenasah di liang
    lahat ?

    Komentar oleh budi — Agustus 30, 2009 @ 3:39 pm | Balas

  53. Ingin mengenal Islam lebih dalam?
    Ke situs berikut:

    http://mengenal-islam.phpbb3now.com

    Komentar oleh Duladi — September 9, 2009 @ 7:25 pm | Balas

  54. assalamu’alaykum. trimaksih kawan, eh ngomong-ngomong bacaanya siron apa jahron??

    Komentar oleh budi — September 29, 2009 @ 2:02 pm | Balas

  55. Assalamu’alaikum saudaraku!

    Sebagai seseorang yang berpendidikan tidaklah semestinya kita mengutip sebuah tulisan orang lain secara penuh (mirip aslinya), kecuali dengan ketentuan penulisan secara ilmiah.

    Akan tetapi saudaraku, Allah mungkin melihat kebaikanmu dari niatmu yang mulia dengan cara mempublish tulisan ini. namun, saya beritahukan bahwa caramu kurang tepat dan mengambil hak cipta orang lain.

    Buatlah tulisanmu sendiri dengan kata-katamu sendiri dan tentunya tidak lupa melampirkan sumber rujukan/pustakanya. Itu tandanya dirimu tlah belajar. Aq yakin Allah pasti lebih menyukai cara ini.

    Maaf saya aturkan sekali lagi. Mohon dimengeti.

    Komentar oleh Rahmad Syahri — Oktober 3, 2009 @ 2:05 am | Balas

  56. menurut saya kurang lengkap tanpa sentuhan do”a tulisan yg berbahasa arab,karena saya bingung baca do”a yg memakai abjad,g ngerti.trimaksh

    Komentar oleh widie — Oktober 22, 2009 @ 11:29 am | Balas

  57. Shalawat kepada Nabi SAW nya bacaaanya gimana? Apa cukup “Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad”

    Itu sudah cukup. Jika ingin lebih lengkap “Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad”
    demikian

    Komentar oleh Jauhari — Oktober 27, 2009 @ 6:58 am | Balas

  58. disukai (mustahab) membentuk 3 shof di belakang imam berdasarkan hadits:
    Abu Umamah r.a. berkata: “Suatu ketika Rasulullah saw. menshalati jenazah dan bersamanya 7 orang makmum seraya menjadikan shaf pertama 3 orang, kemudian 2 orang dan dibelakangnya lagi 2 orang (H.R. Thabarani)
    dan hadits :
    Malik bin Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian dishalati oleh 3 shaf orang islam kecuali wajiblah atasnya.” (dalam riwayat lain “Kecuali pastilah diampuni dosa-dosanya”)

    Komentar oleh nurul — November 1, 2009 @ 9:29 am | Balas

  59. dalam bahasa arab lau bisa ditulis doa”a coz lbih bagus gtu lho,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,coy

    Komentar oleh putra — Desember 10, 2009 @ 10:19 pm | Balas

  60. bagaimana cara mengkafani jenazah, baik perempuan atoupun laki2? apakah boleh dipakaikan kain selain kain kafan, misalkan kerudung, dan wajahnya di bedaki (untuk mayit perempuan)? mohon jawabannya trims

    Komentar oleh nafa — Desember 24, 2009 @ 3:10 pm | Balas

  61. gmna ya hukum nya klo yg di bca ayat pendek ja

    Komentar oleh ahmad amar — April 4, 2010 @ 10:45 am | Balas

  62. ah… langka lakon bajingan kkabehhhh

    eh… sorry salah ketik

    Komentar oleh jupry — April 21, 2010 @ 2:49 pm | Balas

  63. mau naya? kalo yg dsholatkan perempuan dmana posisi imam berdiri?? apakah posisinya pas kepala mayet atau dpinggang mayet?? lopa saya pak ustaz

    di tengah/pinggang

    Komentar oleh edy — Agustus 7, 2010 @ 9:31 pm | Balas

  64. kalau mengimami jamaah sholat jenazah bacaannya dikeraskan atau tidak ya ?

    tidak dikeraskan.

    Komentar oleh apri — Agustus 27, 2010 @ 2:59 pm | Balas

  65. tulisan utama memang kurang lengkap tapi telah dilengkapi oleh para penanya

    Komentar oleh semut putih — Agustus 30, 2010 @ 8:29 am | Balas

  66. Mumpung ini banyak korban berjatuhan, mari kawan-kawan kita sholat ghoib

    Komentar oleh ibnu — Oktober 28, 2010 @ 6:48 am | Balas

  67. tolong jelaskan dengan detil tata cara shalat Jenazah..
    dan tolong tuliskan bacaan2nya dari mulai Niat hingga salam…
    Thanx..

    Komentar oleh supriatna — November 12, 2010 @ 3:39 pm | Balas

  68. Ass.
    Mas tlg kirim ke email saya lafadz doa-doa untuk orang/saudara kita yang telah meninggal.
    kalo bisa do’a yang dicontohkan nabi Muhammad & shabatnya
    Trim’s

    Komentar oleh Ratno — November 12, 2010 @ 4:34 pm | Balas

  69. hahahaha….BENARLAH KATA NABI MUHAMMAD, SALAH SATU TANDA KIAMAT ADALAH DITARIKNYA ILMU DARI PARA ULAMA DGN MEWAFATKAN ULAMA TERSEBUT, SEHINGGA ORANG BERTANYA KEPADA ORANG YG TIDAK BERILMU, DAN ORANG TIDAK BERILMU TIDAK MEBERI JAWABAn YG SESAT DAN MENYESATKAN DIRINYA…………..dari atas samapai ke bawah saya baca, kayaknya ente-enta ini belum berilmu tapi berlagak punya ilmu, menjawab dgn tanpa dalil, tidak bisa bilang lupa, itu dan ini….semoga saudara-saudara ku ini diberi ilmu dan menebarkan ilmunya dgn benar dan tidak asal karang…..carilah dan belilah buku2 yang berhubungan dgn apa yg akan kita sampaikan, pelajari, bertanya dgn ulama itu lebih baik, jika sudah pas dan rasanya tidak ada keraguan lagi serta ilmunyanya sama dengan amalan jumhur ulama bolehlah di tebarkan, tapi kalau belum jgnlah……saya paham maksud ente-ente adalah baik menebarkan ilmu, dan maksudnya mulia, namun perdalami dulu ilmunya…..Allahu ‘Aklam

    Komentar oleh alzumiroh — Desember 6, 2010 @ 8:43 pm | Balas

  70. terima kasih info salat jenazahnya

    Komentar oleh mawardi — Februari 25, 2011 @ 2:48 pm | Balas

  71. Saya hanya ingin komentar hususnya pada “alzumiroh” dalam dakwahnya rosulullah SAW beliau mengatakan “jika kamu di ajarkan ilmu walaupun sedikit maka ajiri pada orang” yg blum taw supaya mereka tw maka dari itulah ilmu kamu akan bertambah” jadi dak ada salahnya orang mengajar dan belajar wlpun ilmu seseorang itu terbatas,,,,,

    Komentar oleh akhyar — Mei 18, 2011 @ 5:57 pm | Balas

  72. saya sangat setuju dengan diskusi ini karna mungkin kalo bertanya langsung dengan ulama or ustazd teman-teman malu tapi dengan diskusi ini semua yg penasaran bisa langsung dijawab,,, jika saudara koh tidak bisa jawab insya allh saya yang akan jawab ,,,, buat anda “jangan meremehkan orang lain ada belum tentu lebih sempurna dari dia,,,, silahkan jika anda berkenan keluarkan ilmu anda tentang agama islam,,, jujur saya sangat tersinggung dengan perkataan anda meremehkan orang lain,,,, alzumiroh saya tunggu jawaban anda,,,,!!!!

    Komentar oleh akhyar — Mei 18, 2011 @ 6:06 pm | Balas

  73. knp shalat jenazah gada ruku sama sujud ??
    tugas skolah tlong..ga ngerti banget

    mbak Jesica, sejak sholat jenazah ini diajarkan oleh Rasululloh SAW, setahu saya tidak ada informasi/penjelasan mengapa tidak ada ruku dan sujud.
    namun, dari PEMAHAMAN SAYA, tidak ada ruku dan sujud karena ruku dan sujud merupakan salah satu wujud penghormatan. padahal kita tidak boleh hormat selain kepada ALLOH SWT.

    demikian

    Komentar oleh jesica — November 21, 2011 @ 6:53 pm | Balas

  74. [...] kewajiban kita selaku muslim. Sebagai seorang muslim yg wafat, maka sudah haknya untuk disholatkan (sholat jenazah) dan didoakan serta dikuburkan dengan [...]

    Ping balik oleh Jangan Bersuka Cita Atas Kematian Orang « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:37 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Get a free blog at WordPress.com

%d blogger menyukai ini: