Blog Tausiyah275

Januari 25, 2006

Sifat Sperma

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh — Tausiyah 275 @ 4:53 am

Artikel ini aku buat berdasarkan komentar yang ditulis di sini.

Kita telaah dulu apa itu sperma (atau air mani)? Mani/sperma secara bahasa artinya adalah air laki-laki dan perempuan. Sedangkan secara istilah, mani adalah cairan kental yang keluar akibat kuatnya dorongan syahwat. (lihat AL-Muhgni karya Ibnu Qudamah jiid 1 hal 199).

Mani itu bentuknya cairan putih kental karena berisi sperma dan bila keluar selalu dengan keadaan memancar. Sedangkan pada perempuan kondisi mani ‘sedikit’ berbeda, dia TIDAK BERISI SPERMA, melainkan sekedar ‘tanda’ pelampiasan syahwat.

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan apakah mani itu termasuk najis atau tidak. Bisa kita golongkan menjadi:
1. Yang mengatakan najis. Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa mani itu termasuk najis.
Dalil yang mereka gunakan untuk mencapai pendapat ini adalah:
– Bahwa Aisyah ra mencuci mani dari pakaian Rasulullah SAW. Dan Rasulullah SAW pun mengetahui hal itu dan tidak mengatakan bahwa mani itu tidak najis.

– Hadits Abu Hurairah tentang mani yang mengenai pakaian. Kalau tahu bagian yang terkena, maka cucilah pada bagian yang terkena itu, tapi bila tidak maka cucilah baju itu seluruhnya.

– Imam Malik mengatakan bahwa mani itu najis karena mani adalah darah yang rusak. Juga karena mani itu keluar dari tempat keluarnya kencing yang najis juga.

2. Yang mengatakan tidak najis. Imam As-Syafi‘i mbependapat bahwa mani manusia itu tidak najis, baik mani laki-laki atau mani perempuan.
Dalil yang beliau gunakan adalah:
– Hadits aisyah yang menerangkan bahwa Aisyah mengerik (mengerok) mani dari pakaian Rasulullah SAW kemudian beliau shalat dengan pakaian itu. (HR Muslim I 238).

– Hadits Ibnu abbas ra bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang hukum mani yang mengenai pakaian. Maka beliau menjawab, mani itu hukumnya sama dengan ludah, karena itu cukup dihilangkan dengan mengeroknya dari pakaian. (HR Baihaqi).

– Hadits Saad bin abi Waqash bahwa Rasulullah SAW bila pakaiannya terkena mani, dibasuhnya dengan air bila masih basah dan bila sudah kering dikeroknya kemudian shalat dengan pakaian itu. (Diriwayatkan oleh As-Syafi‘i dalam al-musnad 1 26).

– Selain itu, mani adalah cairan pembentuk manusia, bila najis, maka manusia pun menjadi najis. Sehingga bila terkena pakaian, tidak membuatnya menjadi najis.

Jadi, sekarang tergantung pendapat yg anda yakini. 🙂 Semoga bermanfaat 🙂

Iklan

9 Komentar »

  1. kalo “Bank Sperma” menurut Islam gimana ya hukumnya??trims.

    insya ALLOH x lain akan ditulis artikelnya

    Komentar oleh Bee — Januari 25, 2006 @ 8:49 am | Balas

  2. sekedar komentar informasi, untuk lebih menjelaskan perbedaan antara mani dan sperma: bagi para pria yang sudah melalui proses vasektomi, tetap mengeluarkan mani, tapi mani tersebut tidak mengandung sperma.

    yap…tepat…terima kasih untuk tambahan infonya 🙂

    Komentar oleh CronOS — Januari 25, 2006 @ 11:21 am | Balas

  3. kalo mani gajah buat apa lagi mi, gunanya ? lebih canggih dari kumis lele ?

    mani gajah? wah, apaan tuh Ren? apa hub-nya dg kumis lele? ah…lagi ngelindur kamu ya?

    Komentar oleh rendy — Januari 25, 2006 @ 12:59 pm | Balas

  4. Kalo ingin tahu seluk beluk mani gajah, nih ada tulisan lengkapnya di http://pemikatrindu.blogspot.com

    Wassalam

    Komentar oleh TPR — September 19, 2006 @ 8:32 am | Balas

  5. gi mna cranya melebur mani gajah

    Komentar oleh rus_mant — Mei 17, 2007 @ 12:02 am | Balas

  6. Wah bagus nih sempet ragu mau salat apa nga’ klo liat yang itu sih lebih berpendapat ke yang kedua.

    Komentar oleh anas — Mei 25, 2007 @ 4:52 pm | Balas

  7. Tolong aq, ni bru masuk website ini

    Komentar oleh miftachudin — Agustus 25, 2007 @ 5:49 pm | Balas

  8. Maaf sblmx, krn mgkn krng match dgn posting. Sy mo tanya Apa itu Mahzab? Dan apakah para imam di atas adalah pembuat mahzab. (sy sendiri agk bgng dgn pertanx ini) tp trims jika admin bs ngerti maksdx.

    Komentar oleh Jester — September 26, 2010 @ 3:33 pm | Balas

  9. […] dari artikel tentang sperma + mani, berikut aku tambahkan artikel tentang Mazi dan Wadi. Untuk keterangan lebih detil, silakan untuk […]

    Ping balik oleh Mazi dan Wadi « Blog Tausiyah275 — Desember 11, 2012 @ 10:08 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: