Blog Tausiyah275

Agustus 14, 2012

Mengenai Perhitungan Zakat Harta Dan Investasi

Bismillah,

Salah satu hal penting yg sering dilupakan oleh kaum muslim adalah mengeluarkan zakat harta. Banyak penyebab kaum muslim lupa mengenai hal ini.

Pertama, mereka tidak tahu nilai harta mereka. Kedua, mereka malas(?) menghitung nilai harta mereka. Ketiga, mereka tidak tahu syarat dan aturan (how to) mengenai zakat harta. Keempat, mereka beranggapan zakat harta tidak penting.

Di sini, saya akan berusaha menjelaskan syarat dan cara zakat harta dan investasi.

Yang mesti diperhatikan pertama kali adalah syarat dan aturan zakat harta. Sebenarnya sederhana sekali syarat dan aturan zakat harta. Pertama, mencapai nisab (jumlah tertentu) dan kedua, telah mencapai 1 tahun (istilahnya haul).

Ada juga yg menambahkan syarat2 berikut:
1. Harta tersebut milik sendiri, bukan barang pinjaman
2. Si pemilik harta tersebut bebas dari hutang, atau jika punya hutang maka nilai hartanya masih mencapai nisab

Menurut saya pribadi, 2 syarat di atas meski sekedar tambahan saja, namun hendaknya bisa dijadikan pertimbangan.

Mari kita bahas lebih rinci mengenai syarat dan aturan zakat harta.

Mayoritas ulama sepakat bahwa nisab dari zakat harta adalah senilai 85 gram emas. Dengan harga emas hari ini (14 Agustus 2012) sekitar Rp 530 ribu/gramnya, maka seseorang wajib menzakatkan hartanya apabila nilai hartanya minimal mencapai Rp 530 ribu * 85 = Rp 44.880.000.

Lalu, hitungan 1 tahun itu darimana? Hitungan 1 tahun itu dimulai sejak PERTAMA KALI NISAB TERPENUHI.

Sebagai contoh, Nugraha membeli mobil seharga Rp 200 juta dengan cara kredit. Dia membayar uang muka Rp 20 juta di bulan Januari 2012 dan mencicil sebesar Rp 3,5 juta/bulan. Maka di bulan Agustus 2012 (Ramadhan 1413 H) dia BELUM wajib membayar zakat harta (utk mobilnya) karena meski nilai mobilnya sudah sebesar: Rp 20 juta + (Rp 3,5 juta * 8) = Rp 48 juta, namun harta ini belum mencapai 1 tahun.

Pertanyaannya, 1 tahun itu dihitung dari mana? Ada 2 pendapat. Pertama, 1 tahun dari perhitungan masehi. Kedua, 1 tahun dari perhitungan hijriyah. Saya menyarankan untuk menggunakan hijriyah sebagai patokan, untuk lebih berhati-hati dan aman serta terjaga dari harta yg bukan hak kita.

Jadi, sebaiknya (ini saran saja) anda mulai memperhatikan dan menghitung harta anda dengan rujukan kalender hijriyah.

Berikutnya, berapa besar zakat harta yg mesti dikeluarkan?

Nilai atau persentase yg mesti dikeluarkan dari zakat harta adalah sebesar 2.5%. Pertanyaannya, jika hartanya terus bertambah tiap tahun, bagaimana perhitungannya?

Untuk menjawabnya, mari perhatikan ilustrasi berikut.

Pada Ramadhan 1410 H, Dian mempunyai harta (dalam hal ini saya gunakan uang sebagai contoh) sebanyak Rp 150 juta. Maka zakat harta yg mesti dikeluarkan adalah sebesar 2.5% * Rp 150 juta = Rp 3.75 juta. Seiring dengan bertambah maju usahanya, pada Ramadhan 1411 H harta Dian menjadi sebanyak Rp 400 juta. Maka zakat hartanya menjadi 2.5% * Rp 400 juta = Rp 10 juta.

Saya pernah mendapatkan informasi bahwa ada ustad yg mengatakan bahwa untuk kasus di atas, maka pada Ramadhan 1411 H, Dian tidak perlu membayar Rp 10 juta untuk zakat hartanya. Menurut info tersebut, Dian cukup mengeluarkan zakat harta sebesar Rp 6.25 juta. Nilai ini didapat dari 2.5% * (Rp 400 juta – Rp 150 juta).

Dengan kata lain, menurut ustad Z, zakat harta diambil dari kelebihan harta dari Ramadhan 1410 H – Ramadhan 1411 H.

Berdasarkan ilmu yg saya pahami, informasi ustad Z ini bisa dikatakan tidak tepat. Alasan utamanya, tidak ada (atau saya yg belum mendapatkan informasinya) dalil yg menyatakan bahwa zakat harta sifatnya PROGRESIF! Zakat harta selalu merujuk pada nilai harta TOTAL.

Alasan lainnya, kenapa mesti ‘susah’ untuk mengeluarkan Rp 10 juta dibandingkan dengan total harta yg anda miliki? Dengan hanya mengeluarkan zakat Rp 6.25 juta, maka sesungguhnya anda sudah MENAHAN HAK ORANG LAIN sebesar Rp 3.75 juta.

Apakah anda tidak takut dg ancaman dari ALLOH SWT dan Rasul-Nya?

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,” (At Taubah(9):34)

“Pada harta-harta mereka ada hak tertentu untuk orang yang meminta dan yang tidak meminta” (Adz-Dzariyat(51):19)

“Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya), – (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.” (Al Fushshilat(41):6-7)

“Tiadalah bagi pemilik simpanan yang tidak menunaikan zakatnya, kecuali dibakar diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori)

Apa sih artinya uang Rp 10 juta dibandingkan Rp 400 juta yg anda miliki? Jikapun ternyata anda kelebihan membayar zakat harta anda, maka sisanya (insya ALLOH) akan dihitung sebagai sedekah. Dan orang yg bersedekah sesungguhnya akan dibalas berlipat ganda oleh ALLOH SWT. Aamiin :-)

Ada hal yg menarik untuk disimak mengenai zakat harta ini, yakni zakat investasi.

Orang2 jaman dulu (di jaman sekarang juga masih ada) melakukan investasi dalam bentuk emas, rumah, tanah. Untuk jenis investasi seperti itu tentu mudah untuk dihitung zakat harta yg mesti dikeluarkan, asalkan sudah memenuhi syarat dan ketentuan yg berlaku. Di jaman sekarang, orang ramai2 berinvestasi ke reksadana (silakan anda googling untuk mendapatkan informasi yg lebih jelas mengenai reksadana).

Hal yg menarik untuk disimak dari investasi reksadana ini adalah berapa besar nilai zakat yg mesti dikeluarkan? Penyebabnya adalah, nilai investasi yg fluktuatif alias selalu berubah dari waktu ke waktu.

Untuk itu, mari kita perhatikan contoh kasus berikut.

Iman melakukan investasi di reksadana sebesar, katakanlah, Rp 10 juta pada 7 Dzulhijjah 1410 H. Pada 7 Dzulhijjah 1411 H nilai investasinya menjadi Rp 44 juta. Apabila 85 gram emas pada tgl 7 Dzulhijjah 1411 H bernilai Rp 40 juta, maka Iman mesti mengeluarkan zakat harta sebesar 2.5% * Rp 44 juta = Rp 1.1 juta. Lalu pada tgl 7 Dzulhijjah 1412 H, nilai 85 gram emas sebesar Rp 46 juta. Namun pada tgl tsb, ternyata nilai investasi Iman sebesar Rp 40 juta. Maka Iman tidak perlu (sekali lagi, tidak perlu dan tidak harus) mengeluarkan zakat harta dari investasi tersebut!

Sebaliknya, jika ternyata pada 7 Dzulhijjah 1412 H nilai investasi Iman ternyata berkembang pesat menjadi Rp 80 juta, maka zakat harta dari investasinya sebesar 2.5% * Rp 80 juta = Rp 2 juta.

Penutup:
- keluarkan zakat harta, karena ada hak orang lain pada harta yg anda miliki

- jangan susah dan malas untuk mengeluarkan zakat, apalagi ‘mengurangi’ besar zakat harta yg mesti anda keluarkan dengan menggunakan perhitungan zakat progresif (besar zakat dihitung dari kelebihan harta yg telah dizakatkan setahun sebelumnya)

- tidak perlu khawatir jika anda ternyata berlebih (kelebihan) dalam membayar zakat harta. kelebihannya insya ALLOH akan dihitung sebagai sedekah dan itu juga bermanfaat untuk orang lain dan juga anda

- nilai zakat harta ditentukan dari perhitungan TOTAL harta, BUKAN perhitungan PROGRESIF (KELEBIHAN) harta

- zakat harta untuk mobil berlaku jika mobilnya BUKAN UNTUK DIGUNAKAN SEHARI-HARI. dasarnya adalah “Tidak ada kewajiban zakat bagi seorang muslim, terkait kudanya dan budaknya.” (HR Bukhari dan Muslim) kecuali jika anda jual, maka berlaku zakat atas nilai jual mobil anda tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat.

About these ads

6 Komentar »

  1. ya , syukur ku bisa baca ini hingga tambah ilmu

    Komentar oleh hAIRULLAH — Mei 12, 2013 @ 9:01 pm | Balas

  2. bagaimana cara menentukan harga emasnya……….karena harga emasnya kan berbeda beda…..contoh harga emas 21 karat berbeda dengan yang 18 karat……..jadi yng dijadikan patokan emas yang berapa karat…….

    Komentar oleh nur — Mei 19, 2013 @ 8:11 pm | Balas

    • pertanyaan bagus, mas(?) Nur.
      harga emas yg dijadikan patokan adalah emas batangan alias logam mulia, 24 karat.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 19, 2013 @ 8:42 pm | Balas

      • Mkc atas penjelasanya…….smg bermafaat buat smua……amin..

        Komentar oleh nur — Mei 20, 2013 @ 12:50 am

  3. Apakah aset tidak berkembang seperti kredit rumah atau kredit mobil seperti yang dicontohkan di atas, dihitung sebagai harta kita dalam penentuan jumlah zakat? Karena yang saya tahu zakat harta itu dihitung dari harta yang tersimpan dan aset berkembang.

    Komentar oleh fabian — Mei 20, 2013 @ 8:17 am | Balas

    • mas(?) Fabian, insya ALLOH akan saya bahas lebih detail di artikel lain.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 21, 2013 @ 12:48 pm | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

%d bloggers like this: