Blog Tausyiah275

Mei 22, 2012

Arti Hijriyah, Hijaiyyah, Dan Jahiliyah

Filed under: Ensiklopedia Islam,Hikmah,HOT NEWS,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausyiah275 @ 5:38 am

Bismillah,

Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi pengetahuan mengenai beberapa istilah yg sering digunakan dan muncul di artikel2 yg terkait dengan Islam.

Hijriyah

Hijriyah terkait dengan penanggalan (kalender) yg digunakan umat Islam. Kata-kata Hijriyah, sepengetahuan saya, diambil dari kata hijrah, yakni peristiwa pindahnya (hijrahnya) Rasululloh SAW (dan Abu Bakar) dari Mekkah ke Madinah.

Kalender Hijriyah sendiri ditentukan pada jaman khalifah Umar bin Khatab. Berbeda dengan kalender masehi, yang menggunakan matahari sebagai acuan penanggalan, maka kalender hijriyah menggunakan bulan sebagai patokan penanggalan. Walhasil kita akan dapati bahwa kalender hijriyah lebih cepat selesai (lebih maju) 11 hari dari kalender masehi.

Hijaiyyah

Kata ini mungkin agak jarang didengar. Hijaiyyah adalah huruf-huruf (Arab) yg (mestinya) diketahui dan dikenal kaum muslim karena akan bermanfaat pada saat (belajar) membaca Al Qur’an. Tanpa tahu dan bisa membaca huruf2 hijaiyyah, maka bisa dipastikan seorang muslim akan mengalami kesulitan dalam belajar dan membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.

Lantas, apa saja huruf hijaiyyah itu? Silakan cek gambar berikut ini.

 *gambar diambil dari sini*

Bagi anda yg belum tahu dan mengerti huruf hijaiyyah, maka hendaknya mulai BELAJAR SEKARANG JUGA! :-)

Jahiliyah

Jahiliyah seringkali identik dengan masa-masa sebelum Islam turun. Pada jaman jahiliyah, kaum Arab seringkali melakukan hal-hal yg bertentangan dengan Islam, seperti mabuk, berzina, mewariskan istri ke anak (laki-laki), membunuh anak perempuan hidup-hidup, dan masih banyak lagi.

Dengan turunnya Al Qur’an, maka perilaku-perilaku jahiliyah tersebut pelan-pelan diberantas sehingga pada akhirnya terwujud perilaku dan sikap yg sesuai dengan tuntunan Islam, yakni Al Qur’an dan Sunnah.

Perilaku Umar bin Khatab di jaman jahiliyah bisa dikatakan tidak bisa dibanggakan, terutama dengan aksinya membunuh anak perempuannya hidup2. Namun, usai mengenal Islam, sikap dan tindak tanduknya begitu menjiwai Al Qur’an dan Sunnah Rasululloh SAW.

Sayangnya di jaman sekarang, kita menemui masih banyak orang (Islam) yg menerapkan dan berlaku seperti orang jahiliyah. Insya ALLOH akan saya bahas di lain waktu.

Semoga bermanfaat.

Mei 18, 2012

Adab Bersin, Sendawa, dan Menguap Dalam Islam

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausyiah275 @ 10:57 am

Bismillah,

Bersin, sendawa, dan menguap seringkali kita lakukan di kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan hal yg lumrah, karena ketiga aktivitas tersebut memang FITRAH dari manusia (normal dan sehat).

Tahukah anda, bahwa Islam mengatur ketiga aktivitas tersebut? Mari kita tinjau satu per satu.

Bersin

Untuk bersin, saya pernah menulis adab/etika ttg bersin di sini. Namun, di sini saya cantumkan hadits yg terkait dengan bersin.

Hadits riwayat Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan ‘Alhamdulillah (Segala puji bagi ALLOH)’ dan saudaranya atau orang yang bersamanya mengatakan kepadanya ‘Yarhamukallah (Semoga ALLOH memberikan rahmat-Nya kepadamu)’. Jika salah seorang mengucapkan ‘Yarhamukallah’, maka orang yang bersin tersebut hendaklah menjawab ‘Yahdiikumullah wayushlih baalakum (Semoga ALLOH SWT memberikanmu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).”

Menguap

Menguap dilakukan karena beberapa penyebab, antara lain: mengantuk, gelisah, butuh tambahan oksigen.

Islam juga mengatur bagaimana menguap yg ‘baik’.

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasululloh SAW bersabda:
التَّثَاؤُبُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ الشَّيْطَانُ
“Menguap adalah dari setan, jika salah seorang dari kalian menguap, maka hendaknya ditahan semampu dia, sesungguhnya jika salah seorang dari kalian (ketika menguap) mengatakan (keluar bunyi): ‘hah’, maka setan tertawa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan ini lafazh riwayat Al-Bukhari)

Di hadits lain:
التَّثَاؤُبُ فِي الصَّلاةِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ
“Menguap ketika sholat adalah dari setan, jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampunya.” (HR Tirmidzi)

Dengan kata lain, Islam MENYARANKAN kita untuk menahan (tidak) menguap. Jika tidak kuat, maka hendaknya menguap dengan menutup mulut dan tidak mengeluarkan bunyi ‘hah’, apalagi hingga ‘huaaahhh’. :-)

Sendawa

Sendawa atau teurab (bahasa Sunda) atau gelegekan (bahasa Jawa) atau burp (bahasa Inggris) adalah aktivitas ketika ada angin yg keluar dari tubuh kita. Penyebabnya bermacam-macam. Usai minum minuman bersoda (carbonat), usai makan/minum, atau usai badan kita dikerok (pijat), dan aktivitas2 lain.

Untuk sendawa, terus terang saya belum pernah menemukan dalil, entah hadits ataupun sunnah dari Rasululloh SAW mengenai hal ini. Yang saya dapatkan dari Bapak saya dan guru2 saya, usai bersendawa hendaklah mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah).

Alasan yg saya dapatkan mengapa mesti mengucapkan hamdalah adalah bersendawa itu pada hakikatnya mengeluarkan hal (angin) yg buruk dan akan membuat tubuh kita menjadi lebih sehat. Dengan kian sehatnya tubuh kita, maka kita mesti mensyukuri nikmat sehat yg didapat.

Namun, sendawa yg terlalu sering tentu mesti diperiksa. Jangan-jangan memang tubuh kita sedang tidak sehat/fit sehingga mesti diperiksa ke dokter. :-)

Wallahualam

Mei 16, 2012

Sholat Qabliyah Subuh (Sholat Sunnah Fajar)

Bismillah,

Sholat sunnah qabliyah subuh termasuk dalam sholat sunnah rawatib. Masih banyak orang yg tidak mendirikan sholat sunnah ini. Bisa jadi dikarenakan menyepelekan sholat ini atau tidak tahu tentang keutamaan dan manfaatnya.

Hadits berikut menjelaskan bahwa sholat sunnah ini merupakan salah satu sholat sunnah yg sering dilakukan oleh Rasululloh SAW.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu shalat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat shalat sunnah subuh.” (HR Bukhari 1093 dan Muslim 1191)

Apa sebenarnya keutamaan sholat sunnah ini sehingga Rasululloh SAW tidak pernah alpa untuk mendirikannya? Perhatikan hadits2 berikut!

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim725)

“Shalat dua rakaat (yakni shalat sunnah fajar) lebih baik dari dunia dan segala isinya.” (HR. Tirmidzi)

“Sungguh dua raka’at itu (sebelum Shubuh) lebih aku cintai daripada seluruh dunia.” (HR Muslim)

Subhanalloh, begitu besarnya keutamaan sholat sunnah qabliyah Subuh ini sehingga Rasululloh SAW sendiri menyatakan bahwa dunia dan seluruh isinya tidak ada apa2nya dibandingkan sholat sunnah ini!

Lalu, bagaimana cara mendirikannya?

Tidak sulit! Sebelum sholat Subuh, anda cukup dirikan 2 raka’at sholat sunnah, maka anda sudah mendirikan sholat sunnah Subuh. :-)

Lalu, jika Subuhnya kesiangan, bagaimana? Apakah masih boleh mendirikan sholat sunnah ini? Tentu saja BOLEH!

“Dari Abu Hurairah RA, Rasululloh SAW bersabda, “Barangsiapa yang belum shalat dua rakaat qabliyah subuh maka hendaknya melakukannya setelah terbit matahari”. (HR Tirmidzi)

“Dari Qais bin Qahdin RA, bahwasanya ia shalat shubuh bersama Rasululloh SAW dan belum melakukan shalat dua rakaat qabliyah subuh. Ketika Rasululloh SAW telah salam maka ia pun salam bersama beliau, kemudian ia bangkit dan melakukan shalat dua rakaat qabliyah subuh, dan Rasululloh SAW melihatnya dan tidak mengingkarinya.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad)

Lantas, surat apa yg dibaca pada saat sholat sunnah ini? Rasululloh SAW mencontohkan sebagai berikut:
“Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasululloh SAW telah membaca dua surat dalam dua rakaat shalat fajr (shalat rawatib subuh), yaitu surat al-Kafirun dan al-Ikhlas.” (HR Muslim)

Di riwayat lain, beliau mencontohkan sebagai berikut:
“Dari Sa’id bin Yasar bahwasanya Ibnu Abbas menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu dalam dua rakaat shalat sunnah fajr, pada rakaat pertama membaca ayat (Al-Baqarah(2):136) dan pada rakaat kedua membaca ayat (Ali Imran(3):52).” (HR Muslim)

Semoga kita semua menjadi lebih memperhatikan sholat sunnah qabliyah subuh ini dan sebisa mungkin tidak meninggalkannya, walau subuhnya terlambat/kesiangan. ;-)

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.