Blog Tausiyah275

Juli 26, 2007

Tata Cara Mandi Besar

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 11:00 am

Di artikel lalu, aku telah tuliskan alasan/penyebab kita mesti mandi wajib/mandi besar/mandi junub/mandi janabah. Kini, aku akan tuliskan tata cara mandi besar.

Ada beberapa riwayat/cara untuk melakukan mandi junub ini.
1. Riwayat Aisyah r.a
“Aisyah r.a. berkata: Sesungguhnya Rasululloh SAW apabila mandi janabat (mandi besar), memulai dengan membasuh kedua tangannya, lalu membasuh kemaluannya dengan tangan kiri, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, lalu menggosok-gosok kulit kepalanya hingga basah, kemudian mencucurkan air tiga kali pada kepalanya, lalu ke seluruh tubuhnya.” (H.R. Bukhari-Muslim)

2. Riwayat Maimunah r.a., isinya hampir serupa dengan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah. Perbedaannya adalah MENGGOSOK-GOSOKKAN TANGANNYA KE TANAH. Hadits lengkapnya adalah sebagai berikut,Maimunah berkata, “Aku pernah meletakkan (dalam satu riwayat lain : menuangkan) air untuk Rasulullah untuk dipakai mandi [janabah, 1/ 68] [dan aku menutupnya]. Beliau lalu membasuh kedua tangannya dua atau tiga kali, kemudian menuangkan air [dengan tangan kanannya] atas tangan kirinya, lalu beliau membasuh kemaluan: dan apa-apa yang ada di sekitarnya yang terkena kotoran. Beliau lalu menggosok-gosokkan tangannya dengan tanah (dan dalam satu riwayat: menggosokkannya ke dinding, 1/70; dalam riwayat lain: dengan tangan atau dinding, 1/71 dan 72) [sebanyak dua atau tiga kali] [kemudian mencucinya], lalu berkumur-kumur, mencuci hidungnya dengan air, membasuh wajah dan kedua tangannya [dan membasuh kepalanya tiga kali 1/71], (dalam satu riwayat: berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, hanya saja tidak membasuh kakinya, 1/68), kemudian menyiramkan air ke seluruh tubuhnya, lalu bergerak dari tempatnya dan mencuci kedua kakinya, [kemudian dibawakan sapu tangan kepada beliau, tetapi beliau tidak menggunakannya untuk mengusap tubuhnya (dalam satu riwayat: lalu aku bawakan penyeka/handuk, tapi beliau memberi tanda begini, yang maksudnya beliau tidak memerlukannya), (dalam riwayat lain: lalu aku bawakan kain, tetapi tidak beliau ambil, beliau malah mengibaskan {sisa-sisa air di tubuhnya} dengan kedua tangannya.)].”

Hadits di atas diambil dari Shahih Bukhari di kitab mandi.

Jadi, secara garis besar, berdasar kedua riwayat di atas, urutan mandi besar adalah:
1. Membasuh kedua tangan,
2. Membasuh kemaluan dengan tangan kiri (tangan kanan mengguyur air ke bagian kemaluan),
3. (Optional) Menggosok-gosokkan tangannya ke tanah,
4. Berwudhu seperti biasa,
5. Membasuh kepala (hingga basah merata di kepala), dan
6. Membasuh seluruh badan.

Untuk perempuan yang berambut panjang dan ikal/lebat, poin (5) akan dirasa menyulitkan karena akan membuat rambut mereka susah kering. Bahkan untuk beberapa perempuan, rambut yg basah akan membuat mereka sakit kepala. Lantas bagaimana solusinya? Ternyata Rasululloh SAW memberi keringanan, dengan cara mengikat rambutnya lalu mencucurkan air di atas kepalanya tiga kali, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut, “Kata Ummi Salam r.a., saya pernah bertanya kepada Rasululloh SAW: “Ya Rasululloh, saya wanita yang berambut panjang dan lebat, apakah saya harus membuka ikatan rambut saya? Nabi SAW menjawab: “Tidak perlu, cucurkan tiga gayung air pada kepalamu, itu sudah cukup.” (H.R. Muslim)

Lalu, siapa yg mesti saya ikuti? Aisyah r.a atau Maimunah r.a? Tidak perlu saling menyalahkan, ikuti saja salah satu, yang membuat anda mantap. Insya ALLOH keduanya benar, karena didasari hadits yg shahih.

Semoga artikel ini bermanfaat.

About these ads

132 Komentar »

  1. MasyaAllah,
    ternyata wudlu dulu ya.
    wah, thanks bngt infonya oM ;)

    Komentar oleh aLe — Agustus 23, 2007 @ 8:19 am | Balas

    • sama2 mas(?) Ale :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:45 pm | Balas

  2. makasih atas infonya
    baru tahu kalo ternyata wudu dulu :)

    Komentar oleh ardi — Agustus 28, 2007 @ 3:11 pm | Balas

    • betul sekali, mas Ardi

      MESTI wudhu dulu, jika merujuk pada contoh Rasululloh SAW :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:46 pm | Balas

  3. bunyi niat mandi junub gimana sih

    tidak ada niat khusus.
    atau bisa juga dengan “saya berniat mandi junub, untuk membersihkan hadats besar, karena ALLOH SWT”

    Komentar oleh pujangga — September 19, 2007 @ 11:03 am | Balas

  4. “cucurkan tiga gayung air pada kepalamu, itu sudah cukup”
    ya pasti basah kuyub rambutnya klo disiram 3 gayung. Ato bagaimana ? trims

    saat mandi junub, tidak perlu air terlalu banyak untuk disiram ke kepala. cukup 3 gayung. demikian

    Komentar oleh nasrul — September 30, 2007 @ 11:47 pm | Balas

  5. “cucurkan tiga gayung air pada kepalamu, itu sudah cukup”
    ya pasti basah kuyub rambutnya klo disiram 3 gayung. Ato bagaimana ? trims

    Komentar oleh nasrul — September 30, 2007 @ 11:48 pm | Balas

    • intinya: dg 3 gayung air, rambut sudah basah merata, mas Nasrul

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:48 pm | Balas

  6. niat mandi besar itu di ucapkan sebelum atau pada saat mandi??
    truss, niatnya di dalam hati / di ucapkan scara lesan ??
    trims…
    mohon cpt di balas…

    niat dilakukan SEBELUM MANDI.
    bisa di dalam hati, atau diucapkan. tidak ada masalah

    Komentar oleh didi — November 25, 2007 @ 1:56 pm | Balas

  7. assalamu’alaikum…

    saya mau tanya…? apa hukumnya onani itu sendiri dalam islam…??? karena saya tidak paham… banyak tmn saya bilang itu boleh saja… kan tidak berhubungan sex…

    dan bagaimana kalau setelah masturbasi…kita bisa melakukan shalat walaupun hanya wudhu, tapi tidak niat mandi junub…dan apa niat mandi junub itu…???

    terima kasih
    wassalam…

    silakan baca artikel tentang onani di blog ini.
    setelah masturbasi, jika keluar air mani (sperma), maka MESTI mandi junub.

    masalah niatnya, silakan baca lagi komentar di atas.

    Komentar oleh aulia — November 29, 2007 @ 8:00 pm | Balas

  8. apa pada waktu membasuh seluruh badan do mulai dr sebelah kanan

    contoh dari Rasululloh SAW, dilakukan mulai sebelah kanan.

    Komentar oleh F4112UR — Desember 28, 2007 @ 1:46 pm | Balas

  9. terimakasih ats uraiany..it sangat membnt sy,krn istri sy seorang mualaf..kl bs,syarat2 mandi bsr jg dbhs..

    syarat2 mandi besar ada di bagian awal, silakan click

    Komentar oleh eko — Januari 19, 2008 @ 5:33 pm | Balas

  10. apakah mandi junub boleh menggunakan air hangat /matang /

    boleh, terutama jika tidak kuat dingin

    Komentar oleh saeful — Februari 2, 2008 @ 11:15 am | Balas

  11. bohong ah!

    Komentar oleh tejo — Februari 23, 2008 @ 11:56 am | Balas

  12. apakah mesti 3 kali mencucurkan air? kalau 7 kali gimana !
    tapi thanks banget ya….. om ustazd

    3 kali itu contoh dari Rasululloh SAW.
    7kali juga boleh. yg penting basahnya merata.

    Komentar oleh fauzi — April 16, 2008 @ 4:07 am | Balas

  13. apa kalo kluar cairan semen tidak sengaja, padahal setelah mandi janabat. apa harus mandi lagi

    ya, anda harus mandi lagi.

    Komentar oleh ref — Juni 16, 2008 @ 3:53 pm | Balas

  14. ass, yang di maksud dengan menggosokkan tangan ketanah itu bagaimana terima kasih, wass

    wa’alaykumsalam wr wb.
    itu hanya tambahan, dilakukan untuk membersihkan sisa sperma yg barangkali masih tertinggal di tangan.
    demikian
    wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh ridho — Juli 30, 2008 @ 3:59 pm | Balas

  15. Assalamualaikum
    kl setelah mandi besar yg benar. kl mau sholat apakah harus wudhu lg ?
    trims

    wa’alaykumsalam wr wb
    tidak perlu wudhu lagi.

    Komentar oleh nana — Agustus 6, 2008 @ 6:47 am | Balas

  16. wanita setelah masturbasi apakah harus mandi junub? makasih

    sebaiknya mandi junub

    Komentar oleh vie — Agustus 26, 2008 @ 8:42 pm | Balas

    • “sebaiknya” ?? berarti bisa tidak perlu ?

      Komentar oleh y — Juni 11, 2014 @ 3:59 pm | Balas

      • saya jawab sebaiknya karena saya masih belum paham dan memastikan mengikuti dalil/fatwa ulama ttg hukum perempuan masturbasi.

        jawaban sebaiknya adalah jalan tengah untuk menghindari amalan2 yg tertolak karena ternyata perempuan masturbasi pun mesti mandi wajib.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:50 pm

  17. mo nanya nih,kalo mandi besar tuh pake niat pa ga,sih? lalu setelah membasuh seluruh badan itu pa langsung bisa mandi? makasih ya mas

    tentu saja mesti berniat. bisa di dalam hati, bisa diucapkan.
    ya, setelah anda membasuh seluruh badan (dengan merata), anda bisa mandi seperti biasa.

    Komentar oleh ryan — Oktober 10, 2008 @ 9:41 pm | Balas

  18. Ass..mau ty nih!klo kita dlm keadaan junub,mau mandi wajib gk ada kamar mandi,kasus nih pd waktu kerja di perush japan!mau sholat dhuhur ma ashar gk bisa..bgmn solusinya

    Komentar oleh hery — November 5, 2008 @ 5:08 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      setahu saya ada kamar mandi meski mungkin bukan di gedung utama.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:47 pm | Balas

  19. kalo ga salah saya pernah lihst,,bahwa bila mandi besar cukup dengan mengguyurkan air ke kepala 3 kali saja…apa benar yg demikian itu???

    Komentar oleh reef — November 28, 2008 @ 1:09 pm | Balas

    • kurang tepat, mas Reef.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:48 pm | Balas

  20. do’a apa saja yang dibaca pada saat mandi besar atau sesudahnya? thanks

    Komentar oleh narendra — Desember 3, 2008 @ 7:19 pm | Balas

    • tidak ada doa khusus, mas(?) Narendra

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:51 pm | Balas

  21. Asslm. Saya mau tanya. Jika saya tidak menggosok-gosokkan ke tanah, sah gak mandi junubnya. Terima kasih. Wasslm

    Komentar oleh Addict — Januari 15, 2009 @ 4:10 pm | Balas

  22. Maaf mau nambahin dikit nih temen2..

    Lafazh niat mandi wajib :

    Naiwatul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardlal lillaahi ta’aalaa..

    (artinya: aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardlu karena Allah).

    P.S : Semoga bermanfaat buat kita semua ;)

    Komentar oleh achmad — Februari 20, 2009 @ 1:34 am | Balas

  23. pake acara gosok” ke tanah juga???
    kalo g gmn??

    Komentar oleh koncil — Februari 23, 2009 @ 4:49 pm | Balas

    • opsional, mas(?) Koncil.
      boleh dilakukan boleh tidak.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:51 pm | Balas

  24. assallammu’alaikum..

    terima ksih atas pemberitahuan ilmu’a tentang mandi besar,,nanti kalau ada ilmu lagi tolong beritahu saya d eshadoank@yahoo.com iia??

    wassallammualaikum…

    Komentar oleh hamba allah — Maret 6, 2009 @ 10:54 am | Balas

  25. hebat banget berkhutbah lewat internet. lebih dipertajam lagi masalah fiqhiyyah

    Komentar oleh K2 — Maret 6, 2009 @ 4:40 pm | Balas

  26. Wah thx bgt bwt infrmsix…

    Komentar oleh f4dli — Maret 12, 2009 @ 8:16 pm | Balas

  27. eh saya maw nnya yg dmksd menggosok2an tangan ke tanah itu gimana??

    Komentar oleh hamba allah — Maret 16, 2009 @ 8:40 am | Balas

  28. jiah..gwa salah dong selama ini..gwa niad, trus langsung mandi aja kaya bisas…tq dah info nya

    Komentar oleh babay — April 26, 2009 @ 1:58 am | Balas

  29. assalamuallaikum wr.wb
    maaf mo nanya,

    ketika saya mandi besar, lalu saya tak sengaja mengeluarkan air seni. Apakah itu batal? dan tolong donk kasih tau saya, apa saja yang membatalkan mandi besar itu sendiri!
    thx..

    wassalamuallaikum wr.wb

    wa’alaykumsalam wr wb

    jika anda kencing (keluar air seni) saat mandi besar, tidak apa2.
    hanya saja, anda mesti wudhu lagi jika hendak sholat, karena wudhu anda di awal mandi besar sudah batal.

    demikian

    Wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh Sempakeaja — Juni 29, 2009 @ 12:40 pm | Balas

  30. assalamuallaikum wr.wb

    maaf, satu lagi pertanyaan yang ingin saya tanyakan.

    “3 kali itu contoh dari Rasululloh SAW.
    7kali juga boleh. yg penting basahnya merata.”

    Hal tersebut adalah mencucurkan air ke kepala sebanyak yang telah diterangkan diatas!
    Lantas, bagaimana kalau dengan shower? kalau shower kan airnya mengucur terus, lalu bagaimana dengan keterangan yang “3 kali itu contoh dari Rasululloh SAW”?
    Mohon dijawab!
    thx..
    wassalamuallaikum wr.wb


    wa’alaykumsalam wr wb

    anda bisa lakukan menggosok/menyapu anggota badan sebanyak 3x apabila menggunakan shower.
    demikian

    wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh Sempakeaja — Juni 29, 2009 @ 12:48 pm | Balas

  31. trimakasih, kalau begini sata menjadi lebih yau

    Komentar oleh Faiz wahyudi — Agustus 23, 2009 @ 4:41 pm | Balas

  32. Katanya khan kalo dalam keadaan junub masih boleh meneruskan untuk berpuasa setelah subuh. Truz kalo mandi junubnya pas siang hari gimana ???

    jika mandi junubnya siang hari sehingga anda tidak sholat shubuh,jelas tidak boleh.
    dengan kata lain, anda mesti cepat2 mandi junub sehingga sholat subuhnya tidak ketinggalan.demikian

    Komentar oleh yudha — September 6, 2009 @ 9:53 pm | Balas

  33. thax banget yaw
    om

    Komentar oleh beno — September 15, 2009 @ 9:54 pm | Balas

  34. wah makasih infonya ya !
    jazakumulloh

    Komentar oleh enda — September 23, 2009 @ 10:46 am | Balas

  35. yaa…….. ALLAH………….!
    Ternyata wudlu lalu baru mamdi tho………
    jd slama ni ak slah duuuuuunk………

    Komentar oleh FU'AD — Oktober 19, 2009 @ 11:54 am | Balas

  36. makasih yaaaaaaaaaaa….
    atas infroooooom nya….

    Komentar oleh FU\'AD — Oktober 19, 2009 @ 11:56 am | Balas

  37. oya mw tanya ni..
    bagaimana dengan pakaian yg qt kenakan jika terkena air mani bgmn cra mencucinya?
    apa ad penanganan khusus?
    ataw di cuci dlm artian di cmpur dgn baju2 lain??


    karena air mani BUKAN NAJIS, maka tidak apa2 jika dicampur dengan baju2 lain.
    hanya saja, saran saya, sebaiknya dibersihkan/dibasahi dahulu hingga tidak ada bekasnya, baru dicampur dengan baju2 lain.

    demikian

    Komentar oleh vadil — Oktober 26, 2009 @ 2:27 am | Balas

  38. gak usah pke tangan gk apa kan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh mofa — Desember 26, 2009 @ 1:17 pm | Balas

    • maksudnya bagaimana ini?

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:52 pm | Balas

  39. assalamu’alaikum ustadz..
    sebelum mandi janabat kita disunnahkan membersihkan kemaluan danwudhu dulu,yg ingin saya tanyakan..apakah ketika kita wudhu itu dalam keadaan aurat terbuka atau tertutup??mengingat sebelum membasuh kaki lansung memsuh kepala ( mandi janabat ), mohon penjelasannya…..
    wassalammu’alaikum wr wb

    wa’alaykumsalam wr wb

    boleh saja aurat anda ditutup dulu untuk berwudhu, lalu dilepas untuk dilanjutkan dengan mandi.

    namun, daripada merepotkan, tidak ada salahnya anda langsung buka aurat (telanjang) untuk berwudhu dan dilanjutkan dengan mandi besar. toh, ini anda lakukan di kamar mandi, bukan di tempat terbuka.

    demikian
    wassalamu’alaykum wr wb

    Komentar oleh sahlan — Januari 9, 2010 @ 2:18 pm | Balas

  40. assalamualaikum pak ustadz
    maksih dah britau mandi junub yang benar..

    ternyata pake wudu dlu y??
    mw tnya
    saat “membasahi kepala” tu apakah masksudnya keramas??
    “membasuh seluruh badan”apakah maksudnya mandi?
    atw hanya pake air saja tanpa sabun?

    trimakasih tlong diblas…

    wassalammu’alaikum wr wb


    wa’alaykumsalam wr wb

    membasuh kepala tidak mesti keramas (menggunakan sampo).
    membasuh seluruh badan = mandi. boleh pakai sabun, boleh tidak.

    demikian
    wassalamu’alaykum wr wb

    Komentar oleh panji — Januari 16, 2010 @ 9:27 pm | Balas

  41. assalamu ‘alaikum wr. wb.

    setelah saya baca web lain, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan :
    1. membasuh kedua tangan brp kali? apa hanya telapak tangan/dibasuh hingga siku/gmn?
    2. di web lain disebutkan (pd bagian wudhu)mengakhirkan membasuh kedua kaki (jd wudhu tdk dilakukan smp membasuh kedua kaki tp langsung dilanjutkan urutan mandi besar selanjutnya hingga selesai baru membasuh kedua kaki). padahal disini disebutkan wudhu spt biasa. jd gmn seharusnya?
    3. pada saat membasuh kepala di web lain disebutkan didahului dgn memasukkan jari2 tangan ke air lalu menyela – nyela rambut hingga rata. setelah itu, baru menuangkan air ke di atas kepala 3x dimulai dgn kepala bag kanan, lalu kiri, lalu tengah. apa memang harus spt itu? atau cukup sekedar diguyur 3x?
    4. yg dimaksud dgn membasuh seluruh badan disini apakah jg ada tata caranya (dibasuh bagian kanan dulu kemudian bagian kiri) atau gmn?
    terima kasih. mohon agar segera memberikan tanggapan

    wassalamu ‘alaikum wr. wb.

    wa’alaykumsalam wr wb
    berikut ini jawaban kami:
    1. untuk membasuh tangan, cukup seperlunya saja. 1 kali pun tidak masalah, yg penting merata ke semua bagian.
    2. barangkali mbak Sari bisa memberi rujukan, web mana yg dimaksud? kami berpatokan pada hadits yg insya ALLOH shahih.
    3. membasuh itu bisa diartikan diguyur atau disela-sela atau dicucurkan. yg penting, intinya merata.
    4. dalam 1 hadits, saya pernah baca beliau mengutamakan/mendahulukan yg kanan dahulu. hanya saja saya lupa haditsnya, insya ALLOH di lain kesempatan akan saya coba usahakan cari.

    demikian,

    Komentar oleh sari — Februari 9, 2010 @ 3:41 pm | Balas

  42. kalo misalnya kita mimpi basah apakah pakaian kita harus dibuang atau dicuci saja? trus nyucinya gimana caranya yg benar?

    cukup dicuci sebersih mungkin, terutama tidak boleh ada bekas sperma di pakaiannya.

    demikian

    Komentar oleh rocker — Maret 7, 2010 @ 11:06 am | Balas

  43. kalo cewe yg masturbasi, “sebaiknya mandi junub” brarti ga wajib gt? ada hadist/dalil yg menguatkan? thx b4

    saya tidak menemukan hadits yg menguatkan untuk perempuan. namun jika masturbasi, sebaiknya mandi junub untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan sehingga ibadahnya tidak diterima.

    demikian.

    Komentar oleh resa — Maret 16, 2010 @ 8:34 pm | Balas

  44. mmm begitu ae!!
    thank.s atas informasinyay!!

    Komentar oleh emon — Maret 20, 2010 @ 2:37 pm | Balas

  45. BAGAIMANA CARA NIAT

    Komentar oleh DANI — April 24, 2010 @ 4:20 pm | Balas

    • mas Dani,

      cukup berkata “saya hendak mandi besar untuk menghilangkan hadats besar”
      boleh diucap keras2 boleh dalam hati

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:44 pm | Balas

  46. Asw, pertanyaan saya mungkin agak mirip dengan mba sari, suatu hari saya mengikuti kajian fiqih thaharoh.itu sdg membahas mandi wajib. dstu disebutkan klo sebaiknya mandi biasa saja dlu (mandi yang membersihkan kotoran seperti debu, daki,dll)lalu baru mandi wajib (sesuai tata caranya)
    Yang saya mau tanyakan apakah tidak masalah urutannya seperti itu mandi biasa dlu baru mandi wajib? atau manakah yang benar? apakah ini karena perbedaan fiqih? jzk

    saya kurang tahu dalil yg digunakan kajian yg anda ikuti. namun jika merujuk pada kondisi daratan Arab yg gersang,rasa2nya air adalah sesuatu yg mesti dihemat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

    2 kali mandi (dalam 1 waktu, seperti yg anda dengar) di Indonesia mungkin lazim. tapi di gurun pasir?

    saya sendiri meyakini ini adalah perbedaan penafsiran/fiqh saja. mungkin mesti disesuaikan dengan kondisi dan tempat.

    Demikian

    Komentar oleh embun — April 27, 2010 @ 1:21 am | Balas

  47. klu nggak ke tanah tapi ke lantai boleh ?…

    Komentar oleh diana — Mei 22, 2010 @ 5:28 pm | Balas

  48. Badan& khususnya kepala saya terluka dan masih harus ditutup perban karena jahitan belum kering, kebetulan sy harus mandi besar karena sudah selesai haid… bagaimana caranya ya ustadz… sy paham ada keringanan tp membasuh kepala kan termasuk syarat syahnya.. Selama sy sakit sy mandi cuma ala kadarnya alias gak rata yg penting yg luka gak basah, keramas pun harus dengan bantuan orang lain… Mohon arahannya ya…

    utk bagian yg terluka, anda cukup usapkan saja airnya, tidak perlu diguyur. insya ALLOH sah.

    Komentar oleh Offi — Mei 26, 2010 @ 2:15 pm | Balas

  49. ketika wudu, apakah dilakukan dalam keadaan sudah melepas baju?
    seingat saya jika wudu namun kelamin terlihat, maka akan batal. Mohon pencerahannya..

    wudhu boleh saja dilakukan sebelum membuka baju. tapi sebaiknya tidak ada jeda antara wudhu dengan mandinya. tidak ada dalil yg menyatakan bahwa jika terlihat kelamin batal wudhunya. demikian

    Komentar oleh adhy — Mei 29, 2010 @ 5:30 am | Balas

  50. smg bermanfaat bagi para pembaca dan dapat dipraktekkan dengan baik dan benar,,,

    Komentar oleh fajar komariyah — Juni 10, 2010 @ 9:32 am | Balas

  51. alhamdulillah trims atas arahannya tapi ada yg lebih detil lagi ga stad mungkin siraman pertama gmn kedua gmn dst atau siram kanan atau kiri dulu, dsb … trims

    Komentar oleh mardani — Juni 16, 2010 @ 1:58 pm | Balas

  52. thanks bgt ya om.. :)

    aku bingung pas belum tahu…

    Komentar oleh oke — Juni 22, 2010 @ 2:37 pm | Balas

  53. saya mau tahu ustad di akhir mandi wajib apakah ada do’a yang harus di baca setelah mandi besar.?? mohon jawabannya..

    setahu saya, tidak ada doa khusus.

    Komentar oleh faya — Juni 22, 2010 @ 10:32 pm | Balas

  54. setelah selesai mandi wajib (waktu itu lagi memakai handuk) keluar air kencing. bagaimana mandi wajibnya sah apa ga?
    apakah kalo ada sisa2 tanah di dalam kuku bisa menghalangi air meresap ketika mandi wajib? hal apa saja yang bisa menghalangi air ketika waktu mandi wajib? terima kasih.

    - jika kencing lagi, maka anda mesti wudhu lagi. mandi wajibnya insya ALLOH sah.
    – tanah tidak menghalangi air meresap, insya ALLOH.
    – kutex, tato, cat rambut adalah sebagian yg bisa menghalangi air

    Komentar oleh irwan — Juli 6, 2010 @ 3:59 pm | Balas

  55. maaf ustadz,bagamana bila kita keluar sir mani saat d tmpat kerja atau tempat-tempat yang sulit/tdk memungkinkan untuk mandi?
    apakah sah bila salat? atau bagaimna? terima kasih

    Komentar oleh dzaki — Juli 24, 2010 @ 9:55 pm | Balas

  56. ass.
    saya mau tanya apakah cara – cara mandi besar diatas memakai sabun tidak…..??
    tolong secepatnya
    trimakasih wasalam..

    wa’alaykumsalam wr wb.
    tidak perlu menggunakan sabun.
    wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh firman — Agustus 12, 2010 @ 11:22 am | Balas

  57. alhamdulillah aq mndapat byk ilmu dr mmbca smua komentar dan jwbanx d ats, mksih byk smuax, insyaAllah bermnfaat bgi smua yg mmbcax, amien…..

    Komentar oleh fukayna — Agustus 13, 2010 @ 10:17 pm | Balas

  58. assalamualaikum’.,WR wb

    APakah beNar waktu berwudhu mandi junub tidak pakai MemBAsuh kaki ??

    apa boleh waktu berwudhu kaki juga di basuh ????
    tolong di jawab………

    wa’alaykumsalam wr wb
    setahu saya, wudhunya sepert biasa, tetap membasuh kaki.

    Komentar oleh risqi — Agustus 19, 2010 @ 9:54 pm | Balas

  59. ass…
    sbLm mngtahui ini,apakah niat mndi besar itu sah???krna sbLmnya hnya niat tp tdk tau cara yg bnar..

    Komentar oleh Ljoe — Agustus 24, 2010 @ 10:33 am | Balas

  60. sekedar tambahan, niat mandi besar InsyaAllah seperti ini :
    “Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal jinabati fardhu lillahi ta’ala”

    Komentar oleh fameila — September 17, 2010 @ 10:57 pm | Balas

  61. assalamuallaikum wr.wb
    mo tanya nih pak, pada urutan yang ke 4. “Berwudhu seperti biasa”
    yang mau saya tanyakan, apakah kita mesti meniatkan berwudhu jg sebelum melakukannya?
    terimakasih.
    wa’alaykumsalam wr wb

    wa’alaykumsalam wr wb
    ya,niatkan wudhu + mandi besar sebelum melakukannya.
    wassalamu’alaykum wr wb

    Komentar oleh tanya dong — Desember 6, 2010 @ 6:32 am | Balas

  62. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    niat mandi wajib itu di baca setelah apa ? setelah wudlu atau sebelum wudlu ?
    mohon penjelasannya . makasih …….

    wassalamu’alaikum Wr.Wb

    wa’alaykumsalam wr wb
    niatkan sebelum wudhu
    wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh aldo — Januari 15, 2011 @ 4:52 pm | Balas

  63. ass, sy mau tanya, kalau misal cewek udah selesai mens, tp dia blm mandi besar…tp masturbasi…
    apakah mandinya itu boleh barengan (cukup 1x) atau harus beda2 (2x mandi)? jadi mandi untuk membersihkan hadas mens dan masturbasi?
    mohon segera dibalas…terima kasih

    setahu saya cukup 1 kali mandi besarnya.

    Komentar oleh nana — Februari 3, 2011 @ 2:28 am | Balas

  64. assalamualaikum wr wb

    saya mau tanya

    apa hukumnya madi jinabat dengan suami

    wa’alaykumsalam wr wb.
    setahu saya,tidak ada larangan utk mandi bersama dg pasangan (yg sah).

    Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi bersama istri-istri beliau. Beliau mandi bersama Ummu Salamah (sebagaimana telah lalu penyebutannya) (HR Al-Bukhari I/122 no 316, II/681 no 1828, Muslim I/243 no 296, I/256 no 324). Beliau juga mandi bersama Aisyah sebagaimana tuturan Aisyah, “Aku dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi bersama dari satu tempayan”. (HR Al-Bukhari I/100 no 247)

    Aisyah juga berkata,

    كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ بَيْنِي وَبَيْنَهُ فَيُبَادِرُنِي حَتَّى أَقُوْلُ دَعْ لِيْ دَعْ لِيْ قَالَتْ وَهُمَا جُنُبَانِ

    “Aku mandi bersama Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu tempayan (yang diletakan) antara kami berdua, maka Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mendahuluiku (dalam mengambil air dari tempayan) hingga aku berkata, “Sisakan air buatku, sisakan air buatku”. Dan mereka berdua dalam keadaan junub. (HR Muslim I/257 no 321)

    Semoga bermanfaat

    Komentar oleh albana — Maret 10, 2011 @ 10:15 am | Balas

  65. assalamu’alikum,,,Wr,,,Wb,,,,
    saya mw bertanya ne pak ustadz,,,, saya kan mandi junubnya itu langsung-langsung saja ketika masuk kekamar mandi saya membasuh aurat dari pusar ke bawah lalu membasuh tangan pake sabun lalu berniat tanpa berwudhu terus membasuh kepala sampai merata tanpa menghitung 3x lalu turun ke badan atau lengan kanan terus kebelakang bokong dilanjutkan dengan lengan kiri selama 3x putaran (soalnya saya mandinya pake keran yg mancur) karna pake keran dan cara mandi saya itu duduk jadi paha atau lutut saya ini tidak merata kena dengan air makanya saya berdiri lalu membilasnya dengan air yang kanan 3x dan yang kiri pun 3x,,,, nah setelah itu saya pake sabun dan shampo setelah semua badan saya merata saya bilas dengan air lalu gosok gigi terus wudhu untuk sholat. bagaimana ne pak ustadz syah dk cara mandi junub saya mohon segera di jawab. Wassalamu’alaikum,,,Wr,,,Wb,,,,

    wa’alaykumsalam wr wb
    mandi besarnya sudah benar,insya ALLOH,dg semua anggota badan dibasahi dg merata.
    sayangnya, anda lupa bagian wudhu.
    saran saya: ke depannya jgn lupa wudhu.

    mudah2an ALLOH SWT menerima mandi besar anda selama ini,karena anda belum tahu.aamiin

    Demikian

    Komentar oleh akhyar rosidi — Mei 24, 2011 @ 4:21 pm | Balas

  66. misal nih,, klu pas mandi besar ada yg nanya “siapa di dalem nih?? cepet dong dah kebelet!!” trus kita jawab “bentar lagi” itu sah ga’ mandi nya??

    tidak ada hubungan menjawab panggilan dengan sah/tidaknya mandi anda :-)

    Komentar oleh yuli — Mei 26, 2011 @ 5:52 pm | Balas

  67. terimakasih ustadz,,,!!!

    Komentar oleh akhyar rosidi — Mei 27, 2011 @ 6:45 pm | Balas

  68. misal klu kita kencing ditengah-tengah mandi gimana ustadz???

    tentu saja wudhu anda batal dan mesti diulang lagi.
    demikian

    Komentar oleh yuli — Mei 28, 2011 @ 6:04 pm | Balas

  69. Asslmkm Wr.Wb
    saya mau tanya ustadz, cara mandi wajib saya sudah benar kalau diliat dari artikel ustadz. Tapi yang membuat saya bingung, ada yang menyampaikan kepada saya kalau cara mandi wajib saya masih kurang. Yaitu memasukan air pada semua lubang, lubang telinga, lubang hidung dan lain’ny. Menurut ustadz bagaimana tentang apa yang disampaikan temen saya tersebut? Mohon jawaban’ny segera. Terima kasih.

    wa’alaykumsalam wr wb.

    coba tanya teman anda, dia dapat rujukan dari mana? jika dia tidak bisa memberikan rujukan yg sahih, anda tidak perlu ikuti.
    demikian.

    Komentar oleh Mukaromah — Juni 30, 2011 @ 1:31 am | Balas

  70. ass..saya mau tanya apakah boleh mandi junub dengan cara membasahi kepala sampai leher dulu trus kalau mau sholat subuh kita mandi lagi tapi hanya sebatas badan saja tanpa membasahi rambut apakah sah solatnya terima kasih wassalam..

    wa’alaykumsalam wr wb
    jika merujuk pada tata cara yg telah dicontohkan Rasululloh SAW, saya melihat anda belum sesuai. malah terkesan, maaf, anda membuat aturan sendiri.
    padahal jika membuat aturan sendiri, tidak sesuai dg contoh Rasululloh SAW, setahu saya tidak akan diterima.

    cobalah anda ikuti cara yg telah dicontohkan Rasululloh SAW, karena menurut saya tidaklah sulit. :-)
    sah atau tidaknya, saya tidak bisa menilai, namun dari tata cara anda mandi junub yg tdk sesuai, saya justru takut wudhu dan thaharah (bersuci) yg anda lakukan justru tidak diterima. :-(

    semoga berkenan.
    Wassalamu’alaykum wr wb

    Komentar oleh subhan — Juli 3, 2011 @ 11:07 pm | Balas

  71. nambahin nich, seriuslah dalam mandi junub karena itu akan menghindarkan kita dari siksa kubur. Artinye mandi junub yang sesuai ketentuan syariah….Ok

    Komentar oleh ra — Juli 21, 2011 @ 5:26 am | Balas

  72. ass wr wb ustadz……maaf pertanyaan saya agak sedikit menyimpang, bolehkah kita mengucapkan niat berpuasa di malam hari saat kita masih dalam kondisi junub/berhadats besar? Apakah kita harus mandi besar sebelum mengucapkan niat berpuasa? Tks wass wr wb

    wa’alaykumsalam wr wb
    boleh saja berniat saat junub.
    mandi besar hanya mempengaruhi SHOLAT anda, bukan puasa anda.

    demikian
    wa’alaykumsalam wr wb.

    Komentar oleh wida — Juli 29, 2011 @ 9:38 am | Balas

  73. ass wr wb …..
    terimakasih atas infonya ustad

    saya mau tanya
    beberapa waktu yg lalu,
    setelah berhubungan dng suami (sebelum subuh)….
    saya langsung mandi wajib….
    saya merasa sudah membersihkan kemaluan saya dengan baik
    tapi…
    pada saat rakaat terakhir subuh
    (sholat berjamaah dengan suami)….
    saya merasa ada cairan hangat yg ngalir di selangkang
    saya tidak merasa buang air kecil…
    jadi saya teruskan sholat…
    setelah sholat, lalu saya periksa ke kamar mandi,
    ternyata air mani masih ada yg tertinggal dan mengalir keluar…..

    yg ingin saya tanyakan…
    apakah sah sholat berjamaah kami?
    apakah saya harus mandi wajib lagi?
    dan mengulang sholat subuh lagi ?

    atas jawabannya terimakasih

    wa’alaykumsalam wr wb
    air mani (insya ALLOH) BUKAN najis, sehingga anda tidak perlu mengulang lagi sholat anda.

    demikian

    Komentar oleh nn — Juli 31, 2011 @ 5:37 pm | Balas

  74. setiap mandi besar, sy selalu berhati dan berusaha meratakan air ke seluruh bagian tubuh. nah bagaimana hukumnya mandi besar sy jika ada bagian tubuh yg tdk sengaja terlewat. dan sy baru menyadarinya setelah bbrapa waktu stlh selesai mandi. trims

    saran saya, lebih baik anda mengulang mandinya. yg saya agak heran, kok bisa anda bisa terlewatkan? mungkin mandinya jangan buru2, santai saja, yg penting semua rukun dipenuhi. :-)

    demikian

    Komentar oleh abdul — Agustus 9, 2011 @ 1:03 pm | Balas

  75. apamandibesarharusmenggunakanairyangmengalir?ataubolehmenimbadaribakmandi?

    Komentar oleh benny — Agustus 31, 2011 @ 11:54 am | Balas

  76. apa mandi besar harus menggunakan air yang mengalir?atau boleh menimba dari bak mandi?

    anda boleh menggunakan air dari bak mandi,tidak mesti air yg mengalir.

    demikian

    Komentar oleh benny — Agustus 31, 2011 @ 11:58 am | Balas

  77. Ass, sya mau tax,
    Bgmn jika malam hari (maaf) mimpi basah atau kluar mani, dan keesokan harinya sholat subuh, dan blm mandi bsar, gmna shlt kta?, kl tdk blh bgmn cra menggnti shlt subuhnya?
    kl mandi besar jam 3 pagi sblm shlt subuh kan g kuat dinginnya.
    tks wass.

    wa’alaykumsalam wr wb
    anda bisa gunakan air hangat/panas utk mandinya, tidak mesti air dingin.
    usahakan jgn sampai tidak mandi wajib sebelum sholat karena selama anda belum mandi wajib/mandi besar,maka anda masih terkena hadats besar. :-)

    demikian

    Komentar oleh sandi — September 2, 2011 @ 8:13 am | Balas

  78. ass, melanjutkan pertanyaan sandi diatas.
    apakah boleh kl sholat subuhnya di qodlo??,dan mf, sebelumnya syakan blm mngerti, jd gmn shlat subuh sya?? slama stlah mimpi bsah sholat subuhnya sya qodlo, krena sya mndi besarnya sesudah shlt subuh, bgmn hukumnya??
    trim wass.

    Komentar oleh sandi — September 7, 2011 @ 7:25 am | Balas

  79. assalamu ‘alaikum wr. wb.
    mau tanya…misalanya klo mndi juunub itu urutannya salah gmn y,???trs kLo yg mndi sunnah g dilakukan gmn,????
    trima kasih……..

    Komentar oleh putri — September 9, 2011 @ 6:14 pm | Balas

  80. Assalamualaikum..
    Ustadz, kalau sebelum mandi wajib, dilakukan mandi biasa dulu (menggunakan sabun dan shampo seperti biasa), sehingga air yg merata ke seluruh tubuh itu air sewaktu mandi biasa, apakah boleh?
    Sebaiknya dilakukannya bagaimana ustadz? Bolehkah menggunakan sabun dan shampo didalam mandi wajib, sehingga air yg digunakan untuk membasuh seluruh badan lebih dari 3 gayung?

    Dimohon jawabannya secepatnya ustadz.. Terimakasih banyak..

    Komentar oleh bunga — September 29, 2011 @ 9:06 am | Balas

  81. assalamualaikum………….
    tentang penggunaan sabun mandi&shampo pada saat mandi junub itu bagaimana?????

    Komentar oleh fie — Oktober 4, 2011 @ 7:27 am | Balas

  82. assalamualaikum wr, wb,
    pak klo wudhu nya itu pke niat juga atau nggak ??

    di tunggu jwabannya ..

    Komentar oleh Ahmad — Oktober 29, 2011 @ 10:05 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      ya, saat wudhu sudah niat utk mandi besar. :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 11, 2014 @ 5:42 pm | Balas

  83. [...] kegiatan yg MESTI dan PASTI dilakukan kaum muslim(ah), terutama saat hendak mendirikan sholat dan mandi wajib/mandi besar (atau apapun itu [...]

    Ping balik oleh Berwudhu Itu Mesti Benar! « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 8:52 pm | Balas

  84. [...] kita merujuk lagi pada tata cara mandi besar, di sana tidak disebutkan Rasululloh SAW keramas rambutnya. Yang beliau contohkan HANYALAH membasuh [...]

    Ping balik oleh Mandi Besar Itu Tidak Perlu Keramas!! « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 9:15 pm | Balas

  85. aku ingin nanya pak ustadz apabila ada stitik cat ditangan ketika selesai hadast besar apakah saolat saya sah?

    Komentar oleh cristtopper amott ammagedown — Agustus 9, 2012 @ 10:27 am | Balas

    • jika anda baru tahu setelah sholat, maka insya ALLOH sholat anda tetap sah karena anda tidak tahu.

      tapi apabila anda sedang sholat, lalu tahu ada bekas hadast besar, maka anda mesti batalkan sholat anda, mandi wajib, baru sholat kembali.

      demikian

      Komentar oleh Tausyiah275 — Agustus 9, 2012 @ 2:47 pm | Balas

  86. [...] Tata caranya bisa dibaca di sini. [...]

    Ping balik oleh Mandi Besar (Mandi Junub atau Mandi Janabah) « Blog Tausiyah275 — Desember 23, 2012 @ 9:22 pm | Balas

  87. pertama saya mandi junub tp ragu krn niat.a ad yg kurang truz sya mandi wajib lg, biz it saya mandi wajib lg tp bilang terPaksa mandi wajib lg, it trmasuk mandi wajibku yg ke 2 sah gak? Soal.a saya blang terPaksa .posi2nya krn dngin. Tlng blez.

    Komentar oleh KA. Wi — Februari 21, 2013 @ 6:51 am | Balas

    • mas Arwi(?)

      tidak apa2 anda mengulang mandi wajib, terutama jika anda merasa ragu2.
      lebih baik mengulang mandi wajib, daripada ada hal yg terlewat sehingga anda tidak bisa melakukan ibadah lain yg membutuhkan kondisi suci.

      demikian

      Komentar oleh Tausyiah275 — Februari 22, 2013 @ 9:28 am | Balas

  88. blez ea

    Komentar oleh KA. Wi — Februari 21, 2013 @ 7:18 am | Balas

  89. kalau tidak sengaja ada keluar cairan dari vagina pada waktu menonton film, apa harus mandi wajib juga..??

    Komentar oleh Dewi Fitri Lestari — April 19, 2013 @ 2:45 pm | Balas

    • mbak Dewi,
      sepengetahuan saya, mandi besar untuk perempuan dilakukan usai haid atau usai berhubungan suami istri.
      untuk keluar cairan dari vagina, kemungkinan itu najis saja, jadi cukup dibasuh hingga bersih.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 19, 2013 @ 5:08 pm | Balas

      • terimakasih untuk jawabanya…
        mohon maaf sebelumnya..apa saya boleh minta alamat email atau semacamnya untuk bertanya lebih lanjut mengenai hal yang saya blm paham..??

        terima kasih

        Komentar oleh Dewi Fitri Lestari — April 20, 2013 @ 1:13 pm

      • silakan ke tausyiah275 @ yahoo dot com

        Komentar oleh Tausiyah 275 — April 20, 2013 @ 8:53 pm

  90. maaf saya mau tanya bagaimana jika kita berkeramas pada saat mndi wjib ? lalu pada urutan brapa bila berkeramas

    Komentar oleh anonim — Juli 2, 2013 @ 4:58 pm | Balas

  91. Saya mau tanya ada perbedaan tidak mandi junub dengan madi selepas haid?
    Kalau ada terletak dimana perbedaannya?

    Terima kasih.

    Komentar oleh Felina — Juli 4, 2013 @ 1:59 pm | Balas

    • mbak Felina,
      jika tata caranya sama sebagaimana saya tulis, menurut saya itu hanya beda istilah saja. :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 5, 2013 @ 1:08 pm | Balas

  92. assalm… saya mao nanya .. kalo mndi hadast tp tidak wudhu sah atau tidak? dan klo mandinya pake air keran sah atau tidak?

    Komentar oleh M.Choiruddin — Oktober 1, 2013 @ 3:11 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      wudhu merupakan RUKUN (wajib dilakukan) utk mandi hadts. dengan demikian, tanpa wudhu,bisa dikatakan mandi hadats TIDAK SAH.

      mandi dg air keran/pancuran/shower boleh.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 1, 2013 @ 8:28 am | Balas

  93. Assalamu’alaikum pak ustad, mandi wajib tata caranya mungkin sudah paham, tapi dlm prakteknya agak ragu, yaitu untuk membersihkan kemaluan dan kotoran mengambilnya air dg gayung apa dg tangan kanan langsung, jika di bak yg airnya diam. Trima kasih, wassalamu’alaikum.

    Komentar oleh Agus s — Mei 15, 2014 @ 11:05 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas Agus,mengambil air dari gayung dilakukan dg tangan kanan.lalu mengguyur kemaluan yg dibersihkan dg tangan kiri.

      demikian.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 16, 2014 @ 5:00 am | Balas

  94. Terima kasih pak ustad, yg sudi membalasnya dan menjelaskan yg rinci, dan hatiku sangat lega tata caranya mandi wajib, sehingga tdk ragu2 lagi. Sekali lagi terima kasih banyak. Wassalamu’alaikum wr.wb

    Komentar oleh Agus s — Mei 17, 2014 @ 2:43 pm | Balas

    • sama-sama mas Agus.

      senang rasanya bisa membantu anda dalam menyelesaikan masalah yg anda hadapi.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 18, 2014 @ 6:22 am | Balas

  95. saya mau tanya, kalau saya mandi wajib, saya niat lalu mengguyur kepala saya dan semua badan sampe rata dan setelah itu saya keramas dan menggunakan sabun apakah sah mandi saya?
    trus saya minta no hpnya dong pak kalau kapan” ada kesulitan

    Komentar oleh ramadhan — Juli 10, 2014 @ 7:30 pm | Balas

    • mas Ramadhan,

      mandi wajib atau mandi besar yg diajarkan Islam: ADA WUDHU, tidak sekedar membasuh seluruh tubuh + keramas.

      karena anda tidak tahu, tidak apa2, insya ALLOH tidak terkena hukum.

      saran saya, ke depannya jgn lupa wudhu sebelum mengguyur kepala dan badan dg air secara merata.

      silakan anda kirim no telp anda ke tausyiah275 (at) yahoo.com. jika ada whats app,lebih baik lagi.

      demikian :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 11, 2014 @ 8:17 am | Balas

  96. niatnya sesudah wudhu atau sebelum

    Komentar oleh ramadhan — Juli 11, 2014 @ 3:30 pm | Balas

    • niatnya sebelum wudhu.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 11, 2014 @ 3:54 pm | Balas

  97. Misalnya, malam nya onani. Terus mandi wajib pagi, apa caranya sama? Atau harus onani lagi? Plis jawab.

    Komentar oleh Vijar — Juli 22, 2014 @ 12:54 am | Balas

    • ya, caranya sama, mas(?) Vijar

      tidak perlu onani lagi :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 23, 2014 @ 8:47 am | Balas

  98. Assalamu’alaikum, pak ustad mohon penjelasan, 1. Apakah niat baca basmalah ketika bersama’an menciduk air utk mencuci ke dua telapak tangan?, dan doa mandi wajibnya, dibaca sebelum wudlu apa sesudah wudlu atau apa ketika mengguyur kepala? , 2. Jika mandi wajib selesai boleh di teruskan mandi sunah/mandi biasa dg keramas dan pake sabun agar lebih bersih?, 3.jika mandi wajib di bak yg airnya tenang, apakah wudlunya dg mencelupkan tangannya langsung ke bak air?. Mohon penjelasannya, krn mungkin banyak yg kurang paham. Terima kasih, Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Komentar oleh Zahra alim — Agustus 14, 2014 @ 9:30 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      1. niat (+ basmalah) bisa dilakukan sebelum menciduk air ataupun saat yg bersamaan. doa mandi wajib dilakukan sebelum wudhu

      catatan: dilakukan dalam hati saja

      2. boleh.

      3. sebaiknya wudhunya menggunakan gayung,tidak mencelupkan tangan ke bak air,agar tidak mengotori air (berpotensi menyebarkan penyakit).

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 14, 2014 @ 9:56 am | Balas

  99. Terìma kasih banyak, aku menjadi jelas dan tahu tata cara mandi wajibnya yg selama ini tidak paham, dan sekali lagi Pak Ustad?, jika mandi wajib di bak mandi, tetapi wudlunya di lain tempat yang satu ruangan yaitu di kran boleh tidak?, mohon di balas, sekali lagi terima kasih banyak.

    Komentar oleh Zahra alim — Agustus 17, 2014 @ 11:34 am | Balas

    • syukurlah, semoga (mbak?) Zahra bisa praktikkan. :-)

      jawaban pertanyaan anda: boleh.

      semoga bermanfaat.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 18, 2014 @ 8:19 am | Balas

  100. Assalamu’alaikum wr.wb. Pak Ustad, jika saya mandi wajib begini, pertama niat dlm hati baca basmalah, mencuci ke dua telapak tangan 3x, menghilangkan najis dan kotoran dg cara menyiram ke seluruh badan kemudian bercebok dan cuci tangan, terus baca doa mandi wajib lalu berwudlu, di teruskan menyiram rambut 3x, lalu ambil air satu gayung utk menyiram kepala sambil menyela nyela rambut agar rata, kemudian menyiram badan dari sebelah kanan 3x dan sebelah kiri 3x, dan terakhir mandi biasa, yaitu menyiram keseluruh badan, lalu pake shampo dan sabun supaya bersih. Pertanya’an saya 1. Apakah mandi wajib saya sudah benar?, 2.apakah doa mandi wajib di baca sebelum atau sesudah wudlu?, mohon balas. Terima kasih, wassalamu’alaikum wr.wb

    Komentar oleh Slamet riyadi — Agustus 24, 2014 @ 10:49 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Slamet, berikut ini jawaban dari saya berdasarkan penjelasan anda di atas.

      1. pada dasarnya mandi wajib anda insya ALLOH sudah benar. namun saya mempertanyakan “menghilangkan najis dan kotoran dg cara menyiram ke seluruh badan” ini maksudnya bagaimana?

      sepemahaman saya, menghilangkan najis dan kotoran tidak perlu menyiram ke seluruh badan. cukup di bagian2 tertentu yg memang dirasa ada najis dan kotoran. menyiram ke seluruh tubuh (mandi) dilakukan di bagian akhir.

      2. doa mandi wajib boleh dilakukan sebelum atau sesudah wudhu,yg penting dilakukan sebelum mandi wajib.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 25, 2014 @ 5:15 am | Balas

  101. Terima kasih banyak Pak Ustad, saya sekarang sudah tahu dan memahami dari penjelasan bpk.
    Maksud saya menyiram keseluruh badan utk membersihkan najis dan kotoran yg tdk di ketahui, misalnya di bagian belakang badan.

    Komentar oleh Slamet riyadi — Agustus 25, 2014 @ 9:00 am | Balas

    • sama2, mas Slamet.

      menyiram ke seluruh tubuh utk membersihkan nasji&kotoran sebenarnya dilakukan pada saat mandi (mengguyur ke seluruh tubuh).

      meski demikian, insya ALLOH tidak apa2 yg anda lakukan karena untuk mengantisipasi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 25, 2014 @ 1:12 pm | Balas

  102. ust, mau tanya jika sudah masa haid (mens) terus sengaja tidak segera mandi wajib (besar) apakah berdosa? adakah dalil yang menyatakannya? Terima kasih

    Komentar oleh GUNTUR — Agustus 26, 2014 @ 8:57 am | Balas

    • sebenarnya tidak apa2/tidak berdosa,mas Guntur.

      tapi jika dia tidak mandi besar,maka dia tidak bisa (dan tidak boleh) ibadah,misalnya sholat. jika dia tidak sholat gara2 tidak segera mandi besar usai mens, maka dia akan jadi berdosa.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 26, 2014 @ 9:07 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

%d bloggers like this: