Blog Tausiyah275

Januari 20, 2006

Doa Yang Kupanjatkan

Filed under: Hikmah,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 8:34 am

oleh: Ratih Sanggarwati (mantan peragawati itu lhooo…)

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis
“Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh.
Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.”

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah
“Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah,
agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati
dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus.”

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir
“Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka
di sekolah Islami yang baik meskipun mahal,
beri aku rizki untuk itu ya Allah….”

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah mulai sekolah
“Ya Allah….. jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral
Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.”
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah beranjak remaja
“Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yang
mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena
dia ibarat buah yang sedang ranum.”

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku menjadi dewasa
“Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang
bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami.”

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah “Ya Allah jangan kau putuskan
tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan
dia karena dia akan ikut suaminya.”

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan
“Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat.
Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan
teritoria wibawaku sebagi ibu dari ibunya
cucuku.”

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan
berkata……

“Engkau ingin suami yang baik dan sholeh
sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah?

Engkau ingin suamimu jadi imam,
akankah engkau jadi makmum yang baik?”

“Engkau ingin anak yang sholehah,
sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu.

Jangan egois begitu……
masak engkau ingin anak yang sholehah
hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu….
tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku,
karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku.”

“Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam,
karena apa?…… prestige? …… atau….
engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya?
Engkau juga harus belajar,
Engkau juga harus bermoral Islami,
Engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya.”

“Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan
mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan
umat-Ku.”

“Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu,
seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku.

Percayalah kalau anakmu dari bibit, bebet, bobot yang baik
maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan.”

“Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.
Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya.

Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku,
bahkan ketika dia melupakan-Ku.

Aku tetap mencintainya.”
“Anakmu adalah amanahmu,
cucumu adalah amanah dari anakmu,
berilah kebebasan
untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya.”

Lantas…… aku malu…… dengan imajinasiku sendiri….
aku malu……
aku malu akan tuntutanku…….

Maafkan aku ya Allah……

Iklan

2 Komentar »

  1. Doaku:
    “Ya Alloh…

    berilah aku rezeki yang banyak dan berkah, bermanfaat untukku dan sebanyak-banyaknya umatMU…beserta kesyukurannya…

    berilah aku ilmu yang banyak dan bermanfaat serta membawa kebaikan bagi sebanyak-banyaknya makhlukMU

    berilah aku pemimpin yang membawa kebaikan utk dunia-akhiratku…dan kuasakan aku untuk menjadi yang terbaik untuknya…

    berilah aku keturunan yang lebih baik dariku dan leluhurnya,dan membawa kebaikan untuk sebanyak-banyaknya umat.

    berilah aku kekuatan…untuk selalu mensyukuri…apapun yang Engkau berikan padaku…”

    Amien yaa Rabbal ‘alamien!!

    amin yaa Rabbal ‘Aalamiin 🙂

    Komentar oleh Bee — Januari 23, 2006 @ 9:14 am | Balas

  2. Subhanallah…
    Membuat saya tersadar akan hakekat seorang hamba! Jazakillah khairan katsira 🙂

    sama-sama, ukhti Anita 🙂

    Komentar oleh Anita Susanti — Maret 27, 2006 @ 8:25 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: