<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Tausyiah275</title>
	<atom:link href="http://tausyiah275.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tausyiah275.wordpress.com</link>
	<description>Mari Berlomba-lomba Bermanfaat Bagi Orang Lain :-)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Feb 2012 09:58:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tausyiah275.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Tausyiah275</title>
		<link>http://tausyiah275.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tausyiah275.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Tausyiah275" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tausyiah275.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Beberapa Tulisan Arab (Semoga Berguna)</title>
		<link>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/02/25/beberapa-tulisan-arab-semoga-berguna/</link>
		<comments>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/02/25/beberapa-tulisan-arab-semoga-berguna/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 07:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tausyiah275</dc:creator>
				<category><![CDATA[HOT NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Seri Kesalahan2]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tausyiah275.wordpress.com/?p=1284</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Ada permintaan dari seorang teman mengenai tulisan arab dari beberapa istilah yg sering digunakan, seperti alhamdulillah, bismillah, dst. Saya coba membantunya dan saudara2ku lain yg membutuhkan juga. - Alhamdulillah الْحَمْدُ لِلَّهِ - Bismillah بِسْمِ اللَّهِ - Bismillaahirrahmaanirrahiim - Insya ALLOH اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ - Masya ALLOH مَاشَآءَاللّهُ - Assalamu&#8217;alaykum wr wb السَّلاَمُ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1284&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Ada permintaan dari seorang teman mengenai tulisan arab dari beberapa istilah yg sering digunakan, seperti alhamdulillah, bismillah, dst.</p>
<p>Saya coba membantunya dan saudara2ku lain yg membutuhkan juga.<br />
- Alhamdulillah الْحَمْدُ لِلَّهِ<br />
- Bismillah بِسْمِ اللَّهِ<br />
- Bismillaahirrahmaanirrahiim<br />
- Insya ALLOH اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ<br />
- Masya ALLOH مَاشَآءَاللّهُ<br />
- Assalamu&#8217;alaykum wr wb السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ<br />
- Wa&#8217;alaykumsalam wr wb وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ<br />
- Astaghfirullah اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ<br />
- Subhanallah سُبْحَانَ اللّهُ<br />
- Wassalamu&#8217;alaykum wr wb وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ<br />
- Allahu Akbar اَللّهُ اَكْبَرُ</p>
<p>Semoga berguna.</p>
<br />Filed under: <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/hot-news/'>HOT NEWS</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/seri-kesalahan2/'>Seri Kesalahan2</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/tarbiyah/'>Tarbiyah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tausyiah275.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tausyiah275.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tausyiah275.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tausyiah275.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tausyiah275.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tausyiah275.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tausyiah275.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tausyiah275.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tausyiah275.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tausyiah275.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tausyiah275.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tausyiah275.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tausyiah275.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tausyiah275.wordpress.com/1284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1284&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/02/25/beberapa-tulisan-arab-semoga-berguna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59066ae3d70541f836849c954872409a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tausyiah275</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Phobia Terhadap Kucing = Menolak Sunnah?</title>
		<link>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/02/03/phobia-terhadap-kucing-menolak-sunnah/</link>
		<comments>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/02/03/phobia-terhadap-kucing-menolak-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 15:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tausyiah275</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ensiklopedia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Seri Kesalahan2]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tausyiah275.wordpress.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Beberapa waktu lalu, saya sempat mengamati sebuah perbincangan dan diskusi mengenai kucing. Awalnya, ada seorang ibu yg mengeluh dan tidak nyaman dengan keberadaan kucing yg ada di rumahnya. Selidik punya selidik, ternyata kucing tersebut dipelihara oleh 2 anaknya. Si ibu sendiri mengeluh dan tidak nyaman dg kucing karena dia ternyata memiliki ketakutan terhadap kucing, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1277&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Beberapa waktu lalu, saya sempat mengamati sebuah perbincangan dan diskusi mengenai kucing. Awalnya, ada seorang ibu yg mengeluh dan tidak nyaman dengan keberadaan kucing yg ada di rumahnya. Selidik punya selidik, ternyata kucing tersebut dipelihara oleh 2 anaknya.</p>
<p>Si ibu sendiri mengeluh dan tidak nyaman dg kucing karena dia ternyata memiliki ketakutan terhadap kucing, dalam istilah kesehatan biasa disebut phobia. Dia tidak bercerita latar belakang kenapa phobia thd kucing.</p>
<p>Dalam perbincangan berikutnya, ada seseorang yg (menurut saya, gegabah) menyatakan bahwa karena Rasululloh SAW dan para sahabat menyukai kucing, maka menyukai kucing termasuk dalam sunnah Rasululloh SAW. Bahkan, orang ini mengeluarkan dalil,&#8221;Barangsiapa tidak menyukai sunnahku, maka bukanlah umatku.&#8221; Lalu orang itu &#8216;memaksa&#8217; si ibu utk menyukai kucing karena itu termasuk sunnah Rasul.</p>
<p>Saya sendiri pernah menulis artikel tentang sunnah. Bisa dicek di <a href="http://tausyiah275.wordpress.com/2005/08/28/sunnah/">sini</a>.</p>
<p>Mendapat respon dalil seperti itu, anda bisa bayangkan, siapa kaum muslim yg tidak lantas menjadi keder? Saya pribadi, jelas akan melawan dan menentang ucapan si orang itu, apalagi terkait dengan dalil tersebut!</p>
<p><strong>Pertama</strong>, dalil tersebut, menurut hemat saya, salah alamat! Lho, kok bisa? Ya bisa saja! Dalil tersebut sebenarnya dipotong dan digunakan dg seenaknya oleh orang tersebut!</p>
<p>Hadits dan dalil tersebut lengkapnya adalah sebagai berikut:<br />
<em>&#8220;Menikah itu adalah sunnah-ku, barang siapa membenci sunnahku, bukanlah bagian dari kami.&#8221;</em> (HR Bukhari Muslim).<br />
So, sudah paham kan bahwa ada <strong>PEMENGGALAN</strong> hadits yg digunakan untuk kepentingan pribadi! </p>
<p><strong>Kedua</strong>, meski Rasululloh SAW dan sahabatnya menyukai kucing, saya pribadi hingga saat ini belum menemukan dalil/referensi dari para ulama bahwa ini dijadikan sunnah. </p>
<p><strong>Ketiga</strong>, memaksakan &#8216;sunnah&#8217; suka kucing kepada orang yg memang phobia kucing, bagi saya malah melanggar sunnah itu sendiri. Coba cari, adakah Rasululloh SAW memaksa orang utk mengikuti sikap dan gaya hidup beliau? Anda bisa bayangkan orang yg ketakutan setengah mati terhadap sesuatu malah dipaksa. Saya malah bayangkan, &#8216;sunnah&#8217; suka kucing ini bisa menjadi bumerang dan berbahaya apabila ada orang yg ingin masuk Islam tapi akhirnya batal karena dia takut atau alergi kucing hanya karena &#8216;sunnah&#8217; suka kucing ini.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, sunnah Rasul tidak sekedar suka pada kucing. Masih banyak sunnah2 Rasululloh SAW lain yg lebih jelas dan memang &#8216;aman&#8217; dan mudah dilakukan/diikuti oleh banyak orang. Anda bisa cari <a href="https://tausyiah275.wordpress.com/page/?s=sunnah">di sini</a> untuk lebih jelasnya.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, terkait dg penggunaan dalil/hadits (merujuk poin pertama), apakah anda mau paksa dan takuti orang2 yg belum menikah (karena memang belum <a href="http://tausyiah275.wordpress.com/2008/11/22/menemukan-jodoh-anda/">ketemu jodoh</a>) atau orang2 yg tidak pakai gamis/surban atau orang2 yg kepalanya botak? Apakah anda berani tanggung jawab jika akhirnya mereka jadi keluar dari Islam?</p>
<p>So, saya melihat masih banyak kaum muslim yg cenderung memaksakan pendapat/sikap mereka ke orang lain. Jika orang lain menolak atau katakan minta penjelasan yg masuk akal untuk dirinya, alih-alih menjelasakan dan membuat orang mengerti dan tertarik, mereka malah mengeluarkan &#8216;dalil&#8217; yg mendukung mereka. Jika perlu, dalilnya direkayasa (dipotong/ditafsirkan) sesuai dg kehendak mereka.</p>
<p>Walhasil, yaaa&#8230;.kian jelek Islam di mata orang banyak, tidak cuma di mata orang non muslim. Bahkan di kalangan muslim pun, mereka jadi bertanya-tanya,di mana letak rahmat untuk seluruh alam semesta jika apa2 main ancam? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga berguna.</p>
<br />Filed under: <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/ensiklopedia-islam/'>Ensiklopedia Islam</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/fiqh/'>Fiqh</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/hadits/'>Hadits</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/fiqh/lain-lain/'>Lain-lain</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/seri-kesalahan2/'>Seri Kesalahan2</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/tarbiyah/'>Tarbiyah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tausyiah275.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tausyiah275.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tausyiah275.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tausyiah275.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tausyiah275.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tausyiah275.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tausyiah275.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tausyiah275.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tausyiah275.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tausyiah275.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tausyiah275.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tausyiah275.wordpress.com/1277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tausyiah275.wordpress.com/1277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tausyiah275.wordpress.com/1277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1277&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/02/03/phobia-terhadap-kucing-menolak-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59066ae3d70541f836849c954872409a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tausyiah275</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Dan Kartu Kredit</title>
		<link>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/23/islam-dan-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/23/islam-dan-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 10:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tausyiah275</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ensiklopedia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Seri Kesalahan2]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tausyiah275.wordpress.com/?p=1271</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Di jaman sekarang, siapa sih yang tidak memakai kartu kredit? Seringkali juga disebut kartu hutang karena pada dasarnya kita belanja dg cara berhutang dahulu ke bank, lalu bank yg akan membayarkan dahulu belanjaan kita. Selanjutnya kita mesti melunasi hutang kita pada saat jatuh tempo yg telah ditentukan. Lalu, apa hukumnya kartu kredit? Halal atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1271&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Di jaman sekarang, siapa sih yang tidak memakai kartu kredit? Seringkali juga disebut kartu hutang karena pada dasarnya kita belanja dg cara berhutang dahulu ke bank, lalu bank yg akan membayarkan dahulu belanjaan kita. Selanjutnya kita mesti melunasi hutang kita pada saat jatuh tempo yg telah ditentukan.</p>
<p>Lalu, apa hukumnya kartu kredit? Halal atau haram? </p>
<p>Jika dilihat dari kegunaannya, seperti saya tulis di atas, kartu kredit adalah alat bantu sebagai alat bayar dengan cara BERHUTANG. <a href="https://tausyiah275.wordpress.com/2006/04/04/berhutang-meminjam-barang/">Dalam Islam, boleh kok berhutang</a>.</p>
<p>Lho, kan ada bunganya? Itu kan termasuk riba?</p>
<p>Sekarang, bagaimana menyikapinya kartu kredit?</p>
<p><strong>Pertama</strong>, yg mesti diakali dan disikapi agar JANGAN SAMPAI kena bunga alias riba! Yang mesti diperhatikan adalah <strong>BUNGA DIKENAKAN jika anda TIDAK MEMBAYAR FULL (LUNAS) hutang anda bulan itu.</strong> JANGAN PERNAH membayar biaya minimum atau tidak full, meski sebesar 99%. Karena sisanya, walau hanya 1% akan membengkak menjadi hutang yg besarnya akan sangat signifikan, cepat atau lambat. Jadi, pastikan <strong>BAYAR FULL HUTANG ANDA BULAN ITU!</strong></p>
<p><strong>Kedua</strong>, pastikan hutang anda tidak terlalu besar! Jika kartu kredit anda memberikan limit Rp 7 juta, sementara gaji anda hanya Rp 5 juta/bulan, itu berarti sangatlah jelas, bahwa JANGAN DIHABISKAN limit hutang anda! Lah, jika anda habiskan limit sebesar Rp 7 juta sementara gaji anda lebih kecil, itu sama saja dengan peribahasa &#8220;Lebih besar pasak daripada tiang&#8221; dong! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Dari beberapa bacaan yg pernah saya ketahui, untuk amannya disarankan berhutang TIDAK LEBIH dari 30% gaji.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, anda berhutang untuk hal2 yg memang DIBUTUHKAN, bukan DIINGINKAN! Ada perbedaan yg signifikan antara butuh dan ingin. Butuh itu berarti barang tersebut tidak bisa tidak mesti ada. Sementara ingin muncul karena hawa nafsu semata. Setidaknya jika ada berhutang karena butuh, misalnya kebutuhan pokok, maka masih dianggap wajar. Yang penting, perhatikan poin pertama.</p>
<p>Saya rasa 3 poin di atas sudah cukup sebagai petunjuk agar anda bisa memanfaatkan kartu kredit secara optimal tanpa perlu terkena riba/bunga.</p>
<p>Di sisi lain, saya memahami mengapa tidak ada bank yg mau menawarkan kartu kredit syariah. Karena jika merujuk pada pengertian syariah, maka mesti ada akad (langsung) antara pihak pengutang dan yg terhutang (bank). Dan jelas, sangat tidak efisien jika bank2 syariah mesti menempatkan orang2nya di toko2 hanya agar menjadikan kondisi berhutang tersebut menjadi syar&#8217;i.</p>
<p>Entahlah, mungkin di masa depan ada terobosan baru mengenai kartu kredit syariah.</p>
<p>Semoga berguna.</p>
<br />Filed under: <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/ensiklopedia-islam/'>Ensiklopedia Islam</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/fiqh/'>Fiqh</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/fiqh/lain-lain/'>Lain-lain</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/muamalah/'>Muamalah</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/seri-kesalahan2/'>Seri Kesalahan2</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/teknologi/'>Teknologi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tausyiah275.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tausyiah275.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tausyiah275.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tausyiah275.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tausyiah275.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tausyiah275.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tausyiah275.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tausyiah275.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tausyiah275.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tausyiah275.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tausyiah275.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tausyiah275.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tausyiah275.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tausyiah275.wordpress.com/1271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1271&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/23/islam-dan-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59066ae3d70541f836849c954872409a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tausyiah275</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apel Untuk Bidadari</title>
		<link>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/09/apel-untuk-bidadari/</link>
		<comments>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/09/apel-untuk-bidadari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tausyiah275</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Inboxku]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tausyiah275.wordpress.com/?p=1269</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini saya dapat dari inbox. Semoga bermanfaat. &#8220;Pada berbagai tahap kehidupan kita, tanda-tanda cinta yang kita temui itu beragam: ketergantungan, daya tarik, kepuasan, kecemasan, kesetiaan, kesedihan, tetapi di dalam hati, sumbernya selalu sama. Manusia mempunyai sedikit sekali kemampuan untuk saling berhubungan dengan sesamanya, mensyukuri apa adanya.&#8221;. Dia berjalan dengan mata menatap ke bawah, kepala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1269&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini saya dapat dari inbox. Semoga bermanfaat. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;Pada berbagai tahap kehidupan kita, tanda-tanda cinta yang kita temui itu beragam: ketergantungan, daya tarik, kepuasan, kecemasan, kesetiaan, kesedihan, tetapi di dalam hati, sumbernya selalu sama. Manusia mempunyai sedikit sekali kemampuan untuk saling berhubungan dengan sesamanya, mensyukuri apa adanya.&#8221;.</p>
<p>Dia berjalan dengan mata menatap ke bawah, kepala tertunduk. Ketika dia melihatku, dia bicara, dan aku menangkap pandangannya. Dia lusuh dan kumal, tak ada cahaya di matanya. Dia berkata,&#8221;Assalaamu &#8216;Alaykum.&#8221; Begitu sopannya dia.</p>
<p>Dengan lembut aku menjawab salamnya, &#8220;Wa &#8216;Alaykum salaam.&#8221; Aku terus berjalan dalam kesunyian, pemuda ini -yang tak kuketahui siapa namanya- telah membawa hatiku pergi jauh, entah ke mana.</p>
<p>Aku menatap pada kedua matanya, mengamati sebuah harapan yang pernah sirna, kataku dalam hati, &#8220;Bagaimanakah perasaan ibu yang melahirkannya? Bagaimanakah perasaan ibu yang telah menyaksikan putranya tumbuh seperti ini?&#8221;. Beberapa waktu kemudian kudapati jawaban itu tak akan pernah ada, ibunya telah meninggal -tidak beberapa lama setelah ia lahir. Rupanya ia seorang piatu!<br />
<span id="more-1269"></span><br />
Kemudian, aku selalu dikejutkannya pada hari-hari yang lain, dengan salamnya yang tulus dan dengan ekspresi wajahnya yang malu-malu. Ketika sengaja menatap ke dalam kedua bola matanya kali ini, aku kembali dikejutkan dengan binar mata yang sekarang hadir. Aku bersyukur, Semoga saja itu memang karena aku tidak mengabaikannya meski hanya dengan sebuah senyuman.</p>
<p>Aku ingat ketika aku pertama kali mengamatinya dengan teliti. Pikiranku mengembara entah ke mana. Antara terharu, iba dan rasa kasihan yang tak terkira. Kupikir sudah seharusnya ada sisa-sisa penghargaan pada seorang anak yang terlahir sebagai seorang manusia dengan kerusakan mental yang parah. Tidak hanya itu, ia juga memiliki mata yang jauh lebih besar dari ukuran normal, tanpa naungan alis yang enggan tumbuh di atasnya. Kulitnya kasar dan bersisik, rambutnya merah seperti rambut jagung, giginya besar-besar, hitam, jarang-jarang dan terlalu maju ke depan pada rahang atas. Hal itu membuatnya tampak seperti menyeringai jika tersenyum. Hal itu akan membuat anak-anak kecil akan berlari-lari dan mengolok-oloknya dari jauh.</p>
<p>&#8220;Assalaamu &#8216;Alaykum wa RohmatuLlaahi wa Barokaatuh.&#8221; Suatu hari ia mengucapkan salam dengan sempurna begitu aku lewat. Seingatku Ini pertama kali ia mengucapkan salam dengan lengkap. Aku baru sadar ia sangat bahagia hanya karena aku selalu menjawab salamnya. Maka pagi itu, aku ikut-ikutan menjawab salam tanpa kusingkat sedikitpun. Sejujurnya jawaban salamku hanya sebetik rasa kasihan. Mengapa Allah menciptakan makhluk yang jauh dari sempurna seperti ini, tanyaku dalam hati. Biarlah, Allah Maha Tahu. Tapi ya Allah, betapa pilu ketika aku melihat ia juga mengucapkan salam pada setiap orang, tapi tak seorangpun yang menanggapinya.</p>
<p>Rupanya ini alasannya.<br />
Rupanya ini yang membuatnya bahagia jika bertemu denganku. Sebuah pengakuan. Pengakuan sebagai manusia meskipun jauh dari kesempurnaan fisik dan mental yang seharusnya dimiliki.</p>
<p>Ini memang sangat menyedihkan. Aku menyelami perasaannya, tapi aku juga tahu mengapa orang-orang yang lewat mengacuhkannya. Apakah perlu menjawab seorang pemuda cacat mental dengan kedewasaan seperti anak-anak yang bahkan belum pantas terdaftar pada sekolah dasar? Mungkin itu pikiran kebanyakan orang. Tapi aku tidak.</p>
<p>Aku berusaha menjawab salamnya, selalu dan sebisaku. Belakangan ini ia justru menyadarkanku tentang hakikat salam yang seharusnya. Jika ia mengucapkan salam padaku lebih dulu, aku menjawabnya dengan lengkap dan tanpa sadar membuatku berpikir. Berpikir tentang makna salam itu sendiri. &#8220;Wa &#8216;Alaykum Salaam wa RohmatuLlaah wa Barokaatuh&#8221; -Dan salam kesejahteraan juga bagimu dengan Rahmat Allah dan Barokah Allah, doaku dalam hati. sepanjang hidupku, telah banyak kulakukan perbuatan tercela pada orang lain. Aku sadar mengapa salam menjadi hak seorang muslim atas saudaranya. Barangkali doa dalam salam itu berfungsi untuk menghapuskan dosa-dosa yang ada. Ia adalah kebaikan yang mudah diberikan kepada saudara-saudara kita. Sebuah doa, bukan semata-mata ungkapan formalitas tanpa makna.</p>
<p>Rupanya aku baru menyadari mengapa Allah menciptakan pemuda cacat ini, kehadirannya bukan tidak berguna seperti dugaanku. Tapi menyadarkan orang-orang sepertiku tentang arti bersyukur pada nikmat Allah yang mudah terlihat tapi sukar di lihat. Nikmat kesempurnaan fisik, kesehatan mental, dan kenikmatan iman.</p>
<p>Terima kasih Jo, kataku dalam hati. Jo adalah nama pemuda itu. Akhirnya aku tahu ia tinggal di sebuah kamar petak tidak jauh dari kost-kostanku. Ia rajin pergi ke masjid sebelah rumah kostku, belajar mengaji bersama anak-anak kecil dengan usia minimal 10 tahun di bawah usianya. Aku diberi tahu anak-anak itu -yang tak lain adalah murid-murid ngajiku dulu. Mereka mengatakan bahwa Jo tidak pernah naik dari Iqro 4. Meski begitu ia rajin sekali hadir. Aku sendiri belum pernah melihatnya sewaktu mengajar, atau karena aku tidak memperhatikan saja? Entahlah, kesibukan kuliahku di tingkat akhir membuatku jarang lagi mengajar anak-anak kecil itu. Semoga Allah mengampuniku atas amanah yang telah kulalaikan.</p>
<p>Suatu hari aku terkejut mendapati Jo berdiri di depan pintu rumah kostku. Gayanya malu-malu, kemudian ia mengucap salam seperti biasa. Aku baru saja selesai membenahi semua barang-barangku dan mengepaknya dalam beberapa kardus besar. Hari ini aku pindah kost.</p>
<p>&#8220;Teteh mau pindah?&#8221; ia bertanya. Aku menjawab dengan sebuah anggukan. Dalam sekejab tatapan matanya menjadi sayu, seolah-olah sangat sedih mendengar berita itu. Hatiku trenyuh.</p>
<p>&#8220;Teteh &#8230;&#8221; ia berkata lagi. Dikeluarkannya sebutir apel lusuh dari balik kantong bajunya yang kumal. Apel besar berwarna hijau masih lengkap dengan tempelan merk Switzerland. Itu apel yang hanya bisa di dapat di departmen store, pikirku. Sungguh, Aku tidak bisa menduga maksud ia menunjukkan apel itu padaku.</p>
<p>&#8220;Saya memecah celengan ayam saya buat beli apel ini, ini buat teteh.&#8221; Dia berkata. Diangsurkannya apel itu padaku. Oh, Aku bertanya-tanya dalam hati &#8220;Apakah ini tidak salah?&#8221;</p>
<p>Meski begitu, kuterima saja apel itu dengan tatapan penuh tanya, ia hanya tersipu malu lalu berkata pelan-pelan, &#8220;Ustadz bilang, di surga ada banyak bidadari yang baik. Bidadari itu juga hanya makan makanan yang baik-baik di surga, di sana banyak buah-buahan&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku menatapnya lebih dalam.<br />
Berusaha mencari makna dibalik kata-kata yang belum kupahami.</p>
<p>&#8220;Kata ustadz lagi, bidadari surga itu juga ada di dunia dalam bentuk wanita sholihah..&#8221; di sini kalimatnya berhenti, ia tersenyum malu-malu dan menundukkan kepalanya dalam-dalam, lalu melanjutkan &#8220;kata ustadz juga, wanita sholihah itu salah satu cirinya baik hati dan berjilbab rapih seperti teteh &#8230;&#8221;</p>
<p>Aku terharu mendengar penjelasannya yang sederhana namun sarat makna. Tanpa sadar meremas-remas ujung jilbabku, kuingat Nabi Muhammad SAW bersabda : &#8220;Jangan anggap remeh suatu perbuatan baik, bahkan jikapun kamu bertemu saudaramu dengan muka tersenyum (karena itu adalah perbuatan yang berat timbangan kebaikannya).&#8221;</p>
<p>Kemudian, sewaktu aku menatap kembali ke dalam bola matanya, aku tahu bahwa karena pemuda buruk rupa yang cacat mental ini, aku tidak hanya telah diajak ke dalam dunia perenungan dan kesunyian yang aneh -aku telah diberi kesempatan untuk menghargai orang secara terbuka untuk pertama kalinya dan untuk &#8216;mengenang hal-hal yang baik dalam diri orang lain&#8217;, sekecil apapun itu. Setelah hari itu, tampaknya jauh lebih mudah untuk memuji dan meluhurkan Allah atas semua yang kuterima dalam hidupku yang &#8216;benar, mulia, dan adil&#8217; -termasuk sebutir apel dari seorang pemuda cacat mental seperti Jo. Mungkin baginya hadiah terbesar yang bisa dipersembahkannya kepadaku adalah apel itu.</p>
<p>Bukan masalah soal harganya, namun nilai makna yang terkandung dalam apel itu membuatku terharu. Pikirannya memang sangat sederhana, tapi itu justru membuatnya mudah menyerap nilai-nilai kebaikan yang diberikan orang kepadanya. Dengan seulas senyum saja, ia telah memberiku predikat seseorang yang baik-hati. Dengan hanya menjawab salamnya saja ia telah mensejajarkanku dengan bidadari surga! Aku sungguh terharu!</p>
<p>Tak akan kulupa dia, saat dia mengiringi kepindahanku dengan tatapan matanya, karena dia telah memberiku sesuatu yang tak akan pernah bisa kubayar. Dia berikan padaku kesempatan untuk memberi yang kumampu, kesempatan untuk menunjukkan cinta pada mereka yang tersingkir &#8211;kesempatan untuk sekedar tersenyum dan menjawab salam ketika tak seorang pun bersedia &#8212; kesempatan untuk menjadi manusia istimewa, kesempatan untuk melakukan kebaikan.</p>
<p>Aku akan selalu berterima kasih pada pemuda cacat mental itu karena menunjukkan padaku cinta dalam seuntai doa, untuk memberiku kesempatan menjadi seseorang yang memiliki kepekaan hati lebih banyak, untuk memberiku kesempatan menjawab ketukannya di pintu kalbuku.</p>
<p>Kau tahu, aku bukanlah bidadari, meski aku ingin sekali menjadi salah satunya. Aku telah melukai banyak orang dengan menjadi diriku, dan orang ini, orang yang cacat ini, yang tidak mengabaikan diriku, untuk sejenak melepaskan seorang bidadari untuk terbang bebas.</p>
<br />Filed under: <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/dari-inboxku/'>Dari Inboxku</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/hikmah/'>Hikmah</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/tarbiyah/'>Tarbiyah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tausyiah275.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tausyiah275.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tausyiah275.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tausyiah275.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tausyiah275.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tausyiah275.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tausyiah275.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tausyiah275.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tausyiah275.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tausyiah275.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tausyiah275.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tausyiah275.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tausyiah275.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tausyiah275.wordpress.com/1269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1269&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/09/apel-untuk-bidadari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59066ae3d70541f836849c954872409a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tausyiah275</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Banyak Anak Ajaran Islam?</title>
		<link>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/06/banyak-anak-ajaran-islam/</link>
		<comments>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/06/banyak-anak-ajaran-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 22:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tausyiah275</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ensiklopedia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits of the Day]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[HOT NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Seri Kesalahan2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tausyiah275.wordpress.com/?p=1259</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Artikel ini saya buka dengan sebuah hadits Rasululloh SAW sebagai berikut,“Nikahilah wanita-wanita yang penyayang lagi subur. Sesungguhnya aku berbangga dengan jumlah kalian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i) Mari kita tengok lingkungan sekitar kita, atau malah keluarga kita sendiri. Banyak orang tua (terutama jaman dahulu) yg mempunyai anak (sangat) banyak. Tidak lagi 3, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1259&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Artikel ini saya buka dengan sebuah hadits Rasululloh SAW sebagai berikut,<em>“Nikahilah wanita-wanita yang penyayang lagi subur. Sesungguhnya aku berbangga dengan jumlah kalian yang banyak.”</em> (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)</p>
<p>Mari kita tengok lingkungan sekitar kita, atau malah keluarga kita sendiri. Banyak orang tua (terutama jaman dahulu) yg mempunyai anak (sangat) banyak. Tidak lagi 3, 4, atau 5, bahkan bisa mencapai belasan anak! Orang tua saya sendiri merupakan produk KB alias keluarga besar, karena kakek nenek saya mempunyai anak 14 orang! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertanyaannya, apakah mereka mempunyai banyak anak karena hadits yg saya sebut atau hal lain?</p>
<p>Saya pribadi mempunyai pendapat, <strong>pertama</strong>: bisa jadi para leluhur kita pernah mendengar atau tahu ttg hadits itu, lalu ustad/ulamanya yg mengajarkan hadits tersebut &#8216;salah&#8217; mengajarkan sehingga terjadi pemahaman yg salah. <strong>Kedua</strong>: jaman dahulu populasi memang masih sedikit, jadi wajar saja leluhur kita &#8216;berlomba-lomba&#8217; mempunyai keturunan yg banyak. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  <strong>Ketiga</strong>: pekerjaan jaman dahulu membutuhkan banyak tenaga. Jika punya anak banyak maka tenaga bantuan akan semakin banyak sehingga pekerjaan bisa lebih cepat selesai dan mudah dikerjakan. <strong>Keempat</strong>: jaman dahulu tidak banyak hiburan seperti jaman sekarang. Orang tua jaman dulu memanfaatkan hubungan suami istri sebagai hiburan. Semakin sering menghibur diri, maka peluang punya anak (banyak) makin besar. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apabila yg terjadi adalah no 1, maka sesungguhnya terjadi kesalahpahaman yg luar biasa terhadap hadits tersebut. Hadits tersebut benar2 ditelan mentah-mentah tanpa adanya pemahaman ataupun penelitian dan pemikiran lebih lanjut dan mendalam.</p>
<p>&#8220;Pak, anaknya berapa?&#8221;<br />
&#8220;Sepuluh! 4 laki-laki, 6 perempuan&#8221;<br />
&#8220;Banyak sekali pak?&#8221;<br />
&#8220;Kan saya mengikuti hadits, bahwa Rasululloh SAW senang umatnya yg banyak. Jadi, saya berkontribusi dg keluarga besar saya&#8221;<br />
&#8220;&#8230;..&#8221;</p>
<p>Saya membayangkan dialog seperti di atas, dan mendadak saya merasa geli sendiri. Geli karena (menurut saya) sang bapak telah menelan mentah2 hadits Rasululloh SAW.</p>
<p>&#8220;Lantas, mestinya bagaimana? Sang bapak dianggap sesat?&#8221;</p>
<p>Oh, tentu saja tidak. Saya hanya ingin mengajak anda semua untuk memperhatikan hadits berikut. <em>Beliau bersabda,&#8221;Dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut melahap isi mangkok (makanan).&#8221; Para sahabat bertanya, &#8220;Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan.&#8221; Mereka bertanya lagi, &#8220;Apa itu penyakit wahan, ya Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati.&#8221;</em> (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Pada hadits di atas disebut bahwa jumlah umat Islam (para pengikut Rasululloh SAW) sangat banyak, namun mereka ternyata tidak berdaya terhadap serangan bangsa-bangsa lain. Jumlah umat Islam yg banyak tersebut tidak lain seperti buih air bah, plus dihinggapi dengan penyakit wahan.</p>
<p>&#8220;Jadi, apa maksud artikel ini?&#8221;</p>
<p>Saudara-saudara sekalian, saya tidak melarang atau bahkan mengharamkan anda (atau keluarga anda) mempunyai banyak anak. Lha wong Rasululloh SAW sendiri bangga dg umatnya yg jumlahnya banyak, masa saya mesti melawan atau tidak menyukai hal ini. Namun, hendaknya <strong>mempunyai anak itu MESTI ADA PERHITUNGAN</strong>.</p>
<p>Perhitungan apa yg mesti dilakukan/disiapkan?</p>
<p><strong>Pertama</strong>, pastikan anak anda terpenuhi kebutuhan kasih sayang dan perhatian. Jika anda punya anak 10 tapi tidak disayang dan diperhatikan, anak2 anda malah bisa jadi gelandangan dan mengganggu masyarakat, malah menjadi penjahat misalnya (naudzubillah). Lantas, apa anak2 seperti itu yg anda harapkan? Lebih baik anda punya anak &#8216;cuma&#8217; 3-4 orang tapi anda dekat dengan mereka. Kehangatan keluarga terasa lalu saling menyayangi.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, persiapkan kebutuhan (lahir/badan) anak anda dengan baik. ALLOH SWT sudah menjamin rejeki tiap2 anak. Tapi anda selaku orang tua juga mesti menyiapkan kebutuhan anak anda. Makanan yg bergizi, pakaian yg layak, pendidikan yg memadai, hiburan yg sesuai. Bayangkan anda punya banyak anak tapi pakaiannya kumal, lalu tidak sekolah, kurus kering. Jelas, anda tidak suka. Apakah anda mau membuat Rasululloh SAW bangga dg banyaknya umat beliau namun penampilannya &#8216;menyedihkan&#8217;?</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, jikapun akhirnya anda ditakdirkan mempunyai banyak anak, maka anda tidak perlu lantas merasa terbebani dan takut miskin. Apalagi sampai membunuh anak anda karena takut miskin. Saya pernah menulis artikel <a href="http://tausyiah275.wordpress.com/2006/06/15/jangan-kau-bunuh-anakmu-karena-takut-miskin/">&#8220;Jangan kau bunuh anakmu karena takut miskin&#8221;</a> dan saya yakin itu sangat berhubungan dengan poin ini.</p>
<p>Ayat yg berkaitan dengan poin-poin di atas adalah:<br />
- <em>“Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah (iman, ilmu dan amal), yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka, oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. </em>(QS An-Nisaa’(4): 9).</p>
<p>- <em>“Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang telah dipercayakan kepadanya. Dan seorang ayah bertanggungjawab atas kehidupan keluarganya. Dan seorang ibu bertanggungjawab atas harta dan anak suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya “ </em>(HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Kesimpulan:<br />
- Islam tidak melarang umatnya mempunyai banyak anak, tapi mesti diperhatikan juga tercukupinya kebutuhan mereka, baik itu materi maupun rohani.</p>
<p>- <strong>Umat Islam jangan cuma jumlahnya saja yg banyak (KUANTITAS), tapi juga mesti BERKUALITAS!</strong></p>
<p>- Bagi yg anaknya sedikit, atau malah tidak punya anak, jangan kuatir, anda masih akan tetap dibanggakan oleh Rasululloh SAW dan insya ALLOH masih Islam, selama masih menjalankan <a href="http://tausyiah275.wordpress.com/2007/04/19/rukun-islam/">rukun Islam</a>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<br />Filed under: <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/ensiklopedia-islam/'>Ensiklopedia Islam</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/hadits/'>Hadits</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/hadits-of-the-day/'>Hadits of the Day</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/hikmah/'>Hikmah</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/hot-news/'>HOT NEWS</a>, <a href='http://tausyiah275.wordpress.com/category/seri-kesalahan2/'>Seri Kesalahan2</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tausyiah275.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tausyiah275.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tausyiah275.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tausyiah275.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tausyiah275.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tausyiah275.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tausyiah275.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tausyiah275.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tausyiah275.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tausyiah275.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tausyiah275.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tausyiah275.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tausyiah275.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tausyiah275.wordpress.com/1259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tausyiah275.wordpress.com&amp;blog=10590476&amp;post=1259&amp;subd=tausyiah275&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tausyiah275.wordpress.com/2012/01/06/banyak-anak-ajaran-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59066ae3d70541f836849c954872409a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tausyiah275</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
