Blog Tausiyah275

Januari 16, 2006

Menggerakkan Telunjuk Saat Tasyahud

Filed under: Fiqh — Tausiyah 275 @ 2:30 am

Seringkali, saat sholat, kita melihat ada orang yang menggerak2an telunjuknya saat tasyahud, ke atas dan ke bawah, dengan irama tertentu. Sementara kita sendiri mungkin tidak menggerakkanya. Lantas, siapa yg ‘benar’ dan siapa yg ‘salah’?? Mari kita bahas 🙂

Dari beberapa artikel yg aku cari dan dapatkan, ternyata menggerakkan telunjuk saat tasyahud hukumnya adalah sunnah mukhayyar, artinya boleh dikerjakan boleh tidak. Hal ini dikarenakan kedua cara ini mempunyai dasar hadits yg sama2 kuatnya.

– Dalil menggerakkan telunjuk:“Beliau (Rasululloh SAW) menggerak2an jarinya (telunjuknya) sambil berdoa dengannya.”(HR Abu Dawud, AN-Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, dan lainnya)

– Dalil tidak menggerakkan telunjuk:“Dan beliau memberi isyarat dg telunjuknya.”(HR Muslim). Sementara dalam riwayat Muslim lainnya,“Dan beliau menggenggam semua jari-jarinya dan mengisyaratkan dg jari di sebelah ibu jari.”

Untuk dalil terakhir, TIDAK DISEBUTKAN (TIDAK ADA KETERANGAN) khusus mengenai digerakkan jari telunjuk, dengan kata lain BOLEH tidak menggerakkan jari telunjuk.

Dengan demikian, YANG SALAH adalah YANG TIDAK SHOLAT. 🙂

Semoga berguna 🙂

Iklan

5 Komentar »

  1. terus apakah ada dalil yang menyatakan setelah bacaan syahadat kita kembalikan ke posisi semula sebelum kita membaca syahadat.mohon balasannnya ke e-mail saya secepatnya agar pengetauan saya bertambah

    dari dalil2 yang saya dapatkan, TIDAK ADA ketentuan tentang hubungan posisi telunjuk dg bacaan syahadat. Dengan kata lain, akhi boleh mengembalikan ke posisi semula, atau posisi telunjuk tidak berubah. 🙂

    Komentar oleh al_isfaraini — Februari 15, 2006 @ 8:06 pm | Balas

  2. mas fahmi, klo sholat jumat itu yg khotib tidak jadi imam dlm sholatnya gimana?thanx..

    Komentar oleh sigit — Januari 28, 2008 @ 11:41 am | Balas

    • mas sigit,berdasarkan yg saya ketahui,tidak ada ketentuan bahwa khotib mesti menjadi imam.
      dengan demikian, boleh saja orang yg menjadi khotib dan imam sholat adalah 2 orang yg berbeda.

      demikian

      Komentar oleh Tausyiah275 — November 12, 2012 @ 3:33 am | Balas

  3. Ustad, apa hukumnya sholat sunnah saat khatib sdg berkhutbah jumat? Yg saya amati, banyak calon makmum datang masuk masjid ketika khatib sdg berkhutbah langsung saja sholat sunnah, apalagi dia jg memilih shaf agak di depan. Setahu saya, khatib punya hak utk didengarkan. Saya membayangkan jika yg sdg berkhutbah itu Rasulullah, apa masih ada manusia yg berani mendulang pahala sholat sunnah dan mengabaikan khutbah beliau.

    Komentar oleh allie — November 13, 2012 @ 6:46 am | Balas

    • sepengetahuan saya, boleh sholat sunnah meski khatib sedang khutbah.
      yg mesti diingat sebenarnya adalah mendengarkan khutbah itu lebih penting daripada sholat sunnah.

      kecuali jika khutbah baru disampaikan, katakan kurang dari 5 menit, it’s ok. 🙂

      pada jaman Rasululloh SAW tidak ditemukan orang2 yg telat datang sholat Jum’at, sehingga kasus seperti ini tidak terjadi.

      Komentar oleh Tausyiah275 — November 16, 2012 @ 9:30 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: