Blog Tausiyah275

Agustus 17, 2006

Pernikahan Beda Agama (Kasus Lelaki Muslim – Perempuan Non Muslim)

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Muamalah — Tausiyah 275 @ 5:56 am

Ada yg bertanya padaku, apa hukumnya nikah beda agama? Wah, ditodong seperti ini, aku agak kelabakan juga…karena aku sendiri belum menikah malah ditanya ttg nikah, xixixi.. Malahan ada beberapa orang teman juga curhat ttg rencana pernikahan mereka, aku hanya bisa memberi ‘teori’ saja…idealnya, karena aku sendiri belum berpengalaman. Tapi, didasar karena niat menolong mereka, aku perbanyak baca referensi2 ttg pernikahan, kehidupan rumah tangga, dst…minimal sudah tahu teori, tinggal mempraktekkannya…insya ALLOH :)

Baik, kembali ke topik. Menikah beda agama…hmmm…dari yg pernah aku pelajari, di Islam ada 2 jenis menikah beda agama:
1. Laki-laki beragama Islam menikah dg perempuan non-Islam
2. Perempuan beragama Islam menikah dg laki-laki non-Islam

Masih dari pemahaman yg pernah aku dapat, untuk poin 1, hukumnya adalah MAKRUH. Sedangkan untuk poin 2, hukumnya jelas-jelas DILARANG (HARAM). Baik…untuk lebih mantapnya, aku buka referensi2, diantaranya Fikh Sunnah karya Sayid Sabiq dan Tanya Jawab Agama dari tim PP Muhammadiyah.

Dari kedua buku referensi ini, aku dapati bahwa pemahamanku tidak salah.

Aku mulai dari poin 2.
Dalil yg digunakan untuk larangan menikahnya muslimah dg laki2 non Islam adalah Al Baqarah(2):221,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Jadi, bisa dikatakan, jika seorang muslimah memaksakan dirinya menikah dg laki2 non Islam, maka akan dianggap berzina.

Pada kesempatan ini, aku hanya akan membahas lebih detil poin 1.

Pernikahan seorang lelaki Muslim dengan perempuan non muslim terbagi atas 2 macam:
1. Lelaki Muslim dg perempuan Ahli Kitab. Yang dimaksud dg Ahli Kitab di sini adalah agama Nasrani dan Yahudi (agama samawi). Hukumnya BOLEH, dengan dasar Al Maidah(5):5,“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”

2. Lelaki Muslim dg perempuan non Ahli Kitab. Untuk kasus ini, banyak ulama yg MELARANG, dengan dasar Al Baqarah(2):222,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Banyak ulama yg menafsirkan bahwa Al Kitab di sini adalah Injil dan Taurat. Dikarenakan agama Islam, Nasrani dan Yahudi berasal dari sumber yg sama, agama samawi, maka para ulama memperbolehkan pernikahan jenis ini. Untuk kasus ini, yg dimaksud dg musyrik adalah penyembah berhala, api, dan sejenisnya. Untuk poin 2, menikah dg perempuan NON AHLI KITAB, para ulama sepakat MELARANG.

Dari sebuah literatur, aku dapatkan keterangan bahwa Hindu, Budha atau Konghuchu tidak termasuk agama samawi (langit) tapi termasuk agama ardhiy (bumi). Karena benda yang mereka katakan sebagai kitab suci itu bukanlah kitab yang turun dari Allah SWT. Benda itu adalah hasil pemikiran para tokoh mereka dan filosof mereka. Sehingga kita bisa bedakan bahwa kebanyakan isinya lebih merupakan petuah, hikmah, sejarah dan filsafat para tokohnya.

Kita tidak akan menemukan hukum dan syariat di dalamnya yang mengatur masalah kehidupan. Tidak ada hukum jual beli, zakat, zina, minuman keras, judi dan pencurian. Sebagaimana yang ada di dalam Al-Quran Al-Karim, Injil atau Taurat. Yang ada hanya etika, moral dan nasehat.

Benda itu tidak bisa dikatakan sebagai kalam suci dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril dan berisi hukum syariat. Sedangkan Taurat, Zabur dan Injil, jelas-jelas kitab samawi yang secara kompak diakui sebagai kitabullah.

Sementara itu, Imam Syafi’i dalam kitab klasiknya, Al-Umm, mendefinisikan Kitabiyah dan non Kitabiyah sebagai berikut, “Yang dimaksud dengan ahlul kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berasal dari keturunan bangsa Israel asli. Adapun umat-umat lain yang menganut agama Yahudi dan Nasrani, rnaka mereka tidak twermasuk dalam kata ahlul kitab. Sebab, Nabi Musa a.s. dan Nabi Isa a.s. tidak diutus kecuali untuk Israil dan dakwah mereka juga bukan ditujukan bagi umat-umat setelah Bani israil.”

Secara ringkas bisa kita bagi menjadi demikian :
1. Suami Islam, istri ahli kitab = boleh
2. Suami Islam, istri kafir bukan ahli kitab = haram
3. Suami ahli kitab, istri Islam = haram
4. Suami kafir bukan ahli kitab, istri Islam = haram

Sementara itu, para jumhur shahabat membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita kitabiyah, diantaranya adalah Umar bin Al-Khattab, Ustman bin Affan, Jabir, Thalhah, Huzaifah. Bersama dengan para shahabat Nabi juga ada para tabi`Insya Allah seperti Atho`, Ibnul Musayib, al-Hasan, Thawus, Ibnu Jabir Az-Zuhri. Pada generasi berikutnya ada Imam Asy-Syafi`i, juga ahli Madinah dan Kufah.

Yang sedikit berbeda pendapatnya hanyalah Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, dimana mereka berdua tidak melarang hanya memkaruhkan menikahi wanita kitabiyah selama ada wanita muslimah.

Pendapat yang mengatakan bahwa nasrani itu musyrik adalah pendapat Ibnu Umar. Beliau mengatakan bahwa nasrani itu musyrik. Selain itu ada Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih musyrik dari orang yang mengatakan bahwa tuhannya adalah Isa. Sehingga menurut mereka menikahi wanita ahli kitab itu haram hukumnya karena mereka adalah musyrik.

Namun jumhur Ulama tetap mengatakan bahwa wanita kitabiyah itu boleh dinikahi, meski ada perbedaan dalam tingkat kebolehannya.

Dari sebuah referensi, aku dapatkan keterangan bahwa Ulama Yusuf Al-Qardlawi berpendapat tentang BOLEHNYA seorang lelaki Muslim menikah dengan perempuan Kitabiyah, sifatnya tidak mutlak, tetapi dengan beberapa SYARAT yang WAJIB untuk diperhatikan, yaitu:
(1) Kitabiyah itu benar-benar berpegang pada ajaran SAMAWI. Tidak ateis, tidak murtad dan tidak beragama yang bukan agama SAMAWI;
(2) Wanita Kitabiyah yang muhshanah (memelihara kehormatan diri dari perbuatan zina);
(3) Ia bukan Kitabiyah yang kaumnya berada pada status permusuhan atau peperangan dengan kaum Muslimin.

Untuk itulah perlu dibedakan antara kitabiyah dzimmiyah dan harbiyah. Dzimmiyah boleh, harbiyah dilarang dikawini;
(4) Di balik perkawinan dengan Kitabiyah itu tidak akan terjadi fitnah, yaitu mafsadat atau kemurtadan (keluar dari agama Islam). Makin besar kemungkinan terjadinya kemurtadan makin besar tingkat larangan dan keharamannya. Nabi Muhammad saw. pernah menyatakan, “La dharara wa la dhirara (tidak bahaya dan tidak membahayakan).

Namun mesti diperhatikan, bahwa ada beberapa keburukan yang akan terjadi manakala seorang lelaki Muslim menikah dengan wanita non-Muslim:
(1) Akan berpengaruh kepada perimbangan antara wanita Islam dengan laki-laki Muslim. Akan lebih banyak wanita Islam yang tidak kawin dengan laki-laki Muslim yang belum kawin. Sementara itu poligami diperketat dan malah laki-laki yang kawin dengan wanita Nasrani sesuai dengan ajaran agamanya serta tidak mungkin menyetujui suaminya berpoligami;
(2) Suami mungkin terpengaruh oleh agama istrinya. Demikian pula anak-anaknya. Bila hal ini terjadi maka fitnah benar-benar menjadi kenyataan, dan
(3) Perkawinan dengan non-Muslimah akan menimbulkan kesulitan hubungan suami istri dan kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Lebih-lebih jika laki-laki Muslim dan perempuan Kitabiyah berbeda tanah air, bahasa dan budaya. Misalnya, seorang lelaki Muslim Timur kawin dengan perempuan Kitabiyah Eropa atau Amerika.

Sedangkan dalam Al Quran dan tafsirnya, tim penerjemah dan penafsir Departemen Agama Republik Indonesia menyatakan bahwa, “Dihalalkan bagi laki-laki mukmin mengawini perempuan Ahlulkitab dan tidak dihalalkan mengawini perempuan kafir lainnya. Dan tidak dihalalkan bagi perempuan-perempuan mukmin kawin dengan laki-laki Ahlulkitab dan laki-laki lainnya”.

Aku pribadi berpendapat, apabila seorang lelaki Muslim hendak menikahi perempuan Kitabiyah, SEBAIKNYA dia sudah mempunyai dasar dan pemahaman agama Islam yg baik. Karena tugas dia, menurutku, akan cukup berat…dia mesti ‘menghandle’ istri dan anaknya dalam ilmu agama. Jika tidak cukup ‘kuat’, bahkan lemah, ini akan berbahaya bagi kelangsungan hidup rumah tangganya. :-(

Bagi yg sudah siap menikah, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Semoga pernikahannya langgeng… winking

Jika ada pertanyaan, silakan ditulis di bagian komentar, insya ALLOH aku akan bantu carikan jawabannya. :-)

About these ads

161 Komentar »

  1. apa hukumnya kalo ga nikah, mi?
    bikin artikelnya ya

    oke…insya ALLOH aku bikinin deh.. :)

    Komentar oleh endhoot — Agustus 17, 2006 @ 2:39 pm | Balas

  2. Menurut saya pribadi, sangatlah tidak pantas jika kita yang belum ‘paham’ (sepenuhnya) berkomentar dan menyatakan suatu kitab suci agama besar itu “Salah”.

    Beberapa orang mungkin akan langsung menyebut dua ayat bertentangan yang Anda kutip di awal artikel ini sebagai bukti “Kesalahan” suatu agama dan oleh karena itu pasti ‘Agama Saya yang Benar’!

    mas Yogi…kaum Muslim WAJIB meyakini bahwa HANYA AGAMA ISLAM YG BENAR. Hal ini sudah tertulis Al Imran(3):19

    Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

    Dengan demikian, secara langsung/tidak langsung, kaum Muslim ‘boleh’ menyatakan agama lain SALAH. ;-)

    Bagaimana Pendapat Anda kalau ada orang yang menyatakan sah(benar)-tidak nya suatu agama dari isinya yang saling mempertentangkan?

    Penjelasan lebih lanjut mengenai ayat yang Anda kutip?

    Dua ayat tersebut mempunyai isi yg mempertentangkan? Hmm….saya tidak melihat pertentangan itu. Mungkin mas Yogi bisa menjelaskan bagian mana, yg menurut mas Yogi, bertentangan? Hal ini agar bisa lebih jelas… :)

    terima kasih sebelumnya :)

    sama-sama, mas Yogi :)

    .yog..

    Komentar oleh yogi — Agustus 19, 2006 @ 5:44 am | Balas

  3. Maksute mas Yogi mungkin pertentangan pemahaman ulama kaleee Fahmi…

    wah…saya ndak tahu…mas Yogi belum menjawab :)

    Jadi di Qur’an cuma ditulis “Ahli Kitab” mas Yogi.
    Nah pemahaman siapakah yg disebut dengan Ahli Kitab ini yg menjadi variable penting dalam menentukan boleh, tidak, ataupun makruhnya (makruh = anjuran untuk tidak) seorang lelaki muslim menikahi wanita non muslim.

    Kalo guru saya beranggapan bahwa “Ahli Kitab” yg dimaksud di ayat itu adalah wanita-wanita Yahudi dan Nasaroh yg masih memegang kitab Injil dan Taurat yg asli pada zaman itu.

    Secara Injil dan Taurat yang asli kemudian diangkat oleh Allah karena sudah tergenapi oleh Al-Quran, maka sudah tak ada lagi kaum yg namanya Ahli Kitab after that, getu katanyah…

    Mengenai arogansi Islam yg mengatakan bahwa aqidah agama lain salah, itu adalah pemahaman asli yg ada didalam Quran. Yg kebetulan non muslim tak usah tersinggung, secara umat Islam boleh kok ber-interaksi dgn non muslim dalam hampir semua bidang yg lain.
    Yg kebetulan muslim, hati=hati… jgn karena merasa sudah nyaman hidup di dunia demokrasi dan toleransi ala Indonesia ini, ayat 3,19 itu coba2 di eliminir yo…

    terima kasih komentarnya, mbak Mimin :)

    Komentar oleh Mimin — Agustus 19, 2006 @ 7:16 am | Balas

  4. jadi intinya.. gw ama gana sebenernya boleh nikah gak? :’)

    mbak Gana-nya mau ndak dengan mas Ardho? meskipun mas Ardho ngebet, tapi jika dianya tidak mau…ya ndak bisa nikah ;)

    Komentar oleh aRdho — Agustus 19, 2006 @ 7:26 am | Balas

  5. sial..
    pas banget dengan kasus gw
    *merutuk*

    sabar mbak Rara…sabar :)

    Komentar oleh rara — Agustus 19, 2006 @ 8:00 am | Balas

  6. kalau menurut saya sebelum nikah diislamkan dulu, kan nantinya bisa sambil dakwah dengan keluarganya.Kalau tetap dak mau ya sebagai orang yang ngaku islam harus kembali ke qur’an dan sunnah.

    idealnya memang begitu, mas Ansep… :)
    sang (calon) istri pindah ke agama Islam… tapi jika tidak memungkinkan, yaa..tidak apa2…selama suaminya punya dasar agama yg kuat :)

    Komentar oleh ansep — Agustus 20, 2006 @ 4:54 pm | Balas

  7. hmm.. nikah beda agama gak gampang lho..

    betul sekali mas Ihsan :)

    yang harus diperhatikan, pernikahan (terutama di Indo) tidak hanya menikahkan mempelai pria dengan wanita, tapi juga “menikahkan” keluarga kedua mempelai.. kalau keluarga juga beda agama, dan penerimaan terhadap perbedaan agama hanya terjadi di kedua pasangan tapi tidak di keluarga pasangan, sangat sulit untuk mewujudkan pernikahan tersebut

    betul…hal lain yg mesti diperhatikan oleh pasangan berbeda agama yg hendak menikah adalah KELUARGA. namun, menurut saya, jika sudah mencapai tahapan hendak menikah, kedua keluarga sudah mengetahui resiko yg akan muncul..dan bisa jadi mereka sudah mempersiapkan solusinya. who knows? :)

    kalau toh kemudian jadi menikah, bagaimana dengan anak2nya? agama apa yang akan dianut anak2nya? sementara dalam Islam, anak adalah tanggung jawab orang tuanya, apakah dia akan dijadikan Islam, Kristen, Yahudi? dan harus diingat pula pertanggungjawabannya di akhirat kelak

    betul…oleh karenanya, TIDAK MUDAH untuk MENIKAH BEDA AGAMA, MESKIPUN AGAMA MEMBOLEHKAN. :)
    namun, saya menulis artikel di sini sifatnya MEMBERITAHUKAN…jika memang ada yg hendak menikah agama + butuh diskusi, pembicaraannya akan lebih serius dan fokus serta lebih detail. :)

    terima kasih komentarnya mas Ihsan :)

    Komentar oleh Ihsan — Agustus 21, 2006 @ 5:21 pm | Balas

  8. Kalau seorang Muslim bisa Cinta pada seorang cewek non-muslim, perlu dipertanyakan apakah itu Cinta dalam arti sesungguhnya, atau sekedar hawa-nafsu?

    hmmm…saya tidak berniat menghakimi apakah, seperti mas Aryo tulis, itu cinta sesungguhnya atau hawa nafsu. karena ALLOH SWT Maha Kuasa dalam ‘menginsert’ ataupun ‘mendelete’ segala sesuatu. terlebih lagi ini masalah hati (perasaan)…kita tidak mempunyai ‘tolok ukur’ yg jelas. :)

    Umar bin Khatab, sebelum masuk Islam, jelas2 membenci Islam. Namun begitu ada hidayah dari ALLOH SWT, yg TIDAK BISA DIBAYANGKAN SEBELUMNYA, berubah menjadi pahlawan Islam :)

    terima kasih komentarnya, mas Aryo :)

    Komentar oleh Aryo Sanjaya — Agustus 21, 2006 @ 5:26 pm | Balas

  9. kemarin sabtu kakak temen ku akhirnya menikah dg cowoknya. Setelah hampir 9 taon pacaran. Akhirnya sang cowok pindah agama. Aku agak2 miris melihatnya. Soale si penganten laki terlihat tanpa senyum gt.

    jadi bingung dan sedih aku liatnya, ..ternyata kita belum bisa sunguh2 dan sepenuh hati mencintai Allahu Rabb. Pdhal Allah tidak pernah menetapkan suatu syarat atas cintaNya kepada kita

    Komentar oleh Febz — Agustus 22, 2006 @ 3:38 pm | Balas

  10. Syarat utama untuk menikah adalah harus seiman, artinya harus seagama, Islam dalam hal ini.

    errr…maaf mas Andriansah, setahu saya, itu syarat di KUA. sementara, di Islam sendiri, syarat menikah adalah akil baligh, kemudian sekufu (sederajat, ada yg mengatakan seimbang). demikian :)

    Komentar oleh andriansah — Agustus 23, 2006 @ 12:41 pm | Balas

  11. yang penting, menikah itu harus beda kelamin!

    demikian!

    hahaha..mas Fahdi bisa saja :)

    Komentar oleh fahdi — Agustus 23, 2006 @ 1:04 pm | Balas

  12. kalo beda sepesies gimana om?

    hahaha…jelas tidak boleh (dan rasa2nya tidak mungkin)… :)
    ada2 saja nich mas Oon :)

    Komentar oleh oón — Agustus 24, 2006 @ 7:00 pm | Balas

  13. mungkin ini bukan koment !! saya salah satu pelaku nikah beda agama, yang saya rasakan sanagat lah sulit untk dpt menerapkan pengertian agama,pada istri saya, yang sekarang saya mau tanya kan !!! saat ini saya berada di persimpangan karna istri saya sebelum menikah dng saya memiliki seorang putri dan saya sangat sayang sekali dng putri kami, akhir2 ini di keluarga timbul wacana tentang belumdi baptisnya putri kami , sedangkan pihak keluarga istri terus menanyakan permasalahan tersebut sedangkanuntk melakuikan pembaptisan maka seorang anak harus di dampingi oleh kedua orang tuanya dan kedua orang tuanya harus terdaftar menjadi jemaat gereja!! haruskah saya tinggal istri daqn anak saya karna ini, sedangkgn saya telah berusaha untk mengajarkan islam pada istri saya bkn dia mau belajar nmalah mengolok2 agama saya sungguh saya takut azab allah !!

    wah…masalah mas Anto rumit juga ya? insya ALLOH saya akan bantu jawab lebih lengkap (diiringi referensi dan hadits), namun untuk saat ini saya sarankan mas Anto tetap mempertahankan putri anda dg mencegah dia dibaptis. Sedangkan untuk istri, mas Anto mesti lebih bersabar dan terus mengajarkan Islam, dg lebih banyak memberi contoh. Misalnya sholat 5waktu tepat waktunya, bersikap baik. Jangan lupa berdoa, insya ALLOH pertolongan ALLOH SWT akan turun. :)

    Komentar oleh anto — Agustus 27, 2006 @ 3:43 am | Balas

  14. #13 Ayo mas kamu bisa

    Tidak ada yang tidak mungkin… pertolongan Allah pasti datang, saya hanya mendoakan semoga pencerahan dan hidayah terlimpah ke istri mas anto sehingga bisa membina keluarga yang Syakinah Wa rahmah.

    betul sekali mas Jauhari…saya juga yakin pertolongan ALLOH SWT akan datang :-) sekarang tugasnya mas Anto adalah tetap berdakwah, sesulit apapun itu…tidak lupa diiringi dg doa :-)

    Mas Fahmi kasih wejangan tuh mas anto…

    wejangan? wah…terlalu berlebihan ;-)
    mungkin saya sumbang saran saja…tidak mencapai tahapan wejangan ;-)
    saran sudah saya tambahkan di komentar mas Anto kok, mas Jauhari :-)

    Komentar oleh Jauhari — Agustus 28, 2006 @ 11:38 am | Balas

  15. Pada era sekarang menurut saya rasa wanita ahlul kitab yg dimaksud dlm surat al-Maidah ayat 5 sudah tidak ada, karena Injil dan Taurat yg otentik dengan wahyu Allah sudah tidak ada. Orang-orang Yahudi dan Nasrani telah merubah kitab suci mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri, sehingga tinggalah kemusyrikan. So….yg ada tinggal wanita musyrik.

    Hal ini juga dikaitkan dengan hadis Nabi yg nengatakan bahwa “wanita dinikahi karena 4 hal, harta, kecantikan, keturunan dan agama. Maka pilihlah yang beragama….dst”

    Menurut hemat saya, masih banyak muslimah yg siap dinikahi, mengapa cari yg lain..so what gitu lo???

    Komentar oleh Hasan — September 7, 2006 @ 11:19 am | Balas

  16. please help us (.S.O.S.)terus kalo aku baru ngartinya sekarang2 ini ttg point 2 ituloh,…solusinya gimana donk!!!…sedangkan kami dr keluarga yg ortu beda agama jg.masalah mulai muncul neehh…anak yg gd ud pinter nanya…kok ayah ga sholat bu? kapan ngedetailin point 2nya atuh…di tunggu pisan.nhn.

    Komentar oleh santarki — September 7, 2006 @ 11:51 pm | Balas

  17. Wah baru liat blog nya Fahmi nih. Jadi pengen ikut nimbrung. Sekarang saya sedang jatuh hati kepada seorang perempuan non muslim(Katholik). Saya juga jadi mikir2, apakah bisa nantinya saya dan dia bersatu? Pusing kalau memikirkan hal itu. Sementara hati tidak bisa dipungkiri bahwa memang saya jatuh hati sama dia. Teman2 sekantor juga banyak yg comment ‘sudah jangan diteruskan’ tapi mau gimana lagi sudah kecantol…

    Komentar oleh Exe — September 8, 2006 @ 4:37 pm | Balas

  18. bagaimana status anaknya dari hasil pernikahan yang diharamkan?soalnya kan ga ada yang namanya anak HARAM…apa anaknya meluk agama tersrah dari anak tersebut…atau gimana

    Komentar oleh al_cilik — September 8, 2006 @ 11:22 pm | Balas

  19. BAGAIMANA STATUS ANAKNYA DARI PERNIKAHA YANG DIHARAMKAN? PADAHAL KAN GA ADA YANG NAMANYA ANAK HARAM…APA ANAKNYA MELUK AGAMANYA TERSERAH DARI ANAK TERSEBUT

    Komentar oleh al_cilik — September 8, 2006 @ 11:24 pm | Balas

  20. Tidak ada anak haram, jangan biarkan anak tersebut tidak memeluk Islam, karena semua anak yang dilahirkan secara fitrah adalah muslim, hanya orang tuanya yang menjadikan nasrani, yahudi dan majusi.(mengutip hadis Rasulullah SAW)

    Komentar oleh Hasan — September 12, 2006 @ 11:09 am | Balas

  21. Ini sebenernya kasus adekku..dia skarang sdg pacaran ma cewe protestan..trus keluarga si cewe ud stuju klo mereka berdua mo serius..tp ortuku g’stuju krn dlm keluarga kami tdk ada istilah nikah beda agama.Dan ibuku ud prnh bilang ke mereka berdua klo memang serius..hrs 1 agama & hrs Islam. Tp..berdasarkan cerita ibuku semalam..spertinya adekku keukeuh mo jalan terus sama tu cewe’dg sgala perbedaan mereka..gimana dong cara ngebuka mata adekku klo nikah beda agama itu ga’smudah membalik telapak tangan..??

    Komentar oleh nasya — September 23, 2006 @ 11:42 am | Balas

  22. Mengapa Indonesia melarang adanya nikah beda agama? Kalau pun alasannya ahli kitab yang sekarang beda dengan ahli kitab yang dulu, lalu dimana letak perbedaannya? Toh kitab yang digunakan tetap sama kan? Apakah mereka sudah menelusuri asal-usulnya?

    Komentar oleh stella — September 24, 2006 @ 7:43 pm | Balas

  23. aku sedikit ada masalah neehh..aku pacaran ma cowok (katolik), qta dah serius banget n ku ga mau nikah beda agama.Alhamdulillah cowokku mau masuk Islam,walaupun beluh sah masuk islam, tp dy memperlihatkan kl dia memang berniat untuk itu.masalahnya sekarang adl kluarganya ga ada satupun yg setuju terutama ibunya,mereka bahkan sudah mengultimatum tidak akan menganggapnya anak lagie..sebenarnya ayahnya setuju krn trnyta dulunya adl seorang muslim dan akhirnya ikut agama katolik.yg saya mo tanyakan, bgmna bila tidak ada satupun kluarganya yg mau datang melamar saya? siapakah yg boleh selain kluarganya? apakah berdosa bila tetap menikah tetapi tanpa kehadiran orangtua laki2? mohon sekali bantuannya..

    Komentar oleh des — November 7, 2006 @ 1:59 pm | Balas

  24. mbak Des… pernikahan yang tidak dihadiri orang tua laki-laki tuh tetap sah koq!

    Komentar oleh khoer — November 21, 2006 @ 10:32 am | Balas

  25. mas..
    kebetulan apa yang saya alami sekarang ini sama dengan permasalahan diatas.
    kalo mas berkenan tolong saya diberi alamat e-mail mas..
    alamat e-mail saya : luecet@yahoo.com

    Komentar oleh agung — November 25, 2006 @ 11:24 pm | Balas

  26. Nikah dengan non ahlul kitab? Pertanyaannya ahlul kitab itu siapa sih sekarang? Memang Taurat dan Injil itu berasal dari Allah. Tapi apakah Taurat dan Injil yang sekarang itu bener yang asli? Kalo’ asli masak’ ada rentetan ketuhanan ya? jadi kalo’ aku sih….yang paling aman….nikah aja sama muslim/ah dah….beres….pasti halal bukan?

    Komentar oleh Anto — Desember 9, 2006 @ 9:02 pm | Balas

  27. ga masalah tuh beda agama…!bapak ku Kristen ibu islam.sejak kecil kami bebas to menentukan pilihan, aku bungsu 3 saudara mas no 1 Kristen dan istrinya kristen anak-anaknya kristen, mas ku no 2 islam istrinya juga islam, perlu diketahui keliuarga bapak kristen semua sedangkan ibu juga muslim semua..so ga da yang mesti diperdebatkan toh yang menyalini hidup kan mereka (beda agama),mending urus diri sendiri aja… bukankah hidup lebih indah dengan perbedaan..

    Komentar oleh cantik — Desember 11, 2006 @ 1:25 pm | Balas

  28. emang benar Tuhan yang bicara gitu?seperti sunan bisa melakukan mukjijat,kenapa david blaine bisa menghidupkan burung yang mati ga dsebut nabi/sunan?kalo Tuhan mendiskriminasikan orang hanya karena agama beda,Tuhan ga bisa disebut maha adil.tapi TAHI……

    Komentar oleh lucy — Desember 28, 2006 @ 12:37 pm | Balas

  29. Islam=agama paling egois!!!mau mengkritik,tetapi sekali dikritik seribu BOM yang meledak.Tuhan benar2 menciptakan kiamat melalui agama ISLAM.Islam tidak menghormati nabi-nabi sebelum muhamad.mencap agama yang paling baik dengan aturan-aturan yang tidak masuk akalnya,tanpa memikirkan hati nurani.ISLAM=Omong kosong!!!

    Komentar oleh lucy — Desember 28, 2006 @ 12:43 pm | Balas

  30. bagaimana ijab kobulnya bagi pria mukmin dan wanita khatolik?

    Komentar oleh Wahyu — Februari 16, 2007 @ 11:04 am | Balas

  31. mas fahmi, bisa tolong referensi yang lebih detail lagi tentang artikel diatas, aku sekarang juga sedang mengalami maslah yang sama….

    Komentar oleh tian — Februari 21, 2007 @ 6:40 pm | Balas

  32. kalo bisa dikirim ke email ku mas, trima kasih….

    Komentar oleh tian — Februari 21, 2007 @ 6:44 pm | Balas

  33. Aku pelaku nikah beda agama, walaupun dia masuk Islam dan kami nikah secara Islam, ternyata berat banget menjalaninya. Dan akhirnya pernikahankupun kandas pada tahun ke-7 sedih dech, tp gimana lagi aku lebih memilih jalan Allah, aku coba menjalaninya ternyata BERATTTTTTTT BANGETTTTTT. Aku bersyukur pada tahun ke 7 Allah memberi petunjuk padaku melalui wasiat orang tuaku sebelum meninggal kalau aku harus berpisah kalau mau hidupku tidak sia – sia dan aku menjalaninya ternyata aku merasa terbebas dari belenggu perkawinan antar agama, bagi yg belum nikah jangan coba-coba ya nikah beda agama, berat Frend.

    Komentar oleh Asih — Februari 27, 2007 @ 3:04 pm | Balas

  34. Anda kurang memahami tentang ahli kitab. Yang dimaksud dengan ahli kitab adalah kaum yang telah diturunkan kepada mereka kitab taurat, zabur dan injil yang masih asli. Keaslian yang dimaksud adalah yang belum mengalami perubahan isi karena ditambah atau dihapus dan diganti oleh manusia-manusia yang berbuat melampaui batas. Saya yakin sekarang sudah tidak ada ahli kitab, karena kitab taurat, zabur dan injil sudah banyak dirubah isinya (sudah tidak asli) seperti kitab suci Al-Quran. Jadi baik laki-laki maupun perempuan yang menikah dengan orang yang bukan muslim hukumnya haram. Anda juga perlu memahami tentang agama samawi. Yang dimaksud dengan agama samawi adalah agama yang mentauhidkan Allah sebagai tuhan semesta alam dan tidak ada tuhan-tuhan lainnya. Allah yang maha Esa tidak ada sekutu baginya, tidak beranak dan tidak diperanakkan.

    Komentar oleh Suparman — Maret 1, 2007 @ 4:30 pm | Balas

  35. aku lagi jalan ama cowok yang beda agama, dia Kristen tapi ga pernah sekalipun pergi ke gereja selama aku menjalani hubungan ama dia ( dah 3 tahun mbokkk….) trus katanya…dia mo nikahin aku dan mau berpindah kepercayaan…tapi aku ga yakin…gimana dunk………

    Komentar oleh nana — Maret 12, 2007 @ 12:36 pm | Balas

  36. Mas Suparman, bagaimana anda yakin sekali ttg ahli kitab yg sekarang itu bukanlah seperti ahli kitab yg dulu; menurut artikel yg saya baca pada swaramuslimonline, pada zaman nabi Muhammad SAW pun injil dan taurat itu sudah dirubah isinya(dalam artian sudah ada paham trinitas pada masa itu).Apakah statement ini benar, sayapun tidak pasti. Mungkin saudara Suparman bisa menjelaskan lebih jauh ttg hal ini? Bagaimana dengan orang2 yg sejak lahir pun sudah berada di keluarga kristen, otomatis mereka langsung menganut agama kristen dgn memakai alkitab yg sudah seringkali direvisi..Masalahnya sekarang agama itu sebenarnya hanyalah satu(islam), tapi kita sebagai umat islam percaya akan kitab2 lainnya.(Tapi dimanakah kitab2 itu sekarang?).
    Apakah benar kalau saya mengatakan kalau justru Sang Khalik memang mentakdirkan mereka untuk sesat, kecuali dengan usaha mereka sendiri untuk menemukan jalan yg benar?

    Komentar oleh mahmud — Maret 14, 2007 @ 6:52 pm | Balas

  37. apa hukumnya kalo orang islam (cewe) pacaran sama cowo beda agama?

    Komentar oleh jessica — Maret 29, 2007 @ 11:48 am | Balas

  38. Assalamualaikum wr. wb.

    saya mohon bantuannya kepada rekan2 sekalian atas masalah yg terjadi pada diri saya ini :

    saya memiliki pacar seorang muallaf… kami kenal tahun 2006 sedangkan dia menjadi muallaf sekitara tahun 2002.. jadi kami bertemu setelah dia mejadi muallf.. dia sangat serius menjalani hub dengan saya sampai2 dia ingin melamar saya.. karena keluarga besar saya tidak setuju.. maka hub kami pun serasa jalan ditempat..
    ternyata sebenarnya keluarga besar pacarku itu islam .. katanya sekitar tahun 197… orang tua dia menjadi seorang murtad…
    saya bingung.. saya harus bagaimana…. ?? sementara saya sayang sama dia tapi saya legih sayang pada keluarga saya.. apakah saya harus putuskan dia?? keluarga besar saya takut kalau suatu saat dia kebali lagi ke agamanya semula..

    terimakasih atas bantuannya.. mohon dikirim via Email saya…secepatnya..

    wassalamualaikum wr. wb

    Komentar oleh indri — April 9, 2007 @ 10:45 am | Balas

  39. Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

    Beradasarkan QS ayat berikut, maka Allah melarang untuk seorang yang beriman
    menikahi orang yang musyrik:

    Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.
    Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik,
    walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamumenikahkan orang-orang
    musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya
    budak yang mu’min lebih baik dari orang-orang musyrik walaupun dia menarik
    hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan
    ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
    (perintah-perintahnya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
    (QS. 2:221)

    Wallahu a’lamu bishshawab,

    Wassalam,

    Komentar oleh dwy — April 14, 2007 @ 9:08 am | Balas

  40. wanita atau pria itu masih banyak kenapa cari yang non muslim……gitu lhhhhoooooooooo

    Komentar oleh hopy — April 14, 2007 @ 12:55 pm | Balas

  41. Yap! se7 skali tuch ma Hopy. Mendingan belajar bersama pasangan hidup yang se Aqidah kan OKs bngeeee…ttt! ‘tul g? :)

    Komentar oleh anna — April 23, 2007 @ 11:35 am | Balas

  42. menurut aku sich masalah hubungan beda agama tergantung dari yang menjalani aja, berat ato gak tergantung dari toleransi masing-masing, aku n cowok ku berbeda agama koq tapi nytnya hubungan kami aman-aman aja, bahkan dah bertahun-tahun,smua tergantung hati n kepercayaan masing-masing, bahkan sekarang kami sudah berencana untuk meniha, walaupun akan tetap beda agama.

    Komentar oleh oe_imoet — Mei 13, 2007 @ 3:59 pm | Balas

  43. Assalamualaikum Mas Fahmi

    Saya baru baca blognya mas Fahmi, saya ada kasus serupa di atas, semoga mas Fahmi bisa membantu saya

    Saya Evan pria muslim dan pacar saya beragama hindu… Sebenarnya kami sudah merencanakan pernikahan beda agama, tetapi di luar dugaan, berat euy Ayahnya dan ibunya bekerja di DEPAG Hindu, jadi kayaknya bakalan repot, tapi yang saya inginkan dia menikah dengan saya sebagai sepasang muslim…

    Yang ingin saya tanyakan, bagaimana caranya dapat mengubah keyakinan pacar saya untuk memeluk agama islam seperti saya? Apa saja langkah-langkahnya, yang tentu santun dan tidak menyinggung perasaan dari pihak wanita…

    Terima kasih banyak mas Fahmi, mohon bantuannya…

    Wassalam

    Komentar oleh Evan — Mei 14, 2007 @ 10:11 am | Balas

  44. aduh aku bacanya binggung dech tapi pembahasannya cukup menarik& thanks banget karna ini aku bisa ngerampungin tugas ku

    Komentar oleh dhea — Mei 17, 2007 @ 6:06 am | Balas

  45. SEBENARNYA ISLAM ITU AGAMA YANG DIBERIKAN UNTUK RAHMAT SEMUA MAHLUK (RAHMATTIN LIL ALAMIN).
    JADI YG BERAGAMA ISLAM IKUTI YANG BAIK, DAN BENAR…., BUKAN YANG SALAH TAPI DIBENERKAN GITU..
    APALAGI SEKARANG NIKAH SAMA AGAMA ISLAM (TAPI) YG NIKAH LAKI2 AMA LAKI2 JADI2AN… (JADI TERGANTUNG ORANGNYA SIH, JADI AMBIL BAIKNYA SAJA.

    Komentar oleh RM Goewadi — Juni 12, 2007 @ 12:47 pm | Balas

  46. saya perempuan muslim tetapi calon saya protestan, kita sudah berjalan selama 6 tahun. kami ingin menikah tapi terhalang dengan ini. Sedangkan kami sudah berusaha untuk berpisah dan mencari pasangan yg seagama, tetapi tidak bisa. Tadinya dia ingin ikut ke muslim tapi tahun terakhir ini dia berbicara kalau tidak bisa pindah, yang harus pindah adalah saya. Maaf tolong dibantu penyelesaianya?

    Komentar oleh Siska — Juni 19, 2007 @ 6:27 pm | Balas

  47. Yang mau nikah, pasangannya di-Islamkan dulu aja…
    Yang pasangannya ga mau masuk Islam, ga usah dinikahi…
    Yang pasangannya ga jadi dinikahi, sabar aja yah…
    Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, Insya Allah…
    Saya juga ngalamin kok. Dan saya memilih buat bersabar…

    Buat yang namanya Lucy yang ngasih komen di atas :
    1. Islam MENERIMA kritik. Tapi wahyu Tuhan adalah mutlak.
    2. Islam TIDAK MENGAJARKAN ngeledakin BOM tanpa alasan yang benar. Kalo ada yang ngebom tanpa alasan yang bener itu salah ORANGNYA. Bukan salah ISLAMNYA. Atau mungkin yang dibom memang salah. Salah satu ayat menyebutkan, Allah tidak melarang kamu untuk berteman dan berbuat baik terhadap orang-orang kafir, selama mereka tidak mengusirmu dari negerimu, atau memerangimu karena agama.
    3. Islam tidak menghormati nabi terdahulu??? Mbak mbak, pernah baca Alquran? Udah dibandingin sama Alkitab? Kalo belum, baca dulu yah. Saya baca keduanya. Kalo di Alkitab, Yesus alias nabi Isa as. itu dibilang keturunan pezina loh. Serius.
    4. SEMUA aturan dalam agama Islam MASUK AKAL. Memangnya Mbak tau Islam sejauh apa???
    5. Allah berfirman, apabila kamu tidak ridho dengan segala aturan dan ketentuan-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku. Kalo Mbak nggak ridho, atau nggak rela, jadiin hati nurani Mbak sebagai Tuhan aja. Untukmu agamamu, dan untukmu agamaku.

    Sekedar informasi… Sebenarnya dalam Kristen SEHARUSNYA TIDAK ADA TRINITAS karena Yesus TIDAK PERNAH MENGAJARKANNYA. Salah satu ayat dalam Alkitab menceritakan bagaimana setan hendak menggoda Yesus supaya Yesus mau tunduk kepada setan. Namun Yesus tetap teguh hatinya dan berkata, “Enyahlah kau, setan! Sesungguhnya aku hanya menyembah Allah, Tuhan Yang Satu!”

    Dan BTW, jika kita perhatikan baik-baik, perintah-perintah untuk menyembah Yesus semuanya (hmmm, yah sebagian besar lah, soalnya saya juga tidak hafal seluruh isi Alitab) TIDAK DATANG DARI YESUS. Datangnya dari Paulus, lalu dari orang yang datang ke khotbah Yesus pada hari Sabtu (bukan Minggu seperti di gereja jaman sekarang). Yesus selalu berkata, “Barangsiapa yang menyembah Allah, dan berbuat kebajikan, maka ia akan diselamatkan hidupnya.” Yesus tidak berkata, “Sembahlah aku, maka kalian akan diselamatkan.”

    Yaaahhhh…. Dan lain-lain lah…. Buat temen-temen yang hidupnya berpedoman pada Alkitab…. Alquran menawarkan yang lebih baik kok….

    Komentar oleh Ayyub — Juni 20, 2007 @ 7:13 am | Balas

  48. Hmm.. Sipp.. Gw setuju dehh..

    pakk.. Tolongg Sayaa.. Saya merasa bingung karena sampai saat ini banyak sekali aliran Islam yang bermunculan! Mulai dari Ahmadyah, LDII, belum lagi Syiah, suffi, dsb..

    Pertanyaannya bagaimana sikap kita yg baik utk menghadapi itu semua?? Soalnya Saya bingung pak, Islam kok jadi banyakkk bgttt!!! Apakah Islam2 yg Saya sebutkan diatas itu sesat??? Mohon bimbingan dan jawabannya..

    Terima Kasih..

    Komentar oleh Hamba mu — Juli 14, 2007 @ 11:15 pm | Balas

  49. Boleh bertanya? Gimana kalo diminta jadi saksi/wali (oleh orang tua muslimah) untuk pernikahan muslimah dengan orang non muslim? Ini terjadi diluar negri dimana orangtua tidak memungkinkan untuk datang. Terimakasih sebelumnya.

    Komentar oleh wid — Agustus 8, 2007 @ 9:31 pm | Balas

  50. Wahyu adalah mutlak? saya gak setuju.
    Justru dari awal turunnya alquran penuh dengan dialog dan diskusi. satu ayat saling berbantah2an sesuai perkembangan situasi, artinya Alquran itu dinamis dan tidak kaku. pemahaman alquran secara mutlak sesuai yang tertulis/tekstual sama saja dengan mereduksi makna alquran serendah-rendahnya.
    Jadi pemahaman boleh tidaknya beda agama saat ini masih perdebatan. ini masalah yang masih dikaji dan bukan harga mati (harga mati misalnya : puasa, sholat,dll).

    Dan perlu dicatat bahwa pada saat nabi berdakwah, ahli kitab asli itu sudah tidak ada. Jadi ahli kitab pada jaman nabi itu sama dengan ahli kitab pada jaman sekarang. bahkan semenjak meninggalnya yesus dan para huwarriyin (12 pengikut) dapat dikatakan ahli kitab asli itu sudah punah.
    Jadi kesimpulannya maksud dari ahli kitab pada jaman nabi adalah sama dengan ahli kitab jaman sekarang ini.

    bte, Ya memang islam itu banyak sektenya. islam itu satu, tapi alirannya banyak. jadi bisa jadi diharamkan oleh aliran ini akan dihalalkan oleh aliran lain.
    itu realitanya… jadi klo anda setuju dengan pendapat “hukum pernikahan beda agama” disini bukan berarti yang tidak setuju itu aliran sesat dan bukan islam. Kalau pola pikirnya demikian bisa2 mirip bunuh2an suni dan syiah di timur tengah, masing2 merasa paling benar, padahal… he…3

    chaslies@yahoo.com

    Komentar oleh murid Abraham — Agustus 10, 2007 @ 5:48 am | Balas

  51. Reminder ajah..
    Tolong komentarnya jangan emosi dan asal bunyi, tapi yang bijaksana dan mencerahkan….

    …” AJAKLAH MANUSIA KE JALAN ALLAH DENGAN BIJAKSANA DAN DENGAN CARA SEBAIK-BAIKNYA” (AN-NAHL 125)

    chaslies@yahoo.com

    Komentar oleh murid Abraham — Agustus 10, 2007 @ 6:06 am | Balas

  52. ini yg lagi gw pusingin… gw pria agama hindu sedangkan doi status janda 1 anak agama islam… sudah cinta banget gw dan saling banyak kecocokan sama doi… satu hal yang bikin pusing yaitu beda agama saja… saling bertahan dengan agama masing2… minta solusi temen2 dimari sebaiknya gimana kami untuk melangkah ke jenjang pernikahan… dilema juga ya kalau sudah ketemu masalah seperti ini… terima kasih sebelumnya bagi yang mau kasih solusi ke kita…

    Komentar oleh sonny — Agustus 13, 2007 @ 9:07 am | Balas

  53. Saya sedikit udah paham tentang pernikahan beda agama (cowok islam, cewek kristen) dan kasus ini sedang melanda saya saat ini. Yang saya tanyakan, bagaimana proses pengurusan pernikahan beda agama ?. Setahu saya KUA melarang pernikahan beda agama. Jadi apakah kita membutuhkan badan / organisasi lain untuk mewujudkan pernikahan beda agama ?

    Komentar oleh Prabowo — Agustus 27, 2007 @ 2:39 pm | Balas

  54. gimana jika anak pasangan beda agama(bapak islam-ibu nasrani)yang perempuan ingin menikah dengan pria islam?
    mohon penjelesannya

    Komentar oleh kakashi — Agustus 28, 2007 @ 3:52 pm | Balas

  55. Saya muslim. Ayah saya Nasrani, Ibu saya Islam. Masalahnya, gak ada cowoq yang berani ngelamar karena keadaan keluarga saya yg seperti itu. Alasannya, ya karena ayah saya Nasrani. Tragis yah..Jadi, adakah jalan bagi saya untuk memperbaiki keadaan? It’s not my choice to be borned in this kind of family…
    Jadi buat yg mau nikah beda agama, mending dipikir2 lagi deh..
    Kalo saya pribadi sih mending nggak deh..Soalnya udah ngerasain nasib jadi keturunannya…Hiks hiks hiks…

    Komentar oleh Arie — September 5, 2007 @ 2:47 pm | Balas

  56. baca web yang dibawah lagi deh… disitu dikasi taw ttg nikah beda agama..

    http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=224

    trus tentang cowo yg ga brani nglamar gara2 kluarga beda agama, itu artinya co lo ga spenuhnya cinta ama lo… soalnya klo cinta, dia ga akan ngeliat kekurangan itu.. cari dong co yg nerima lo apa adanya…
    liat dong segala sesuatu dari segi positifnya..
    -don’t judge something without knowing the truth-

    tenkyu by the way.

    Komentar oleh Xee — September 7, 2007 @ 11:38 am | Balas

  57. o ya…
    liat juga web yg ini

    http://www.cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=354

    Komentar oleh Xee — September 7, 2007 @ 11:44 am | Balas

  58. oya… web yang satu ini ngasi taw klo

    “Terbukti, Alquran Surat al-Maidah ayat 5 yang secara harfiah jelas memperbolehkan pernikahan beda agama, ternyata diharamkan oleh MUI.”

    http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2325&Itemid=40

    Komentar oleh Xee — September 7, 2007 @ 11:49 am | Balas

  59. Eman bisa ya satu kapal dikemudikan 2 nahkoda ???? sebelum memutuskan untuk menikah dengan beda agama pertimbangkan juga gimana nanti anak2… jang biarkan mereka bingung memimilih mau ikut ibu / bapaknya……

    Komentar oleh Gyan — September 7, 2007 @ 2:28 pm | Balas

  60. Assalamualaikum?
    Ngomong-ngomong ini bicara masalah apa ya?
    Soal apaan ya?
    Hah, kawin?
    Oh.. nikah lintas jalur!
    Kalau buat saya sih, nikah lintas jalur, itu masalah kecil!
    Selama masih banyak cewek sama cowok muslim yang cakep…
    Ngapain repot pilih yang lain?
    Nah.. gimana tips saya.. bagus kan..?
    Semoga bermanfaat buat para akhwan dan akhwat sekalian!
    Sudah dulu ya… sampai jumpa dengan tips-tips Kang Cepot selanjutnya!
    Assalamualaikum!

    Komentar oleh cepot — September 12, 2007 @ 6:05 pm | Balas

  61. Well, ni masalah yang sedang kami hadapi. Kebetulan saya adalah wanita non muslim yang sedang berjuang dengan kekasih saya yang muslim. kami sama-sama taat, dan sangat terbantu demngan penjelasana bahwa saya masih dalam kategori ahli kitab yang berarti masih tidak haram. tapi susah banget njelasin ke ortu kita, khususnya ortu pacar. Apa Tuhan memang mengkotak-kotakkan manusia? Ga dilihat amal perbuatan yang lain? Bagi saya yang terpenting adalah salinmg menghormati, menghargai dan tidak mengintimidasi… termasuk membuat kesepakatan-kesepakatan pra-pasca nikah dengan toleransi tinggi… Bukankah kita hidup di dunia yang sudah sangat majemuk….

    Komentar oleh wulan — September 14, 2007 @ 8:02 pm | Balas

  62. pertama2 saya cuman berpendapat agak lain(maaf)bagi saya nikah beda itu sah2 saja asal saling menghargai satu dgn yg lain,banyak juga yg satu agama tdk langgeng,cerai,punya istri lebih dari1,kalau lebih dari1 itu namanya nafsu,terlepas benar/tdknya kita ini manusia,otak kita kecil kok mau tahu rencana allah?manusia diciptakan udah ada pilihan jalannya,karena kalau kt saling cari kebenaran sendiri2 yg ada malah pertengkaran/permusuhan.bagi saya menikah beda apapun/pendapat/agama dll itu bisa saja asal slg menghargai&mengalah(bkn laki2 dgn laki2/sebaliknya).kita manusia jgn jadi yg sangat munafik dlm hidup,apa kita ngerti surga&neraka,pernah mencoba,yg terjelas didepan mata surga&neraka adalah dunia ini,yg manusianya udah cari benarnya sendiri2,tdk peduli dgn sesama,yg miskin tambah miskin,yg beda agama&status ga boleh bersatu yg dikatain haram/apalah itulah yg dinamakan kiamat saat ini.itu aja pendapat yg lain/gila menurut anda tp jk tdk saya sampaikan kebebasan memilih pasangan hidup di dunia ini hampir tdk ada lagi terima kasih.

    Komentar oleh umar — September 19, 2007 @ 8:04 am | Balas

  63. saya baca komentar tentang(jangan sampe deh beda)sekarang jikalau tuhan allah udah menghendaki lantas kita mau bagaimana,ada jg yg bilang cari lgi yg lain???saya hanya ingin berkata”sudah sesulit kita memulai suatu hubungan,tetapi begitu mudah kita menghancurkannya”kita jgn lht dari sudut pandang ortu yg beda kita ini lihat dari kita sendiri kita yg memilih pasangan hidup kita,punya keluarga sendiri,susah dan senang kembali lagi ke dalm diri kita jk kita ga kerja keras,malas2san,sang pendamping hidup juga mana bisa hidup enak itu aja intinya(08194809470)

    Komentar oleh kusuma — September 19, 2007 @ 8:21 am | Balas

  64. JANGAN KITA SESALI APA YG UDAH JD PILIHAN HIDUP KITA,JANGAN KITA MENGHANCURKAN ISTANA YG TELAH KITA BANGUN KARENA MUDAH MERUSAK DARIPADA MEMPERBAIKINYA,KITA SEKARANG HIDUP DI ERA MAJU&LEBIH MAJU,DOA&AGAMA CUMA PEGANGGAN HIDUP SUPAYA KITA TENANG&TEGAR BKN BERRTI NIKAH LAIN DIBILANG HARAM,APA ORANG YG BILANG BEGITU UDAH BERKACA PADA DIRINYA SENDIRI?JGN MUDAH MENCARI SALAH ORG LEBIH MULIA KT CARI KESALAHAN DIRI KITA SENDIRI.TERIMA KASIH

    Komentar oleh kusuma — September 19, 2007 @ 8:26 am | Balas

  65. hhh…., buat yang belum nikah akan lebih baik mengikuti apa yang sudah dijelaskan di AlQuran dan Hadist…, pengalaman saya bila nanti sudah tua, sudah punya anak dan cucu kemudian salah satu pasangan ingin lebih dekat pada ‘Sang Pencipta’ maka mulailah timbul ‘neraka dunia’, bagaimana tidak sudah puluhan tahun berumah tangga…. Memang sih pada awalnya cuma kelihatan ‘senangnya’ saja.
    Jadi disini saya cuma mengajurkan apa yang seharusnya dikerjakan oleh seorang yang mengangap dirinya muslim/muslimah. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Terima kasih.

    Komentar oleh August — September 24, 2007 @ 3:05 pm | Balas

  66. kata orang, lahir, mati, jodoh, rejeki itu mah urusan Tuhan
    Bagaimana tanggaban orang yang beragama dengan statement tersebut diatas. Kalau orang yang berTuhan, mungkin tanggabannya lain lagi. Terima kasih

    Komentar oleh rahmat — Oktober 3, 2007 @ 12:06 pm | Balas

  67. hai

    Komentar oleh ALEXYOUNGS — Oktober 21, 2007 @ 10:18 am | Balas

  68. artikel tergoblok yang pernah aku baca…Lebih goblok lagi mau maunya aku baca….

    Komentar oleh ekadunk — Oktober 26, 2007 @ 12:18 pm | Balas

  69. Saudara-saudaraku sekalian, baik yang pro maupun yang kontra tentang nikah beda agama. Sebaiknya kita jangan terus main emosi-emosian. Kita kembali ke kaidah dasarnya, bahwa Agama yang diturunkan Allah itu hanya satu, tidak mungkin banyak. Nah, kita yang sudah dewasa dalam artian akil baligh tentu diwajibkan oleh Allah untuk mengkaji dan meneliti yang mana agama di sisi Allah yang benar tersebut. Kumungkinannya hanya satu Mas, yaitu: Budha yang benar, yang lain palsu; atau Hindu yang benar, yang lain palsu; atau Kristen Katolik yang benar, yang lain palsu; atau Kristen Protestan yang benar, yang lain palsu; atau Majusi yang benar, yang lain palsu; atau Islam yang benar, yang lain palsu. Hanya itu Mas kemungkinannya. Untuk mengetahui yang mana Agama yang benar dan diterima di sisi Allah tersebut tentu kita harus melihat keautentikan Kitab-Kitab Suci yang dipegang oleh masing-masing pemeluk agama tersebut. Dari fakta yang ada di lapangan hanya Al Qur’anlah yang tak terbantahkan kemurniannya. Kitab-kitab yang lain sudah terbukti tidak murni lagi, karena sudah tercemar dengan campur tangan manusia. Hal ini tentu akan berimbas pula kepada kebenaran agama yang dianut oleh masing-masing pemeluk agama tersebut. Kembali kepada konsep “pembolehan” nikah beda agama antara laki-laki muslim dengan perempuan Ahlul Kitab sebagaimana tulisan di atas. Mengherankan jika ada yang berpendapat bahwa wanita Ahlul Kitab itu adalah wanita-wanita Yahudi dan Nasrani sekarang meskipun dia Shalihah dalam agamanya masing-masing. Kenapa? Karena aqidahnya sudah tidak murni lagi sebagaimana wanita Ahlul Kitab yang digambarkan Al Qur’an dan Al Hadits. Saya sependapat dengan beberapa kawan yang menulis bahwa wanita Ahlul Kitab yang ada sekarang terutama Nasrani dan Yahudi sudah bukan lagi Ahlul Kitab sebagaimana mana dimaksud Al Qur’an dan Al Hadits karena konsep akidahnya sudah tidak benar lagi seperti contohnya kaum Nasrani/Kristen yang menyembah kepada Yesus (Nabi ‘Isa) yang mereka anggap sebagai Tuhan juga karena konsep Trinitasnya. Dalam pandangan Allah (Islam) jelas ini termasuk mensyarikatkan Allah yang kepada orangnya disebut sebagai Musyrik. Sudah jelas kan, menikahi wanita musyrik itu HARAM hukumnya.

    Komentar oleh Didi — Oktober 30, 2007 @ 3:45 am | Balas

  70. Nah, yang komentar di atas saya ini ya lucu. Katanya ga boleh emosi-emosian. Tapi kok kalau saya baca penegasan beliau ini begitu hebatnya jadi kesannya malah lebih emosi lagi.
    Alangkah baiknya, gunakan kesantunan dong mas Didi. Sebab, agama Islam itu kan kata kiyai itu kan agama yang senang kedamaian. Jadi karakter Islam itu sendiri adalah ketenangan, teduh dan sejuk.
    Ya, saya menghargai pendapat Mas ini. Saya juga senang Anda begitu getol mempertegas hakikat Islam itu sendiri dengan memberikan komentar semacam itu.
    Soal nikah beda agama saya mau sedikit urun rembug. Barangkali tanggapan saya tidak mengenakkan hati Anda sekalian. Ya, dimohonkan maaf dan saya sangat berharap Anda sekalian mau memberi saya sedikit titik terang.
    Kalau saya, nikah beda agama bukan sebuah masalah besar. Hal ini berpulang lagi pada masing-masing. Baik yang akan melakukan hal demikian ataupun tidak. Kemantapan Iman seseorang kan juga tidak dapat diukur. Dan perlu diingat, kita itu kadang melupakan bahwa kita sendiri menerima agama juga karena orang tua. Jadi perlu ditanyakan lagi pada diri sendiri, apakah sebenarnya kita sudah mengimani apa yang kita yakini dengan sepenuhnya?
    Jadi, mari kita koreksi diri kita sebelum mengorek keburukan orang lain. Maturnuwun….

    Komentar oleh ribut achwandi — November 28, 2007 @ 10:55 pm | Balas

  71. uh ribet sdh 4 thn saya pacaran dgn pria nasrani. biar bgmnpun akn tetap kupertahankan. akn kukenalkan dia apa itu islam.

    Komentar oleh susiati — Desember 2, 2007 @ 11:49 am | Balas

  72. y Allah……masalah nya sama…….tulunggggg

    Komentar oleh kika — Desember 12, 2007 @ 11:54 pm | Balas

  73. sya begitu cinta, udah ngrencanain pnikahan….tp dy non islam..keluarga saya menentang keras..tp dy blg klo keluarganya akan membolehkan dy mnikah dgn siapa saja asal dy sukses nnt nya,dan dy buktikan dgn dia kuliah dgn sungguh2,dy blg ini untk saya..pnah sy tnya “nnt km pndah k islam y” dy jawab “liat nnt”…ap yg harus saya lakukan, sy sudah trlanjur cinta..mohn solusinya…

    Komentar oleh kika — Desember 12, 2007 @ 11:58 pm | Balas

  74. Hi..Kika. Km pny mslh yg sm sprt saya. Bnyk org yg berkmntr tntg hbnganku dgnnya. Kupertahnkan cintaq, kuperdalam ilmuq tntg Islam, berdoa selalu. Mau tkr pikiran ama aq??

    Komentar oleh Susiati — Desember 16, 2007 @ 11:22 am | Balas

  75. Maaf sebelumnya,
    Saya seorang pria beragama muslim.
    Memang saya bukan muslim yg berkualitas, shalat saja msh sering bolong2.
    Saya berpikir bahwa Islam itu cinta damai!
    Poin penting yg selama ini berkecamuk dlm pikiran saya adalah saya tidak pernah bisa memilih dilahirkan dr orangtua muslim, dan teman serta sahabat2 saya seperti Wahyu,Julian,Avent,dll juga tidak pernah bisa memilih dilahirkan oleh rahim/orangtua non muslim…

    Saya merasa bahwa, agama saya itu diberi, dan kalo disebutkan bahwa agama selain Islam adalah salah, maka alangkah kasian sekali sahabat2 saya itu…Apakah Allah tidak menyayangi mereka dan memberikan mereka orangtua non muslim,dan berakibat mereka menganut agama non muslim pula…kl begitu knp Allah menciptakan sahabat2 saya tersebut!

    Dan fakta yang saya temui, tidak sedikit orang non muslim yg baik juga. Saya pernah dengar bahwa manusia itu diciptakan utk menyempurnakan alam semesta ini…bukankah salah satunya dengan perdamaian? Malah yg terjadi sepertinya tmn2 saya yg non muslim bnyk juga yang peduli terhadap korban AIDS, Global Warming, Korban2 Bencana Alam. Apakah mereka pantas kita musuhi atau menyinggungya dengan mengatakan bahwa mereka menganut sesuatu yang salah!
    Kalo kita mau berendah hati lagi, kita bisa berdiskusi di forum ini, (mungkinkah?)ada andil dari org non muslim pula yg berhasil menciptakan website,internet, atau teknologi semacam ini…

    Allah memberikan kita akal sehat dan pikiran untuk selalu berpikir guna menyempurnakan alam ini…krn kita makhluk paling sempurna di alam semesta ini.
    Maka marilah senantiasa belajar,belajar,belajar,dan belajar demi Kepentingan seluruh umat ciptaan Allah!
    Insya Allah akan tiba dimana saat kita tidak memperdebatkan perbedaan prinsip lg tp hidup damai..

    Komentar oleh Dwi — Desember 17, 2007 @ 3:19 am | Balas

  76. assalamualaikum
    saya pengin tahu
    gmana hukumnya meminta calon istri kita pindah ke agama islam?
    sebab akan sangat beresiko bagi anak2 nantinya jika saya melakukan nikah beda agama

    Komentar oleh yayad — Desember 27, 2007 @ 10:26 pm | Balas

  77. Jadi pengen nimbrung neeh…
    Saya seorang muslim sedangkan calon istri saya seorang Katholik. Kami sudah berpacaran sekitar 2 tahun. Meski berbeda agama tapi saya maupun pacar saya tidak pernah mempermasalahkannya, dan kami berkomitmen untuk tidak mempermasalahkannya. Karena kami berdua sepaham bahwa memang tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Saya akui saya memang bukan atau mungkin belum benar2 bisa menjalankan semua ajaran Islam dengan sangat baik, total, sempurna, tanpa cacat atau apapun istilahnya. Saya pikir hanya Rasulullah yang mampu melakukan itu. Sedangkan pacar saya, setahu saya, adalah seorang penganut Katholik yang taat. To the point saja yach.., saya ingin menyampaikan (atau mempertanyakan?) sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan beda agama dalam hal ini jika seorang laki2 muslim menikah dengan wanita ahlulkitab. “Kenapa ada orang atau sekelompok orang yang mengharamkan sesuatu yang di dalam Al Quran jelas2 dihalalkan oleh Allah SWT?” (Surat Al Maidah ayat 5). Saya tidak habis pikir, juga “kagum”, berani2nya mereka itu melarang bahkan mengharamkan sesuatu yang jelas-jelas dihalalkan Allah. Siapa mereka ini??? Pengadil jenggotan? Nabi?? Rasul??? Atau Tuhan???? Punya hak, wewenang atau kuasa apa sampai berani menyatakan dalil itu??? Mengharamkan berarti menajiskan. Menajiskan umat agama lain, terlebih penganut agama samawi (Yahudi & Katholik) menurut saya itu satu sikap yang sungguh luar biasa takabur. Mari coba kita berpikir (saya bukan orang yang mendewakan rasionalitas, hanya mencoba bersikap wajar, tidak neko-neko). Sebenarnya, apa sih fungsi agama itu yang diturunkan Allah untuk umat manusia? Saya mencoba menjawab satu saja: agama itu sebagai “rambu-rambu” bagi manusia menjalani hidup dengan semestinya sebagai mahluk Tuhan dan sebagai mahluk sosial (habluminallah, habluminanaas) dan semestinya 2 konsep hidup itu berjalan seimbang. Rasulullah bersabda: “Kejarlah dunia seakan-akan kamu hidup seribu tahun lagi, kejarlah akherat seakan-akan kamu mati besok pagi”. Dengan saya mendapati ada dalil ciptaan manusia yang mendiskreditkan penganut agama lain tertentu, saya pikir si pembuat dalil ini sudah menjalankan fungsi agamanya dengan tidak seimbang. Kedengarannya sederhana, hanya istilah “tidak seimbang”, tapi efeknya luar biasa. Mengobrak-abrik, memutarbalikkan kaidah2 dasar hidup sebagai orang beragama. Contoh ekstrimnya aksi Amrozi cs. Contoh yang ga jauh2 ttg ketidakseimbangan tadi: seseorang yang sepertinya sangat taat menjalankan agamanya, sampai hampir dalam seluruh aspek hidupnya dijalani dengan mengejar sesuatu yang sifatnya pamrih untuk dirinya sendiri: pahala. Pemahaman yang menurut saya salah kaprah ini tanpa disadari mengikis salah satu sisi fungsi agamanya: habluminanaas. Sekedar contoh: tidak bisa dihitung dengan jari muslim di Indonesia yang hidupnya serba berkecukupan tidak cukup pergi berhaji satu kali, sementara di sekitarnya sangat banyak saudaranya yang butuh pertolongan, tidak mampu membiayai sekolah, tidak mampu untuk berobat, bahkan kelaparan. Satu contoh lagi dari ketidakseimbangan tadi ya munculnya dalil yang mengharamkan pernikahan laki2 muslim dengan wanita ahlulkitab ini. Ya ini menurut saya, kalo ada yg ga sepaham sepemikiran ya fine2 aja.
    Ga usah aneh-anehlah. Jalani hidup sewajarnya saja. Kita berbuat baik akan mendapat kebaikan, begitu juga sebaliknya. Saya yakin itu sudah absolut hukumnya. Itu saja. Ga usahlah mikirin ato ngitung pahala. Pahala itu urusan Allah. Otak kita ga mampu sampai ke sana. Apalagi mikirin surga/neraka yang “kelak di sana”, ahh…. tambah ga mudeng. Kebablasan jadi gila iya, kayak Amrozi cs itu. Semua rambu-rambu sosial/kemanusiaan ditabrak. Dengan kita menjaga badan, hati dan pikiran dengan baik supaya sehat jasmani dan rohani, bisa berpikir, bekerja/berkarya dengan sebaik-baiknya untuk hidup layak dari harta yang halal. Butuh makan udah tersedia di meja, butuh minum tinggal pencet dispenser (seperti buah-buah apel yang tinggal metik dan air susu yang mengalir di sungai-sungai di taman firdaus, semuanya tinggal ngambil), bisa berkeluarga dengan bahagia dengan istri cantik, anak2 yang manis, kerabat yang baik (seperti dikelilingi bidadari2 yang menyenangkan hati), bisa bersosialisasi dengan baik, berbuat baik terhadap sesama, plus selalu ingat kepada-Nya, dan manakala kita ditimpa kesulitan/kesusahan maka orang lain akan dengan senang hati memberikan pertolongan, itulah SURGA.
    Berpikir semampu otak kita sajalah. Sukur-sukur buah pikiran kita menghasilkan karya yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Ga usah neko-neko. Saya bukan bermaksud mencari pembenaran karena saya akan menikahi wanita beragama non muslim lho… sekedar sharing boss. Semoga bermanfaat
    Peace…!!!!

    Komentar oleh dj — Januari 7, 2008 @ 3:02 pm | Balas

  78. Islam is my religion

    Komentar oleh Susy — Januari 13, 2008 @ 10:48 am | Balas

  79. Buat yang namanya Lucy…!
    Apa agama Anda??? Jika Anda bukan Islam sebaiknya simpan saja hinaan Anda untuk diri Anda sendiri. Bom tersebut bukan salah Islam tetapi salah orangnya. Islam tidak pernah mengajarkan untuk menjadi teroris. Buka apa saja kitab Anda dan buka pula Alquran.Sesudah Anda baca semua, baru ngasih komentar. Apakah Anda ingin mempertanyakan rasionalitas Islam?? Itu hal terbodoh yang pernah aku baca.

    Komentar oleh Susy — Januari 13, 2008 @ 11:07 am | Balas

  80. sudahlah..yg pacaran beda agama. klo tidak ada yang mau pindah…susah. gua baru akan putus. gua nasrani pacar moslem. secinta apapun, harus sadar jg, cinta bukan satu2nya elemen. mendingan sakit secepatnya. drpd berlarut2 ky gue uda pacaran bertaon2, pd akhirnya gada yg bisa akur jg.

    Komentar oleh cewe sedih — Januari 22, 2008 @ 6:35 am | Balas

  81. Aku pacaran sudah 3 tahun, ini pacar ke-4 ku, sebelumnya muslim semua, tapi tidak ada yg sebaik sekarang, pacarku nasrani, dia setia, baik hati, menghormati wanita, dan sangat hormat pada orang tua, dan yang lebih menenangkanku ternyata nasrani tidak boleh bercerai dan mempunyai istri lebih dari satu, soo, lebih baik aku ikut dia, dari pada dipoligami, apalagi dicerai.
    Lagipula setelah banyak kukenal orang nasrani, memang beda dengan muslim, hampir semua baik, dan tidak cepat marah, mereka pemaaf dan tidak pernah mendendam, tentram aku bersama mereka, jadi pilihanku pasti, ini calon suamiku..

    Komentar oleh Dody — Februari 5, 2008 @ 1:16 pm | Balas

  82. Saya salah seoarang lelaki muslim yang bakalan mempersunting wanita Nasrani, tapi saya bingung, dimana tempatnya yang bisa menikahkan saya secara sipil. Kalau mas bisa bantu tolong carikan tempat dimana saya bisa nikah secara sipil atau beda agama. Apa syaratnya, berapa biayanya dan berapa lama prosesnya. Tolong ya dibantuin. kirim juga balasannya ke alamat email saya mas> Thx Wassalam

    Komentar oleh Deny S Daulay — Februari 8, 2008 @ 11:28 pm | Balas

  83. Hai,saya deddi dan saya ingin segera menikahi pacar saya yang berbeda agama yaitu kristen,yang mau saya tanyakan?Dimana saja tempat resmi untuk menikah beda agama,di indonesia? boleh tahu alamat dan apa saja persiapannya.

    Komentar oleh deddi — Februari 26, 2008 @ 2:26 am | Balas

  84. Hai,saya deddi dan saya ingin segera menikahi pacar saya yang berbeda agama yaitu kristen,yang mau saya tanyakan?Dimana saja tempat resmi untuk menikah beda agama,di indonesia? boleh tahu alamat dan apa saja persiapannya.

    Komentar oleh deddi — Februari 26, 2008 @ 2:29 am | Balas

  85. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

    Kang, pacar saya-laki-laki non muslim(katolik)-bertanya, mengapa ALLAH swt. berkata seperti ini, apa maksudnya ? terimakasih.

    Komentar oleh gulamanis — Maret 7, 2008 @ 2:28 pm | Balas

  86. bagi gw ,,nikah beda agama sah2 aja dari pada poligami sama aja berzinah dr satu orang ya kan ?

    Komentar oleh anonymus — Maret 11, 2008 @ 10:13 pm | Balas

  87. Aduh buat mas anonymus agamamu apa sih? kalau anda seorang muslim sejati pasti nggak akan komentar seperti itu, nikah beda agama sah2 aja, dalam kitab suci kami Alqur’an nikah beda agama sama saja dengan zina, tahu!!! kalau poligami menurut Islam agama kami yang sempurna sah-sah saja asal istri mengizinkan kenapa tidak? dan si suami dapat berlaku seadil-adilnya, jadi dalam Islam Poligami iti bukan zina karena dimata Allah pernikahan itu sah. Buat mas Anonymus jangan berkomentar kalau anda tidak tahu pasti tentang Islam yang sebenar-benarnya, betul nggak Pak Ustad Fahmi?

    Komentar oleh masni — Maret 12, 2008 @ 2:33 pm | Balas

  88. menurut saya sih banyak yang harus dipertimbangkan.
    dan si laki2 muslim harus kuat menghadapi apa yg akan diterimanya (karena akan sangat berat bagi dia).
    kalau bisa utk menikah dgn wanita non muslim harus di pikirkan dengan minimal 10 wanita islam. hehehehe intinya boleh laki2 isalm menikah dgn wanita non muslim (ahli kitab).
    kemungkinan benar untuk wanita ahli kitab adalah wanita pada zaman bani israil.karena sekarang injil sudah di modifikasi.
    jika memang sudah ngebet dan sudah banyak pertimbangan akan menikah dengan wanita non islam(ahli kitab)…………….lupa mau ngomong apa yah tadi….. duh lieur maaf yah commenntnya agak sedikit memunsingkan wassalam

    Komentar oleh kurt_kabayan — Maret 16, 2008 @ 6:58 am | Balas

  89. sory maz kalo tidak salah ahli kitab adlah orang yang memegang teguh ajaran sebelum nabi muhammad?kalo gak salah juga dalm satu riwayat disebutkan karna memang yang dipegang alkitab yang masih murni dan juga mengakui kenabian muhammad. sedangkan kita juga tau alkitab sekarang sudah banyak yang melenceng dan banyak perubahan.apakah masih halal menikah dan makan daging sembelihan mereka? menurutku semua haram karna alkitab sekarang berbeda.

    maaf alo aa salah, kebenaran hanya milik Allah SWT

    Komentar oleh hamba Allah — Maret 17, 2008 @ 2:35 pm | Balas

  90. coba deh simak ini :
    http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=224

    &
    ini :
    http://islamlib.com/id/index.php?id=347&page=article
    kira2 sama ga dengan pendapat Anda?
    Atau ada pencerahan tentang musyrik itu sendiri?
    Telaahan ga bisa hanya dari kita awam awam aja..
    kita harus dengar mreka yang ahli :

    Terimakasih!
    Salam Damai

    Komentar oleh Abdi Guna — April 3, 2008 @ 3:57 pm | Balas

  91. akan ada kontroversi atau tidak kah lagi? jika sudah keluar fatwa dari MUI?
    Mereka toh manusia biasa :
    Coba baca ini :
    http://www.halalguide.info/content/view/129/397/

    Salam Damai

    Komentar oleh Abdi Guna — April 3, 2008 @ 4:04 pm | Balas

  92. saya muslim, suami saya nasrani, sudah menikah hampir 14 tahun, sekarang sy dikaruniai 4 anak, selama ini kehidupan sy bahagia selalu, tapi di balik semua itu masih ada beban dihati sy, sy tidak ingin ada perbedaan agama di antara anak sy, semua sy serahkan pada mereka, ternyata semua memilih nasrani sama seperti ayahnya “Ya Tuhan..aku sayang keluargaku, tapi sampai saat ini aku belum bisa masuk ke agama mrk, berat,aku menderita,aku hrs bagaimana..”

    adakah yang mau mendengarkan jeritan hati ini…tolong nasehatya….hiks

    Komentar oleh fatimah — April 9, 2008 @ 7:38 pm | Balas

  93. saya muslim,pacar saya nasrani….heran aja masi ada orang yg berpikiran agamanya lebih baik dari pada agma lain,dari pada berkutat di situ bukan alangkah lebih mulia kalau kita memperbaiki moral kita dengan berbuat baik ke sesama,apapun agama nya,bukan kah konsep agama,saya setuju adalah rambu2,yg tujuan nya agar kita menjadi manusia yg bermoral,bukan nya yg picik dan dangkal yg berpikir agama nya lebih baik dari agama lain,banyak pelajaran dalam agama yg dapat kita pelajari,kalau kita pelajari dengan benar,yg sudah barang tentu kalau kita pelajari dengan benar kita akan mendapatkan hidayah,pencerahan bagi diri kita,menjadi manusia yg lebih baik,yg berpikiran modern,punya integritas,intelektual,bermoral dan sudah tentu beriman,dengan pemahaman yg lebih luas tentang agamanya,al qur an di turun kan sejauh yg saya pelajari berisikan,pedoman hidup,sejarah peradaban,dan yg paling menarik bagi saya adalah ilmu pengetahuan yg luas yg terkandung di dalam nya,jadi adalah tugas kita mempelajari agama dengan benar,agar pemahaman dan pandangan kita jadi lebih luas,lebih modern,menjadikan kita manusia yg bermanfaat bagi manusia lain,sesuai dengan era sekarang,yg pada akhir nya menjadi manusiayg fit dan proper di “surga”…

    Komentar oleh deni — April 18, 2008 @ 10:42 pm | Balas

  94. kalo menurut saya gak usah saling membenarkan agama, yang penting pribadi kita, untuk apa bicara ajaran agama tapi pergaulan,pribadi bertentangan dgn ajaranx, dalam setiap agama saya yakin semua cinta damai, penuh kasih, saling mengisi satu sama lain tidak membeda bedakan, kalo semua pribadi melakukan semua itu, pasti gak ada pertentangan,gak ada yang saling membenarkan….IMANUEL

    Komentar oleh virgo — Mei 31, 2008 @ 8:11 am | Balas

  95. mas.. boleh minta tolong gak..
    saya pacaran sm cowok nasrani,,
    ya..
    awal2 sih udah siap bwt kehilangan..
    tp lama kelamaan..
    waduh.. susah jg..
    sayang bgt..

    tolong kasih saya keayakinan n keteguhan iman doong… =(

    Komentar oleh ms.pink — Juni 9, 2008 @ 5:32 pm | Balas

  96. nurut gw yg nikah seagama tuh sahnya kurang, tau kurangnya apa? kurangnya adalah ‘mende’ jadi mendesah deh..hehehhe
    klo ngomongin tuhan kaga ada abisnye..coy, itu jg kata org2 tua, semua kitab agama didunia ini ditulis oleh manusia, nah manusia yg menerima wahyu tuhan itu, mau dari langit mau dari bumi, tetep aja tergantung dari watak dan sifat manusia yg menerima wahyu itu, misalnya nih ada larangan merokok, pasti yg membuat larangan itu tidak suka ada yg merokok ditempat itu, ada juga larangan merokoktp ada tmpt utk merokok, pasti yg bikin aturan itu perokok tp ingin menghragai orang yg tidak merokok sehingga dibuatkan ruangan khusus perokok, so simple khn? sorry man klo gw dibilang salah, tp gitulah prinsip gw biar hidup ini nyaman buat gw
    Thxs all

    Komentar oleh imran — Juli 3, 2008 @ 4:09 pm | Balas

  97. waduh…teman,klo sy mlh kblknnya ms.pink..
    ada yg bs ksh pendapat formula u/kasus spt sy…thanks ya…

    Komentar oleh heru — Juli 3, 2008 @ 10:08 pm | Balas

  98. Ass wr wb, nahh nikah beda agama buat contoh terburuk buat anakku, kk iparku menikah beda agama, dia laki-laki menikah dengan wanita kristen protestan, mereka mempunyai anak yg seumuran anakku. Nah setiap ada kegiatan kumpul keluarga dan menginap dirumah mertua saat lebaran, anak ku susah sekali diminta sholat, karena melihat sepupunya yg tidak sholat, even anakku baru 5 tahun, tapi hal tersebut jadi contoh terburuk bagi aku. Nah Solusinya sekarang ini aku mencoba menghindari pertemuan keluarga besar. Nauzubillah Minzalik deh….pernikahan seperti itu…lebih baik dipikirkan masak2. Apalagi anak-anak kk iparku semua ikut ibunya, la iya lah…mo ikut bapaknya siapa yg mendidik jadi islam…la wong bapaknya kerja dari pagi sampe malam, anak seharian ma ibunya. Ibu adalah pendidik pertama dikehidupan anak-anaknya. Orangtua lah yang menjadikan dia muslim, or agama lain, menjadikan dia baik or buruk…Wassalam

    Komentar oleh Humaira — Juli 25, 2008 @ 4:03 pm | Balas

  99. terlalu banyak yg lebih melihat contoh buruk yg menimpa orang lain..knapa ga coba liat mereka yg akur2 aja dan berhasil?

    gw skr lg ngejalaninnya..dan akan gw buktikan klo smua akan baik2 aja selama gw dan dia bisa saling terima apa adanya..

    Komentar oleh echi — Juli 28, 2008 @ 12:04 pm | Balas

  100. ass…
    saya jg mw mnta pndapat,sya jg mengalami hal yg sma,seorg ikhwan prnh beniat mlmar ana, tp kluargany mnjdohkn dia dgn prmpuan non islam,ana hrus bgaimana?

    Komentar oleh din — Agustus 15, 2008 @ 2:44 pm | Balas

  101. ass
    sya jg bgung,soalnya hal yg hmpir sma menimpa ana,prnh ad seorang ikhwan mw mlmar ana,tp org tuany mnjodohkn dia dgn wanita non muslim,sya bgung hrs gmn,kdang ada perasaan benci sya k dia,krna dia lbh memilih orang lain yang tidak se agama. saya hrs gmn?

    Komentar oleh din — Agustus 15, 2008 @ 2:49 pm | Balas

  102. saya juga punya problem, cowoku non muslim, tapi aku dah terlanjur sayang banget, apa boleh kita tetap nikah tapi tetap berprinsip pada agama masing – masing

    Komentar oleh aya — Agustus 26, 2008 @ 6:17 pm | Balas

  103. Kalau saya menanggapinya hubungan saya dengan kekasih saya bukan sebagai suatu problem. Saya muslim dan dia katholik. Setiap kali saya berdoa, saya selalu meminta untuk diberi petunjuk dan dimudahkan jalannya. Dekatkan hati kami jika dia memang jodoh saya, hilangkan rasa itu jika Tuhan menganggap bahwa kami tidak pantas. Standart banget khan..
    Selama ini hubungan kita baik banget. Sekarang kita punya rencana mau married…. tinggal tunggu waktu aja. Jawaban itu cuma benaar atau salah. Kalaupun nanti kita ga jadi married… yah berarti kita ga jodoh/hubungan kita salah. Tapi kalaupun nantinya kita married, berarti Tuhan memang menghadirkan dia untuk saya.

    Komentar oleh meutia — September 8, 2008 @ 2:05 am | Balas

  104. hmm.. hukum agama yg ga adil,
    lebih ke arah kemauan manusia ya..

    si A boleh, si B gak boleh..
    ini haram, itu nggak.. tapiii kecuali..
    selalu ada pengecualian untuk pria :)

    Komentar oleh dani — Oktober 14, 2008 @ 1:34 pm | Balas

  105. Aq sich pengen nikah ma cowokq yang kebetulan beda agama……….
    Tapi gimana ya kliatane keluargaq ga setuju padahal kami dah sepakat…
    Enake gimana ya mas????????
    Apa kawin lari az ya???????????

    Komentar oleh keyzia — November 1, 2008 @ 9:33 am | Balas

  106. mas, saya juga mempunyai problem yang sama dengan topik ini. saya muslim tapi (calon tunangan saya kristen). saya bingung nie,…
    tapi kedua ortu kami udah setuju untuk kami. yang buat aku bingung ortunya dia juga beda agama. dia ikut agamanya ayahnya karena keluarga ayahnya kristen tapi untuk keluarga dari ibunya adalh islam. saya harus gmn mas??
    plis bantuin aku ya. tolong kirim lagsung ke E-mail saya langsung,…
    plis,…
    plis,..

    Komentar oleh soez — November 9, 2008 @ 8:32 pm | Balas

  107. Untuk saudara2 Muslimah,

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedang Allah mengajak ke Surgadan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”. [Al-Baqarah : 221]

    Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka” [Al-Mumtahanah : 10]

    Sebab pernikahan semacam itu hanya akan merusak aqidah dan agama wanita muslimah.

    Oleh sebab itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam ayat di atas ” Mereka mengajak ke Neraka”. Artinya secara umum tindakan orang-orang musyrik baik segi ucapan atau perbuatan mereka selalu mengajak ke neraka.

    Lewat hubungan pernikahan seseorang sangat mudah mempengaruhi orang lain.

    Apalagi sang suami pada umumnya menghendaki dan berusaha agar sang istri mengikuti agama yang dia yakini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    “Artinya : Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” [Al-Baqarah : 120]

    Laki-laki non muslim bukan pasangan yang sesuai bagi wanita muslimah sebab dalam timbangan hukum Islam hak suami menuntut adanya kelebihan dari hak istri.

    Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    “Artinya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)” [An-Nisa':34]

    Hak-hak yang ada dalam ayat ini tidak akan tercapai apabila rumah tangga terdiri dari suami kafir dan istri seorang wanita muslimah.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman” [An-Nisa : 141]

    Secara naluri zhahir maupun batin seorang istri lebih lemah dibanding suami, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam itu tinggi tidak bisa diungguli agama apapun”.

    Saya sarankan kepada saudara2 Muslimah, janganlah kalian korbankan aqidah kalian karena hal ini, menikahlah dengan yang seaqidah dengan kalian, sehingga kalian bisa menjalani hidup ini sesuai dengan tuntunan agama Islam.

    Semoga bermanfaat.

    Komentar oleh Abdullah — November 25, 2008 @ 9:33 am | Balas

  108. Pernikahan Islam :
    1. Boleh Cerai
    2. Boleh beristri lebih dari 1
    3. Tidak batasan umur minimal bagi istri (Pedofil bisa syah2 aja)
    4. Ada nikah Siri (Menghalalkan Zinah aja!)
    5. Boleh memukul istri dan anak
    6. Janji Nikah diucapkan hanya oleh pihak lelaki (cewek pasif seakan cuma seonggok barang yang sudah terbeli)

    Pernikahan KAFIR :
    1. Nikah 1 Kali sampai mati
    2. Nikah hanya dengan 1 istri saja
    3. Menghormati hukum positif yang berlaku (normalnya minim 18 tahun)
    4. Tidak mengenal nikah siri, nikah yang bener2 total, tidak kesannya sementara, asal seks sudah halal saja.
    5. Tidak boleh menyakiti anak, istri atau siapapun dengan alasan apapun.
    6. janji pernikahan diucapkan kedua belah pihak baik suami maupun istri

    Komentar oleh Ajie — Desember 17, 2008 @ 12:11 pm | Balas

  109. Makanya Jangan Nikah Campur, Lha konsepsi tentang pernikahan dari dua agama tersebut benar2 bertolak belakang! Nikah Cara Kafir lebih manusia dan akan lebih harmonis. lihat saja ditayangan infotainment, Keluarga KAFIR selalu lebih harmonis, lebih rukun, lebih langgeng perkawinannya dibanding dengan keluarga Muslim. bahkan lebih damai orang2 yang nikah beda agama, dari pada pernikahan Muslim!!! PIye Coba! KATANYA AGAMA YANG PALING BAIK DAN SEMPURNA!!!!! LHA NDASSSMU!

    Komentar oleh Ajie — Desember 17, 2008 @ 12:16 pm | Balas

  110. @Ajie

    Komentar anda menunjukkan kebodohan dan ketololan anda

    Komentar oleh Abdullah — Januari 5, 2009 @ 2:16 pm | Balas

  111. PTYN BUAT MAS AJIE NIH!
    Pernikahan KAFIR :
    1. Nikah 1 Kali sampai mati – (andai ada k tidakcocokan, katakanlah-suami tukang pukul istri, JD mati2an ga bisa cere, d pukuli amp mampuz, tetep ga bs cere!)-> KL GT AGAMA KAFIR beri angin surga bagi kaum sadomasokis DONK MAS???
    sbnrnya ptyn diatas sama bodohnya dg prnytaan mas ttg PEDOFIL SAH2 AJA!
    HMM.. dari pernyataan mas Ajie, jd ingat firman Allah dlm suatu surat, bunyinya: Dan Kami jadikan di depan mereka pghalang n jg d blkg mrk n Kami tu2p mata mrk, shg mrk tdk dapat melihat. Dan sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan pada merekaatau tidak,MEREKA TETAP TIDAK BERIMAN..

    Komentar oleh tita — Januari 8, 2009 @ 12:33 pm | Balas

  112. Kalau nikah beda agama tidak boleh (haram, makruh) lalu pertanyaan saya kalau pacaran beda agama boleh tidak?? Trima kasih

    Komentar oleh Asapary — Januari 15, 2009 @ 1:08 am | Balas

  113. mang berat ya mas yang namanya perbedaan tuk disatuin, saya contohnya, saya lelaki non-muslim yang suka atau bisa dibilang sangat sayang dengan cw saya yang muslim, tapi karena perbedaan itulah kami gak bisa menjadi satu…mas, apakah cinta itu menurut mas mengenal perbedaan ? kalau ia, bukankah tuhan menciptakan pria dan wanita saling berdampingan….?menurut mas juga, apa jalan yang terbaik buat saya ?lanjutkan atau hentikan ?

    Komentar oleh johan — Januari 16, 2009 @ 10:28 am | Balas

  114. ass.saudarakusedoyo.kalausayangalamipernikahanyangkeduadanketiga,biarbagaimanapunyangnamanyanikahbedaagamasangatlahtidakmengenakkan.walauistri2sayasudahmenjadimualaf,pastidaripihakkeluargayangakanmembikinpermasalahandikeluargayangkamibangun.jadisayahanyabisamenyarankanmaunikahsamaorangbedaagamamonggo2mawon,yangpentingdiantaracalonmempelaibedaagamasiapmenerimakonskwensiyangakanterjadidalampernikahankelak.gitumasse’

    Komentar oleh surya aji saka — Januari 19, 2009 @ 3:19 pm | Balas

  115. entah mengapa, saya merasa adanya ketidak adilan antara kaum muslim dan muslimah, jika kaum muslim masih dibolehkan untuk menikah dengan non muslim, kenapa peraturan itu sama sekali tidak berlaku bagi muslimah?

    pernikahan saya terpaksa dibatalkan karena aturan ini…
    kenapa sebagai seorang wanita harus dibedakan dengan kaum pria?

    bukannya derajat kita sama saja…

    Komentar oleh mashita — Januari 28, 2009 @ 5:39 pm | Balas

  116. Melihat sifat dan perilaku umat islam selama ini rasanya tdk ada orang yang mau dgn suka rela masuk agama islam. Islam jelas memberikan kesan jahat dan semau gw. Lagian ayat2 yang di kutip itu apa benar firman Tuhan? apa pembuktiannya? bisa aja kan itu cuma karangan manusia dan di akui sebagai firman Tuhan. Saya gak yakin Tuhan mengurusi soal pernikahan umat manusia!

    Komentar oleh Nama — Januari 28, 2009 @ 9:28 pm | Balas

  117. Gw jadi ingat ayat2 setan. Jangan2 ayat2 mengenai pernikahan itu ayat2 setan saja.!

    Komentar oleh Nama — Januari 28, 2009 @ 9:31 pm | Balas

  118. Masak sih nikah beda agama gak boleh? ayat2 setan itu! buktikan bahwa ayat2 pernikahan itu bukan ayat2 setan! jangan asal kutip aja! buktikan itu firman Tuhan. Itu cuma karangan orang gak waras aja!

    Komentar oleh Nama — Januari 28, 2009 @ 9:35 pm | Balas

  119. asalamualaikum

    Komentar oleh wahid — Januari 29, 2009 @ 5:23 pm | Balas

  120. asalamualaikum, mw minta pendapat
    kakekku kan Islam…ulama lagi…terus menikah dengan nenekku yang kristen(gak tw ahli kitab atw gak)…
    trus kira2 lima tahun setelah mereka menikah…nenekku masuk islam…jadi bagaimana pendapat kalian jika seandainya itu baik..(untuk menarik umat islam…dengan menikah)…???

    Komentar oleh wahid — Januari 29, 2009 @ 5:26 pm | Balas

  121. Yng Nulis Artikel Belom pernah Jatuh cinta sama yang NON muslim ya…?
    perasaan orang itu gak bisa di ganggu gugat..
    lebih dosa mana coba, bunuh diri karena cinta ato Berzina…?
    kalo berzina kan kita masih bisa nebus dosa. lha kalo ada orang patah hati karena gak bisa nikah sama yang beda agama..?

    satu yang pengen gue tegasin..
    segalanya memeng bukan cinta.. tapi cinta adalah segalanya…

    Komentar oleh Cyera — Januari 30, 2009 @ 9:33 pm | Balas

  122. Hidup ini sdh susah ngapain lagi di persulit dgn ayat2 pernikahan yg byk aturan ketinggalan jaman!
    Kalaupun Tuhan prnh berfirman saya yakin firman Tuhan bukanlah harga mati krn dgn kehendak Tuhan maka segalanya bisa berubah termsk firman Tuhan sendiri utk kehidupan manusia.
    Apakah ayat2 di dlm kitab suci masihkah dpt dipertahankan di jaman modern spt ini? misalnya potong tangan, potong penis, timpuk batu sampai mati. itukan di jaman skrg ini akan di pandang sbg kesadisan yg amat mengerikan. Krn itu dianggap sdh ketinggalan jaman.
    Bukti bahwa firman Tuhan tdk berlaku sepanjang masa adl sesudah menurunkan kitab suci Taurat dan Injil kemudian konon katanya di perbaiki lagi dgn kitab al-Quran menunjukkan firman Tuhan akan di sempurnakan terus sesuai kondisi jaman itu.
    Ayat2 pernikahan itu jg terbukti bertentangan dgn prinsip SEMUA MANUSIA DILAHIRKAN DENGAN DERAJAT YANG SAMA.
    Sdh byk korban yg tdk bisa menikah krn ayat2 sesat ini. Jgn ada lagi korban berikutnya! Hidup HAM!

    Komentar oleh Tiger Roar — Januari 31, 2009 @ 7:40 am | Balas

  123. Agama bkn utk dibela. Agama utk di amalkan saja. Agama terbukti tdk bisa menjamin umatnya masuk surga. Seorang pembunuh apapun agamanya akan di lempar ke neraka. Ini bukti agama tdk berguna untuk menjamin kavling di surga.
    Pindah agama merupakan lelucon kalau mengingat agama tdk bisa memesankan kavling di surga. Lah kalau sdh pindah agama terus masuk neraka juga ya buang2 tenaga aja. Yang bisa menjamin kavling di surga adalah PAHALA. Dang yang bisa menjamin kavling di neraka adalah DOSA!

    Komentar oleh Tiger Roar — Januari 31, 2009 @ 7:50 am | Balas

  124. @123
    yakin SURGA dan NERAKA ada?

    Komentar oleh n — Februari 9, 2009 @ 3:04 pm | Balas

  125. @ n
    Saya sgt yakin surga dan neraka itu ada! sdh byk manusia yg di ajak jalan2 ke surga dan neraka oleh Tuhan utk membuktikan keduanya ada. Perjalanan roh manusia ke neraka atas kuasa Tuhan sering kali terjadi dan di internet sudah byk kesaksian yg di tuliskan. Masihkan ada umat manusia yg menyangsikannya?
    Surga dan neraka adalah wujub keadilan Tuhan! mereka yg berbuat kejahatan akan di hukum di neraka dan mereka yg berbuat kebaikan akan di beri kenikmatan di surga. Tuhan maha segalanya termasuk maha ADIL!
    PAHALA=SURGA!
    DOSA=NERAKA!
    Tumpuklah pahala setiap hari sekecil apapun nanti akan menumpuk menjadi gunung dan menjadi karcis masuk ke surga.
    Dialam roh manusia tdk akan di tanyakan agamanya tapi akan di tanyakan apa AMAL dan DOSAnya.

    Komentar oleh Tiger Roar — Februari 10, 2009 @ 8:39 am | Balas

  126. @108 Ajie

    Ternyata dalam pernikahan islam, wanita cuma dianggap seonggok barang!
    Inikah agama yang kalian agungkan?

    Komentar oleh Tiger Roar — Februari 17, 2009 @ 7:51 am | Balas

  127. hhhhhhhhhhhhhhhhh

    Komentar oleh Peri_langit — Februari 21, 2009 @ 6:33 pm | Balas

  128. saya muslim saya pacaran sama wanita hindu..
    saya sayang sama dia,begitu sebaliknya.
    kita berkomitmen mau nikah
    tapi dgn perjanjian tidak ada yang pindah kepercayaan..
    gmana menurut anda…
    klo menurut saya ga ada ajaran agama yang mengajarkan keburukan…
    tolong beri saran buat saya

    Komentar oleh puji — Februari 25, 2009 @ 9:46 am | Balas

  129. Assalamualaikum,
    aku lom kepikiran nikah, tapi aku sedang menjalani hubungan dengan lelaki non-muslim (protestan). Kita saling menyayangi, tapi kita sama-sama kuat dengan agama masing-masing. Saya orang padang dengan ortu yang sangat tegas, dan pacar saya Cina dengan ortu yang tegas juga. Kami backstreet dan entah berapa lama ini akan bertahan. Pacar saya sangat open-minded, hati kecil saya merasa dia bisa menjadi golongan orang-orang muslim, walaupun untuk saat ini dia belum kepikiran. Mungkin kita sama-sama sibuk kuliah dan aktivitas lainya. Sebelumnya saya beberapa kali terpaksa minta putus, sebelum semuanya menjadi lebih dalam lagi. Tapi dia selalu meminta balik. Kini kita jalani dulu. Saya hanya bisa berdoa dan tawakal dengan Allah SWT. Mungkin ada yang bisa membantu?!

    Komentar oleh nisya — Maret 21, 2009 @ 10:36 pm | Balas

  130. Kasus saya jg spt it, 5 thn pcran gag nikah2 cmn terbentur masalah beda agama,sampai waktu menghabiskan usia … sampai sekarang masih ttp sama, hidup segan mati tak mau,…

    Komentar oleh Cpx — Maret 23, 2009 @ 2:31 pm | Balas

  131. Biarkan waktu yang menjawab…
    Pasangan Titi Kamal & Christian Sugiono aja pacaran 10 taun baru akkhirnya melaksanakan akad nikah…
    hohoho…so sweet x)

    Komentar oleh nisya — Maret 26, 2009 @ 6:21 pm | Balas

  132. kenapa sie mesti d bedain???
    mang ngaruh ya agama samawi (langit) dan agama ardhiy (bumi)??
    bedanya apa sie??
    trus Yoga yang sekarang ngetrend ma Tai Chi yang saya ketahui itu dari ajaran samawi ato ardhiy??
    jika ngikutin yang kayak gitu2 salah ga??

    Komentar oleh eddy — April 19, 2009 @ 4:27 pm | Balas

  133. Gus dur masuk agama kristen.! baca nih!

    Komentar oleh Tahu ah gelap — April 21, 2009 @ 12:57 pm | Balas

  134. kalo setiap kali jatuh cinta sama laki-laki non muslim terus, artinya apa ya?? please help

    Komentar oleh pymma — April 29, 2009 @ 9:56 pm | Balas

  135. kalo nikah wanita ,uslim dengan pria non muslim haram,trus siapa yg salah?siapa yg menciptakan perasaan cinta terhadap sesama manusia yg berbeda jenis,cinta tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan begitu saja.jadi bingung,kasian wanita muslim yg mencintai pria non muslim haram,padahal dilihat dari ajaran islam, dosa ditanggung masing2, kenapa prianya yg tidak memeluk islam wanita yg islam jadi memikul dosa,apa jadi lebih baik sekalian aja pindah agama ikut suami, toh dalam ajaran islam kalo sudah nikah harus mengikuti suami sebagai imamnya, gimana tuh?!?!?!?!

    Komentar oleh devi — Juni 16, 2009 @ 1:50 pm | Balas

  136. maaf, menurut saya pribadi, bukankah lebih tidak bermoral jika anda menuduh bahwa kitab agama lain tidak benar?? begini sajalah, apakah anda pikirkan perasaan penganut agama lain jika membaca artikel ini? bagaimana jika anda ada di posisi mereka?? saya hanya mengingatkan. semua agama memang berbeda, tapi tujuan agama itu SAMA. jadi, jika anda belum paham sepenuhnya dan tidak tau tujuan beragama, tidak mengenal dengan baik agama-agama lain, mohon jangan seenaknya mengecam kitab dan ajaran agama lain itu salah. bahkan komunis pun tidak mengecam kesalahan kitab-kitab kita yang beragama. sekali lagi saya ingatkan, anda tidak tau apa2.kita sebagai sesama muslim hendaknya menjaga sikap, bertoleransilah. maaf jika agak kasar. terima kasih.

    Komentar oleh anna — Juni 23, 2009 @ 12:23 pm | Balas

  137. kalo aku blh ikut komen pernyataan di atas yg menyebut hindu menyembah api ato batu dll…salah besar..hindu merupakan agama tertua..hindu tetap menyembah tuhan…api dll hanta mediasi saja…menurutku semua agama itu baik..mengajarkan kebaikan… jadi saling menghormatilah.setidaknya kalo memamg mau berkomentar tentang agama lain…cari informasi sebyk2nya tentang agam trsbt…jgn seperti ini…bhineka tunggal ika.. merdeka…

    Komentar oleh nnn — Juli 20, 2009 @ 11:24 pm | Balas

  138. semoga bulan ramadhan ini membwa berkah bagi kita semua…smg allah memberikan hidayah kepada kita semua..saya amat sangat bersyukur bulan ramadhan kali ini..karena allah benar2 memberikan saya petunjuk akan jalan hidup yang baik dan sebaik-baiknya…tiada kasih sayang yang indah selain cinta dari allah swt..allah tidak pernah meninggalkan hambanya..allah amat sayang pada makhluk ciptaannya..bukti keciiiiil saja,NAFAS..allah masi mebrikan kesempatan kita untuk hidup, agar bisa berjalan dimuka bumi ini untuk mencari berkahnya..allah mengkaruniakan kita akal dan pikiran agar dapat berfikir..dan beriman hanya kepdanya..hanya kepada allah lah tempat kita mnyembah dan meminta pertolongan..

    yakin deh..allah amat cinta ama kita..

    jangan duakan cinta-Nya ya…cinta allah itu tidak mengenal batas waktu..allah amat sangat sayang dan cinta ama kita..dicintai itu lebih indah..masa’ kita gag mau membalas cinta itu??…

    cinta kepada allah adalah karunia terindah..dan bersyukurlah jika kita mencintai allah..

    kalaupun ada perasaan cinta antara manusia satu dgn lainnya, cintalah dgn niat karena allah swt..

    kalo ada yang nanya,’dia jodohku gag ya?, kalo bukan, kenpa?’
    jawabnnya,
    *dia jodohmu,skrg..
    *dia jodohmu,tapi nanti,tunggu,bersabarlah…
    *dia BUKAN jodohmu,tapi Aku akan menggantinya dengan yg LEBIH BAIK..SURGA jannatunnaim…
    (maaf kalo ada yg khilaf..)
    –aku terharu mendenger ini dari seorang teman..asle!..ini bener2 menguatkan ku…entah darimana,energi itu datang saja tiba, air mataku menetes kita mendengar ini..allah sayng bgt ama kita!…kalo ada yang sayang ama kita, apa kita mau bikin kecewa?..gag kan..makanya,jalani perintah allah dan jauhi segala larangnya..semua itu untuk kehidupan yg lebih baik kok..insyaallah..allah kan maha mengetahui..masa’ kita gag pecaya ama yang Maha Mengetahui..

    manusia dikaruniakan akal dan pikiran agar ia bisa BERFIKIR dan BERSYUKUR…

    allah sayang bangt ma kita…sayaaaaaaaang banget..

    hidup didunia gag kekal..hanya diakhirat yg kekal..mau hidup kekal di surga kan?

    Komentar oleh blacklotus — September 19, 2009 @ 6:46 am | Balas

  139. Mau tanya bu,…
    Kasusunya saya sudah berpacaran lebih dari 6 tahun dan setahun terakhir kami berdua sepakat untuk melanjutkan ke jenjang yg lebih serius (menikah) dengan harapan dapat menjadikan kami lebih baik dalam berumah tangga. Saya pria Muslim dan pacar saya khatolik.

    sampai dengan saat ini kami belum menemukan jalan untuk melanjutkan rencana kami, keempat orang tua kami sudah merestui hubungan ini untuk ke jenjang pernikahan.

    yg saya mau tanyakan adalah :
    1. untuk prosesi pernikahan apakah bisa menggunakan 2 cara (pemberkatan dan akad nikah), bagaimana?
    2. apakah wali calon isti saya harus beragama muslim, atau wali bisa di ganti dengan paman atau sodara dr pihak istri yg muslim?
    3. untuk legalitas di KUA harus seperti apa? apakah dr KUA harus mewajib kan pasanangan yg menikah itu seiman? adakah Toleransi lainnya?

    terimakasih, saya butuh sekali bantuan dari anda.

    Komentar oleh Jhony — Oktober 26, 2009 @ 3:38 pm | Balas

  140. aq sayang dy,olh sbb itu,aq menikahi dy,,,aq ingn membawanya kejalan ALLOH,mnyelamatkan dr api neraka,smg aq adalah perantara hidayah untuknya.jadikanlah pernikahan juga sebagai dakwah.amin

    Komentar oleh wisnu — Oktober 28, 2009 @ 12:01 am | Balas

  141. Saya sudah pacaran dengan kekasih saya selama hampir 4 tahun, saya pria muslim, kekasih saya katolik, sudah berkali2 kami putus sambung, berkali2 saya harus menyakiti hatinya setiap kali saya katakan bahwa kita harus berpisah, tapi kemudian sambung lagi, karena ikatan di dalam hati kami sangat kuat. Setau saya [tanpa menggali lebih dalam] bahwa pria muslim dilarang menikahi wanita musyrik, saya tidak tau sebelumnya bahwa pria muslim boleh menikahi wanita nasrani :(, kekasih saya sampai kurus kering karena sedih :( Bulan lalu untuk kesekian kalinya dia menanyakan apakah kita bisa menikah, tapi saya tetap pada pendirian saya [alasan saya karena takut kalo menikah dengan dia nanti ngga sah kalo sholat, juga hal lainnya saya kuatir akan menjadi beban pikiran ibu saya yg sangat taat beribadah]. Belum lama ini ada seorang pria katolik yang siap menikahinya dan mereka sudah mempersiapkan acara lamaran di bulan ini, dia melakukannya karena melihat saya tidak bisa mengubah keputusan tentang menikah beda agama, juga karena faktor umur bagi seorang gadis, rumit…. saat ini hati saya sangat hancur, sakit…bagi yang pernah putus cinta tentu maklum apa yg saya rasa saat ini, terlebih setelah tau bahwa ternyata dibolehkan menikahi wanita nasrani. Hhh…nyesel banget ga nanya2 atau cari tau lebih mendalam dari dulu… pls God help me… i love her so much  I wanna spend the rest of my life with her.. :( kemaren pas tau bahwa dia mo siap2 lamaran jadi langsung panik, tanpa pikir panjang langsung nekat iyain aja, yuk kita merit biarpun beda agama, tapi udah terlambat…..semuanya udah terlambat, udah ada pembicaraan keluarga, ga mungkin dia batalin karena akan mengecewakan banyak pihak, dia sendiri juga mulai berpikir bahwa saya tidak terlalu serius menginginkan dirinya karena penolakan saya yang bekali kali. Penyesalan selalu datang terlambat, tapi mudah2an ini yg terbaik untuk kami berdua. Makasih forumnya, bisa numpang curhat.

    Komentar oleh shine — Desember 15, 2009 @ 6:53 am | Balas

  142. hampir semua agama menganjurkan agar umatnya menikah dengan yang seiman? benar2 mengertikah kita arti kata “seiman” tersebut? sebelum agama muncul di dunia, manusia menjalankan hidup dgn menyembah bnyk hal mulai dr batu sampai iblis…hal ini sama saja dengan tidak beragama.

    perintah Yang Kuasa untuk menikah dengan yang seiman maksudnya secara luas adalah agar kita memiliki pasangan hidup yang sama2 beriman kepaNya..sama menyembah ALLAH/TUHAN..tidak menikah dengan orang2 yang menyembah berhala apalagi iblis tadi. kita harus mencoba mencermati arti dari setiap perintah agama secara luas…jangan sempit pikiran.

    tetapi hal ini diperparah dengan peraturan pemerintah kita yang ikut2an melarang….berapa banyak orang yang harus memutuskan tali kasih yang dijalin hanya karena hukum tidak memperbolehkan 2 orang yang beda agama menikah? tetapi lucunya kalau orang tersebut menikah di luar negri dan kemudian mendaftarkan pernikahan tersebut di catatan sipil bisa sah dan diakui…sebuah peraturan yang aneh…lucu….dan goblok. (saya menikah dengan istri yg beda agama).

    Komentar oleh Bayhan — Desember 18, 2009 @ 11:16 am | Balas

  143. Jika Laki-laki muslim nikah dengan Wanita Nasrani, syaratnya apa saja? Tetapi kedua org tua wanita nasrani tidak menyetujui pernikahan tersebut? Apakah pernikahan itu dapat di laksanakan.

    Dan Jika Laki-laki Non Muslim / Nasrani menikah dengan Wanita Muslim, apakah itu tidak ada dasar hukumnya? jadi benar2 dilarang?

    Saya sangat menantikan jawabannya.

    Wasalam

    Komentar oleh mey — Desember 28, 2009 @ 4:33 pm | Balas

  144. Apakah pria muslim menikah dengan wanita protestan diharamkan ? jika tidak , berikan petunjuk . jika ya , berikan petunjuk.

    Komentar oleh solsol — Desember 29, 2009 @ 9:09 pm | Balas

  145. Sebaiknya seorang muslim menikah dengan orang muslim agar dikemudian hari tidak terjadi hal2 yg tdk diinginkan.

    Komentar oleh Drs.Muhammad Syakirin — Januari 21, 2010 @ 9:11 am | Balas

  146. bagaimana kaitan beda keyakinan dengan hak asasi manusia. bila seorang manusia berkehendak untuk membangun rumah tangga namun beda keyakinan(agama) malah ditegaskan dengan UU lagi maka hak seorang manusia untuk melakukan pernikahan nggak bisa terwujud. yang menikah adalah manusia pria muslim dengan manusia wanita non muslim yang beda keyakinannya. tolong dong aku

    Komentar oleh shanti — Januari 29, 2010 @ 3:15 pm | Balas

  147. sepengetahuan sy ahli kitab jaman skrg sudah ndak ada,secara kitab2 yg disebutkan td sudah tdk asli…

    Komentar oleh bilqis — Februari 4, 2010 @ 2:29 pm | Balas

  148. saya hanya bisa anjurkan “Just Follow Heart”
    If your heart said he’s/she’s the one then go for it…even beda agama. Menikah di luar negri spt S’pore; Aussie; Hongkong atau Thai. Saya nikah ni Hongkong sebab beda agama dgn istri…setelah itu surat nikah saya yg dr hongkong saya legalisir di catatan sipil di Jakarta dan itu sah. Perkawinan saya sah secara hukum di Indonesia…

    Komentar oleh bayhan — Februari 27, 2010 @ 2:21 pm | Balas

  149. saya sedang menjalani hub beda agama. cowo saya islam…
    terus terang kmi ingin melanjutkan hub kami ke pernikahan tp byk hal yang hrs saya lewati dr mslsh ekonomi, suku, dan agama. Dr pihak cowo sy, maunya sy masuk ke agama islam supaya kita seiman…Saat ini sy belon terlalu yakin utk pindah tp di satu sisi, saya ingin hdp bersamanya. tekanan dr pihak keluarga adalah sy hrs memilih dia atu keluarga…
    apa yg hrs sy lakukan? tlg dibalas ke email saya. Terimakasih.

    Komentar oleh Maria — April 6, 2010 @ 4:40 pm | Balas

  150. saya jg bingung,cewek saya katolik saya muslim. disisi lain orang tua cewek saya gak mslh beda agama, tapi dikeluarga saya mau cewek saya masuk islam, dan saya pun mau cewek saya msk islam.selama ini cr kebenaran sbnrnya boleh pa tidak beda agama nikah??

    Komentar oleh aldrian — Mei 14, 2010 @ 12:22 am | Balas

  151. Karena Temanku ada yg pusing karena mutusin mo nikah beda agama, Maka menurutku, nikah beda agama sih hanya bikin ribet hidup kita sendiri, didunia aja udah ribetnya minta ampun, coba bayangin nanti di akhiratnya gimana…..? , kalo ngomong udah terlanjur cinta, toh diatas udah banyak contoh yg menderita karena nikah beda agama, mau terus njalanin pernikahan beda agama? silakan aja teruskan kalo kalian enggak sayang lagi ma kehidupan kekal kalian nanti. kita hidup didunia ini hanya sebentar aja kok….

    Komentar oleh kim de an — Juli 27, 2010 @ 12:03 pm | Balas

  152. ikut nimbrung ya….

    sebenarnya kalian udah pada gedhe… bilang jgn pake emosi, akhir2nya…tetep emosi…..lahh….bokis tau…..
    kita semua itu sama..ga sah saling nyalahin..kalian juga punya urusan masing2 kan…?? ya udah diselesain dulu aja urusan kalian… urusan berdoa, beribadah lebih ke hati masing2 kan?? bnr g…?? untuk mslh beda agama apa tidak..tinggal kalian sendiri2 yang menyikapinya.. kalian yang membina hubungan itu.. di dunia ada hitam dan putih.. itu yang menjadikan penyeimbang dunia…ada baek ada jahat.. bukankah perbedaan dan persamaan itu sama2 indah ya..?? so..balik ke pribadi kita masing2 aja…hee….

    Komentar oleh Artha — November 11, 2010 @ 4:23 pm | Balas

  153. emang sebenernya bisa ga sih nikah beda agama di Indonesia? di Islam di’bolehkan ga sih? thx…

    di Indonesia sudah mulai longgar, sudah bisa dilakukan pernikahan beda agama. tapi setahu saya, yg diperbolehkan itu yg laki2 Islam dan perempuan non Islam. Jika perempuan Islam dan laki2 non Islam, masih sulit.

    Islam membolehkan utk laki2 Islam dan perempuan non Islam. Utk sebaliknya, dilarang. Insya ALLOH artikelnya akan saya muat secepatnya.

    Komentar oleh Patricia — November 15, 2010 @ 11:53 am | Balas

  154. saya seorang wanita muslim, saya mempunyai kekasih seorang nasrani. sedih sekali rasanya ketika orang-orang memandang kami sebelah mata. padahal saya masih SMA. masih jauh untuk menikah. tp mereka selalu memandang kami jelek :(

    Komentar oleh Fitri — Desember 14, 2010 @ 12:39 pm | Balas

  155. aku juga nglamain hal yg sama…
    aku wnita ahli kitab..
    sdngkan pcr aku muslim..
    tapi ttap ajj rasanya pndapat itu salah,,
    krena dalam satu rumah tangga haruslah kita memohon pada satu Tuhan..
    gk mgkin kn qt suami istri sholat tapi pada Allah yg berbeda…
    trus yg jadi imam sapa donk???
    lebih afdol ada yg ngalah…
    dan dalam agama manapun Pria adalah imam..
    dasar itulah yang membuat aku hendak menjadi mualaf..

    Komentar oleh ekin — Januari 17, 2011 @ 8:12 pm | Balas

  156. tidak ada yang salah dari setiap rasa yang diberikan Allah pada umat manusia, ketika rasa tersebut dilakukan sesuai batasan2 agama masing2, pernikahan beda agama bisa dilanjut… yang mampu menggerakkan hati manusia juga Sang Maha Pemberi Rasa kok

    Komentar oleh fatur — Januari 25, 2011 @ 10:07 am | Balas

  157. saya mohon bantuan untuk penyelesaian permasalahan saya yang membikin pikiran saya menjadi ruwet, saya harap mas fatur dapat membantu saya, untuk mengirimkan email at no tlp kesaya agar saya dapat menceritakan keluhan saya ini. Saya sangat berharap sekali mas fatur dapat membantu saya Terimakasih

    Komentar oleh nina — Februari 1, 2011 @ 2:11 am | Balas

  158. kisah klasik yg menarik buat di ikutin, saya mau bertanya sebenernya siapa yg mengatur hidup kita, kita bertemu dengan siapa, kita suka dengan siapa dan siapa yang akan menjadi pendamping kita nantinya? lalu sebenernya masalah agama kalo di perdebatkan akan rumit dan gak selesai2… tapi untuk mendapatkan pasangan menurut kita adalah kepribadian yang baik tentunya, apakah jaminan bahwa seorang cewek yg beragama apapun dan yg mengatakan bahwa agamanya adalah benar memiliki akhlak yg baik seperti yang di dengungkan oleh agamanya…??? karena banyak sekali yg beragama kTP dan berpenampilan yg baik tapi berakhlak sebaliknya… maaf saya bukan membela agama apa pun, saya hanya bertanya…. saya adalah seorang muslim…. terima kasih

    Komentar oleh ran — Juli 13, 2011 @ 11:29 pm | Balas

  159. Saya minta e-mailnya y mb

    Komentar oleh georgia — September 13, 2011 @ 7:14 am | Balas

  160. sebenernya benarkah yang di maksud ahli kitab dalam alquran itu yahudi dan nasrani??? apa anda yakin kalau yahudi dan nasrani masih mengikuti ajaran ahli kitab yang sesungguhnya??? apa anda yakin yahudi dan nasrani zaman sekarang mengikuti ajaran para nabi terdahulu??? jadi masihkah pantas yahudi dan nasrani zaman sekarang dibilang ahli kitab??? jadi definisinya gimana???

    Komentar oleh roso — Oktober 14, 2011 @ 1:19 pm | Balas

  161. [...] artikel saya tentang pernikahan beda agama (laki2 muslim dan perempuan non muslim), memang ada perbedaan pendapat mengenai kriteria ahli kitab. Tentu saja, sebaik-baiknya adalah [...]

    Ping balik oleh Apakah Istri-istri Rasululloh SAW Ada Yang Bukan Muslimah? « Blog Tausyiah275 — Mei 12, 2012 @ 10:22 pm | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

%d bloggers like this: