Blog Tausiyah275

April 24, 2013

Penjelasan Mengenai Talak 1, 2, dan 3

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,Munakahat,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:00 am

Bismillah,

Saya pernah menulis artikel tentang perceraian (talak) di sini dan sini. Di kedua artikel tersebut, saya belum menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan talak 1, 2, dan 3. Di artikel ini, insya ALLOH saya akan menjelaskan lebih rinci mengenai hal tersebut.

Seringkali kita mendengar atau membaca “talak 3 telah dijatuhkan bla bla bla…”. Apa pengertian dari kalimat tersebut?

Talak adalah pernyataan atau sikap atau perbuatan untuk melepaskan ikatan pernikahan. Bisa juga dikatakan sebagai putusnya hubungan perkawinan antara suami dan istri dalam waktu tertentu atau selamanya.

Talak pada umumnya dilakukan oleh suami, meski sebagaimana di artikel saya sebelumnya ditulis bahwa talak juga bisa diajukan oleh pihak istri.

Apabila talak dilakukan oleh suami, maka ada beberapa jenis talak:

- Talak sunni, yakni perceraian yang dilakukan oleh suami yang mengucapkan cerai talak kepada isterinya yang masih suci dan belum disetubuhinya (sang istri beradaa dalam keadaan suci).

- Talak bid’i, suami mengucapkan talak kepada isterinya ketika sang istri dalam keadaan haid atau berada dalam kondisi suci tapi sang istri sudah disetubuhi (berhubungan intim).

- Talak raj’i, yakni perceraian ketika suami mengucapkan talak satu atau talak dua kepada isterinya. Suami boleh rujuk kembali ke isterinya ketika masih dalam iddah. Jika waktu iddah telah habis, maka suami tidak dibenarkan melakukan rujuk dengan istrinya kecuali dengan melakukan akad nikah baru.

- Talak bain, perceraian pada saat suami mengucapkan atau melafazkan talak tiga (atau ketiga) kepada isterinya. Isterinya tidak boleh diajak rujuk kembali kecuali setelah isterinya menikah dengan lelaki lain, suami barunya menyetubuhinya, setelah diceraikan suami barunya dan telah habis iddah dengan suami barunya.

- Talak taklik, yakni suami yang menceraikan isterinya dengan sesuatu sebab atau syarat. Apabila syarat atau sebab itu dilakukan atau berlaku, maka terjadilah penceraian atau talak.

Dari penjelasan di atas, maka jelaslah bahwa talak 1 dan talak 2 adalah talak (cerai) yang memungkinkan si suami untuk kembali rujuk (termasuk mengajak berhubungan intim) dengan istrinya selama masa iddah. Dari penjelasan di atas, maka talak 1 dan talak 2 masuk dalam kategori talak raj’i. Sementara jika seorang suami menyatakan talak 3 kepada istrinya, maka dia tidak boleh rujuk kecuali syarat yang telah disebut di talak bain di atas.

Lalu, apakah talak itu bersifat akumulatif? Maksudnya, jika si suami menyatakan talak 1 kemudian masa iddah si istri habis, maka otomatis langsung talak 2? Terus terang, saya tidak belum pernah menemukan dalil yg mendukung hal ini. Berdasarkan apa yg saya pelajari dan ketahui, talak 2 terjadi apabila suami telah rujuk dengan istri usai talak 1.

Jadi, misalkan suami A dan istri B menikah. Lalu A mentalak B. Ini disebut talak 1. Setelah 4 bulan, mereka rujuk. Lalu karena satu dan lain hal, A kembali mentalak B. Nah, ini disebut talak 2. Meski telah talak 2, A masih boleh rujuk dengan B. Namun jika A kembali mentalak B, yg otomatis menjadikan talak 3 telah jatuh, maka A tidak boleh rujuk lagi dengan B, kecuali B menikah dahulu dengan X, berhubungan intim, lalu si X mentalaknya (minimal talak 1), serta sudah habis masa iddahnya.

Barangkali ada yg bertanya,apakah boleh sekali talak langsung talak 3?

Pernyataan talak yang langsung talak 3 ini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Namun, jika merujuk pada ayat “Talak (yang dapat dirujuki) dua kali.” (Al Baqarah(2):229), banyak ulama yg berpendapat bahwa talak 3 hanya bisa dilakukan setelah 2 kali talak dan 2 kali rujuk.

Meski demikian, ada yg berpendapat boleh dilakukan talak langsung talak 3 dengan merujuk pada hadits berikut ini:
“Di masa Rasulullah SAW, Abu Bakr, lalu dua tahun di masa khilafah ‘Umar muncul ucapan talak tiga dalam sekali ucap. ‘Umar pun berkata, “Manusia sekarang ini sungguh tergesa-gesa dalam mengucapkan talak tidak sesuai dengan aturan Islam yang dulu pernah berlaku, yaitu talak itu masih ada kesempatan untuk rujuk. Karena ketergesa-gesaan ini, aku berharap bisa mensahkan talak tiga sekali ucap.” Akhirnya ‘Umar pun mensahkan talak tiga sekali ucap dianggap telah jatuh tiga kali talak.” (HR Muslim no 1472)

Merujuk pada hadits di atas, boleh2 saja seorang suami langsung menjatuhkan talak 3 sekaligus. Namun, seperti yg Umar katakan, bahwa perbuatan langsung talak 3 sebenarnya hal yg tergesa-gesa dan tidak sesuai dengan aturan Islam yg dulu pernah berlaku, yakni jatuhnya 2 kali talak dan 2 kali rujuk.

Karena jika seorang suami telah mentalak 3 istrinya, lalu di kemudian hari menyesal dan ingin rujuk, maka seperti penjelasan2 di atas, TIDAK DIPERBOLEHKAN RUJUK kecuali si istri telah menikah dengan orang lain, disetubuhi suami barunya, dan diceraikan (ditalak). Itu berarti mesti dilakukan akad nikah baru. Apabila si suami memaksa rujuk dan berhubungan intim, maka hal tersebut dilarang dan hubungan intimnya bisa dikategorikan sebagai zina karena dilakukan oleh pasangan yg tidak resmi (dikarenakan telah terjadi talak 3).

Silakan merujuk pada ayat.“Kemudian jika si suami menlalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.” (Al Baqarah(2):230)

Namun, seorang istri yang telah ditalak 3 tidak boleh melakukan pernikahan dan persetubuhan serta perceraian ‘pura2′ hanya agar bisa kembali ke suami sebelumnya. Hal ini juga dilarang! Pernikahan seperti ini disebut pernikahan muhalil. Akan dijelaskan di lain waktu.

Semoga bermanfaat.

About these ads

528 Komentar »

  1. Akur

    Komentar oleh Alan — Mei 27, 2013 @ 12:35 pm | Balas

  2. assalamualaikum ustd…..mohon bantuannya : saya telah menceraikan istri saya dalam keadaan tergesagesa dan emosi karena ia telah menikah lagi dengan lakilaki lain tanpa izin/sepengetahuan saya dan telah mengandung sembilan bulan. sekarang telah melahirkan. saya menceraikan melalui sms karena dia sulit untuk di hubungi sebab dia berada di madura dan saya di palembang. saya menulis sms dengan kata2 ” allah huakbar…allah huakbar….allah huakbar…saya ceraikan kamu untuk selamanya ” . pertanyaan saya apakah cerai saya ini termasuk talak 3….karena terus terang saya sangat mencintai dan menyayangi dia karena saya sudah dikaruniai seorang putra. terimakasih wassalam.

    Komentar oleh saptono — Juli 17, 2013 @ 2:55 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Saptono.

      talak yg anda lakukan, jika merujuk pada isi sms anda,termasuk pada talak 3, meski jika merujuk pada tulisan di atas, maka sesungguhnya anda baru melakukan talak 1.

      beberapa ulama menyatakan talak yg dilakukan via sms = SAH, dengan demikian maka talak yg anda lakukan insya ALLOH sudah berketetapan hukum (dari sisi agama).

      selanjutnya, anda sebaiknya pergi ke Madura untuk menyelesaikan permasalahan ini secara keluarga dan hukum negara.

      apabila memang dari sisi keluarga, istri anda sudah tidak bisa dibenahi, maka menurut saya,apa yg anda lakukan sudah benar, karena tindakan istri anda sebenarnya sudah melanggar hukum agama. ada baiknya anda mulai menatap masa depan dan mencari istri baru yg lebih sholehah.

      saran saya, sebaiknya suami-istri harus hidup berdekatan karena hidup berjauhan seperti yg anda lakukan mempunyai resiko yg sangat besar.

      demikian.
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 27, 2013 @ 3:26 am | Balas

    • maaf bagaimana jika seorang istri yang menginginkan rumah tangganya tenang tidak dicampuri orang lain tiba- tiba ditalak suami via sms yang didahului dengan bismillahirrohmanirrohim. apakah juga sah menurut hukum agama ? dan setelah 4 hari kemudian suami minta rujuk kembali karena menyesal telah memberi talak. apakah istri boleh tinggal 1 atap dengannya ?

      Komentar oleh andan — Desember 8, 2013 @ 5:48 pm | Balas

      • Assalamualaikum Ustad.. saya ingin bertanya: bagaimana jika seorang istri yang menginginkan rumah tangganya tenang tidak dicampuri orang lain tiba- tiba ditalak suami via sms yang didahului dengan bismillahirrohmanirrohim. apakah juga sah menurut hukum agama ? dan setelah 4 hari kemudian suami minta rujuk kembali karena menyesal telah memberi talak. apakah istri boleh tinggal 1 atap dengannya ? dan berapa lama masa iddah itu setelah talak 1 dijatuhkan ? Mohon penjelasannya terimakasih wassalam.

        Komentar oleh andan — Desember 8, 2013 @ 5:57 pm

  3. Talak Battah adalah talak yang dilafazkan oleh suami kepada isterinya buat selama-lamanya, umpamanya perkataan suami kepada isterinya,
    “Aku ceraikan kau buat selama-lamanya”
    Menurut pandangan Imam Syafi’e talak seumpama ini hanya jatuh menurut niatnya, jika suami berniat satu maka talak hanya disabitkan satu, tetapi jika dia berniat tiga maka talak dikira jatuh tiga.

    Komentar oleh Ustad Mohd — Juli 25, 2013 @ 9:05 am | Balas

    • terima kasih atas bantuan jawabannya :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 27, 2013 @ 3:31 am | Balas

  4. Asslamualaikum ww, saya pun megalami hal yang menyakitkan…Saya istri kedua dari seorang suami, suami marah besar kepada saya karena dikira nya saya menyudutkan istri pertama padahal sudah jelas istri pertama yang salah, Yang kemudian membuat dia marah besar tanpa mengkaji dan melihat permasalahannya dan beliau menghina saya habis2an lalu menulis sms : sudah saya talaqin. Kemudian saya merasa sangat shock, dan saya dalam keadaan haid hari kedua,,,
    Bagaimana hukumnya, sahkah talaq itu? Saya sangat mencintainya dan mengasihinya…karena beliau adalah juga seorang Juriah Rosul…Beliau adalah seorang Habaib yang baru juga mengenal tentang dirinya sendiri ini baru beberapa tahun belakangan ini dan beliau juga masih banyak belajar. Saya mendapatkan hidayah, mengenal Habaib dan kehidupan yang sebenarnya ini setelah saya bertemu dengan beliau….Saya selalu menemani perjalanan spiritual/agama kemanapun beliau pergi, sementara istri pertama hanya seorang Ibu Rumah Tangga Biasa dengan 3 anak yang manis dan lucu, dan aktivitasnya berdagang pakaian…Mohon penjelasan.

    Komentar oleh NOVA — Juli 30, 2013 @ 7:42 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Nova, terus terang kami cukup sulit memberikan solusi.
      namun jika merujuk pada http://tausyiah275.wordpress.com/2011/05/14/rukun-talak/ disebutkan bahwa:

      4. Talak tidak dilakukan pada saat marah, gila atau hilang akal (mabuk).
      Pada saat terjadi pertengkaran rumah tangga, seringkali kata “cerai” muncul dan dilontarkan oleh suami. Insya ALLOH talak yg dilakukan pada saat pertengkaran (dalam kondisi marah) tidak berlaku. Hal yg sama jika si suami mendadak gila atau sedang mabuk, lalu menceraikan istrinya, maka hal ini tidak masuk hitungan talak.

      dengan demikian, talak yg dilakukan oleh suami mbak Nova bisa dikatakan tidak sah!

      ada baiknya mbak Nova bertemu bertiga (dengan suami dan istri pertama) dan merundingkan baik-baik permasalahan yg dihadapi, termasuk talak dari suami mbak Nova.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 5, 2013 @ 8:19 am | Balas

      • bukanya talak yang di ucapkan pada saat marah itu malah terjadi atau sah? karena sebagai hukuman. kalo gak salah saya pernah denger dr pak ustad waktu ngaji fathul qorib

        Komentar oleh fuad — Oktober 5, 2013 @ 8:45 pm

      • mas Fuad,
        yg saya pahami, saat marah itu setan lebih menguasai pikiran kita sehingga seringkali kita tidak sadar dg apa yg diucapkan.
        saya tidak tahu persis rujukan pak ustad anda, bisa jadi dia benar.

        saya hanya mengikuti apa yg saya tahu dan saya yakini (tentunya dengan dasar yg jelas).

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 6, 2013 @ 11:59 am

      • iya kalo menurut saya (seorang perempuan yg pernah menikah), dimana2 seorang laki2 itu mentalak istri ketika sedang marah dan emosi.

        Komentar oleh sucie — Oktober 22, 2013 @ 6:45 pm

  5. assalamualaikum ihwan sy mau bertaxak dalam posisi emosi apakah sah talak dr suami terhadap istrixa trimakasih wsslm.

    Komentar oleh samui. — Agustus 4, 2013 @ 8:24 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas(?) Samui, merujuk pada artikel di http://tausyiah275.wordpress.com/2011/05/14/rukun-talak/ disebutkan bahwa:

      4. Talak tidak dilakukan pada saat marah, gila atau hilang akal (mabuk).
      Pada saat terjadi pertengkaran rumah tangga, seringkali kata “cerai” muncul dan dilontarkan oleh suami. Insya ALLOH talak yg dilakukan pada saat pertengkaran (dalam kondisi marah) tidak berlaku. Hal yg sama jika si suami mendadak gila atau sedang mabuk, lalu menceraikan istrinya, maka hal ini tidak masuk hitungan talak.

      Jadi, jika suami emosi dan menyatakan talak, maka talaknya (insya ALLOH) TIDAK SAH.
      Agar lebih jelas,ada baiknya anda mendatangi pengadilan agama terdekat.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 5, 2013 @ 8:16 am | Balas

  6. assalamualaikum wr wb…
    mohon bantuan untuk penjelasannya tentang permasalahan yang saya hadapi…
    pada tanggal 19 Juli 2013 lalu suami saya mengucapkan kata TALAK 3 dalam keadaan marah hanya karena masalah sepele d depan ibu kandung saya…
    yang ingin saya tanyakan : apakah talak yang d jatuhkan oleh suami saya itu sah? karena menurut penjelasan dari bapak mantan KUA d tempat saya mengontrak rumah walaupun yang d ucapkan talak 3 tapi sebenarnya yang jatuh itu talak 1 karena baru x ini ada saksi yang mendengarkan yaitu ibu saya…
    bagaimana penyelesaian dari masalah saya ini. mohon penjelasannya admin. karena suami saya ini gampang sekali d pengaruhi oleh keluarganya yang notabene ajaran agamanya salah…
    terima kasih…

    Komentar oleh Dessy — Agustus 13, 2013 @ 10:14 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Dessy,
      1. talak tidak perlu saksi
      2. talak 3, seperti saya tulis di artikel, TIDAK BISA langsung dijatuhkan. saya menganut pendapat ini

      jadi, menurut pemahaman dan saran saya:
      1. pernikahan mbak Dessy (insya ALLOH) masih sah
      2. perbanyak komunikasi dengan suami untuk berbagai hal, terutama terkait hal-hal yg dirasa bisa mengganggu bahtera rumah tangga
      3. ajak suami untuk memperbanyak belajar ilmu agama (yg benar), misalnya dengan mendatangi pengajian terdekat

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 18, 2013 @ 3:17 am | Balas

  7. Ustadz, mohon pencerahanya …
    masa lalu saya sangat buruk, tapi insyaallah saya telah bertaubat nasuha, Ustadz … semoga Allah menerima taubat saya, Amin Ya Rabb…

    1. tahun 2005, saya menikah dalam keadaan hamil 4 bulan.
    2. tahun 2010, suami berucap dalam keadaan marah seperti ini, ” mulai sekarang, kita bukan suami istri lagi.”
    3. tahun 2011, karena baru mengetahui akad nikah dlm keadaan hamil tidak sah, kami menikah ulang dengan wali ayah kandung saya sendiri, 2 org saksi
    dan memakai mahar saya yg lama.
    4. suami pernah keluar kota dlm waktu lama dan selalu janji besok dan besok mau pulang tapi blm plg2 jg. samapai saya jengkel sms begini, ” kalau kamu
    besok gak pulang juga, berarti kamu udh nyerein aku.” lalu suami balas, “iya.” dan ternyata besoknya suami saya tdk jadi pulang.
    5. akhir tahun 2012, suami pernah sms begini, “terserah kamu aja sekarang, kalo mau cerai ya cerai.”
    6. awal tahun 2013, kami bertengkar hebat, saya bilang suami, “ceraikan aku!!” suami diam saja malah ngeloyor pergi. saya kejar dia dan tarik lengan bajunya
    sambil bilang lagi, “ceraikan aku.” suami menoleh sambil bilang, “apa sih??!!” lalu jalan menjauh. saya makin emosi, saya tarik bajunya lebih keras sambil
    bilang, “ceraikan aku!!” suami membalikkan badan dengan wajah yang sangat marah dia berteriak, ” iya!!! kamu kuceraikan!!!” saya tanya lagi, “talak
    berapa ?!” lalu suami menjawab, “talak tiga!!”
    7. 3 bulan yang lalu, kami bertengkar lagi dihari jumat, disela2 pertengkaran saya suruh suami sholat jumat, suami saya malah membalikkan badan ditempat
    tidur sambil mejemin mata. saya jengkel lihat dia seperti itu, saya dorong pungungnya dgn keras lalu saya berdiri dan pergi kedapur. tidak saya sangka
    ternyata suami saya berdiri dengan sangat marah dia bilang seperti ini, “ooo kamu berani main kasar ya sekarang.” lalu suami saya memukaul pipi saya
    tapi tidak keras. setelah itu dia berkata dengan sangat emosi, “iya, aku ikuti apa maumu sekarang. kita cerai, cerai.” (perlu Ustadz ketahui 2 bulan sebelum
    pertengkaran terjadi suami ketahuan selingkuh dgn pelacur janda beranak satu, suami sudah selingkuh selama 4 bulan. waktu bertengkar suami
    sudah minta maaf dan menunjukkan perubahan dgn cara menjalin hub baik dgn saya dan mau mengerjakan sholat 5 waktu.)
    8. idul fitri hari kedua yg lalu, suami mengatakan pada saya kalau dia benar2 sudah putus asa dgn hidupnya. karena sejak suami berselingkuh, hutang suami
    sangat banyak, teman2nya pada menjauh darinya, mobil sama motor diambil sama bosnya. suami mencari uang sangat susah walau hanya buat makan
    lebih sering saya yang mencukupi kebutuhan rumah tangga, kebetulan saya bekerja. suami bilang seperti ini, “aku udh benar2 putus asa dengan hidupku,
    otakku benar2 tertutup aku harus bagaimana sekarang. mencari uang buat makanpun aku gak bisa. aku benar2 putus asaa, kita cerai juga gak pa pa.”

    yang mau saya tanyakan, Ustadz …

    1. apakah akad nikah saya yg pertama sah? karena KUA mensahkan pernikahan saat hamil dan tidak perlu melakukan akad nikah ulang.
    2. kalau akad nikah saya yg pertama tidak sah, apakah akad nikah ulang saya itu sudah benar dan sah?
    4. bagaimana status pernikahan saya saat ini megingat sudah berulang kali suami saya mengucapkan kata2 cerai ?
    5. bagaimana nasab anak saya?

    Ustadz, saya mohon tolong jawab pertanyaan saya, jujur saya sering bertanya kepada ustadz2 lain, tapi saya masih ragu …
    saya sekarang masih tinggal satu rumah dengan suami saya, saya takut kalau nanti kami berzinah, saya benar2 takut itu terjadi, Ustadz… karena saya benar2 takut akan dosa sekarang, Ustadz …
    perlu Uztadz ketahui juga kalau suami saya berasal dari keluarga cina keturunan yg agama campur2 dirumahnya. papanya dulu konghucu, mamanya jawa islam, kakanya kristen.
    pengetahuan agama suami saya sangat minim, kalau lagi marah atau suntuk, suami saya sering tidak sholat.
    saya sering istigharoh minta petunjuk, hati saya lebih ke arah perceraian tapi kadang2 perasaan hati saya sangat berat dan sedih.
    tolong saya, Ustadz… biar hati ini tidak ragu dan bimbang lagi …
    terima kasih banyak sebelaumnya, Ustadz …
    Assallammualaikum, wr. wb. …

    Komentar oleh Layana — Agustus 14, 2013 @ 12:09 am | Balas

    • maaf mbak Layana, saya baru bisa merespon pertanyaan anda sekarang.

      1. pada saat hamil 4 bulan,dengan siapa anda menikah? Apakah dg orang yg menghamili anda atau bukan? karena ulama melarang perempuan hamil menikah, kecuali dg orang yg menghamilinya.

      2, 4, 5, 6, 7, 8. saya jawab di bagian akhir

      3. berarti anda menikah dg laki2 yg bukan menghamili anda (mohon koreksinya jika salah)

      1. sudah saya jawab di no 1 di atas

      2. insya ALLOH benar

      3. ??

      4. jika saya perhatikan, ucapan talak dan cerai yg dilontarkan mbak Layana dan suami lebih sering dikarenakan emosi (marah). merujuk pada artikel http://tausyiah275.wordpress.com/2011/05/14/rukun-talak/, disebutkan bahwa talak/cerai hanya sah jika dilakukan dalam kondisi tidak marah (poin 4). kecuali memang suami/mbak Layana kondisinya sedang tenang lalu mengajukan cerai dg alasan yg masuk akal (bukan karena emosi), maka talak/cerai bisa menjadi sah.

      5. nasab anak anda yg mana? anda belum bercerita ttg anak2 anda. jadi saya belum bisa menjawabnya.

      ada baiknya mbak Layana mengajak suami utk menghadiri pengajian untuk menimba ilmu agama sehingga kehidupan rumah tangganya bisa lebih baik karena ada panduan agama.

      Demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 20, 2013 @ 9:02 am | Balas

      • Asallammualaikum, Ustadz .. maaf sy sambung lagi … sy harap Ustadz tdk keberatan …
        Sy menikah dgn suami ( yg menghamili saya, Ustadz
        akad nikah saya yg mana yang sah, Ustadz ?
        karena banyak ulama mengatakan tidak sah menikah dalam keadaan hamil walaupun dengan laki laki yang menghamilinya.
        saya benar2 ragu untuk melanjutkan rumah tangga saya, Ustadz … saya takut suami saya telah menjatuhkan talak 3 kpd saya, saya takut km berzinah, Ustadz.
        sekarang yang ada dalam pikiran saya hanyalah perceraian karena saya tdk mau menjalani rumah tangga dalam keragu- raguan akan masih sah atau tidak pernikahan saya. saya benar2 kalut, Ustadz …
        benarkah keputusan saya, Ustadz ? saya mohon nasehatnya, Ustadz …
        terima kasih banyak atas perhatian Ustadz semoga Allah membalas dgn kebaikan yang berlipat ganda kpd Ustadz, Amin Ya Allah …

        Komentar oleh Layana — Agustus 27, 2013 @ 10:08 pm

      • wa’alaykumsalam wr wb

        mbak Layana, jika saat anda hamil lalu menikah dg laki2 yg menghamili anda, maka insya ALLOH sah.

        memang ada perbedaan madzhab utk hal ini. namun, saya menganut dan meyakini madzhab yg membolehkan menikah saat hamil asalkan dg laki-laki yg menghamilinya.

        tidak perlu ragu2, karena ragu2 sesungguhnya berasal dari setan. belajar lagi ilmu agama untuk mengusir keragu-raguan itu.

        yg perlu mbak lakukan sekarang, membenahi kehidupan mbak + keluarga terutama ke depannya. jadikan kesalahan masa lalu sebagai pembelajaran yg tidak perlu diulangi lagi.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 28, 2013 @ 5:53 am

  8. Apakah bercerai harus Ada saksi Dan istri diantar kembali ke orang Tua Nya ?

    Komentar oleh Ryan adhitiya — Agustus 14, 2013 @ 1:40 pm | Balas

    • mas Ryan,

      bercerai, pada umumnya dilakukan di pengadilan agama, terutama jika pernikahan tersebut resmi (melalui KUA).
      hal ini dikarenakan negara mesti mencatat status dari masing-masing pihak.

      dengan demikian, dikarenakan dilakukan di pengadilan agama, otomatis ada saksi yang mengetahui.

      mengenai mengantar (mantan) istri kembali ke orang tuanya, itu tergantung pada sikap.
      pada saat anda menikah dahulu, anda tentunya sudah ‘minta’ dengan cara baik-baik. nah, apabila memang tidak ada kecocokan, maka (jika anda punya etika dan cukup beradab) SUDAH SEHARUSNYA anda juga mengembalikan dengan cara yang baik-baik. :-)

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 18, 2013 @ 3:20 am | Balas

      • Assallamualaikum, Ustadz …
        kalau ustadz tidak sibuk, mohon pertayaan saya yg no 7 dijawab ya Ustadz …
        sy sangat menunggu jawaban dari Ustadz … terimakasih banyak sebelumya, semoga Ustadz dan keluarga selalu diberikan, kesehatan, kebahagian dan kesuksesan dunia akhirat, Amin Ya Rabb …

        Komentar oleh Layana — Agustus 19, 2013 @ 8:25 am

      • wa’alaykumsalam wr wb,

        sudah saya balas ya mbak Layana :-)

        terima kasih doanya, aamiin, semoga mbak Layana dan keluarga juga demikian, aamiin

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 20, 2013 @ 9:03 am

  9. Salam.. sy sedang berbincang dgn isteri bab cerai.. lalu sy berkata dgn niat contoh dan mengajar.. ” cerai 100 ” .. maka jatuh talak 3 saya terangkan pada isteri mengikut mazhab syafie… ada ucapan cerai 100 itu jatuh talaknya walaupun bukan niat cerai .. tp niat mengajar? Dan sy tidak menyebut aku atau engkau dlm ucapan itu….

    Komentar oleh si fakir — Agustus 15, 2013 @ 12:34 am | Balas

    • hi si fakir,

      jika diniatkan untuk mengajar, maka insya ALLOH tidak mengapa. asal tidak diniatkan dg sungguh2 ucapan tersebut :-)

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 18, 2013 @ 3:21 am | Balas

  10. Assalaamualaikum wr wb.
    Bapak ustadz yg saya hormati,saya baru baru ini mengucapkan talak pada istri saya,dan semua itu saya lakukan dgn sangat terpaksa karena atas desakan dari istri saya jika kami sedang bertengkar.Pertanyaan saya:

    1.Apakah ucapan talak itu WAJIB ada saksi yg
    mendengar?

    2.Talak bid’i,spt yg telah dijelaskan di atas dihukumkan haram dan berdosa,pun telah saya lakukan,karena ketidaktahuan saya ttg ilmu(saya memohon ampun dan bertaubat kpd Allah atas perbuatan saya itu).Maaf,saya telah menggauli istri saya di masa suci saat talak itu saya ucapkan.
    Bila talak itu adalah yg ketiga,apakah saya diharuskan dahulu utk merujukinya hingga dia suci lalu mengucapkan talak kembali?

    3.Saya ragu ragu,pernah mengucapkan talak dua
    atau tlh tiga kali dlm masa yg berbeda.kalau saya
    mengucapkan talak dua kali,berarti masih ada kesempatan utk rujuk kembali,namun saya juga
    ragu,jgn jgn tlh saya ucapkan tiga kali,dan saya sangat
    takut akan melanggar hukum Allah.Bila
    dianggap tlh saya ucapkan tiga kali,saya jg tidak
    yakin.yg pasti yg saya sngt yakin tlh saya ucapkan
    dua kali dan itu sngt saya ingat(yg terakhir ini saya menghadirkan saksi,karena yg sebelumnya tidak diakui oleh istri saya karena tidak ada saksi).namun yg
    satu,mungkin dimasa yg lampau,saya tdk ingat
    apakah pernah saya ucapkan.Bagaimanakah harus diputuskan utk saya?

    Belakangan,istri saya tersebut menyatakan penyesalannya dan berharap bisa bersatu kembali.Saya malah menjawab serampangan,bahwa talaknya telah jatuh tiga kali dan tidak dapat dirujuki kembali.Dia makin tertekan dan sangat menderita dgn pernyataan itu.Saya juga sangat mencintai istri saya,walaupun mungkin ini skrg adlh pernyataan saya yg sia sia.

    Jadi saya memohon pencerahan dan fatwa dari bapak ustadz ttg masalah saya ini secepatnya.Apapun konsekuensi hukumnya akan saya terima berlapang dada karena saya sadar akan kesalahan fatal dan segala tindakan tergesa gesa yg telah kami lakukan.

    Terimakasih saya ucapkan sebelumnya.
    Wassalaamualaikumwrwb.

    Komentar oleh khairul amri — Agustus 15, 2013 @ 9:36 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Khairul

      1. talak tidak wajib ada saksi.

      2. alhamdulillah, semoga ALLOH SWT menerima tobat anda. jika sudah talak 3, maka istri anda mesti menikah dg orang lain (B), bercerai, baru boleh anda nikahi lagi.

      3. untuk hal ini, saya juga sulit memberikan jawaban. ada baiknya anda coba menghubungi ulama setempat utk minta sarannya secara langsung. namun jika merujuk pada pernyataan anda, bahwa:

      Belakangan,istri saya tersebut menyatakan penyesalannya dan berharap bisa bersatu kembali.Saya malah menjawab serampangan,bahwa talaknya telah jatuh tiga kali dan tidak dapat dirujuki kembali.

      nampaknya anda sudah menjatuhkan talak 3. rujuk kembali bisa dilakukan, dengan catatan istri anda menikah dulu dg orang lain (B), seperti saya sampaikan di atas.

      kesimpulan:
      - mas Khairul telah menjatuhkan talak 3 kepada istri.
      - rujuk dengan istri bisa dilakukan jika si istri menikah dulu dg orang lain (B), lalu bercerai. selain dg cara itu, tidak bisa.

      semoga mas Khairul bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, terutama untuk lebih mengendalikan emosi.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 20, 2013 @ 9:11 am | Balas

  11. Assalamu”alaikum….ustadz ,
    Begini ustadz saya dan istri bersitegang di picu karena ada omongan mungkin yang menyinggung perasaan dia walau niat saya awalnya hanya untuk bercanda dan menasehati ,itupun by phone karena istri saya lagi pulang di tangerang saya di kalimantan ,nah kemudian di DP BBM nya di pasang tulisan yang isinya kurang lebih demikian ” pada awalnya kita bangga dengan pilahan kita , tetapi setelah menjalani hidup beberapa saat ternyata tidak seperti yang kita harapkan ,dan pilihan itu bisa berubah menjadi pilihan lain ,yang akhirnya harus kita jalani sepanjang usia kita ” , terus saya tanyakan apakah itu betul ,dia menjawab benar ,di tambahin lagi dia agak merasa beban karena saya terlalu fanatik kepada agama ,tetapi saya merasa biasa” saja ,mendengar itu saya sempat sakit rasanya hati saya ,dan dari pada saya hidup dgn orang yang tidak mencintai saya hingga akhirnya saya mengirim BBM kepadanya ” jika aku memang bukan pilihan yang terbaik bagimu , terserah kepadamu ,aku samikna wa’atokna ajah ” degan niatan saya juga tidak mau menjadi beban dia ,tetapi saya juga tidak ada niatan untuk menceraikan dia , setelah itu saya diam seribu bahasa ,akhirnya dia mengaskan apa kata” saya berarti dia mentalak dia dengan talak 1 ? Dia juga tidak akan minta cerai kepada saya samapai saya menceraikan dia ,tetapi saya tidak menjawab apapun ,karena sampai sekarang saya juga tidak berniat menceraikan dia , tetapi lama kelamaan saya menjadi bimbang dan takut juga apakah pernyataan saya lewat BBm itu termasuk talak1 ??

    Demikian ustadz , saya menunggu pencerahan dari ustadz ,atas jawabannya saya ucapkan jazakallahu khairan katsir .
    Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

    Komentar oleh Imam .S — Agustus 19, 2013 @ 5:48 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Imam

      sepanjang anda tidak secara jelas mengucapkan cerai/talak, maka tidak bisa dikatakan talak telah jatuh.

      saran saya:
      1. perbanyak komunikasi dengan istri, terutama jika ada hal2 yg mengundang salah paham seperti yg telah terjadi.
      2. hindari melakukan hal2 yg bisa mengundang salah paham, termasuk memasang DP BBM seperti itu
      3. tidak mudah terpancing emosi dg hal2 yg mengundang salah paham.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 20, 2013 @ 9:14 am | Balas

  12. Ustadz….kami sdh bercerai dgn talak 1 dgn keadaaan sangat emosi tp keesokan harinya suami mengajak berhub. …bagaimana hukumnya ini..mohon penjelasannya..

    Komentar oleh dhin — Agustus 22, 2013 @ 7:52 am | Balas

    • mbak Dhin,

      jika talak 1, maka boleh saja suami mengajak berhubungan, tapi dg catatan sudah rujuk selama masa iddah (+/- 40 hari).

      talak ini disebut talak raj’i (silakan baca keterangan di atas)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 22, 2013 @ 2:14 pm | Balas

      • maaf ustad saya mau tanya…rujuk itu apa cukup dg kata-kata saja??? misalnya menyatakan penyesalan karena sdh mengucapkan kata cerai? mohon jawabannya ustad…trimakasih

        Komentar oleh elirahma — Maret 13, 2014 @ 1:19 pm

      • betul, mbak Eli Rahma.
        rujuk bisa dilakukan cukup dengan kata2, tidak perlu hal2 lain.

        saran saya: ajakan dan persetujuan rujuk ini diketahui (minimal) 2 orang, untuk menghindari fitnah.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 16, 2014 @ 3:50 am

  13. Ass.saya mau tanya bagimana jika seseorang laki laki menikah secara siri dgn wanita dan dikarunia anak. Dalam perjalananya terjadi perselisihan dan sang istri memaksa suami menbuat surat pernytaan yg menyatakan jk suami melakukan hal yg tdk diridhoi istrinya mk jatuhlah talak satunya. Pada suatu waktu ada prilaku suami yg tdk diridhoi istrinya. Sang istri mengangap talaknya sudah jatuh. Sedang menurut suami belum karena dia membuat surat itu karena terpaksa. Pertanyaan saya pendapat siapakah yang benar? Bagaimana tatacara talak dlm islam.terimakasih.wass

    Komentar oleh aang — Agustus 25, 2013 @ 8:44 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas Aang, jika anda memang tidak menyetujui isi surat pernyataan, maka semestinya anda tidak perlu menandatanganinya.
      yg ingin saya ketahui, apakah isi surat pernyataan itu? karena talak tidak bisa dilakukan sembarangan hanya berdasar syarat tertentu, terutama yg memang bertentangan dg syar’i (hukum Islam).

      saat ini, saya belum bisa memutuskan siapa yg benar hingga saya mengetahui isi surat pernyataan tersebut.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 28, 2013 @ 5:58 am | Balas

      • Isi surat pernyataaan tersebut bahwa jika suami melakukan hal hal yang kemudian istrinya tidak ridho maka istri dapat mengunakan surat pernyataan tersebut dan jatulah talak satu kepadanya. Tapi karena kami menikah siri maka istri bingung juga surat itu mau diajukan kemana? Dan suamipun tdk berniat untuk menceraikanya dan belumpernah mengucapkan lafal talak. Saat ini kami berniat memperbaiki hubungan tapi istri bingung talaknya sdh jatuh belum.

        Komentar oleh aang — September 7, 2013 @ 6:26 pm

      • mas Aang,

        ada baiknya anda menghubungi ustad/kiai terdekat untuk mendapatkan penjelasan yg lebih rinci mengenai hal ini.

        dari sisi saya, saya melihat surat pernyataan tersebut sifatnya terlalu berlebihan, terutama untuk “hal2 yg istri tidak ridho” itu batasannya seperti apa? dengan kata lain, surat pernyataan seperti ini semestinya tidak perlu dibuat karena tidak jelas. jikapun sudah dibuat, semestinya tidak perlu disepakati/ditanda tangan karena isinya memang tidak jelas. :-)

        jika talaknya masih talak 1, maka anda dan istri masih bisa rujuk.
        jika anda dan istri masih ragu, seperti saya tulis di atas, anda bisa bertemu dan minta penjelasan ke kiai/ustad terdekat.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 7:50 pm

  14. Assalamuallaikum Wr. Wb. Ustad,

    Ini yang terjadi pada diri saya 4 bulan lalu saya pertengkar hebat dengan suami dan endingnya suami benar benar meminta buku nikah istri yang saya punya untuk di proses ke pengadilan, tentunya dengan berlafaz “saya akan ceraikan kamu dan ini buku nikah mu akan saya bawa ke pengadilan agama!!!”. Diwaktu sebelumnya tepat 3 tahun yang lalu sewaktu saya sedang mengadung anak kedua diapun sudah mengucapkan dan berniat menceraikan saya. Pada saat itu saya masih sangat minim pengetahuan tentang perceraian dan masih melonta-lonta meminta belas kasihan mempertahankan keluarga kami dan memikirkan 2 anak kami yang masih kecil-kecil. Namun seiring berjalannya waktu, keadaan kami makin terpuruk dan bathin saya sangat sakit sampai pada puncaknya saya tersadar untuk lebih baik pisah/cerai dengan dia. Dulu, saya yang amat memikirkan kondisi kesehatan dan kesejahteraan demi kelangsungan hidup saya dan anak-anak saya sangat takut apabila benar-benar terjadi perceraian ini. Tapi di tahun ini kesabaran saya benar-benar sudah diambang batas, karena tabiat dia yang sering bilang kata CERAI !!! bahkan kalau saya hitung dari 3 tahun yang lalu sudah 10 kali lebih dia ucapkan itu. sayapum sudah mengalami dimana waktu saya diceraikan dalam kondisi hamil, kondisi haid dan lain-lain. Kemudian dia bujuk raju kembali lagi dan meminta maaf dan mengajak melakukan hubungan intim lagi kepada saya. Sepengetahuan kami berdua, talak kami ini sudah talak 3. Sekarang saya sedang dimasa dimana menunggu panggilan ke pengadilan yang sampai sekarangpun dia belum memprosesnya, dia menggantungkannya.

    Pertanyaan saya Ustad :
    1. Apakah benar kami sudah talak 3 sekarang, karena saya pribadi sudah 4 bulan tidak dinafkahi bathin dan material oleh dia, walaupun anak-anak masih dinafkahi? Dia berselingkuh dan sudah jauh melakukan hubungan itu sejak saya hamil anak kedua. Sayapun setelah tahu dia berselingkuh saya pernah melakukan perselingkuhan.
    2. Apakah kami sudah benar SAH bercerai secara Agama?
    3. Dengan cara apa kita bisa rujuk kembali? apakah benar harus saya sebagai perempuan menikah dengan orang lain lagi? karena dia sudah mulai merajuk lagi untuk rujuk kembali tapi seperti biasa saja seperti tidak terjadi apa apa, maunya hanya dengan melakukan hubungan intim lagi. Dan kesangsian saya yang besar muncul di benak karena tabiat dia ini selalu berubah-ubah dan menyepelekan perkataan nya/orang lain.
    4. Apakah benar ada yang namanya cerai rejeki ? Boleh dijelaskan apakah itu artinya?

    Pada dasarnya saya juga mencintainya, tapi dengan keegoisan dan segala permainannya. Saya sudah diambang batas kesabaran saya, ssampai saya ragu apakah ini akan berhasil apabila kita menjalaninya lagi. sekarang saya hanya tinggal bersama anak-anak saya dan 50% kehidupan rumah tangga masih dia berikan.

    Terima kasih Ustad atas jawabannya.
    Wassalamuallaikum Wr. Wb.

    Komentar oleh Bella — September 4, 2013 @ 7:55 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mbak Bella, saya ikut berduka cita dengan peristiwa yang dialami anda.
      saya akan coba bantu menjawab sesuai dengan kapasitas dan pengetahuan yang saya miliki.

      1. di buku nikah, seingat saya dituliskan jika suami tidak memberi nafkah wajib (batin + materi) selama 3 bulan berturut-turut maka anda berhak untuk mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama, disertai bukti2 yg mendukung. yg mesti diperhatikan adalah: TALAK BELUM JATUH hingga pihak pengadilan mengeluarkan keputusan.

      2. bercerai tidak bisa dikatakan sah, karena tidak ada pernyataan cerai keluar dari suami anda yg dilakukan dg kondisi yg tenang (tidak emosional ataupun dipaksa).

      3. jika talak 1-2, maka anda bisa rujuk kembali. jika sudah talak 3, maka anda mesti menikah dahulu dengan orang lain kemudian bercerai, baru bisa rujuk kembali.

      4. saya belum pernah mendengar cerai rejeki.

      jika mbak Bella memutuskan untuk bercerai, maka anda mesti mempersiapkan diri untuk menghidupi keluarga. saya tidak bermaksud menjatuhkan mental anda, justru saya ingin anda agar tidak cengeng. :-)

      saya mempertanyakan pernyataan “50% kehidupan rumah tangga masih dia berikan.” ini bukankah dia masih memberikan nafkah materi?

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 7:26 pm | Balas

  15. Apakah Kªl☺ rujuk saat talak 1 & 2, hrs ada saksi? Lalu, apabila istri menolak utk rujuk krn sdh tdk bs lg melanjutkan pernikahan, apakah istri berdosa? Mohon penjelasannya. Mksh

    Komentar oleh Ratih Amaranti — September 6, 2013 @ 7:36 pm | Balas

    • mbak Ratih,

      1. talak tidak perlu saksi
      2. istri punya hak juga untuk menolak rujuk terutama jika memang kondisi pernikahan sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. jadi, insya ALLOH tidak berdosa.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 7:27 pm | Balas

      • Assalamu’alaikum ustad,
        Suami pernah blg spt ini:
        1. Lbh baik kamu pulang ke rmh ortumu. Km yg pergi atau aku yg pergi
        2. Pas suami mnt hub suami istri, sy mmg menolak krn kondisi lelah & tdk mood. Dia marah & blg, lebih baik qta pisah, hidup sndr2 saja. Apakah trmsk talak? Apa sy berdosa krn menolak saat kondisi sy sedang lelah?
        3. Stlh serng bertengkar, dia jg prnh blg, Kªl☺ sy mau cerai, percuma Kªl☺ alasan hny krn tidak cocok. ªķΰ akan sewa perempuan utk pura2 jd istriku biar cpt prosesnya.
        4. Yg terakhr, dia blg, Kªl☺ mmg mau cerai, sy yg hrs ajukan ke P.A & dia mau tanda tangan menyetujui

        Dr smw perkataan suami sy di atas, tlg dijelaskan, apakah sy sudah ditalak? Kira2 talak berapa? Krn sy bnr2 butuh penjelasan.
        Makasih

        Komentar oleh Ratih Amaranti — September 9, 2013 @ 9:01 pm

      • wa’alaykumsalam wr wb

        mbak Ratih, jika melihat kronologis cerita anda, saya melihat tindakan suami anda BELUM termasuk kategori talak karena TIDAK DISEBUTKAN secara JELAS (alias menggantung).

        ‘ajakan’ untuk hidup berpisah bisa diartikan sebagai upaya untuk berpikir lebih jernih dahulu, menghindari tindakan emosional.

        adapun untuk no 4, saya melihat suami anda memang menginginkan terjadi perceraian namun dia menolak menjadi pencetus cerai.

        Jika mbak Ratih memang ingin bercerai, anda bisa lakukan poin no 4, yakni pergi ke pengadilan agama untuk mengajukan gugatan cerai. namun, yg perlu diperhatikan adalah alasan mbak Ratih mengajukan cerai mesti cukup logis dan ada bukti. karena bisa saja suami anda tiba2 menolak perceraian dan malah menuduh anda dg macam2 alasan dan hal2 lain.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 15, 2013 @ 7:45 am

  16. ass. mohon bantuannya pak ustad saya memang salah pada istri saya
    1. saya ga ada komunikasi selama sebulan lebih
    2 .saya telat memberikan nafkah
    akhirnya sy pulang sesampai dirumah sy minta maaf kepada istri sy atas kesalahan saya, tetapai istri marah dan tidak mau lagi dengan saya katanya lupakan saya dan cari lagi dengan orang lain sedangkan saya tidak mau berpisah dengan istri saya, karena saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya maka saya pulang dan memberikan nafkah saya selama dua bulan tetapi dia tidak mau menerima akhirnya dikembalikan lagi ke saya dan saya terima, saya bingung karena istri ga mau lagi ama saya akhirnya saya kembali lagi ke jakarta dan saya belum engucapkan kata kata
    pertayaan saya apakah saya masih sah menjadi suaminya apakah saya sudah masuk talak ?
    wss. pak ustad

    Komentar oleh beruangmadu25 — September 7, 2013 @ 1:53 am | Balas

    • mas Beruang Madu,

      dalam hal ini memang kesalahan di pihak anda, meski sebenarnya hal ini bisa dihindari.

      solusinya, menurut saya, anda coba lebih banyak berkomunikasi dengan istri dan keluarganya. anda jelaskan alasan anda tidak berkomunikasi dan terlambat memberikan nafkah. anda mesti bisa meyakinkan istri dan keluarganya bahwa hal ini tidak akan terulang lagi, tentunya dengan ‘hukuman’ yg mesti anda terima jika anda melanggarnya.

      insya ALLOH belum masuk talak, karena:
      1. keterlambatan memberi nafkah masih kurang dari 3 bulan
      2. istri anda tidak melaporkan hal ini ke pengadilan agama

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 7:31 pm | Balas

  17. Asskum ustadz,sy makruf dari Solo mau bertanya.ceritanya begini ustadz,1minggu yang lalu saya sempat marah besar kpd istri saya karena dia pergi ke semarang untuk mengikuti sosialisasi lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat(PKBM) pdhl wkt itu kondisi badan saya krg fit&lg ada masalah dikantor&itupun istri saya tau kemudian dia mnt ijin saya untuk pergi ke semarang dan saya jawab”kalau itu obsesimu&km antusias” ya brgktlah…kata2 saya ini mengandung kontek apakah istri saya bisa mengerti kata2 saya.kemudian hari minggu dia mnt ijin ke saya lagi,tp saya diam saja(dlm hati saya,apa km”istri” tidak tau kondisi saya sekarang ini?),tetapi dia nekat pergi…kemudian saya mengucapkan kata2″kamu tidak usah lagi kembali kerumah ini”,selang 2hari saya sms isteri saya”km minta cerai saja dariku”dan saya jg sempet mengatakan”km gk cuman saya talak,tetapi juga kuceraikan”
    *memang pekerjaan saya belum tetap&pny pghsilan tetap(Wiyata Bakti di salahsatu Madrasah di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah,begitu juga istri saya namun beda Satuan Kerja…dengan berbagai masukan dari saudara2 saya mengatakan”kalau km sangup&bisa memberi nafkah istri kamu serta istri kamu gk kamu ijinkan bekerja ya itu tanggungjawab kamu”,saya sendiri sebenarnya jg berusaha mencari penghasilan tambahan biar bisa mencukupi kebutuhan keluarga.
    *Istri saya bekerja di 2 tempat:
    1. disalahsatu Madrasah juga di kabupaten karanganyar
    2. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
    yang saya tanyakan:
    1. apa hukumnya bagi saya mengucapkan kata2 itu meskipun lewat sms?
    2. apa hukumnya istri saya yang pergi yg ada dalam kontek maksd saya diatas?
    Mohon pencerahan&jawabannya ustadz,terima kasih.Jazakumulloh

    Komentar oleh Makruf Bellamy — September 7, 2013 @ 8:54 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Makruf.

      di masa depan sebaiknya dihindari kalimat/pernyataan yg ‘menggantung’ seperti yg sudah anda lakukan. karena istri anda tidak (belum tentu) paham apa kemauan anda, sehingga saya pikir wajar jika istri anda lantas tetap ‘ngotot’ pergi ke acara sosialisasi.

      lalu jangan mudah emosi. hanya karena anda tidak menyampaikan secara jelas kemauan anda sehingga istri anda salah paham, maka sebagai pemimpin yg baik, hendaknya anda introspeksi dahulu sebelum dg mudah mengucapkan kata cerai/pisah/talak.

      1. mengucapkan talak/cerai/pisah, ada beberapa ulama yg membolehkan ada juga yg tidak. saya sendiri menganut pendapat bahwa cerai/talak mesti disampaikan langsung, tidak melalui sms

      2. hukum istri anda yg tetap pergi, tidak salah karena anda sendiri tidak secara jelas menyampaikan keinginan anda.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 7:44 pm | Balas

  18. Assalamualaikum ustadz.. Saya ingin menanyakan satu soalan.. Adaka jatuh bila saya sebut perkataan cerai atau pisah? Mksdnya saya bukan melafaz cuma percakapan saya ada pasal cerai dan pisah ustadz fahamkan mksd saya? Contoh ayat saya ” lebih baik kita pisah jika kita berterusan begini”

    Komentar oleh Awang — September 8, 2013 @ 3:28 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      jika ucapan cerai/pisah digunakan untuk mengajar/pembicaraan/diskusi, maka tentu TIDAK jadi cerai/pisah dalam arti sebenarnya. :-)

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 7:40 pm | Balas

  19. Assalamualaikum saya mw nanya klu perkataan suami minta bubaran ama istri lewat sms. termasuk talak 1,2 atau 3??apakah msh bisa rujuk kembali???klu msh bisa, tapi sisuami ga mau rujuk lagi, apakah siistri bisa menikah dengan laki2 lain..mohon penjelasannya..
    wassalam

    Komentar oleh risnany aspradina — September 9, 2013 @ 7:53 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mbak Risnany, perkataan dari suami utk bubar melalui sms termasuk talak 1, kecuali sudah dilakukan 2 kali sebelumnya, maka menjadi talak 3.
      jika masih talak 1-2, maka masih bisa rujuk kembali. tapi jika sudah talak 3,maka mbak mesti menikah dg laki2 lain dahulu (kemudian cerai) baru bisa rujuk kembali.

      jika masih talak 1-2 tapi pihak suami sudah tidak mau rujuk lagi, maka istri boleh menikah lagi dengan laki2 lain.
      hanya saja, pastikan anda dapat pernyataan dari suami bahwa dia tidak mau rujuk lagi, untuk jaga2 jika tiba2 suami ‘memaksa’ untuk rujuk.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 7:58 pm | Balas

  20. suami saya tdk sholat, apakh permohonan cerainya dikabulkan pengadilan???suami saya bilang pisah sama saya..dia bakal urus ke kua,,
    sampe saat ini blm dirurus, saya udh ga tahan pa ustad …

    Komentar oleh risnany aspradina — September 9, 2013 @ 8:10 pm | Balas

    • mbak Risnany,

      tidak ada kaitan antara sholat dg dikabulkannya perceraian.
      tapi jika anda mengurus ke kua/pengadilan agama, anda bisa sampaikan fakta ini bahwa suami anda tidak bisa menjadi imam yg baik sehingga anda minta cerai.

      jika anda tidak tahan, saya sarankan anda saja yg mengurusnya ke kua/pengadilan agama.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 8:14 pm | Balas

  21. suami saya yang bilang dia akan urus ke kua tapi butuh waktu. saya ama keluarga ga mau urusnya. klu saya yang urus berarti saya yang bayar biayanya donk padahal saya ga mau pisah. yang minta pisah khan suami saya.

    Komentar oleh risnany aspradina — September 9, 2013 @ 8:23 pm | Balas

    • oh ok, maaf saya tadi salah mengerti.
      saya pikir mbak Risnany juga ingin pisah.

      hanya saja mbak Risnany, maaf jika saya lancang, saya melihat ada KEMUNGKINAN suami anda mengulur-ulur waktu entah dengan tujuan dan maksud apa.
      ada baiknya anda bertemu dan diskusi dengan suami anda (jika perlu dengan kehadiran keluarga besar) untuk medapatkan solusinya.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 8:29 pm | Balas

  22. oh ya kebetulan keluarganya ga mampu, dia lg cari biayanya. dia tulang punggung keluarga. bapanya tdk bekerja. ibunya jualan sayur. sayaudh tempuh dengan perdamaian tetap tdk bisa. tetap mnta cerai. sifatnya keras ky batu.maaf ini fakta
    apa yg hrs saya lakukan pa ustad????

    Komentar oleh risnany aspradina — September 9, 2013 @ 8:42 pm | Balas

    • coba mbak Risnany cari dan dekati orang2 terdekat suami yg kira2 bisa melunakkan hatinya.
      biasanya, sekeras apapun seseorang, dia punya kelemahan entah itu ibunya atau saudaranya.

      kecuali memang sudah tidak ada yg bisa dilakukan lagi utk memperbaiki hubungan ini, sehingga perceraian benar2 terjadi, saya pikir sudah saatnya mbak Risnany menyiapkan diri juga. entah itu dengan mencari pekerjaan ataupun bersiap hidup sendiri dahulu (sementara waktu, hingga mencari suami yg baru).

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 9, 2013 @ 8:52 pm | Balas

  23. oke pa ustad..saya akan cari suami yang baru. mohon doanyaa pa ustad. saya tdk mau gagal lagi ..

    Komentar oleh risnany aspradina — September 9, 2013 @ 9:00 pm | Balas

    • insya ALLOH saya akan bantu doa mbak Risnany.
      semoga anda bisa mendapatkan suami pengganti yg lebih baik (dari sisi harta maupun dari sisi agama dan perilaku) dari suami anda sekarang ini.

      aamiin.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 10, 2013 @ 7:59 am | Balas

  24. Amin ya robb

    Komentar oleh risnany — September 10, 2013 @ 12:24 pm | Balas

  25. Saya mw tanya Klu iistri blm resmi Bercerai tapi Sudah ditalak suami,..
    Apakah istri blh tnggal dirmh suami, skedar nemui ibunya..?

    Komentar oleh risnany — September 10, 2013 @ 1:01 pm | Balas

    • mbak Risnany,

      saran saya pindah saja, terutama jika sudah sampai talak 3.
      karena jika talak 1 dan 2, suami-istri masih boleh ‘campur’ (berhubungan suami istri) dan dianggap sebagai rujuk.

      tapi jika sudah talak 3, maka hub suami-istri bisa dikategorikan sebagai zina.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 11, 2013 @ 2:29 pm | Balas

  26. Asalamualaikum ustad…
    Saya mau bertanya ustad,kemarin suami saya sempat mengatakan cerai lewat sms kepada saya.bunyinya ya uda kalau mau cerai ya cerai aja kita.kemudian 3 malam dia tidak pulang,malam ke 4 nya dia pulang dan minta maaf.terus kami berhubungan seperti biasanya.
    Sebulan kemudian kami bertengkar lagi,sebenarnya pertengkaran ini selalu terjadi lewat sms namun masih seperti yang sudah-sudah.kami baikan lagi.
    Sebulan kemudian saya memutuskan buat surat cerai pakai matrai,karna saya tidak tahan pada suami yang tidak punya sikap.disurat tersebut bahwa dia yang menceraikan saya.
    Dibulan puasa tanggal 20 agustus 2013 dia sepakat menandatangani surat tersebut dan membawa saksi 1 orang temannya dan 1 orang saksi dari saya yaitu ibu saya.tanpa membahas apapun dia langsung mengucapkan didepan ibu saya.”kedatangan saya kemari ingin mentalak/ceraikan anak ibu yg bernama…(nama asli saya)terus suratpun ditandatangani oleh saksi.
    yang mau saya tanyakan:
    - Apakah perceraian kami sudah sah?
    - Talak berapa yg terjadi ustad,apakah talak 2 atau 3?
    -Apakah kami bisa rujuk lagi tanpa harus menikah dengan orang lain dulu?
    Sekarang dia menyesalinya karna setelah ada laki-laki yang benar-benar mau melamar saya.dan terbukti cincin tunangan sudah saya pakai.awalnya dia tidak percaya,dia mengira saya hanya menggertak dia saja.dia menangis meminta maaf dan ingin kembali kepada saya.sebenarnya sayapun masih mencintai dia,namun karena keadaan yang gak mungkin untuk kami kembali sebelum dia punya sikap yang tegas.ustad mohon jawabannya ya..

    Komentar oleh amelia — September 10, 2013 @ 3:17 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Amelia, terima kasih untuk sharing pengalamannya.

      dari cerita yg disampaikan mbak Amelia, kita bisa ambil hikmah bahwa pasangan suami istri mesti hati2 dan tidak sembarangan dalam mengucapkan talak/cerai karena apabila terjadi seperti yg mbak Amelia & suami alami, maka terlihat penyesalan yg begitu mendalam.

      - perceraian sah, tapi masih dalam taraf agama. mbak Amelia mesti urus ke pengadilan agama untuk mensahkan perceraian secara hukum negara.
      - talak yg disampaikan, jika merujuk dari cerita mbak Amelia, adalah talak 3 (karena sudah dilakukan 2 talak sebelumnya).
      - seperti yg saya sampaikan, jika sudah talak 3, maka mbak Amelia mesti menikah dahulu dengan orang lain (P), kemudian bercerai baru bisa menikah lagi dengan suami sebelumnya (K).

      namun, tentu saja mbak Amelia tidak boleh sembarangan cerai dengan P atau dengan kata lain, mbak Amelia menikah dengan P (lalu cerai) hanya agar bisa kembali rujuk dengan K.

      saran saya,
      mbak Amelia tetapkan hati untuk menikah dengan calon suami baru (P), terutama mbak Amelia sudah melihat sendiri bahwa suami sebelumnya (K) tidak punya sikap yg tegas yg (menurut pengamatan saya) mengakibatkan mbak Amelia hidup dalam ketidakjelasan dan menderita.

      saya yakin mbak Amelia memilih calon suami baru (P) dengan pertimbangan yg matang. saya harap P bisa lebih dewasa dan matang daripada K.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 11, 2013 @ 2:37 pm | Balas

  27. pak ustad saya mau tany,,, klo suami saya mengucapkan pisah atu cerai aj pada saat marah itu kata pak ustad kan tdk sah, berarti blm jatuh talak atau gmn pak ustadz? trs apa perlu kami bangun nikah lg? mohon jwbanx,,,,,

    Komentar oleh indri — September 10, 2013 @ 3:44 pm | Balas

    • mbak Indri,

      betul. jika talak/cerai diucapkan saat marah, maka tidak sah.
      dengan demikian, anda dan suami bisa tetap berhubungan suami istri seperti biasa dan tidak perlu akad-nikah lagi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 11, 2013 @ 2:30 pm | Balas

  28. skrg saya dirmh orangtua saya…insya Allah saya akan menikah lagi dengan suami yang baru, jika urusannya udh selesai..
    saya ga mau gagal lagi,doain saya pa ustad!!!

    Komentar oleh risnany aspradina — September 11, 2013 @ 6:41 pm | Balas

    • insya ALLOH saya akan bantu doa, mbak Risnany.
      semoga berhasil mengarungi hidup baru anda, aamiin :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 14, 2013 @ 6:48 pm | Balas

  29. ilmu yg bermanfaaf

    Komentar oleh makmur — September 12, 2013 @ 7:33 am | Balas

  30. ustad,suami sya sdah menalak sya 3x,dngn keadaan marah karna kesal saya telah angkat kaki dr rumah karna pertengkaran.dlam keadaan mrah suami sya menyerahkan sya keortu saya,tp stlah itu suami sya mrsa ragu krna sarat2 nya.ragu apakah jatuh talak nya karna ragu2 dan saya pun keadaan hamul.sampai saat ini mntan suami saya tetap blum menceraikan saya karna ragu.sekarang saya harus bagai mana usata.mksih sblum nxa atas jawaban nya

    Komentar oleh daniaty — September 12, 2013 @ 10:03 am | Balas

    • mbak Daniaty,

      sebelum menjawab, saya butuh kejelasan dari cerita mbak.
      1. apakah talak 3 yg disampaikan suami itu dilakukan 1 kali atau sudah 3x mengatakan cerai?
      2. semestinya talak dan cerai tidak boleh dilakukan dalam keadaan marah. pertanyaan saya, saat suami anda mengucapkan cerai/talak, kondisinya seperti apa? apa pemicunya?

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 14, 2013 @ 6:52 pm | Balas

  31. Pa ustad suami saya nyesel pisah dgn Saya, apakah saya Hrs Rujuk sama dia?saya udh sakit hati.
    Waktu Itu saya minta rujuk Ga Bisa. Akhir Bulan ini mau urus suratnya kekua.

    Komentar oleh risnany — September 12, 2013 @ 3:12 pm | Balas

    • mbak Risnany, seperti respon2 saya sebelumnya, anda TIDAK BISA rujuk kembali dengan suami anda karena sudah jatuh talak 3.
      kecuali anda menikah dahulu dengan orang lain lalu bercerai.

      jika melihat cerita yg mbak sampaikan, saya berharap mbak Risnany tidak mudah tergoda dan terpedaya dengan (calon) mantan suami anda.
      kecuali anda bersiap menerima resiko, mendapat perlakuan yg sama seperti sebelum2nya.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 14, 2013 @ 6:50 pm | Balas

  32. assalamualaikum,ustad semoga di beri keridhoan dri Allah SWT.
    saya mau bertanya,baru saja saya bertengkar dengan istri lalu pihak ke 3 (kakak laki2nya) ikut campur dan tidak tau duduk permasalahan pertengkaran saya dgn istri,tiba2 kakak istri saya mencekek leher saya (kebetulan saya tinggal di rmh mertua) dia menyudutkan saya dgn kata2 yg menyakitkan ,sementara istri saya diam saja tdk membela saya,dalam keadaan tertekan saya menunjuk istri saya lalu berkata “kalau mau cerai,cerai sekarang” lalu sontak semua terdiam kebetulan disaat pertengkaran ada 2 kk laki2,dan saya mau keluar rmh tdk diperbolehkan karena saya merasa sangat tersudut keluarlah kata2 “cerai” baru mereka semua terdiam dan berkata tdk ush ngmg begitu,dalam masalah ini apakah saya sudah mengeluarkan talak? istri sedang hamil 5 bulan,saya sebenarnya hanya membela diri dari kakak laki2nya.apa yg harus saya perbuat? sementara ini saya tinggal di rmh orang tua.

    terimakasih atas jawabannya wasalam,

    Komentar oleh mar gun — September 12, 2013 @ 11:56 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas Mario, jika saya membaca cerita mas Mario, pernyataan cerai/talak TERPAKSA diucapkan karena mas Mario dalam keadaan TERDESAK/TERTEKAN.
      sementara salah satu syarat/rukun cerai/talak: mengucapkan cerai/talak tidak boleh karena paksaan/tekanan orang lain.

      silakan baca lagi di artikel ini
      http://tausyiah275.wordpress.com/2011/05/14/rukun-talak/

      insya ALLOH, ucapan cerai/talak yg anda lontarkan BUKAN termasuk cerai/talak.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 14, 2013 @ 6:55 pm | Balas

  33. assalamualaikum.,.

    ustadz ,saya mau nanya ,,kmren saya bertengkar hebat dgn suami sehingga suami sya mengucapkan udah cerai aj,trus mpe 3x ,,apa itu termasuk talaq ???kl iya talaq brapa ??saya mhon penjelasannyua,. krna saya g mau salah jalan, trima kasih,.

    Komentar oleh yuliana — September 16, 2013 @ 1:00 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Yuliana,semestinya cerai/talak tidak boleh dilakukan pada saat marah/emosi. jadi, mungkin mesti dipastikan kondisi suami anda saat itu.

      termasuk untuk mengucapkan cerai 3x, mbak Yuliana mesti pastikan dan tanyakan itu, karena ada ulama yg mengatakan perbuatan suami mbak itu sudah termasuk talak 3, ada yg berpendapat baru talak 1.

      silakan share di sini jika ada update informasi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 16, 2013 @ 11:23 am | Balas

      • ppak ustasd… mksudnya marah itu marah yang gimana ya. kasih contohnya

        Komentar oleh yania — Oktober 9, 2013 @ 8:24 pm

      • mbak Yania,

        sepengetahuan saya, marah (atau yg disertai dg emosi) biasanya dia memperlihatkan raut muka yg sangat tidak enak dilihat. di beberapa kasus, marah/emosi juga disertai melempar benda, memecahkan peralatan, ataupun memukul.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 10, 2013 @ 5:45 am

  34. Assalamu’alaikum Ustadz,
    Saya mau tanya, jika seorang suami dalam keadaan sadar dan tidak emosi menalak istrinya (talak satu), tetapi kemudian esoknya dia menyesali dan beristighfar, apa yang harus dilakukan? Apakah cukup menyatakan penyesalan di hadapan istri dan kemudian meneruskan kehidupan suami istri/berumah tangga tanpa perlu ijab kabul?
    Terimakasih atas penjelasannya.

    Wassalam,
    Joel

    Komentar oleh Joel Khairul — September 17, 2013 @ 2:33 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Joel, jika seorang suami melakukan talak 1 dan 2 terhadap suaminya (dengan kondisi yg sadar) dan ingin rujuk, dia TIDAK PERLU melakukan ijab kabul ulang.

      Cukup sampaikan kepada istri anda bahwa anda ingin rujuk dan lanjutkan kehidupan rumah tangga anda.

      Pastikan ke depannya menghindari tindakan talak/cerai. :-)

      Demikian

      Wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 18, 2013 @ 9:30 am | Balas

  35. Maaf saya mau tanya, saya 42th janda menikah dengan laki2 berumur 56(saya terima karena istri dia sakit kronis) stelah istrinya meninggal ko dia merencanakan nikah lagi tapi harus mencaraikn aku dulu,dengan alasan takut cekcok istri dua, apakah saya salah klau saya langsung nuntut cerai, toh pada ahirnya dia akan menceraikn aku, sangat sakit rasanya ,termksih .

    Komentar oleh Chomsiah Alang Mohn — September 17, 2013 @ 10:35 pm | Balas

    • mbak Chomsiah,

      Saya ikut berduka membaca cerita anda. Rasanya janggal sekali suami anda mesti menceraikan anda karena ingin menikah kembali.

      Jika anda ingin bercerai dengan suami anda dikarenakan hal ini, ada baiknya anda berkomunikasi dahulu dengan suami untuk memastikan apakah keinginan suami itu benar atau sekedar ucapan semata.

      Apabila memang benar, coba anda ajak suami ke pengadilan agama untuk merundingkan ataupun membahas rencana cerai anda.

      Rasa sakit hati yg anda rasakan jangan membuat anda jadi gelap mata. Tetap berpikir jernih!

      Demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 18, 2013 @ 9:33 am | Balas

  36. Assalamu’alaikum Ustadz,
    maaf, saya mau tanya..
    jadi begini ustadz, baru2 ini saya mengalami pertengkaran yang bgitu hebat.hingga saya hilang kendali.
    tetapi untuk kata2 yang saya ucapkan tidak langsung meminta cerai dengan istri saya.
    saya hanya mengucapkan “saya mengikuti apa yang kamu mau jika ingin bercerai” tpi itu bukan dari hati, hanya emosi untuk mengikuti apa yang istri saya mau.
    nah saya masih bingung ustad, apakah itu sudah termasuk dalam talak atau belum ya?
    mohon pencerahannya.terima kasih.

    Komentar oleh aditya pratama — September 18, 2013 @ 6:27 pm | Balas

    • maaf pak ustadz.dan ini semua terjadi lewat sms..mohon pencerahannya..

      Komentar oleh aditya pratama — September 18, 2013 @ 6:37 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Aditya.

      jika memang kata2 yg anda gunakan demikian, maka insya ALLOH tidak termasuk talak/cerai.
      karena ada pendapat dari ulama, cerai/talak mesti diucapkan dengan jelas, bukan dengan kata-kata/kalimat bersayap.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 25, 2013 @ 7:22 pm | Balas

  37. Melakukan perceraian seharusnya di depan Pengadilan agama (PA), pakailah UU agar terlindungi. Hakim agama akan berupaya mendamaikan suami-isteri yang akan cerai agar tidak jadi cerai. Banyak pasangan yg bercerai krn emosi (marah, buruk sangka, dll). Namun jika tdk bisa diselamatkan maka perceraian dipandang sah jika di hadapan hakim PA, itu menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan UU Pekawinan. KHI dipandang sebagai fikih Indonesia hasil ijmak ulama Indonesia, sedangkan UU dipandang sesuai dengan fikih tersebut dan dianggap sebagai qonun islami. Karena itu, berlakulah kaidah yang menyatakan bahwa hukmul hakim yarfaul khilaf (putusan hakim menghilangkan aneka pendapat fikih). Perceraian di hadapan hakim PA memiliki kekuatan hukum, dalam arti ada kepastian hukum bagi para pihak (mantan suami, mantan isteri dan keturunan). PA akan mengeluarkan akta cerai sebagai bukti perceraian. Akta tersebut akan diminta oleh KUA jika akan menikah lagi. Dan jika tidak punya akta maka akan tidak tercatat, ini beresiko bagi status para pihak, dan sangat merugikan.Misalnya tidak mendapat Buku Nikah, sulit mendapatkan Akta Kelahiran Anak, pembagian warisan, dll. Pokoknya akan rumit. Karena itu pakailah prosedur resmi agar maslahah. KHI dan UU diformulasi dengan tujuan untuk menjamin kemaslahatan umat, melindungi para pihak dari tindakan merugikan pihak lain, kepastian status hukum, dsb. Semoga bermanfaat.

    Komentar oleh ANANDI — September 20, 2013 @ 1:54 pm | Balas

    • setuju, mas (?) Anandi :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 28, 2013 @ 8:03 am | Balas

  38. Asss…ustad..
    Saya sudah dithalak suami..sesudah satu tahun pisah,suami minta rujuk lg..tapi saya tidak mau..
    Yang mau saya tanya..apa saya bisa menikah dengan laki2 lain lagi..mohon arahan ya ustad…wassalam…

    Komentar oleh ewicaem@yahoo.co.id — September 29, 2013 @ 11:11 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      bisa,anda bisa menikah dengan laki-laki lain, mbak (?) Ewi.

      Demikian.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 30, 2013 @ 4:30 am | Balas

  39. toloooong

    Komentar oleh satria — September 30, 2013 @ 12:33 am | Balas

    • apa yang bisa saya bantu, mas Satria?

      Komentar oleh Tausiyah 275 — September 30, 2013 @ 4:31 am | Balas

  40. assalamualaikum wr. wb,

    pak ustad, apakah benar kalau seorang istri yang diusir pulang ke rumah orangtuanya oleh suami tanpa diantar itu termasuk talak 3? mohon pencerahan

    Komentar oleh ismiati — Oktober 1, 2013 @ 11:53 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      kita tidak bisa menganggap itu talak 3. tergantung dari latar belakangnya.

      saya memilih pendapat talak 3 terjadi apabila sudah dilakukan 2 kali talak sebelumnya.

      jadi dengan dasar di atas,merujuk pada pertanyaan mbak Ismi, jika ‘pengusiran’ dilakukan untuk yg pertama kali, maka itu baru talak 1.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 1, 2013 @ 4:25 pm | Balas

  41. assalamualaikum pak ustad, saya mau tanya. pada tahun 2007 saya operasi, setelah operasi dan kembali kerumah suami saya bilang, “rasanya mau kubiarin saja kamu dirumah sakit, mau mati, matilah sana.” apakah perkataan ini termasuk talak pak. saya sakit hati sekali mendengar kata2 ini dari suami saya. kemudian tahun 2009 karena saya buat salah, saya minta maaf ke suami, tapi suami malah bilang, “aku ragu, sebenarnya anak siapa anak kita itu?. saya marah karena dia meragukan kesetiaan saya, kemudian saya tanya apa mau dia. kemudian suami bilang, “terserah kamu, kamu mau pulang kerumah orangtuamu, sana pulanglah. saya bilang kalau saya gak mau pulang kalo ga dikasih surat cerai. dia pun bilang, buatlah suratnya nanti saya tanda tangani. saya pun membuat surat itu dan suami menanda tangani. setelah selesai menanda tangani surat itu suami berkata, “pulanglah kamu ke orang tuamu dan bawalah barang2 mu. sayapun pulang ke rumah orangtua saya tanpa diantar oleh beliau. menurut pak ustad, talak berapa yang jatuh ke saya. mohon penjelasan.

    Komentar oleh iesmie — Oktober 1, 2013 @ 12:03 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      pertama-tama, saya ikut berduka cita dengan peristiwa yg mbak Iesmie alami. semoga mbak Iesmie diberikan kekuatan untuk bisa melanjutkan hidup.

      apabila merujuk pada urutan cerita yg anda ceritakan, saya melihat itu sebagai talak 1.

      jadi, masih ada peluang rujuk lagi. meski demikian, jika mbak Iesmie hendak menikah dengan laki-laki lain, tidak ada larangan.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 1, 2013 @ 4:27 pm | Balas

  42. Assalamualaikum wr wb.pak ustad saya mohon bantuan pak ustad.beberapa hari yg lalu saya dan istri saya bertengkar lewat chatting difb,krn posisi saya sedang diluar negri.jadi komunikasi kita hanya bs lewat skype ato chatting saja.pertengkaran dipicu karena pada awalnya istri saya membahas ttg mantannya,saya lgsg saja melarang agar dia jangan pernah berhubungan ato contact2 lagi dg mantannya,tp stelah saya larang,dia malah tambah emosi lalu dia blg trus mau kamu apa???lgsg saja dg emosinya saya blg klo km msh berhubungan dg dia lebih baik kita pisah saja.dia juga pernah minta cerai sama saya tp ga saya gubris.
    menurut pak ustad bagaimana hukumnya atas apa yang saya ucapkan kepada istri saya?
    saya mohon bantuan N pencerahan dari pak ustad.
    terima kasih banyak & saya tunggu jawaban dri pak ustad.
    wassalam.

    Komentar oleh octa — Oktober 2, 2013 @ 5:16 am | Balas

    • pak ustad saya msh menunggu dan mengharapkan jawaban pak ustad.
      terima kasih
      wassalam

      Komentar oleh octa — Oktober 2, 2013 @ 9:18 pm | Balas

      • wa’alaykumsalam wr wb.

        maaf mas Octa, saya baru balas.

        pertama-tama, mas Octa mesti introspeksi dan cari tahu, mengapa istri anda masih menghubungi mantannya?
        lalu jelaskan pada istri, bahwa tindakannya bisa mengundang fitnah dan bisa menjurus ke zina, terutama karena lokasi anda berdua terpisah.

        mengenai ucapan anda mengenai pisah, saya pribadi tidak bisa menggolongkan apakah termasuk cerai/talak atau bukan karena kata pisah di sini bisa diartikan macam-macam. berbeda dengan cerai/talak yg mempunyai arti yg jelas.

        jadi, saya melihat anda belum menalak/menceraikan istri anda.

        saran saya, anda pulang, segera bertemu, dan berkomunikasi serta menjelaskan alasan anda tidak suka dia bertemu dg mantannya dan bahaya yg bisa timbul dikarenakannya.

        semoga bermanfaat.

        wa’alaykumsalam wr wb

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 3, 2013 @ 12:06 pm

      • kmrn saya sudah menghubungi istri saya,tp saya malah dikejutkan dg berita yang tdk enak dri istri saya.dia malah bertemu dg mantannya dg alasan utk bisnis.karena sebelum menikah mereka berdua memang sudah pernah menjalankan bisnis bersama yaitu bisnis produksi lulur kecantikan untuk spa2.saya benar2 terpukul sekali mendengar berita itu pak ustad.malahan dia berkata ” ya anggap ajalah aku istri ga tau diri.. ga jaga perasaan suami… ga nurut… dll “. saya benar2 ga tau apa yang harus saya lakukan pak ustad.
        mohon bantuannya.
        terima kasih
        wassalam

        Komentar oleh octa — Oktober 3, 2013 @ 2:22 pm

      • mas Octa,

        saran saya: perbanyak doa kepada ALLOH SWT, seraya anda bersiap pulang ke Indonesia (untuk bertemu kembali dengan keluarga).
        jika anda sudah di Indonesia dan bertemu dg keluarga (istri + keluarga), lakukan komunikasi dengan baik-baik.

        apabila memang anda tidak merasa tidak bisa mendidik istri anda, BARANGKALI cerai adalah langkah terbaik.
        sedangkan jika anda merasa masih bisa mendidik istri anda, maka lakukan apa yg seharusnya anda lakukan.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 6, 2013 @ 11:40 am

  43. Pak ustad mohon bantuannya…….saya menikah sudah 9 tahun tp selama menikah suami saya tdk bisa punya pekerjaan tetap krn hanya lulusan smp,,,lalu saya putuskan pergi ke luar negri,dan sekarang saya di sini sudah dua taun,,,,lama2 saya mendapat kabar bahwa suami saya menikah lagi dan sudah punya anak 6 bulan,
    1. Pernikahan tanpa sepengetahuan istri itu sah ap tdk…menurut agama sedang menurut negara blm syah krn tdk memiliki surat kawin….
    2.apakah yg harus saya lakukan jiga saya minta talak tp suami tdk mau menjatuhkan talak,dia hanya ingin menjatuhkan talak pada istri simpanann sedang saya sudah tetap ingin di talak karena saya tdk sanggup menerima perlakuannya itu…..

    Komentar oleh Nessa — Oktober 3, 2013 @ 10:18 am | Balas

    • mbak Nessa, berikut ini jawaban saya:
      1. pernikahan tanpa sepengetahuan/ijin istri pertama itu sah, baik dari sisi agama maupun dari negara karena suami anda tidak punya kerjaan tetap (bukan PNS).

      2. anda bisa ajukan talak secara resmi ke pengadilan agama dengan alasan tidak mau dimadu.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 6, 2013 @ 9:07 pm | Balas

  44. maaf pak ustad, kalo saya nambah lagi. saya pernah baca tentang li’an. apakah kasus seperti saya itu bisa dikatakan li’an? karena saya merasa saya sudah dituduh berselingkuh dg laki2 lain dan anak saya itu diragukan apakah anak dia atau bukan. mohon maaf sekali lagi ustad, ilmu saya sangat dangkal dan hanya berdasarkan dr membaca2 artikel2 yg diposting di internet saja. saya benar2 mohon penjelasan pak ustad, semoga ilmu dan pengetahuan yang ustad bagikan ke saya menjadi amal jariyah buat ustad. terima kasih sebelumnya

    Komentar oleh iesmie — Oktober 3, 2013 @ 3:26 pm | Balas

    • betul sekali mbak Iesmie, ada yg namanya li’an.
      namun untuk kasus li’an, maka mesti ada pernyataan langsung sang suami di hadapan umum (pengadilan) karena setahu saya untuk li’an dibutuhkan saksi.

      bahasan mengenai li’an akan saya tulis dalam kesempatan lain.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 6, 2013 @ 11:42 am | Balas

  45. assalamualakum pak ustad,,
    saya mau tanya,, saya sudah menikah selama 4 tahun dg suami dan di karuniai 1 org anak.. saya ingin share apa yang saya alamai dengan anda ..
    pada suatu hari suami ketahuan selingkuh dg wanita lain dan pada saat itu saat sedang hamil.. dan kami beretngkar hebat . tanpa pikir panjang saya pulang ke rumah ortu hingga melahirkan sampai usia 4 Bulan anak sya.. selama itu suami berusaha minta maaf dan tetap memberi nafkah untuk anak saya.. saya bersih keras untuk meminta cerai tapi suami saya menolak,, hingga orang tua saya menyarankan untuk rujuk saja. dan akhirnya kami rujuk… selang 2 tahun kami bertengkar lagi, dengan marah suami saya berkata ” oke kita cerai saja ,,aku sudah tak tahan tahn ” tetapi 5 hari kemudian suami kembali dan meminta maaf kepada saya.. karena sya masih syang kami kembali membina rumah tangga tanpa ada rujuk / nikah ulang.. dan kemarin kami sempat bersih tegang leawat sms,, saya terus meminta cerai dari suami tapi suami tidak menggubris dan akhirnya membalas sms sya dengan kata :” terserah kmu”.. suami terbilang org yang kurang paham agama, dan dulu mantan preman yangsuka mabuk, dan main perempuan.. yang menjadi problema saya sekarang :
    1. apa rujuk saya yang pertama tadi termasuk talaq 1??
    2. apa kata cerai suami dengan marah tadi itu termasuk talak ke 2 bagi saya ?
    3. apa kata – kata ” terserah Kamu ” lewat sms itu sudah termasuk talak tiga??

    mohon penejelasannya pak ustad,, saya takut apa yang saya perbuat menjadi zina di mata Allah SWt. terima kasih

    Komentar oleh nur indah — Oktober 4, 2013 @ 10:10 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Nur Indah, saya ikut berduka cita dengan prahara yg terjadi di rumah tangga anda.

      1. rujuk pertama anda bisa dikategorikan sebagai talak 1 (dari sisi anda)
      2. sebenarnya kata2 cerai/talak dari orang yg marah tidak bisa dikategorikan sebagai talak (talak 2 dalam kasus anda)
      3. kata2 terserah ini sifatnya ngambang, jadi saya tidak bisa memastikan

      mbak Nur Indah, untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan (dari sisi agama), ada baiknya anda membawa kasus anda ini ke pengadilan agama terdekat, terutama jika anda memang berniat cerai.

      dari sisi saya, jikapun anda bercerai (usai dari pengadilan agama) maka talak yg jatuh termasuk dalam talak 2.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 6, 2013 @ 11:51 am | Balas

  46. Assalamualaikum pak ustadz yth,

    saya seorang istri, suami saya adalah seorang mualaf semenjak kami menikah 4 thn lalu. Beberapa minggu ini kami sering bertengkar krn menurut suami saya sudah minginjak harga diri dia. Lalu saya emosi dan miminta cerai, namun suami tidak mau. Tapi selang 2 hr kami bertengkar lagi dan akhirnya suami berkata “aku sudah gak bisa lg sama km, kita cerai saya”, kata2 itu sudah 2 kali diucapkan. Namun saya sdh minta maaf kpd suami dan berkata bahwa ucapan cerai saya kmrn hanya emosi. Kemudian masalah kami ditengahi oleh kedua orang tua kami, disaat itupun suami berkata lagi “pokoknya aku minta cerai,aku sdh tdk tahan dgn sikapmu!!”. Yg saya tanyakan:

    1. Apakah perkataan suami sprt itu sudah dianggap talak 3? Saya tanya kpd suami dia bicara sprt itu katanya tidak emosi, dan sudah dipikirkan matang2.
    2. Kalo blm, sudah dihitung talak berapa?
    3. Apakah pernikahan kami masih sah?

    terima kasih pak ustad, mohon jawabannya saya sangat mengharapkannya.
    wassalam,

    Komentar oleh sari — Oktober 5, 2013 @ 11:32 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Sari, saya ikut berduka cita dengan kejadian yg dialami anda.
      jika melihat rentetan peristiwa yg anda ceritakan, saya melihat bahwa talak yg terjadi adalah talak 1.
      suami anda mengucapkan talak beberapa kali (tiga kali) adalah untuk penegasan bahwa dia ingin bercerai.

      talak bisa terjadi jika suami dan anda berpisah (secara fisik) dan pindah rumah sehingga jelas statusnya.
      jika ucapan cerai dilontarkan namun masih serumah atau malah masih berhubungan badan, bisa jadi itu emosi saja dan tidak bisa dikategorikan sebagai talak/cerai sesungguhnya.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 6, 2013 @ 11:57 am | Balas

      • Assalamualikum,
        Terima kasih banyak atas jawabannya pak, saya mau menambahkan, bahwa sebenarnya suami sudah pergi dr rumah yg kita tempati, dia bilang tdk akan kembali lagi kerumah. Apakah bila ia pergi maka dikatakan talak 3? Dan apakah talak sah bila hanya lewat ucapan namun blm melalui pengadilan?
        Terima kasih, wassalam.

        Komentar oleh sari — Oktober 6, 2013 @ 8:24 pm

      • wa’alaykumsalam wr wb.

        mbak Sari,suami boleh saja untuk tidak kembali ke meskipun baru talak 1 atau 2.
        talak sah saja meski tidak lewat pengadilan.

        fungsi pengadilan adalah akan mencatat talak secara negara sehingga statusnya berubah menjadi duda/janda secara resmi.

        demikian

        wa’alaykumsalam wr wb

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 10, 2013 @ 5:42 am

  47. asalamualaikum ustadt.. sy mhn bntuan ny
    sy seorg istri d fiyg sdng d tinggal suami bkrja d luar negri.. kmarin sy brtngkar dgn sit uami sy.sy d fitnah “nakal” dgn pria lain pdhl tdak btl sma sekali..
    setiap kita cekcok adu mulut suami sy sering mngatakn ” kita cerai saja”.. lalu suami sy mangadu k orang tua ny kalo dy tak tahan ingin berpisah
    sesekali kita sadar dn rukun kmbali dgn sndiri ny bhwa kita memng saling mnyayangi.. pertengkaran smlm suami sy blg.” sy sudah cape dgn tingkah kamu & hal ini buat sy tak konsen dgn pkerjaan sy.sy tk mau lg hubungi km. aku anggap semua ini berakhr”
    yg sy tnya kn ustad..
    1. apa sy ini nma ny talak??talak berapa kah..
    2. apa sah jika seorg suami sedang d tmpat yg sulit sy jangkau..
    3. msh sah kah pernikahn kami

    terimaksih ustad .sy harap mau mnjawab ny
    wassalamualaikm.wr.wb

    Komentar oleh nur — Oktober 7, 2013 @ 12:15 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Nur.

      mbak Nur, sepemahaman saya untuk cerai/talak mesti tegas, dalam artian ‘semestinya’ suami anda berkata seperti berikut” sy sudah cape dgn tingkah kamu & hal ini buat sy tak konsen dgn pkerjaan sy.sy tk mau lg hubungi km. aku anggap semua ini berakhr. saya CERAI/TALAK kamu.”

      pernyataan suami anda di atas sifatnya menggantung/tidak jelas.
      saran saya: anda tunggu kedatangan/kepulangan suami anda, lalu tanyakan apakah ucapan dia terakhir itu merupakan pernyataan talak/cerai? jika perlu, anda buat surat atau hadirkan saksi agar lebih kuat.

      selama talak/cerai belum sah, maka pernikahan anda insya ALLOH masih sah.

      demikian

      wassalamu’alaykum wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 9, 2013 @ 6:48 pm | Balas

  48. assalamu alaikum..warahmatullahi wabarakatu
    pak tolong pencerahannya…. 4 hari yang lalu saya mengucapkan talak tapi melalui telepon itupun saya dalam keadaan emosi sekali..kata talak keluar karena mertua perempuan saya yang pertama kali melontarkan kata tersebut, sy waktu itu dalam keadaan emosi langsung saya iyakan kata-kata mertua perempuan saya..saya menyesal sekali mengiyakan kata2 mertua saya..saya akui saya orangnya emosional,sy juga mengirimkan sms ke istri saya kata2 kasar yg kurang ajar (kata binatang) tapi saya sangat menyesal sekali..masalah ini muncul karena istri sy jalan dengan temannya tanpa sepengatahuan sy jd sy marah dan mengirim sms ke istri sy dengan kata2 kasar td, trus hpnya dia non aktifkan sy emosi lalu menelpon mertuaku,maksud saya mau menayakan dia kemana sama siapa(istri sy) trus mertua saya ngomong,ni kutipan kata mertuaku”dia jalan sama temannya ni (nama teman istri sy) orangnya baik-baik tapi sy tanya kembali ke mertua sy dia tdk ngomong sama sy dia mau keluar jalan sama temannya lalu mertua sy ngomong balik lagi kalo kamu tidak lagi mempercayai istri kamu, kamu ceraikan saja,ah.. ni sy juga dalam keadaan emosi saya iyakan kata2 mertua sy…
    sy skr pak berada di daera A dan istri sy di daerah B, sy di daerah A sementara mencari kerja untuk istri dan anakku jg… sy sekarang pusing dan menyesal pak
    sebelumnya sy pernah mengucapkan talak jg kpd istri sy, sm juga kejadiannya saat sy berada di luar daerah
    yang sy mau tanyakan :
    1. apakah sah talak saya itu dalam keadaan emosi??
    2. apakah msh bisa rujuk kembali????
    3. seumpanya dalam pengadilan agama, masih bisa di rujuk kembali???
    tolong pencerahannya pak

    Komentar oleh 1000x menyesal — Oktober 8, 2013 @ 11:15 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas 1000x menyesal, semoga anda benar2 menyesal dg sikap yg telah anda lakukan, yakni emosi yg berlebihan sehingga merugikan diri sendiri.
      dalam kasus anda, terus terang saya agak sulit menentukan apakah sah/tidak talak/cerai yg anda lakukan karena emosi anda yg begitu besar dan meluap. meski saya sendiri berpendapat dan memegang prinsip bahwa cerai/talak pada saat emosi tidak sah.

      namun,dari pernyataan anda yg mengiyakan kata2 mertua,menurut pendapat saya, secara tidak langsung anda sudah menjatuhkan cerai kepada istri anda, meskipun anda dalam keadaan emosi.

      1. saran saya,anda hubungi saja pengadilan agama terdekat untuk mendapatkan kepastian.

      2. masih bisa, jika talak/cerai yg anda lakukan baru talak 1 atau 2

      3. masih bisa

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 17, 2013 @ 6:25 am | Balas

  49. pak ustad sya mau bertanya… bagaimana hukumnya jika suami istri bertengkar cuma gara2 hal yg sepele. akhirnya emosi n saking kecewanya suami sampai bilang “karoan cerai ae. kan njalukmu ngunu, wis yo cerai ae lek ngene ki terus. gak betah” n ngomongnya itu sama emosi besar2an n teriak dijalan.. gimana menurut pak ustad. sah apa gak. saya tunggu…. trus maksd nya marah itu yg bagaimana?

    Komentar oleh yania — Oktober 9, 2013 @ 8:28 pm | Balas

    • mbak Yania, marah seperti ini yg (menurut pemahaman saya) membuat talak/cerai tidak sah.
      jikapun marah, ya cukup dg nada tinggi namun emosi tetap terkendali.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 10, 2013 @ 5:46 am | Balas

  50. untuk jawaban ratih amaranti 9 september kok belum ada

    Komentar oleh heri — Oktober 14, 2013 @ 3:46 pm | Balas

    • maaf mas Heri,ketinggalan.
      saya sudah jawab :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 15, 2013 @ 7:53 am | Balas

  51. assalamualaikum pa ustad.. saya mau tanya dalam perceraian ada masa iddah. suami wajib memberi nafkah iddah. apabila suami tidak memberi nafkah iddah itu gimana pa ustad. ???sampe skrg saya blm dapat nafkah iddah
    mohon penjelasannya.

    Komentar oleh risnany_ — Oktober 14, 2013 @ 8:18 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      jika suami tidak memberi nafkah iddah, anda bisa mengajukan gugatan, terutama jika perceraian anda sudah diproses/diputuskan oleh pengadilan agama.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 15, 2013 @ 4:35 pm | Balas

  52. assalamu’alaikum pak ustad,,, saya adalah seorang ibu dari dua anak.. mantan suami saya menjatuhkan talak sudah 3x beturut turut, talak yang pertama lewat sms( “kita cerai”) yang kedua, mantan suami saya menyerahkan langsung kepada kedua orangtua saya, dan yang ketiga dia menceraikan saya dalam keadaan kami sedang bertengkar(emosi)… yang menjadi pertanyaan, apakah ketiga talak tersebut SAH dalam agama ?

    Komentar oleh tika — Oktober 15, 2013 @ 10:19 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Tika, jika merunut dari cerita anda, saya berpendapat bahwa talak yg telah anda terima baru talak 1, yakni saat talak via SMS. meskipun ada beberapa ulama yg menyatakan bahwa talak via SMS tidak sah.

      adapun untuk 2 peristiwa berikutnya, yakni anda dipulangkan ke rumah ortu dan cerai dijatuhkan saat emosi, menurut saya belum bisa dikategorikan sebagai talak.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 16, 2013 @ 11:38 am | Balas

      • terimakasih atas jawabannya ya pak ustad,, tetapi masih ada pak yang mau saya tanyakan lagi.. saya sudah 3x menanyakan hal ini ke tiga ustad dan satu penghulu,, hasilnya mereka menSAHkan bahwa cerita saya ini adalah sudah talak tiga dan jika ingin kembali,, syaratnya saya harus dinikahi dan dikawini oleh suami baru saya nanti. yang mana yang harus saya pegang teguh pak,, jika boleh saya meminta, adakah hadist yang membahas tentang cerita saya ini pak ?
        karena alasan saya mengajukan pertanyaan ini adalah,, saya dan mantan suami saya masih saling membutuhkan terutama melihat anak anak kami yang haus akan kasih sayang kedua orang tuanya. mohon dibalas pertanyaan saya ini ya pak ustad,, semua untuk anak anak kami. terimakasih.

        Komentar oleh tika — Oktober 16, 2013 @ 9:45 pm

      • mbak Tika,

        ustad2 dan penghulu yg menjawab pertanyaan anda juga tidak salah.

        patokan/rujukan saya ada di bagian atas artikel ini, silakan cek di (HR Muslim no 1472) dan (Al Baqarah(2):230).

        cerita mbak Tika membuktikan bahwa ketergesa-gesaan menjatuhkan cerai/talak hanya akan menyulitkan diri sendiri.

        silakan mbak Tika dan suami ambil 1 pendapat yg benar2 diyakini dan tidak berubah-ubah. :-)

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 17, 2013 @ 6:18 am

  53. Asslmu alaikum wr. Wb
    pak ustadz saya mau tnya, kmarin aya bertengkar krna masalah spele, lalu suami saya bilang , klu kmu mau pualng ngak pa pa sekarang aku antar,disaat kita bertengkar selslu blg bgitu, dan jga blng mnikah nyesel malh menambah beban krna ktnya saya tdk bsa diajk mikir ,dan dalam kondisi marah suara agak keras tp tdk trlalu kres dan emosi stbil,tp suami saya tidak prnah blg cerai, tpi bsoknya dia mnta maaf krna kmrin dya lagi ccpek dan khilaf.
    yg mau sya tnyakan
    1apakh sdah tlak, klu sdah tlak brpa ??
    2. Apkah masih sah prnikahan kami, dan prlukan ijab kabul lagi ??
    Saya sngat mnyayanginya dan tdk ingin brpisah pak usah, jadi saya minta bantuan nya pk ustad,
    trma kasih wsslmalkum wr.wb

    Komentar oleh Nufy — Oktober 16, 2013 @ 8:58 am | Balas

    • Pak ustad tlong jawab pertanyaan saya , sya btuh skali jwaban itu ..
      Trma kasih

      Komentar oleh Nufy — Oktober 16, 2013 @ 9:05 pm | Balas

      • saya sudah balas, mbak Nufy, maaf baru lihat komentarnya.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 16, 2013 @ 9:13 pm

    • wa’alaykumsalam wr wb

      maaf mbak Nufy, saya baru lihat komentarnya.
      seperti pada tulisan saya, jika ucapan talak/cerai disampaikan pada saat marah/emosi,maka tidak sah (ini pendapat yg saya pegang).

      jadi, insya ALLOH pernikahan anda masih sah dan tidak perlu ijab kabul lagi.

      saran saya:
      mbak Nufy juga mesti meningkatkan kemampuan diri serta menghindari pertengkaran dengan suami.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 16, 2013 @ 9:12 pm | Balas

  54. assalamualaikum,,paustad kemarin suami saya sms saya bilang ke saya, dia ga bakal kasih ke saya. sedangkan suratnya udh diurus ke pengadilan agama tigaraksa tangerang. saya lg tunggu sidangnya. apakah saya harus bilang ke pengadilan klu selama masa iddah saya tidak mendapat nafkah iddah.
    mohon penjelasannya.

    Komentar oleh risnany — Oktober 16, 2013 @ 10:23 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      ya, mbak Risnany bisa sampaikan hal ini (tidak diberi nafkah selama iddah) kepada pihak pengadilan agama.
      jika bisa, disertai bukti (tertulis, terutama) bahwa suami anda tidak pernah memberi (dan tidak mau memberi) nafkah selama iddah.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 16, 2013 @ 11:35 am | Balas

  55. Alhamdulillah skrg saya udh dpt pgganti suami saya. Saya lg pndekatan ama cwo
    Tapi Cwo ini beda 7thun sama Ssya.doain ya Paustad Saya bisa Menikah lagi.
    Amin

    Komentar oleh risnany — Oktober 17, 2013 @ 5:41 pm | Balas

    • alhamdulillah, saya ikut berbahagia.

      jangan terlalu lama pendekatannya. segera dihalalkan! :-)

      saya bantu doa semoga segala sesuatunya berjalan dengan lancar menuju jenjang pernikahan dan membangun rumah tangga yg sakinah ma waddah wa rahmah.

      tidak perlu risau dengan beda umur 7 tahun.
      saya punya teman, dia lebih muda 8 tahun daripada istrinya kok :-)

      sekali lagi selamat :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 17, 2013 @ 7:04 pm | Balas

  56. terimakasih pa ustad. dia tinggal dibogor, udah bekerja…masalahnya kami blm pernah ketemu, paling telf atau sms. rencananya saya mau ketemu ama dia akhir bulan. dia menanti kedatangan saya…bolehkah saya bertemu ama dia, ???saya mau kenal sama orang tuanya…

    Komentar oleh risnany — Oktober 18, 2013 @ 10:02 am | Balas

    • mbak Risnany,

      boleh saja anda bertemu dan kenal dengan orang tuanya, malah HARUS kenal dengan anggota keluarga lainnya karena saat anda memutuskan menikah dengan seseorang maka itu berarti anda memasuki dunia keluarganya.

      semoga usaha anda (dan calon pasangan anda) untuk menempuh hidup baru berhasil dan mendapat ridho ALLOH SWT.

      aamiin :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 9:59 pm | Balas

  57. Ass, pak ustadz sy sdh menikah 10th n dikarunia anak 3 beberapa th yg lalu kami hidup berpisah krn suami ditempatkan diluar pulau disana dia selingkuh tp sy maafkan n kami hdp bersama lg skr dia sdh bersama sy be2rapa bln yg lalu dia mengucapkan kata berpisah trus kamj rujuk lg setelah hr raya idul fitri sy tau dia selingkuh lg n malah sdh kawin sirri disaksikan ibu suami stlh sy tanya maunya apa dia gak meninggalkan sy n mentalak istri barunya ternyata sma itu bohong mereka bersandiwara mlh istri mudanya ini sering dirumah mertua biarvbs sering ketemu sm suami sy, trs terang wanita mana yg mau di 2 kan ? Sy minta cerai n dia menulis di kertas kata2 talak kebetulan suami mlmnya hbs mabuk ternyata setelah dia tulis kertas itu dia robek n dibuang selang berapa hari suami n istri mudanya datang kerumah ktnya suami sy akan dilaporkan ke polisi krn kdrt n dia menuntut suami sy u memilih saya ato istri mudanya suami sy bingung kl dia milih sy dia dilaporkan ke polisi spt ancaman istri mudanya kl memilih istri mudanya sy minta cerai n dibuatkan talak,akhirnya dia memilih membuat surat talak u saya n pergi bersama istri mudanya, mlmnya dia sms kl dia dijebak minta didoakan bisa lari dr istrinmudanya n kumpul bersama sy n anak2. Skr dia diponpes u menentramkan hati apalg suami sy termasuk orang yg jauh dr agama, krn sy pns saat ini sdh mengajukan cerai dlm tahap mediasi dikantor, suami tetap ngotot ingin balik ke saya tp bukankah itu sdh talak yg ke 3 msk saya lupa kata2nya saat pertama dia bilang pisah n sy takut itu cm sandiwara suami nnt di blkng hari dia balik lg ke istri mudanya ato selingkuh lg, jujur sy msh sayang n cinta bgtpun anak2 msh sering cari ayahnya, maaf pak ustadz cerita sy panjang, mohon tausiyah apa yg harus sy lakukan

    Komentar oleh dwi — Oktober 19, 2013 @ 6:32 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Dwi, saya ikut berduka cita dengan cerita anda.
      semoga anda diberi ketabahan.

      mbak Dwi, talak/cerai TIDAK SAH jika diucapkan dalam keadaan tidak sadar (termasuk mabuk) ataupun terpaksa.
      dalam hal ini, saya melihat kondisi suami anda memenuhi kedua hal di atas.

      dengan demikian, menurut hemat saya, anda dan suami anda masih terikat pernikahan (belum jatuh talak).

      apabila anda masih ragu dg jawaban saya, anda bisa menghubungi pengadilan agama untuk mendapatkan jawaban yg lebih meyakinkan.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:05 pm | Balas

      • ass, pak ustadz saat ini kantor sdh memproses perceraian yg saya ajukan meski suami tdk pernah menghadiri panggilan u nya krn dia tetap tdk mau menceraikan sy, skr suami dirmh ortunya tp sy jg gak tau apa dia msh sm istri ke 2 nya itu. ktnya sih dia sdh plng kan n gak ada hub lg tp sy gak bisa percaya krn slm ini sdh sering dia berbohong. pak ustadz selama proses perceraian ini suami sy pernah plng kermh n memaksa sy u berhubungan skr dia sering tlp minta u ketemuan lg dengan sy. yang ingin sy tanyakan 1. dosakah sy saat melakukan hub suami istri krn mengingat kami sdh dlm proses perceraian 2. bolehkah sy menolak ajakan suami u berhub 3.bolehkah sy membatasi komunikasi suami n anak? jujur sy takut kehilangan anak2 sy krn suami n istri ke 2 nya pernah mengancam akan memgambil anak sy. trims pak ustadz doakan sy tabah n kuat

        Komentar oleh dwi — Desember 2, 2013 @ 6:06 am

      • wa’alaykumsalam wr wb,

        mbak Dwi, berikut ini jawaban saya:
        1. apabila anda melakukan hub sex selama proses perceraian, maka bisa dibilang proses perceraiannya BATAL. karena hub sex = salah satu bentuk rujuk.

        2. boleh. anda boleh menolak, apabila anda memang ingin cerai. (lihat kembali poin 1).

        3. komunikasi dg bertemu langsung mungkin bisa saja dibatasi, terutama jika memang hak asuh anak berada di tangan anda. tapi jika membatasi keseluruhan, menurut saya jangan, karena bagaimanapun juga di anak anda mengalir darah suami anda.

        demikian.

        insya ALLOH saya akan bantu doa. saya yakin anda kuat, jangan memperlemah diri! :-)

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 2, 2013 @ 9:29 am

      • ustadz jujur saya ragu, sy takut salah mengambil keputusan sehingga nnt akan ada penyesalan di masa depan, anak2 point utama tp saya gak mau disakiti lg oleh ulah suami, perceraian tetap sy urus dlm keadaan bimbang begini, apakah krn akhir2 ini sering berkomunikasi lg dgn suami yg menyebabkan sy bimbang lg, sy msh sayang sm suami tp takut u dihianati lg

        Komentar oleh dwi — Desember 3, 2013 @ 6:42 am

      • mbak Dwi,

        saya memahami ketakutan anda. tapi hidup itu penuh dengan resiko dan tantangan. yang bisa kita lakukan hanyalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi resiko dan tantangan itu, termasuk dengan menyiapkan solusi (secepatnya) jika kita bertemu dg resiko dan tantangan itu.

        semua tindakan kita akan selalu ada resiko. anda diam saja dalam kondisi sekarang,resikonya anda disakiti suami sementara anak2 MUNGKIN akan ‘selamat’ (entah untuk berapa lama). apakah anda siap untuk menghabiskan sisa hidup anda berada dalam kondisi dikhianati suami?

        anda berpisah, resikonya masa depan yg ‘gelap’. kehidupan anak (dan anda) mungkin terasa tidak jelas. namun di sisi lain anda bisa membangun hidup anda, yang insya ALLOH, bisa lebih baik. barangkali ALLOH SWT juga menyiapkan jodoh (baru) untuk anda yg lebih baik. siapa tahu?

        pilihan dan resiko ada di tangan anda.

        semoga anda berani dan siap mengambil dan memilih keputusan. :-)

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 4, 2013 @ 5:27 am

  58. Assalamualaikum, pak ustadz sy sdh menikah 17thn dan dikarunia 3 anak, beberapa thn yg lalu kami berselisih shg suami saya melontarkan perkataan cerai dan sejak saat itu suami saya tdk pernah lagi memberi saya nafkah lahir maupun bathin dan diapun tdk prnah tdr dirumah(kami tnggal di rumah mertua dan serumah dngn mertua dan adik perempuan suami), paling sekali2 plng melihat kondisi anak2nya. Demi anak2, terpaksa saya yg mencari nafkah, terkadang karena terdesak ekonomi dan biaya sekolah anak saya terpaksa melakukan hal yg tak terpuji tetapi berkat bimbingan seseorang sekarang saya menyesal dan ingin bertaubat bahkan seseorang yg membimbing saya itu rela menikahi saya secara siri demi menenggang perasaan anak2 dan tetap merelakan saya serumah dngn anak2 di rmah eyangnya.
    Pertanyaan saya :
    1. Syahkan perceraian saya secara agama meski kami tak mengurusnya ke KUA hanya krna agar anak2 tdk mengetahui kami cerai.
    2. Kalu saya menikah lagi meski secara siri syahkah pernikahan itu meski saya tetap tnggal di rmah eyangnya anak2 saya, tapi suami siri saya tnggal di tempatnya sendiri.
    3. Kalau saya menikah lagi, sbgai janda apakah saya wajib hrs ada wali.
    Mohon tausiyah dari pak ustadz, wassalamualaikum wrwb.

    Komentar oleh nurzakiyah yuniar — Oktober 20, 2013 @ 1:39 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Nurzakiyah.

      1. dari sisi agama dan negara, sebenarnya anda berdua sudah bercerai, jika melihat kronologi cerita anda. suami anda sudah mengatakan cerai/talak dan tidak memberi nafkah lebih dari 3 bulan.

      2. saran saya: HINDARI pernikahan siri, karena pernikahan siri lebih banyak merugikan kaum perempuan. pihak perempuan tidak punya landasan hukum (untuk lapor ke negara) jika terjadi hal2 yg tidak diinginkan.

      3. sebagai janda, anda TIDAK WAJIB ada wali, saat menikah lagi. tapi jika ada kerabat laki-laki yg dekat, lebih baik dia menjadi wali.

      demikian,
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:09 pm | Balas

  59. assalamu’alaikum pak ustadz…saya mau bertanya mengenai bagaimana bila istri yang mengajukan cerai (talak 1) ke PA kepada suami?
    apakah cukup dengan rujuk atau harus menikah lagi? terima kasih pak ustadz…mohon pencerahannya…

    Komentar oleh firman — Oktober 21, 2013 @ 12:51 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Firman.

      istri BOLEH mengajukan cerai (talak 1/2/3) ke PA.
      jika masih talak 1/2, cukup dengan rujuk (setidaknya berhubungan suami istri lagi), tidak perlu menikah lagi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:10 pm | Balas

  60. Ass, pak ustadz gimana kbrnya ? Tlng jawab pertanyaan saya….. terima kasih

    Komentar oleh dwi — Oktober 21, 2013 @ 7:05 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      maaf mbak Dwi, saya baru bisa balas.
      silakan dicek.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:11 pm | Balas

  61. Assalamu’aaikum pak Ustadz.. sya mau nanya, apakah sah talak yang saya berikan kpd istri sya lwt sms dgn kt2 spt ini” kamu sy talak 3″, sy melakukannya krn sy sngat emosi krna mendengar cerita org lain ya mgtakan istri sy berselingkuh, skrang kami ingin skali rujuk, tp kami tdk berani krn tkut klau talak 3 itu sah adanya. kami sdh pisah sekitar satu stgh bulan. gimana ya pak ustadz, apakah talak 3 tersebut sah adanya, dan apakah kami boleh rujuk? terima kasih. wassalamu’alaikum……

    Komentar oleh Ridhani — Oktober 21, 2013 @ 11:53 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Ridhani, saya memegang prinsip dari ulama yg menyatakan bahwa talak 3 hanya terjadi setelah talak 1 dan 2 dilakukan, meski ada juga ulama (dan Umar bin Khatb) yg membolehkan talak 3 langsung terjadi meski 1 kali diucapkan.

      kini pilihan ada di tangan anda, apakah anda mengikuti pendapat talak 3 setelah talak 1 dan 2, atau talak 3 sekali ucap.

      sekali anda memilih, maka anda mesti konsisten dengan pilihan anda.

      saran saya, ada baiknya anda menemui penghulu/pengadilan agama untuk berkonsultasi secara langsung untuk menghindari salah paham.

      dari sisi saya, tindakan anda masih talak 1 dan bisa rujuk. namun sekali lagi, sebaiknya anda + istri ke PA, agar menjadi pelajaran juga bagi anda untuk tidak sembarangan mengucapkan cerai/talak.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:16 pm | Balas

  62. Assalamualaikum. Wr. Wb

    Maaf ustad saya ingin bertanya soal masalah keluarga yang saya bina. Intinya saya sehari ini kerja dari pagi hingga malam, sedangkan isteri saya tidur dirumh ibunya. Saya cuman ingin kumpul bareng sama anak dan isteri saya, pada akhirnya sya ingin menjemput isteri saya ditempat ibunya. Sya mendapat blsan dri isteri saya klo dia akan pulang pda tgl 3 november 2013. Saya sudah berusaha, menyediakan tmpat untk kami ber 3 tinggal ruko 2 lantai. kebetulan lantai 1nya buat usaha mencari rezeki untuk mencukupi kbthan kmi. Pada intinya saya tidak ada mksd dan keinginan ataupun berpisah untuk mengirim pesan BBM isinya “kita bercerai saja, bla…bla..bla… ini pesan saya mau hapus, karena kbtlan letak delet dan enter posisinya sama2 diujung sblh kanan.

    Saya kerja dari pagi 06.00 s/d 21.00 itu tiap hari dan libur jarang. Apakah itu sdh jatuh cerai atau sudah dalam lingkup urusan agama atau msh bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

    Saya tidak ada keinginan untuk berpisah, isteri pun sma hal tidak ingin, karena kslahan sya pun sdah meminta maaf agar kami slsaikan scara kekeluargaan, tpi isteri ttp mau ingin tau apakah pesan yg saya kirim itu sudah jatuh atau mash bisa dislsaikan scara kekeluargaan.

    Mohon diberikan pencerahaan untuk saya…karena saya sadar salah, tpi saya tidak ada mksd untuk kirim pesan BBM tersebut. Justru ke pencet enter bukan delet, karena mau sya hapus pesan tersebut.

    dari : Hamba Allah Mohon maaf saya tidak bisa menunjukkan jati diri saya sebenarnya, dikarenakan saya malu. Ini keinginan isteri mau tau lebih jelas soal urusan tersebut.

    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    Komentar oleh Andi Majalengka — Oktober 22, 2013 @ 7:13 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Andi, dari cerita anda, saya melihat anda menjatuhkan talak/cerai secara ‘tidak sengaja’.
      alhamdulillah, anda segera sadar dan istri pun menyadari dan memaafkan kesalahan anda ini.

      meskipun ‘tidak sengaja’, menurut saya anda telah menjatuhkan cerai/talak 1 kepada istri anda.

      untuk rujuk, tidak perlu ke pengadilan agama/menikah lagi.
      cukup anda temui istri anda dan ucapkan “saya ingin rujuk denganmu. [jelaskan alasannya jika memang diperlukan]” maka insya ALLOH rumah tangga anda dan istri sudah kembali.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:21 pm | Balas

  63. Assalamu alaykum ustad..
    Saya seorang istri, 4 bulan yang lalu saya menikah dengan lelaki pilihan orang tua saya. seminggu setelah menikah suami saya menyatakan bahwa beliau tidak ikhlas menikahi saya, beliau menikah karena permintaan orang tua. Selama 4 bulan ini saya tidak pernah mendapat nafkah batin darinya. Belakangan saya tahu waktu akad nikah dia salah menyebut nama saya.
    Pertanyaan :
    1. Apakah tidak diberi nafkah batin selama 4 bulan sudah jatuh talak?
    2. Apakah pernikahan saya sah ?
    Mohon jawabannya ustad, Syukron..

    Komentar oleh Yanti — Oktober 22, 2013 @ 8:43 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Yanti.

      saya ikut bersedih dg apa yg anda alami.
      insya ALLOH ada hikmah di balik semua kejadian yg anda alami.

      1. ya, belum jatuh talak. batas tidak memberi nafkah lahir dan/atau batin = 3 bulan, jika merujuk pada buku nikah. selanjutnya anda bisa/berhak untuk mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama, disertai bukti2 yg mendukung. yg mesti diperhatikan adalah: TALAK BELUM JATUH hingga pihak pengadilan mengeluarkan keputusan.

      2. yg harus diperhatikan adalah para saksi yg TIDAK CERMAT dan pak penghulu yg mengsahkan. jadi kesalahan/tanggung jawab bukan di pihak mbak Yanti.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:24 pm | Balas

  64. Ass pa ustadz,,sy mau bertanya dan meminta pendapat,,saya sudah men talak istri saya karena yang saya rasakan istri saya sudah tidak bisa menghormati saya sebagai suami,dan istri saya pun mengakui smuanya,,dan istri saya ingin berubah,,yang saya takutkan kejadian ini berulang lagi karena sebelum ini juga sudah pernah terjadi ketika saya maafkan eh terjadi lagi..sebelumnya sy juga pernah talak istri sy 2x satu lewat telpon dan sy sampaikan ke orang tua nya,satu lewat pesan singkat,yang saya tanyakan apakah talak saya sah karena ketika saya katakan “saya ingin cerai dari kamu” saya sadar walau sedikit emosi,,lalu bagaimana apabila istri ingin rujuk kembali,,karena untuk saat ini perasaan cinta kepada istri saya sudah agak pudar karena sering disakiti,,terimakasih atas jawaban&pendapatnya pa ustadz ,wassalam

    Komentar oleh luisman — Oktober 23, 2013 @ 11:12 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Luisman.

      merujuk dari cerita anda, maka talak/cerai (sebanyak 2 kali) yg anda lakukan, insya ALLOH sudah sah.
      jika istri masih ingin rujuk, maka masih boleh, karena talak/cerai baru terjadi sebanyak 2 kali.

      apabila anda ragu dg niat rujuk istri anda, saya sarankan jangan dilakukan (untuk rujuk) untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan (lagi) di masa mendatang.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:26 pm | Balas

      • Terima kasih atas jawabannya pa ustadz tp mungkin ad yg perlu sy jelaskan lagi,berarti apakah talak sy yg terakhir termasuk talak 3?karena sebelumnya sudah 2x (lewat tlp&sms),,saya juga mendengar pendapat bhw talak yg dsampaikan lwat perantara(telepon /sms) tidak sah,,mohon pencerahan dr Allah SWT melalui pa ustadz karena saya ragu tentang status talak saya,,dan saya pun bingung istri minta rujuk..terma kasih wassalam

        Komentar oleh luisman — Oktober 24, 2013 @ 7:18 am

      • mas Luisman,

        saya pribadi tidak mengikuti/menyetujui talak via sms/telp,karena hal tsb dilakukan karena salah paham.

        memang ada ulama yg menyatakan talak via sms/telp itu sah.

        saran saya: anda yakin dan ikut pendapat yg mana?ikuti saja dengan catatan anda MESTI KONSISTEN dengan pilihan anda.

        jika anda yakin dan mengikuti pendapat talak/cerai via telp/sms tidak sah,maka lakukan dan konsisten di dalamnya. demikian pula sebaliknya.

        saran saya: ikuti yg cerai/talak via sms/telp tidak sah. sehingga anda tidak ragu2 lagi.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 25, 2013 @ 7:55 am

  65. Assalamualaikum ustadz kohon pencerahanya, suami sy sdh talak 1 kpd sy , lalu suami sya dtg k rmh ortu sy, dy berkata (pak sy titip dulu istri anak sy. Skrg sy tnggl sm ortua sya. Dan istri n anak sy tnggl sm bapak dahulu untuk intropeksi diri. )Tapi tdk di ketahui batas intropeksiny . Dan bilang klw memang dy mau balikin sy, dy psti bw org tua. Tp malam itu dy hanya sendri. Apakah ni yg dinamakan mengembalikan ke orangtua ustadz atau cm intropeksi sj. Atau gmn, sy bngng. Sy harus bagaimana ke suami. Apa sy hrs sprti biasa melayanin mengurus suami? Dy blh karena sdh menalak sy makanya tdk mw nyentuh sy.

    Komentar oleh ana — Oktober 23, 2013 @ 6:20 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Ana, jika suami sudah mengatakan cerai/talak dan mengembalikan anda+anak ke rumah ortu anda, itu berarti talak 1 sudah jatuh.
      jika hendak introspeksi, maka suami anda tidak perlu bilang talak 1. cukup katakan bahwa kalian berpisah untuk sementara dalam rangka introspeksi.

      setelah talak jatuh, anda TIDAK WAJIB melayani.

      jika suami anda menyentuh anda (berhubungan suami istri) maka itu berarti telah rujuk, karena salah satu cara rujuk = berhubungan suami istri.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 23, 2013 @ 10:30 pm | Balas

  66. Assalamualaikum…
    Ustad saya mau bertanya… Saya dan suami ada pertengkaran hebat.. Trus dia emosi gara2 mungkin saya tiap kali ngajak berantem,akhirnya saya melontarkan kata2 saya ingin pisah dan mungkin suami emosi beliau me”• ǏƔǻ”kan permintaan saya dan dia pulang ke rmhny.. Ï七凹 hukum Ϟƴǻ gimana pak ustad.. Apa kita uda resmi berpisah apa gmn??mohon penjelasan Ϟƴǻ..

    Komentar oleh cece — Oktober 23, 2013 @ 10:58 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Cece, merujuk dari cerita anda terutama karena suami juga bertindak pulang ke rumahnya, saya pikir talak 1 sudah jatuh.
      tapi masih ada kemungkinan anda berdua bisa rujuk.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 24, 2013 @ 12:42 pm | Balas

  67. Asw ust sy mohon pnjelasn sy abis btngkar dgn suami krn kesel sy nantangin suami dgn krm sms: qta cerai abi..suami bls dg mforward sms sy dg tmbahn klmt (sy mengaminkan apa yngi kmu tls)ktnya.sah talak itu ust??trus dlm masa iddah apakah sy khilangn hak sbgi istri?spt suami mngurangi uang dn ga mau mluangk wktu u prg bsama sy?dia pulg apa ga sy ga boleh tau??

    Komentar oleh atikah — Oktober 24, 2013 @ 8:45 am | Balas

    • Tmbahn ust sy statusnya istri k2 sn akhir2 ini suami mulai ga adil mbgi wltux.stau sy jk mlakukn hub intim tnda rujuk tp suami mngatakn zina mknya dia kdg ga mau pulg…

      Komentar oleh atikah — Oktober 24, 2013 @ 8:57 am | Balas

      • boleh saya tahu,anda istri ke-2 yg dinikahi sirri atau sah (via KUA)?

        betul,jika anda berhub suami istri,maka anda berdua rujuk. saya heran dg pendapat suami anda yg mengatakan zina. maaf, tapi mungkin dia memang berniat menceraikan anda.

        ada baiknya anda mempersiapkan hal terburuk.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 25, 2013 @ 8:00 am

      • ust sy dnikahi kua.dlm masa iddah benerkah status sy bukan istri lg tp mantan istri?trus suami ga mesti nginep klo ktmpat sy krn status sy itu?masa iddah 3x bersih atw 3bln 10hr ust?syukran

        Komentar oleh atikah — November 6, 2013 @ 10:23 am

      • mbak Atikah,

        setahu saya,masa iddah masuk usai perceraian terjadi. dengan demikian, status anda memang sudah menjadi mantan istri.

        mengapa suami anda mesti/dibolehkan nginep di tempat anda? bagaimana jika ternyata anda berdua melakukan hub suami istri? karena jika itu terjadi berarti anda berdua telah rujuk.

        masa iddah karena cerai = 3x mens.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — November 6, 2013 @ 4:47 pm

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mbak Atikah,ada ulama yg meng-SAH-kan talak/cerai via sms/telp.ada juga yg tidak setuju.

      saya pribadi mengikuti yg tidak setuju.

      namun,mengingat suami anda membalas dan meng-AMIN-kan ‘tantangan’ anda, saya melihatnya talak 1 sudah jatuh dan sah.

      selama masa iddah, anda masih punya hak untuk mendapatkan nafkah dari suami.

      pastikan juga,selama masa iddah anda dan suami tidak berhubungan suami istri, karena jika berhub suami istri,maka scara otomatis anda akan dianggap sudah rujuk.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 25, 2013 @ 7:58 am | Balas

  68. Maaf ustad sy klo mlht blsn prtnyaan dsni dmna?sy sngat butuh pnjelasn dr ustad.

    Komentar oleh atikah — Oktober 24, 2013 @ 6:44 pm | Balas

    • maaf mbak Atikah,saya baru bisa balas.
      silakan dicek

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 25, 2013 @ 8:00 am | Balas

  69. Ustadz apakah sy masih mampu mendampingi suami spt ini

    Komentar oleh dwi — Oktober 25, 2013 @ 3:28 pm | Balas

    • mbak Dwi,

      semuanya berpulang dan tergantung mbak Dwi menyikapi dan mempersiapkan diri.
      jika dirasa diri sudah lelah dan tidak ada solusi yg lebih baik lagi, ya jgn menyiksa diri (dan jiwa) lebih lama.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 25, 2013 @ 6:31 pm | Balas

  70. Ustadz suami sy sdh lama mengatakan talak 1, tp mlm itu dy k rmh orgtua sy untuk menitipkn smntra krn hndk intropeksi. Dan slm dy sdh mngtkn talak1 , dy sm skli tdk mnytuh sy. Dy blng dy sdh menalak sy jd dy tdk akan mnyntuh sy.apkh sprti itu? Org trdkt sy blng sjk sy dan dy ingin rujuk.apkh hrs mnkh kmbali, apkh bnr?

    Komentar oleh ana — Oktober 25, 2013 @ 9:16 pm | Balas

    • mbak Ana,

      tindakan suami anda BENAR. karena jika anda berdua melakukan hub suami istri, maka itu bisa diartikan RUJUK.

      apabila anda dan suami sudah reda emosinya dan ingin melanjutkan bahtera pernikahan kembali, tidak perlu menikah kembali. cukup suami anda mengatakan “saya ingin rujuk” dan berhub suami istri, maka anda berdua sudah menjadi suami istri kembali.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 28, 2013 @ 5:13 pm | Balas

  71. assalamualaikum pak ustad..
    saya mau tanya, kamis siang kemarin saya dan istri lagi tiduran kebetulan saya kerja malam dan pada saat itu dlm posisi ngantuk serta jengkel.
    nah istri mau memeluk saya tp saya tdk mau karena ngantuk, sambil bercanda istri saya bilang disayang tdk mau trs kalau menyayang orang lain gmn?
    dengan spontan karena jengkel maka saya jawab tak cerai lah, maksud hati saya kalau dia sampai menyayangi orang lain atau kasaranya selingkuh maka tak cerai lah..
    pertanyaan saya tad apakah perkataan saya termasuk talak? soalnya waktu itu saya mengucapkan 2 kali dlm posisi ngantuk dan jengkel..
    terimakasih
    wassalamualaikum wr wb

    Komentar oleh triyono — Oktober 26, 2013 @ 2:11 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mas Triyono, ucapan anda BUKAN termasuk talak, karena anda merespon ‘ancaman’ istri anda.

      kecuali anda sudah menemukan bukti bahwa ternyata istri anda memang menyayangi/selingkuh dg orang lain, maka perkataan cerai dari anda menjadi sah.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 28, 2013 @ 5:15 pm | Balas

  72. Ass ustadz sy ini kan pns hrs minta persetujuan kepala kantor, beliau mengharuskan suami sy u datang ke kantor tp suami gak pernah mau n nampaknya dia slmanya akan menggantung status saya shg suatu saat dia bs balik kesaya. Trims ustadz

    Komentar oleh dwi — Oktober 26, 2013 @ 7:14 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      untuk lebih rincinya, saya sarankan mbak Dwi mendatangi pengadilan agama dan menceritakan secara detail masalah anda.

      terus terang, saya tidak bisa membantu sejauh itu.

      maaf.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 28, 2013 @ 5:15 pm | Balas

  73. saya mau tanya, proses sidang cerai berapa lama pa ustad??mantan suami saya udh mendaftarkan ke pengadilan agama tigaraksa. saya lg tunggu sidang perceraian saya.

    Komentar oleh risnany_ — Oktober 30, 2013 @ 9:08 am | Balas

    • mbak Risnany,

      proses cerai tergantung dari masing2 pihak,terutama jika terkait harta gono gini dan status pengurusan anak.

      ada yg seminggu selesai,tapi bisa juga bertahun-tahun.

      semoga sidangnya sukses,aamiin

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 31, 2013 @ 5:20 pm | Balas

  74. Saya mau tanya ustad, jika suami mengeluarakan kata-kata yang pada intinya kalau saya tidak nyaman lagi dengan suami saya disuruh dihidup sendiri kalau masih nyaman ya udah. apakah ucapan tersebut termasuk talak bagi saya. Tapi saya tidak ingin kalau ada perceraian. Ini berawal dari saya menelpon suami menanyakan ada dimana terus saya sindir lagi di kostan main, main disini saya tidak bermaksud atau menuduh suami saya melakukan hubungan suami istri tetapi main biasa bermain. Tetapi suami berfaham kalau saya menuduh dia melakukan hubungan suami istri. Malam setelah pulang kerja suami marah dan bilang kalau dia kerja beneran dan mengucapkan kata-kata tersebut.
    1. Apakah itu termasuk talak.
    1. Jika yang minta rujuk saya bagaimana? atau saya menanyakan apakah suami saya mau rujuk atau tidak ?
    2. Jika suami mengatakan mau, apakah sudah termasuk rujuk ?
    3. Jika saya yang minta ke suami untuk melakukan hubungan suami istri setelah ada ucapan tersebut apakah boleh dan itu apakah sudah termasuk rujuk.
    Terima kasih, ustad.

    Komentar oleh wini — Oktober 30, 2013 @ 10:49 am | Balas

    • mbak Wini,

      jika ucapan suami ‘menggantung’ (tidak tegas) maka tidak bisa dikatakan talak/cerai.

      1&2 = tidak perlu dijelaskan lagi

      3. ada ulama yg mengatakan hub suami istri = salah satu tanda rujuk (tidak selalu dengan ucapan).

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 31, 2013 @ 5:21 pm | Balas

  75. Assalamu Alaikum.. Pak ustadz, mhon pencerahannya…
    kami baru menikah selama 1 tahun 8 bulan. suami sy belum memliki pekerjaan tetap disaat kami menikah, setelah usia pernikahan kami berjalan 8 bulan suami sy ingin mencari rezki diluar daerah saya, cukup jauh dr saya dan butuh waktu 24 jam naik bis untuk sampai kesana.. setelah kepergiannya, dia kdang pulang sekali 2 bulan dan kadang pulang sekali 3 bulan, saya mulai mengeluh pak ustadz karena saya sellu merindukan suami saya, semntara saya jg seorg PNS pak ustadz jadi alhamdulillah ada gaji tiap bulan tp suami saya jg katanya tdk enak kalau tdk memberi nafkah sama saya, saya hargai itu tapi saya lebih membutuhkan dia ada disisiq pak ustadz karena saya sellu merindukan dia,.. inilah awalnya kami sering bertengkar, karena jaringan disana jelek jadinya komnikasi kami jg mulai kurang membaik, akhirnya saya sellu marah karena dia jarang menghubungi akhirnya dia jg malas utk menghubungi saya akibat saya sering marah pak ustadz. dan suami saya itu orangnya sosialis sekali, dengan sesama teman2nya dia sellalu, kalau dia pulang dari perantauan setelah 2 atau 3 bulan lamanya kadanya saya ingin pergi jalan terus sm dia, tapi dia keluar terus sama temanya, terkadang cuman sekali aja waktunya untuk saya kami jalan sama2 kemudian dia pulang lagi..
    inilah sellu membuat kami sering bertengkar pak ustadz dan terkadangmi jg sy minta pisah karena dia lebih mementingkan teman2nya daripada saya sendiri..

    dan kepergiannya yang terakhir selama 2 bulan kami serng bertengkar melalui sms, sampai dia pulang ke rumah saya sudah nda menyambutnya dengan baik, nda sama seperti biasanya meskpun saya merasakan kerinduan yang mendalam, semalam dia menginap dirumah, besoknya saya menydari bahwa saya bersalah karena tdk menyambutnya dengan baik akhirnya kuajak kerumah keluarga dan tujuan ingin mengajaknya juga jalan berdua untuk mencairkan suasana, tapi dia menolak dia bilang kita dirumah aja setelah dari rumah keluarga dia ingin langsng pulang kerumah. tapi setelah sampai dirumah dia ternyta sudah janjian sama temannya mau nginap berkemah diluar (suami saya pecinta alam pak ustadz) semalam, tapi saya marah karena dia pergi selama 2 bulan kerja kemdian baru pulang semalam sdah mau nginap diluar, padahal saya ajak keluar tadi dia tidak mau, terus saya bilang mau ikut jg tp dia bilang tdk ada perempuan yg ikut.

    akhirnya saya sms dia, kubilang demi Allah saya nda ridha kk keluar malam ini, tapi nyatanya dia tetap keluar pak ustdz, saya marah besar, kuikutin dia dgn naik motor..kuhadang kendarannya ditengah jalan saya bilang kk sdah tdk sayang sama saya lebih memilih keluar daripada sm istri sendiri, dengan emosi dia ucapkan jadi “apa maunya”, kemdian dia lanjutkan “SEKARANG KITA PISAH SAJA” dia ucapkan 2 kali pak ustdz..

    selanjutnya dia nginap diluar sejak 2 hari sebelum lebaran sampai sekarang sudah 16 hari dia tdk mau pulang kerumah, orang tunya datang dari jauh, tp tetap dia indahkan.. org tuanya tdk ingin kami bercerai, tp setiap suamiq kutanya dia selalu bilang bahwa buat apa saya datang SEMUA SUDAH SELESAI, KITA SDAH PISAH” Saya bingung pak ustadz, suami saya pergi begtu saja dan saya dengar besok dia mau berangkat lagi ke daerah t4 dia kerja tanpa menyelesaiakan semua ini baik2, pertanyaan saya :

    1. apakah saya sudah jatuh talak 1
    2. saya harus bagaimana, apakah menunggu dia datang lagi sampai berbulan-bulan lamanya untuk dia kami rujuk, tapi masalahnya dia kaya kekeh skali bahwa sudah tidak mau lanjut lagi dengan saya, tapi barang-barangnya dirumah juga belum dia ambil,
    yang saya sakit hati sekali pak ustadz karena rumah ini kami beli atas permintaanx dia, sekitar sebulan yang lalu, dan tempat ini jaaauh sekali dari kantor saya, saya naik motor tiap hari PP selama 50 menit perjalanan, kemudian dia tinggalkan saya padahal begtu banyak rencana dulu kami susun, sekarang meliatq saja dia tidak mau pak ustadz apalagi sampai mau bicara baik2, saya benar2 bingung pak ustadz karena saya jg mash sangat menyayangi dia tiap hari menangis merindukan dia, tapi tdk satupun smsq dibalas kecuali dgn kata2 kita sudah selesai katanya…

    mhon jawabanya pak ustadz.. saya butuh sekali.. syukron katsiron..

    Komentar oleh palattae — Oktober 30, 2013 @ 1:32 pm | Balas

    • mbak Palattae,

      saya ikut bersimpati dg apa yg anda alami.
      semoga ALLOH SWT memberikan kekuatan kepada anda untuk menjalani hidup.

      1. ya,sudah jatuh talak 1

      2. jika suami anda memang tidak mau berkumpul lagi,jangan dipaksakan, karena nantinya anda berdua menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh keterpaksaan dan kepura-puraan.

      jika memang suami anda ingin cerai,yg mesti anda lakukan:
      1. persiapkan mental
      2. ajukan cerai ke pengadilan agama setempat, termasuk menceritakan kronologisnya
      3. menyiapkan diri utk menjalani hidup baru.

      demikian, semoga bermanfaat.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 31, 2013 @ 5:25 pm | Balas

  76. dalam hal ini saya sudah berkali-kali meminta maaf pak ustad bahkan janji demi Allah saya akan berubah asal kk mau rujuk kembali tapi memang suami saya kata orang tuanya dasarnya keras, sekali bilang A sudah nda bisa berubah.. saya ingin tetap bersabar pak ustadz tapi sampai kapan dia begtu, dia nda mau bicara baik2… atau saya tunggu sampai dia pulang dari tempat kerjanya 2 bulan kemudian lagi yaah, cuman yang jadi pertanyaan saya kenapa dia jadi benci sekali sama saya, bertemu denganqpun dia tidak mau apalagi mau bicara baik2.. mhon jawabanya pak ustadz

    Komentar oleh palattae — Oktober 30, 2013 @ 1:42 pm | Balas

  77. Tolong pak ustadz diberikan jawaban secepatnya yaah….. sekarang sy cmn berserah diri pak ustadz doa istiqamah, krn sy yakin Allah akan meluluhkan hatinya krn Dialah sipemilik hati smua manusia di muka bumi ini…

    Komentar oleh palattae — Oktober 31, 2013 @ 8:11 am | Balas

    • maaf, saya baru balas. silakan dicek.

      saran tambahan: perbanyak doa, sedekah, dan sholat tahajud, untuk kemudahan segala sesuatunya.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 31, 2013 @ 5:25 pm | Balas

      • Makasih banyak pak ustadz jawabnya, mohon doanya aja…

        Komentar oleh palattae — November 4, 2013 @ 10:23 am

  78. saya belum punya anak. biasanya berapa bulan???nanti saya dapat surat panggilan gitu dari pengadilan agama ya paustad.

    Komentar oleh risnany — November 1, 2013 @ 11:15 am | Balas

    • mbak Risnany,

      pemberian nafkah dilakukan selama masa iddah (lebih kurang 40 hari), terlepas anda punya anak atau tidak.

      surat panggilan dari pengadilan tergantung dari pengadilannya sendiri,mbak. bisa cepat (1 minggu) bisa lebih lama.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 4, 2013 @ 8:24 am | Balas

  79. Mohon bantuanya.. ustad teman saya pernah mengucap talak satu kata kepada istrinya yg keadaan haid.. kemudian setelah suci bersetubuh lagi,apa hukumnya?tanpa adanya kata rujuk namun masih saling bersama, kemudian beberapa bulan selanjutnya teman saya mengucapkan lagi dua kata sekaligus.keadaan suci namun sudah pernah bersetubuh.kemudian balik lagi?apa hukumnya?termasuk talak tiga atau bagaimana?mohon saranya.terima kasih

    Komentar oleh icha — November 2, 2013 @ 1:22 am | Balas

    • mbak Icha,

      meski kata rujuk tidak diucapkan, namun beberapa ulama mengatakan bahwa bersetubuh merupakan salah satu tanda rujuk telah terjadi.

      menilik dari cerita anda, maka semestinya sudah turun talak 3.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 4, 2013 @ 8:21 am | Balas

  80. Kemudian kalau sudah talak tiga. Yg harus nikah dengan orang lain itu salah satu mosal perempuanya ato laki2nya.atau dua2nya harus menikah dengan orang lain agar bisa rujuk

    Komentar oleh icha — November 4, 2013 @ 12:21 pm | Balas

    • mbak Icha,

      sepengetahuan saya, pihak istri/perempuan yg mesti menikah dahulu dg orang lain (laki-laki lain) sebelum bisa rujuk kembali.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 4, 2013 @ 1:35 pm | Balas

  81. assalamualikum warohmattulohowabarokatu,mohon pencerahaannya pa ustad, saya kemarin bertengkar dgn istri saya melalui bbm, karena saya pusing dan emosi maka saya bikin status di PM ‘kalo emang ga kuat dan biar ga pusing cerai aja’ kurang lebih seperti itu. Apakah itu termasuk sah talak ato tidak,(posisi istri lagi head) dan setengah jam kemudian saya minta maaf lewat bbm , dan istri saya memafkan saya.

    Komentar oleh yudhiana — November 4, 2013 @ 3:10 pm | Balas

  82. assalamualikum ustadz saya mw tanya jika sudah talak 1 suami jg tdk wajib menafkahi istri ? misalnya memberikan uang? sdh 4 bulan dy mngatakan talak. bulan 1 dy msh ksh uang untk blnj, 2 bulan msh kasih , bln ke tiga dy masih kasih uang tp sblm ksh uang dy blng g wjb sbnrny ksh uang k sy. itupun bulan ke tiga saya minta dg dia.dan skrg bln ke 4 dy tdk kasih uang sm skali. skrng sy msh ada d rmh ortu sy. dy tdk sm sekali mngatakan rujuk yg da dy mngkn ingin pisah dan dy malah mnenggantungkan sya. sy tdk tahu mw dia apa dg mnenggantung sy sprti ini.

    Komentar oleh ana — November 5, 2013 @ 11:09 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Ana, saat talak (1-3) jatuh, suami tetap memberikan nafkah lahir (uang) hingga masa iddah (3 bulan 10 hari,lebih kurang 100 hari).

      selebihnya, dia tidak lagi berkewajiban, kecuali ada anak yg mestinya dia ikut membantu memberikan dana untuk perkembangannya.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 6, 2013 @ 8:41 am | Balas

  83. assalamu alaikum wr.wb

    mohon bantuan nya atas permasalahan yang sedang saya hadapi….
    saya saat ini sedang ad masalah dengan suami saya….dmana waktu itu saya berantem dengan suami saya di karenakan masalah sepele…..waktu itu saya lgi kurang enak badan….n sempat mrmbangun kan suami saya….mungkin karena faktor suami ngantuk juga dy cuek dengan saya…n krna sat itu juga emosi….saya lempar remot tv sampai hancur n tanpa tidak sadar emosi saya memuncak mencakar…menendang suami saya sendiri….n akhirnya suami saya berkata kepada saya ” PULANG SANA KAMU KERUMAH ORANG TUA KAMU” sampai dy brucap x kepada saya sambil dy pergi meninggalkan saya…..n saya pun hari itu juga pergi dari rumah malam”…..tpi bukan kerumah ortu saya melainkan kerumah temen krja saya

    tpi keesokan pagi nya saya langsung sms suami saya….untuk minta maf kepada nya atas kejadian semalam…..tetapi tidak ad respon sama sx dri suami saya…..sampai 3 hari 4 malam pun dy tdk mencari n menanyakan keberadaan saya…

    dan akhirnya saya beranikan diri untuk menghubungi dy kembali untuk kelanjutan nya bgaimna….??? n dy menjawab tidak ad kecocokan lg dengan saya…..

    mohon bantuan nya saya harus bagaimna n suami saya juga hrus seperti apa sama saya????

    terima kasih sebelumnya….
    ditunggu balasan segera

    wassalamu alaikum wr wb

    Komentar oleh resta — November 6, 2013 @ 5:32 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Resta.

      terus terang, kami terkejut juga membaca cerita anda.
      saran kami: mbak Resta mesti bisa lebih mengendalikan emosi lagi ke depannya utk menghindari hal2 yg tidak diinginkan lagi.

      tindakan yg diambil suami anda, menurut kami, wajar. terlebih sudah ada kontak fisik yg dimulai dari anda.

      saran kami:
      temui suami & keluarganya, minta maaf dan bicara baik2. hargai suami dan keluarganya dengan menemui mereka, bukan sekedar via sms/telpon.
      jika perlu, sebelum bertemu dg suami&keluarganya, anda mencari seseorang sebagai penengah/juru bicara.

      semoga sukses.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 7, 2013 @ 10:26 am | Balas

  84. misalkan masa iddahny sdh terlewati. apakah sy dan suami msh terikat suami istri? karena sy smpai skrg msh d rmh ortu. dy tdk ad kata ingin rujuk.hanya menggantungkan sy sj.sy skrg jd bngng hrs gmn. dy seorang pns ustad, apa mngkn dy blm dpt izin dr atasann atau gmn, sy tdk tahu.

    Komentar oleh ana — November 6, 2013 @ 8:03 pm | Balas

    • mbak Ana,

      jika masa iddahnya sudah terlewati, itu artinya mbak Ana bisa menikah lagi dengan laki2 lain.

      seperti saran saya terdahulu, anda hubungi pengadilan agama setempat, beri penjelasan mengenai kondisi yg anda alami. berikan pengertian dan penjelasan kepada mereka, bahwa suami anda memang sudah tidak menginginkan rujuk namun terkendala dengan ijin dari atasannya.

      semestinya pihak pengadilan negeri bisa membantu anda untuk menyelesaikan masalah ini.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 6, 2013 @ 9:38 pm | Balas

  85. Jazakallahu uztad atas pencerahannya..

    Komentar oleh Yanti — November 7, 2013 @ 7:36 am | Balas

  86. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ..
    Nama saya mei,,, saya mempunyai masalah…. 4 bulan yang lalu saya menikah dengan seorang duda.. Saya mengetahui dia duda dari orang tua, dan dengan bukti surat merahnya… Dan mereka sudah berpisah selama 4 tahun. Setelah menikah saya mendapat sms dari mantan istri suami saya kalau mereka blum resmi bercerai, karena mantan istrinya belum mendapatkan surat talak itu. Yang saya ♏ªϋ tanyakan… Apakah pernikahan saya sah secara agama? Dan apakah suami dan mantan istrinya telah sah bercerai. Suami saya bilang kalau dia sudAh menceraikan mantan istrinya…. Saya bingung bagaimana harus bertindak… Mohon bantuan… Terimakasih…

    Komentar oleh mei — November 7, 2013 @ 4:10 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Mei, berikut jawaban kami:
      1. insya ALLOH pernikahan anda sah secara agama. oya, jika boleh tahu, apakah anda menikah sirri atau di KUA?

      2. barangkali suami anda menceraikan istri pertamanya tanpa melalui pengadilan agama. untuk lebih amannya, ada baiknya anda mengajak suami anda untuk mengurus perceraian dengan istri pertamanya di pengadilan agama sehingga kehidupan rumah tangga anda tenang.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 7, 2013 @ 7:53 pm | Balas

  87. assalamualaikum

    nama saya agus, saya mempunyai masalah dengan istri saya, apakah pernikahan saya ini masih sah atau tidak, karena dalam rumah tangga saya selalu di ancam oleh pihak kluaga istri saya, dan istri saya slalu mengucap kta” kasar dan mengancam akan melukai keluarga saya, dan saya jga tidak boleh menceraikan istri saya kalo saya menceraikan saya dan kluarga saya di ancam akan di lukai, apakah itu sudah termaksud talak,

    mohon bantuan nya???

    Komentar oleh agus — November 7, 2013 @ 8:50 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      secara hukum agama dan negara,pernikahan anda masih sah hanya saja mas Agus sudah tidak merasa nyaman lagi menjalaninya.

      saran saya, jika memang mas Agus sudah tidak nyaman menjalani pernikahan, lebih baik diakhiri saja, terlebih ada ancaman segala.

      mengenai ancaman, saran saya anda hubungi pihak berwajib.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 8, 2013 @ 8:09 am | Balas

  88. klw dr sy, sbnrny sy tdk ingin pisah. dr awal prnkhn orgtuany tidak setuju krena sy pilihan suami sy, akhrnya mereka menyetujui, tp d dlm prnkhn akhrny orgtua suami sll ikut campur dlm urusan rmh tangga kami. dan akhrny trjdilah skrg sprti ni. smpai akhrny suami sy bnr2 membenci sy. y allah klw memang perceraian ni jalan yg trbaik …mdh2kan sy ikhlas, mkshhh ustaddz.

    Komentar oleh ana — November 7, 2013 @ 10:18 pm | Balas

    • mbak Ana,

      saya ikut berduka cita dengan apa yg anda alami. tapi percayalah, akan selalu ada hikmah di balik setiap kejadian.

      saya harap mbak Ana bisa selalu kuat dan tegar dalam menghadapi dan menjalani hidup. perbanyak dzikir dan ingat kepada ALLOH SWT. mintalah bantuan pada-Nya.

      semoga mbak Ana bisa menjadi pribadi yg lebih ikhlas, aamiin.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 8, 2013 @ 8:11 am | Balas

  89. Test

    Komentar oleh has — November 9, 2013 @ 1:13 am | Balas

  90. Assalamualaikum….
    ℳäu brtnya jika suami dlm keadaan emosi n marah n brklahi lewat telpon kmdian karena sama2 emosi istri brkata talak 3 saya Dan kemudian suami berkata dgan lantang n emosi Θΐ telpon saya talak 3 kamu…ªƥª itu sudah jatuh talak 3 Πўª …terima kasih sebelymnya

    Komentar oleh Luna — November 9, 2013 @ 2:21 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Luna,jikapun jatuh talak, saya memegang prinsip bahwa talak yg jatuh adalah talak 1.
      meski demikian, ada ulama (termasuk Umar bin Khatb) yg mengatakan bahwa talak 3 bisa sekaligus jatuh.

      dalam kasus mbak Luna, karena kedua belah pihak saling merespon, saya berpendapat bahwa talak 3 sudah jatuh.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 10:43 am | Balas

  91. pak ustad saya mau tanya<<<suami saya sudah berkali2 bilang mau menceraikan saya dan katnya sudah mau diurus surat percerainya ke pengadilan agama<<tapisaya tidak mau karna hutang2 di bank atas nama suami dan saya bl selesai<<dna saya meng haruskan perhisan serah2an pernikahan dlu dikembalikan kepada say krna dar awal pernikahan sya hampir g diberi nafkah selayaknya<<<suami kerja counter tp dy g mau th kebutuhan sya sehingga say harus minta kepada kakak saya dan ibu saya<<suami kalu ada hasil gak mau thu dengan sya <<minta makan harus sama ibunya minta ke warungMMpadahal kita dh berumah tangga masak mau minta trus kan g etis dong<<<yg mau saya tanyakan<<
    saya dh ditalak berapa/
    bagaimna klw sayyyyya mau cerai tapi hutang2 bank diselesaikan<<dan perhiasan sya dimbalikan<< bolehkah ustad???
    karna suami saya bersi kukuh menceraikan saya krna g tahan dengan kelakuan saya<<<padahal saya sudah minta maaf dan berjanji akan berubah<<<sya melakukan hutang jg demi keluarga dan suami tahuMMkelurganya jg malah dibilang sya g bersyukur<<<padahal suami say bis di bilang kasih 50rb sebulan belum tentu<<<tolong sya pas ustad

    Komentar oleh susi — November 9, 2013 @ 10:24 am | Balas

    • mbak Susi,

      1. jika baru MAU menceraikan, tapi tidak ada kata talak, maka itu berarti BELUM jatuh talak/cerai.

      2. harta mbak Susi, berupa perhiasan, adalah HAK mbak Susi. bisa diminta kembali.

      3. hutang atas nama suami = tanggung jawab suami

      4. boleh saja bercerai setelah hutang dilunasi

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 10:45 am | Balas

  92. suami saya jg cuek banget sama sya pak ustad<<klw sama teman2nya ayooo ayoo tp klw sam istri kyak sya g diperhatikan<<yg buat sya kadang membenciya apa suami sya gth klw nafkah sekecil apapun sya btuh<<apalagi sda anak masih kecil<<
    saya kerja jg kurang2 krna kebutuhan sebulan<<<kadang suami jg minta uang kpada say ahampir tiap kali mau bayaran pulsa<<<lama2 sya g tahan<<bebojoan kok kayak gnea,,,tp suami sekang kekeh menceraikan say<<tp saya g mau kasian anak<<saya jg masih sayang<<<gmana baiknya pak ustad<<keluarganya dan saya jg dh g saling tegur sapa<<krna smua persis kesalahan saya <<tp klw suami saya trus2an cuek sma saya gmw th kebutuhan hidup sekaran<<mungkin apa cerai lebih baik pak ustad<<

    Komentar oleh susi — November 9, 2013 @ 10:32 am | Balas

    • mbak Susi,

      membaca cerita mbak Susi, menurut saya cerai adalah solusi terbaik. setidaknya mbak Susi dan anak punya hak untuk hidup lebih baik (tidak selalu dalam keadaan sulit).

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 10:46 am | Balas

  93. Ass… mualaikum.
    pak ustad, ada beberapa hal yang saya akan tanyakan, mengenai perceraian / talak
    saya telah menikah selama 13 tahun dan alhamdulilah telah di karuniai 2 orang anak,saya bekerja di luar daerah terpisah dg keluarga, kadang saya pulang 2 bln sekali., 3 Tahun belakangan ini kami sering Bertengkar hebat,di karenakan komunikasi yang kurang baik dan kadang kala disebabakan karena cemburu.
    dalam pertengkaran, saya pernah berucap 3 x,dlm pertengkaran yg berbeda ” jika kamu sdh tidak bahagia lagi hidup dengan saya, dan ada orang lain yang kamu anggap bisa membahagiakan mu, saya relakan kamu dan jika kamu inginkan akan saya talak, istri saya tidak menjawab,( kondisi saat itu saya sangat Khilaf sekali,karena sepertinya istri saya mepropokasi saya ) dan setelah kejadian itu kami berbaikan kembali.
    Pernag pada satu saat 1 yang lalu, terjadi lagi Pertengkaran, istri saya sangat melawan sekali,sangking emosi nya saya, saya berucap. jika kamu tidak berubah bulan depan kamu akan saya pulangkan ke rumah orang Tua mu, tapi alhamdullilah, menurut saya ,belum samapi 1 bulan dia sudah berubah,dan kami pun berbaikan kembali.
    Terak akhir kali, akhir Oktober 2013, kami bertengkar lagi, istri saya mengukit2 sakit hatinya masa lalu,dan dia kata kan saya telah mengucapkan talak, dan sekarang dia minta saya memulangkan kerumah orang tua nya,
    saya katakan, istri meminta pulangkan ke rumah orang tuannya dengan sadar , tanpa sebab yang pasti, hukum nya haram…..
    tapi dia tetap kekeh, akhir nya saya katakan jika ini untuk kebaikan,kita semua maka , saya kembalikan kamu kerumah orang tua mu…
    Seminggu kemudian Talak itu saya cabut, dan istri saya tidak mau menerima, dg alasan masih sakit hati.
    Pertanyaan saya :
    1.Apakah saya telah menalak 3 istri saya ( yang saya ucapkan talak,jika kamu inginkan, & kondisi saya saat itu Khilap,& tdk bisa menguasai diri )
    2.Apakah jatuh talak saya mengucapkan jika dlm 1 bln kamu tidak berubah kamu akan saya pulangkan kerumah org tua mu, ( seblm 1 bln kami telah berbaikan kembali )
    3. Apak Hukum nya iistri mintak talak pada kasus saya ini
    4. Jika saya memang telah menjatuhkan talak 3 dg kondisi marah,apa yang harus saya perbuat.

    mohon saran dan nasehatnya pak ustadz …. wasalam mualaikum

    Komentar oleh hamba alloh — November 9, 2013 @ 12:36 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      1. ucapan 3x, menurut hemat saya, bukan talak/cerai.

      2. talak yg terjadi adalah talak 1, yg diajukan oleh istri anda.

      3. memulangkan istri ke rumah orang tua belum tentu talak/cerai. bisa saja pisah untuk merenung/introspeksi/muhasabah.

      4. lihat poin 2. istri punya hak juga untuk minta cerai/talak. solusi: coba anda introspeksi apa2 saja yg membuat istri anda sakit hati sedemikian hebat sehingga tidak mau menerima anda kembali (mudah2an untuk sementara).

      5. jika sudah talak 3, maka anda tidak bisa rujuk kembali dg istri anda, kecuali istri anda menikah dahulu dg orang lain (Z) dan bercerai dg Z. saat kondisi marah, memang seringkali orang kalap, namun mengucapkan talak 3 akan diingat orang sebagai pernyataan yg sah, terlepas dari kondisi anda.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 10:51 am | Balas

  94. asslm. wr.wb.
    Pak Ustadz, sy ingin bertanya mengenai talak dan status hubungan pernikahan sy..
    Sy nikah muda thn 2010 lalu dgn istri sy. Sy menikah dgn Istri sy dlm keadaan hamil. Setelah beberapa minggu menikah, istri sy pulang kembali ke kampung halamannya. Rumah tangga kami lebih banyak hubungan jarak jauh dibanding tinggal bersama. Sy sering berkali-kali bertengkar hebat dgn istri sy melalui sms dan tlp. Hari ini bertengkar seminggu kemudian baikan, kadang baikan dgn waktu yg lama (1-4 Bulan) melalui hub. jarak jauh dan sering terjadi sampai dgn sekarang. Dalam pertengkaran kadang saat diselimuti amarah sy mengeluarkan kata melalui sms atau tlp yg menurut sy bersifat talak dengan kinayah (lafadz kiasan yg mengandung makna talak) tetapi sy ragu dgn ucapan sy karna belum paham dgn benar mengenai talak..
    Ucapan terkahir sy terhadap istri : ‘kalo kamu masih ungkit masalah itu lagi ya sudah mending cukup sampai disini saja’..
    Pak Ustadz, sy bingung dan belum cukup pengetahuan tentang masalah ini..
    Bagaimana Hub. pernikahan sy ini yg sering bertengkar dan rujuk lagi sampai dgn sekarang?
    Apakah sy sudah termasuk mentalak 3 istri sy?
    Mohon pencerahan dan bimbingannya.

    Wassalam..

    Komentar oleh Indra M — November 10, 2013 @ 10:28 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Indra, sepemahaman saya, cerai/talak mesti diucapkan dg jelas, bukan dg kalimat/kata2 yg menggantung.
      dengan demikian, maka anda dan istri masih dalam ikatan suami istri.

      demikian.
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 10:53 am | Balas

  95. Assalamualaikum Ustaz, bru2 ini suami dan bapa tiri sya ada slh fhm, kemudian dlm keadaan mrh dan geram, suami saya xdpt kwl emosi dan dia melafazkn, seandainya sya pergi berjumpa bapa tiri saya maka dia ceraikan saya dgn talak 3. Soalan saya, apakh talak itu gugur setelah saya pergi berjupa bapa tiri saya wlupun ketika dia melafazkn kta2 itu sya msh dlm keadaan tdk suci selepas haid. Trima ksh….

    Komentar oleh Heni — November 11, 2013 @ 11:14 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Heni, terus terang saya agak sulit memberikan solusi yg tepat.

      pertama, sumpah suami anda bukanlah sumpah yg baik, dalam artian tidak perlu diikuti.
      kedua, saya memahami posisi dan kondisi suami anda yg sedang bermasalah dg bapak tiri anda

      saran saya: suami anda dan bapak tiri anda bertemu baik2, diskusi, mencari solusi dan meluruskan salah paham yg terjadi. jika perlu, dihadirkan pihak ketiga yg bisa menengahi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:08 am | Balas

  96. saya mau tanya klo suami saya pernah bilang “saya pulangkan km ke orang tua km” ap tu talak,dia blngny pas marah,dan ap masih boleh berhubungn intim tanpa nikah lg (ijab di KUA).sbnarnya rujuk tu harus mengucapkan ijab qobul lg pa g

    Komentar oleh suhartatik — November 12, 2013 @ 12:32 am | Balas

    • mbak Suhartatik,

      rujuk tidak mesti mengucapkan ijab qobul.
      berhubungan suami istri juga merupakan tanda rujuk.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:20 am | Balas

  97. Ass ustad,

    saya mau bertanya jika suami telak mengucapkan kata cerai namun hanya sekali tapi dalam keadaan emosi atau marah , apakah itu termasuk talak 1 ustad? lalu jika memang itu talak 1 kita diperbolehkan rujuk tapi apa diharuskan sewaktu kita rujuk kita menjalankan akad lagi ustad? mohon bantuannya

    Komentar oleh siti — November 12, 2013 @ 8:51 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      jika melihat rukun cerai/talak, talak tidak boleh diucapkan saat emosi. meski demikian ada ulama yg mengatakan sah,

      apabila hendak rujuk, tidak perlu akad nikah/ijab qabul lagi.

      demikian,

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:22 am | Balas

  98. Ass ustad.
    Saya pernah mentalak 1 istri saya disaat dia sedang hamil 2 bulan karena emosi disebabkan saya merasa seperti dipojokkan didepan mertua saya karena kami masih tinggal dirumah mertua saya. tidak lama setelah kejadian kemudian kami langsung rujuk dan saling meminta maaf satu dengan yang lainnya dan berjanji untuk lebih bersabar menghadapi setiap cobaan dan selama masa kehamilan kami masih berhubngan intim. sekarang usia anak kami sudah 8 bulan sejak kelahirannya. yang ingin saya tanyakan pak ustad. bagaimana status perkawinan kami dan status anak kami. mohon penjelasannya.terima kasih

    Komentar oleh ahmad — November 12, 2013 @ 11:13 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      insya ALLOH tidak apa2, mas Ahmad.
      anda berdua masih suami istri (dengan catatan: pernah talak sebanyak 1 kali).
      anak anda, insya ALLOH anak yg sah dan punya orang tua yg utuh.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:23 am | Balas

  99. assalamu’alaikum wr wb
    saya mau tya, saya dalam kondisi hamil 7 bln, saat hamil muda dulu saya sering marah karna suami saya lebih mementingkan kedua adiknya daripada saya istrinya, dalam keadaan marah tersebut saya pernah bilang ” kalau masih mementingkan kedua adikmu lebih baik kita pisah saja” apakah kata2 tersebut sah disebut cerai, saya geram dengan tingkah suami saya yg lebih mementingkan kedua adiknya dariipada istrinya yg sedang hamil, saat ini pun komunikasi juga sudah jarang terjadi, karna kami berjauhan, ktmu saja 1bulan sekali, mohon pencerahan apa yg harus saya lakukan supaya suami saya bisa menempatkan sebagai seorang suami yg seharusnya memperhatikan istri daripda kedua adiknya
    terima kasih sebelumnya

    wassalamu’alaikum wr wb

    Komentar oleh wahyu — November 13, 2013 @ 8:45 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Wahyu,apa yg anda ucapkan barulah ANCAMAN, bukan cerai.
      yg mesti anda lakukan: memberitahukan kepada suami anda bahwa sebagai seorang suami, yg menjadi prioritas tanggung jawabnya adalah keluarganya (anak – istri). apabila keluarganya sudah dipenuhi kewajibannya, barulah membantu adik2nya.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:34 am | Balas

  100. assalamu alaikum wr wb
    saya mau tanya pak ustad tentang bagaimana status perkawinan saya…
    setahun yang lalu suami saya ketahuan selingkuh dan sejak saat itu kami sering bertengkar dan sekitar 6 bulan yang lalu kami bertengkar hebat sampai2 suami saya merusak kipas angin dan dan pada saat itu suami saya sempat bilang “saya akan ceraikan kamu…., tetapi beberapa jam kemudian suami saya minta maaf dan mengakui kesalahannya dan berjanji tdk akan mengulanginya lagi dan kami berbaikan kembali dan melalukan hub suami istri lagi…tetapi 1 bulan kemudian ternyata suami saya masih tetap berhubungan dgn selingkuhannya dan sdh melakukan perbuatan maksiat dan lagi2 kami bertengkar hebat dan pada saat itu jg terlontar kata saya akan ceraikan kamu, ….saya sdh meminta nasehat kepada mertua saya, bagaimana saya harus menghadapi suami saya ini dan entah suami saya sadar atau takut dengan ibunya akhirnya suami saya minta maaf kembali dan saya menerimanya kembali dengan pertimbangan saya masih sayang dan kami mempunyai anak yang masih kecil….Tapi ternyata pengorbanan saya d salah artikan,,,setelah lebaran ternyata suami saya masih berhubungan dengan selingkuhannya dan lebih parahnya lagi, suami saya meninggalkan saya dan anak saya dan memilih pergi dgn selingkuhannya tersebut, awalnya suami saya diam2 saja sampai saya memergokinya sementara bermesraan di hotel dan di situ lagi2 kami bertengkar dan suami saya bilang ” kamu pulang saja, besok saya akan urus perceraian..”…singkat cerita sy pulang dgn perasaan sakit hati …Tapi Tuhan maha adil, suami saya d pecat dari kantornya karena ketahuan berbuat asusila dan sekarang di kejar2 dgn hutang yang sangat banyak akibat minjam sana sini u berfoya2 dengan selingkuhannya…dan akhirnya suami saya sadar dan sekarang memohon mohon untuk ingin kembali rujuk dengan saya..tapi saya masih ragu dgn niatnya mengingat saya sdh beberapakali d bohongi…
    yang menjadi pertayaan saya adalah :
    1. apakah penyataan suami saya itu masuk talak 1, 2,atau 3 ?
    2, apakah saya berdosa jika saya menolak permintaan suami saya untuk berhubungan badan.(setelah suami saya meminta maaf dan ingin kembali rujuk dengan saya)
    3. Bagaimana status saya sekarang apakah masih sah sebagai istrinya?
    4. apa saja yang harus kami lakukan jika suami saya ingin rujuk kembali?
    5. Apakah masa iddah itu d hitung mulai ketika saya d tinggalkan atau setelah keluar kata cerai?

    Mohon penjelasannya pak ustad dan mohon maaf jika pertanyaan saya terlalu banyak…jujur saya bingung dgn status saya sekarang
    terima kasih sebelumnya pak ustad
    mohon maaf sy tdk memakai nama asli…saya malu pak ustad
    Wassalamu alaikum wr wb

    Komentar oleh hamba Allah — November 14, 2013 @ 9:30 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      1. jika merujuk dari cerita anda, suami anda masih AKAN menceraikan. jadi belum bisa dihitung talak/cerai.

      2. boleh saja anda menolak permintaan suami, asalkan dengan alasan yg jelas

      3. karena anda dan suami tidak pernah bercerai (lihat poin 1), maka status anda masih suami istri yg sah

      4. idem no 3

      5. masa iddah dimulai usai kata cerai dilontarkan

      semoga bermanfaat.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:38 am | Balas

  101. Assalamualaikum ustadz….(test)

    Komentar oleh hamba Allah — November 15, 2013 @ 10:06 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:38 am | Balas

  102. assalamu’alaikum pak ustadz mhon bantuan x awal nya bgini pak ustad mgkn saking sering nya saya sama istri saya bertengkar sampai” istri saya bilang bgini kalau jalan nya harus cerai aku pasrahkan semua ke pean gitu pak ustadz apakah ini sudah termasuk talak pak ustadz terima kasih

    Komentar oleh candra — November 15, 2013 @ 11:51 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mas Candra, pernyataan istri anda adalah isyarat bahwa dia akan memilih cerai jika anda berdua masih sering bertengkar.
      saran saya: kurangi pertengkaran dengan lebih sering komunikasi dan berusaha lebih memahami.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:40 am | Balas

  103. mohon maaf pak ustad ad yang kurang istri saya itu menyampaikan nya lewat sms pak trima kasih

    Komentar oleh candra — November 16, 2013 @ 12:15 am | Balas

    • mas Candra, jawabannya sama dengan di atas.
      silakan merujuk ke sana.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:41 am | Balas

  104. Ustad,saya mau bertanya…
    Saat saya memergoki chat sayang2 wanita lain dgn suami,kami bertengkar hebat..suami menjelaskan,tidak ada apa2 diantara mereka,pdhl saya jg pernah memergoki chat sayang2 jg sbelumnya…tapi hati saya mengatakan ada yg tidak beres,,karena emosi,saya keceplosan “salah kawin”..suami tidak terima kmudian kesal dan menangis…stelah berkurang emosinya tapi masih menangis,suami mengatakan lewat tulisan(menghindari ribut karena anak tidur),”mungkin kamu udah lama mendem salah kawin,kalo gitu silakan kamu cari laki2 lain yg lebih baik dr saya…saya ikhlas..maaf karena sudah banyak menutupi sesuatu dari kamu”…lalu terjadi “diskusi”,,dia mengatakan lagi :”nanti beneran saya pulangin kamu ke rumah mamamu”…
    Paginya kami baikan…
    5 hari kemudian,saya memergoki lagi bukti perselingkuhan yg tdk dapat ditutupi lagi..suami mengakui…saya nekat menghubungi si wanita untuk memastikan mereka akan menyudahi hubungan mereka.walaupun suami melarang dengan ancaman “ridho suami,ridho Allah”..karena saya nekat menghubungi wanita itu tanpa ijin,saya dimarahi habis2an…sampai suami bilang lewat chatting “kamu nantang saya!?oke,skarang kemasi baju2 saya!”…dia sedang kerja waktu itu…
    Apakah sudah jatuh talak?
    kalau sudah,talak brapa?
    apakah Allah juga tidak meridhoi saya karena suami tidak ridho saya mengontak wanitanya?
    karena suami masih saja banyak berbohong,saya jd “mendekati” si wanita yg akhirnya dia cerita smuanya…karena memang dari bukti2 yg saya temukan,justru suami yg banyak gombalin si wanita,,dan saat wanita ingin menyudahkan karena tidak enak sudah menjadi org ke 3,suami malah tidak ingin membahas yg akhirnya hub mreka terus berlanjut bahkan setelah kepergok…
    saat ini kami berusaha baik2 saja demi anak…
    suami sudah sadar dan membaik walopun masih ada beberapa perilaku dan sikap dia yg diluar toleransi saya,seperti mau2 saja membelikan pembalut teman kerja wanitanya pdhl dia bs beli sendiri..

    Komentar oleh khanza — November 17, 2013 @ 5:13 pm | Balas

    • mbak Khanza, berikut jawaban saya

      1. saya masih tidak melihat kejelasan talak. mungkin ada baiknya anda/suami mengatakan bahwa talak sudah dilakukan.

      2. jika no 1 dilakukan, maka jatuh talak 1

      3. haha..ini sih akal2an suami anda saja. tentu saja anda BERHAK utk menghubungi wanita selingkuhan suami anda, terutama karena dia sudah mengganggu rumah tangga anda :-)

      saran saya: perbanyak komunikasi dan mencek kondisi suami anda. barangkali ada servis dari anda yg dirasa kurang sehingga suami anda bermain api di luar.

      jika ternyata anda sudah melayani dengan baik tapi suami anda masih bersikap aneh, ada baiknya anda berpikir utk berpisah dan mulai hidup baru daripada anda hidup dg perasaan tersiksa.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:47 am | Balas

      • Maksudnya mengatakan talak sudah dilakukan?
        Kmarin2 saya pernah menanyakan,apakah pada saat dia mengucapkan itu,memang berniat menalak saya…dia jawab,tidak..saat itu dia sedang marah besar katanya….
        berarti tidak jatuh talak kah?
        iya,,saya jg sempat berpikir demikian,,dan saya jg bilang ke suami,”mungkin gara2 saya yg sering uring2an,banyak nuntut,pdhl kamu lg stress,di saat yg sama,ada wanita lain yg baik ke kamu,jd kamu begitu..maaf”….dia senyum….
        tapiiiiiiiii….stelah saya menyadari kapan saya mulai uring2an,dan kapan mereka mulai menjalin hubungan,,,saya merasa bodoh sendiri…justru saya jd uring2an gara2 suami yg sering pulang subuh dan sering sulit dihubungi di malam hari,pdhl dia sudah tau kalau saya tidak bisa tidur kalo dia belum pulang….dan itu ternyata suami sedang “bersenang2″ di luar sana…..

        Saat ini,untuk masalah wanita lain,nampaknya sudah tidak ada..dia blg,dia tidak mau mengulang kesalahannya itu…masalah yg saya hadapi skarang,pergaulan teman2nnya dia yg hedon,maksiat,,tapi dia mengaku tidak ikut2an..tapi lunturnya iman dan bergesernya prinsip jelas terlihat..
        dia jg masih sering mengelabui saya untuk hal2 yg dia takut bikin konflik…misalnya,dia bilang lg di jalan jd ga bs angkat telpon,ternyata saya pergoki via socmed,dia sedang di waterbom bersama semua teman kantornya..baik wanita maupun pria…
        saya kesal sekali sampai marah2 via chatting….

        apakah marah2 ke suami yg sering membohongi itu dosa juga ustad?karena saya merasa,perkataan2 saya yg saya lakukan secara baik2,seperti dilupakan bgitu saja…jd saya memutuskan untuk mengeluarkan semua unek2 dan sakit hati saya dengan bahasa sindiran yg cukup tajam…

        skarang kami tinggal pisah kota karena saya mulai bekerja(selain masalah keuangan muncul akibat sudah banyak dia habiskan dengan wanita itu dan gaya hidupnya juga karena saya cukup stress jika tidak ada aktifitas)..
        tapi saya masih berusaha untuk mempertahankan rumah tangga demi anak dan mertua saya…
        mudah2an suami bisa berubah lebih baik,jujur,dan tidak mengulang kesalahan2nya…kembali seperti dulu saat saya menerima lamarannya(saat itu,dia seorang murabbi)…doakan kami ustad,,,
        terima kasih..

        Komentar oleh khanza — Desember 7, 2013 @ 11:11 pm

      • mbak Khanza,

        saya tidak bisa menentukan apakah memang suami anda tidak sungguh2 untuk menceraikan anda. namun mengingat dia mengucapkan talak/cerai pada saat marah, memang bisa digolongkan bahwa talak/cerai-nya tidak sah.

        apabila anda bertanya pada saat kejadian, saya yakin jawaban suami anda akan berbeda.

        marah kepada suami yg berbohong, insya ALLOH, BUKAN DOSA! justru tindakan mbak Khanza sudah benar, karena tugas suami istri adalah SALING MENGINGATKAN jika pasangannya melenceng,terutama jika bermaksiat.

        jika mbak Khanza merasa bahwa rumah tangga masih bisa dipertahankan, termasuk sakit hati yg anda terima, silakan. namun saya harap anda juga bersiap dengan hal2/kondisi yg buruk sehingga jika hal tersebut terjadi anda sudah tahu solusi yg mesti diambil.

        insya ALLOH saya bantu dengan doa, semoga suami anda kembali ke jalan yg benar dan rumah tangga anda berdua kembali ke kondisi yg baik, aamiin.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 8, 2013 @ 5:02 am

  105. Assalamualaikum ..
    Saya ingin bertanya tentang masalah talak yg saya hadapi.
    Suatu ketika saya sedang bercanda dgn suami,tiba2 dalam candaan tersebut suami saya mengucapkan talak 1 ,tiba dy menyadari ucapannya dan meminta maaf,bahkan suami saya langsung mengajak rujuk kembali dan mengijab kobul di saat itu jga.
    Nah..bagaimana iti hukumnya ??
    Sebelumnya terima kasih ustad

    Komentar oleh fitri — November 19, 2013 @ 11:10 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mbak Fitri, itu sebabnya bercanda jangan terlalu berlebihan karena bisa terjadi hal2 yg tidak diinginkan.
      saya melihat kasus suami anda ini karena kealpaan alias ketidaksengajaan. insya ALLOH talak 1 belum terjadi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:48 am | Balas

  106. Assalamualaikum Ustd,,,,,,,,,,,,,,mohon pencerahanya,suami saya sering ngucapi cerai setiap dia marah sll yuruh saya pergi kerumah orang tua saya , sy pernah denger kalo seorang suami mengucap cerai lebih dari3x katay sudah tidak sah sebagai suami istri, saya masih ragu ustad,,suami saya ngomong cerai lebih 10 x ustad, trs suami saya juga sudah ngomong sama orang tua dia sama orang tua saya tapi bukan mau cerain tapi mau ngaterin saya pulang, apa masih sah ustad , hubungan saya dengan suami saya,,trimakasi ustad,,,

    Komentar oleh rifa — November 20, 2013 @ 9:09 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Rifa, saya agak kesulitan menyatakan cerai suami anda sah/tidak,karena cerai/talak tidak boleh diucapkan saat marah.

      namun, ada baiknya ke depannya anda mencatat dan mengkonfirmasi setiap ucapan cerai yg dilontarkan suami anda.
      apabila suami anda merespon “ya, saya cerai kamu” meski dalam keadaan marah, maka talak/cerai telah jatuh.

      lebih dari 3 kali (tidak sampai 10 kali) talak dilakukan, maka anda dan suami TIDAK BOLEH rujuk, kecuali anda menikah dulu dengan laki2 lain (F) dan bercerai dari F.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:52 am | Balas

  107. Assalamu alaikum ustads
    1.Pada waktu umur pernikahan kami baru 3 bulan saya sama istri saya sering bertengkar, yang saya mau tanyakan:
    pada waktu itu istri saya minta cerai lewat telepon tapi aku gak hiraun setiap dia nelpon untuk minta cerai aku tutup teleponya, di saat aq angkat teleponya dan diapun sudah sangat emosi dia bilang gini”klu kamu gak ceraikan aku berarti kamu seorang pecundang” dan akupun marah besar dan aku katakan ke dia ”yaudah kita cerai ” habis itu kami berdua sama2 menyesal ustads lansung baikan lg, apakah ini udah termasuk talak pak ustads?
    2.apakah termasuk talak jika aq menceritakan kepada adik iparku(aku masih dalam keadaan kacau) ”dek aq sudah cerai sama kakakmu”?
    3.kadang istri sy sering marah2 tanpa henti henti tentang masalah yg sepele dan akupun kadang terbawa stress dan mengatakan : lu pergi aja dari sini gw udah muak ama lu” apakah ini termasuk talak pak ustads?
    4.waktu itu aq pernah mengatakan” kapan sih gw gak bareng sama lu” tp dalam keadaan marah besar dan aq tiba2 sadar setelah megatakan itu tp dalam hatiku berkata” aq gak niat Ya Allah, karena aq takut mengarah kesitu, apakah ini talak pak ustads. terima kasih sebelumnya

    Komentar oleh fendy — November 21, 2013 @ 9:37 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      1. ya,talak sudah jatuh karena anda merespon permintaan cerai istri anda.

      2. jika anda sudah mengatakan cerai (talak 1) kepada istri anda, tentu saja cerita anda kepada adik ipar anda termasuk cerai juga (talak 1)

      3. sepemahaman saya bukan cerai, terutama tidak terucapnya cerai/talak

      4. saya tidak paham maksud anda.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:55 am | Balas

      • assalmu alaikum pak ustads
        jadi aq sudah menjatuhkan talak 2 kali ya kepada istriku ? tolong penjelasanya pak ustads

        Komentar oleh fendy — November 23, 2013 @ 3:08 pm

      • wa’alaykumsalam wr wb,

        mas Fendy,anda baru talak 1 terhadap istri anda.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — November 24, 2013 @ 4:56 pm

  108. asalamu alaikum pak ustad
    saya ingin bertanya , kalau saya bilang ke mertua saya ( saya cape dan saya pulang kan istri kerumah bapak ) saya bilang nya dengan cara emosi dan tergesah” itu gimana pak ustad ?

    Komentar oleh jefri juninto — November 23, 2013 @ 4:26 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      sepemahaman saya bukan termasuk cerai/talak.
      bisa jadi ini cara utk introspeksi masing2 pihak.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 23, 2013 @ 11:56 am | Balas

  109. Assalamualaikum ustadz.
    Saya adalah istri ke 2. Pernikahan saya 6 tahun. Suatu saat ada seseorang mengirimkan surat talak 3 pada saya di rumah. Terdapat tanda tangan suami saya. Karen kondisinya suami saya tidak tinggal serumah dengan saya maka saya telfon beliau untuk meminta penjelasan. Trnyata suami sya tidak tahu menahu tntang surat itu. Beliau hanya mengatakan pernah diminta menandatangani surat kosong oleh istri pertama. Keadaan kami harmonis tidak ada masalh. Selama ini hanya pertengkaran biasa hal hal sepele.
    Yang mau saya tanyakan bagaimana hukum cerai tersebut ustadz. Saya takut salah menanggapi surat cerai yang dikirimkan oleh istri pertama suami saya. Sedangkan suami saya bersumpah itu bukan dari beliau.
    Saya harus bagaimana ustadz. Saya takut membantah suami saya.

    Komentar oleh diah — November 24, 2013 @ 4:28 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Diah, jika memang suami anda mengatakan bukan dia yg membuat+menandatangani surat cerai (talak 3), berarti tidak perlu khawatir.

      saran saya: temui suami anda,bicara & diskusi dg dia. pastikan bahwa suami anda memang tidak melakukan hal tersebut.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 24, 2013 @ 4:43 pm | Balas

      • Ustadz saya sdh mmbicarakan dg suami saya. Beliau mrngaku bukan dari beliau dan bersumpah demi Allah ustadz. Sebenarnya saya masih kurang yakin. Tpi bukankah srbagai istri saya harus mendengarkan dan mempercayai suami saya. Saya takut dianggap brdosa kalau saya membantah ustadz.
        Terimakasih untuk waktu nya ustadz sdh membalas pertanyaan saya. Semoga Allah melindungi ustadz n kluarga. Aamiin.

        Komentar oleh diah — November 25, 2013 @ 9:45 am

      • mbak Diah,

        jika memang demikian keadaannya, berarti no problem. :-)

        aamiin,terima kasih doanya. hal yg sama utk mbak Diah dan keluarga :-)

        Komentar oleh Tausiyah 275 — November 25, 2013 @ 10:01 am

  110. asalamualaikum ustd..
    saya ingin tanya nii ustd.suami saya klo lg berantem sama saya dia sering sekali bilang saya ceraikan kamu.suami saya sudah lebih dari 3 kali mengucapkn kata kata cerai pada sya. dalam hukum agama itu bgai mna ustd.? tolong pnjelasan nya ustd

    terimakasih
    wasalam.
    balas

    Komentar oleh ttah ekawaty — November 25, 2013 @ 7:26 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      Teteh Ekawaty,jika suami mengatakan,”saya AKAN ceraikan kamu!” itu masih tidak apa2.

      tapi jika mengatakan,”saya CERAIKAN kamu” maka beberapa ulama mengatakan itu sudah jatuh talak.

      saran saya,jika suami anda marah2 lagi dan berkata cerai,maka anda respon dan tanya apakah dia sungguh2 hendak menceraikan anda?jika ya,maka sudah jatuh talak.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 26, 2013 @ 8:50 am | Balas

  111. Assalamualaikum ustadz..
    sebelum curhat sy mo jelaskan bahwa sy pasutri yg punya khidupan rock&roll-riot-chaos-bergaul tanpa pandang bulu-peminum-bebas bertanggung jawab-saling percaya&mencintai pasangan+anak kami..
    kami sering silang pendapat-marah-rujuk lagi krn kami sama2 kepala batu yg tdk mau mengalah,ajaibnya rmh tangga kami sdh 8thn lebih dgn pola yg berbeda dr kbanyakan pasutri lain,,sering kami mendapat pujian dari pasutri lain yg iri melihat kebebasan&kepercayaan kami dlm pergaulan (nongkrong bareng-minum2 bareng-bercanda dgn lawan jenis tnpa cemburu)…
    sempat kami bertengkar hebat & kata2 cerai terlontar bgitu saja tidak hanya sekali tp berkali2 (apalagi kami kl sdh emosi pastinya tingkat tinggi&sdh kaya org gila,,dan terlebih lg sy yg punya gangguan kejiwaan yg gmpg mengamuk sperti org kesurupan jika sdh emosi,,bagus sekali suami sy tau cara menangani kumatnya penyakit kejiwaan sy),stlh mediasi akhirnya tersadar-menyesal&kata cerai itu dicabut lagi lalu kami rujuk lagi sperti biasa bahkan lupa dgn kjadian tersebutnya kata2 itu dlm menjalani hari2 bahagia kami…
    sy memberikan kebebasan kpd suami sy bhkn utk melakukan zina maksiat ataupun nikah lagi asalkan dia jujur-tdk munafik/main blkg-menceritakan smuanya scara detail (krn sy sk mengambil hikmah&pembelajaran dr setiap kejadian baik-buruk) dan slalu pulang kepada saya..sy pun berusaha jd istri yg baik&slalu melakukan apa yg suami sy suruh walopun sy dlm keadaan tdk mampu&sakit…bagi sy suami sy adlh pria penakluk yg mampu memberikan sy kenyamanan&kebebasan walopun ortu sy tdk menyukainya dan anggap dy preman..!
    cita2 rmh tangga awet tp tetap rock&roll sampai anak besar dan bercucu adlh tujuan kami.

    naah..
    malam minggu kemarin ketika sedang nongkrong&minum2 bersama kawan2 kami diwilayah kekuasaan suami sy..saat suami sy tidur beberapa saat krn lelah&terlalu bnyk “minum”,sy sempat berdebat dgn salah satu kawan..ternyata perdebatan sy memancing suami&dia pun terbangun..suami sy pun berdiri disamping sy smentara sy meneruskan perdebatan tb2 sy merasa ada yg menepuk keras (mgkn sj menampar) rahang kanan sy & reflek sy menepis-membalas krn sy pikir org yg menepuk-menampar rahang sy cm bercanda..sy melirik stlh menepis&membalas,rupanya suami sy yg sy balas, sy kaget&berusaha utk sok asyik (krn sy pikir bercanda sperti biasa,wl pun bercanda kasar sprti biasa) ternyata suami sy serius&tdk terima sy memukulnya lalu menumpahkan sebungkus kacang diatas kepala sy sambil berkata bahwa sy sdh keterlaluan sekali sbagai perempuan&istri lalu mendorong sy..sy kaget dgn keseriusannya lalu sy membalas dia dgn lbh kasar&akhirnya penyakit sy pun kumat lalu mengamuk lah sy..suami sy tau sy sdh lepas kendali lalu dia b’jln menjauhi amukan sy smentara sy dipegangi rame2 oleh kawan2 sambil memaki sy mabok&kterlaluan…
    bukannya menenangkan amukan sy seperti dulu,tp dia berkata kl dia sdh muak&lgsg menalak 3 sy didepan keramaian sperti ketika sy memukul dia didepan tmn2nya&keramaian..menemui bapak sy pagi2&berbicara kl dia sdh menalak 3 sy serius krn sdh ga tahan&muak telah sy gampar didepan tmn2nya diwilayahnya dia shingga dia merasa harga dirinya sdh terinjak2 oleh sy..kali ini dia serius&dgn ditemani slh 1 kawan kami sbagai saksi dan dia akan membantu mengurus surat cerai kami.

    sy tdk mau cita2 rmh tangga sy kandas,sy&dia sdh bnyk berkorban utk mempertahankan rmh tangga kami..sy jg sgt cinta dia krn dia sdh memberikan sy motivasi utk melanjutkan hidup…sy & tmn2 sy sendiri bingung dgn yg terjadi semalam..padahal awalnya sy tdk ada mslh sm dia,mslh sm org lain,,tp knapa sy&suami jadinya yg ribut hebat…pangkal mslhnya apaan shg kmi ribut hebat jg sy&tmn2 msh bingung…siapa yg memulai main tangan duluan krn smua saksi mengatakan sy duluan yg mulai main tangan (lalu sy anggap tepukan keras pertama dirahang kanan sy adalah senggolan tnpa sengaja,,skalian sj itu tamparan dr si syetan pelakunya!)..beberapa tmn kami pun tdk setuju dgn keputusan cerai yg dia bikin & berusaha utk mendamaikan kami kembali..

    smp detik ini dia menunjukkan kemuakan & keseriusannya utk cerai (tdk mau bertemu & tdk mau mediasi,tlf&sms pun dia ogah)…dan sy tdk mau 8tahun lbh ini jd sia2 hnya krn kejadian tdk jelas perkaranya tp menimbulkan keributan hebat merusak rmh tangga sy..
    sy mencari tau sisi ketidak sah-nya talak 3 dia smp menulis disini..sy punya ksimpulan sy dicerai talak 3 (sdh berkali2 tp rujuk lagi) disaat sy sdg haid hari pertama smp skrg jg msh haid,,dia ucapkan talak 3 dgn emosi tinggi (yaa,sekiranya sampai kami saling menonjok laah kmrn),, sy&dia dlm pengaruh alkohol,, dia juga baru bangun tidur dgn alkohol msh tersisa sedikit ditubuhnya,, penyakit kejiwaan sy kumat,, dia ucapkan talak 3 tdk menyentuh sy,, dan tdk ada alasan kuat selain alasan aneh yg bikin kami jadi adu jotos & membuat dia malu bgt dgn harga diri terluka,,
    pastinya dia akan menyesal sperti yg udah2 walopun keukeuh utk mlanjutkan proses cerai & tdk mau kontak dgn sy slain dgn anak kami,,,

    1. apakah talak dia tdk sah sperti biasanya?
    2. bila ternyata sah (&sy pasti tdk mau cerai),adakah cara utk membatalkan talaknya tsb baik scara agama&negara (sperti gugat balik utk rujuk dan atau sejenisnya)?
    3. pokoknya sy tdk mau cerai dr dia,bgmn pun caranya wl pun ortu sy sgt bahagia mendengar musibah ini&menyuap sy utk terima kputasan cerai dia..sy rela nempuh jln singkat utk tunjukkan keseriusan sy yg tdk mau cerai&minta dia membatalkan tuntutan talaknya tsb…bagaimanapun caranya sy minta petunjuk agar batal talak 3 nya tsb!

    mohon bimbingannya,sy mengharapkan respon cepat krn sy tdk mau smua berakhir sia2…
    terima kasih,
    wassalam

    Komentar oleh Crossaint — November 25, 2013 @ 9:02 pm | Balas

    • maaf sy alpa utk informasi bhwa talak pertama bertahun2 lalu atas permintaan paksa dr sy yg suami sy jg tpaksa menyetujui (tanpa niat dia setujuinya) utk langsung talak 3 dlm 1 waktu…itu juga dlm kondisi 1/2 sadar (emosi tinggi yg bikin sy kembali menderita kelainan kejiwaan ditambah sy&suami dlm pengaruh miras) yg sy tau artinya tdk sah…tp lalu kmi sadar kmi khilaf saling memaafkan & kembali rujuk..
      beberapa tahun berikutnya kami bertengkar hebat seperti biasanya penyakit kejiwaan sy kumat,, lalu yg kedua kali talak terucap bukan dari sy tp itu pertama kali dr suami, dlm keadaan 1/2 sadar pengaruh miras&paranoid akan ancaman ortu saya, dia langsung mengucap talak 3 dlm hitungan 1 waktu dlm kalimat “kita sudahan saja yaa,sampai disini saja..” (tdk lgsg mengucap kata talak 3 ataupun cerai), setelah dia agak tenang kemudian sy menjelaskan keadaan yg sdh dia slh paham tersebut kemudian dengan senang dia berkata bahwa dia tdk sungguh2 utk pisah dan mencabut perkataan pisah yg pernah dia ucapkan kpada sy waktu itu,,kami malam itu juga rujuk dan karena sy dlm kondisi haid maka sy melayani dia dengan cara lain (maaf,mksdnya dgn cara memasturbasi dia)..
      kemudian kemarin sperti yg sy ceritakan diatas, dia mengucapkan dgn jelas kata talak 3 tersebut dalam 1 waktu disaat saya haid dan kmi dalam pengaruh miras.
      berarti sy masih punya hak utk membatalkan talaknya tsb kan..?
      terima kasih utk jawabannya.

      Komentar oleh Crossaint — November 26, 2013 @ 3:20 am | Balas

    • haha..ga dijawab (padahal cm beda sktr 1 jam sj sm yg diatas tp dijawab)..mgkn terlalu rumit atau terlalu malas yaa krn yg nanya bukan org muslim baik2 =P

      Komentar oleh Crossaint — November 27, 2013 @ 1:32 am | Balas

      • halo mbak Crossaint,

        saya belum sempat utk menjawab,karena tidak selalu online setiap waktu.

        saya sudah baca ceritanya, saat ini saya sedang coba bantu cari solusi yg bisa saya bantu/lakukan. :-)

        rumit atau tidak,relatif sih. tapi saya akan coba carikan jalan terbaik. :-)

        jangan menuduh dulu lho mbak :-)

        salam :-)

        Komentar oleh Tausiyah 275 — November 27, 2013 @ 8:52 am

      • ‘alaykum mbak Crossaint,

        maaf saya baru bisa merespond cerita anda di atas. selain saya tidak selalu online, waktu online saya juga terbatas. jadi jangan berpikir buruk dulu jika belum direspond mbak :-)

        membaca cerita anda, saya bayangkan anda dan suami seperti naik roller coster. naik turun, penuh dengan hal2 yg, menurut saya, punya resiko yg tinggi.

        salah satu resiko tinggi yg akhirnya ‘pecah’ adalah ketika terjadi pertengkaran dg suami anda.

        ok,ini satu hal. saya kesampingkan saja dulu, fokus pada pertanyaan anda.

        mbak, dalam Islam, cerai/talak tidak boleh diucapkan pada saat tidak sadar, entah mabok ataupun dalam kondisi marah. setahu saya, dalam kondisi mabok ataupun marah, manusia tidak bisa mengontrol emosi dan ucapan yg dia lontarkan.

        silakan baca referensinya di sini. http://tausyiah275.wordpress.com/2011/05/14/rukun-talak/

        marah yg saya maksud di sini adalah marah yg sedemikian melibatkan emosi. dalam beberapa kasus, saya pernah bertemu dg orang yg saat marah emosinya sangat melupa hingga mukanya merah, matanya menatap dg nanar (tidak fokus) dan aura tubuh yg tidak enak.

        saya tidak tahu persis kondisi suami mbak ketika menalak itu, apakah masih mabok ataukah sudah sadar sepenuhnya? jika saya perhatikan kalimat “sy&dia dlm pengaruh alkohol,, dia juga baru bangun tidur dgn alkohol msh tersisa sedikit ditubuhnya”, saya asumsikan suaminya masih belum sadar.

        1. dengan demikian, maka meski talak sudah jatuh (diucapkan) namun bisa saya sebut tidak sah. hal ini dikarenakan kondisi suami anda masih dalam pengaruh alkohol (tidak sadar).

        2. karena tidak sah, maka tidak perlu membatalkan talak

        3. jika sudah talak 3, maka tidak ada cara utk membatalkannya. untuk bisa rujuk kembali, maka mbak mesti menikah dahulu dengan laki2 lain (H), lalu bercerai dari H. namun, ada hal yg mesti diperhatikan, yakni anda menikah dengan H bukan dg tujuan utk rujuk kembali dg suami anda. niat jelas tidak ada yg bisa menduga/menerka, sehingga bisa saja anda bilang bahwa niat anda menikah dg (H) karena memang cinta, namun lalu anda minta H menceraikan anda sehingga anda bisa kembali ke suami anda sebelumnya. ini memang ‘titik lemah’. :-(

        kembali ke persoalan talak.

        merujuk pada artikel referensi di atas, maka talak pertama juga bisa dikatakan tidak sah, karena suami dipaksa orang. sementara untuk talak 3, beberapa ulama menyatakan talak 3 TIDAK BISA jatuh sekaligus. saya menganut faham ini. meski demikian, Umar bin Khatab membolehkan talak 3 terjadi sekaligus (meski dg berat hati).

        demikian jawaban dari saya.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — November 27, 2013 @ 2:04 pm

      • yaa..saya lagi kacau,wajar lah bila sy tiba2 jadi org pesimis dan merasa tdk ada seorang pun yg mo menolong =P
        terima kasih pencerahannya ,Uzt…
        sekarang sy sdh yakin bisa ngebela diri krn sdh yakin bahwa talaknya dia tdk sah :D
        sekarang sy tinggal menunggu waktu dia tenang&jauh dr bisikan2 yg komporin dia utk lbh pilih jln pisah sbg jln terbaik sj…krn para pembisik itu adlh org2 yg tdk mengerti agama&tidak membudayakan wanita berdaya-setara dgn pria (bagi mreka wanita itu bertugas utk ngangkang-ngurus anak&dapur)…mgkn sy hrs menerangkan kpd mertua sy bhwa talaknya itu tdk sah&tolong agar jgn panas2in dia lagi…
        gmn yah menurut anda?
        hehehe…
        apapun saya lakukan utk membatalkan perceraian ini!
        trims sekali lagi…

        Komentar oleh Crossaint — November 27, 2013 @ 4:22 pm

      • it’s ok mbak :-)

        saran dari saya,ada baiknya mbak dan (mantan) suami berbenah diri juga.

        urusan mabuk dan nge-seks bebas serta hal2 negatif (menurut pandangan agama),itu hak kalian sebenarnya. saya hanya melihat bahwa efek negatif dari mabuk sudah anda berdua alami dan hasilnya tidak diharapkan, terutama oleh anda.

        barangkali suami anda juga ingin berubah dan mengajak anda berubah,namun tidak tahu bagaimana caranya sehingga dia ‘memaksa’ utk bercerai.

        saya bukan orang suci ataupun sok suci. saya sekedar mengajak dan mengingatkan diri saya dan orang2 semampu saya utk sebisa mungkin menghindari hal2 negatif yg punya potensi merusak hidup.

        tidak mudah memang utk berubah mbak,tapi yakinlah,jika mbak memang punya niat baik dan tidak ingin menyia-nyiakan waktu 8 tahun ini,menurut pendapat saya,berubah menjadi yg lebih baik adalah salah satu caranya.

        tantangan akan datang,itu pasti. tapi bagaimana menyikapi dan menyelesaikan tantangan itu,jauh lebih penting.

        menjadi perempuan yg lebih baik bukan berarti akan menjadi perempuan yg berkutat di sumur,kasur,dapur. saya yakin mbak lebih tahu solusi terbaiknya.

        sekedar mengingatkan saja mbak.
        maaf jika ada perkataan yg tidak berkenan :-)

        Komentar oleh Tausiyah 275 — November 27, 2013 @ 5:02 pm

  112. Ustad.. sy rini .. sya ingin menanyakann..
    sy sudah resmi bercerai di pengadilan agama.. akte cerai sya sudahh keluar n di sah kan oleh hakim.. hnya sjaa kemarin sy yg gugat cerai…. mantan suami sy tdk ingin cerai… sekrng kami ingin rujuk kembali bagaimanaa persyaratannyaa???? Toloooooonggg d jwb ya ustd….terimakasihh

    Komentar oleh rini — November 27, 2013 @ 9:22 am | Balas

    • Tolong d balaaasssss ustad….

      Komentar oleh rini — November 27, 2013 @ 9:29 am | Balas

      • mbak Rini,

        jika akte cerai sudah anda pegang, maka TIDAK ADA KAITANNYA siapa yg menggugat cerai.

        jika mantan suami anda memang tidak ingin cerai, maka semestinya dia MENCEGAH perceraian ini terjadi, karena jika proses cerai dilakukan dg sembarangan, maka pernikahan akan dianggap barang mainan.

        maaf, saya tidak tahu persis bagaimana latar belakang anda bercerai.
        bisa tolong diceritakan lebih detail agar saya bisa membantu lebih banyak?

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — November 27, 2013 @ 2:07 pm

  113. assalamualakum wr wb.
    pak ustad mohon pencerahannya. saya menikah 17thn dan dikaruniai 3 anak. tiga tahun lalu saya dan suami py masalah. saya merasa tertekan dengan pernikahan saya karena suami dan keluarganya kadang menyepelekan saya krn saya bukan berasal dari keluarga kaya seperti mereka dan menantu lain, (suami dan keluarganya memang rada matre). padahal kami msh keluarga dekat.
    karena saya sering tertekan, saya sering curhat dengan sepupu lelaki saya, akhirnya kami jadi dekat. dia bersimpati dengan saya, dan berjanji akan membela dan menolong/menopang saya kalau saya memutuskan berpisah dengan suami saya, saya kemudian bilang pada suami saya kalau saya sudah tidak kuat dan ingin pisah, mulanya dia syok, kemudian dia bilang sama saya, saya mau kemana kalau pisah dengan dia, sedangkan keluarga saya keluarga kurang mampu, terus saya bilang kalau ada yg mau menolong saya, suami saya masih berat dan tidak mau pisah dengan alasan anak2 dan orangtuanya yg sudah tua, tetapi karena saya ngotot akhirnya dia bilang dia mau pisah dengan saya kalau sepupu saya itu bisa ngasih dia 500juta dan saya mencarikan dia istri baru. sepupu saya bilang akan menyanggupi. bahkan saya dan suami pergi mencarikan dia (suami saya) calon istri.
    kami sering berdiskusi tentang perpisahan, bagaimana cara menyampaikannya pada keluarga dan orangtua, tapi suami tidak pernah bilang kata cerai, cuma bilang ‘ntar kalau kita pisah..bla..bla..’ kadang juga ‘ntar kalau duitnya sudah ada, baru kita ke pengadilan,,,bla..bla..’
    tak pernah ada kata ‘saya menceraikan kamu’ atau talak, cuma ‘kalau kita pisah’….
    kami masih tetap melakukan hubungan suami istri selama itu. sepupu saya selalu mundur2 waktunya untuk memberi suami saya uang itu, bahkan suami saya bilang kalau nggak 500 ya 250juta boleh…tapi sebelum sepupu saya mentransfer uangnya, saya hamil anak ketiga…saya dan suami juga kaget. kemudian kami merenung mungkin ini adlah jalan Allah, akhirnya kami tidak jadi pisah, saya juga sdh memutuskan hubungan dengan sepupu saya itu, dan suami berjanji akan merubah kelakuannya dan keluarganya yang menyepelekan saya.
    yang saya tanyakan apakah kata2 suami saya itu sudah jatuh talak? karena kami memang sering mendiskusikan tentang berpisah….
    saya takut kalau kata itu sudah termasuk talak dan hubungan kami termasuk zina
    terimakasih atas pencerahannya
    wassalamualaikum

    Komentar oleh fatimah — November 28, 2013 @ 11:19 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Fatimah, selama suami TIDAK mengucapkan secara JELAS talak/cerai, maka anda berdua masih menjadi pasangan suami istri.

      apalagi anda berdua masih tahap diskusi,belum ada keputusan tetap. adapun PERMINTAAN suami utk uang 500 juta dan istri baru,itu adalah SYARAT utk cerai. apalagi sepupu anda juga tidak bisa memenuhinya, maka perceraian masih belum terjadi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 29, 2013 @ 7:57 am | Balas

  114. assalam wr wb. pak ustad saya mau tanya.kmrn istri saya menggugat cerai saya dan sudah mengurus gugatan cerai kepengadilan.tp keputusan pengadilan langsung memutuskan bahwa gugatan istri sama dengan talak ba’in sughra.apakah itu sama saja dengan talak 3?tapi biar bagaimanapun juga klo saya blm mengucapkan cerai berarti itu blm sah bkn?andaikan saya mengucapkan talak kepada istri setelah dia menggugat apakah talak 1 masih berlaku saya ucapkan?atau saya harus menetapkan dengan keputusan pengadilan bahwa gugatan istri adalah talak 3?
    saya mohon bantuan dan penjelasan pak ustad.
    terima kasih.
    Wassalam

    Komentar oleh Nur Okta — November 29, 2013 @ 10:31 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas Nur Okta, yg dimaksud dg talak bain (ba’in) sughra (sugra) adalah talak 1 (dan/atau talak 2). jadi bukan talak 3.

      talak ini terjadi karena istri yg mengajukan, jadi meski anda tidak mengajukan/mengucapkan cerai, maka tetap jatuh talak/cerai.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 29, 2013 @ 1:00 pm | Balas

  115. ass ustadz………sy sdh 5 thn berumah tangga dikaruniai 2 putra, 3 tahun pernikahan kami suami kena stroke, suami sy itu orangnya cepat emosi, dulu sblm sakit hampir tiap bulan dia diam ke saya hanya krn persoalan sepele. setelah kena stroke emosinya semakin menjadi, sudah 2 kali dia sms talak ke saya, itupun kalau dia lg emosi atau ada sesuatu hal yg membuat dia marah ke saya….smsnya dia kirim sampai 50 kali, trus sy k rumah orang tua saya karena dia jg sms agar saya mengambil smua pakaian sy dan menyuruh sy meninggalkan rumah (rumah yg kami tempati adalah rumah warisan dari orang tuanya). selanjutnya dia menyuruh saya memilih dia (suami) atau orang tuaku????? yang ingin sy tanyakan apakah talak suami sy telah sah jatuh ke saya??? bagaimanan sy menyikapi pernyataan suami sy yg mnyuruh sy memilih antara dia dan orang tua sy??? sy mohon jawaban secepatx, karena sdh hampir 1 bulan sy dan suami tinggal terpisah. Wassalam.

    Komentar oleh Nini — November 29, 2013 @ 11:57 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Nini, saya ikut bersimpati dengan kondisi yg anda alami.

      jika membaca cerita anda,bahwa suami anda sudah 2x mengirim sms talak (bahkan dikirim hingga 50x), bisa jadi talak 3 sudah dipenuhi. karena talak/cerai cukup 1kali saja dikirim (via sms).

      saran saya:
      1. mengingat suami mudah stres,coba anda kenali apa yg sering meyebabkan dia marah/emosi. cobalah utk komunikasi, cari solusi bersama mengenai hal ini.

      2. jika memang suami sulit utk memperbaiki diri,ada baiknya anda memang berpisah dengan dia. ini untuk kebaikan anda dan anak2.

      3. jika ada pilihan suami atau orang tua,semestinya anda mesti memilih suami. namun jika kondisi suami memang tidak memungkinkan (mudah emosi, apalagi main pukul), maka kembali ke poin 2.

      4. untuk talak yg jatuh,meski saya di atas menulis semestinya sudah talak 3,namun karena suami mengirim 2x sms talak (yg fix), asumsikan dia sudah 2x talak. jika anda tidak yakin, ada baiknya anda menghubungi KUA/pengadilan agama setempat.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — November 29, 2013 @ 1:06 pm | Balas

      • terima kasih atas komentarx ustadz…… tp sy masih tidak tega meninggalkannya dalam kondisinya yang sekarang, karena cara berbicaranya belum terlalu jelas, keseimbangan badannya jg belum terlalu stabil, dia masih banyak tergantung pada orang lain, makanannya pun harus selalu dijaga, intinya dia masih belum sembuh total dari penyakit strokenya….tdk pernah ada niatku untuk meninggalkannya, buktinya 5 tahun berumah tangga dgn kondisi yg sy paparkan sebelumnya, sy sll mengalah,sehingga rumah tangga kami msh bertahan smpi sekarang…..sy bingung ustadz, saran dari keluargaku untuk berpisah, sungguh sangat menyiksaku….apa yg sebaiknya harus sy perbuat, untuk kebaikan keduanya???

        Komentar oleh Nini — November 30, 2013 @ 1:47 pm

      • mbak Nini,

        jika membaca respon anda,yang masih tidak tega untuk meninggalkannya,saya melihat anda masih menyayangi (meski mungkin sudah tidak begitu mencintainya) suami anda.

        bersabarlah, terutama jika suami marah karena bukan hal yg esensial dan selama marahnya tidak bertentangan dengan agama, anda terima saja dengan senyum.

        adukan kegelisahan dan kesedihan anda kepada ALLOH SWT dengan memperbanyak sholat tahajud. berdoa juga agar suami anda sadar dan bisa segera sembuh.

        insya ALLOH akan ada pertolongan datang.

        namun mbak Nini, anda MESTI PERTIMBANGKAN MASAK-MASAK segala resikonya. jika anda memang tidak ingin meninggalkan suami anda, maka anda MESTI MAU MENERIMA SEGALA RESIKO, termasuk dimarahi suami karena urusan sepele.

        saya sudah tuliskan solusi di atas, semoga anda bisa menerima dan menerapkannya.

        insya ALLOH saya akan bantu doa dari sini,semoga segalanya dimudahkan.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 1, 2013 @ 7:46 pm

  116. terima kasih atas komentar dan sarannya……tp sy belum bs meninggalkannya dengan kondisinya yg skrng, cara berbicaranya belum terlalu jelas, keseimbangan badannya belum terlalu normal, makanannya msh harus sll dijaga, dia msh banyak bergantung pada orang lain. berpisah begini membuat sy tersiksa ustadz, tetapi orang tuaku sdh tdk menginginkan kami bersama lg krn sdh seringkali dia mengecewakan mereka, sy msh ingin skali memperbaiki semuanya, sy msh ingin menjadi istrinya, tetapi orang tuaku jg hrs menerimanya kmbli…sy betul2 bingung ustadz, harus bagaimana untuk kebaikan semuanya??? mohon komennya ustadz!!!!

    Komentar oleh Nini — November 30, 2013 @ 1:57 pm | Balas

  117. Assalamu’alaikum wr wb
    Saya pd tgl 14 november lalu sudah ditalak oleh suami saya. Talak ini adalah talak yg ke-2 setelah th.2010 dia mentalak saya dan kemudian kami memutuskan untuk rujuk. Kami sudah dikaruniai seorang putra berusia 5th. Talak dijatuhkan secara sadar setelah kami berdua bersepakat. Membicarakan secara baik2 dan diucapkan secara sadar. Alasan perceraian adalah saya yg telah melakukan perselingkuhan beberapa kali dan suami sudah tidak sanggup lagi menahan beban perasaannya. Meskipun saya pada akhirnya (insya allah) sudah taubatan nasuha dan memohon ampun pd allah dan suami. Kami bersepakat untuk tetap bercerai scr baik2. Dengan memngingat, rasa sakit yg suami saya rasakan. Dan perasaan bersalah yang saya rasakan. Hanya berujung pada konflik yg tidak pernah selesai dan hilangnya rasa percaya satu sama lain.

    Kami sebagai orang tua dr putra tersayang kami sadar betul bahwa perceraian ini sudah tidak baik dampaknya pd anak kami. Menyakitkan bagi kami bertiga saat membicarakan ini bersama, berusaha menjelaskan pd anak mengenai perpisahan ini dan berjanji untuk tidak mengurangi kasih sayang kami sedikitpun pd anak kami meskipun sudah berpisah. Selama berumah tangga, saya dan suami menjaga betul hingga tidak pernah sedikitpun masalah rumah tangga kami diketahui oleh siapapun. Termasuk orang tua maupun keluarga. Juga anak kami, tidak pernah sekalipun kami bertengkar atau membicarakan masalah dihadapannya. Sehingga orang lain melihat kami merupakan keluarga yg harmonis dan baik2 saja.

    Saat ini kami mulai menghadapi keluarga, membicarakan bahwa kami sudah sepakat bercerai dan talak pun sudah dijatuhkan secara sadar. Sebagai orang tua kami masih sangat solid. Kami berusaha agar keluarga besar tidak bereaksi berlebihan yang akan berdampak pd anak kami. Krn sy tinggal dengan orang tua saya (satu rumah). Dan kami berdua bersepakat, saya dan suami sudah ikhlas dg apa yg terjadi dan hanya memandang ke depan. Oleh karenanya, kami bersepakat untuk tidak membicarakan alasan perceraian kami pd siapapun. Kami sepakat untuk tetap menjaga aib masing2. Dan mengingat jika diungkapkan pun hanya akan menyakiti perasaan org tua saya terutama dan dikhawatirkan menimbulkan rasa benci dr pihak keluarga suami. Terlebih kami menghindari anak kami mendengar hal2 tidak baik ttg org tuanya. Kami sepakat untuk ttp menjaga hal itu, bahwa ibu dan ayahnya adalah dua orang terbaik yg menyayanginya. Dan ingin tetap menjaga silaturahmi yg baik antar 2 keluarga besar.

    Pertanyaan saya, apakah boleh alasan perceraian itu kami simpan berdua saja. Krn org tua saya berkata bahwa seharusnya dibicarakan dl dan mencari juru damai. Katanya secara agama tdk boleh bahwa alasan itu tidak diungkapkan. Mereka saat ini mendesak mempertanyakan alasan perceraian kami. Tapi kami berdua bersikeras untuk tidak mengungkapnya. Kami menyatakan bahwa sudah banyak permasalahan sebagai pasangan yg tdk bs melanjutkan rumah tangga lg. Tapi kami masih solid sbg orang tua. Mereka tdk mau terima. Suami juga bersikeras untuk tdk memberitahukan keluarganya ttg alasan perceraian, krn ia sadar betul bhw keluarganya senang menggunjingkan hal ini dikemudian hari (berdasarkan pengalaman melihat bgm mereka menghadapi perceraian di keluarganya). Hal ini ia hindari, krn ia sangat menjaga anaknya, dan menjaga saya sebagai ibu dr anaknya, dan wanita yg pernah dinikahinya.

    Saya minta saran, bagaimana baiknya saya menghadapi keluarga dan secara agama bagaimana yg seharusnya mengenai pengungkapan alasan perceraian?

    Terimakasih sebelumnya, dan mohon doanya untuk semua pembaca. Agar allah mengampuni apa2 yg telah saya perbuat dan juga agar saya, suami, anak serta keluarga besar diberikan keikhlasan hati menerima apapun situasinya kelak.

    Untuk pak ustad, saya mohon pencerahannya.

    Wassalamualaikum wr wb

    Komentar oleh kayla — Desember 1, 2013 @ 5:19 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Kayla.

      saya ikut berduka cita dengan apa yg anda dan keluarga alami.
      semoga taubatan nasuha yg anda lakukan bisa benar2 anda penuhi dan jalani.

      saya juga kagum dengan anda dan suami yg bisa tetap berkepala dingin dan menyelesaikan permasalahan ini dengan baik, meski untuk itu mesti bercerai.

      mengenai pertanyaan anda, saya coba menjawab.

      alasan perceraian BOLEH TIDAK DIUNGKAPKAN, terutama karena dalam hal ini ada aib (anda) yg mesti disembunyikan. dalam kasus ini, aib mesti disembunyikan karena anda sudah menetapkan diri untuk taubat nasuha sehingga tidak perlu mengorek-ngorek lagi luka lama. apalagi jika memang keluarga suami punya tabiat yg tidak baik seperti yg diceritakan suami anda.

      jikapun anda berdua ‘terpaksa’ mesti bercerita penyebab perceraian, cukup ungkapkan bahwa ada hal prinsipil yg sudah tidak bisa dicari titik temunya. cukup katakan itu dan JANGAN terpancing untuk menjelaskan lebih detail. :-)

      insya ALLOH saya bantu doa dari sini, semoga mbak Kayla bisa menjalani taubat nasuha dengan sebaik-baik taubatan nasuha sehingga dosa dan kesalahan anda diampuni. demikian juga doa untuk suami, anak, dan keluarga semoga diberi kebaikan untuk segala hal. aamiin.

      demikian, semoga berkenan.

      wa’alaykumsalam wr wb.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 1, 2013 @ 7:54 pm | Balas

  118. assalamualaikum pak ustadz…..sy menikah baru 2 thn ..pekerjaan suami supir rental , ibunya seorang dokter sedangkan ayahnya pensiunan angkatan,sblm menikah orang tuanya sdh berjanji mau membantu anaknya tiap bln dgn keuangan yg sdh di sepakti bersama karna ortunya tau kemampuan anaknya,karna keungan dari ortunya dan dari suami msh blm mencukupi akhirnya sy kembali.ke kalimantan dan suami msh di jkt. di kalimantan sy melanjutkan usaha sy mencari uang buat kebutuhan anak2 kuliah…sdh tiga bln ini ortunya menyetop keuangan kami dan suami jg tdk lg menafkahi sy…sy sdh bertanya kenapa di stop mslh keuangan dan mertua menjwb karna sy sdh meninggalkan dan tdk mengurus anaknya lg….sy bilang bukannya sy meninggalkan anaknya dan tdk mau mengurusi lg tp sy bekerja buat cari uang buat kluarga jg. oh ya ini pernikahan sy yg kedua…sy cerai mati dan suami cerai hdp…sy punya 3 putri yg msh kuliah sedangkan suami 1 putri yg msh kuliah jg….bbrp bln sekali sy bolak balik kalimantan jawa begitu jg sebaliknya dgn suami dan sblm sy menikah yg kedua sy sdh punya usaha sndiri di rumah….dan sdh 3 bln terkhir ini sy sdh tdk di nafkahi lg dan yg sy tanyakan apakah dgn tdk di nafkahi lg berarti sy sdh di talak dan gmn dgn pernikahan kami…apakah kami msh boleh kumpul lg atau tdk……sy mohon jwbn dari pak ustadz…saat ini sy sdg galau

    Komentar oleh siti sabariah — Desember 2, 2013 @ 12:26 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Siti, saya ikut bersimpati dengan yg mbak alami. Semoga ALLOH SWT berikan kekuatan kepada mbak Siti utk bisa meneruskan hidup dg lebih baik lagi.

      jika merujuk pada buku nikah,seingat saya tercantum bahwa jika seorang suami tidak menafkahi istrinya, maka bisa dikatakan si suami melalaikan tugasnya dan bisa digugat cerai.

      http://3.bp.blogspot.com/-QNFAuD90X9I/UAgD5v0SCUI/AAAAAAAABb0/D3x_hD377x4/s1600/IMG.jpg

      coba anda berkomunikasi dengan suami, saya sarankan bertemu langsung untuk membahas hal ini. saya khawatir hal ini terjadi karena SALAH PAHAM semata.

      selama tidak ada perkataan cerai/talak dari suami, meskipun suami tidak memberi nafkah selama 3 bulan, itu berarti suami sudah melanggar aturan di buku nikah. sepemahaman saya, talak sudah jatuh. namun untuk lebih pasti, silakan mbak Siti menemui dan berdiskusi dengan KUA/kantor pengadilan agama setempat.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 2, 2013 @ 9:26 am | Balas

      • assalamualaikum pak ustadz…..terima kasih atas penjelasannya

        Komentar oleh siti sabariah — Desember 2, 2013 @ 10:15 pm

  119. Salam ustaz..suami sy tlah mnceraikan sy sbyk 2 kali dlm waktu yg sama..adakah itu dipnggil talak 2???

    Komentar oleh gadis92 — Desember 4, 2013 @ 11:38 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      ada ulama yg mengatakan tindakan itu masih talak 1, ada yg mengatakan sudah talak 2.

      saya mengikuti prinsip talak 1.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 4, 2013 @ 11:40 am | Balas

  120. saya mempunyai ipar perempuan (A) . singkat cerita setelah bertengkar dengan suami nya (B) si B pernah mengucap kan talak 3 (si B kecantol perempuan lain). kemudian mereka berpisah. setelah hampir satu tahun si B kembali ke si A. merwkapun rujuk. belum satu bulan siB kembali ber ulah dengan alasan mencari kerja dia tinggalkan si A tanpa kabar berita dan nafkah lahir batin. setelah -+enam bulanan siB kembali ke si A . entah karena cintanya atau apa si A percaya sama si B mereka pun kembali kumpul lagi. belum ada satu bulan, siB beralasan ingin kembali lagi kerja di luar kota. si B pun minta uang ke si A untuk ongkos ke luar kota. kali ini si B lebih lama lagi meninggalkan si A tanpa ada kabar berita dan nafkah lahir batin. sekarang si B datang lagi dengan membujuk si A untuk rujuk kembali.apakah itu bukan termasuk talak 3. dan bukankah seorang suami yang tidak menafkahi istrinya lahir batin selama 40 hari sudah termasuk talak? mohon penjelasannya apakah boleh si A rujuk lagi dengan si B.

    Komentar oleh adam — Desember 4, 2013 @ 10:29 pm | Balas

    • mas Adam,

      setelah talak 3 jatuh, A & B TIDAK BISA RUJUK, kecuali A menikah dahulu dg orang lain (F) dan cerai dari F.

      jika memang B telah menalak 3 A dan mereka sempat kumpul (berhub suami istri), berdasarkan pernyataan di atas,maka bisa dikatakan A dan B melakukan zinah :-(

      jika suami tidak menafkahi selama 40 hari maka dia telah melalaikan tugasnya selaku suami namun belum jatuh talak (sepemahaman saya). sang istri bisa mengajukan talak.

      semestinya A dan B tidak rujuk sejak B melakukan talak 3 sebagaimana di awal cerita anda.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 8, 2013 @ 4:52 am | Balas

  121. pa ustad klu masa iddah udh abis apakah saya boleh menerima lamaran laki2 lain, sedangkan saya belum dapat akta cerainya.

    Komentar oleh risnany — Desember 5, 2013 @ 4:05 pm | Balas

    • secara agama boleh, mbak Risnany.

      namun saya sarankan anda dapatkan dahulu akta cerainya, untuk menghindari masalah (terutama dari sisi negara).

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 8, 2013 @ 4:53 am | Balas

  122. Assalamu’alaikum wr. wb.,

    pak ustad yang insya Allah diberkahi Allah SWT, saya sedikit lega bisa menemukan situs ini yang sangat bermanfaat untuk umat termasuk saya, insya Allah.

    Saya pun memiliki masalah keluarga yang kronologisnya sbb:
    1. saya menikah dengan seorang wanita 8 thn lalu dengan cinta dan tanpa paksaan. Namun setelah menikah, kami mulai sering cekcok karena perbedaan sifat kami. Namun kami pun masih memiliki masa2 indah saat itu.

    2. Api percekcokan membesar karena permusuhan antara orang tua saya dan istri. Awal permusuhan sebenarnya sepele karena masalah SMS saja namun di kemudian hari permusuhan antara mereka makin membesar karena masalah2 baru yg selalu saja datang. Kebetulan istri saya tdk cukup sabar menghadapi sikap orang tua saya yg kolot.

    3. Saya mungkin (tidak yakin juga) mengucapkan kata cerai beberapa kali selama bertengkar dengan istri namun kalaupun saya melantunkannya, saya kemungkinan besar dalam keadaan marah sehingga yang saya tahu talak saya tidak sah.

    4. perkataan talak yg saya ingat dan saya ucapkan dalam keadaan sadar adalah pada H-1 lebaran 2011 karena istri tidak taat pada saya untuk meng-extend masa tinggal kami di rumah ortu saya paling tidak hingga lebaran keesokan harinya. Saya ucapkan kurang lebih begini, “Jika kamu tdk nurut saya lagi, maka kamu bukan lagi istriku!”. Di luar dugaan ternyata istri tetap nekat pergi sambil mengajak kedua anak kami pergi meninggalkan rumah mertuanya. Apa benar ini sudah jatuh talak 1? Akan tetapi kami rujuk kembali beberapa minggu kemudian.

    5. Konflik pernikahan kami tambah diperparah lagi dengan peristiwa selingkuhnya istri. Setelah saya tak berhasil menyetop perilaku selingkuh istri akhirnya saya melafazkan talak secara sangat jelas di depan dia pada bulan Nov 2012. Saya yakin ini sudah jatuh talak dan mungkin dikategorikan talak ke-2. Betul pak ustad?

    6. Kami rujuk lagi pada akhir bulan Jan 2013 sebelum masa iddah berakhir karena istri sanggup memenuhi syarat rujuk saya kala itu seperti tidak berhubungan lagi dengan pria selingkuhannya dan mau berpindah 1 atap dengan saya. Kebetulan saya memang sudah tinggal beda negara selama 2 thn hingga sekarang. Kondisi ini bukannya saya yg menghendaki tapi karena istri yang tidak mau ikut saya karena dia ingin bekerja dan baru mau pindah jika dia dipastikan mendapat pekerjaan juga di negara saya bekerja.

    7. Ternyata istri tidak sanggup memenuhi janjinya. Dia tidak mau berpindah 1 atap dan masih kedapatan berhubungan dengan selingkuhannya. Alasan dia melenceng dari janjinya karena saya dianggap telah mencoreng nama baik dia dengan membocorkan aib dia ke kawan2 dekat bahkan lingkungan kerja dia. Wallahualam, padahal maksud saya hanyalah untuk investigasi saja tentang tindakan selingkuhnya dia karena kalau tidak mencari tahu sendiri, saya tidak akan tahu apa saja yg dia telah perbuat apalagi saya bukan resident di negara dia berada. Lalu dia malah mengajak saya bercerai ketika saya menelpon dia akhir April 2013. Di saat itulah saya terpancing meresponse dia dengan ucapan, “Baiklah! Selamat tinggal!” Apakah ini sudah jatuh talak ke-3?

    8. Di akhir agustus 2013, kami berdua yg gundah bertemu seorang ustad yg juga pengurus biro masalah keluarga di suatu LSM yg bernafaskan keislaman di Jkt. Di luar dugaan, ustad itu berkata bahwa masih tersimpan peluang rujuk dalam artian semua talak saya dianggap gugur karena mungkin diucapkan dalam kondisi marah. Dia mengatakan talak baru benar2 jatuh nanti di pengadilan agama. Padahal saya sudah menjelaskan padanya bahwa talak2 yang saya ucapkan dalam kondisi sadar akan konsekuensi talak. Dia juga menjelaskan menjaga keutuhan pernikahan lebih baik daripada bercerai walaupun saya memang memiliki hak sudah boleh menceraikan istri terlebih atas apa yg telah diperbuat istri. Namun dia memberi syarat bahwa kalaupun rujuk, istri harus mau tinggal 1 atap dengan suami sebagai syarat mutlak. Apakah benar pendapat beliau pak ustad?

    9. Pada awal Sep, saya hampir saja mengikuti pendapat beliau dan hampir rujuk dengan istri apalagi istri sudah setuju berhijrah untuk tinggal 1 atap dengan saya sampai saya mendapati bukti yang tidak terbantahkan saat itu juga ketika saya membaca hp istri di suatu pagi yg berisikan janji pertemuan istri dengan selingkuhannya di pagi itu. Saya juga membaca sms2 lainnya yg berisikan pesan2 romantis. Saat itulah, saya berpikir seketika sudah tidak ada gunanya lagi rujuk dengan dia. Saya marah dan kecewa padanya.

    10. Saat ini saya masih berjauhan dengan istri dan anak. Kadang saya rindu dengan mereka dan terkadang mengharapkan kalau dia sudah berubah dan bisa saya boyong semuanya ke tempat saya bekerja sekarang. Namun kalau mengingat pengkhianatan istri terhadap saya, saya menjadi benci lagi padanya.

    Mohon saran pak ustad atas point2 saya di atas. Jazakallah khoiron katsiraan.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.,

    Komentar oleh bibo — Desember 8, 2013 @ 12:13 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Bibo.

      saya akan jawab sesuai dengan poin dari anda.

      4. yg saya pahami, ucapan talak/cerai mesti jelas dalam artian tidak menggantung seperti ucapan yg anda lakukan. “Jika kamu tdk nurut saya lagi, maka kamu bukan lagi istriku!” itu sifatnya menggantung dibandingkan “Jika kamu tdk nurut saya lagi, maka saya ceraikan/talak kamu!”. dari sisi saya, maka talak 1 masih belum jatuh.

      5. jika ucapan anda masih menggantung seperti (4), maka talak masih belum turun. jika sudah jelas ucapan cerai/talak, maka baru talak 1.

      7. ucapan ini menggantung, seperti (4).

      8. ucapan ustad itu benar. selain kondisi marah juga karena ucapan cerai/talak anda masih menggantung, maka masih ada kemungkinan anda berdua rujuk. pernyataan dia bahwa “talak baru benar2 jatuh nanti di pengadilan agama.” itu maksudnya talak secara negara, namun secara agama jika anda mengucapkan cerai/talak pada istri, meski tidak di pengadilan agama, bisa dinyatakan jatuh talak juga.

      Mas Bibo,

      berikut ini saran saya, beberapa mungkin akan ‘terasa’ ekstrim.
      1. jangan berpisah dengan keluarga! upayakan dengan semaksimal mungkin untuk mendapatkan pekerjaan bagi istri anda di tempat baru. suami istri yg berjauhan itu beresiko salah satunya akan melakukan perselingkuhan.

      2. anda katakan pada istri bahwa bekerja adalah kewajiban suami, bukan tugas istri. jika penghasilan anda masih mencukupi, maka istri tidak perlu bekerja. jika istri memang masih ngotot ingin kerja, pastikan dia tetap memenuhi kewajibannya di rumah.

      3. jika istri anda memang benar2 telah berselingkuh, terlebih sudah melakukan hub suami istri dg selingkuhannya, mungkin ada baiknya cerai karena bagaimana anda bisa mengandalkan istri yg sudah mengkhianati anda? apakah anda yakin anak2 anda bisa tumbuh dg baik terutama jika mereka tahu perselingkuhan yg dilakukan istri anda? jika anda memang sudah bersungguh-sungguh menjadi suami yg baik (menuaikan kewajiban dan tidak berselingkuh dg perempuan lain), maka sesungguhnya anda punya hak utk mendapatkan istri yg baik juga.

      4. jika memang cerai menjadi langkah anda, anda bisa ajukan hak asuh anak kepada pengadilan. perselingkuhan istri bisa anda jadikan senjata agar anda punya hak mengasuh. yg mesti anda siapkan adalah siapa yg akan mengasuh anak anda. saran saya: orang tua (jika masih ada) anda ajak ke luar negeri untuk mengasuh anak anda.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 8, 2013 @ 5:16 am | Balas

      • Assalamu’alaikum wr. wb.,

        terima kasih banyak atas tanggapan pak Ustad terhadap pertanyaan2 saya. Namun saya masih punya ganjalan2 sbb:

        1. Saya pernah baca kalau jatuh talak bisa dilakukan dengan dua cara yaitu melafadzkan talak secara jelas (seperti yg saya lakukan pada bulan Nov 2012) atau juga secara tersirat seperti yg saya lakukan pada point no. 4 dan 7 di atas asalkan hati waktu mengucapkannya memang serius bukan hanya sekedar menakut2i pasangan. Apakah ini betul pak?

        2. Wallahu’alam saya benar2 tak tahu apakah sesungguhnya istri saya telah melakukan hubungan badan atau tidak. Diapun bersumpah tak melakukannya. Namun saya tahu pasti setidaknya 2x kejadian lelaki itu bermalam di rumah saya, lebih tepatnya lagi di kamar yang seharusnya menjadi kamar saya dan istri. Saya tak sanggup membayangkannya. Jika saja saya tak memiliki anak, saya lebih mengikuti hati kecil saya untuk langsung menceraikannya saja, tak perlu selama ini. Apalagi saya tahu mereka masih dekat hingga sekarang. Apakah keputusan saya ini bijaksana pak ustad? Ustad di suatu LSM di Jkt itu pernah mengatakan pada saya bahwa saya harus segera mengambil keputusan karena saya adalah pemimpin keluarga. Namun saya takut mengambil keputusan yg salah. Untuk itu saya perlu mendengarkan sekali lagi pendapat bapak. Apakah menurut bapak ada gunanya saya memberikan 1x lagi kesempatan ke istri dengan cara mengajaknya hijrah ke negara tempat saya berada sekarang?

        3. Jikalau saya mencoba memberinya lagi kesempatan terakhir, dan dia mungkin menerimanya dan hijrah saya pun takut akan mengecewakan hati kedua orang tua saya. Masalahnya menjadi sangat runyam sekarang karena kedua ortu saya mengetahui selingkuhnya istri walau saya sendiri tidak pernah memberi tahu mereka akan aib yg satu ini. Bagi ortu saya, cerainya saya dan istri adalah harga mati. Saya takut tidak mendapatkan berkah juga dari ortu saya.

        4. Ketika saya melakukan talak tersirat (point 7), saya pun sudah mengabari mertua saya dan meminta maaf kepada mereka tidak sanggup meneruskan perkawinan. Saya kabari mereka bahwa keputusan saya sudah final waktu itu. Berita ini saya tulis juga via sms dan saya Cc-kan ke istri walau bukan istri tujuan utama pesan sms saya. Apakah hal ini masih dikategorikan menggantung, pak ustad?

        5. Sebelum saya berkonsultasi dengan bapak sekarang, sebenarnya saya dan istri pun bahkan sudah sepakat berpisah. Kami pun sudah membahas masalah pengasuhan anak dan harta bersama. Namun pembahasan ini didasari karena keyakinan saya yg sudah menjatuhkan 3x talak ditambah dengan sakit hati saya terhadap istri, sebelum mendapat penjelasan dari bapak.

        Mohon pencerahannya, yah Pak. Saya hanya ingin perkawinan saya diridhoi Allah SWT apapun jalan yang harus saya ambil nanti.

        Wassalamu’alaikum wr. wb.,

        Komentar oleh bibo — Desember 9, 2013 @ 12:20 am

      • wa’alaykumsalam wr wb,

        1. betul,mas Bibo. ada ulama yg membagi pengucapan kalimat talak/cerai seperti di atas. terutama utk pengucapan talak yg tersirat, memang MESTI ADA NIAT untuk menceraikan.

        2. betul,anda memang mesti SEGERA mengambil keputusan,terutama karena ini menyangkut masa depan anak anda (yg notabene anda akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak).

        jika cerai = keputusan yg salah,insya ALLOH akan bisa diperbaiki,plus akan meningkatkan kebijakan anda,saya yakin itu. namun jika masa depan anak anda bermasalah karena anda menunda cerai (terutama spt yg saya tulis di atas, di akhirat), anda akan lebih menyesal.

        ya,anda bisa beri kesempatan kepada istri anda dg mengajak hijrah ke lokasi anda sekarang.

        3. sampaikan kepada ortu anda, bahwa anda masih memberi kesempatan kepada istri anda. apabila memang masih gagal,maka mau tidak mau, anda mesti menceraikan istri anda. bukan saja untuk mendapat berkah ortu tapi juga untuk kelangsungan hidup anda + anak2 anda.

        namun, sampaikan kepada ortu anda untuk minta ridho mereka. membantu anda dg doa agar bisa mengatasi segala masalah yg anda + istri anda alami.

        katakan bahwa meski cerai itu halal, namun tidak disuka ALLOH SWT. sampaikan bahwa anda baru mau cerai jika memang kondisi yg dialami benar2 sudah tidak bisa diperbaiki.

        saat ini, anda (dan istri) berusaha untuk memperbaiki meski kondisinya memang cukup sulit. karenanya minta ridho pada ortu anda.

        4. jika anda sudah jelaskan mengenai ketidaksanggupan meneruskan pernikahan, maka statusnya sudah jelas (tidak menggantung).

        5. coba anda ajak hijrah istri anda. kesepakatan anda dan istri utk pisah baru digunakan/diterapkan jika memang usai hijrah, tidak ada kemajuan/perbaikan.

        semoga ALLOH SWT meridhoi segala tindakan yg diambil mas Bibo. jangan lupa untuk banyak beribadah, terutama sholat malam dan bersedekah, semoga dimudahkan segala sesuatunya.

        wa’alaykumsalam wr wb.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 9, 2013 @ 9:38 am

      • Assalamu’alaikum wr. wb.,

        pak Ustad, syukron jazakallah atas balasan emailnya. Jadi menurut bapak sebaiknya saya coba ajak lagi saja istri saya hijrah yah? Saya takut dosa sebenarnya jikapun dia mau bergabung dengan saya karena bisa dibilang walau ada talak saya yang terkesan menggantung tapi mungkin sekali dalam hati sudah benar2 berniat yang artinya secara total saya sudah 3x talak. Namun jika bapak menilai talak2 saya tetap tidak sah (terutama untuk talak 1 dimana saya mengatakan jika dia tak nurut sama saya maka dia bukan lagi istri saya), maka bismillahirohmanirrohim saya akan ajak istri saya hijrah sesuai saran pak ustad.

        Lalu jika dia menerima hijrah, apakah berarti kami perlu akad nikah lagi?

        Jazakallah khoiron.
        Wassalamu’alaikum wr. wb.,

        Komentar oleh bibo — Desember 9, 2013 @ 10:59 am

      • wa’alaykumsalam wr wb,

        saya hanya coba bantu sebisa saya,mas Bibo :-)

        ya,anda coba saja untuk mengajaknya hijrah.
        selama niatnya baik, insya ALLOH akan ada ridho ALLOH SWT di dalamnya.

        karena baru 2kali talak, rujuk tidak perlu akad nikah lagi,

        demikian

        wa’alaykumsalam wr wb

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 9, 2013 @ 4:36 pm

      • Assalamu’alaikum pak ustad,

        sesuai saran pak ustad, saya sudah mengajak istri saya hijrah ke negara saya bekerja dan memulai hidup berumah tangga lagi karena Allah SWT tapi sudah 3 hari blm ada jawaban darinya. Terakhir dia membalas sedang sibuk urusan duniawinya (pekerjaan kantornya) saja.

        Saya menilai dia memang tak ada sparkling cinta lagi untuk saya karena tidak mau menjawab seketika. Tapi saya sudah tegaskan ke dia kalau saya tak bisa menunggu lama. Saya serahkan semua ke Allah SWT jika dia memang masih jodoh saya walau awalnya sangat berat karena dia sudah mengkhianati saya.

        Apakah langkah saya sudah betul, Pak?

        Jika nanti dia memang setuju bergabung saya, apakah benar kita memang tak perlu akad nikah lagi? Maaf saya bertanya lagi karena masih ragu. Sesuai cerita yang saya sampaikan ke bapak tempo hari, saya sepertinya menalak dia terakhir akhir Apr 2013. Walau awalnya menggantung tapi karena saya menuliskan perkataan “keputusan ini sudah final!” di sms yg saya Cc-kan ke dia, berarti kita sudah lewat masa iddah sekarang. Mohon petunjuk bapak.

        Syukron sebelumnya. Wassalamu’alaikum wr. wb.,

        Komentar oleh bibo — Desember 12, 2013 @ 9:02 pm

      • wa’alaykumsalam wr wb.

        insya ALLOH tindakan dan langkah anda sudah betul.
        sebagai kepala keluarga, anda mesti ambil tindakan tegas.

        sepemahaman saya, rujuk tidak perlu akad nikah lagi.
        cukup ada 2 saksi yg mengetahui anda berdua sudah rujuk, maka mahligai rumah tangga anda masih bisa dibangun kembali.
        catatan: rujuk seperti ini hanya bisa untuk talak 1 dan 2. jika sudah talak 3, akan lebih rumit prosesnya.

        insya ALLOH saya akan segera tulis artikel tentang rujuk ini.

        demikian
        wa’alaykumsalam wr wb

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 13, 2013 @ 11:01 am

      • Assalamu’alaikum pak Ustad,

        Semoga bapak sehat selalu.
        Menyambung email2 saya sebelumnya, saya sudah menanyakan istri perihal hijrah dan sayangnya tawaran saya ditolak mentah2 dengan alasan tidak bisa bekerja di negara saya berada. Bahkan dia bilang dia sudah memperpanjang lagi kontrak kerjanya selama 3 tahun ke depan tanpa minta saran saya lagi.

        Sepertinya tidak ada pilihan lain buat saya selain menceraikannya. Saya sudah sabar 2 tahun hidup terpisah dan menunggu dia yang tak kunjung bergabung, sekarang saya tdk mampu untuk nambah lama lagi terlebih ada background perselingkuhan istri yang saya duga sampai sekarang msh berhubungan.

        Apakah langkah saya diridhoi Allah pak ustad?

        Terima kasih sebelumnya. Wassalamu’alaikum wr. wb.,

        Komentar oleh bibo — Desember 18, 2013 @ 9:52 pm

      • wa’alaykumsalam wr wb.

        mas Bibo, saya ikut berduka cita dg yg mas Bibo alami.
        semoga mas Bibo diberi kekuatan untuk menghadapi ini semua.

        mas Bibo, selama anda bertindak untuk mendapatkan ridho ALLOH SWT, terutama utk membangun dan membina keluarga sesuai dg ajaran Islam, insya ALLOH anda akan selalu mendapat ridho-Nya, termasuk pada saat anda harus mengakhiri pernikahan anda.

        anda ‘terpaksa’ mengakhiri pernikahan anda bukanlah karena kesalahan anda, namun karena memang kondisi yg tidak memungkinkan anda untuk melanjutkan pernikahan yg sesuai dg ajaran Islam.

        perceraian memang dibenci ALLOH SWT, namun jika anda tetap memaksakan pernikahan anda dg kondisi sekarang yg kian menjauhkan anda (dan istri anda) dari tuntunan-Nya, maka insya ALLOH perceraian ini adalah jalan terbaik.

        barangkali dengan perceraian ini, ALLOH SWT akan mengangkat derajat anda yg berusaha menegakkan ajaran-Nya. dan bukan tidak mungkin ALLOH SWT akan mempertemukan anda dengan perempuan yg memang punya visi yg sama dg anda, yakni berkeluarga utk mendapatkan ridho-Nya.

        tetap kuat, mas Bibo. insya ALLOH saya akan bantu anda dg doa dari sini.
        semoga ALLOH SWT menggantikan segala kesulitan anda sekarang dg berbagai kemudahan di masa depan, insya ALLOH, aamiin…

        wa’alaykumsalam wr wb

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 19, 2013 @ 5:28 am

      • Amin yaa rabbal alamin pak ustad.
        Terima kasih banyak atas semua tausyiah dan dukungan morilnya. Saya memang sangat membutuhkan itu.
        Jazakallahu khoiron katsiraan.

        Wassalamu’alaikum wr. wb.,

        Komentar oleh bibo — Desember 19, 2013 @ 9:22 pm

  123. Assalamualaikum Ustad.. saya ingin bertanya: bagaimana jika seorang istri yang menginginkan rumah tangganya tenang tidak dicampuri orang lain tiba- tiba ditalak suami via sms yang didahului dengan bismillahirrohmanirrohim. apakah juga sah menurut hukum agama ? dan setelah 4 hari kemudian suami minta rujuk kembali karena menyesal telah memberi talak. apakah istri boleh tinggal 1 atap dengannya ? dan berapa lama masa iddah itu setelah talak 1 dijatuhkan ? Mohon penjelasannya terimakasih wassalam.

    Komentar oleh andan — Desember 8, 2013 @ 7:04 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Andan.

      beberapa ulama menyatakan bahwa cerai via sms dianggap sah. saya sendiri menganut keyakinan bahwa talak/cerai mesti dilakukan langsung (berhadapan).

      setelah 4 hari rujuk?tidak ada masalah.

      masa iddah bermacam-macam. tapi yg paling lama itu 4 bulan 10 hari.

      insya ALLOH akan saya jelaskan lain waktu.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 8, 2013 @ 7:09 pm | Balas

  124. assalamualaikum. pa ustad alhamdulillah saya udh bertemu orangtuanya. tinggal dia yang belum bertemu orangtua saya. krn dia msh sibuk bulan ini. kata paustad saya secara agama boleh menerima lamaran laki2 lain, tapi blm dapet akta cerainya. khan mantan suami saya yg urus. sembari nyusul aktacerai, bolehkah saya menikah dengan laki2 ini???

    Komentar oleh risnany — Desember 9, 2013 @ 4:37 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      alhamdulillah,saya ikut senang. semoga kian dimudahkan.

      mbak Risnany, sebelum anda memutuskan untuk menerima lamaran laki2 lain dan menikah dengannya, ada baiknya anda mendapatkan keterangan tertulis dari (mantan) suami anda bahwa kalian sudah resmi bercerai dan sedang menunggu akte keluar.

      tindakan ini untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di kemudian hari. misalnya: tiba2 (mantan) suami bilang tidak pernah menceraikan anda,dst dst.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 9, 2013 @ 5:21 pm | Balas

  125. Assalamualaikum Ustad.terima kasih penjelasannya dan maaf Ustad nampaknya suami juga sependapat dengan ustad tapi sampai sekarang dia masih bertahan di rumah ibunya dan tidak mau cerita yang sebenarnya dan bagaimana rmh tangga kami kedepannya. setiap saya tanya dia selalu dan selalu diam nampak ada yang dipikirkan. apa yang harus saya lakukan ? wassalam terima kasih. penjelasan ustad sangat berarti bagi rmh tangga kami nantinya

    Komentar oleh andan — Desember 9, 2013 @ 8:12 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Andan, ada baiknya ada coba cari tahu melalui ibunya atau orang yg menurut anda sering menjadi curhat/tempat bercerita suami anda untuk mengetahui masalah apa yg dihadapi suami.

      para suami seringkali mempunyai ego yg tinggi, mereka merasa bisa menyelesaikan masalah2 sehingga tidak mau berbagi dengan istri, padahal sebenarnya istri perlu tahu agar bisa bersiap menghadapi segala kemungkinan yg ada.

      anda juga bisa berdiskusi dg ibunya utk mencari ‘kelemahan’ suami anda agar dia mau kembali 1 atap bersama anda.

      demikian yg bisa saya bantu. detailnya bisa anda sesuaikan dengan kondisi yg ada.

      wa’alaykumsalam wr wb.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 10, 2013 @ 7:13 am | Balas

  126. semoga saya dimudahkan jalannya ke jenjang pernikahan. amin

    Komentar oleh risnany — Desember 10, 2013 @ 10:06 am | Balas

    • aamiin, mbak Risnany.

      insya ALLOH saya akan bantu doa. :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 10, 2013 @ 1:24 pm | Balas

  127. assalamualaikum ustad..
    mohon balas pertanyaan saya. saya baru saja betengkar dengan suami dan dia mengatakan :kalau dia tidak menginginkan saya lagi apakah itu termasuk talak.?bulan sebelumnya kami juga bertengkar karna saat uitu saya tidak mau melayani dia. dan kemudian dia berkata bahwa saya haram baginya.. apakah itu termasuk talak kiasan?mohon beri saya pencerahan ustad

    Komentar oleh dian — Desember 10, 2013 @ 10:54 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Dian, ucapan suami anda termasuk kepada talak/cerai secara tersirat. saya menganut paham cerai/talak itu mesti tegas,tidak tersirat. namun ada ulama yg membolehkan tersirat.

      dengan demikian, ucapan suami anda, sepemahaman saya, BELUM talak.

      minta penjelasan dia mengenai kata HARAM yg dia maksud apa?

      semoga mbak Dian bisa mendapatkan kejelasan dari hal2 di atas, baru bisa lanjutkan diskusinya.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 11, 2013 @ 1:34 pm | Balas

  128. Assalamu’alaikum.
    Saya minta pendapat dari ustadz.
    Suami saya dulu waktu menikah karena terpaksa dan kata dia, dia ga berniat benar setelah menikah dengan saya, dia tidak mencintai saya makanya dia mempunyai selingkuhan, padahal saya sangat menyayang dia dan saya menerima apa adanya dia, dia mentalaq 3 saya lewat sms dan dalam keadaan marah.
    Apakah pernikahan yang di dasari dengan keterpaksaan itu sah dan apakah talaq tersebut juga sah ?

    Komentar oleh Mulyati — Desember 10, 2013 @ 12:01 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Mulyati, saya merasa aneh dg pernyataan suami anda. jika memang terpaksa mengapa mau menikahi anda? apa alasannya?

      kenapa tidak disampaikan sebelum menikah?

      saya rasa itu hanya alasan suami anda utk punya selingkuhan.

      pernakahan itu sah selama ijab kabul-nya di-sahkan oleh saksi. keterpaksaan bukan hal yg termasuk dalam sah pernikahan, sepemahaman saya. hanya saja secara etika kurang baik.

      talak yg dilakukan via sms, sah menurut beberapa ulama. saya sendiri menganut paham cerai/talak mesti dilakukan secara langsung (tanpa media).

      demikian pula kondisi marah. jika kondisi marahnya hingga kehilangan kesadaran (kontrol), misalnya jadi histeris atau lempar2 barang, tidak sah. namun jika marahnya masih dalam taraf bisa dikontrol, ada ulama mengatakan sah.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 11, 2013 @ 1:38 pm | Balas

  129. terima kasih ustadz sebenarnya saya sudah mencari info dari keluarganya dia masih dibayangi perintah ibunya karena dia merupakan tulang punggung ibu dan adiknya dan dia nurut aja apa kata ibunya termasuk uang dari dia yang tidak boleh diberikan istri karena istri kerja punya gaji sendiri. untuk keuangan saya tidak begitu menjadikan masalah ustadz jika suami mau berterus terang pada istri dan tidak hanya itu saja masih banyak hal – hal yang lainnya dan intinya suami ga boleh keluar dari rumah ibunya. itulah ustadz yang membuat saya enggan di rumahnya dan selama ini saya terpaksa di rumah ibu saya. ustadz…. apa saya berdosa ? dan bagaimana seharusnya bagi saya?

    Komentar oleh andan — Desember 10, 2013 @ 2:32 pm | Balas

    • mbak Andan,

      sebenarnya suami WAJIB MEMBERIKAN GAJI-NYA kepada istri. masalah istri nanti mengembalikan gaji utk keperluan ibu dan adiknya, itu lain hal lagi.

      gaji anda = milik anda, bukan untuk menanggung keluarga. hanya untuk menambah kekurangan.

      suami LEBIH WAJIB mengurus & bertanggung jawab terhadap keluarganya. ibu dan adiknya prioritas berikutnya.

      ingatkan hal2 di atas kepada suami anda. dengan demikian, anda sudah menuaikan kewajiban anda. insya ALLOH anda tidak akan berdosa.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 11, 2013 @ 1:44 pm | Balas

  130. assalam….
    maaf pak saya telah merafahkan suami saya dan di akte cerai terdapat tulisan talak 1 saya sudah habis masa idah dan resmi cerai tapi sang mantan suami menalak saya talak 3 sah tidak padahal sudah resmi cerai

    Komentar oleh dinda — Desember 10, 2013 @ 5:09 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Dinda, jika talak 1 masih ada kemungkinan rujuk. saya pikir suami anda tidak berniat rujuk kembali sehingga dia menalak 3.

      untuk itu, saran saya, sebaiknya anda ajak suami anda ke pengadilan untuk memastikan talak 3.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 11, 2013 @ 1:46 pm | Balas

  131. Assalamu’alaikum wr.wb
    maaf pak saya mau tanya, selama tujuh bulan kami menikah, suami saya tidak pernah memberi nafkah penghasilanya selalu diberikan berupa emas untuk saya simpan, alasannya tidak menafkahi saya karena saya bekerja, jadi saya dan dia bekerja untuk kehidupan masing2 dan sisanya ditabung untuk dibelikan emas, emas dibeli dengan sisa uang dia dan sisa uang saya.

    Pertanyaan:
    apakah demikian itu tidak apa2, tidak menyebabkan talak?
    sebab saya pernah bertanya kenapa dia tidak menafkahi saya dia jawab saya tidak bersyukur memiliki suami yang bisa menabung, jika saya tidak puas “ayo kita urus perceraian kita”, apakah kata itu bisa dibilang talak?? terimakasih.

    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Komentar oleh riri — Desember 11, 2013 @ 3:26 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Riri,salah satu kewajiban suami: MEMBERI NAFKAH,terlepas istrinya bekerja atau tidak.

      jika istri bekerja,maka uangnya MILIK ISTRI, dan sifatnya MEMBANTU MENCUKUPI. dengan kata lain,penghasilan istri bukan utk nafkah keluarga (kecuali si istri ridho).

      mbak Riri bisa mengajukan talak,karena di buku nikah tercantum bahwa kewajiban suami mesti memenuhi nafkah keluarga.

      silakan cek di http://dc609.4shared.com/img/dLLiA3Ze/s3/13cc29c4618/BUKU_NIKAH_A.JPG

      saya agak tidak mengerti pernyataan anda yg terakhir. bisa tolong diperjelas?

      terima kasih
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 11, 2013 @ 4:22 pm | Balas

      • suami saya berkata dia memang tidak menafkahi saya karena saya bekerja dan saya harus bersyukur karena meskipun tidak menafkahi saya, suami saya kan tetap menabung dan tabungan itu untuk keperluan keluarga juga nantinya. jika saya masih mempermasalahkan soal nafkah dan tidak puas karena suami cuma bisanya nabung saja. dia mengatakan “ayo kita urus perceraian kita” sambil marah.

        intinya suami saya tidak sanggup bila harus menafkahi saya, karena itu artinya penghasilannya tidak bisa ditabung jika uangnya diberikan sebagai nafkah untuk saya, sekarang saya sedang mengandung usia 2bln, yang saya takutkan ajakan ayo kita urus perceraian kita itu merupakan kata talak. jika talak itu talak berapa? apakah bisa dianggap talak jika suami mengucap dalam keadaan marah??

        Komentar oleh riri — Desember 11, 2013 @ 5:59 pm

      • mbak Riri,

        saya ikut berduka cita dengan yg mbak alami. seorang suami semestinya lebih mengedepankan kebutuhan keluarga daripada menabung. percuma dan terdengar aneh jika orang yg banyak duit (karena ditabung) tapi kelaparan.

        ajakan perceraian yg dilakukan suami mbak Riri, saya lihat baru sebatas ancaman (untuk menakut-nakuti). jadi, mbak Riri tidak perlu khawatir, kecuali dia sudah di tahap mengatakan “saya ceraikan kamu, ayo kita urus perceraian kita” (atau kata2 semacam itu).

        jika marahnya masih kondisi normal (tidak berlebihan atau tidak sampai hilang akal saking emosinya) maka bisa dianggap talak.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 12, 2013 @ 10:57 am

  132. assalamualaikum ustaz, saya mohon bantuannya, saya udah berkeluarga ampir 2 tahun dan dikaruniai 1 orang anak yang berumur ampir tiga bulan, pas waktu hamil istri saya minta izin mau melahirkan dirumah orang tuanya, katanya takut saya gak bisa menjaganya waktu melahirkan, dan saya tidak izinkan karna saya udah tau kalu dia udah berkumpul dengankeluarganya dia lupa dengan suami, karna paksaan dia akhirnya saya izinkan istri saya melahirkan dirumah orang tuanya selama dua bulan dan dia berjanji setelah dua bulan dia kembali ketempat saya suaminya, pas dua bulan saya tagih janji istri saya tadi untuk pulang tapi rupanya dia gak mau pulang pas waktu saya kerja dia datang mengambil pakaiannya dan dia bawak semuanya, dan pas saya nasehatkan untuk pulang dia gak mau,
    pertanyaan saya ustaz
    1. tergolong kepada apakah istri saya tersebut
    2. masih adakewajibankah saya menafkahi istri saya
    3. apakah berdosa istri saya tersebut meninggalkan suami karna marah dengan suami
    4. apakah berdosa saya yang jahuan dengan istri dan anak saya
    5. apakah ada amalan agar istri mau kembali kepada suami dan mengakuikesalahannya,karna saya masih sayang dengan keluarga kecil saya

    mohon jawabannya pak ustaz!

    Komentar oleh suryadi — Desember 11, 2013 @ 11:43 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Suryadi.

      sebelum saya jawab pertanyaan2 anda, saya hendak berbagi beberapa hal.

      1. seorang suami hendaknya tidak egois, selalu memaksakan kehendaknya. perhatikan kondisi istri.

      2. pada saat istri hamil (dan hendak melahirkan), sudah menjadi fitrahnya untuk minta bertemu&berkumpul dg keluarganya (terutama ibunya). dia membutuhkan keamanan dan kenyamanan, terutama utk proses melahirkan, yg mungkin tidak bisa dia dapatkan dari suaminya. jadi, janganlah emosi berlebihan dg permintaan istri (terutama utk kasus yg anda alami).

      3. tidak mudah emosi apabila istri tidak menuruti kehendak anda (lihat juga poin 1). anda coba cek kenapa istri anda tidak menuruti kehendak anda. dalam hal ini, coba anda perhatikan kondisi istri anda yg baru melahirkan.

      sekarang saya akan coba jawab pertanyaan2 anda.

      1. silakan anda baca dan pikirkan baik2 3 poin di atas. terus terang, saya tidak bisa dan tidak punya hak menghakimi dan menilai istri anda tanpa tahu kondisi istri anda seperti apa. minimal istri anda cerita kepada saya mengenai apa yg dia alami.

      2. selama tidak ada kata talak/cerai,anda masih berkewajiban menafkahi istri. pada saat cerai pun,anda masih menafkahi selama masa iddah.

      3. lihat kembali poin2 yg saya tulis di atas. jangan mudah emosi. :-)

      4. jika jauhan saja, tidak berdosa. tapi anda tetap wajib memberi nafkah kepada mereka.

      5. amalannya: anda ajak bicara dan komunikasi istri anda dengan baik2. tanya apa masalahnya dan kemauannya dia. anda juga introspeksi diri, termasuk lebih menahan diri (tidak emosian dan egois).

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 12, 2013 @ 11:12 am | Balas

  133. assalamualaikum Wr.Wb
    pak ustadz saya mohon bantuan dan petunjuknya.
    bgini ustadz, beberapa hari yang lalu saya bertengar hebat dengan istri saya, saya mendapati rekaman pembicaraan istri saya dengan lelaki lain, begitu mesra. slma ini sya sudah merasakan ada yg aneh dari istri saya, saya mencba mncari buki tapi tidak ketemu, akhiirnya pada suatu hari ALLAH SWT memberikan saya petunjuk yaitu rekaman tersebut, saya langsung emosi sekali, truss saya bilang ” aq ceraikan kau cerai, cerai, cerai, cerai. lalu say pergi.
    trus sya menyesal setelah mengenang kmbali hal itu. karna saya masih sngat menyayangi dia ustadz
    yang jdi pertanyaan saya,
    1. apakah pernikahan kmi tetap utuh atau tdak.
    mohon penjelasanya ustadz, saya masih sangat awam mengenai hal ini.
    trima kasih

    Komentar oleh Olo Bachdim — Desember 12, 2013 @ 12:10 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Olo.

      jika merujuk dari cerita anda,marah yg anda lakukan masih dalam taraf wajar, karenanya ucapan cerai yg anda lontarkan merupakan TALAK 1 (SATU).

      apabila anda hendak rujuk (kembali kepada istri) maka pastikan anda mesti bisa membina dan mendidiknya sehingga kasus serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

      jika anda tidak mampu, maka jangan heran apabila kasus yg sama akan terulang lagi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 12, 2013 @ 11:17 am | Balas

      • trima kasih pak. alhamdulillah kemaren saya sudah berbicara baik” dengan istri saya. dia mohon maaf kepada sya, saya pun demikian,

        PERTANYAAN SAYA:

        apakah kami harus melakukan akad nikah lagi ustadz.
        atau hanya saling memaafkan saja.

        kalau memang kami harus menikah lagi saya akan lakukan, soalnya saya masih syang kpada istri saya
        do’a kan kmi ya pak ustadz agar bisa lbih menjaga sifat dan hal” yang lain agar kmi terhindar dari perceraiyan, sehingga dapat menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warhamah, amiin,,,, ya robal’alamin

        sekal lagi saya ucapkan banya ribuan trima kasih kepada ustadz.

        Komentar oleh Olo Bachdim — Desember 13, 2013 @ 1:38 am

      • alhamdulillah, saya ikut senang mendengarnya.

        anda tidak perlu melakukan akad nikah lagi karena baru talak 1.
        semoga anda berdua bisa menjadi keluarga yg sakinah ma waddah wa rahmah.
        jangan sering2 bertengkar, perbanyak komunikasi :-)

        demikian.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 13, 2013 @ 11:04 am

  134. terima kasih banyak sarannya ustadz. akan saya tunjukkan pada suami mudah2an dia terbuka hatinya dan mengerti maksud saya. oya maaf ustadz ternyata saya belum menuliskan kondisi saya yang sebenarnya ( sehubungan dengan pertanyaan saya sebelumnya berdosa atau tidak ). begini ustadz….sejak dia memberi talak 1 saya sulit kembali kerumah mertua apalagi suami yang marah2 pada ibu saya terakhir kali didepan kyai yang akan merukunkan rumah tangga kami, selain itu ibu saya tinggal sendiri dirumah dengan kondisi sakit. saya tidak tega melihatnya dan saya juga sulit mengantarkan suami kembali pada ibu. tapi ibu saya akan memaafkan suami jika dia mau kerumah dan meminta maaf dan sampai sekarang suami belum bisa lakukan. andai saja atasan saya tidak tahu masalah rumah tangga saya ( atasan selalu memojokkan saya dan membuka masalah saya pada saat rapat ato pembinaan yang semua teman2 ada ), saya tidak mau rujuk lagi ustadz karena apa yang bisa saya harapkan dari dia dengan keluarga saya dia jauh dengan saya dia tidak mau cerita. ustadz… kalo atasan sudah begitu saya sangat malu ingin nangis dan ingin keluar dari sana dada rasanya sesak. begitulah ustadz…yang igin saya tanyakan : 1. apakah saya berdosa karena tidak tinggal bersamanya ?
    2. apakah karena niat saya yang mau rujuk tapi dengan niatan karena malu pada atasan sehingga kehidupan rumah tangga kami seperti ini ?
    Mohon penjelasannya ustadz dan terima kasih

    Komentar oleh andan — Desember 12, 2013 @ 1:51 pm | Balas

    • halo mbak Andan,

      saya ikut berduka dg yg anda alami.
      semoga anda dan ibu anda diberikan kekuatan untuk menghadapi ini semua. insya ALLOH akan ada kebaikan yg bisa didapat jika anda bisa bersabar dan mencari jalan keluar yg sebaik-baiknya.

      melihat pertanyaan anda, saya sarankan anda untuk mengajukan gugatan cerai saja, mbak.
      1. anda bisa terhindar dari dosa. karena sebagai pasangan suami istri, maka status anda sebagai istri mesti patuh pada suami, selama suami tidak memerintahkan yg bertentangan dengan agama. yg saya lihat, pertikaian yg terjadi lebih banyak dikarenakan KURANG KOMUNIKASI. tapi jika memang sudah sulit utk berkomunikasi, maka saya sarankan lebih baik distop saja komunikasinya secara permanen alias cerai.

      2. jangan rujuk karena atasan ataupun alasan yg tidak berhubungan langsung dengan kehidupan rumah tangga anda. di sini, anda punya hak utk menentukan kebahagiaan hidup. apa artinya anda rujuk karena malu pada atasan namun di kehidupan sehari-hari anda menderita? apakah atasan anda akan peduli dengan hal yg anda alami? apa yg bisa dia bantu?

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 12, 2013 @ 5:28 pm | Balas

  135. terima kasih, ustadz benar tapi andai saya memilih bersabar dan mencari jalan keluar apa ustadz ada saran atau amalan apa yang harus saya lakukan ? terima kasih terus terang sampai saat ini saya belum bisa hilangkan bayangan atasan andai saya harus berpisah ustdz. ya mungkin jika sya bersabar dan bimbingan dari ustadz keluarga kami bisa utuh kembali dan bisa tingkatkan iman saya juga, dengan demikian bayangan tentang atasan bisa hilang. bagaimana ustadz apa semua itu mungkin ?terima kasih ustadz moga Alloh mengampuni saya dan meridhoi jalan saya melalui tausiyah ini. Amin

    Komentar oleh andan — Desember 12, 2013 @ 8:45 pm | Balas

    • mbak Andan,

      anda bisa lakukan amalan sebagai berikut:
      1. perbanyak sholat malam
      2. perbanyak dzikir
      3. lakukan puasa hajat (Rabu-Jum’at)
      4. perbanyak sedekah & menyantuni anak yatim

      dalam amalan di atas, perbanyak doa kepada ALLOH SWT utk minta bantuan-Nya. sesungguhnya tidak ada yg bisa membantu dan menyelesaikan masalah selain pertolongan-Nya.

      anda doa juga agar ALLOH SWT mengampuni dosa2 yg telah diperbuat, sengaja/tidak sengaja.

      5. minta ridho dan berkah dari orang tua anda (jika masih ada).

      semoga bermanfaat

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 16, 2013 @ 7:14 pm | Balas

  136. ass pak ustad saya mau bertanya saya sama istri saya ada keributan sampai terucap talak 1.dan sekarang saya sudah baikan dan serumah tapi belum seranjang bagaimana hukum agama islam pak ustad.apakah saya nikah ulang lagi.dan syarat nikah ulang lagi pas mengeluarkan ucapan talak 1 itu apa pak ustad.maksih atas bantuannya pak ustad

    Komentar oleh zuliyanr@yahoo.co.id — Desember 12, 2013 @ 11:23 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Zuliyan.

      jika baru talak 1, maka anda cukup cari 2 orang utk dijadikan saksi bahwa anda berdua sudah rujuk.
      tidak perlu akad nikah lagi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 13, 2013 @ 11:03 am | Balas

  137. Assalamu Alaikum Pak Ustad,,,,

    Sayaa mau tanyaa Pak,,, klau istri yg minta cerai apakah itu sdh termasuk talak at tdk,, dan ituu sdh 2 kali dia ucapkan sm sy.

    Trus ini kasus yg bru lgi pak ustad,,, blm lama ini istri sy sms ke sy kloo dia sdh tdk sanggup lgi hidup dgn sy dan mw udahan,,, apakah ituu termasuk talak jg at tdk,
    dan jikaa semuanya ituu talak berarti sy udaa di Talak 3 sm istri sy, padahal sy tdk mw cerai dgn dia.

    ituu bgmn pak ustad,,, apakah kami masih sah sebagai suami istri at tdk,,,??

    Komentar oleh andi — Desember 13, 2013 @ 12:06 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Andi, jika istri minta cerai, itu baru sebatas permintaan. nanti dia mesti ajukan ke pengadilan agama utk proses selanjutnya.

      selama anda tidak mengatakan talak/cerai dg jelas (tidak menggantung) maka anda dan istri masih merupakan pasangan suami istri.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 16, 2013 @ 5:57 pm | Balas

  138. terima kasih ustadz…. tapi jika saya memilih bersabar dan mencari jalan keluar apa yang harus saya lakukan ?

    Komentar oleh andan — Desember 13, 2013 @ 5:41 pm | Balas

    • sudah saya balas di atas ya mbak :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 16, 2013 @ 7:15 pm | Balas

  139. assalamualaikum,, ustdz, saya mau nanya,,, misalkan, ketika ada orang lain nanya sama suami saya “apakah saya ini istrinya” lalu suami saya mengatakan “bukan”. suami saya itu suka becanda orangnya. apa perkataan suami seperti itu termasuk kedalam kata talak walaupun kenyataannya cuma sekedar becanda saja??
    mohon penjelasannya.

    Komentar oleh Iis Aisyah — Desember 13, 2013 @ 8:52 pm | Balas

    • assalamua’laikum pak,
      pak bisa tidak say minta nomor hp ustadz, mana tau ada yg tidak saya mengerti, saya bisa komunikasi lagi
      tks

      Komentar oleh Olo Bachdim — Desember 16, 2013 @ 12:24 pm | Balas

      • wa’alaykumsalam wr wb,

        silakan mas Olo tuliskan no hp-nya,nanti saya yg akan kontak anda.
        jika memungkinkan, anda install whats app :-)

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 22, 2013 @ 7:01 pm

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Iis,ada baiknya anda ingatkan suami anda utk lebih berhati-hati jika bercanda. saya takut apabila bercandaan suami anda kelewatan dan mengundang bencana.

      jika konteksnya bercanda, maka bukan talak, terlebih suami anda tidak mengatakan talak/cerai secara jelas. namun, sekali lagi, hendaknya suami anda lebih berhati-hati dalam bercanda.

      solusi: minta suami utk taubat nasuha, tidak mengulang bercandaan seperti itu lagi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 16, 2013 @ 7:10 pm | Balas

  140. assalamualaikum ustd…..mohon bantuannya :
    seorang suami karena tergoda seorang perempuan, kemudian membuat SURAT PERNYATAAN diatas materai dalam keadaan sadar dan tidak ada pertengkaran yang menceraikan istrinya yang isinya : pada hari ini saya ……. (Suami) telah menceraikan istri saya yang bernama ………… binti ………… dan saya menyatakan tidak ada hubungan lagi serta apabila istri saya menggugat cerai ataupun berhubungan / menikah lagi dengan siapapun saya tidak akan menuntut dan saya merestui sepenuhnya.
    yang saya tanyakan talak yag dijatuhkan itu termasuk talak apa dan bagaimana hukumnya ??

    Komentar oleh rima — Desember 17, 2013 @ 9:00 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Rima,talak yg jatuh = talak 1.
      hukum seperti apa yg dimaksud?

      - istrinya berada dalam masa iddah,sehingga belum bisa menikah dg laki2 lain hingga masa iddahnya selesai

      - selama masa iddah,istri masih berhak mendapat nafkah (materi) dari (mantan) suami,hingga masa iddah selesai

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 17, 2013 @ 10:09 am | Balas

      • ustd…. sebelum membuat surat pernyataan, yang bersangkutan sudah sering kali mengatakan cerai pada istrinya dan tidak memberikan nafkah lahir batin hampir 2 tahun. mala ybs menjelek2an istrinya didepan perempuan itu. apakah tetap jatuh talak 1 ?? mohon penjelasan ustd

        Komentar oleh rima — Desember 17, 2013 @ 10:47 am

      • mbak Rima,

        jika melihat cerita anda di atas, saya bisa bayangkan kekesalan yg anda alami.
        terus terang, saya tidak mengetahui kondisi atau tingkat kemarahan suami anda saat mengatakan cerai berkali-kali. tidak memberikan nafkah lahir batin selama 2 tahun jelas suami tersebut tidak bisa menjalankan kewajibannya selaku suami.

        meski demikian, karena suami baru membuat pernyataan cerai secara resmi, saya menganggap talak yg jatuh baru talak 1.
        anda bisa bawa ke pengadilan agama untuk memastikan cerai/talak ini terjadi dan diketahui serta dicatat oleh negara sehingga punya kedudukan yg kuat di mata hukum.

        namun demikian, meski talak 1 maka anda bisa menolak rujuk apabila suatu saat nanti suami tiba-tiba ingin rujuk.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 17, 2013 @ 2:24 pm

  141. ya ustadz terima kasih saya akan lakukan oya dari keterangan ustadz diatas bahwa masa iddah dari talak 1 paling lama 4 bln 10 hr. bagaimana jika lebih dari itu? ( 6 bln ) apa harus ‘bangun nikah’ dl sebelum rujuk ? mohon penjelasannya ya ustadz terima kasih

    Komentar oleh andan — Desember 17, 2013 @ 6:42 pm | Balas

    • maksudnya bangun nikah apa ya mbak Andan?

      jika ingin rujuk,anda cukup cari saksi 2 orang.

      tapi jika hendak menikah dengan orang lain, diperbolehkan :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 17, 2013 @ 7:21 pm | Balas

  142. Assalamualaikum Pa Ustad, saya sudah menikah hampir 14 thn dgn 2 anak laki & perempuan. Kebetulan kami tinggal terpisah karena pekerjaan, ternyata di luar kota suami tergoda untuk bermain perempuan yang akhirnya harus dinikahi secara siri (mungkin). Saya tahu setelah saya dapat sms yg menyiratkan kalo dia istri ke2 suami saya akan tetapi setiap kali pulang dan saya konfirmasi dia dengan meyakinkan sumpah tidak pernah menduakan saya. Akan tetapi setelah saya coba jebak wanita yg mengaku istrinya ternyata semua ciri” yang ada di suami saya di tempat yg sangat privacy dia tahu dan itu semakin membuat saya tahu kalau dia sudah berbohong dan menduakan saya. Dan yang lebih parah suami saya tidak pernah berterus terang masalah gaji & tunjangan di luar gajinya mungkin dia pikir toh istrinya kerja jadi bila resiko kurang masih bisa saya tangani.
    Setiap saya konfirmasi via telp / sms suami saya marah & bilang kita cerai saja dan itu sudah dilakukan berkali” kata cerai itu. Saya sudah tidak mau untuk meneruskan pernikahan yang dilandasi dengan kebohongan & dengan mudahnya suami blg “DEMI ALLOH” untuk menutupi & meyakinkan saya kalau itu hanya bohong belaka.
    Yang jadi pertanyaan saya
    1. Apabila dia weekend pulang dan ingin melakukan kewajiban hubungan badan apakah tidak termasuk zinah dengan saya setelah bahasa cerai keluar dari mulutnya??
    2. Apabila nanti saya bisa membuktikan kalau dia bohong dengan bukti adanya surat perjanjian nikah dengan istri ke2 & dibuktikan pula dengan memergoki dia pulang ke rumah istrinya apakah bisa itu dijadikan barang bukti untuk ke PA?
    3. Apakah harus saya yang mengajukan ke PA untuk cerai sedangkan pas dahulu menikah pun mahar kawin yang harusnya dibayar suami itu hasil hutang & harus saya lunasi setelah menikah
    3. Jika saya sudah mengajukan cerai berapa lama saya masih bisa mendapatkan nafkah & apakah harus dibuatkan surat perjanjian untuk suami saya untuk menafkahi anak”nya sampai selesai sekolah?? (mengingat istri ke2nya lebih besar mendapatkan nafkah ketimbang saya)
    Mohon pencerahan pa ustad apakah ini jalan terbaik yang sudah saya lakukan karena ternyata setelah saya tahu ini adalah kebohongan & perselingkuhan yang ke 2 kalinya yang sudah dia lakukan di pernikahan kami. Terima kasih. Wasalamualaikum

    Komentar oleh Ashrie — Desember 19, 2013 @ 2:49 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Ashrie.

      Saya ikut berduka cita dg yg anda alami.
      jika boleh tahu, mengapa anda dan suami mesti berbeda kota? maksud saya, apakah tidak ada yg mengalah utk bekerja di 1 kota tertentu sehingga keluarga bisa tetap bersama?

      merujuk dari cerita yg anda tulis, saya akan jawab semampu saya.

      1. pastikan dahulu, cerai yg suami ucapkan itu apakah benar2 niat utk bercerai atau hanya utk menakut-nakuti mbak? saat ini saya melihat tindakan suami anda hanyalah sebagai ancaman saja. apabila memang sifatnya ancaman, maka status pernikahan anda masih aman. dalam artian, hub suami istri masih sah.

      saran saya: jika kelak suami mengancam cerai, tanyakan pada dia, apakah ini ancaman atau memang serius utk cerai? jangan lupa direkam pembicaraannya.

      2. bisa. mbak bisa gunakan bukti2 yg telah dikumpulkan untuk diserahkan ke PA utk selanjutnya memproses perceraian.

      3. ya, mesti mbak yg ajukan. karena cerai/talak hanya sah jika disampaikan suami. kecuali poin 1 bisa mbak dapatkan, maka mbak cukup lakukan poin 2, untuk mendapatkan persetujuan/pengsahan dari sisi hukum negara.

      4. jika bercerai, mbak punya hak mendapat nafkah selama masa iddah (lebih kurang 4 bulan. rinciannya bisa mbak dapatkan usai keputusan cerai keluar dari PA). utk menafkahi anak2, semestinya suami tetap wajib melakukannya meski tanpa surat perjanjian. namun tidak ada salahnya jika mbak siapkan juga utk menghindari hal2 yg tidak diinginkan di kemudian hari (misalnya suami ingkar).

      solusi dari saya sebenarnya simpel saja.
      karena kekisruhan diakibatkan suami yg jauh dari keluarga (terutama istri) maka solusi yg saya ajukan adalah keluarga anda mesti berada dalam 1 kota. apabila sudah 1 kota, pastikan juga mbak melayani suami dg baik.

      nah, apabila 2 hal di atas sudah dilakukan namun suami masih selingkuh, maka memang cerai adalah jalan terbaik.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 19, 2013 @ 3:29 pm | Balas

      • Assalamualaikum pa ustad, kami berpisah dikarenakan kebetulan suami dimasukan kerja oleh adik ipar saya dengan alasan untuk lebih memperingan beban pengeluaran yang saya tanggung dari awal kami nikah. Niatnya agar saya bisa resign dari kerjaan & suami saya yg handle mslh kebutuhan hidup, awalnya saya ingin ikut tapi dengan alasan masih kontrak & belum menetap terus masalah sekolah anak yg bakal terbengkalai suami pun melarang saya untuk ikut & berhenti bekerja.
        Dan setelah saya selidiki ternyata pada saat kami berdekatan pun dulu dalam arti dia msh pulang ke rumah & bekerja dari pagi sampai sore kejadian selingkuh itu sudah dilakukan malah dgn yg sudah bersuami meski dengan kebohongan yang ditutupi kalau mereka hanya rekan kerja saja padahal bukti sudah ada akan tetapi dipatahkan oleh kebohongan suami saya. Karena saya percaya kalau suami tidak akan mungkin melakukan itu semua akhirnya peristiwa itu saya anggap tidak pernah ada.
        Tapi setelah kejadian skr & saya merunut dari kejadian yg lalu juga 2x kecelakaan yang pernah dialami suami saya yaitu disiksa sama orang saya lebih yakin kalau dulu dia bukan disiksa karena mslh lain akan tetapi ketahuan selingkuhnya oleh suami si wanita itu. Pada saat kejadian celaka tsb dia mengaku hilang uang Rp. 1jt & Hp Nokia N9 pdhl mungkin diambil oleh suami wanita itu sebagai ganti rugi.
        Jadi mungkin daripada lebih jauh dia menyakiti saya baik itu disakiti hati saya, batin saya, kepercayaan yg sdh dia rusak dgn sumpah palsunya serta financial saya, saya lebih baik mundur & minta cerai setelah bukti & kepergok sedang di rumah istri barunya.
        Ini saya lakukan juga untuk menyelamatkan kejiwaan anak” saya yg selalu merasa tertekan apabila ayahnya pulang weekend & marah” tidak ada alasan. Semoga Pa ustad bisa paham & terimakasih banyak atas masukan & nasihat yang sudah diberikan kepada saya. Mohon doanya agar saya bisa diberi kekuatan, kesabaran sampai saya bisa mendapatkan bukti yang saya inginkan.
        Wasalamualaikum.

        Komentar oleh Ashrie — Desember 20, 2013 @ 11:07 am

      • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Ashrie.

        saya bukannya hendak melarang mbak utk bercerai,tapi menurut saya,lebih baik mbak Ashrie sempurnakan dulu tugas dan ikhtiar anda selaku istri, yakni mengupayakan suami berada dekat dg keluarga dan memberikan layanan sebaik-baiknya.

        dari cerita anda,saya paham dg kekesalan anda thd pengkhianatan pertama suami anda.

        namun,sekali lagi,saran saya,COBA dahulu saran saya di atas.

        apabila memang suami tyt masih selingkuh juga,maka sesungguhnya sudah tiba batas anda utk berbakti sebagai istri. lakukan gugatan cerai ke PA,berikut bukti2nya.

        dg anda sudah ikhtiar semaksimal mungkin,setidaknya anak2 anda juga melihat & menjadikan sosok yg layak ditiru,tetap berusaha maksimal hingga memang tidak bisa berbuat apa2 lagi.

        bagaimanapun juga,keputusan di tangan mbak.

        saya hanya bisa memberi saran seperti di atas dan bantuan berupa doa.

        semoga mbak Ashrie selalu diberi kekuatan dan kemampuan oleh ALLOH SWT utk mengatasi kemelut ini.

        demikian.

        wa’alaykumsalam wr wb

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 20, 2013 @ 11:16 am

  143. Assalamualaikun ustad..
    Pernikahan Saya sama suami baru 1thn & kami sdh dkaruniai anak laki”,,slama saya menikah dgn dia hati saya sllu gak nyaman,,seakan” pernikahan kami hanya pura” krn sifatx yg tdk pernah mengerti dan sllu keras kepala,,smua kemauanx saja yg mw dturuti,,pokokx saya gak ada benarx di matax..maka dr itu saya sring tdk tahan tinggal serumah dgn dia dan sering tidur di tempat ortu saya,stiap saya di tempa ortu saya pasti ada aja pertengkaran yg buat saya gak tahan sampai ngeluarkan kata” qt pisah saja trus abiz itu qt baikan lg dan berhubungan lagi,trus selanjutx seperti itu lg dan kata” itu keluar lagi sya bilang mending qt urus diri masing”,pokokx stiap qt tengkar sllu sya kluarkan kata” itu gr” emosi gak tahan liat sikapx yg trakhir saya bilang mending cerai aja krna sya sdh g tahan hdup sma org keras kpala kya km tp stiap saya kluarkan kata” itu sllu lwat sms.
    Prtanyaan saya apakah perkataan saya itu sdh trmasuk talak sma suami???
    Apakah saat saya ngeluarkan kata” pisah itu dan qt baikan lg,trus berhubungan suami istri dan tinggal serumah msh sah???
    Mohon jwaban dan pencerahan dr ustad..
    Trima kasih..

    Komentar oleh cika — Desember 23, 2013 @ 5:58 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Cika, bagi pasutri, mereka mesti menyiapkan banyak perbekalan berupa kesabaran. hal ini dikarenakan pernikahan merupakan penyatuan 2 pihak yg tentunya masing2 punya kepentingan dan pikiran yg berbeda.

      salah satu wujud kesabaran adalah dengan komunikasi. coba mbak Cika berkomunikasi (secara baik-baik) dengan suami. apa kendala dia, apa yg mbak Cika rasakan, lalu cari solusi bersama seperti apa.

      banyak pasutri yg sering bentrok dikarenakan mereka sebenarnya kurang komunikasi saja.

      selanjutnya, untuk perkataan “kita pisah saja” itu tidak secara jelas menyatakan perceraian, setidaknya bagi saya. saya menganut prinsip cerai/talak itu mesti jelas, bukan samar2.

      jadi, saya asumsikan suami/anda memang emosi semata.

      untuk menghindari hal seperti ini, ada baiknya mbak Cika bertanya balik dan menegaskan, apabila suami mengatakan “kita pisah saja.”

      tanyakan,apakah pisah ini serius hendak bercerai?

      jika dijawab ya oleh suami,maka talak sudah turun. pastikan juga, jika memungkinkan, ada saksi/bukti.

      anda juga pertanyakan pada diri anda, apakah kata2 pisah ini memang merujuk ke perceraian atau bagaimana.

      jika memang sebatas ancaman, maka anda dan suami masih pasutri yg sah dan tidak ada masalah jika berhubungan (suami istri).

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 24, 2013 @ 11:29 am | Balas

  144. pa ustad. mau tanya klu bulan baik untuk menikah bulan apa ya??? insya allah saya menikah lg tahun 2014

    Komentar oleh risnany — Desember 23, 2013 @ 7:38 pm | Balas

    • mbak Risnany,

      semua waktu, semua hari, semua bulan, pada dasarnya baik.

      saran saya, cari waktu yg anda dan suami bisa ijab kabul hari Jum’at dan resepsi (jika ada) di hari Minggu.

      jika memungkinkan, pernikahan dilakukan 2-3 bulan sebelum Ramadhan, agar anda dan suami bisa menjalankan ibadah shaum dengan lebih khusyuk, tidak fokus ke hubungan seks semata,hehe ;-)

      saya ucapkan selamat, semoga menjadi keluarga yg sakinah ma waddah wa rahmah, aamiin.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 24, 2013 @ 11:31 am | Balas

  145. Assalamualaikum ustd .
    Saya mau menanyakan , jiga suami mentalak lewat sms dan itu langsung ke orang tua istri , bukan ke istrinya langsung apa hukumnya ? Terimakasih

    Komentar oleh ngu — Desember 25, 2013 @ 11:53 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas(?) Ngu, sepemahaman saya, talak/cerai mesti ditujukan ke istri,bukan orang tua istri.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 25, 2013 @ 6:53 pm | Balas

  146. Assalamualaikum wr wb
    Sya menikah baru th, tp atas ijin suami saya kami tinggal dibeda kota karenA urusan pekerjaan, suami saya pulanh satu minggu sekal hr sabtu dan minggu,,,belakangan kami sering bertengkar karena saya sebagai istri merasa dinomor 2 kan terlebih orientasinya seperti tak sejalan saya kekeh ingin segera punya anak sementara suami saya kekeh mengejar mimpi target keluarganya dalam hal materi, tp saya sayaang tukus sama dia walaupun saya merasa tidak diperhatikan setelah urusan keluarga, hobi dan kerjaannya, terlebih 2 bulan lalu saya mendapati photo senonoh dia dengan selingkuhannya saat kami pacaran, saat bertegkar dan merasa tidak dperhatikan, saya mengancamdia dengan ucapancerai, hingga pada suatu hari saya berpura2 sudah mendatangi dan mendaftar istri/ saya gugat cerai ke kua,,saking kesel nya tiba2 suatu hari krn suami saya tinggal dirumah ortunya aja pdahal itu sabtu dan minggu, karena saya kesel dan khilaf serta emosi keras sayamenghina2 keluarganya dengan ucapan kasar karena menurut saya keluarganya terlalu banyak menuntut suami saya dlm mencari nafkah sebagai tuoang punggung keluarga,dan saat itu saya bilang saya fix cerai. Merasa khilap keesokan harinya saya meinta maaf dengan mendatangi ortunya atas kelancangan saya berbicara, tapi sayakaget ketika ortunya bilang kamu saya maafin tp untuk kembali dengan suami tidak semudah itu. Menurutnya kata2 saya sudah sangat tdk sopan (dan memang saya akui itu) , dan itu sudah termasuk talak1. Saya meminta maaf sama suami saya atas kelancangan saya tp suami saya bilng itu talak 1. Apakah ini termasuk talak 1 dr suami atau istri? Dan jika kami selseaikan secara kekeluargaa apakah masih ada kata talak itu? Bagamana jika kai ingin mempertahankan pernikahan kami. Trimakasih

    Komentar oleh ela — Desember 26, 2013 @ 12:25 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Ela.

      talak/cerai hanya bisa dilakukan oleh suami.
      istri hanya bisa mengajukan/meminta cerai, namun keputusannya tetap di suami (setuju atau tidak).

      untuk kasus anda, saya sarankan:
      1. berkomunikasi dengan pengadilan agama setempat.

      2. mencari mediator yg bisa menghubungkan anda dan keluarga suami anda, termasuk menjelaskan mengenai perceraian. saran saya: coba minta pihak pengadilan agama untuk membantu

      3. jika selesai atau tidak secara kekeluargaan, talak tidak pernah jatuh (cek lagi jawaban saya di atas)

      4. agar pernikahan anda bisa bertahan:
      a. memperbanyak komunikasi.
      b. anda dan suami jangan pisah kota
      c. jelaskan pada suami bahwa memiliki anak merupakan salah satu bentuk rejeki. ingatkan juga bahwa umur anda berdua akan bertambah. jika tidak segera punya anak, akan sulit.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 27, 2013 @ 8:05 am | Balas

    • Iyaa ustadj trimakasih solusinya, baru saja kami berkumpul dan suami saya menjatuhkan talak2, saya hanya meminta Allah semoga kami bisa rujuk krn saya tau saya masih sayang dia ,,,mohon bantuan doanya ustadj,,ujian ini indah krn saya bisa lebih dekat dengan Allah,,,

      Komentar oleh ela — Desember 29, 2013 @ 11:29 pm | Balas

      • mbak Ela,

        saya ikut berduka dengan yg anda alami. insya ALLOH akan ada hikmah di balik ini semua. semoga anda diberikan kekuatan untuk menghadapi ini semua.

        insya ALLOH akan saya bantu doa.

        semoga segala sesuatunya akan menjadi lebih baik.aamiin.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 30, 2013 @ 4:47 am

      • Assalamualaikum ustadj,,,
        sekarang saya masa idah tapi tetep beda kota karena tuntutan pekerjaan kami, saya sangat merasa diri saya durhaka dan itu saya hanya bisa berdoa kepada Allah dan semoga Allah melapangkandan memudahkan semua yang terjadi,,,tapi saya butuh bimbingan dari suamselain dr kedua ortunsaya,,saya brencana kekota suami saya, apakah boleh ustadj, krena bimbingan yg saya dapat hanya mencari referensi dr internet,,,dan astagfirullaah sungguhnbesar dosa saya ustadj,,,

        Komentar oleh ela — Desember 31, 2013 @ 5:27 am

      • wa’alaykumsalam wr wb,

        mbak Ela, tidak perlu menghakimi diri secara berlebihan.
        anda cukup ikuti aturan2 agama, sesuai Al Quran dan Sunnah.

        jika sudah jatuh talak, maka sebaiknya tidak semudah itu untuk bersama2 karena jika anda berdua berhubungan badan, maka rujuk telah dilakukan.

        saran saya: perbanyak belajar ilmu agama dan bersiap utk kemungkinan terburuk jika suami memang tidak ingin rujuk.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 31, 2013 @ 4:20 pm

  147. Assalamualaikum wr wb Pa ustad, untuk pengajuan cerai apa saja yang harus saya lakukan agar semua bisa cepat selesai? karena proses mediasi inginnya saya lewati mengingat ternyata dia sudah membohongi perkawinan saya slama 5thn dengan menikah siri dan selalu memukul anak saya yg besar dengan alasan mendidik anak yang sudah berbuat salah padahal kenyataannya dia tidak bisa mendidik anak dengan baik karena setiap larangan dia ternyata malah di lakukan oleh dia sendiri yaitu berbohong, berbicara bahasa kasar (bahasa kebun binatang).
    Awal ketika rembukan dia sudah setuju untuk bercerai dengan saya, selang berapa jam kemudian dia bilang akan menggantungkan saya dan malah balik memutar balikan fakta dengan mengatakan anak saya yang 1 adalah hasil perselingkuhan dengan mantan saya padahal notabene dari awal kami menikah sampai anak 1 berusia 5th kami tinggal dengan orangtua suami saya dan kegiatan sehari” saya pun pagi sampai sore kerja, pulang kerja ke rumah & tidak pernah bepergian kecuali ke tempat orangtua saya jadi mana mungkin saya bisa selingkuh…..Saya siap lakukan tes apabila memang suami tidak mempercayai itu anaknya.
    Saya takutkan saya tidak bisa mendapatkan surat cerai itu karena dia menggantung saya & apakah alasan saya untuk bercerai sudah tepat pa ustad..?? Mengingat beban moril anak saya yang 1 sudah terlihat down apabila suami saya akan pulang ke rumah di akhir minggu maka keputusan cerai mungkin yg terbaik.

    Komentar oleh Ashrie — Desember 26, 2013 @ 11:17 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Ashrie.

      untuk rincian pengajuan cerai, mungkin mbak Ashrie mesti menghubungi pengadilan agama (PA) setempat. hal ini dikarenakan saya tidak tahu persis apa yg dibutuhkan.

      anda juga bisa menjelaskan kepada pihak PA mengenai masalah yg dihadapi.

      saran saya:
      1. langkah cerai yg anda lakukan sudah tepat. lebih baik anda segera menyusun hidup baru anda, karena anda dan anak2 anda berhak bahagia

      2. jika anda sudah memutuskan cerai, maka persiapkan hal2 yg dibutuhkan, dalam hal ini anda mesti mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga anda. menunggu (mantan) suami untuk membantu, sebaiknya dihilangkan. anda mesti mandiri!

      3. jika anda berniat untuk menikah lagi,maka anda mesti siap lahir batin. terutama dengan mempersiapkan solusi utk hal2 yg menjadi penyebab keretakan rumah tangga anda sebelumnya.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 27, 2013 @ 8:09 am | Balas

      • Terimakasih atas sarannya pa ustad, meski memang cerai itu sebenarnya tidak disukai oleh Allah akan tetapi bila memang itu terbaik menurut pendapat saya & semoga terbaik juga menurut agama & Allah akan saya jalankan meski berat. Alhamdulilah saya bekerja & slama ini pun gaji yang saya dapatkan masih bisa mencukupi untuk kehidupan kami selama 1 bulan. Mohon doa & supportnya pa ustad semoga saya bisa menjalani semua cobaan yang Allah berikan kepada saya & semoga hidup saya dan anak” ke depannya akan lebih baik lagi setelah saya bercerai dari suami saya. Aamiin

        Komentar oleh Ashrie — Desember 27, 2013 @ 10:06 am

      • sama2, mbak Ashrie.

        betul,cerai memang tidak disukai ALLOH SWT,tapi bukan berarti anda mesti mempertahankan pernikahan yg sudah sedemikian koyak.
        alih2 untuk beribadah, malah anda berdua akan sering berselisih.

        insya ALLOH akan saya bantu doa, semoga mbak Ashrie dan anak2 kuat menghadapi masalah ini dan semoga segera mendapat solusi yg lebih baik lagi.
        aamiin

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 27, 2013 @ 11:34 am

  148. asw, pak ustad yth……..saya seorang suami yang memiliki sifat temperamental, dan kebetulan istripun juga sangat keras. kami berasal dari suku yang berbeda tapi sama sama keras sehingga kerap kali kita mengalami pertengkaran hebat. semalam saya kembali bertengkar dengan istri sampai saya emosi berat. di jalanan sambil berteriak teriak saya bilang ke istri, “kamu maunya apa, may cerai? ayo…kamu pikir saya takut! setelah itu saya juga bilang kalo ” kamu masih suka membantah, kita cerai ajalah, ga tahan saya denger kamu bantah terus” itu saya sampaikan sambil berteriak teriak di atas motor. maksud saya mengucapkan hal tersebut hanya untuk menghentikan bantahan istri, karena kalau tidak digitukan ia akan terus membantah saya.. dan mengucapkan kata kata seperti itu dengan niat untuk menghentikan istri saya membantah pernah juga saya lakukan sebelumnya dengan redaksi “kalo kamu begini terus, bisa cerai kita” dan kalimat ” mau kamu apa sekarang? talak satu, dua, tiga, empat, lima? terserah kamu….saya pasrah ama keputusan kamu”. ustad yth, selalu kata kata itu saya niatkan hanya untuk membuat istri diam, apakah sah talak yang saya ucapkan? talak berapa ustad? karena setelah pertengkaran biasanya istri menyesal membantah dan saya menjelaskan bahwa saya keras dan ngomon seperti itu agar ia tidak lupa bahwa saya suaminya yabg waiib dihormati juga. bagaimana pendapat ustad?

    Komentar oleh rizki — Desember 29, 2013 @ 8:24 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Rizki.

      saya memahami bahwa anda dan istri sama2 keras. namun pendekatan secara emosi sebenarnya bukan cara yg baik, berdasarkan pengalaman saya :-)

      kembali ke poin pertanyaan anda. dari cerita yg anda sampaikan, saya melihat bahwa talak/cerai BELUM jatuh,dikarenakan pernyataan yg anda ucapkan BUKAN pernyataan yg ‘pasti’ tapi merupakan pertanyaan ataupun ancaman.

      jadi, insya ALLOH anda berdua masih menjadi pasutri yg sah. :-)

      jika anda ingin dihormati,sekali lagi,tidak mesti dg cara kekerasan/emosi. memberikan contoh yg baik,BERKOMUNIKASI,memberikan solusi utk masalah2 yg dihadapi istri,MEMBERIKAN PERHATIAN, bisa membuat anda dihormati.

      Rasululloh SAW sendiri,setahu saya tidak pernah emosi kepada istri2nya agar dihormati. beliau cukup memberikan suri tauladan yg baik dan menyayangi serta memperhatikan istri2 beliau. :-)

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 29, 2013 @ 11:25 am | Balas

      • asw ustad, terimakasih banyak atas penjelasannya…saya sangat mendapatkan pencerahan. saya juga telah melakukan solat taubat semalam dan minta ampun sama Allah, insyaallah ke depannya saya lebih arif dalam mendidik istri saya dan tidak lagi menggunakan kata tersebut sebagai ancaman…karena selama ini saya mengancam karena saya sangat menghindari sekali yang namanya main tangan. ini menjadi bahan intropeksi buat saya dan istri, karena terus terang emosi ini memang membuat keluarga kami tidak sehat, saya akan mencoba cara ustad yang lebih bijaksana, salam juga dari istri saya untuk ustad dan keluarga. mohon doanya ustad agar kami lebih baik ke depannya .

        Komentar oleh rizki — Desember 29, 2013 @ 12:01 pm

      • wa’alaykumsalam wr wb.

        alhamdulillah,semoga mas Rizki bisa lebih baik lagi menangani dan memperhatikan istri sehingga hal2 yg sifatnya kasar bisa dihindari. saya yakin mas Rizki bisa. :-)

        salam juga untuk keluarga anda, semoga niat anda berdua utk membangun rumah tangga yg sakinah ma waddah wa rahmah bisa terwujud,aamiin.

        insya ALLOH saya bantu doa. insya ALLOH anda berdua akan lebih baik lagi,aamiin.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 30, 2013 @ 4:45 am

  149. Assalamu Alaikum…Apakah dengan menanyakan ke istri apakah kamu mau cerai termasuk talak atau bukan..??

    Komentar oleh Nirfandi — Desember 29, 2013 @ 10:41 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      jika MENANYAKAN,maka tidak bisa dianggap cerai/talak,mas Nirfandi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 29, 2013 @ 11:20 am | Balas

  150. […] apa yg saya ‘takutkan’? Pertama, emosi yg masih labil. Di beberapa komentar yg masuk di artikel tentang talak, jangankan orang yg masih muda, yg sudah berumur (dan semestinya) sudah stabil emosinya ternyata […]

    Ping balik oleh Menikah Muda Ajaran Islam? | Blog Tausiyah275 — Desember 29, 2013 @ 7:25 pm | Balas

  151. Salam , saya nak bertanya, saya penah dengar yang mengatakan ,jika mna-mana suami yang mengatakan dia belom berkahwin kepada rakan-rakan perempuan yang lain, walaupun dia cuma bergurau dan itu menyebabkan jatuh talak pada isteri. Betul ke kenyataan itu…boleh tolong jelaskan. Timakasih.

    Komentar oleh Wan — Desember 30, 2013 @ 2:28 pm | Balas

    • salam, Wan.

      bagi saya,ucapan/becanda seperti itu tak elok dan tak etis.
      jika merujuk pada hadits berikut

      Tiga hal yang apabila dikatakan dengan sungguh-sungguh maka dia menjadi serius dan bila dikatakan dengan main-main, akan jadi serius pula, yaitu nikah, talak, dan rujuk.” [Hadits hasan. Riwayat Abu Dawud dalam "Aunul Ma"bud (VI/262 no. 2180), Tirmidzi (II/328 no. 1195), Ibnu Majah (I/658 no. 2039), Ibnul Jarud (no. 712), Al-Hakim (II/198) dan Al-Baghawi (no. 2356), dari Abu Hurairah radhiyallahu "anhu]

      maka bisa dikatakan TELAH JATUH TALAK pada sang istri.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 31, 2013 @ 4:04 pm | Balas

  152. Assalamu’alaikum ustadz..saya mau tanya, apakah kata cerai yg diungkapkan suami sy sebanyak 3x dalam keadaan emosional sudah trmasuk dlm talak 3 ustadz?

    Komentar oleh Desviana Libarti — Desember 30, 2013 @ 5:09 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Desviana.

      sebenarnya menalak/menceraikan dalam kondisi emosi tidak sah, meski ada pendapat yg membolehkan/mensahkan hal ini.

      sama halnya dengan ucapan talak sebanyak 3x, ada ulama yg menyatakan bahwa ini sudah termasuk talak 3. namun di sisi lain, ada pendapat ulama yg menyatakan bahwa talak yg jatuh baru 1.

      saya termasuk yg mengikuti pendapat kedua. dengan demikian, bagi saya, suami mbak baru melakukan talak 1.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Desember 31, 2013 @ 3:58 pm | Balas

  153. mksd dr pertanyaan saya ustadz; suami saya mengatakan saya ceraikan kamu sebanyak 3x sekaligus di waktu yg bersamaan itu termasuk talak 3 ustadz?

    Komentar oleh Desviana Libarti — Desember 30, 2013 @ 5:11 pm | Balas

  154. Assalamu’alaikum ustadz.. suami saya ketahuan menikah siri dg wanita yg lebih muda, ketika saya tanya katanya hanya nikah main2 dan sudah di ceraikan. di kemudian hari, ternyata mereka masih berkomunikasi bahkan wanita itu berani meneror saya yang akhirnya membuat saya emosi dan saya meminta suami untuk mentalak 3 wanita itu, saya mendengarkan suami mentalak 3 dg saksi adik ipar saya. namun wanita itu berkeras bahwa talak yg dilakukan tidak syah karena atas dasar paksaan. apakah talak yang diucapkan suami saya itu syah? sedangkan bila bersama saya dia mengatakan berkali2 kalau sudah menceraikan wanita itu. terimakasih.

    Komentar oleh leanawaty — Januari 2, 2014 @ 11:31 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Leanawaty, memang betul apa yg dikatakan WIL, bahwa talak/cerai yg dilakukan secara terpaksa = TIDAK SAH.

      saya pikir suami anda berpura-pura untuk menenangkan anda saja.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 2, 2014 @ 11:42 am | Balas

  155. Assalamualaikum ustadz mohon pencerahan dari permasalahan perkawinan saya,adapun masalah yg saya hadapi adalah talak dari istri saya sekaligus tuntutan untuk pisah ranjang dg alasan talak tersebut,meskipun dari saya tidak ada sama sekali tuntutan hubungan suami istri apalagi ancaman keselamatan,bagaimana hukumnya dalam islam mengenai tuntutan dan talak dari istri saya itu ustadz? terimakasih banayak sbelumnya atas ksediaaan usatadz dlm mnanggapi masalah saya ini Wassalamualaikum,,,,,

    Komentar oleh irman pamungkas — Januari 3, 2014 @ 8:41 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mas Irman, istri anda sudah benar.
      apabila anda talak, maka anda tidak bisa dan tidak boleh berhubungan badan, karena jika anda berhubungan badan maka sudah dianggap sebagai rujuk.

      demikian.
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 3, 2014 @ 10:14 am | Balas

  156. Salam ustaz..suami saya ketika dia sedang marah lalu dia mengatakan dia akan bagi 3 selalu..tetapi tidak menyebut perkataan talak….cuma suami saya kata dia henfak bagi 3….adakah jatuh talak kepada saya…..

    Komentar oleh maslina manaf — Januari 4, 2014 @ 12:08 am | Balas

    • salam, mbak Maslina.

      saya tak paham benar dg maksud pernyataan suami anda.

      jika dia berkata seperti itu lagi,coba tanyakan dia,apakah yg dia maksud dg bagi 3 itu adalah talak/cerai?

      jika dia jawab ya, maka sudah jatuh talak.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 4, 2014 @ 5:56 pm | Balas

  157. Saya mw tanya, saya mw menikah dgn laki2 lain krn masa iddah sdh habis. Kata ustad saya mesti dpt surat pernyataan tertulis dr suami saya klu saya sdh bercerai. Surat pernyataan nya seperti apa.? Kya gimana?

    Komentar oleh risnany — Januari 4, 2014 @ 2:11 pm | Balas

    • yg saya maksud adalah surat dari pengadilan agama, jika memang memungkinkan.

      jika tidak, surat dari suami yg menyatakan bahwa anda sudah bercerai dg dia.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 4, 2014 @ 5:55 pm | Balas

  158. Assalamualaikum p,ustad.
    minta saran da bantuannya.
    saya mau cerita dulu nih,g pa2 y.
    sy menikah br 14bln,skrg sdg hmil 8bln.dr awl prnikahn,sy ngrs suami sy tdk peduli bd saat pcrn dl.contoh saat kmi brtengkar,suami g prh yg nm’y meredam keadaan.saling diam trs akur lg.saat sy prgi krmh org tua kr kesal suamipun tak prh mnjemput,seolah2 g butuh sy,mau plg sukur,g jg g pa2.setiap ribut bw2 nama org tua sy,kejelekn org tua sy.ributnya bw2 agama trs kdg2 sk tkt.
    sy kira stlh sy hamil,suami akn brubah lbh syg,lbh prhatian,lbh d manja trnyata tdk.sy mklumi kr saat itu suami jarang libur krj.
    skrg sdh 2bln kmi menganggur &tinggl brsma orgtua sy.alhmdllh tabungn buat lahiran sudah ad.sy kira g prlu pusing sampe mslh trs2n dtg(kt’y si bawaan bayi).ternyata hubungn kmi mkin g mmbaik.
    yg buat sy kesal,saat suami tdk bkrj.dia sering mbuang wkt d luar rmh mpe pagi drpd hrs brlm2 dg sy,drpd bercanda dg istri dia lbh meluangkn wkt buat tmn2nya.ktemu suami cm saat makan dan tidur.itu jg hrs sy gnggu trs dg sms,suruh plg mski jarang drespon.
    sampai suatu hr.suami ijin mau ikut tawasuln,sy ksh ijin kr kegiatn positif.
    jam 2mlm suami sy blm plg,otomatis sy khawatir.d tlp g d angkat2.mlh bls dgn sms”ada apa?”,sy mkin curiga g dnger suaranya.d tlp trs nyampe 1jam g d angkat.cm bls sms”aku lg tdr m sepu2,g enk angkt tlp.y tar q plg”.
    spulangnya sy mrh,tp suami tak mnanggapi,
    sy kesal llu kluarlh kt2 yg tdk shrsnya “kl km ada niat mau plg pagi lg,lbh baik jgn plg bw baju2 km”
    suami mlh mmancing kl dia g takut.tnp ad pmbelaan/pnjlsn akhrnya dia prg dr rmh.sy menyesal&skt ht.
    3hr sy minggat dr rmh,org tua mondar mandir nyariin sy.mpe menanyakn pd suami,berharap suami ikut nyari.trnyata ngak,dia tdk mau menemui org tua sy,dia lbh mmlih prg k acara saudara.akhrnya sy pulang,minta maaf sm suami dan mmintanya plg.sminggu sy hubungi g prh d angkat/bls.sy dtg krmh org tuanya memintanya agar plg,br 5menit kmi d kamar.dia prg lg,sy cari lg.ibu sy marah2,jam 12 mlm nyari org yg dah g mau plg.
    paginya sy dtg lg krmh’y.suami ngancem”kl mau rumah tngganya bnr,ikut suami.sy g mau drmh km.kl km msh ke2h pengen dsana.gih drmh org tuamu”.
    sy ikut suami,ngontrak dkt rmh mertua pdhl dkt rmh ibu sy jg bnyk.tinggal d kontraknpun g brubah,wktunya buat tmn dan game smpe pagi.
    skrgpun sy sudah 1bln drmh org tua.
    gr2 suami g mau membiayai acara 7bln kr acaranya drmh ibu sy.suami dan mertua g hadir mski sdh dkbr.
    lalu gr2 sminggu d bohongi suami.
    bilangnya motor dpinjem,taunya br sbln lunas mlh d hak m org tuanya.
    saya g tau pa2,mnta pnjelasan awalnya gmn,alasan,mengapa,dan kenapa,ko bs?.suami g mo jawab.lbh byk diam.kt’y”biasa ja”
    sy g terima tnp pnjlsn gini,wlw isthlhnya uang suami.sy ngrsa g pny posi2 sbgai istri.kl sy mngalah,pst bakal d injak2 trs.
    bknya sy pelit/tdk thu diri,org ngontrak pny ap si?wkt kmi msh krj,pst tiap bln jg ngasih.br 2bln kita g krj,motor udh d hak.
    sy blg”kl km gini terus,saya plg ja krmh ibu”
    dia jwb santai”dih y sana”
    mrelakn sy prg,ujan2nan,kbanjir,nangis2 ky ank ilang tnp ada usaha mncegah/mnjelaskn.(ky d sinetron :) )
    smpai skrg suami tdk menjemput kr g mau,emg anak kecil apa d jemput sgala,kbiasaan”jwbnya”.
    mertua jg g ada niat meluruskn apa yg terjadi,mlh bw2 nm ibu sy ky yg ngadu domba.mungkin dlm pikirn mertua sy “msh mau m ank sy sukur,g jg g pp.ank sy msh laku”
    wlw d sia2kn sampai skrg sy msh buka kesempatan mski ibu bapak sy sgt marah kr mrs suami sy tdk bertanggungjwb&g bs jaga sy.
    sy akui,sy yg slh kr tdk menerimakn kmauan suami.
    sy sbnrnya tkt kr brdosa pd suami.sy jg slh m debay yg sy kandung mpe berat bdn g naik kr menagisi suami yg ta sdktpn menaruh peduli.
    pa ustad,ap sikap suami sy sudah termasuk talak kr sudah merelakn sy prg dan tak mau meluruskn masalah?
    apa seorang istri tdk berhak atas barang yg suami beli?
    apa istri juga ga boleh tau apa yg suami dberi kpd orgtuanya?
    bagaimana kalau suami sy diam trs sprti ini tnp pnyelesaian,apa ini jg dbenarkan kr alasan mndidik istri?
    saya ga ngerti sikap mertua saya,kl tak suka knp mmperlakukn sy sprti ini.kl smua menatunya dperlakukn sm.mungkin sy trima.
    apa sikap suami saya d bnrkn kr bw2 agama utk mngancam?
    bagaimn pndpt pa ustad.terimakasih

    Komentar oleh nitri — Januari 5, 2014 @ 3:20 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Nitri.

      terus terang, saya sangat sedih membaca cerita perjalanan hidup (dan rumah tangga) anda.
      dari cerita anda, saya melihat bahwa suami anda tidak siap mental untuk membina hubungan rumah tangga karena masih lebih mengedepankan ego daripada berkorban untuk kepentingan keluarga.

      sebagai manusia, adalah hal yg wajar ketika anda berontak thd perlakuan suami sehingga akhirnya anda memilih pergi.

      meski demikian, anda harus tetap menjaga kewarasan diri anda terutama karena anda sedang mengandung anak. jangan sampai anak anda ikut terbebani dg penderitaan anda sehingga akhirnya malah mengganggu perkembangan hidupnya.

      berikut ini jawaban saya.
      1. sikap suami = bentuk ego. tidak bisa disebut talak.
      jika mbak Nitri punya pemikiran untuk talak, saran saya, persiapkan hal2 berikut:
      a. nafkah untuk keluarga anda (anda + anak)
      b. kumpulkan bukti2 (jika bisa tertulis) mengenai perlakuan suami yg tidak bertanggung jawab. bawa bukti2 tersebut, lalu ajukan gugatan cerai ke pengadilan agama.

      2. barang yg dibeli suami mestinya digunakan untuk kepentingan keluarganya (istri + anak), kecuali di awal pembelian sudah dinyatakan bahwa dia akan membeli utk keperluan keluarganya (ortu dan adik/kakaknya). hal ini dikarenakan tanggung jawab suami adalah pada anak istri, bukan lagi pada ortu/saudara2nya.

      3. istri berhak tahu, karena jgn sampai suami memberi berlebihan kepada ortu sementara anak istrinya terlantar. ortu suami juga mestinya tahu diri, bahwa anaknya sekarang menanggung hidup orang lain, sehingga tidak terlalu banyak menuntut.

      4. suami yg mendiamkan, menurut saya, lebih karena dia tidak tahu dan tidak bisa cara mendidik istri. jika dia tahu, maka dia akan berusaha semaksimal mungkin!

      5. saya tidak bisa menilai mertua anda, maaf :-)

      6. suami anda, menurut saya, menyalahgunakan agama untuk kepentingan dia :-)

      pendapat saya:
      1. anda diskusi dg ortu. minta pendapat mereka apabila anda mengajukan cerai
      2. cek lagi saran saya di atas
      3. jika anda memang sudah yakin bercerai, terutama karena sudah mempersiapkan diri, segera lakukan karena anda dan anak juga berhak untuk hidup bahagia. tapi hati2 dg tindakan suami di masa depan, terutama jika berhubungan dg anak.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 6, 2014 @ 1:37 pm | Balas

      • terimaksih saran’y pa ustad.
        sy ga da niat talak,blm ada keberanian.
        kl d talak suami insyallah sy terima,berarti suami g tahan m sy.
        dia msh suka sms ‘kangen”,kdg2 ribut d sms mnyalahkn sy yg mncampakn dia.kin berharap sy mndatangi’y dan mnrima smua tuntutn dia.
        sy g mau lg ky kjdian dl seolah2 mngemis untuk dkasihani,mngemis utuk d perhatikn.sy cm mnt penjelasan,mnt d luruskn spy g slh phm ats ap yg dia&mertua lakukan,hny itu apa slh?
        sy g ngrti baiknya gmn.
        ortu/big fmly g ad yg mnanyakn suami kin untuk mnjaga prasaan kr kmrn2 sy smpt drop.
        trs wktu sy msh krj,suami rempong bgt m gaji sy.sk cek saldo,kl sy mo ambil pst dtnya2 ky polis.suami tkt bgt sy ngsh k ortu pdhl ngak,dia tau sy ngsh 2rb k ade aj marah kr pikirnya ade’y g dksh.sy blg “uang istri y uang istri,uang suami y msh uang istri jg”(hehe ajarn emak2 :) )
        suami g terima,maunya dia yg pegang gajinya sy yg mnt m dia.
        yg mau sy tnyakn lg,
        1.mungkin suami binggung,ksana ortu ksini istri,jd mngantung sy sperti ini.jd baiknya gmn?upaya damainya sprti ap?
        kl d suruh merelakn/mng”iyakn”,sy g mau kdpnya sy makan ati mulu.toh sy ini sdg merintis dr nol,sdg bljr RT mnt dukungn fmly bkn tekanan.
        2.jika dlm 3bln suami kekeh g mo meluruskan,apa udah termasuk talak kr 1bln ini sy tdk d nafkahi.sy sgt maklum kr skrg g krj tp uang tabungnnya kn ad?
        3.apa dlm agama d jlskn ttng cr mngatur keuangn RT,sp gt yg mngatur keuangn/bagaimana baiknya gaji istri/suami?
        pa ustad sy binggung,kr suami sy ini ngrasa dewasa mpe g menerima pndpt org lain,sy ijin copy jwbn pa ustad.mau sy kirim k akunya,
        mohon blsnya,
        terimakasih :)

        Komentar oleh nitri — Januari 7, 2014 @ 7:07 am

      • mbak Nitri,

        saya setuju dg sikap mbak. tidak perlu mengemis2 kepada orang yg telah nyata2 memperlakukan kita dg tidak baik.
        nanti dianggapnya kita yg (selalu) salah dan dialah yg paling benar :-)

        anda sampaikan saja unek2 anda, karena bisa jadi suami anda memang tidak/belum mengerti.
        kecuali anda sudah sampaikan dengan jelas, tapi dia masih tidak berubah, itu memang kesalahan ybs yg (bhs Jawanya) ndableg.

        jika istri punya uang sendiri pun, dalam artian hasil dia bekerja, itu adalah hak istri! meski demikian, saat menggunakannya tidak ada salahnya menginformasikan kepada suaminya.

        lagipula suami anda agak aneh. anda yg bekerja dan mendapat uang, mengapa uangnya mesti dia pegang?

        1. saran saya, seperti saya tulis di atas, sampaikan keluhan anda LANGSUNG. jangan melalui sms atau surat. bertemu lebih baik, upayakan di tempat yg netral. barangkali di tempat kalian pernah pacaran dulu (jika memang pernah). sambil makan dan santai, sampaikan keluhan2 anda. amati reaksinya. jika dia memang suami yg baik (dan mau bertanggung jawab), maka dia akan terlihat berupaya utk mencari solusi. sebaliknya, jika dia tipe suami yg egois, maka yg akan mendominasi dia adalah diam atau malah balik memarahi anda.

        jika upaya ini masih gagal, coba anda cari pihak ketiga yg bisa dipercaya, cukup bijak, dan tidak memihak untuk menjadi jembatan antara anda dan suami.

        betul, jangan mengiya-iyakan atau nurut terus, terutama jika hal tersebut tidak membuat anda bahagia! istri nurut kepada suami jika memang tidak bertentangan dengan agama. suami yg marah2 ya jelas bertentangan agama, karena Rasululloh SAW sendiri dikenal sebagai pribadi suami yg begitu menyayangi istri2nya kok!

        2. silakan cek di buku nikah. seingat saya dituliskan jika suami tidak memberi nafkah wajib (batin + materi) selama 3 bulan berturut-turut maka anda berhak untuk mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama, disertai bukti2 yg mendukung. yg mesti diperhatikan adalah: TALAK BELUM JATUH hingga pihak pengadilan mengeluarkan keputusan.

        3. saya sudah ada ide untuk menulis artikel mengenai hal ini, namun belum sempat.
        intinya begini mbak. YANG WAJIB MENCARI NAFKAH ITU SUAMI! Uang suami = uang istri, dan digunakan untuk keperluan keluarganya. Sementara jika istri bekerja, maka sifatnya adalah PELENGKAP (BUKAN WAJIB). Jika istri bekerja untuk menambah uang keluarga, boleh. Uang yg didapat adalah HAK ISTRI. Tapi jika uangnya hendak digunakan untuk keperluan keluarga, maka itu sifatnya BOLEH, BUKAN WAJIB!

        insya ALLOH artikel lengkapnya akan segera saya buat.

        demikian.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 8, 2014 @ 5:44 am

      • maaf saya kurang menempatkan tanda baca,spy g trjd slh phm gt :p
        ” suami g terima,maunya dia yg pegang gajinya.sy yg mnt m dia.”
        jd mau suami kl ad kbutuhn tinggl blg,tiap gjian ngsh uang blja+buat ngsh k ortu.sisanya d smpn d ATM suami.
        suami nolak kl d pinta smua,takutnya cpt abis :).suami jg nolak kl uangnya sy yg tabung.
        ktnya dtabung d ATM dia jg sm ja.
        iy si sy yg jatah suami,minta ongkos krj,pkknya serba mnt tp semenjak tau dia g terima dperlakukn gt. sy jd g enk hati hehe….
        sy jg jd pribadi yg diam kr suami g sk sy bawel,crewet,ngatur2.pdlh crwet sy baik,bawel sy baik,ngatur2 jg baik (hehe merasa :) )
        diamnya suami itu g baik pdhl sy sring ingtn,”komunikasi itu penting”
        kl sy pny unek2 pst blg.tp suami menilai bhw sy ini penuntut.y kl untuk kdpnnya lbh baik knp tdk .
        oy,bknya lbh baik itu ktemuanya d rmh y,mnyelesaiknnya jg d rmh.kl d luar rmh kesan nya g baik jg .emg backstreet ap ketemuan d luar hehe :) kn dh nikah jd ke2luargaan ja.kl ortu sy tau,pst tdk d bnrkn.plg kl fmly suami tau ngira mreka level aman.
        alnya suami prh ngajak ketemuan tp sy g mau,kesanya g indah :)
        tp knp y,sy tuh yakin kl suami sy org yg baik.d lihat kseharianya,dia itu pribadi yg ramah,pnya2ng kluarga,syg bgt m emak’y,care bgt m tmn,kl ada yg suruh ini itu,,mo ujan mo panas mo cape,mo siang,mo mlm slu siap dan siaga mk’y sy ykin dia akan mprlkukn sy&fmly dmikian tp knp y….
        pa’ustad sy emg byk slh m suami y.akui ja sy jg yg slh.
        hatur nuhun sarannya pa’ ustad.
        kl artikelnya dh jd kbri y,sy mo lihat hehe….

        Komentar oleh nitri — Januari 8, 2014 @ 12:05 pm

  159. Pak ustad say mau tanya nh,,,
    sya kmrn sudah d’talak 1 sma suami sya tetapi itu dalam keadaan sya yg minta dan emosi dan sya jg lg keluar flek haid karna saya tau bahwa suami saya selingkuh dan saya memohon sama dia untuk d’talak sedangkan suami sya gag mau tetapi karna paksaan sya akhirnya dia mentalak 1 sya,,dan pas malam harinya dy msih bersetubuh dengan sya juga apakan itu haram hukumnya pak&saya jg sebenernya masih syang sma dia ingin rujuk kembali tetapi apakan saya harus nikah lagi (ijab qobul) sedangkan dia sudah ngakui kesalahannya itu&sudah bnr2 minta maaf!!!!menurut bapak bagaimana yang harus sya lakukan serang ini ya pak???tolong d’balas ya pak makasih banyak sebelumnya

    Komentar oleh merlin — Januari 6, 2014 @ 11:13 am | Balas

    • halo mbak Merlin,

      jika anda sudah berhubungan, itu berarti anda berdua sudah rujuk, terutama jika talak yg dilakukan baru talak 1 dan 2.

      jika hendak rujuk, tidak perlu ijab qabul lagi.

      jadi, pada dasarnya anda berdua sudah menjadi suami istri lagi (karena sudah berhubungan/bersetubuh lagi).

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 6, 2014 @ 1:38 pm | Balas

  160. Assalamu’alaikum ustadz…
    Saya mau bertanya tentang beberapa hal…
    1. Pada saat suami sangat marah ia berkata “cerai” tapi bukan kalimat “aku ceraikan kamu”… Hanya satu kata itu lalu d’lain waktu jika terjadi pertengkaran dan d’saat suami marah besar ia berkata “pisah”, dan d’lain waktu lg saat marah jg dia bilang “masing2 aja” dan ” udahanlah” yang mau saya tanyakan apakah jatuh talak ustadz sedangkan suami mengucapkan itu tdk berniat mentalak hanya karena emosi dan amarah yg tak terkendali dan hanya ingin menggertak istrinya?…

    2. Jika suami berkata “ya udah nikah sana” ketika emosi apakah jatuh talak sedangkan suami tidak bermaksud mentalak?

    3. Suatu hari kami bertengkar hebat, suami marah besar lalu mengucapkan “cerai ajalah” setelah berkata itu suami menapar saya… Baru kali itu saya d’tampar ustadz… Lalu tak lama suami saya menangis dan menampar dirinya sendiri sambil berkata “ampuni aku ya Allah padahal aku sudah berjanji tak akan melakukan kekerasan kepada istriku” dia terus menangis sambil menampar dirinya sendiri karena merasa bersalah lalu saya pegang tangannya supaya dy berhenti menganiaya dirinya sendiri…

    4. Esok harinya (siang) setelah pertengkaran itu saya masih gelisah lalu saya bilang
    Istri : “kamu udah ceraikan aku”
    Suami : ” itu bukan cerai” mungkin maksud suami saya perkataannya semalam bukan berarti cerai lalu suami melanjutkan perkataannya “kecuali kalau aku bilang aku ceraikan kamu” dan ia mengatakan ini bermaksud utk menjelaskan kepada istrinya, tapi saya ragu, apakah ini pernyataan talak ustadz?… Tapi suami saya bilang dy tidak bermaksud mengatakan seperti itu dy hanya ingin menjelaskan dan meluruskan permasalahan…

    4. Lalu malam harinya saya masih gelisah lalu suami saya berkata
    Suami : “kalau istrinya lg hamil ga boleh cerai”
    Istri : “kata siapa? orang katanya sah talak saat istri hamil”
    Suami : “kalau mau cerai harus nunggu lahiran dulu”
    Istri : “jadi beneran mau cerai kalo udh lahiran”
    Suami : “ngga”
    Bagaimana dengan perkataan seperti itu ustadz apakah jatuh talak?…

    5. Keesokan harinya suami mendatangi ustadz, sepulang dr rumah ustadz kami membahas obrolan suami dengan ustadz tersebut
    Suami : misalnya tono dan ani, si tono bilang aku talak kamu maka jatuhlah talak
    Istri : kalau ayah?
    Suami : cerai ajalah
    Istri : trus kata ustadz apa kan ga ada kata2 “aku ceraikan kamu”
    Suami : katanya kalau saat itu bunda jawab “iya” berarti jatuh, tapi katanya ga tau jg tp kalaupun jatuh masih bisa rujuk…
    Nah ustadz apakah membahas/membicarakan seperti ini jg jatuh talak?… Karena secara tidak sengaja mengucapkan kata “cerai ajalah” lagi tapi bermaksud untuk menjelaskan/membahas pembicaraannya bersama seorang ustadz?…

    Setelah kejadian itu kami sama2 menyesali perbuatan kami dan ingin membangun kembali keluarga yang sakinah mawada warrahmah, karena pada dasarnya kami masih saling mencintai dan saya jg sedang hamil dan ini hal yg kami nantikan sejak lama…

    Terima kasih sebelumnya ustadz…
    Wassalamu’alaikum…

    Komentar oleh sisil — Januari 10, 2014 @ 1:15 pm | Balas

    • Maaf ustadz itu no 4 nya double,,, maksudnya no 5 dan 6… Tolong jawab ya ustad ke 6 pertanyaan saya itu… Terima kasih ustadz semoga di berkahi Allah SWT….

      Komentar oleh sisil — Januari 10, 2014 @ 1:27 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      berikut ini jawaban saya.

      1. ada beberapa ulama yg menyatakan bahwa meski ‘cuma’ ancaman, namun cerai bisa menjadi hal serius alias bisa jatuh talak/cerai. jika terjadi lagi hal yg sama,anda tanya balik apa yg dia maksud cerai dan pisah? apakah suami anda minta cerai dan pisah? hal ini perlu agar kondisinya menjadi jelas (tidak samar)

      2. lakukan hal yg sama dg no 1. jika suami memang tidak berniat talak,maka ada kata2 lain yg lebih pantas utk diucapkan.

      4. jika pernyataan dia itu utk menjelaskan,memang tidak bisa dikatakan talak/cerai.

      5 & 6. tidak termasuk talak,karena hal tersebut merupakan dialog biasa,bukan/tidak ada niat talak/cerai dari suami.

      insya ALLOH anda berdua masih menjadi pasangan suami istri yg sah.

      ke depannya, saya sarankan suami mbak Sisil lebih berhati-hati dalam berkata-kata.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 11, 2014 @ 6:12 pm | Balas

      • Terima Kasih ustadz…
        Setelah pertengkaranpun saya langsung bertanya apa maksud suami berkata seperti itu,,, suami bilang tidak berniat menceraikan saya, hanya karna emosi dan amarah yg tak terkendali dan hanya ingin menggertak saya agar saya diam tidak marah2 lg,,,… Yang nomor 3 belum d’jawab ustadz apakah jawabannya sama dengan no 1?

        Suami saya sudah berjanji ustadz untuk lebih berhati2 tidak mengatakan seperti itu lg… Dan kami juga sekarang berusaha untuk memperbaiki diri, lebih bersabar dan lebih menahan emosi, saya jg berusaha untuk tidak membuat suami marah besar,,, kemarin2 kami memang sama2 keras dan tdk ada yg mau mengalah… Tapi kejadian kemarin membuat kami sadar bahwa kami takut kehilangan satu sama lain… Semoga kedepannya rumah tangga kami lebih baik lg menjadi keluarga yang sakinah mawadah warrahmah… Terima kasih ustadz pencerahannya… Semoga ustadz dilimpahi keberkahan oleh Allah dalam segala hal… Amiin…

        Wassalamu’alaikum wr wb…

        Komentar oleh sisil — Januari 12, 2014 @ 6:48 am

      • maaf,

        untuk no 3,sebaiknya suami juga lebih hati2 dalam bersikap meski dalam keadaan emosi.

        aamiin, semoga niat baik anda berdua diridhai ALLOH SWT.

        saya akan bantu doa, insya ALLOH.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 12, 2014 @ 3:00 pm

  161. Assalamu Alaikum Wr. Wb. Pak, saya mau tanya, apakah status pernikahan saya sah menurut agama bila saya menikah dengan wali hakim. karena sy sdh melamar,kpd ibu kandungnya (bapaknya sdh meninggal) tapi ditolak. Jd,walinya tidak ada yang bersedia menikahkan kami. Salam…

    Komentar oleh Ari — Januari 10, 2014 @ 1:30 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      wali hakim sebaiknya pihak laki2 (kakak atau adik dari ayah kandung).

      saya sarankan anda coba berkomunikasi dengan ibu kandungnya. cari solusi mengapa anda ditolak. mestinya hal seperti ini terkait dengan komunikasi yg kurang lancar.

      saran saya: jangan menikah tanpa sepengetahuan ibu (kandung),agar kehidupan rumah tangga anda lebih berkah.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 11, 2014 @ 6:14 pm | Balas

  162. Kepada Bapak?ibu Yth.

    Saya ingin bertanya.
    Saya digugat cerai oleh istri saya, tapi itu dipaksa oleh mertua saya. karena saya banyak hutang dan membawa uang istri 7jt. tapi istri memaafkan.
    Mertua saya tetep ingin saya dan istri cerai tapi istri saya tidak mau cerai.
    karena keinginan orang tuanya lalu istri saya menandatangani surat panggilan dari pengadilan.
    Tapi, setiap perkembangan istri saya selalu informasikan, bahkan setiap habis dari pengadilan, istri saya ke rumah kontrakan saya dan disitu kami masih senggama bersama.
    Anehnya, saya tidak pernah dipanggil ke pengadilan. tidak ada surat yang masuk ke saya sampai surat cerainya jadi.
    Dan sekarang istri saya sedang hamil.

    Pertanyaan saya :
    1. Sah atau tidak perceraian saya dan istri?? sedangkan saya tidak pernah dipanggil oleh pengadilan?
    2. Bisa kah menuntut mertua saya yang sudah melakukan ini?

    trims
    Mohon jawabannya bapak/ibu

    Komentar oleh Addullah — Januari 12, 2014 @ 10:37 am | Balas

    • mas Addullah,

      1. perceraian anda masih dalam proses pengadilan, sehingga status anda berdua masih pasangan suami istri yg sah.

      2. jika anda menuntut mertua, saya khawatir hal yg lebih buruk akan terjadi.

      saran saya:
      - anda berusaha lunasi hutang2 anda

      - seraya melunasi hutang, banyak berkomunikasi dengan mertua mengenai apa yg anda alami

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 12, 2014 @ 2:58 pm | Balas

  163. Assalamu Alaikum Wr. Wb. Pak, saya mau tanya,apa bila seorang istri mengusir suami dengan kata “pergi najis aku melihat kamu” apakah itu bisa jatuh talak?

    Komentar oleh adinda puspita — Januari 12, 2014 @ 5:30 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      sepemahaman saya,itu termasuk talak,yg dilakukan dg cara yg kasar.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 13, 2014 @ 2:25 pm | Balas

  164. Assalamu Alaikum Wr. Wb
    maaf pask ustat saya mau nanya tentang talak
    jika suami istri bertengkar lalu istri memaksa untuk di ceraikan
    namun si suami tidak mau
    namun di paksa trus sama istrinya
    trakir suami nya bilang dengan terpaksa
    saya ceraikan kamu

    nah apakah talak nya sah ?
    saya bingung tu kan kondisinya sama sama marah, dan kondisi suami terpaksa
    trima kasih sebelum nya pak ustat

    Komentar oleh surya — Januari 12, 2014 @ 5:44 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      semestinya hal tersebut tidak sah,jika merujuk pada rukun talak/cerai.

      namun, ada baiknya hal seperti ini dibawa ke pengadilan agama untuk mendapatkan solusi sebaik-baiknya.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 13, 2014 @ 2:27 pm | Balas

  165. Assalamualaikum…
    Saya minta tolong pendapat dan bantuan nya menurut hukum islam yg jelas.. Karna saya pernah menulis kan surat talak tapi tdk di berikan k Istri saya.. Dan saya masi satu rumah. Juga saya suka bercanda kepada istri seperti ini… Makanya nanti kamu yari sumi lebih dari pada saya…. Juga kenapa kamu tdk yari sumi lagi yg lebih dari saya…. Makasih atas jawaban nya

    Komentar oleh Anwar Zzz — Januari 13, 2014 @ 7:43 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      jika pernah menulis surat talak tapi tidak diberikan ke istri, tidak apa2. anda tetap suami istri.

      bercanda dengan istri utk mencari suami yg lebih, sebaiknya dihindari/tidak dilakukan lagi, karena itu bertendensi ke cerai (kecuali dikatakan istri mencari lagi suami setelah anda mati). beberapa ulama mengatakan bahwa becandaan seperti ini bisa dikategorikan sebagai cerai/talak.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 14, 2014 @ 6:24 pm | Balas

  166. assalamu’alaikum wr.wb….
    ustad apakah seorang suami jika mengucapkan ” akan aku pasrahkan kamu kepada orang tuamu” berlarut-larut apakah sama dengan mengucapkan kata talak?

    Komentar oleh dea — Januari 14, 2014 @ 10:43 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak(?) Dea, secara pribadi saya mensyaratkan bahwa cerai/talak mesti secara jelas (tidak tersirat), agar tidak terjadi kesalahpahaman.
      namun adakalanya orang2 tidak bisa/berat menyatakan cerai/talak secara langsung sehingga menggunakan kalimat yg ‘halus’.

      sayangnya,kalimat2 tersebut (seperti yg anda tulis) seringkali tidak jelas juga maksudnya, apakah memang pisah rumah untuk introspeksi dulu ataukah memang cerai/talak.

      ada baiknya anda tanyakan pada suami,apa maksud dari kalimatnya,apakah berpisah utk introspeksi dulu ataukah memang bercerai/talak, agar tidak terjadi salah paham.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 14, 2014 @ 6:31 pm | Balas

  167. assalamualaikm wr wb,usatad tolong penjelasan’a,
    seumpamanya swami mengucapkan “talak” dlm keadaan marah,kemudian 4malam kmudian suami mengajak berhubungan dan si istripun mau,tanpa ucapan (mengajak rujuk kembali) suami istri itu langsung bersetubuh,apa itu termasuk zina? trm ksh..

    Komentar oleh Desyana413@yahoo.co.id — Januari 15, 2014 @ 2:14 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      Mbak Desyana, beberapa ulama menyatakan bahwa talak dalam keadaan marah itu sah,selama marahnya tidak melampaui batas.

      untuk rujuk,salah satu tandanya adalah hub suami istri. terlebih lagi,dalam kasus ini, si istri juga mau.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 15, 2014 @ 2:59 pm | Balas

  168. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Ustadz,suatu ketika istri saya berbuat khilaf, hingga membuat saya kecewa. Hingga dalam suatu perbincangan saya mengucapkan kata ” kalo kamu sdh merasa tidak cocok dgn aku, aku siap melepasmu”. Saya ucapkan ini dgn perasaan kecewa dan hanya bermaksud sbg ancaman dan tanpa bermaksud negative. Apakah ucapan saya itu sudah masuk dlm kata talak ( na’udzubillah min dzalik),mohon penjelasannya. Syukron, jazakallahu khoiron katsiro.

    Komentar oleh Agung Prabowo — Januari 19, 2014 @ 4:47 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Agung,sepemahaman saya kata2 anda itu memang ungkapan kekecewaan,bukan ajakan/pernyataan talak/cerai.

      kecuali istri anda akhirnya merespon kata2 anda, maka itu akan menjadi pernyataan talak.

      namun, saran saya, ke depannya hindari sebisa mungkin pernyataan2 seperti itu. anda bisa bayangkan jika ternyata istri anda merespon dan akhirnya anda berdua benar2 bercerai.

      siapa yg bisa (dan mau) disalahkan?

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 22, 2014 @ 9:36 am | Balas

  169. Assalamu’alaikum wr.wb. syukron ustadz atas tausiyahnya. Jika berkenan bolehkah saya meminta tausiyahnya melalui saluran lain, sehubungan dgn masalah yg saya hadapi. Jika berkenan bagaimana saya bisa menghubungi ustadz. Syukron, jazakallahu khoiron katsiro.

    Komentar oleh agung — Januari 23, 2014 @ 5:59 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      saya ada whats app.
      silakan email no hp anda,ke tausyiah275 (at) yahoo.com, nanti saya add.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 23, 2014 @ 8:40 am | Balas

  170. apa talak 2 wajib ijab qabul?

    Komentar oleh pitra — Januari 23, 2014 @ 10:19 am | Balas

    • mas Pitra,

      baik talak 1 ataupun talak 2 TIDAK PERLU ijab kabul ulang jika hendak RUJUK.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 23, 2014 @ 11:49 am | Balas

  171. assalamualaikum wr wb
    pa ustadz sya mau bertnya
    jika seorang suami berkta “wah sya talak ney” tpi sedanng dalam kondisi yg bercanda pa ustadz.
    jika suami hanya mencontohkan saja kpda istri nya Jika jatuh talak itu seperti ini” saya talak kamu(nama nya ia sebutkan dg jelas)
    1. apa sudah jatuh talak pa ustadz dri yg bercanda dan hnya mencontohkan saja tapi ,menyebutkan nama jelasnya??
    2. kta pa ustad talak 1 dan 2 msh boleh berhubngan suami istri lagi dg syarat sdah rujuk dalam masa iddah, yg sya tnyakan rujuknya yg bagaimana ustadz
    apakah suami mnta maaf taw bagaimana ustadz.
    3. jika kondisi istri sedang dlam masa haid apakh sah jatuh talaknya pa? tapi istri lupa pda saat suami berkata seperti yg di atas apkah istri sedang haid atau tidak. jd jatuh talak atau tidak pa jika kondisinya haid atau tidak?
    mohon penjelasannya pa ustadz
    sekian dan terimakasih pa ustadz

    Komentar oleh santi — Januari 24, 2014 @ 11:46 am | Balas

  172. maaf pa ustadz
    satu lagi
    apa perlu dilakukan ijab kabul kembali???

    Komentar oleh santi — Januari 24, 2014 @ 11:51 am | Balas

  173. assalamualaikum pak ustad, mohon maaf sebelumnya jika pertanyaan saya sudah pernah ditanyakan.dikarenakan komen yg mencapai 400an,jd saya tidak bisa membaca semuanya..
    yg ingin saya tanyakan. saya baru 3bulan menikah..
    disaat 2bulan pernikahan saya,saya & suami bertengkar hinggsa saking emosinya suami saya mengucapkan kata “kita cerai”, karna saya jg sedang dalam keadaan emosi dan sedih karna bertengkar,saya tidak ingat berapa kali suami saya mengucapkan kata cerai pada saya saat itu. setelah beberapa jam dan emosi kami mulai reda,dan kami sudah bisa berfikir jernih. dia meminta maaf, lalu malamnya kami berhubungan.
    lalu,kemarin daat 3bulan pernikahan saya,kami bertengkar lg.dikarenakan saya membaca bbm suami saya dengan mantan pacarnya yg janda beranak 2. dimana bbm itu saya baca sudah berlangsung sejak sebelum kami menikah. dan ada kata2 “love” “sayang” “miss” bahkan ada berkirim foto (dimana saya tidak bisa melihat foto seperti apa yg dikirim,karna tulisan di bbmnya minta foto seksi). saat saya tanyakan,suami saya malah marah dan emosi berat.memang keadaan keuangan kami sedang buruk,jd mungkin suami saya memang sedang banyak pikiran.sehingga saat kami bertengkar itu,suami saya memukul saya dengan guling,menampar saya.dan mengatakan “cerai” “kita cerai,sampai ketemu di pengadilan”. saya tidak ingat berapa kali suami saya mengatakan hal itu,karna saya sedang emosi dan syok karna dipukul suami saya. lalu beberapa jam keduaian,seperti kedaan sebulan yg lalu.saat emosi kami mulai reda,suami saya meminta maaf,dan sayapun memaafkan.
    yg ingin saya tanyakan adalah:
    1. apakah kata cerai yg dikatakan suami saya saat 2bulan pernikahan itu termasuk dalam talak 1?
    2.jika jawaban pertanyaan diatas termasuk talak 1,apakah kami sudah melakukan zina,karna tidak menunggu masa idah,dan langsung berhubungan malamnya pdhal siangnya suami saya menyatakan talak 1?
    3. apakah kata cerai yg dikatakan suami saya di pertengkaran kemarin termasuk talak 2?
    mohon penjelasannya pak ustad,karna keterbatasan ilmu,saya takut akan melakukan zina jika berhubungan dengan suami setelah kejadian ini.

    terima kasih atas waktunya,semoga pak ustad bisa segera menjawab kebimbangan hati saya.

    Komentar oleh isma — Januari 26, 2014 @ 1:58 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      tidak apa2 mbak Isma. :-)

      pertama-tama saya ikut berduka cita dg kejadian yg anda alami. semoga mbak Isma diberi kekuatan untuk menghadapi dan mengatasi kondisi ini.

      1. beberapa ulama mengatakan sah cerai/talak yg diucapkan meski sedang marah. mengingat suami anda sudah berkali-kali mengucapkan cerai, mestinya sudah jatuh talak 3

      2. tidak, insya ALLOH anda berdua tidak zina.

      3. silakan cek no 1.

      demikian jawaban dari saya.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 27, 2014 @ 7:24 pm | Balas

  174. Aslm.wr.wb. ustadz mohon pencerahan. Bgmn sikap kita thd istri yg kedapatan sekamar dgn pria laen, tp blm sempat berbuat zina. Si istri meminta maaf dan ingin bertaubat. Disisi lain mereka mempunyai anak yg msh kecil yg msh butuh kasih sayang ke dua orang tuanya. Tp suami jg tdk ingin dibilang / termasuk orang yg dayyuts. Apa yg hrs dilakukan suami tsb? Kemudian suami melaporkan kejadian ini pd mertuanya, utk mohon saran apa yg harus dilakukan pd istri tsb, di laen ksempatan suami tsb menunjukkan sebuah artikel pd istrinya dan meminta istrinya tsb membacanya ( hanya dibaca dlm hati), isi artikel tsb ” krn itu nasehat terbaik bg suami dlm menghadapi persoalan ini, ceraikan saja wanita tsb” sambil suami itu berkata pd istrinya, apakah aku harus berbuat spt (tulisan) ini ( istri hanya diam). Pertanyaan saya, apakah yg dilakukan suami pd istrinya tsb adalah bentuk talak?. Terimakasih. Wassalam

    Komentar oleh bagus — Januari 27, 2014 @ 12:04 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Bagus, berikut ini saran dari saya:

      1. jika istri sudah minta maaf dan bertaubat, maka hendaknya anda mempercayai ucapannya dan membimbingnya.

      2. lalu anda introspeksi diri, apa yg salah dari diri anda sehingga istri nekad untuk berdua-duaan dengan laki2 lain. barangkali ada kekecewaan dari anda yg membuat istri anda akhirnya berbuat nekad seperti itu.

      3. berikutnya perbanyak komunikasi. bisa saja hal ini terjadi karena anda berdua kurang komunikasi

      apabila anda sudah melakukan 3 hal di atas tapi ternyata istri mengulangi, maka saran saya lakukan talak agar anda (dan anak, jika ada) bisa terhindar dari hal2 yg lebih buruk lagi.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 27, 2014 @ 7:28 pm | Balas

  175. Aslm.wr.wb. Terimakasih ustadz untuk sarannya, lalu dgn apa yg saya lakukan terhadapnya apakah itu sdh termasuk talak?. Demikian yang saya ingin sampaikan. Atas perhatian dan saran yg ustadz berikan saya ucapkan banyak terimakasih.

    Komentar oleh bagus — Januari 28, 2014 @ 1:41 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Bagus, anda melakukannya saat anda tidak tahu, meski demikian ada pendapat para ulama yg menyatakan anda tetap menanggung resikonya. Dalam kasus anda, talak/cerai.

      dari cerita anda, talak yg terjadi adalah talak 1, sehingga masih ada kemungkinan anda untuk rujuk dengan istri.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Januari 29, 2014 @ 2:08 pm | Balas

  176. assalamualaikum ustadz, mohon pencerahannya, saya menikah sudah hampir 4 th, punya anak 1 laki-laki.suami saya sudah sering selingkuh dibelakang saya bahkan pernah dia smp terkena penyakit GO, bahkan ketika saya masih dikantor suami saya membawa perempuan tersebut berhub suami istri di rumah.dan setiap dia ketahuan selingkuh saya selalu memaafkan dia, dan dia berjanji untuk tidak mengulangi, tetapi setelah itu dia mengulangi lagi, pernah saya meminta cerai dari dia tetapi dia tidak mau dan mengancam saya mau bunuh diri kl saya pergi dari rumah,dan sudah 1 tahun ini suami saya menganggur tidak bekerja, dan saya yang sellau mencari nafkah, suami saya di rumah jaga anak,dalam kondisi nganggur saja dia masih selingkuh lagi dan kl kalau kluar rumah selalu alasannya mau cari kerja, tetapi ternyata dia pergi dengan selingkuhannya, dan selingkuhannya disini dia selalu berganti2, setiap ketahuan selingkuh dengan wanita A, nanti ketahun lagi selingkuh dengan wanita B dst.bulan Nopember kemarin suami saya melamar perempuan tanpa sepengetahuan saya, dan yang melamarkan pakde n pak liknya, tanpa sepengetahuan orang tuanya dan ternyata suami saya mengatakan kami sudah cerai pada saudara2nya, makanya saudaranya mau melamar perempuan tersebut.dan ternyata suami saya mengatakan kepada keluarga perempuan tersebut kalau dirinya masih bujang. dan berencana menikah tgl 8 januari kemarin,tetapi sebelum pernikahan itu terjadi teman selingkuhannya itu melihat suami saya berjalan dengan saya n anak saya,kemudian melapor pada selingkuhannya, waktu suami saya ditanya sama selingkuhannya tentang saya n anak saya dia tetap tidak mengakui kl yg berjalan bersama nya adalah anak n istrinya,dan suami saya disini orangnya kurang taat dalam beribadah dan sering bebohong untuk menutupi kesalahannya,bahkan barang2 kami semua sudah habis dia gadai untuk selingkuh dan waktu bulan oktober saya beri modal 2jt untuk usaha, tetapi ternyata habis untuk senang2 dengan selingkuhannya, bahkan untuk melamar selingkuhannya itu saja dia menggadai motor saya(saya beli sebelum nikah dengan dia), dan menggadai motor seperti ini sudah dia lakukan 3kali dan selalu saya yang menebusnya lagi,hati saya sangat sakit ustadz palagi dia smp melamar perempuan lain dan uang yg dia pakai adalah uang dari saya karena dia pengangguran dan tidak menafkahi saya n anak saya selama 1 tahun,sekarang saya berniat minta cerai dari suami saya, tetapi suami saya selalu ngancam kl smp cerai dia mau ambil anak kami untuk dia yg ngasuh, tetapi saya khawatir bagaimana dia bs mendidik anak kami dengan baik kl kelakuannya sendiri seperti itu, dan sering berkata kasar juga sering ngamuk barang pecah belah banyak yang dilempar,buat menghidupi diri sendiri saja belum mampu.setiap terjadi pertengkarang dia selau melempar apa saja yg ada di sampainya bahkan smp anak saya ketakutan dan itu sering terjadi.saya sudah sering konsultasi dengan mertua tetapi mertua cuma bilang yang sabar mbak, dari dulu saya diminta sabar, sabar n sabar terus, sedang kl dari keluarga besar saya meminta saya untuk segera mengurus perceraian saya dan sudah menyiapkan dana untuk pengurusan agar di serahkan ke pengacara saja biar saya tidak bolak balik ke PA, karena saya juga harus kerja ustadz, dan saya juga sudah sering mengajak suami ke ustad tredekat untuk berkonsultasi dan ngaji, tetapi suami tidak mau,mohon nasehatnya ustadz, afwan kl tulisanya terlalu banyak,sukron

    Komentar oleh Titi — Januari 29, 2014 @ 3:24 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Titi, pertama-tama saya ikut berduka cita terhadap apa yg anda alami. Semoga anda dan anak serta keluarga diberi ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi dan mengatasi masalah yg ada.

      merujuk dari cerita anda, saya melihat bahwa suami anda sudah tidak bisa lagi dijadikan imam/panutan untuk anda dan keluarga. terlebih membaca aksi selingkuh dan tindakan kasar yang dilakukan,

      untuk kasus-kasus seperti ini, yang kondisi (suami atau istri) sudah sedemikian parah, saya biasanya mengajukan 2 alternatif solusi:

      1. meneruskan pernikahan, dengan asumsi si suami/istri masih bisa diperbaiki kelakuannya.
      resiko:
      - mesti tahan banting selama proses memperbaiki kelakuannya
      - tidak bisa menentukan berapa lama proses dilakukan
      - tidak ada jaminan ybs akan berubah

      2. menghentikan pernikahan (cerai). solusi ini memang tidak disukai ALLOH SWT, namun:
      - anda dan keluarga punya hak untuk hidup (lebih) bahagia, aman, nyaman, dan bebas dari ketakutan
      - anda mencegah orang lain berbuat dosa (bertindak kasar, dst dst)
      - siapa tahu anda menemukan jodoh/pasangan yg lebih baik

      resiko:
      - anda mesti siap mencari nafkah untuk keluarga
      - anda mesti siap dg rongrongan/masalah (terutama terkait anak) yg dilakukan oleh (mantan) suami anda kelak.
      - tidak ada jaminan anda menemukan jodoh pengganti, mungkin akan menjanda seterusnya
      - mesti siap menjadi omongan orang

      silakan anda mempertimbangakn opsi2 di atas.
      dari sisi saya, jika merujuk dari cerita anda, saya menyarankan anda untuk bercerai untuk menyongsong masa depan yg (insya ALLOH) bisa lebih baik.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 2, 2014 @ 6:17 am | Balas

      • iya ustadz, sukron atas sarannya, alhamdulillah sekarang saya sudah mengajukan gugatan cerai kepada suami saya dengan bantuan pengacara, dan pengacara tersebut menyarankan untuk gugatan ini jgn dulu di ceritakan kepada suami, karena ditakut kan bisa mengancam keselamatan saya n anak saya, untuk sementara anak saya sudah dititipkan ditempat embahnya yang berada di luar kota.
        Kalau untuk nafkah dari dulu saya sudah menafkahi diri sendiri, bahkan kebutuhan suami itu dari saya, karena selama saya menikah gaji suami hanya sekali di berikan ke saya, karena kalau saya tanya masalah gaji, dia selalu menjawab habis untuk bayar utangnya jadi akhirnya saya tidak pernah tanya dari pada ujung2nya ribut.mohon doanya semoiga proses percerain saya berjalan lancar, Amin ya Robbal’alamin

        Komentar oleh Titi — Februari 3, 2014 @ 7:49 am

      • syukur alhamdulillah, mbak Titi.

        semoga keputusan yg diambil memang sudah tepat dan membawa mbak Titi + keluarga ke masa depan yg lebih baik dan bahagia.

        aamiin.

        insya ALLOH saya bantu doa.
        semoga sukses.

        aamiin

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 3, 2014 @ 2:51 pm

      • iya ustadz, tp sekarang masalahnya suami saya ga terima saya gugat, dia kemarin malam ngancam bunuh diri kalau kami bener2 cerai, tapi nyatanya smp sekarang dia masih menghubungi saya, berarti semalam ga jd bunuh diri, dia selau seperti itu pak, setiap saya minta cerai dia seperti itu selalu ngancam mau bunuh diri tetapi nyatanya ga, dan klau sudah dimaafkan diakan melakukan selingkuh lagi, dan begitu seterusnya, ini merupan dilema berat ustadz bagi saya, karena orang tua saya juga sudah tidak restu lagi kalau saya tetap sama dia, sedangkan mertua sellau menyalahkan saya kalau suami saya ngancam bunuh diri, dia benar2 laki2 pengecut, selama ini dia sudah menghianati kesetian saya dan selalu membuat saya sakit hati dan sering selingkuh, tetapi ketia saya menggugat cerai dia tidak terima spt ini, padahal sebelumnya sudah sepakat dia sudah setuju kita pisah,,,…eee ga tahunya malah seperti ini,saya sekarang bener2 bingung ustadz, karena dia meminta anak kami, dia minta yang ngasuh anak kami dia, tapi saya tidak bisa menyerahkan anak saya pada dia kalau kelakuannya saja masih bejat, semalam saya bilang saya bisa mencabut gugatan saya jika dia mau taubat nasokah, tapi apa jawaban dia, dia bilang dia tidak akan pernah taubat, dia ingin bertemu dengan anak kami tetapi dia ga berani untuk datang kerumah ortu saya, bahkan dia bilang katanya dia najis kalau ke rumah saya.kelakuan dia tambah parah setiap sms isinya ancaman yang macam2, bahkan kata2 kotor juga keluar di sms2 nya.terimakasih

        Komentar oleh Titi — Februari 5, 2014 @ 11:55 am

      • mbak Titi,

        seperti yg saya tulis di komentar sebelumnya, mbak mesti tanya diri sendiri:
        1. apakah mau kondisinya begini terus? (baca: tidak bahagia)
        2. kapan suami mau berubah?
        3. sampai kapan mbak mesti menunggu ada perubahan dari suami?

        jika salah 1 dari 3 pertanyaan di atas, ternyata mbak tidak bisa jawab dg pasti, lebih baik anda bercerai saja.

        tidak perlu anda pusing kepala (lagi) dengan kelakuan suami anda yg ternyata memang tidak bisa diharapkan menjadi suami dan imam yg baik. untuk dirinya saja, dia menjadi pengecut, bagaimana dia bisa diharapkan membela keluarga?

        maaf, saya bukannya memanas-manasin anda, tapi saya hanya ingin mbak bersikap realistis dan bisa mempunyai masa depan yg lebih baik (bersama anak).

        saran saya: tetap ajukan gugatan cerai. bawa bukti2 pendukung bahwa suami anda memang layak dicerai. selanjutnya tunggu proses dari pengadilan.

        semoga tetap kuat untuk menyongsong masa depan yg (insya ALLOH) lebih baik.aamiin

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 6, 2014 @ 6:17 pm

  177. Aslm.wr.wb. ustadz, apa yang telah saya lakukan, atas ketidaktahuan saya tentang makna talak, dan tidak ada niat untuk menalaknya, krn saya berusaha untuk menghindari itu. Saya melaporkannya ke mertua semata2 minta pendapatnya, sdngkan saya minta dia membaca artikel itu hanya bermaksud agar dia tahu apa yang dia lakukan adalah salah. Apakah ketidaktahuan saya ini telah menjadikan talak telah jatuh?. Lalu kalau memang talak 1 telah di jatuh,apa yang harus saya lakukan dan tidak boleh dilakukan serta bagaimana tata cara rujuk sesuai syar’i. Mohon pencerahannya kembali. Terimakasih

    Komentar oleh bagus — Januari 30, 2014 @ 7:15 am | Balas

  178. Aslm. Wr.wb. tambahan ustadz, mohon maaf. Saya lakukan itu saat saya benar2 galau, marah dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Terimakasih

    Komentar oleh bagus — Januari 30, 2014 @ 7:24 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Bagus, karena ketidaktahuan anda, saat ini yg bisa anda lakukan adalah melakukan taubat nasuha, memperbanyak dzikir, minta ampun kepada ALLOH SWT atas kekhilafan dan ketidaktahuan anda.

      ke depannya, anda mesti lebih berhati-hati.terhadap sikap anda.

      selanjutnya, anda bisa melakukan rujuk dengan istri anda serta meneruskan kembali membangun mahligai pernikahan menuju kehidupan rumah tangga yg sakinah ma waddah wa rahmah.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 2, 2014 @ 6:09 am | Balas

  179. Assalamu’alaikum ustad
    Saya mau bertanya ustad langsung saja, saya memiliki istri dan 1 orang anak.awal tahun 2013 saya sudah tidak bekerja dan terlilit hutang banyak.selama bekerja saya berjauhan dengan istri dan anak.saya bekerja di kediri tinggal bersama orang tua sedang istri bersama anak tinggal di solo bersama mertua saya.saya menjenguk 1 miggu 1x. Dalam posisi pengangguran dan belum mendapatkan pekerjaan untuk sementara saya tetap berjauhan dengan anak istri karena saya kasihan anak istri supaya tidak terbebani saya karena jika ada saya pengeluaran semakin besar namun saya sudah bilang ke mertua saya sementara titip anak istri sampai saya bisa mendapatkan pekerjaan dan menghidupi anak istri kembali secara layak.saya tinggal numpang di orang tua sendiri sedang istri dan anak bersama mertua saya. Dalam kondisi ini saya bisa berkirim uang hanya 200-600rb tiapa bualannya dan saya bisa ketemu anak istri setiap 2-3 bulan 1x dikarenakan saya tidak memiliki biaya untuk perjalanan namun komunikasi melalui telepon tidak putus. Namun ada satu waktu dalam rentang 1 th -+ 5bln berturut-turut saya tidak bisa menjenguk istri karena memang tidak ada biaya,bagi saya ketika ada uang lebih baik saya tranferkan ke istri daripada saya pakai untuk biaya perjalanan,namun masih ada komunikasi melalui hp paling 1 hr sekali telepon maks 1minggu sekali telepon,tetapi saya masih bisa berkirim uang minimal 200rb.yang menjadi ganjalan dalam rentang waktu 5 bulan ada 3bln berturut turut tersebut otomatis saya tidak bisa memberikan nafkah batin.bagaimana pandangan islam.apakah telah jatuh taklik talak.namun setelah5 bln saya bisa ketemu dengan istri.dan ketika saya berkeinginan bersetubuh dengan istri,istri saya menolak dengan berbagai alasan,dan pernah mengatakan dalil suami yang tidak menafkahi batin 3bln berturut turut.bagaimana dengan pernikahan saya ustad.apakah masih sah.seandainya jatuh taklik talak bagaimana rujuknya
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum

    Komentar oleh ahmad sohib — Februari 3, 2014 @ 12:31 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Ahmad, sebelumnya saya ikut bersimpati dg apa yg anda + keluarga alami.
      semoga tetap kuat dan bisa mengatasi masalah hidup (terutama rejeki) serta tidak putus asa berikhtiar.

      saya melihatnya ada komunikasi yg putus antara mas Ahmad dg istri. komunikasi yg saya maksud bukan sekedar verbal (berbicara) tapi kepada ikatan batin.

      bagaimanapun juga, terpisah sekian lama meski jaraknya tidak terlalu jauh (masih di pulau Jawa), jelas membuat istri anda merasa kehilangan sandaran dan tempat berbagi serta melepas kangen.

      sara saya singkat saja:
      - bicara dg istri, akui kesalahan anda yg tidak memberikan nafkah batin sekian lama serta berjanji tidak mengulangi lagi
      - usahakan pulang walau dana yg anda miliki minim. percayalah, dengan pulang maka rejeki akan tetap datang karena dengan pulang maka anda menjalin silaturahim, dan silaturahim itu akan mendatangkan rejeki.

      tidak memberi nafkah batin, setahu saya bukan berarti talak jadi jatuh, tapi seperti saya tulis di atas, membuat istri anda kesal dan bisa menggugat cerai anda.

      sepemahaman saya, insya ALLOH anda berdua tidak sedang dalam status cerai, karena saya lihat tidak ada ucapan cerai dari anda serta istri anda pun tidak mengajukan gugatan cerai meski ditinggal sekian lama oleh anda.

      seperti saran saya di atas, sampaikan pada istri anda, bahwa anda tidak bermaksud meninggalkan dia sekian lama termasuk tidak memberi nafkah batin. katakan bahwa di buku nikah, tidak memberi nafkah batin bukan berarti perceraian melainkan meminta sikap suami utk bertanggung jawab. katakan juga bahwa anda siap utk lebih bertanggung jawab dan tidak mengulangi kesalahan ini lagi.

      demikian,

      semoga keluarga anda bisa rukun kembali. aamiin

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 6, 2014 @ 11:24 am | Balas

  180. terima kasih ustad atas penjelasannya. mohon bantuan doanya agar rumah tangga kami tidak berantakan

    Komentar oleh ahmad sohib — Februari 6, 2014 @ 11:29 pm | Balas

  181. Assalamu’alaikum ustadz…
    Mohon bantuannya…
    1. Bagaimana dngn kata2 d’status BBM suami “aku akan mengakhirinya suatu hari nanti, kamu tdk bisa mengekangku, kamu tidak bisa mengatur hidupku, tunggu saja akan tiba waktunya nanti” apakah itu kata2 talak?…

    2. Misal
    Istri bertanya : apa maksud akan mengakhiri suatu hari nanti?…
    Suami : itu kalau kamu kabur lg…
    Sedangkan saat itu istri pergi dr rumah karena kesal suaminya belum pulang2…
    Pertanyaannya Jika suatu hari istri khilaf pergi dr rumah tanpa seijin suami (kabur) apakah telah jatuh talak saat itu?

    3. Suami berkata “aku mau ninggalin kamu kalau kamu ga berubah”
    Pertanyaanya (1) apakah perkataan itu jatuh talak?…
    (2) apabila ketika d’rasa istrinya belum berubah apakah telah jatuh talak sedangkan walau merasa istrinya belum berubah suami tdk pernah meninggalkannya?…

    4. Suami bilang : pisah
    istri : maksudnya apa?
    Suami : pisah untuk sementara
    Istri : sampe kapan?
    Suami : dua minggu
    Istri : trus mau balik lg?
    Suami : ga tau…
    Apakah itu termasuk talak?… Sedangkan jika d’tanya kembali suami slalu berkata itu bukan talak ia hanya ingin membuat istrinya diam tdk marah2 lagi dan pisahnya hanya sehari dua hari utk memberikan pelajaran kepada istrinya supaya istrinya tau rasanya di tinggalkan?…

    Bagaimana itu ustadz mohon pencerahannya terima kasih…
    Wassalamu’alaikum…

    Komentar oleh ziva — Februari 7, 2014 @ 5:27 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mbak Ziva, berikut respond dari saya.

      1. tidak bisa ditentukan. namun dari kata2nya, saya melihat talak tidak jatuh

      2. saya berpendapat bahwa talak hanya bisa dijatuhkan/disampaikan langsung, bukan melalui syarat2 seperti itu.
      coba komunikasi dg suami mengapa dia tidak pulang2. saya yakin komunikasi kurang terjalin dg baik.
      lalu, mengapa mbak Ziva mesti kabur dari rumah ketika suami tidak pulang? apakah sudah kontak suami?

      3. tidak. cek lagi poin 2

      4. tidak juga.

      mbak Ziva, jika saya melihat cerita yg anda sampaikan, saya hendak sampaikan beberapa hal:
      1. pernikahan itu mesti membuat kedua belah pihak MENGURANGI EGO dan SALING MEMAHAMI. silakan introspeksi (pada diri mbak dan suami).

      2. setelah menikah, istri itu adalah TANGGUNG JAWAB suami. jika mbak sering kabur dari rumah, dan misalkan celaka di jalan, apa anda tidak merasakan apa yg akan dialami suami? dg anda kabur dari rumah seolah-olah anda menunjukkan bahwa suami anda tidak bertanggung jawab. sekali lagi, coba komunikasi

      3. kata2 yg dilontarkan suami anda, menurut hemat saya, adalah ancaman ataupun gertak.
      semestinya, menurut saya, tidak perlu main gertak atau ancam. bicara dg baik2 apa yg menjadi masalah buat dia, lalu bersama2 mencari solusinya.

      demikian
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 12, 2014 @ 8:46 am | Balas

  182. Asalamu’allaikum ustad,
    saya mau nanya tahun 2009 saya bercerai dgn istri saya, dn sudah keluarjuga surat nya dripengadilan agama. tpi dlam masa idah kami sepakat lgi buat rujuk karena kasihan sama anak”, dn itu rujuk saya waktu itu tdk di laporkan lg sama KUA. tpi kata ustad disini bisa aja waktu itu menyarankan rujuk dulu aja secara agama dn itu bisa tanpa ijab lgi katanya karena blm melewati masa idah waktu itu. bagaimana ustad sah gak pernikahan saya nya lagi itu? mohon jawabannya.
    wassalamu’alaikum

    Komentar oleh deary yonda — Februari 7, 2014 @ 9:57 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      insya ALLOH sah, mas Yonda.
      rujuk tidak perlu ijab kabul lagi.

      semoga keluarga anda menjadi keluarga yg sakinah ma waddah wa rahmah, aamiin.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 12, 2014 @ 8:47 am | Balas

  183. Assalamualaikum wr.wb

    Pa ustadz mohon pencerahannya agar kehidupan rumah tangga saya kedepannya bisa saya jalankan dengan lebih barokah, begini pa ustadz…kemarin malam saya bertengkar dengan suami lewat telepon, hingga saya khilaf tercetus kata2 yang membanding2kan suami saya dengan suami orang.sehingga membuat suami saya tersinggung dan emosi hingga pada akhirnya dia melontarkan kata2
    “Kamu suka sama dia?” Terus saya jawab “iya” tapi maksudnya saya suka dengan sikapnya suami teman saya yang perhatian besar terhadap keluarganya,bukan suka sama orangnya. Karena mungkin emosinya sudah memuncak akhirnya suami saya langsung mengucapkan “ya udah kamu kawin aja sama dia”.seketika itu juga saya tersadar kalo kata2 suami saya tidak baik,dan saya takut itu jatuh talak pa ustadz lalu saya mengingatkan suami saya,dan bertanya apa dia ada niat untuk menceraikan saya…tapi dia meyakinkan saya tidak pernah terbersit sedikitpun untuk menceraikan saya dan saya yakin itu karena pada dasarnya kami saling menyayangi.suami menyatakan bahwa dia spontan mengucapkan kalimat tsb krn terpicu emosi krn tidak suka dibanding2kan dengan orang lain. Mohon penjelasannya pa ustadz
    1. Apakah kalimat “ya sudah kamu kawin saja sama dia” melalui telepon itu termasuk kategori talak sharih atau talak kinayah pa ustadz? Apakah sudah jatuh talaknya
    2. Jika jatuh talak dan kami ingin rujuk,wajibkah ada 2 saksi,atau bisa langsung suami mengucapkan kalimat rujuk,atau cukup langsung berhubungan badan saja tanpa kata2 rujuk sudah cukup mewakilkan kalo kami sudah rujuk pa ustadz? Kondisi saya saat suami mengucapkan kalimat tersebut dalam keadaan suci (tidak haid) setelah berhubungan.
    Mohon permasalahan saya dibantu ya pa ustadz,saya telah menyadari perbuatan saya keliru dan saya telah menetapkan dalam hati untuk kedepannya saya akan lebih banyak bersyukur atas apa yg saya miliki.ini saya jadikan introspeksi bagi saya dan suami untuk lebih bisa menahan emosi.saya takut sekali jika jatuh talak pa ustadz…mohon doanya ya pa ustadz agar kehidupan rumah tangga kami lebih berkah dan diridhoi serta diberikan amanah anak lagi secepatnya (kami baru kehilangan putra tercinta kami) sehingga mungkin perasaan kami masih sama2 sensitif dan terguncang.

    Semoga Allah SWT selalu melindungi pa ustadz sekeluarga dan senantiasa melimpahkan berkahNya untuk kita semua.AMIN

    Wassalamualaikum wr.wb

    Komentar oleh nia — Februari 7, 2014 @ 10:41 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      saya ikut berduka cita dg apa yg anda alami. berikut ini tanggapan saya:

      1. jika suami anda mengucapkan kalimat tsb dg niat utk menceraikan anda, maka sudah jatuh talak. namun jika dia lakukan karena emosi (karena dibanding2kan), maka insya ALLOH tidak jatuh talak.

      2. rujuk tidak perlu ijab kabul ulang. beberapa ulama ada yg berpendapat bahwa hub suami istri yg dilakukan = rujuk. hemat saya, hub suami istri dilakukan setelah suami/istri minta rujuk dan disetujui pasangannya, untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan.

      semoga anda dan suami bisa menjadi pribadi dan sosok yg lebih baik lagi agar bisa membangun rumah tangga yg baik.
      aamiin

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 12, 2014 @ 8:58 am | Balas

  184. Ass , saya ingin tnya .. jikalau menikah secara siri kemudian jatuh dua kali talak dan rujuk kembali , kemudian melakukan nikah secara kua , apakah jika suatu saat turun talak akan menjadi talak 3 atau talak 1 ?

    Komentar oleh okta — Februari 10, 2014 @ 3:04 pm | Balas

    • Pak ustadz

      Komentar oleh Rafa — Februari 11, 2014 @ 11:03 am | Balas

      • wa’alaykumsalam wr wb

        tidak ada masalah nikah siri dg rujuk.
        yg jelas, ‘jatah’ utk rujuk hanya 2 kali.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 17, 2014 @ 11:38 am

    • wa’alaykumsalam wr wb

      apabila menikah sirri dan menikah secara kua dilakukan dg orang yg sama, maka sudah jatuh talak 3.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 12, 2014 @ 8:58 am | Balas

  185. Pak ustadz

    Komentar oleh Rafa — Februari 11, 2014 @ 11:04 am | Balas

    • ya mbak(?) Rafa, ada yg bisa saya bantu?

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 12, 2014 @ 8:59 am | Balas

  186. ass. ustad saya melakukan nikah sirih ma suami, karena pada saat itu suami masi urus sidang perceraian ma mantan istri nya, selang beberapa bulan, suami menjatuhkan talak satu (1) ke saya, selama 2 bulan kami pisah terus kami kembali rujuk, sekarang kami tidak mempunyai kecocokan lagi, setiap hari kami selalu ribut, perna suatu hari saat ribut saya minta talak, dia spontan menjawab dengan nada tinggi ” 5 sekalian ” , saya sudah tidak kuat pak ustad, skrg saya meninggalkan suami dan tinggal di rumah saudara, sudah 3 bulan suami tidak menafkahi saya, apa itu sudah termasuk talak pak ustad, karena suami sampe sekarang tidak mau mentalak saya? kata temen saya “kalo suami tidak menafkahin selama 3 bulan, dgn sdri nya sudah jatuh talak ” apa itu bener pak ustad.
    mohon pencerahan nya pak ustad.
    wassalam.

    Komentar oleh amel — Februari 13, 2014 @ 10:45 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Amel.

      saya ikut berduka cita dg yg anda alami.

      sebagaimana jawaban&respon saya di pertanyaan2 sejenis, tidak menafkahi selama 3 bulan = bukti suami tidak menjalankan kewajibannya. maka istri BISA mengajukan GUGATAN CERAI ke pengadilan agama.

      demikian pemahaman saya, karena di buku nikah juga tidak disebutkan bahwa tidak memberi nafkah selama sekian lama = cerai/talak.

      maka, saran saya, mbak Amel kumpulkan bukti bahwa suami memang tidak menafkahi selama 3 bulan lalu segera ke pengadilan agama terdekat untuk mengajukan gugatan cerai.

      demikian.

      wa’alaykumsalam wr wb.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 17, 2014 @ 3:17 am | Balas

  187. assalamualaikum ustad
    mohon bantuanya, saya dan istri sering bertengkar dan kami berdua mengucapkan “kita pisah aja jalan masing2″ apakah itu termasuk TALAK ustad?
    Suatu ketika kami bertengkar hebat, istri saya pun menjadi-jadi kelakuannya
    dan emosi saya pun sudah pada puncaknya,lalu saya menjatuhkan TALAK kepada istri (kita cerai)
    tp d dalam hati saya ga rela meninggalkanya!
    saya pun menyesal dengan apa yg sudah saya katakan
    1.apakah saya sudah menjatuhkan talak 2 kepada istri saya?
    2.apakah hubungan kami masih bisa d lanjutkan?

    Komentar oleh hyu — Februari 16, 2014 @ 10:57 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mas Wahyu.

      jika ucapan itu dilontarkan dengan NIAT UNTUK BERPISAH, maka termasuk talak meski tidak mengucapkan kata talak/cerai secara jelas. talak seperti ini disebut talak kinayah (tidak tegas).

      sebaliknya, jika tidak ada niat utk berpisah melainkan ucapan yg memang karena emosi, maka menurut saya tidak termasuk cerai/talak karena tidak diucapkan secara jelas sharih (jelas dan tegas).

      1. untuk ucapan talak/cerai yg anda lontarkan, meski anda tidak rela, maka sudah jatuh talak 1.

      2. hubungan masih bisa dilanjutkan dg rujuk

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 17, 2014 @ 3:22 am | Balas

  188. Asslm…wr..wb.
    Ustd,sy mnta nsht/tanya,sy pnya istri mnta krja,sy tdk izinkn,lantas dia memaksakn kehendak,lalu sy ksh pilihan,bl di krja,kita berpisah!sblm’@ prnh jg hl ini trjadi,masa prginya15hr!lantas dia plh bkrja dn pergi tgglkn sy 5bln,pd bln ke4,sy krm sms pd’@ bhwa sy talak 3kn dia,krn sy habis cara bujuk dia plg,tp dia tdk mau,mk sy sms kian!sbnr’@ sy tk inginkn talak 3,krn sy ingin rmh tangga ni langgeng,krn sy mncintai dia dn pl sdh pnya ank 3,9thn!,kini bln ke 5 kmi sepakat rujuk,apakah msh bs?dn bgymn rujuk sah’@!
    Trims.

    Komentar oleh faisalo — Februari 16, 2014 @ 10:00 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mas Faisal, saya ingin tahu apa latar belakang istri anda ingin bekerja dan alasannya anda larang.
      saya perhatikan sekilas dari cerita anda, masalahnya ada di KOMUNIKASI.

      beberapa ulama mengatakan bahwa talak 3 sekaligus itu tidak bisa dilakukan. mesti bertahap, talak 1 – rujuk – talak 2 – rujuk – talak 3. namun, Umar bin Khatb pernah mengabulkan talak 3 yg dilakukan langsung.

      pada kasus anda, saya melihatnya anda begitu emosi pada saat menjatuhkan talak sehingga langsung main talak 3 yg akhirnya anda sesali.

      dari sisi saya pribadi, talak anda sebenarnya masih talak 1. namun, mengingat anda sudah menjatuhkan talak 3, ada baiknya anda menghubungi pengadilan agama setempat untuk mendapatkan penjelasan yg lebih detail dan mengurangi salah paham.

      semoga keluarga anda masih bisa diselamatkan. aamiin.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 17, 2014 @ 3:29 am | Balas

  189. assalamualaikum pak ustad,,
    mohon di jelas kan tentang talak taklik,,
    karna saya sudah mengucap kan nya kepada istri saya,,,
    dengan ancaman talak 1,,,,
    apa kah saya cukup hanya dengan rujuk sendiri {suami/istri} ataw saya harus ijab qabul lagi..
    terima kasih sebelom nya pak ustad,,

    Komentar oleh agus — Februari 16, 2014 @ 11:45 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Agus, sepemahaman saya, talak taklik = talak yg dijatuhkan apabila salah satu pihak melanggar janji yg diucapkan atau dibuat serta disepakati bersama. misalkan saat menikah (ijab kabul) anda menyatakan “jika saya menyiksa istri saya secara fisik secara sadar, maka talak 1 telah jatuh.”

      jika saya boleh tahu, apa ucapan yg anda sampaikan pada istri anda utk talak taklik ini?

      untuk rujuk, anda tidak perlu ijab qabul lagi.
      anda bisa minta rujuk pada istri anda dan mengajaknya berhubungan suami istri. apabila istri anda mau utk berhubungan, insya ALLOH anda sudah rujuk.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 17, 2014 @ 3:36 am | Balas

      • terima kasih pak ustad atas jawab nya,,,
        yg saya kata kan pada istri saya,,,
        kalau malam ini abang mu tidak keluar dari rumah kita,,
        maka talak 1 buat mu,,,
        ternyata istri saya tetap mempertahan kan abang nya tinggal di rumah kami,,,
        begitu lah cerita nya pak ustad,,
        kejadian nya sekitar 1 minggu yg lalu pak ustad,,
        sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas bantuan yg pak ustad berikan kepada saya,,
        kepada alloh swt saya mohon ampun atas semua kesalahan yg telah kami lakukan,,
        saya mohon pada pak ustad ,,,
        doa kan kan rumah tangga kami ,,
        menjadi keluarga yg sakinah,mawaddah,wa rahmah.

        Komentar oleh agus — Februari 17, 2014 @ 12:02 pm

      • sama2 mas Agus.

        maaf, apakah hal tsb sudah anda komunikasikan dg semua pihak?

        beberapa kasus pertengkaran hebat,yg menjurus ke perceraian, biasanya gara2 cara komunikasi yg kurang baik.

        semoga ALLOH SWT memaafkan kesalahan anda dan menjadikan keluarga anda lebih baik serta pribadi2 yg unggul.

        aamiin.

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 17, 2014 @ 12:08 pm

  190. Assalamulaiku Ustadz,saya mau bertanya.saya prnh menikah dgn suami saya kemudia kami bercerai resmi kantor pengadilan.selang waktu sekitar sekitar dua tahun kami menikah resmi lagi/rujuk.kami sempetbmendapat cobaab besar,krna sama2 emosi suami saya sempat berkata cerai sebanyak dua kali,maaf pak apakah pernikahan saya ini masih sah dlm hukum agama atau tidak,terimakasih

    Komentar oleh Ningsih — Februari 26, 2014 @ 8:52 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Ningsih, anda mesti tanya dulu ke suami anda,apakah kata2 cerai yg dia ucapkan itu sungguh2 utk menceraikan anda ataukah hanya emosi semata?

      dalam beberapa kasus,jika karena emosi semata maka tidak jatuh talak. tapi jika memang ada niat utk bercerai, maka jatuh talak.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 8, 2014 @ 5:42 am | Balas

  191. assalamualaikum ustadz.. Saya mau tanya, seumpama ada seorang suami berkata kepada istrinya ” mending kita bubar aja ” apa itu termasuk talak apa bukan.. Terima kasih, wasalam

    Komentar oleh queena — Februari 27, 2014 @ 8:25 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      sepemahaman saya,itu termasuk talak tersirat,

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 8, 2014 @ 5:43 am | Balas

  192. Assalamu alaikum ustadz,,,,,saya mau tanya,,,suami saya klau bersih tegang dgn istri ujung”x selalu bilang ” saya mau ceraikan kamu”,,,krn takut suami sering bilang cerai,,akhirx kami nikah kembali dgn seorang ustdz,,,,tp akhirx 2 bulan setelah nikah,,kami bertengkar lagi krn masalah sepeleh,,suami mengatakan kata yg sama,,,,,akhirx kami pisah ranjang selama 1 minggu,,,dan rujuk kembali,,,,berselang satu bulan kami bertengkar lagi dan suami mengulang kata yg sama,,,,akhirx kesabaranq sdh berakhir,,dan saya mengusir suami pergi dari rumah,,,sekarang masa iddah sudah berjalan 2 bulan,,,,,
    pertanyaan saya…
    1. sudah talak berapakah yg jatuh krn setiap bertengkar selalu mengucapkan kata cerai..?
    2. setelah dr pernikahan ke dua ,,dia sdh 2 kali mengatakan cerai…apakah itu sdh jatuh talak 3…?

    mohon penjelasanx ustd,,krn saya takut hidup melanggar aturan agama….wassalam

    Komentar oleh mia — Maret 5, 2014 @ 11:00 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      mbak Mia, saya ikut berduka cita dg kasus yg anda alami.

      1. jika memang ucapan cerai memang dimaksudkan dg niat bercerai, maka sudah jatuh talak.

      dari kasus anda, max 2 kali suami & anda ‘punya hak’ utk rujuk. jika sudah 3x cerai maka anda dan suami sulit utk rujuk kembali.

      2. sekali lagi, tanya apakah cerai yg dia maksud itu memang berniat utk cerai? jika ya (ucapannya berniat utk cerai), maka jelas sudah jatuh talak 3.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 8, 2014 @ 5:47 am | Balas

  193. Assalamu’alaikum pak ustadz…saya menikah krg lbh baru 3 minggu.saya dan suami sama2 memiliki watak yg keras.kami banyak berbeda pendapat jika sudah membicarakan masalah agama sehingga hal ini jg yg seringkali memicu pertengkaran kami.Suami cenderung memakai logika sedangkan saya lebih kepada pendekatan agama Islam.suami seringkali marah jika saya suruh untuk melaksanakan sholat.
    Sama seperti kejadian pada kamis malam tgl 5/3/14.Waktu itu kami bertengkar karena awalnya saya mengharapkan suami untuk segera sholat maghrib.waktu itu saya dalam keadaan tidak suci karena habis bersetubuh.Suami marah dan dengan nada tinggi mengatakan “untuk apa kita pertahankan lagi pernikahan yang seperti ini jika satu sama lain saling memaksakan,meskipun itu untuk suatu hal yang baik (misal:sholat).Lebih baik kita sampaidi sini saja.kemudian saya menanyakan kepada suami “apakah itu artinya kamu menjatuhkan talak satu kepada saya?”.
    Jawab suami masih dengan nada tinggi “ahh..terserah kamu saja”.
    Kemudian begitu keadaan sudah mereda suami mengatakan kalau ucapannya tadi bukan berniat untuk menjatuhkan talak.
    Yang saya tanyakan apakah ucapan suami yang pertama bisa dikategorikan sebagai talak satu?
    Bagaimana caranya jika kami ingin rujuk kembali?mohon jawabannya pak ustadz..terimakasih.
    Wassalamu’alaikum wr..wb..

    Komentar oleh fitri — Maret 6, 2014 @ 12:18 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan anda. semoga anda dan suami bisa membangun keluarga yg sakinah ma waddah wa rahmah, aamiin.

      mbak Fitri, pernikahan itu semestinya mengesampingkan ego/keras kepala. saling pengertian mesti menjadi prioritas dan dikedepankan, terutama jika terjadi pertengkaran.

      langsung ke permasalahan anda, saya lihat ada ‘masalah’ KOMUNIKASI. barangkali cara anda dirasa ‘kasar’ oleh suami sehingga dia naik pitam.

      ucapan suami BISA dikatakan talak 1, jika memang suami anda ADA NIAT untuk berpisah (cerai).

      dari respon suami anda, dia menyatakan bahwa dia TIDAK BERNIAT talak, maka insya ALLOH TIDAK JATUH TALAK.

      demikian.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 8, 2014 @ 5:51 am | Balas

  194. Assalamualaikum pak ustad…saya berumah tangga sdh hampir 17 tahun..selama ini hubungan kami bisa dikatakan baik-baik saja walaupun keadaan ekonomi kami pas-pasan (kalo tidak ingin dibilang kurang).dan karena itu pula saya memutuskan untuk bekerja walau tidak full time..saya menjadi tenaga pemasaran di salah satu perusahaan dg pertimbangan jam kerja yg fleksibel. karena keuangan suami yg sering tidak mencukupi kadang-kadang saya bercerita kepada ipar” saya (adik suami dan juga ibu mertua)…dan pernah juga memohon bantuan untuk keperluan bayar uang sekolah anak” saya…itu saya lakukan karena setiap kali ada masalah saya bicarakan baik-baik dg suami tapi saya tidak pernah mendapatkan jawaban darinya apalagi solusi bagi masalah tsb.
    Dari kesulitan” yg kami alami pernah beberapa kali kami dibantu…namun adik-adik ipar saya ini ternyata tidak tulus membantu kakaknya…singkat cerita hubungan kami (saya dan suami) tidak harmonis dengan adik”nya…sampai suatu hari adiknya dtg kerumah kami dan menyampaikan kata” yg sangat tidak sopan bahkan didepan kakak kandungnya sendiri…dan perlakuan tidak sopan adiknya ini sdh seringkali dilakukan terhadap suami+ saya namun suami saya seperti tidak berdaya untuk melawannya pak ustad….sdh sangat sering kami di zolimi..
    sepeninggal adiknya saya sangat merasa sakit hati….saya menangis sejadi”nya…dan meminta suami saya untuk menyelesaikan masalah kami ini…meminta dia untuk memikirkan nasib ketiga anak”kami..memikirkan biaya sekolah mereka..dan saya berucap…”jika kamu tidak bisa menyelesaikan masalah ini…menegur adik”mu…mending kita bubar saja”
    Dua hari itu saya benar” dlm keadaan sakit hati …kesal…dan bingung pak…sampai” saya berulang kali mengucapkan kata” itu..”mending kita bubar saja” dan tidak saya sangka malam itu tepat seminggu yl…suami saya berkata…. “kamu ini kenapa sih…bolak-balik ngomong pisah…kamu mau ??….oke kalo kamu mau…kita bubar…besok saya ceraikan kamu….kita cerai !!!
    Saya sangat terkejut…karena sungguh sebenarnya saya tidak ingin rumah tangga saya bubar pak…kata”itu saya ucapkan agar suami saya bisa tegas terhadap adik”nya dan kami tidak di injak” spt ini..malam itu juga saya jelaskan kpd suami saya dan mohon maaf atas ucapan” saya…dan saya katakan saya tidak ingin ber cerai…suami pun memaafkan dan juga meminta maaf…
    Yg ingin saya tanyakan….sdh jatuh talak kah kpd saya pak…karena jujur pak…setelah kejadian itu saya sendiri merasa rumah tangga ini “lain” pak ustad…
    Saya kecewa kata” cerai itu terlontar dari mulut suami pak…
    mohon pencerahan dan nasihat bapak….terimakasih pak ustad

    Komentar oleh elirahma — Maret 13, 2014 @ 2:17 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Eli Rahma, saya ikut bersimpati dg kejadian yg anda + keluarga alami.

      saya tidak tahu persis kondisi keluarga anda, terutama suami anda, sehingga adik2nya bisa berani seperti itu. padahal, seharusnya adik2 tetap menghormati kakaknya, meski kondisi (ekonomi) kakaknya tidak sebaik mereka.

      saya membaca kondisi ekonomi anda berdua masih ‘ngos2an’ meski anda berdua sudah ikhtiar semaksimal mungkin. sekedar mengingatkan, apakah anda berdua sudah melakukan hal berikut:
      1. berzakat (harta), jika memang ada harta yg masuk nisab?
      2. bersedekah, seberapapun harta yg anda dapat?

      mbak, jika no 1 tidak bisa anda berdua penuhi karena memang tidak ada harta yg tersisa utk zakat (harta), maka ada baiknya anda berdua memperbanyak sedekah.

      kedengarannya aneh. orang sedang susah kok disuruh sedekah? tapi, percayalah (dan anda berdua harus yakin) bahwa sedekah akan memperlancar rejeki. saya sudah berulangkali membuktikannya. tentunya, usai sedekah anda berdua mesti ikhtiar juga, tidak diam.

      kembali ke masalah anda.

      anda boleh saja kecewa dg kata2 cerai yg terlontar dari suami anda. tapi anda juga mesti melihat bahwa suami anda dipicu oleh ucapan anda yg minta berpisah (bubar). saya yakin, jika anda tidak selalu ‘memojokkan’ suami anda dg kata bubar, dia tidak akan bersikap seperti itu.

      hal ini sudah terjadi, namun saya melihat talak belum jatuh, karena ada pernyataan suami “besok saya ceraikan kamu…” dalam hal ini, asumsi saya, dia belum melakukannya karena malamnya anda sudah minta minta maaf dan suami juga sudah memaafkan.

      mbak Eli Rahma, mungkin tidak tepat jika saya menasehati anda dalam hal pernikahan, mengingat usia pernikahan saya belum selama anda. namun, saya hendak berbagi pengalaman saja. jika ada masalah di keluarga saya, entah itu dari pihak istri atau saya, maka KOMUNIKASI BAIK-BAIK adalah hal yg kami lakukan.

      jikapun emosi, hendaknya berhati-hati dalam berkata-kata. jangan mudah membawa2 kata pisah, bubar, atau sejenisnya.

      anda kini merasa rumah tangga terasa ‘lain’. saran saya, cobalah mengingat-ingat kembali ‘rasa’ rumah tangga anda sebelumnya. jika perlu, coba anda dan suami bepergian berdua (tanpa anak2) untuk membangkitkan kembali gairah cinta, terutama dari sisi anda. perbanyak ingat jasa dan kasih sayang serta pengorbanan suami yg telah dia lakukan sebelumnya.

      terakhir, perbanyak ibadah pada ALLOH SWT. berdoalah pada-Nya, minta rejeki materi ditambahkan.

      semoga bermanfaat.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 16, 2014 @ 4:02 am | Balas

  195. salah 1 sepupu saya, seorang pria (38), menikah terpaksa karena dulu istrinya lah yg tergila2 padanya. Si istri (34) dtg bersama keluarganya ke rmh pihak pria utk meminta dinikahkan dan di terima oleh keluarga pria (1 desa tapi lain kelurahan, mereka hanya saling kenal tp tdk pacaran). Akhirnya si pria dipaksa dan terpaksa menikahi wanita tsb tanpa ada rasa suka dan sayang sama sekali, karena keluarganya bilang dicoba aja, mungkin akan ada timbul rasa seiring berjalannya waktu.

    Ternyata sampai 15 tahun menikah tetap tdk ada rasa sayang yg ikhlas dr lubuk hati si suami, yg ada suami terus2an utk pura2 sayang dgn istri kalo di depan mertua. Di tambah lg dengan sikap istri yg kasar, tdk mau kenal dan bergaul dengan keluarga suami bahkan tdk pernah mau dtg maen ke rmh org tua suami yg berjarak hanya 5 km dr kampungnya, kemudian malah melepas jilbab bbrp bulan setelah menikah (padahal yg membuat keluarga pria menerima si istri dulu karena si wanita tsb berjilbab), istri jg curiga terus dgn suami sampai2 tdk ada waktu/hak pribadi suami untuk pergi bersosialisasi dgn teman2nya, yah walaupun utk kebutuhan biologis dan sehari2 (makan, pakaian) selalu dilayani si istri dgn baik namun suami tdk pernah bisa merasa sayang.. Mungkin jika istrinya sabar, lemah lembut, percaya dan menghargai suami, dia bilang mungkin akan ada timbul rasa sayang terhadap istri nya itu. Mereka sdh dikarunia 2 org anak laki2 usia 14 dan 4 tahun.

    Selama 15 tahun menikah, sdh sering bertengkar dengan berbagai alasan dan setiap bertengkar, suami pulang ke rumah org tuanya dengan maksud menenangkan diri dan gak mau makin besar jika kemarahan istri diladeni terus (tapi maksimal pergi cuma 2 minggu) kemudian balik lg karena kangen dgn anak, dan tdk pernah terucap kata cerai, pisah atau talak.

    Awal tahun 2014 mereka bertengkar dan suami kembali menegaskan bahwa dia menikah terpaksa tanpa ada rasa suka dan sayang, si istri dr awal tau hal tsb, tp tetap gak terima karena sdh 15 tahun, masa tetap tdk ada rasa. mereka ribut besar dan seperti biasa suami pulang ke rumah org tuanya. Tapi kali ini pulang hanya bbrp jam sekedar melihat anak dan bawa anak jalan.

    Karena kesal di diamkan oleh suami, maka si istri dan ibu nya menyebarkan gosip di lingkungan sekitarnya bahwa suaminya sdh nikah lg dgn wanita selingkuhan yg dihamili diluar nikah (padahal tdk sama sekali terjadi). sehingga tercemarlah nama suami sampai ke kampungnya dan ke telinga keluarga besar si suami. Suami kesal dan akhirnya pada akhir februari dengan baik2 dan dlm kondisi tenang dia mengembalikan istri ke tangan orang tuanya (tanpa ada terucap kata cerai, atau talak, tapi cuma bilang kepingin pisah aja). Si istri dan Orang tua nya menerima keputusan tsb dengan syarat kebutuhan anak (makan + sekolah, dll) 100% ditanggung suami. Suami menyetujuinya.

    Perlu diketahui, sebenarnya suami sdh ada niat utk pisah nanti saat anak yg bungsu selesai di khitan (antara 3-4 tahun lg) karena dia merasa itu adalah tugas seorang ayah utk mengkhitankan anaknya, namun keburu terjadi lagi keributan diantara mereka.

    Yang jadi pertanyaannya,
    1. apakah otomatis sdh jatuh talak kalo kondisi nya seperti itu…?
    2. kalo iya, talak berapa…? (dalam hati suami pengennya langsung talak 3, tapi dia takut untuk mengucapkannya, akhirnya tdk terucap saat mengembalikan istri ke rmh org tuanya, jd cuma bilang mau pisah aja)
    3. Suami sama sekali gak mau balik/rujuk lg, tapi sejak pisah rumah justru si istri setiap hari menelpon sampai berkali2 dgn berbagai alasan, mulai dgn anak yg rewel, minta uang, sampai rayuan-rayuan kepada suaminya. Kalo yg berhubungan dengan anak, suami merespons, tapi tidak untuk yg berhubungan dgn kebutuhan si istri. Apakah suami salah jika mendiamkan permintaan istri yg kepingin rujuk…??? (suami gak mau balik karena merasa percuma jika tetap tdk ada rasa sayang thd istri, kalo pun mau balik cuma terpaksa karena faktor rasa kasihan dan iba dgn si istri)
    4. apakah bisa jika suami mau langsung terjadi talak 3 tanpa pernah ada talak 1 dan 2…?
    5. Apakah benar jika hanya mengembalikan istri ke orang tuanya itu cuma berarti hanya minta bantuan mertua untuk mendidik dan menasehati anak perempuannya saja (karena tidak ada kata talak/cerai, cuma bilang mau pisah aja)…?
    6. Apakah boleh jika suami akhirnya rujuk karena keterpaksaan saja…?
    7. Bolehkah suami menikah lg dlm waktu dekat (suami memang sdh punya selingkuhan tapi tdk hamil seperti gosip yg disebarkan dan istri tdk pernah tau)…?
    8. Apakah boleh jika pasangan suami istri yg sudah dinyatakan cerai menurut agama Islam tapi mereka tdk juga mau mengurusnya ke PA sampai bertahun2..?
    Terima Kasih

    Komentar oleh Yenny Winarny — Maret 13, 2014 @ 3:59 pm | Balas

    • mbak Yenny, berikut tanggapan saya.

      1. jika saya membaca cerita anda, ya, talak sudah jatuh. mengembalikan istri ke keluarganya bisa dianggap sebagai talak, meski tidak ada kata2 cerai/talak.

      2. talak yg terjadi: talak 1. bagi saya, talak 3 hanya bisa dilakukan jika dia sudah rujuk 2 kali. tapi talak 1 bukan berarti mesti rujuk lagi. jika tidak ingin rujuk, tidak apa2.

      3. dari sisi manusia, suami tidak salah. manusia ‘normal’ mana yg betah selama sekian belas tahun diperlakukan dg tidak baik oleh pasangannya? tapi jikapun si suami bisa merespon dg baik, dan mau rujuk serta punya niat memperbaiki istri, itu sebaik-baik tindakan. insya ALLOH akan ada balasan kelak.

      4. bisa saja. cek jawaban saya no 2.

      5. dari beberapa rujukan, tindakan seperti itu sudah termasuk talak/cerai. kecuali suami berkata/meminta bantuan mertua utk mendidik&menasihati. jika tidak ada ucapan, maka dianggap talak.

      6. rujuk sebaiknya dg sukarela, bukan terpaksa. kecuali mau menanggung resiko seperti dahulu.

      7. boleh. suami boleh menikah lagi.

      8. boleh saja. tapi sebaiknya diurus ke PA untuk menghindari hal2 buruk yg bisa saja terjadi di masa depan.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 16, 2014 @ 4:10 am | Balas

      • Assalamualaikum wr.wb
        syukron pak Ustad atas balasan / jawabannya.
        Oia ustad mau tanya lg donk. Mereka ribut besar di awal Januari 2014 karena tidak ada perubahan dr si istri malah menyebarkan gosip yg gak bagus, maka pada akhir februari (+- 2 bulan setelah mereka pisah rumah) si suami mengembalikan istri ke rumah orang tua nya dengan maksud dan niat utk bercerai talak 3 (walau tdk terucap kata talak 3).
        Nah berapa lama masa iddah nya si istri…? dimulai sejak kapan…?
        Selama masa iddah tsb, apa yg wajib dilakukan si suami…?
        Apakah selama masa iddah mereka bisa rujuk tanpa akad nikah…? (walau sangat kecil kemungkinan utk rujuk ;-) )

        Sampai saat ini si istri msh suka telp2 sepupu saya tsb dgn berbagai alasan, tp dia sendiri tdk ada niat baik untuk berubah, kalo telp ngomong nya ketus (misal : nih urus anak loe, rewel minta jajan). tapi kalo sdh malam, malah merayu dan nada nya mendayu2 (suami tetap menerima tlp tsb, tp tdk menggubrisnya).

        Suami sdh kasih kesempatan selama 2 bulan pertama sejak mereka ribut besar, jika istri masih mau mempertahankan rumah tangganya, dia harus mau dtg ke rumah mertua untuk minta maaf (org tua suami, karena selama ini istri tdk mau dekat dgn keluarga besar suami, bahkan setiap lebaran aja tidak mau silahturahmi karena merasa keluarga dia lbh mampu dr keluarga suami), berjanji tdk kasar dan kurang ajar sama suami (selama ini suka bentak2 suami dan kalo menyuruh dgn kaki). Tapi semua itu di tolak si istri dengan alasan tdk ada yg salah dengan dirinya.

        Cuma heran aja di tawari kesempatan kalo mau rujuk waktu awal bulan ditolak mentah2 tapi koq malah telp berkali2, bahkan cuma karena anak yg bungsu (4 thn) merengek minta jajan aja lgsg tlp suami. Keluarga besar suami semua setuju jika suami bercerai dan malah ummi nya si suami meminta untuk menikahi selingkuhan nya tsb (keluarga suami sdh tau mengenai hubungan perselingkuhan tsb) Tapi suami melakukan selingkuh jg karena dia tidak pernah mendapat rasa sayang dan nyaman di rumahnya selama 15 tahun menikah (walau kebutuhan biologis terpenuhi) dan suami msh ingin menjaga perasaan anak2 nya sekaligus membuktikan ke warga sekampung bahwa dia tdk menghamili wanita lain.

        Menurut ustad, apakah sebegitu besarnya cinta si istri terhadap suami sampai2 dia terobsesi sekali dengan suaminya…?
        Maaf nich ustad, cuma pengen tau aja, kalo ustad yg di posisi suami nya, apa yg akan ustad lakukan…?

        Syukron yah ustad…

        Wassalamualaikum wr.wb

        Komentar oleh Yenny Winarny — Maret 21, 2014 @ 7:54 pm

      • wa’alaykumsalam wr wb.

        masa iddah berlaku sejak istri ‘dipulangkan’ ke rumah ortunya.
        jika ada peluang rujuk (masih talak 1 dan 2), masa iddahnya = 3 kali haid.
        tapi jika talak 3, masa iddahnya = 1 bulan.

        mengembalikan istri ke rumah ortu belum tentu talak 3, mbak :-)
        ada baiknya sang suami mengucapkan talak/cerai yg dimaksud, apakah 1, 2 atau 3, agar statusnya jelas.

        selama masa iddah, suami tetap menafkahi istri, terutama jika sudah punya anak.

        rujuk tidak perlu akad nikah lagi. :-)

        mbak, kadang2 orang begitu terobsesi sehingga dia melakukan hal2 yg kasar dan menyakitkan karena saking takut kehilangannya.
        namun hal ini jelas tidak baik, terutama untuk si penderita.

        jika saya di posisi suami, saya akan introspeksi dulu apa penyebabnya. lalu kira2 apa bisa diperbaiki, setidaknya saya akan coba bina dan didik selama beberapa waktu. jika masih tidak bisa, ya apa boleh buat, demi kebaikan bersama, mesti bercerai.

        demikian.

        wa’alaykumsalam wr wb

        Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 22, 2014 @ 11:59 am

  196. Assalamualaikum pak Ustad… Suami istri yg sdh talak 2 lalu rujuk dan menikah lagi. Kemudian bbrp tahun kemudian mereka ribut dan suami mengucapkan kata cerai. Nah apakah itu kembali dimulai dr awal talak 1 sejak pernikahan ulang ini atau berlanjut menjadi talak 3…???
    Terima kasih ustad… Wassalamualaikum wr.wb

    Komentar oleh Yenny Winarny — Maret 13, 2014 @ 6:35 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Yenny, jika demikian kondisinya, maka sudah jatuh talak 3.

      demikian.
      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 16, 2014 @ 4:11 am | Balas

      • syukron pak Ustad…

        Komentar oleh Yenny Winarny — Maret 21, 2014 @ 7:22 pm

  197. ass…

    saya ingin bertanya….

    jika sang istri sudah ditalak satu oleh suaminya dan dlm masa iddah…apakah ia msh berhak mendapatkan nafkah dr suaminya?

    lalu apa hukumnya jika dlm masa iddah trsb sang suami tdk memberikan nafkah?

    Komentar oleh rani syafitri — Maret 13, 2014 @ 10:44 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mbak Rani, jika istri sudah ditalak, maka selama masa iddah dia BERHAK mendapatkan nafkah (lahir/materi) dari suaminya.

      jika tidak mendapatkan, maka si istri bisa mengajukan keberatan melalui pengadilan agama.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 16, 2014 @ 4:12 am | Balas

  198. Assalamualaikum pak ustadz,, izinkan saya berkonsultasi mengenai talak,,

    Suatu hari saya bertengkar dengan istri karena ia tetap bersikeras ingin pergi-pergian dengan keluarganya (untuk shopping, treatment kulit, dll). Saya melarangnya pergi tanpa didampingin saya, namun ia tetap memaksa ingin pergi hanya dengan keluarganya saja. Saya sangat kesal dan saat bertemu kembali dia mengatakan : “AKU TERKADANG TIDAK TAHAN DAN INGIN CERAI”, tanpa saya sadari terlontar kata “BOLEH, GAK APA-APA”. Beberapa menit kemudian saya berfikir bagaimana kalau ternyata ucapan saya jatuh talak? akhirnya sayapun beristigfar dalam hati. Jujur saja kami adalah pasangan yang menikah karena “kecelakaan”, namun insya allah saya udah bertaubat dan memang bertekad untuk hidup sebagaimana mestinya, namun belakangan sikap istri berubah, saya sudah berusaha berkomunikasi namun tidak akan pernah selesai jika saya tidak mengalah..

    1. Apakah kata “Boleh, gak apa-apa” termasuk persetujuan talak atau hanya sebatas menawarkan saja ?
    2. Mohon sarannya diluar topik, apakah saya salah jika memohon untuk istri tidak banyak meninggalkan saya atau membiarkan saya sendirian di rumah?
    3. Bagaimana menghadapi istri yang sulit menerima perspektif saya dalam berfikir ? saya banyak mengalah, namun saya takut suatu hari khilaf dan justru mengatakan hal seperti “talak” secara tegas..

    Semoga ustadz dan keluarga dilimpahkan pahala atas bantuannya yang tak ternilai atas permasalahan kami..

    Wassalam..

    Komentar oleh Irwan Rismadi — Maret 14, 2014 @ 11:29 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mas Irwan, berikut ini respon saya.

      1. respon anda, insya ALLOH, BUKAN TALAK. karena istri pun mengatakan “ingin cerai”

      2. ada kalanya istri ingin menikmati masa/waktu bersama keluarganya. selama dalam batas2 yg normal, menurut saya, diperbolehkan saja. mungkin mas Irwan juga pernah ingin punya waktu sendiri, tidak ingin bersama keluarga. lumrah saja. saya dan istri juga melakukan hal yg sama.

      3. perbanyak komunikasi. sampaikan apa yg anda inginkan, tanyakan apa yg istri anda inginkan. masing2 berusaha menjelaskan apa yg diinginkan. seringkali suami dan istri ribut karena masing2 pihak tidak bisa menyampaikan apa yg dia maksud tapi minta pasangannya mesti mengerti. jika seperti ini ya sulit, karena normalnya kita tidak bisa membaca pikiran orang lain. :-)

      aamiin, terima kasih doanya.
      semoga anda dan keluarga juga bisa segera rukun dan menjadi keluarga yg sakinah ma waddah wa rahmah. aamiin.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 16, 2014 @ 4:17 am | Balas

  199. Kalo suami mentalak dengan alasan yg suami sendiri ga tahu n bingung itu gimana? Kemudian istri menolak ditalak, itu gimana?

    Komentar oleh lilis aenun zariah — Maret 17, 2014 @ 10:40 am | Balas

    • mbak Lilis,

      bisa diperjelas contohnya seperti apa?
      saya tidak bisa membantu dg penjelasan yg anda berikan di atas.

      terima kasih

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 17, 2014 @ 2:10 pm | Balas

  200. Awalnya karena suami saya merasa sikap saya yg ga baik, tp saya sudah mencoba berubah menjadi yang diinginkan suami saya, suami saya bersikap mendiami saya hampir 4 bulan dan saya ga ngerti kenapa? Kemarin dia mengucapkan jalan yg terbaik kita pisah agar tidak terhambat masa depan masing2. Itu saya ga terima karena ditanya alasannya kenapa mau pisah suami saya cuma bilang bingung dan tidak bisa lagi bersama. Jadi sebetulnya apa hukumnya terus apa yang harus saya lakukan, jujur saya tidak mau pisah karena anak n saya masih amat sayang ke suami. Mohon pencerahannya pak ustad. Terimakasih

    Komentar oleh lilis aenun zariah — Maret 18, 2014 @ 5:47 am | Balas

    • mbak Lilis,

      menurut hemat saya, ada baiknya ada pihak ke-3 yg menjembatani mbak Lilis dan suami.
      saya melihat faktor KOMUNIKASI yg menjadi kendala pada kasus ini, setidaknya dari sisi suami mbak Lilis.

      jika mbak Lilis tidak ingin ada pihak ke-3 terlibat, ada baiknya perbanyak dulu komunikasi. ngobrol sesering mungkin. jika perlu jalan2 berdua. anak dititipkan dulu ke ortu.

      apabila setelah komunikasi masih gagal, coba datangkan pihak ke-3.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 22, 2014 @ 10:56 am | Balas

  201. Ada kata daripada

    Komentar oleh lilis aenun zariah — Maret 18, 2014 @ 3:52 pm | Balas

  202. Kalau suami mau melakukan hub intim,tp tdk dgn niat merujuk,apa hukumnya?

    Komentar oleh Andin — Maret 22, 2014 @ 9:56 pm | Balas

    • mbak(?) Andin, hubungan intim itu sendiri sudah dianggap sebagai rujuk. jadi, jika istri memang tidak ingin rujuk, bisa ditolak permintaan suami.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 23, 2014 @ 7:55 am | Balas

  203. Test

    Komentar oleh herna — Maret 24, 2014 @ 3:31 pm | Balas

  204. B

    Komentar oleh lilis aenun zariah — Maret 24, 2014 @ 5:28 pm | Balas

  205. Assalamualaikum pak ustadz,, izinkan saya berkonsultasi mengenai talak

    jikalau suami lagi bercengkramah dengan teman kerjanya dan membahas masalh keluarga,yang kebetulan sang istri kelilit hutang.
    kemudian temannya bertanya , apakah kamu gak capek hidup banyak hutang,,dia menjawab gak masalah yang penting aku dan istriku bisa hidup rukun,masalah hutang bisa dibayar,tapi kalau istriku membuat hutang lagi tanpa sepengetahuanku mending pisah ajah…

    suaminya ngomong seperti itu spontan karna dia inget waktu istrinya berhutang tanpa sepengetahuan suaminya.
    bagaimana ustadz ,apakah itu termasuk talak?

    Komentar oleh reihan — Maret 25, 2014 @ 9:56 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Reihan, merujuk dari cerita anda, maka BELUM ada talak jatuh, karena mesti ada syarat yg dipenuhi jika si suami hendak menceraikan istrinya, yakni si istri berhutang (lagi) tanpa sepengetahuan dia.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 26, 2014 @ 5:45 am | Balas

  206. asalamualaikum pak ustad
    MS di bandungan..saya mau tanya minta tlg didoakan smg aq anak n istriq bisa haidup bersm lg…
    istriq pas tanaggl 1 syuro kmrin plang kermh org tuanya..tp istriq pamitnya m aq mau ktmpt tmn pabriknya yang ngekos disekitar pabriknya, tp blg sm kakakq plg krmh jenguk ortunya,,pdhl aq bru ditggl ibuq meninggal dunia..aq dh menjemput istriq pulang ketemptq..yg trahir istriq q ajak ktmptq bulan desember mengambil surat2 buat cr sarat mencari pekerjaan dimpt istriq..tp kenyataannya mendftarkn cerai di pengadilan agama tmpt istriq..apkh itu sudah trmssuk talak? kl udh tlk brp yg dijatuhkn istriq sm aq??aq sangat cinta sm istri n anakq..tlng kasih doanya spy lekas sadr n kembali ke rmh tangga yg n tlg doakan spy RMH TGGQ UTUH SLAMAT DUNIA AHIRATdibina sm aq, krn aq tdk suka perceraian..q d tega sm anak hasil dr rmh tggq dgn istriq jk sampe terjadi.. AQ MHON JWBNNYA DR PAK USTAD…

    Komentar oleh MOHAMAD SHOLEH — Maret 25, 2014 @ 11:20 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Soleh, insya ALLOH saya akan bantu doa untuk kelanggengan rumah tangga anda.

      jika saya merunut cerita anda, maka istri anda yg mengajukan gugatan cerai, jadi belum resmi bercerai. hal ini dikarenakan hak bercerai ada pada tangan suami.

      jadi, selama pengadilan agama belum mengsahkan atau mengabulkan gugatan cerai istri anda, maka anda dan istri masih merupakan pasangan suami istri.

      sekali lagi, insya ALLOH saya akan bantu doa anda :-)

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 26, 2014 @ 5:47 am | Balas

  207. assalamualaikum ustad..
    sya pernah berkata : saya minta cerai,pda istri.tp kemudian kami berhubungan intim kembali.
    lalu kmarin karena suatu hal sya sms:mulai hari ini kamu saya crai..apakah telah jatuh talak,
    termasuk kategori yg manakah talak sya? terima kasih sebelumnya
    assalamualaikum.wr.wb.

    Komentar oleh nanang — Maret 27, 2014 @ 11:48 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, pak Nanang.

      jika merujuk pada cerita anda, maka sudah jatuh talak 2.

      anda telah talak 1, tapi karena sudah berhub intim maka dinilai sebagai rujuk.

      demikian.

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 1, 2014 @ 7:17 pm | Balas

  208. Saya setiap bertengkar suami saya suka berkata bahwa saya mau di pulangkan ke orang tua saya dan tidak boleh kembali…dan itu selalu terucap walaupun akhirnya kami rukun kembali. Kini saya dan suami baik baik saja tetapi setelah membaca artikel ini mungkin saya baru sadar bahwa pernikahan saya ternyata sudah haram. Saya harus bagaimana sedangkan saat ini pernikahan kami sedang baik2 saja. Terima kasih

    Komentar oleh irma — Maret 31, 2014 @ 8:00 am | Balas

    • mbak Irma,

      karena anda yg meminta dan suami tidak mengabulkan (tidak memulangkan anda dan tidak kembali), maka insya ALLOH tidak pernah terjadi talak/cerai.
      selain itu anda berdua tidak tahu mengenai hukum/aturannya, maka insya ALLOH belum berlaku.

      ke depannya, saya berpesan agar mbak Irma dan suami lebih bisa mengontrol diri.
      sekarang perbanyak tobat, berjanji tidak mengulangi lagi.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 1, 2014 @ 7:20 pm | Balas

  209. Assalamualaikum ustad mau tnya jika ucapan cerai dikeluarkan .atau kata pegat dilontarkan dalam kondisi emosi apakah itu sudah SAH .. coalnya suami saya tanya benar benar apa menginginkan itu jawabnya gak mau ..mhon pencerahannya pak ustad

    Komentar oleh ufy wahyu rahmawati — Maret 31, 2014 @ 1:06 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Ufy, jika kemarahannya masih dalam taraf biasa2 saja, tidak sampai emosi membabi buta, beberapa ulama menyatakan sah (talak/cerai telah jatuh).
      tapi jika suami anda menjawab bahwa dia tidak menginginkan hal itu, maka talak/cerai yg diucapkan bisa gugur.

      namun, jika sudah berulangkali terjadi hal ini, saya merasa suami anda mempermainkan anda. karena jika memang dia TIDAK BERNIAT cerai, maka mestinya dia lebih hati2 dalam melontarkan kata cerai.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 1, 2014 @ 7:22 pm | Balas

  210. Pak ustad mhon dijawab ya .karna saya bimbang atas semua ini …. takut lebih jauh salahnya .dalam keadaan emosi itu suami saya jg tidak menginginkan perpisahan .cuma nyeplos pegat .cerai apa termasuk talak

    Komentar oleh ufy wahyu rahmawati — Maret 31, 2014 @ 7:07 pm | Balas

    • sudah saya balas, mbak Ufy.

      cerai = talak.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 1, 2014 @ 7:23 pm | Balas

  211. assalamualaikum ustadz, apabila saya mentalak 1 istri dalam keadaan marah, dalam hal ini saya menyewa pengacara untuk mengurus surat cerai. dalam perjalanan saya mulai sadar, saya salah dan saya ingin merujuk lagi istri saya. saya merujuknya lewat sms, tapi dia bilang sudah terlambat, dia bilang pasrah aja pada keputusan PA. tgl 7 April besok kami sidang mediasi. yg saya tanyakan
    1. apakah rujuk saya lewat sms sudah sah?
    2. jika belum sah, apa yg harus saya lakukan agar bisa rujuk kembali?

    Komentar oleh hadi — April 1, 2014 @ 11:35 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Hadi, secara hukum bisa dianggap sah, upaya rujuk anda via sms. namun dari sisi etika, upaya rujuk sebaiknya dilakukan langsung (bertemu) karena tulisan (sms) bisa ditanggapi berbeda dibandingkan jika bertemu langsung.

      namun karena kasus anda sudah masuk ke PA, maka saran saya adalah anda berdua ikuti saja sidang mediasi.
      hingga tgl 7 April besok, ada baiknya anda introspeksi diri, mencek apa yg telah terjadi, kenapa terjadi. jika anda lihat anda sebagai ‘penyebabnya’ (misalnya mudah emosi, dll), ada baiknya anda mengaku bersalah pada saat sidang mediasi dan siap untuk berubah menjadi suami yg lebih baik.

      saran saya juga: perbanyak komunikasi. barangkali anda marah2 karena komunikasi anda dan istri tidak lancar sehingga saat istri menyampaikan sesuatu, anda salah tangkap sehingga emosi.

      semoga bermanfaat.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 1, 2014 @ 7:33 pm | Balas

  212. assalammualaikum ustad..
    tes..tes

    Komentar oleh omiko — April 1, 2014 @ 1:15 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      tes diterima mbak (mas?) :-)

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 1, 2014 @ 7:38 pm | Balas

  213. assalammualaikum ustadz

    ustadz,, sebelumnya saya minta maaf kalau saya banyak tanya.

    ada 3 pertanyaan yang ingin saya tanyakan ustadz.

    1.
    apabila dalam percekcokan suami istri ,
    istri meminta cerai,
    kemudian sauminya hanya mengatakan “ya” saja,tidak ada kata lain
    setelah itu suami menampar istrinya dan mengatakan kamu jangan kebiasaan ketika kita bertengkar kamu ucapkan kata itu,

    2.
    ketika suami yang sudah mentalak istrinya talak 1,
    kemudian dia menceritakan kepada adiknya dengan niat agar adiknya bisa mengambil pelajaran, dia menceritakan persis dengan kata kata talaknya .apakah bisa jadi talak 2 ustadz

    3.
    jika istri ngomel ngomel dan disuruh diem tidak mau , terus istrinya minta pulang ke rumah orang tuanya berkali kali ,
    sementara suaminya diem menahan agar tidak ngomong dengan emosi,
    tapi suaminya gak tahan denger kata kata istrinya minta pulang, ahirnya suaminya biacara ” ya udah pulang sana ke ibumu “dengan niat supaya istrinya diam..dan gak ngomong gitu lagi.ahirnya istrinya minta maaf ..mohon penjelasannya ustadz

    Komentar oleh reihan — April 3, 2014 @ 9:44 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      maaf saya baru balas.

      1.jika istri minta cerai,untuk di Indonesia cerainya baru sah setelah diputuskan oleh pengadilan agama. itu sepemahaman saya.

      2. tidak menjadi talak 2. tetap talak 1.

      3. tidak apa2/tidak jatuh talak, apabila pulang ke rumah ortu ini bukan niat utk berpisah/cerai,melainkan untuk saling menenangkan diri.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 8, 2014 @ 5:07 am | Balas

  214. pak ustad,bagaimana tata cara rujuk dengan akad nikah baru? apa harus menghadirkan penghul,dan mahar baru ?mohon penjelasannya pak …

    Komentar oleh nn — April 6, 2014 @ 4:00 pm | Balas

    • mbak/mas nn,

      rujuk tidak perlu akad nikah baru,kecuali anda sudah talak 3. itupun sang istri mesti menikah dan cerai dulu dg laki2 lain.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 8, 2014 @ 5:08 am | Balas

  215. pak ustadz , saya reihan yang bertanya di no 213

    mengenai pertanyaan yang no.1
    kata “ya” yang diucapkan suami itu hukumnya gimana ustadz,,,

    terimakasih.

    Komentar oleh komputerreparasi@yahoo.com — April 8, 2014 @ 5:25 pm | Balas

    • mbak(?) reihan,

      jawaban “ya” suami bisa saja agar istrinya tidak ‘cerewet’ mengajukan cerai terus menerus. tapi tetap saja cerai/talak tidak jatuh, karena yg minta cerai adalah istri.

      toh, perbuatannya menampar istri tidak dibenarkan.

      dg kata lain,hukum kata “ya” = tidak apa2.

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 8, 2014 @ 6:00 pm | Balas

  216. Pak ustad saya mau tanya, suami saya tidak pulang selama 8 bln. Tepatnya mulai dr bln agust 2013. Padahal saya sedang hamil wkt itu. Lalu pada bln maret 2014 saat saya melahirkan dia pulang. Pertanyaan saya, apakah saya sudah dijatuhi talak 1 ?

    Komentar oleh emilia — April 9, 2014 @ 10:40 pm | Balas

    • mbak Emilia, mesti dilihat dulu beberapa hal berikut:

      1. apakah selama 8 bulan itu dia tidak memberi nafkah lahir (uang)?

      2. apakah selama 8 bulan itu tidak ada kontak sama sekali?

      3. apa penyebab dia tidak pulang selama 8 bulan itu?

      4. apakah mbak (maaf) merasa nyaman dg perlakuannya (ditinggalkan) selama 8 bulan itu?

      khusus untuk no 4, apabila mbak merasa tidak nyaman, maka mbak sebenarnya bisa mengajukan gugatan cerai jika setelah 3 bulan anda ditinggalkan dan tidak diberi nafkah lahir.

      talak tidak jatuh hingga suami anda memang menyatakan secara jelas bahwa dia menalak/menceraikan anda.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 10, 2014 @ 5:33 am | Balas

  217. pak ustadz saya mau tanya,

    bakaimana hukumnya jika suami saya mengatakan ” kita rujuk ya bu ” kemudian kami berhubungan intim,
    padahal waktu pertengkaran kemarin malam, suami tidak mentalak saya , dan saya tidak pernah merasa di talak 1 kalipun
    terimakasih pak ustadz

    Komentar oleh siti — April 10, 2014 @ 10:02 am | Balas

    • mbak Siti,

      ada baiknya lain kali (jika terjadi lagi) anda bertanya (dan mendapatkan jawaban) kepada suami mengenai maksud kata2nya itu.

      katakan padanya bahwa kata2 rujuk dan cerai itu sangat sensitif di Islam. sampaikan bahwa anda tidak ingin hub intim anda termasuk zina.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 10, 2014 @ 11:20 am | Balas

  218. pak ustdz, saya sudah bertanya ke suami,

    suami ngomong gitu karena diawaktu kita bertengkar saya memang minta pulang ke rumah orang tua saya,suami mengiyakan kemauan saya dengan niat menggertak tanpa ada niat cerai,
    tapi sepengetahuan saya itu bukan termasuk talak kan pak ustadz,,? karena suami hanya menggertak dan tanpa niat untuk cerai,
    karena ketidak tahuan suami saya mangkannya dianggapnya dia telah mentalak saya karena telah mengiyakan saya pulang ke ortu..

    sekarang suami saya lebih mendalami lagi tentang materi talak pak ustadz,dan dia sekarang sadar kalau kemarin itu belum talak,karena hanya menggertak..

    begitu ustadz ceritanya ,,,bagaimana ustadz ? mohon penjelasannya

    Komentar oleh siti — April 10, 2014 @ 12:42 pm | Balas

    • mbak Siti,

      memang benar. jika niatnya hanya menggertak, maka tidak bisa dikatakan telah jatuh talak.

      namun, hendaknya hal2 tsb tidak lagi dilakukan di masa depan. baik dari sisi mbak Siti yg ‘maksa’ minta pulang, maupun dari sisi suami yg meng-iya-kan begitu saja. :-)

      semoga di masa depan anda berdua menjadi keluarga yg sakinah ma waddah wa rahmah, aamiin.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 10, 2014 @ 1:31 pm | Balas

  219. aminnn ,,termakasih pak ustadz,,

    jadi dalam kasus saya , perkataan suami saya ” kita rujuk ya bu ” itu tidak menjadikan saya tertalak kan pak ustadz..?

    Komentar oleh siti — April 10, 2014 @ 1:44 pm | Balas

    • sama2, mbak Siti.

      ya,jadi dalam kasus anda,ucapan suami “kita rujuk ya bu?” tidak ada kaitannya dg status talak.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 11, 2014 @ 5:38 am | Balas

  220. assalamualaikum pak ustad,saya mau tanya,
    saya menikah tgl 23 Januari kemaren, saya dan suami sudah menjalin hubungan perkenalan hampir 5,5thn. selama masa pengenalan kita memang sering berbeda pendapat. hingga akhirny kita pernah bertengkar hebat sampai saya bilang tidak bisa lagi bersama dia krn perasaan cinta saya sudah hilang. namun ibu saya tidak rela dan sampai menangis tersedu-sedu jika saya harus berpisah dengan dia. hingga akhirnya karena say atidak mau melihat ibu saya seperti itu saya mau kembali lagi ke dia. dan sekarang kami sudah jadi suami istri, sebelum pernikahan saya sudah merasa takut apakah saya akan bisa mencintai suami saya kelak. namun justru di usia pernikahan saya yang baru berjalan 2 bulan saya merasa tidak nyaman karena perasaan cinta itu bener2 sudah tidak bisa tumbuh lagi walau saya sudah berusaha. justru setiap melakukan segala hal untuk dia tidak bisa dengan ikhlas dan tidak bisa dengan senang hati. sebelumnya 1 mnggu setelah acara pernikahan kita sempet bertengkar hebat karena sering selisih pendapat, sampai tetangga harus tau saya malu ustad. dan di minggu2 selanjutnya puncak kita bertengkar dia sampai mukul tembok keras sekali tepat di depan muka saya, saya sampai bener2 takut ustad. setelah kami sama2 tenang beberapa jam setelahnya dia dengan menghela nafas dgn sadar mengucap bismillah dan bilang “mulai sekarang kamu bukan istriku lagi”
    setelah itu ,sore harinya dia pulang kerumah orang tuanya sambil membawa semua pakainya. sampai sekarang kita gak pernah ketemu lagi, hanya ketemu sekali pas dia minta ditemenin makan malam pas hari ulang tahunya 22 maret bulan lalu. trus tadi pagi dia telfon saya dan bilang sudah bener2 ikhlas kalau memang jalannya harus seperti ini, dia juga bilang lama2 perasaan cinta dia sudah hilang jg buat saya. dan takut kalau di teruskan justru kedepanya akan gak baik buat saya maupun dia. tp untuk selanjutnya dia yang meminta saya untuk mengurus ke pengadilan, yang ingin saya tanyakan:
    1. apakah talak itu sah?
    2. kalau dari pihak istri yang mengurus ke pengadilan alasan apa yang tepat yang harus saya katakan ke pengadilan ustad?
    3. kalau dari pihak keluarga tidak mengizinkan kita untuk bercerai itu harus gmn ya ustad?
    terimaksih

    Komentar oleh Novi — April 12, 2014 @ 11:12 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Novi, saya ikut berduka cita dengan yg anda alami.
      semoga ALLOH SWT kuatkan hati mbak Novi untuk menghadapi ini semua.

      1. ya,talaknya sah. telah jatuh talak 1.

      2. boleh saja anda mengurus ke pengadilan, dengan menyatakan bahwa suami anda telah menjatuhkan talak 1. lebih baik lagi jika anda punya rekaman/saksi.

      3. diskusi dg keluarga. ceritakan apa adanya. hidup anda ada di genggamana anda, mbak Novi. keluarga boleh saja menyatakan pendapat, tapi keputusan akhir ada di tangan anda karena anda yg tahu detail dan target anda ke depannya.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 13, 2014 @ 8:35 pm | Balas

      • terima kasih jawabanya ustad, saya mau tanya lagi,,kemarin tgl 12 april saya dan klrga saya berniat berkunjung kerumah klrga suami saya, namun dsana ketika saya bilang sudah sepakat sama suami kalau mau mengakhiri semua justru klrga suami saya tdk setuju alesannya katanya tdk masuk akal malah justru menuduh saya ada pihak ke 3 dan mereka akan malu krn baru usia pernikahan yang baru saja sudah mau cerai. dan baru semalam tgl 14 malam sepulang kerja saya janjian sama suami untuk ketemu dluar rumah dulu untuk menyelesaikan baik-baik. setelah kami berbincang akhirnya dia mau untuk bercerai,dan ketika itu mungkin kata2 saya yg kurang diterima dia krn saya meminta dia untuk talak 3 saya,namun justru dia emosi dan langsung menampar saya di depan orang banyak ustad. seketika itu saya langsung pulang dan ninggalin dia dsana. sebelum kejadian itu saya menasehati dia supaya shalat malam biar di beri petunjuk dan hati bisa ikhlas, namun justru dia bilang saya tdk berhak lagi karena saya sudah bukan istrinya lagi. . sesampai saya drumah ternyata dia juga ngikutin saya plng dan ketemu dengan saya dan keluarga saya kemudian meminta maaf karenan telah menampar saya. yang mau saya tanyakan
        1.apakah ketika dia bilang “saya sudah tidak ada hak lagi krn saya bukan istrinya lagi” itu termasuk talak 2 atau masih dalam posisi talak 1?
        2.apakah tamparan yang saya dapat dari dia bisa saya jadikan pegangan di pengadilan nantinya?
        3.apakah kalau mengurus ke penagadilan harus wajib menggunakan tanda tangan suami??

        terimakasih,

        Komentar oleh novi — April 15, 2014 @ 2:36 pm

      • halo mbak Novi,

        berikut ini jawaban saya.

        1. karena anda belum rujuk, maka yg masih berlaku adalah talak 1. ucapan suami anda tidak berpengaruh apapun.

        2. bisa.anda bisa gunakan tamparan suami sbg pegangan. lebih baik lagi jika ada saksi (min 2 orang)

        3. untuk hal ini, silakan bertanya langsung ke pengadilan agama. saya tidak tahu detailnya.

        demikian

        Komentar oleh Tausiyah 275 — April 15, 2014 @ 4:00 pm

  221. assalamualaikum, ustadz….setelah sekian lama rujuk, suami sedikit2 ada perubahan dengan istri baik n untuk komunikasi juga lumayan meski blm 100% tapi sy masih ada ganjalan dengan ucapannya. begini ustadz selama ini uang dari dia tidak diberikan pada sy tp lansung dibelikan susu dan makanan anak kalo sy tanya dia selalu bilang sama aja kan untuk anak. sebenarnya bukan masalah bagi saya hanya saja saya ko ngrasa hidup sendiri dari gaji saya dan aneh gitu lho ustadz dan dia masih belum jujur tentang hal ini. apa itu hanya perasaan saya ato memang dia benar ustadz.. terima kasih

    Komentar oleh andan — April 14, 2014 @ 8:00 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      alhamdulillah, akhirnya ada perubahan yg lebih baik dari suaminya. saya ikut senang :-)

      mbak Andan, perubahan yg dilakukan suami semestinya lebih di-apresiasi.
      saya yakin mbak Andan sudah menghargai perubahan ini, tapi jika mbak Andan menuntut suami mesti berubah terlalu banyak dalam waktu yg singkat, saya khawatir suami akan menutup diri lagi.

      saran saya, ajak bicara suami dg lebih intim dan istimewa.
      barangkali seraya memijat suami atau saat bercanda dan santai, mbak Andan bisa mengatakan,”mas, terima kasih sudah membelikan susu dan makanan untuk anak kita. tapi ada baiknya mas juga menyediakan mentahannya, karena ….[mbak Andan bisa beri alasan].”

      atau dengan cara lain yg mbak Andan lebih ketahui dan pahami ttg suami.

      mengubah orang tidak bisa seketika karena manusia bukan robot yg diganti program maka langsung berubah geraknya.

      mungkin agak aneh istri mengubah suami, tapi tidak ada salahnya jika memang untuk kebaikan bersama kan?

      demikian.

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 15, 2014 @ 11:15 am | Balas

  222. assalamualaikum. sy seoarang suami yg di tinggal istri sudah 3 bulan di karnakan istri sy sdh tidak mampu untuk hidup bersama sy karna faktor ekonomi. yg sy tanyakan bagaimana status pernikahan kami. keterangan: sy masih ingin rumah tangga sy rukun tp istri sy bersikukuh tidak mau kembali lg dan apa yg harus sy perbuat agar rumah tangga ini kembali seperti dahulu.

    Komentar oleh hermadi — April 15, 2014 @ 8:57 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Hermadi, untuk kasus anda, saya sarankan anda berkonsultasi ke pengadilan agama agara mendapatkan penjelasan yg lebih rinci.

      maaf saya tidak bisa membantu banyak

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 16, 2014 @ 1:30 pm | Balas

  223. assalamu alaikum wr. wb.
    ustad, saya seorang istri dari 2 anak, selama saya awal pernikahan (2008), komunikasi antara saya dan suami sangat minim sampai saat ini, mengenai keuangan rumah tangga suami yang memegang kendali…sehingga untuk dapur pun sering tidak mengepul, pernah saya tanyakan pada dia dan jawabannya ” saya juga perlu uang”. itu berlangsung sampai anak pertama lahir (2010), beberapa bulan setelah itu saya menuntut keuangan saya yang kelolah, namun di bersikukuh untuk tidak memberikan kepada saya…..saya mengala dan bersabar……kemudian saya hamil kembali untuk anak kedua(2012), dia pun tidak berubah sama sekali ….saya bersabar sampai saya melahirkan, setelah melahirkan untuk ketiga kalinya saya menuntut untuk dihargai sebagai isteri dalam rumah tangga termasuk dalam hal pengelolaan keuangan rumah tangga. tetap dia kekeh tidak mau menyerahkan kepada saya, kemudian pada tahun 2014 kami bertengkar besar dan dia mengeluarkan kata-kata “kita urus kehidupan masing-masing saja karena urusan mu bukanlah urusanku”…..saya tetap di tempat kontrakan dan suami saya kembali ke orang tuanya…..kami sudah di mediasi oleh mertuaku…..dengan perjanjian kedua sebelah pihak harus sama-sama berubah dan perbaiki komunikasi, namun hasilnya nihil….saya bingung ustad…..apakah itu termasuk bagian dari ucapan sebagai talak atau bukan, karena saya sudah hampir 1 tahun tidak pernah berhubungan intim dengn suami layaknya suami isteri…kami masih satu rumah dengan pertimbangan anak-anak masih butuh kasih sayang kami berdua….akhir maret 2014 saya pernah mengajak suami untuk membicarakan rumah tangga kami, namun dia tidak mengeluarkan jawaban apapun, hanya :” sudah selesai curhatnya…kalao sudah kita pulang…”……mohon pencerahannya ustads…..

    Komentar oleh Rahmawati — April 16, 2014 @ 6:05 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb, mbak Rahmawati.

      saya ikut berduka cita dg yg mbak alami.
      semestinya pengelolaan uang jangan sampai menjadikan rumah tangga menjadi kisruh dan timbul perseteruan antara suami istri. apalagi hingga terjadi perpisahan.

      beberapa hal yg hendak saya tanyakan:
      1. apakah mbak Rahmawati bekerja?

      2. apa saja langkah mbak Rahmawati yg sudah lakukan? selain mediasi dan mencoba berkomunikasi,maksudnya

      3. (maaf jika pertanyaannya naif) apakah dg tidak berhubungan intim selama 1 tahun, mbak Rahmawati merasa nyaman?

      Terkait dengan no 3, jika mbak merasa tidak nyaman, bisa mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Namun harap diperhatikan, apabila mbak tidak bekerja, maka resiko yg mesti ditanggung mbak cukup berat.

      4. apa langkah berikutnya dari mertua setelah mereka tahu mediasi gagal dilakukan?

      saya akan coba bantu lebih lanjut usai saya mendapatkan jawaban dari mbak untuk pertanyaan2 saya di atas.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — April 16, 2014 @ 9:45 pm | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme Blog pada WordPress.com.

%d bloggers like this: