Blog Tausiyah275

Januari 13, 2006

Khutbah Jum’at – 20060113

Filed under: Khutbah Jumat & Pengajian — Tausiyah 275 @ 10:28 am

(khatibnya = imam tetap masjid Istiqlal)
Akhir2 ini banyak terjadi bencana yang terjadi, baik bencana alam yang melanda daerah2 di Indonesia, ataupun bencana yang terjadi di Tanah Suci. Bencana/musibah yang terjadi di Tanah Suci ini, dimulai dari runtuhnya hotel hingga kasus lempar jumrah yang terjadi hari Kamis 12 Januari 2006 lalu.

Melihat bencana yang terjadi, hendaknya kita bisa menjadikannya sebagai pembelajaran, dalam artian kita mesti bisa mengambil hikmah dari kasus yang terjadi. Kita mesti berkaca terhadap sikap dan perbuatan yang dilakukan sehari-hari. Pada saat kita tertimpa musibah, hendaklah mengucapkan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun.

Khatib mengecam kaum muslim yang masih banyak merayakan tahun baru dengan hura-hura. Hal ini bisa diindikasikan dengan penuhnya tempat-tempat hiburan, cafe2, dan diskotik2 dengan orang2 yang antri untuk menghibur diri. Khatib menegaskan bahwa diskotik dan tempat-tempat hiburan merupakan sarana maksiat yang merusak moral dan akhlak generasi muda.

Beberapa penyakit masyarakat yang (menurut khatib) mesti diwaspadai:
– Perjudian. Teorinya, perjudian dilarang dan diberantas, namun pada kenyataannya masih banyak ditemukan perjudian (dengan berbagai bentuk dan ‘kamuflase’) di banyak tempat.
– Minuman keras. Razia yang dilakukan hanyalah di toko-toko dan kios2 kecil, sementara di supermarket dan hotel2 masih dibiarkan. Sementara pabrik pembuat minuman keras tidak ditutup, dengan alasan terlalu radikal dan membuat banyak rakyat kehilangan mata pencarian. Padahal minuman keras merupakan BIANG kejahatan, karena setelah minum minuman keras, dalam kondisi mabuk, orang bisa dg mudah membunuh, berzina, dan kehilangan rasa malunya.

Khatib juga menyatakan bahwa hidup di Jakarta tidaklah mudah. Godaan kemaksiatan di Jakarta sangatlah besar, bahkan baru keluar dari rumah saja kita sudah berhadapan dg kemaksiatan.

Bertaubat tidaklah harus menunggu hari tua, karena ALLOH senantiasa membuka pintu taubat setiap saat. Jika sudah mati, maka tidak pernah ada kesempatan lagi untuk bertaubat. Rasululloh SAW bersabda,”Jadikan kematian sebagai nasehat.” Artinya, kita mesti sering mengingat mati. Rasululloh sendiri mengkhawatirkan apabila umatnya ada yg mati tiba-tiba, karena meninggal tiba-tiba membuat kita tidak sempat berwasiat. Rasululloh SAW sendiri sebelum wafat sempat berwasiat, Kitabullah dan Sunnah beliau.

*Khutbah Jum’at lainnya bisa diakses di http://khutbahjumat.wordpress.com/*

Iklan

1 Komentar »

  1. mohn tanpilan khutbahnya yang lengkap

    Komentar oleh burhanudin — Januari 5, 2010 @ 8:52 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: