Blog Tausiyah275

Januari 4, 2006

Jihad(02)

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 1:23 am

bagian pertama

Beberapa ulama menyimpulkan latar belakang jihad berdasarkan beberapa surah dalam Al Qur’an, yakni diantaranya:
1. Al Baqarah(2):190-193,Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.
2. An Nisa(4):75,Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.
3. At Taubah(9):13-15,Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima tobat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jika ditarik benang merah, latar belakang tersebut bisa dituliskan sebagai berikut:
1. mempertahankan diri, kehormatan, harta, dan negara dari tindakan sewenang-wenang musuh;
2. memberantas kezaliman yg ditujukan kepada pemeluk agama Islam;
3. menghilangkan fitnah yg ditimpakan kepada pemeluk agama Islam;
4. membantu orang2 yg lemah;
5. mewujudkan kebenaran dan keadilan.

Adapun tujuan dari jihad sendiri adalah terlaksananya syari’at Islam dalam arti yg sesungguhnya dan terciptanya suasana yg damai dan tenteram.

Selanjutnya kita akan bahas apa yg dimaksud dengan jihad fi sabilillah (jihad dg berjuang di jalan Allah). Secara ringkas, kita dapati arti makna tersebut adalah berjuang melalui segala jalan dengan niat untuk menuju keridhaan ALLOH SWT, menciptakan rasa kasih sayang sesama hamba-Nya, dan menegakkan keadilan di muka bumi.

Tentu saja kondisi di atas TIDAK BERLAKU MUTLAK. ALLOH SWT Maha Adil…dengan memberikan DISPENSASI kepada orang2 yg BERHALANGAN untuk melakukan jihad fi sabilillah. Hal ini dimuat dalam At Taubah(9):91,Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Al Fath(48):17,Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang-orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.

Meski jihad ini merupakan KEWAJIBAN kaum muslimin, para ulama menggolongkan jihad dalam 2 bentuk:
1. Kewajiban diri (pribadi), dilakukan sesuai kemampuan pribadi ybs, melalui lisan(tulisan), hati, ataupun pengorbanan harta.
2. Kewajiban kelompok (kolektif), diantaranya adalah berperang.

bersambung

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: