Blog Tausiyah275

April 24, 2014

Ketika Ilmunya Kurang, Maka Hilang Amalannya

Dalam Islam, setiap ibadah mesti dilakukan dengan dasar ilmu. Tidak bisa sebuah ibadah dilakukan dengan dasar sesuka hati, sekalipun ibadah itu (dirasa) baik.

Contoh paling mudah adalah sholat. ALLOH SWT memerintahkan sholat 5 waktu karena itu kewajiban bagi kaum muslim dan ibadah ini yg akan dihisab pertama kali di akhirat kelak. Meski sholat 5 waktu ini wajib, namun ada aturannya. Tiap sholat ada waktu yang telah ditentukan serta jumlah raka’at yang mesti dikerjakan. Karenanya saya tidak bisa dan tidak boleh mengerjakan sholat Subuh sebanyak 10 raka’at karena ingin terlihat lebih baik. Atau karena saya sedang sibuk bekerja, maka saya sholat 5 waktu di pagi hari agar saya tidak repot lagi sholat saat bekerja.

Ibadah lain yg membutuhkan ilmu adalah ibadah haji. Untuk ibadah haji, hukuman yg diterima akibat kesalahan (meski tidak tahu) dalam melakukannya bisa dikenai dam (denda), yg nilainya bisa dikatakan cukup lumayan.

Dalam keseharian, ibadah sholat Jum’at ternyata membutuhkan ilmu juga, yg seringkali tidak kita perhatikan (kita abaikan). Salah satu ilmu yg mesti diketahui (dan diterapkan) oleh jama’ah sholat Jum’at adalah TIDAK BERBICARA PADA SAAT KHATIB KHUTBAH!

- Dari Ibnu ‘Abbas, Rasululloh SAW bersabda, “Barangsiapa yang berbicara pada saat imam khutbah Jum’at, maka ia seperti keledai yang memikul lembaran-lembaran (artinya: ibadahnya sia-sia, tidak ada manfaat, pen). Siapa yang diperintahkan untuk diam (lalu tidak diam), maka tidak ada Jum’at baginya (artinya: ibadah Jum’atnya tidak sempurna, pen).” (HR. Ahmad 1: 230. Hadits ini dho’if kata Syaikh Al Albani)

- “Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jum’at, ‘Diamlah, khotib sedang berkhutbah!’ Sungguh engkau telah berkata sia-sia.”(HR. Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851).

Jika anda membaca artikel dari tweet saya di atas, anda akan menemukan bahwa ada jama’ah yg BERTERIAK pada saat khatib sedang khutbah.

Saudaraku, kita boleh saja tidak sependapat dengan materi khutbah yg disampaikan oleh khatib. Namun, kita dilarang untuk:
1. merespon secara langsung, entah dengan berteriak ataupun bahkan dengan berbicara secara baik-baik. Hal ini dikarenakan larangan berbicara seperti yang saya tulis referensinya di atas
2. meninggalkan masjid dan memilih untuk sholat Dhuhur. Aksi seperti ini jelas tidak ada aturannya (apalagi diperbolehkan)

Referensi untuk no 2:
“Apabila seseorang mandi pada hari Jum’at, dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak dan harum-haruman dari rumahnya kemudian ia keluar rumah, lantas ia tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian ia mengerjakan shalat yang diwajibkan, dan ketika imam berkhutbah, ia pun diam, maka ia akan mendapatkan ampunan antara Jum’at yang satu dan Jum’at lainnya.” (HR. Bukhari no. 883)

- “Barangsiapa yang berwudhu, lalu memperbagus wudhunya kemudian ia mendatangi (shalat) Jum’at, kemudian (di saat khutbah) ia betul-betul mendengarkan dan diam, maka dosanya antara Jum’at saat ini dan Jum’at sebelumnya ditambah tiga hari akan diampuni. Dan barangsiapa yang bermain-main dengan tongkat, maka ia benar-benar melakukan hal yang batil (lagi tercela) ” (HR. Muslim no. 857)

Dari 2 hadits di atas, disebutkan bahwa mendengarkan khutbah (meski tidak setuju dengan isinya) merupakan bagian dari ibadah Jum’atan.

Lantas, bagaimana jika kita tidak setuju dg materi khutbah yg disampaikan? Cara paling baik dan elegan serta tidak menggugurkan ibadah Jum’atan kita adalah dengan bertemu dan bicara secara langsung dengan khatib USAI sholat Jum’at selesai.

Jika khatibnya memang ‘oke punya’, dia akan mau untuk berdiskusi (bukan berdebat kusir) mengenai materi yg dia bawakan. Jika dia menolak, ada baiknya kita sampaikan pada pengurus masjid bahwa khatib tersebut ternyata tidak bisa mempertanggungjawabkan materi khutbahnya. Kecuali jika pengurus masjid ternyata dari golongan yg sama dengan khatib, maka sebaiknya anda pindah masjid saja saat Jum’atan di masa mendatang. :-)

Perkecualian berbicara dengan khatib jika ada urusan penting, sebagaimana hadits berikut:
– “Ada seorang Arab badui mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan saat itu beliau sedang berkhutbah Jum’at. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, hewan ternak pada binasa …” (HR. Bukhari no. 1029).

Dari referensi yg saya baca, tindakan di atas dilakukan karena banyak hewan ternak mati (tenggelam) akibat hujan yg terus turun usai Rasululloh SAW sholat istisqo dikarenakan hujan yg tidak kunjung turun sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

Juni 30, 2012

Beberapa Kultwit

Bismillah,

Alhamdulillah, saya sempat berhasil mendokumentasikan beberapa kultwit yg pernah saya lakukan.

#kultumRamadhan tahun 2011 has been chirpified!

#ceramahTarawih tahun 2011 has been chirpified!

Kultum Jan-Peb 2012 has been chirpified!

Matematika Sedekah has been chirpified!

Apakah #jilbabModis ‘berbahaya’? has been chirpified!

Insya ALLOH saya akan coba dokumentasikan kultwit-kultwit lain yg pernah saya lakukan.

Semoga bermanfaat.

September 13, 2006

Khutbah Jum’at – 20060825

Filed under: Khutbah Jumat & Pengajian — Tausiyah 275 @ 4:10 pm

**maaf telat tayang**

Ketenangan, kebahagiaan dan kedamaian hidup selalu dicari-cari dan dijadikan tujuan hidup manusia. Namun ternyata tidak mudah untuk mencapainya, karena banyak faktor penyebabnya antara lain karena manusia tidak bersahabat dg hati nurani. Manusia mempunyai kecenderungan mengabaikan dan melecehkan panggilan hati nurani & kebenaran. (more…)

Halaman Berikutnya »

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.