Blog Tausiyah275

Agustus 12, 2007

Arti Khalifah, Khilafah, Khilafiyah, Khilaf

Filed under: Ensiklopedia Islam,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 10:12 am

Keempat kata di atas sangat mirip karena hanya berbeda letak a dan i, serta ada sedikit tambahan. Namun sesungguhnya keempat kata tersebut memiliki 4 arti/makna yang berbeda.

Khalifah = pemimpin pemerintahan.
Contoh penggunaan: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali adalah 4 khalifah awal pasca meninggalnya Rasululloh SAW. Keempatnya sering disebut Khulafaur Rasyidin.

Khilafah = pemerintahan.
Contoh penggunaan: Khilafah Utsmani yg berpusat di Turki, runtuh pada awal abad 20.

Khilafiyah = perbedaan pendapat.
Contoh penggunaan: Masalah ushalli dan qunut merupakan hal yg menjadi khilafiyah di kalangan umat muslim.

Khilaf = alpa/tidak sadar.
Contoh penggunaan: Pembunuhan dilakukan si Fulan karena dirinya khilaf.

Semoga bermanfaat dan tidak salah pengertian dan penggunaan. :-)

About these ads

13 Komentar »

  1. sekedar saran Mi
    lebih sip lagi jika ditulis versi tulisan arabnya

    Komentar oleh Luthfi — Agustus 12, 2007 @ 1:02 pm | Balas

  2. hemm, smalam ana baru aja tau bedanya khalifah dan khilafah, eh hari ini..direfresh kembali.. jzklh

    Komentar oleh deen — Agustus 14, 2007 @ 10:19 am | Balas

  3. ALHAMDULILAH,mkacih taz inform…ana jd tw skrng!!ttp istiqomah ALLah AKBAR

    Komentar oleh galih — Agustus 18, 2007 @ 12:23 pm | Balas

  4. Alhamdulilah ana jd ngrti,,,ttp isiqomah y n klo bs d tmbh inform,,,allah akbar

    Komentar oleh galih — Agustus 18, 2007 @ 12:26 pm | Balas

  5. cantumkan dong sumbernya……

    Komentar oleh azhis — September 15, 2007 @ 9:10 pm | Balas

  6. assalmu alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Komentar oleh ali akbar — Desember 5, 2008 @ 5:02 pm | Balas

  7. syukur lah kw begitu saya mengerti

    Komentar oleh ayu — April 21, 2010 @ 9:43 am | Balas

  8. Jazaakumullah

    Komentar oleh Afif Fatkhurrohman — Mei 3, 2011 @ 5:29 am | Balas

  9. Al-khilaf (perselisihan pendapat) di antara manusia adalah perkara yang sangat mungkin terjadi. Yang demikian karena kemampuan, pemahaman, wawasan dan keinginan mereka berbeda-beda. Namun perselisihan masih dalam batas wajar manakala muncul karena sebab yang masuk akal, yang bukan bersumber dari hawa nafsu atau fanatik buta dengan sebuah pendapat. Meski kita memaklumi kenyataan ini, namun (perlu diingat bahwa) perselisihan pada umumnya bisa menyeret kepada kejelekan dan perpecahan. Oleh karena itu, salah satu tujuan dari syariat Islam yang mudah ini adalah berusaha mempersatukan persepsi umat dan mencegah terjadinya perselisihan yang tercela. Tetapi, karena perselisihan merupakan realita yang tidak bisa dihindarkan dan merupakan tabiat manusia, Islam telah meletakkan kaidah-kaidah dalam menyikapi masalah yang diperselisihkan, berikut orang-orang yang berselisih, serta mencari cara yang tepat untuk bisa sampai kepada kebenaran yang seyogianya hal ini menjadi tujuan masing-masing pribadi. Para salaf (generasi awal) umat Islam telah terbukti sangat menjaga adab di saat khilaf, sehingga tidak menimbulkan perkara yang jelek, karena mereka selalu komitmen dengan adab-adab khilaf.
    (Kata pengantar Dr. Mani’ bin Hammad Al-Juhani terhadap kitab Adabul Khilaf hal. 5)

    Komentar oleh Bang Uddin — Desember 3, 2012 @ 7:25 pm | Balas

  10. […] HTI adalah sebuah organisasi (Islam) yang mempunyai cita-cita mendirikan negara Islam (khilafah). Silakan cek lagi apa itu khilafah, khalifah, dan khilaf di artikel ini. […]

    Ping balik oleh Khilafah Islam, Sebuah Utopia(?) | Blog Tausiyah275 — Juni 3, 2013 @ 8:25 am | Balas

  11. “Apakah ada nash (teks) Al-Qur’an atau As-Sunnah yang secara jelas menyebut kewajiban mendirikan khilafah?”

    Komentar oleh Bang Uddin — Juni 3, 2013 @ 10:38 am | Balas

  12. […] ketentuan Rasululloh SAW. Insya ALLOH rujukannya dia juga kuat. Ini semua adalah perbedaan khilafiyah, tidak perlu […]

    Ping balik oleh Ucapan “Ash-Shalaatu khairum minan naum”, Wajib Atau Tidak? | Blog Tausiyah275 — September 14, 2014 @ 7:21 pm | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: