Blog Tausiyah275

Oktober 20, 2007

Bacaan di Akhir Pekan – Berbuka Puasa dengan Pengemudi Taksi

Filed under: Hikmah — Tausiyah 275 @ 3:43 pm

bondan winarno” bondanw@gmail.com

Wed, 10 Oct 2007 04:08:56 -0700

Berbuka Puasa dengan Pengemudi Taksi

Keluarga JS-ku,

Terpancing kebahagiaan yang terpancar dari tulisan Dadi Krismatono ttg buka puasa bersama, saya langsung teringat kejadian yang baru saja terjadi kemarin petang.

Ketika saya melangkah di lorong kedatangan bandara Soekarno-Hatta, azan magrib baru saja berkumandang. Di tempat antrean taksi, saya lihat pemuda yang saya hampiri sedang menikmati tajil gratis yang disediakan Angkasa Pura bagi siapa saja yang memerlukannya. Semula saya ingin pindah ke taksi di sebelah yang tampak pengemudinya tidak berbuka puasa. Tetapi, si pemuda dgn ramah mempersilakan saya masuk ke taksinya.

Sesungguhnya, perasaan saya mendua. Tentulah sudah waktunya bagi dia untuk berbuka dengan makan besar. Dia tentu tidak sadar membawa penumpang tujuan Bogor yang akan membuatnya baru akan sempat makan besar sekitar 90 menit lagi. Tetapi, bukankah itu juga rezekinya?

Maka saya pun memakai taktik berpura-pura. “Wah, Mas, baiknya kita buka puasa dulu, ya? Saya juga perlu buka, nih. Ada warung padang dekat sini?” Ternyata dia tidak tahu tempat yang pantas untuk berbuka. Maka, saya arahkan dia menuju RM Garuda di Pluit.

Setiba di sana, ia mohon izin buka puasa di tempat lain. Saya “memaksanya” menemani saya “berbuka” di dalam. Ia mengikuti saya malu-malu.

Setelah semua hidangan tersaji — sekitar 14 macam hidangan — saya pun menyilakan dia makan. Dia bingung. Setiap hidangan yang saya sodorkan, dia tolak. Akhirnya dia mengaku. “Saya bingung, Pak. Maaf. Lauknya banyak sekali.”

Lalu saya singkirkan beberapa piring lauk ke meja sebelah, sehingga hanya sekitar 7 hidangan tinggal di meja. Dia masih tetap termangu-mangu. Saya mulai dengan mengambil ayam pop, dan menyorongkan piring kepadanya. Dia menolak lagi. Lalu, dengan ragu dia mengambil setusuk sate. Saya ambil ikan bilis cabe hijau, dia mengambil juga, tetapi hanya 2-3 ikan bilis kecil.

“Ayo, dong. Jangan malu. Ambil lagi,” pinta saya. Lalu dia menyendok satu potong udang kecil dari sambal goreng udang. Setelah setengah piring, saya sorongkan dendeng balado yang hanya diambil sepotong kecil. Lalu, atas paksaan saya, dia ambil lagi sepotong kecil gulai tunjang.

Saya baru sadar bahwa ternyata dia tidak tahu tatacara makan di rumah makan padang. Dia malu dan hanya mengambil sedikit dari beberapa porsi, tanpa sadar bahwa saya harus membayar untuk seporsi penuh dari porsi-porsi yang dicicipinya.

Saya memang membayar mahal untuk makan malam itu. Tetapi, di dalam perjalanan, si pemuda berkata: “Terima kasih banyak, Pak. Tadi itu untuk pertama kalinya saya makan di restoran. Semoga budi baik Bapak dibalas Allah. Saya sih cuma orang kecil yang tidak mampu.”

Saya terdiam. Agaknya saya terlalu abai selama ini, bahwa di negeri kita ini masih cukup banyak orang-orang yang seperti si pemuda pengemudi taksi itu.

Terima kasih, Tuhan, Engkau telah membukakan mataku.

Selamat Idulfitri, man-temans. Maaf lahir dan batin.

*Jeng Juminten mbeber klasa*
*dodol kupat ngarep gapura*
*Menika dinten Riyaya*
*menawi lepa nyuwun ngapura.*

**
Salam,
Bondan

*ps: kita harus bersyukur bahwa kita mampu makan di restoran. Jangan sungkan untuk memberi kelebihan harta kita kepada orang yg tidak seberuntung kita dalam hal materi. Ajakan ini terutama ditujukan kepada pemilik blog.*

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Get a free blog at WordPress.com

%d bloggers like this: