Blog Tausiyah275

Januari 9, 2006

Beberapa Tambahan Mengenai Idul Qurban

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Qurban — Tausiyah 275 @ 2:23 pm

Aku hendak tambahkan beberapa hal yang berkaitan dengan Idul Qurban.
1. Puasa Arafah
Dilakukan pada 9 Dzulhijjah (pada kesempatan ini jatuh pada 9 Januari 2006, atau dilakukan SATU HARI MENJELANG IDUL ADHA).

2. Jenis hewan qurban yang afdhal (yang dicontohkan Rasululloh SAW)
Di beberapa riwayat, disebutkan bahwa hewan yang paling afdhal adalah unta, disusul oleh sapi, kemudian domba/kambing, terakhir domba/kambing yang ‘belum cukup umur’. Cukup umur di sini harap diperhatikan sebagai berikut:
– unta –> genap 5tahun
– sapi –> genap 2tahun
– kambing –> genap 1tahun
Untuk sifatnya, yang paling adalah yang paling gemuk (banyak dagingnya), paling sempurna badannya dan paling bagus dipandang.

Rasululloh SAW sendiri memberikan contoh sebagai berikut dalam berkurban,“Rasululloh SAW telah berkurban dengan seekor kambing kibas bertandung yang pejantan (besar tubuhnya), yang bulu mulutnya, bulu kedua matanya, dan bulu anggota badannya hitam”. (diriwayatkan oleh imam hadits yg empat.

3. Orang yang dinilai sah dalam berkurban
Satu ekor kambing hanya SAH UNTUK SATU ORANG. Sementara untuk ukuran unta atau sapi, nilainya adalah SEPERTUJUH (dengan kata lain, sah kurbannya 1 ekor sapi atau unta diperuntukkan bagi 7 orang). Aku jadi ingat saat smp/sma, ada sumbangan untuk kurban. INI TIDAK SAH SEBAGAI KURBAN…!!! MESTINYA DINIATKAN UNTUK SHODAQOH…!!! *geleng2 kepala jika ingat masa2 smp+sma…*

4. Adanya ijab kabul
Tidak hanya nikah yang mesti ada ijab kabul lho… 😉 Saat menyerahkan hewan qurban, mesti diiringi ijab kabul untuk BERKURBAN TAHUN INI…!!! Tidaklah sah jika niatnya untuk tahun depan, sementara hewan qurban diberikan pada saat itu.

5. Niat untuk berkurban
Saat membeli hewan kurban, hendaklah diniatkan untuk disembelih dan dikurbankan dalam rangka ibadah qurban. *jangan sampai berniat untuk dijual lagi…maka tidak sah kurbannya…*

6. Daging hewan kurban BOLEH DIMAKAN OLEH YANG BERKURBAN
Namun, ada ketentuannya, yakni TIDAK LEBIH DARI 1/3. Beberapa ulama besar bersepakat mengenai distribusi hewan kurban, yakni 1/3 untuk dimakan (oleh yg berkurban), 1/3 dihadiahkan, dan 1/3 diberikan kepada fakir miskin.

Iklan

1 Komentar »

  1. tulisan cukup memberi sekilas gambaran tentang korban akan lebih lengkap jika ada dalil (ayat Al qur’an atau Hadits) sebagai acuan yang jelas dan kepastian hukum

    Komentar oleh moh. amin — November 5, 2010 @ 10:30 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: