Blog Tausiyah275

Februari 22, 2006

Wawancara (dg) Gus Dur (tentang karikatur Nabi Muhammad)

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 7:06 am

(sebenarnya sudah bukan hot news…tapi aku golongkan hot news saja…;))

Tokoh Islam dan nasional, Kiai, salah seorang pimpinan NU, mantan Presiden ke-IV Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid baru-baru ini memberikan tanggapan beliau mengenai ‘heboh’ sekitar dimuatnya cartoon yang mencerca Nabi Muhammad, oleh sebuah majalah Denmark. Komentar Gus Dur itu diberikan atas pertanyaan yang diajukan oleh wartawan Radio Nederland (RN) <10 FEb 2006).

Tanggapan Gus Dur tsb bukan sekadar komentar. Lebih banyak merupakan pengarahan kepada kaum Muslimin, penganut agama lainnya dan seluruh masyarakat.

Penting sekali dan kiranya patut diperhatikan penekanan Gus Dur, bahwa yang bikin heboh itu adalah segolongan kecil saja di kedua belah fihak. Kelompok majalah Denmark tsb, maupun aksi-aksi yang menentangnya dengan cara kekerasan adalah minoritas mutlak. Mereka tidak mewakili pandangan dan pendirian umum ummat beragama Nasrani maupun Islam di dunia ini.

Di kalangan masyarakat Eropah Barat sendiri terjadi pelbagai macam reaksi pro dan kontra. Ada yang dengan tajam mengkonfrontasikan antara prinsip ‘kebebasan menyatakan pendapat dan menyiarkannya (kebebasan pers)’ yang dianggap sebagai salah satu pilar penting faham demokrasi, —- dengan fihak pendirian (golongan Islam) yang dianggapnya hendak menghapuskan kebebasan pers tsb a.n. membela agama.

Juga tampak jelas, adanya pandangan ekstrim tertentu di kalangan kaum liberal maupun Nasrani di Eropah terutama yang selama ini berpendirian Kanan. Mereka menganggap lajunya arus pendatang (imigran maupun kaum pengungsi politik dan ekonomi, ke Eropah dari negeri-negeri terutama Arab dan Timur Tengah yang mayoritas penduduknya Islam – )merupakan ancaman terhadap kebudayaan Barat yang berlandaskan agama Nasrani. Mereka menganggap bahwa nilai-nilai dan kebudayaan Barat/Nasrani lebih maju dan lebih unggul terbanding kebudayaan Islam. Nilai-nilai dan kebudayaan Islam dianggapnya konsevatif dan terbelakang lagipula tidak menghormati bahkan HAM dsb.

Golongan ekstrim Kanan ini tampak mengembus-hembus ‘konflik cartoon’ ini sedemikian rupa, sampai-sampai mengangkatnya ke tingkat konflik yang p r i n s i p i l . Mereka mengangkat konflik cartoon ini ke taraf: Membela ataukah mengkompromikan prinsip kebebasan menyatakan pendapat. Aksi-aksi protes terhadap cartoon majalah Denmark yang berlangsung di banyak negeri, khususnya di Iran, Libanon dan juga I n d o n e s i a pemerintah Denmark menarik personil kedutaannya serta menganjurkan warganegara Denmark meninggalkan Indonesia, sebagai suatu aksi untuk menghapuskan prinsip KEBEBASAN MENYATAKAN PENDAPAT DAN KEBEBASAN PERS.

Namun, pendapat golongan terbesar di Eropah, terutama mereka yang berpandangan maju dan progresif, tegas mempertahankan KEBEBASAN MENYATAKAN PENDAPAT dan KEBEBASAN PERS, sekaligus juga menyatakan bahwa KEBEBASAN-KEBEBASAN tsb juga tidak mutlak, ada batasnya. Batasannya, adalah di saat ia sampai pada tepian sbb: Bila akibat dari kebebasan menyatakan pendapat dan kebebasan pers itu — telah menyentuh rasa harga diri dan kehormatan suatu golongan, yang dirasakan sebagai suatu penghinaan terhadap kaum atau pengikut keyakinan atau kepercayaan agama tertentu.

Silakan membaca lampiran di bawah ini tanggapan Gus Dur yang disiarkan oleh Radio Nederland:

* * *
LAMPIRAN

Radio Nederland mewawancarai mantan presiden RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, bagaimana ia menanggapi kehebohan yang timbul akibat karikatur Nabi ini?

Abdurrahman Wahid [AW]: Ya itu saya udah bilang, di sini, nggak usah reaksilah. Masak semua mau reaksi? Reaksi spontan saja semua-semua, segala hal itu reaksi. Nah, terutama juga bahwa yang melakukan hal itu kan hanya sedikit sekali.

Radio Nederland [RN]: Yang menerbitkan karikatur itu ya?
AW: Lha iya. Rakyat Denmark sih enggak. Pemerintah Denmark nggak. Pemerintah Amerika Serikat menyesalkan. Sri Paus menyesalkan. Semuanya nggak ada apa-apa kok. Uni Eropa.

RN: Maksudnya, kok repot-repot amat gitu ya? Artinya, tidak usah dikomentari begitu?
AW: Nggak usah. Cukup begitu aja.

RN: Tapi ini kan ada korbannya, ada hati ummat yang tersayat, ada jutaan ummat yang tersinggung.
AW: Ah, itu sih omong kosong. Itu bikin-bikin aja. Dari 900 juta kaum muslimin di seluruh dunia, nggak ada tiga juta yang tersinggung kok. Yang lain nggak.
*aih, angka 3juta darimana ya?? Gus Dur nampaknya ‘terpengaruh’ oleh lelaki 68% 😉 *

RN: Cuma tiga juta yang tersinggung gitu ya?
AW: Iya, lainnya nggak ada, nggak apa-apa. Mana kaum Muslimin berkomentar? Nggak ada.

RN: Jadi menurut Gus Dur, itu wajar-wajar saja reaksi seperti itu?
AW: Ya bukan wajar, kita marah, kita protes. Tapi berhenti di itu, jangan berbuat tindakan macam-macam.

RN: Marah boleh, tapi tidak usah protes kekerasan?
AW: Iya.

RN: Tapi betul kan, ada jutaan ummat tersayat, tersinggung hatinya?
AW: Ah, itu sih, ummatnya sudah nggak ada, cuma segitu-gitu kok. Yang lainnya itu hanya ngaku-aku aja.

RN: Yang ramai di jalanan itu, yang bakar kedutaan?
AW: Ah itu cuma beberapa orang kan. Saya bilang, di seluruh dunia itu, hanya paling tinggi tiga juta orang.

RN: Itu jihad-jihad yang perlu dijahit ya?
AW: Tadi ditanya oleh televisi dari Denmark. Datang ke sini, terus nanya, gimana? Jawab saya: Denmark itu harus menyadari sebabnya apa. Karena rakyat kita begitu. Karena rakyat kita ini yang terdidik sedikit sekali. Nah sekarang, kalau Denmark mau mengadakan cara yang baik. Ya, perbanyak aja pendidikan. Kesempatan bersekolah Denmark diperbanyak gitu.

RN: Gus Dur, kalau nggak salah, tahun 1992 atau 1993, kasus Arswendo dengan angket pendapat itu, menempatkan Nabi Mohamad Muhammad pada peringkat ke-9 itu ya. Ketika itu Gus Dur berkomentar, ah Tuhan ataupun Nabi Mohamad Muhammad kan tidak perlu dibela?
AW: Endak perlu dibela. Sekarang juga begitu. Menurut saya nggak perlu dibela.

RN: Nggak perlu dibela ya?
AW: Ya, kalau kita tersinggung, ya, Anda, juga saya sendiri emosional.

RN: Tapi tidakkah perlu satu solidaritas dengan ummat yang tersinggung, tapi sekaligus…
AW: Ya, protes itu solidaritas. Tapi kalau mau mengrusak karena itu, itu kan nggak benar.

RN: Sekaligus mengimbau, jangan protes kekerasan. Tapi solidaritasnya bentuk apa?
AW: Ya, kirim surat. Memberitahu. Umpama, kalau mau demo di Kedutaan Denmark, sudah silakan. Tapi harus bisa mengendalikan diri.

RN: Tapi Gus Dur, ini ada pihak fundamentalis, atau pihak Muslim tertentu.
AW: Lha iya, ya udah, biarin aja. Memang begitu itu. Itu yang goblok itu ada.

RN: Itu goblok ya?
AW: Ya, mau diapain. Antara yang mengerti dan yang tahu itu harus dibedakan. Ada yang lebih fundamental. Tidak adanya demokrasi. Tidak berjalannya hukum. Masih bodoh-bodoh. Kebutuhan pokok kurang. Banyak sekali yang masih bisa diurusi.

Demikian Gus Dur kepada Radio Nederland. ***

Iklan

99 Komentar »

  1. Duh…

    No comment dah!!!

    hehehe..

    Komentar oleh vnuz — Februari 22, 2006 @ 2:19 pm | Balas

  2. Kalo kita mikir nasionalisme, orang besar mikir internasionalisme 🙂

    heheh..tepat sekali akhi Abud 🙂

    Sebagian besar dari kita(mungkin juga saya) masih merasa disakiti adalah perang. Padahal nabi selalu berusaha menghindari jalan peperangan. Kata-kata GusDur ada benarnya, bahwa kita boleh sakit hati, tapi jangan membalas dengan kekerasan 🙂 Dikhawatirkan justru kitalah yang akan memulai peperangan 😐

    tepat sekali…nampaknya ada yg berusaha mengail di air keruh…

    Tapi diskusi masalah ini merupakan masalah sensitif, jadi sebaiknya tidak dikonsumsi untuk tingkat pemahaman yang beragam 🙂

    setuju…:) terima kasih komentarnya 🙂

    Komentar oleh abud — Februari 24, 2006 @ 10:22 am | Balas

  3. sebelum membaca komentarnya Gus dur saya termasuk orang yg emosi terhadap karikatur itu, tp setelah membaca berita ini, saya berpikir ulang dan merenung ternyata tidak harus kita itu emosi tapi kita itu harus marah dan protes.
    gus dur adalah orang yang punya pemikiran lebih maju dari pada kebanyakan orang dan pendapatnya itu menurut saya benar soalnya daripada emosi yang akhirnya berbuat kekerasan. benar apa yg dikatakan AA Gym kita itu harus mulai dari hal yg kecil, mulai dari diri sendiri . dan mulai saat ini. kita tanyakan kepada mereka yg berbuat kekerasan apa dirinya itu dah baik apa belum.

    tepat sekali mas Ginanjar… 🙂

    Komentar oleh ginanjar — Juli 7, 2006 @ 7:10 pm | Balas

  4. AH GUSDUR ITU [sensor].

    mas Penjol, harap gunakan bahasa yg santun 🙂

    Komentar oleh penjol — Agustus 9, 2006 @ 1:55 am | Balas

  5. setuju Kyai Dur….Hidup Gus Dur…,makanya kita pintar2….jangan sok pintar….OK

    terima kasih komentarnya, mas Abidin 🙂

    Komentar oleh abidin — Agustus 20, 2006 @ 5:02 pm | Balas

  6. Ini salah satu bukti lagi tentang kewalian gusdur !
    Yang cukup arif dan bijak dalam menanggapi sesuatu kemajemukan. Walaupun gusdur juga kecewa dan mungkin marah seperti umat Islam lainnya, itu saya yakini.
    Tapi tetap sejuk !
    Saya salut gus !
    Selamat berjuang gus, untuk menggapai ridlo Alloh SWT !

    Komentar oleh Miftahudin — September 7, 2006 @ 1:21 pm | Balas

  7. kalau memang nggak ada yang merasa sakit hati ya susah masa nabi dan rosulnya tidak dibela lantas kita ini MUSLIM ATAU BUKAN SIIIIIIIIH

    Komentar oleh rangga — September 9, 2006 @ 8:45 pm | Balas

  8. pemikiran yg untuk kesekian kali berguna untuk kemajuan bangsa umunya dan umat islam khususnya.kenapa..??yach mesti dong sbg umat muslim kita harus punya pemikiran & tindakan yg tanpa embel-embel hawa nafsu…bukankah hawa nafsu adalah musuh plg menakutkan diri kita,bukan denmark,amerika,inggris,ataupun yang lainnya…apakah kita ini muslim..?ah,..atau kita hny ngaku2 muslim..?Sangat kita butuhkan pemikiran2 dr seorang kyai sprti Gus Dur…HIDUP..GUS DUR…!!!!

    Komentar oleh fahrul — September 12, 2006 @ 3:22 pm | Balas

  9. Benar skali itu yang dikatakan oleh gusdur,dan tepat skali apa yg disampaikan gusdur bahwa “Allah dan Muhammad ndak perlu dibela”.Orang2 kebanyakan t1dak mengerti dan memahami bahwa “sesungguhnya Allah dan Muhammad itu jelas2 tidak bisa diperbandingkan dgn manusia pd umumnya”,jd kl pun Muhammad ditempatkan di peringkat nomer 9 ataupun bahkan nomer kesekian kalinya…. “itu tidak ada artinya dan tidak berarti apapun bagi Allah dan Muhammad”.Karena manusia semuanya “hanya kecil sekali” disisi Allah (kecuali umat yang beriman kepadanya) dan “Muhammad adalah yg telah dimuliakan disisi Allah “( hanya Muhammad yg telah dijamin masuk surga oleh Allah krn telah diampuninya dosa2nya).Pahamilah kaum muslimin dan muslimat hal itu dgn keimanan dan akal budi yg jernih.

    Komentar oleh riefants — September 20, 2006 @ 2:31 pm | Balas

  10. filsafat strukturalis… mungkin itu dasar pemikiran gusdur, pd daarnya kami sepakat…
    hidup gusdur!!

    Komentar oleh rizal — September 28, 2006 @ 6:33 am | Balas

  11. saya setuju seperti apa yang di komentarkan riefants…banyak orang marah karena kedholiman(saya juga marah). tapi apa perlu kita kerahkan massa untuk merusak. justru mereka yang terjebak. yang secara tidak langsung mengajak kita(yang nonton tivi)suruh ikut marah, nglemparin batu ke rumah orang. aku malah ketawa. ngaku bela Nabi? bela diri nglawan sapi gila aja takut. sholat tuh di benerin. saya bilang sholat bagi saya nomer dua, kalian marah ndak saya bilang gitu. hanya orang islam aja yang bisa khuznudhon terhadap Gusdur. gitu aja kok repot…hidup Gusdur

    Komentar oleh bayoe — September 30, 2006 @ 12:37 am | Balas

  12. Benar khan Gus Dur orang yang sangat luas wawasannya…! Emang ada segelintir moslem yang masih saja pada tingkat syariat -keislamanya- tapi sering tampil radikal dan sok pembela Islam. Mari kita teladani Gus Dur !

    Komentar oleh Gus Ronnie — Oktober 3, 2006 @ 8:51 pm | Balas

  13. Saya udah bilang dari dulu orang yang paling luas wawasannya cuma gusdur selain itu saya ga pernah nemuin lagi tu,ya sekarang banyak orang tahu islam tapi ga ngerti islam makanya saya himbau pada orang muslim sedunia hususnya orang indonesia yang memandang orang cuma sebatas fisik dan materi,tapi pengetahuan dan pendidikannya nol besar……..alhamdulillah allah masi melestarikan seorang kiayi yang alim dan berwawasan ……hidup gusdur……amin!

    Komentar oleh ahmad rijai — Oktober 17, 2006 @ 5:20 pm | Balas

  14. Enggak usah urusi Agama!,Moral dlsb rakyat masih susuah ..sembako mahal…..Mirip PKI slogannya ya?

    Komentar oleh bmw — Oktober 18, 2006 @ 10:23 am | Balas

  15. Kalau reaksi saya kepada karikatur nabi Muhammad s.a.w., saya yakin bahwa ada dua kemungkinan yang terdapat didalam hati umatnya: 1.Karena cinta yang berlebihan kepada nabi Muhammad s.a.w. yang sudah wafat 1427 tahun yang lalu. 2. Karena musrik yang berlebihan kepada nabi Muhammad s.a.w. tetapi dirinya tidak sadar, berdasarkan Ali Imran (3) ayat 80 dan At Taubah (9) ayat 31 dan Az Zumar (39) ayat 45. Fahami dengan logika akal yang benar dan resapi dengan hati yang suci dengan pertanyaan: Mana lebih mulia: Shahadat Tauhid atau Shahadatain. Inilah tanggapan saya dan inilah yang benar menurut isi kitab suci -Soegana Gandakoesoema.

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema — Oktober 26, 2006 @ 7:52 pm | Balas

  16. Gus Dur….MANTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAP !!!!!

    Komentar oleh f4tih — Oktober 30, 2006 @ 3:25 pm | Balas

  17. Sehubungan dengan komentar no.15, tentang musrik kepada nabi saya garis bawahi, bahwa: 1.Musrik itu wajib dibunuh dengan hujjah ilmu pengetahuan Agama Allah Tunggal sesuai At Taubah (9) ayat 5; 2.Musrik itu adalah najis sesuai At Taubah (9) ayat 28; 3.Musrik itu wajib diperangi dengan hujjah ilmu pengetahuan Agama Allah Tunggal sesuai At Taubah (9) ayat 36; 4.Musrik itu jangan didoakan sesuai At Taubah (9) ayat 113; 5.Musrik kepada nabi itu tidak diampuni oleh Allah dan akan musrik sampai mati sesuai An Nisaa (4) ayat 48,116. -Soegana Gandakoesoema-

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema — November 11, 2006 @ 9:32 am | Balas

  18. kemuliaan manusia hanya Allah yang tahu, diantara kita umat Muslim ada yang dimuliakan karena hubungan dengan sesama, baik seagama, lain agama.\
    Hidup di dunia ini tidak ada yang sulit, semua sudah jelas terlihat.
    ALLAH MAHA MENGETAHUI….

    Komentar oleh fahmi — November 15, 2006 @ 8:02 pm | Balas

  19. GOD BLESS YOU, GUS DUR, bukan hanya di bidang Politik Nasional (DPR RI) aja kelakuannya seperti anak2 TK, juga di bidang antar Agama Internasional, khususnya kita2 nih cucu2 Abraham, kelakuannya persis kaya anak2 TK, kapan mau jadi dewasa dan bersinergi menemukan kembali Firdaus?

    Komentar oleh Richard A.N. — November 17, 2006 @ 12:41 am | Balas

  20. Hai.
    Saya hanya ingin mempertegas.bahwa didalam ilmu ushul fiqh.ada hukum yang menyatakan..kalau ada 2 permasalahan,dimana masalah yang satu dengan yang lain sama2 penting maka kita harus mendahulukan yang mempunyai madharat yang lebih besar.
    masalah karikatur jangan dijadikan suatu permasalahan yang besar.Masih banayak permaslahan2 yang lain yang lebih besar.kita sebagai umat islam memang harus marah.harus itu!!!!tetapi kita harus mengendalikan kemarahan itu dengan melakukan tindakan yang positif ataupun protes dengan maksud agar penghinaan seperti ini tidak terulang lagi..jangan malah melakukan tindakan yang merusak.
    Gitu AAja ko’ repot!!!!

    Komentar oleh Moh. Ari gusyanto — November 20, 2006 @ 9:36 pm | Balas

  21. radikal dan moderat ,keras dan lunak ,,,,,menurut saya adalah reaksi yang saling melengkapi……….jangan saling menyalahkan atau membanggakan diri,,,,,bukankah perpecahan umat ..adalah tujuan..mereka..satan denmark!!!

    Komentar oleh wiranto — November 25, 2006 @ 1:48 am | Balas

  22. memang harus seprti gus dur sifat seorang muslim , krn meskipun sifat manusia seperti bust presiden as sekalipun , tdk boleh kita bunuh , krn bust juga ciptaan TUHAN , cukup kita doakan saja.

    Komentar oleh ali — November 26, 2006 @ 11:47 pm | Balas

  23. gus dur TOP BGT….

    Komentar oleh eny — November 28, 2006 @ 2:34 pm | Balas

  24. Kalo orang kayak gusDur hidup jaman Rosul
    masuk golongan mana yah
    Mu`min
    Muslim
    munafik
    kafir
    Wallahu`alam

    Komentar oleh iNoel — Desember 18, 2006 @ 9:27 am | Balas

  25. Pro Gus Dur

    Komentar oleh Amad — Februari 19, 2007 @ 8:54 am | Balas

  26. he … he Gusdur mutiara hitam bangsaku . . . semoga sejarah mencatat dengan benar semua kemuliaan hati dan kebenaran kata-katamu. . . Kresna walaupun berwajah butho TETAP KRESNA

    Komentar oleh thoriq — Maret 2, 2007 @ 11:06 am | Balas

  27. sebagai kyaiyang mempunyai nama besar tak pantas berbicara demikian kasian umat tau…….

    Komentar oleh ferry hadiyanto — Maret 12, 2007 @ 10:20 am | Balas

  28. Menanggapi komentar no. 24, Gusdur adalah termasuk orang yang takwa, artinya memuliakan shahadat tauhid dari pada shahadatain, menurut Az Zumar (39) ayat 45. Wasalam, Soegana Gandakoesoema.

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema. Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi. — Maret 17, 2007 @ 7:12 am | Balas

  29. Asslm….,Aku sangat bangga, salut dengan apa yang dikatakan oleh GusDur. dengan demikian ku berharap kita semua bisa mencontoh dari pemikiran, sifat, dan sikap dari Gus Dur, agar kita tidak berbuat sesuatu yang seenak kita sendiri…Ok??!!!. I LOVE GUSDUR……….Wassalm….

    Komentar oleh Pahlevi — April 5, 2007 @ 6:13 pm | Balas

  30. ngalor ngidul ngetan ngulon, pokoknya Gus Dur 3x

    Komentar oleh baihaqi — April 12, 2007 @ 7:44 am | Balas

  31. Tanggapan dari Gusdur itu saya sangat setuju, saya sebagai seorang Muslim juga marah dan protes terhadap Karikatur Nabi Muhammad saw tersebut. tapi kita tidak boleh melakukan aksi atau tindakan kekerasan yang justru memberi kesan bahwa Agama Islam itu Radikal, keras. Mari kita Berpikir positif, dan tenang dalam menghadapi masalah yang sensitif tersebut.

    Komentar oleh Anis Alkaff — Mei 4, 2007 @ 11:27 am | Balas

  32. sayang sekali,seorang gusdur ko ngomongnya gtu…….!!!!!!!!!bukan masalah nabi&Allah perlu dibela/nda,tp rasa cintalah yang membuat hati sakit.gimana kalau istrinya sendiri yang dihina?????????Palagi ini Kekasih Allah!!!!!!!dimana rasa cintamu umat????!!!!

    Komentar oleh nha — Mei 26, 2007 @ 2:51 pm | Balas

  33. Ada yang gak beres dengan otak Gusdur, masa hanya 3 juta umat Islam yang tersinggung. Asal ngejeplak gak punya otak. Jelas-jelas 999.999.999 umat Islam yang tersinggung. Cuma 1 yang nggak, yaitu Gusdur sendiri..

    Puas..puas..!

    Komentar oleh Wong Katro' — Juni 8, 2007 @ 9:35 am | Balas

  34. Sekali lagi Gusdur menyakiti hati umat Islam, dengan komentarnya yang lebih memihak orang-orang kafir. Seolah-olah Gusdur menyetujui penghinaan tersebut. Saya sangat meragukan ke-ulamaan Gusdur. Bukannya mengutuk penghinaan, malah menghina yang bereaksi (demo).. Sampai mengatakan Gob**k terhadap sesama umat Islam. Umat Islam mana yang tidak akan sakit hati. Jelas-jelas ini adalah penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Hanya hati orang yang hatinya sakit (salah satunya karena banyak bermaksiat) yang tidak tersakiti oleh penghinaan tersebut. Hanya orang yang tidak mempunyai izzah (bangga) terhadap Islam yang bisa berkata seperti itu.
    Dan mengapa masih banyak orang yang mendukung Gusdur? Saya curiga yang posting komentar diatas yang mendukung Gusdur jangan-jangan bukanlah orang-orang Islam.
    Bukan ingin membenarkan cara kekerasan, karena Kekerasan memang bukan cara Islam, tapi kekerasan tersebut dipicu oleh kekerasan (penghinaan) oleh orang-orang kafir. Umat Islam tidak pernah memberikan pipi kiri bila ditampar pipi kanan. Umat Islam mempunyai harga diri. Hanya orang yang telah menjual harga dirinya yang tidak mempunyai harga diri. Sehingga merasa tenang-tenang saja ketika agamanya di injak-injak di depan matanya..

    Komentar oleh Syammil — Juni 8, 2007 @ 12:35 pm | Balas

  35. PEMIKIRAN ORANG BESAR HARUS DICERNA DENGAN PIKIRAN YANG BESAR BELAJAR SEBELUM KOMENTAR…GUSDUR TELAH BELAJAR
    KAMU JANGAN KURANG AJAR..

    Komentar oleh degooh — Juni 16, 2007 @ 12:19 am | Balas

  36. Kalau memang anda semua percaya Muhammad adalah nabi dan rasul, maka sebenarnya Muhammad tidak butuh pembelaan saudara-saudara. Logiskan?

    Komentar oleh Damai — Oktober 4, 2007 @ 11:09 am | Balas

  37. apa yang dikatakan gusdur itu bener aje dah (kalo kita bener2 gak ada pikiran/gila),sebab inul goyang aja halal,memang Allah & Muhammad tidak perlu dibela tapi akan banyak injak2an untuk islam yg belum terlontarkan contoh satu lagi yang baru terjadi akhir2 ini, Islam, lagi-lagi menjadi korbannya. Kali ini, penghinaan itu dilakukan sebuah perusahaan Itali yang khusus memproduksi berbagai kebutuhan pembuatan toilet. Salah satu produknya adalah toilet duduk dengan penutup luarnya untuk menghindari kemungkinan munculnya bau. Penghinaan terhadap Islam dilakukan, karea perusahaan tersebut menuliskan ayat kursi lengkap di penutup toilet tersebut (swaramuslim.com), sampai kapan kita akan diam dan di injak2 Dur …. Jihad satu-satunya jalan. Karena Allah Tuhan kami Dia tujuan kami, Muhammad sang Rasullulah dia tauladan kami, Al-Quran pedoman kami, Jihad jalan juang kami, mati syahid harapan kami. Jangan dengerkan celoteh2 kosong Gus Dur ayo umat Islam rapatkan barisan. Takbir Allahu Akbar …. Allahu Akbar … Allahu Akbar

    Komentar oleh Faried Fadillah — Oktober 29, 2007 @ 6:06 pm | Balas

  38. ISLAM ADLH AGAMA YG CINTA DAMAI, BERPIKIRLAH DAN BERTINDAKLAH SECARA TENANG DAN DAMAI!!!

    Komentar oleh BLIE — November 2, 2007 @ 12:54 am | Balas

  39. anda yang mendukung gus dur ini kok aneh, padahal jelas-jelas gus dur dengan komentarnya itu mempunyai latar belakang yang melenceng dari agama islam contohnya dia mendukung JIL, jadi presiden korup, dll.
    para antek gus dur jangan terlalu membela omongan pimpinan anda yang kadangkala ngawur (katanya orang “wali”)
    kalo gus dur bilang bahwa langit itu ungu masak kalian bela sampai mati pula

    Komentar oleh fuad — November 2, 2007 @ 10:42 am | Balas

  40. Sudah, kaum muslimin sekalian jangan terpancing dengan debat seperti ini. Qta sama2 tahu bagaimana latar belakang KH.Abdurrahman Wahid, pemikiran beliau, afiliasi beliau, sampai gaya berbicara beliau. Qta memang sakit, sebagaimana kehormatan umat ini disakiti oleh penghinaan terstruktur n sistematis kaum Barat. Qta memang jauh lebih sakit kalo ternyata ada sebagian kaum muslimin tidak ‘merasa sakit’ dengan kasus ini. Bahkan atas nama toleransi beragama diartikan kebebasan dan permakluman sebesar-beasrnya atas penghinaan dan terinjaknya izzah Islam. Tapi KH.Abdurahman Wahid tetaplah beliau apa adanya, ya muslim juga. Selama masih mendirikan sholat dan berada pada kaidah syahadatain, ya tetap sodara kita. Ayo doakan agar beliau diberi hidayah (ingat bagaimana orang sekuler macam Umar bin Khattab dan Sayyid Quthb bisa kembali pd jalan yang lurus). So. stop discuss ini kalo cuma mau nurutin amarah ya. Ayo dakwahkan agama ini dengan santun n bermartabat. Bukan atas taklid (pokoke asal mbela), ta’ashub (fanatik berlebihan), apalagi kosong ilmu…Peace!

    Komentar oleh redza — November 8, 2007 @ 4:13 pm | Balas

  41. Bahwa kita memang marah karena Rosul telah dihina. Namun jika kita gunakan kekerasan untuk melampiaskan kemarahan kita, harus diakui bahwa itu memang goblok. Alloh dan Rosul-Nya tidak perlu dibela sebab justru Alloh dan Rosul-Nya-lah yang akan membela umatnya. Kita ini gak punya kekuatan apa-apa (kekuatan hanya milik Alloh). Tanpa dibela pun Islam akan menang

    Komentar oleh hindin — November 24, 2007 @ 8:09 am | Balas

  42. Gus Dur?
    Kenapa harus dimasalahkan lagi. Sudah Jelas kan?
    Gus Dur, biarpun begitu tetaplah Gus Dur.
    Kenapa mesti bawa pentungan segala?
    Kan masih ada otak yang bisa diajak mikir?
    Untuk Saudara2ku dari FPI,
    Jangan samakan antara jihad dengan perang dong….pliss dong ah! Jihad kok keliatannya ngeri?
    Jadi tolong, untuk Saudara2 di FPI percantiklah jihadmu itu.
    salam

    Komentar oleh ribut achwandi — November 28, 2007 @ 10:15 pm | Balas

  43. yg posting membela Mr. Dur sama kafirnya dengan beliau, beliau bukan kyai, beliau hanyalah da’jal yang turun untuk membuat kekacauan umat, bukankah sudah jelas ciri-ciri datangnya kiamat, ya itu turunnya Mr. Dur ke muka Bumi

    Komentar oleh Abu Jibril — Desember 25, 2007 @ 12:57 pm | Balas

  44. Gus Dur = bukan pembela Islam
    Gus Dur = pengacau Islam
    Gus Dur = antek Yahudi dan musuh Islam

    Kepada yang membela Dus Dur, saya gak ngerti Jalan pikiran anda semua. Anda Islam bukan? anda masih shalat gak? anda masih bisa jauhi yang haram2 kan? Kalo semua jawabannya Iya. Berarti masih Islam…ayo kita doakan semoga Si Dur ini kembali ke Jalan Allah dan Islam.

    Komentar oleh Ritya — Februari 5, 2008 @ 4:34 pm | Balas

  45. para pembela gusdur kalian adalah para penerus kaum yahudi di indonesia…
    kalau gusdur emang muslim sejati kok dia membela kaum yang menghina agamanya..
    kalo emang kiai mau2nya di baptis sampai beriubu umat kristen..
    sok berpikiran realistis n modern…
    saya heran bisa liat aza enggak tapi bicaranya udah sok pahlawan..
    buta mata buka berarti bukan harus buta hati dunk…
    hoho..
    tolong jangan di sensor yaw..

    Komentar oleh ukhti — Maret 5, 2008 @ 1:58 pm | Balas

  46. Hidup GUS DUR ku TERSAYANG. Gus… Tuhan meberkatimu. Pandanganmu sangat luas dan memberi kesejukan di hati. Perkataan Gus yang tidak akan pernah saya lupa di sepanjang kehidupan saya, ” HANYA ITU AJA KOQ REPOT-REPOT…!!! dan “Anggota dewan itu tidak bedanya dengan taman kanak-kanak”. Memang, Indonesia dan Dunia sangat n sangat butuh GUS DUS. Biar matanya tidak melihat, tapi penglihatan dalam hatinya jauh lebih tajam dan terang. I Love U, Gus Dur

    Komentar oleh oegaul — Maret 14, 2008 @ 8:21 pm | Balas

  47. Assalamu ‘alaikum wr.wb
    Inilah awal dari keruntuhan umat islam, keterpurukan umat islam. dari pemikiran2 spt gusdur. Dah menghina Al qur’an, sekarang juga menyakiti kaum muslimin dengan membiarkan seseorang menghina Rasul.
    Orang macam ini kok dibela2in, emang apanya yg dilihat?
    Mungkin jika dia hidup di jaman nabi, sudah dibunuh ma para shahabat.
    Yg bilang2 masalah jihad yg gak tau jihad, gak usah menafsirkn yg macam2. Kalo mo bicara masalah jihad, bacalah dulu perihal yg menjelaskan ttg jihad beserta kitab2nya, jangan asal komentar.
    Rasul pun sudah mengatakan bahwa utk menegakkan islam hanyalah dengan dakwatu wal jihad (dengan dakwah dan jihad)
    Saat islam diinjak2 maka sudah saatnya kita bersikap tegas, jangan ngaku2 kayak singa, tapi singa yg ompong+sakit2an jd gak bisa apa2.
    Memang kita harus banyak memperdalam ilmu ttg tauhid shg tau akan konsekuensi dari ketauhid-an itu.
    “Isy Kariiman Au Mut Syahiidan”
    Wahai para mujahidin, semoga bagi kalian rahmat dan keberkahan dari Allah atas perjuangan kalian dan semoga keberkahan yg besar bagi siapa saja yang bisa membunuh kafir denmark yg telah membuat karikatur Rasul.
    wassalamu ‘alaikum wr.wb

    Komentar oleh ibnu syahid — Maret 24, 2008 @ 1:59 pm | Balas

  48. ISLAM AGAMA YANG LUAS DAN LUWES

    Komentar oleh faqieh — Maret 27, 2008 @ 11:46 am | Balas

  49. gus dur ko didengerin……cpe dehhhhh

    Komentar oleh squid — Maret 31, 2008 @ 8:19 am | Balas

  50. gus dur mengobati luka hati umat islam yang terburu kebakaran jenggot. padahal itu merupakan tugas gus dur untuk menyebarkan islam secara lugas dan terpercaya.
    ingat gus dur itu orang politik jadi menurut penilaian saya ada sangkut pautnya dengan strategi beliau tentang islam.
    pa kita mau umat islam dihina terus ?
    rosul tidak marah ketika dicaci maki bahkan dilempari dengan tai. tapi umat islam sekarang dikit-dikit marah. jadi jangan heran jika besok umat islam banyak yang di bantai dengan alasan yang gak jelas gitu.
    habis umat islam sendiri sich yang salah gak pakai otak dan strategi.
    keburu emosi melulu..
    coba kalau kita dengan santun menjelaskan
    pastinya mereka akan tahu..
    ingat strategi yahudi untuk menilai seorang itu benar atau tidak benar dilihat dari kuat dan tidaknya menahan marah. sehingga mereka sering ngetes. jika tidak lulus siap-siaplah umat islam dilecehkan.
    gitu aja kok marah.
    hehe..
    umat islam bekelailah aku pasti senang. sebab sebentar lagi kalian akan menuju ajal dari tingkah polah kalian sendiri.
    gue takuuuuuuuut banget dengan gus dur.. sebab dia mengerti siapa gue.

    Komentar oleh sina — April 10, 2008 @ 11:42 pm | Balas

  51. 1. Bentuk-Bentuk Menghina Rasul

    Imam Ibnu Taimiyah dalam bukunya “Ash Sharim Al Maslul ‘ala Syatimi Ar Rasul” telah menjelaskan batasan tentang tindakan orang-orang yang menghujat Nabi Muhammad saw. Sebagai berikut:

    “Kata-kata yang bertujuan menyalahkan, merendahkan martabatnya, kemudian melaknat, menjelek-jelekkan, menuduh Rasululullah saw. tidak adil, meremehkan serta mengolok-olok Rasulullah saw.”

    Ibnu Taimiyah menukil pendapat Al Qadlo ‘Iyadl yang menjelaskan bentuk-bentuk hujatan Nab saw. sebagai berikut:

    “Orang-orang yang menghujat Rasululah saw. adalah orang-orang yang mencela, mencari-cari kesalahan, menganggap pada diri Rasul saw. ada kekurangan atau mencela nasab (keturunan) dan pelaksanaan agamanya. Selain itu, juga menjelek-jelekkan salah satu sifatnya yang mulia, menentang atau mensejajarkan Rasululah saw dengan orang lain dengan niat untuk mencela, menghina, mengecilkan, memburuk-burukkan dan mencari-cari kesalahannya. Maka orang tersebut adalah yang orang yang telah menghujat Rasul saw. terhadap orang tersebut, ia harus dibunuh . . .”

    2. Vonis mati

    Imam Asy Syaukani menukil pendapat para fuqaha antara lain pendapat Imam Malik yang mengatakan bahwa orang kafir dzimmi seperti Yahudi, Nashrani, dan sebagainya, yang menghujat Rasulullah saw. terhadap mereka hars dijatuhi hukuman mati, kecuali apabila mereka bertaubat dan masuk Islam. Sedangkan bagi seorang Muslim, ia harus dieksekusi tanpa diterima taubatnya. Imam Asy Syaukani mengatakan bahwa pendapat tersebut sama dengan pendapat Imam Syafi’i dan Imam Hambali.

    Imam Asy Syaukani dalam kitab “Nailul Authar” jilid VII, halaman 213-215, mengemukakan dua hadits tentang hukuman bagi penghinaan Rasulullah saw.

    Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. yang berbunyi:

    “Bahwa ada seorang wanita yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya”. (HR Abu Daud)

    Ibnu Abbas telah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi, bahwa ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya itu tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Merasa tidak tahan lagi), lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian dia tebaskan ke perut istrinya dan ia hunjamkan dalam-dalam sampai istrinya itu mati. Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah swt kepada Rasulullah saw yang menjelaskan kejadian tersebut. Lantas , hari itu juga beliau saw. mengumpulkan kaum muslimin dan bersabda:

    “Dengan menyebut asma Allah, aku minta orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku; mohon ia berdiri.”

    Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai ia turun di hadapan Rasulullah saw, kemudian ia duduk seraya berkata:

    “akulah suami yang melakukan hal tersebut ya Rasulullah saw. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang padaku. Tetapi kemarin ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, lantas aku mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat sampai ia mati.

    Kemudian Rasululah saw. bersabda:
    “Saksikanlah bahwa darahnya (wanita itu) halal” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

    3. Siapa pengeksekusi?

    Empat belas abad yang lalu, tepatnya di kota madinah pada masa Rasulullah saw. ada seorang munafiqun yang bernama Abdullah bin Ubay bin salul. Ketika itu ia bersumpah:

    “Demi Allah, apabila aku kembali ke Madinah, tentu orang yang paling mulia akan segera mngusir orang yang paling hina.”

    Maksud Abdullah bin Ubay adalah bahwa dirinya yang ketika itu termasuk pemimpin di antara pemuka kalangan munafiqun yang menganggap lebih mulia daripada Rasulullah saw; dan bahwasanya Rasulullah Muhammad saw. itu adalah orang yang paling rendah martabatnya di antara mereka. Dengan demikian, beliau tidak layak lagi memimpin mereka. Begitulah maksud Abdullah bin Ubay.

    Berita tersebut didengar oleh Zaid bin Al Arqam, kemudian ia menyampaikannya kepada Umar. Umar sangat geram mendengar hal ini, lalu ia melapor kepada Rasulullah saw. Dengan menahan emosi, ia berkata, “Izinkan aku, ya Rasulullah, untuk membunuh orang itu, orang yang telah menyebarkan fitnah, agar aku dapat memancung lehernya.”

    Mendengar permintaan Umar itu, Rasulullah saw lalu bertanya, “Apakah engkau akan membunuhnya, bila kuizinkan engkau melakukannya?”

    Umar menjawab, :” ya tentu. Demi Allah, jika engkau memerintahkan kepadaku untukmembunuhnya, maka aku akan memancung lehernya, (sekarang juga).

    Rasulullah saw berusaha menenangkan emosi umar, seraya berkata “Duduklah dulu”.

    Tak lama kemudian, datanglah salah seorang terkemuka dari kalangan Anshar yang bernama Usaid bin Hudlair. Ia kemudian berkata “Ya Rasululullah, izinkanlah aku untuk memancung leher orang yang telah menyebarkan fitnah di tengah masyarakat itu”

    Kembali Rasulullah saw berlata persis seperti apa yang dikatakan Beliau kepada Umar: “Apakah engkau akan membunuhnya, bila kuizinkan engkau melakukannya?”

    Usaid bin Hudzair menjawab: “Ya tentu saja. Demi Allah, jika engkau memerintahkan kepadaku untuk membunuhnya, maka aku akan memancung lehernya, (sekarang juga).”

    Tetapi, lagi-lagi Rasulullah tidak mengijinkan Usaid melepaskan geramnya.

    Berbeda dengan itu, setelah usai Perang Badar, seorang gembong Yahudi bernama Abu ‘Afak terus menerus menampakkan permusuhannya pada Islam dan melakukan penghinaan pada Rasulullah SAW. Diantaranya ia menyuruh penyair untuk membuat sya’ir-sya’ir yang mengandung cacian, celaan, cercaan, dan penghinaan terhadap Nabi SAW. Mendengar hal ini, tanpa banyak komentar seorang sahabat bernama Salim bin Umar mendatangi rumah Abu ‘Afak. Kemudian ia menebaskan pedangnya di leher Abu ‘Afak sehingga seketika itu juga matilah dia.

    Juga pernah suatu waktu ada seorang Yahudi bernama Asma binti Marwan yang sangat membenci Islam. Ia selalu melontarkan perkataan-perkataan yang mengandung penghinaan terhadap Nabi dan Islam. ‘Umair bin ‘Auf, salah seorang sahabat Nabi mendatangi rumah Asma lalu menancapkan pedang ke dadanya. Ia pun mati. Mensikapi kedua kejadian terakhir ini Rasulullah SAW mendiamkannya.

    Nampaklah, sikap Rasulullah SAW tidak mengijinkan membunuh orang munafik Abdullah bin Ubay karena Beliau khawatir orang-orang mengatakan “Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya”. Bahkan Beliau bersedia menshalatkannya saat ia meninggal. Namun, Allah segera menurunkan larangan tentang hal itu (lihat surat at Taubah ayat 84). Sementara, untuk kasus lainnya, pengeksekusinya adalah para sahabat yang gagah berani dengan seijin Rasulullah sebagai Kepala Negara.

    Komentar oleh hanif — April 14, 2008 @ 7:48 pm | Balas

  52. Akhi/ukhti sina dan semuanya, bagaimana antum bisa berkata seperti itu???
    Saat Rasulullah Muhammad dihina, antum diam saja gak bereaksi, cuman nyuruh sabar. Tapi saat Gus Dur dihina antum langsung bereaksi, apakah derajat Gus Dur lebih dari Rasulullah???
    Ingatlah kita semua termasuk juga Gus Dur TIDAKLAH LAYAK MASUK SYURGA.
    TIDAKLAH LAYAK MASUK SYURGA. Orang masuk syurga HANYA karena rahmat Allah, jika ingin mendapat Rahmat Allah tentunya dengan bertaqwa kepadaNYA, menjalankan perintahNYA dan Menjauhi laranganNYA.
    antum menulis “gue takuuuuuuuut banget dengan gus dur.. sebab dia mengerti siapa gue”, bagaimana ini…???
    HARUSNYA HANYALAH KEPADA ALLAH LAH KITA TAKUT DAN BERSERAH DIRI, KARENA ALLAH YANG MAHA TAHU.
    Lantas jika antum bilang seperti tadi, apakah Gus Dur bisa melihat ke dalam hati antum?
    Ingatlah, hanyalah Allah yang bisa mengerti apa yang ada dalam hati manusia, karena Allah lah yang memiliki kita dan seisi alam raya.

    Komentar oleh hanif — April 14, 2008 @ 7:57 pm | Balas

  53. jihad tak lebih bagus dari sabar kalo jihad cuma masuk sorga kalo sabar basa bareng tuhan ame rosulnya , JELAS ! lo pade sok islam doang cuma pengen dibayar ame tuhan tar deh lo dapat surga gratisan karna lo masih pade islam….. hehehe gw sih sabar aje penting gw bisa ngejalanin syariat yang dibawa BAGINDA ROSUL MAHLUK ALLAH YANG PALING MULIA SAMPAI SIRNA KATA SAMPAI DAN TIADA MENJADI ADA hehehheh jd kemana-mana nih brewex……….

    Komentar oleh brewek_01 — April 17, 2008 @ 9:36 am | Balas

  54. “Dikatakan,”Wahai Rasulullah,Amal apa yang dapat menyamai jihad fi sabilillah?Nabi bersabda,”Kalian tidak mampu melaksanakanya.”lalu mereka mengulang pertanyaan itu dua atau tiga kali lagi,dan semua dijawab,”Kalian tidak mampu melaksanakanya.”!lalu nabi bersabda,”Perumpaan mujahid fi sabilillah seperti orang yang shaum dan sholat malam dan membaca ayat-ayat Alloh dan tidak berhenti melakukan shiyam dan sholat sampai seorang mujahid fi sabilillah kembali.”(HR.Tirmidzi dan menghasankannya dari Abu Hurairah)

    “Pokok pangkal dari urusan ini adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya yang tertinggi adalah jihad.” [Isyarat kepada hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari shahabat Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang pokok pangkal dari semua urusan, tiangnya dan puncaknya yang tertinggi?” Aku berkata: “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Pokok pangkal dari urusan ini adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya yang tertinggi adalah jihad.” (HR. At-Tirmidzi dan beliau mengatakan: “Hadits hasan shahih.”)

    ini adalah dasar hadist yang menyatakan jihad adalah ibadah tertinggi.

    Utk akhi brewek, bisa antum kasih gak hadist yg menjelaskan ttg jihad tidak lebih baik dari sabar kalo jihad cuma masuk sorga kalo sabar basa bareng tuhan ame rosulnya…???
    Jangan asal ngomong doank, antum gak tahu tentang makna jihad jangan asal ngomong tentang jihad.

    Jika dasar antum adalah hadist berikut ini :
    Nabi SAW bersabda, “Kita telah kembali dari perang kecil (al-jihad al-asghar) menuju perang besar (al-jihad al-akbar)”. Ketika para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan perang besar itu?” Nabi menjawab, “Perjuangan melawan hawa nafsu!”

    maka antum harus lebih banyak lagi thalabul ‘ilmi terutama ttg hadist. Hadist tersebut adalah hadist dho’if, bahkan maudhu’ / palsu karena bukan dari Rasul.
    Menurut Ibn Hajar al-Asqalani hadis tersebut bukan ucapan Nabi saw., melainkan perkataan Ibrahim bin Ablah.
    hadist diatas oleh Al baihaqi dikatakan sebagai Doiful sanad karena adanya kelemahan pada sanadnya yaitu khalaf bin muhamad bin sulaiman bin khiyam yang menurut Al hakim hadistnya tak bisa dipakai.dan menurut Abu ya’la Al-kholil kadang-kadng ia berdusta karena menyampaikan hadist yg terputus sanadnya.dan menurut imam taimiyah hadist tersebut hanya sampai pada generasi tabi’in yaitu ibrahim bin abi ablah.yang menurut syaikul islam ibnu taimiyah ‘kepribadianya bisa dipercaya’ hanya saja hadistnya terputus.

    KALOPUN seandainya hadist itu shahih, maka jihad jauh lebih bagus karena bukan hanya berkorban nyawa sebagai taruhannya, tapi juga kesabaran yg luar biasa. bagaimana seorang mujahid dituntut utk hidup apa adanya, baik makan, minum dll. serta mereka harus menahan diri dan bersabar berpisah dengan keluarga demi meninggikan kalimat Allah.
    Bagaimana antum bisa berkata demikian akhi brewek.
    Banyak2lah belajar sebelum mengucap, atau lebih baik diam jika tidak tahu, diam adalah saran terbaik dari Rasul bagi yg tidak tahu.
    Afwan katsiro

    Komentar oleh hanif — April 20, 2008 @ 6:19 pm | Balas

  55. akhi brewek, bagaimana antum bisa menjalankan syariat islam yg dibawa Rasul, jika antum tidak tahu tentang syariat itu sendiri. Jihad adalah juga syariat islam, islam bisa di tegakkan hanya dengan dakwah dan jihad.

    Komentar oleh hanif — April 20, 2008 @ 6:21 pm | Balas

  56. aku suka cara pak gus merintah negri ini, semoga indo maju karena pak gus.

    Komentar oleh husein — April 22, 2008 @ 8:15 am | Balas

  57. Selama negeri ini masih menggunakan hukum buatan manusia yg banyak menyalahi syariat maka TIDAK AKAN PERNAH BISA MAKMUR..!!!!
    Allah adalah pencipta manusia, Allah adalah Segala2nya bagi manusia. Allah lah yg Maha Tahu atas apa yg terbaik bagi manusia, apa yg dibutuhkan manusia dan apa yg bisa mengatur manusia. Utk itulah mengapa Allah menurunkan dienul Islam dengan Al Qur’an dan As Sunnah sbg undang2nya dan Rasul sbg suri teladannya.
    Siapapun yg memimpin, selama masih belum menggunakan syariat Islam yg jg berarti mengkufuri Allah maka TIDAK AKAN PERNAH MAKMUR negeri ini.
    Apa lagi liat org2 politik saat ini, hanpir semuanya saling berebut kekuasaan, sikut sana sikut sini, korupsi, doyan duit, sok alim dg dalih membela rakyat, semuanya omong kosong. Tidak kyai tidak juga ustadz, saat mereka nyemplung di politik, syariat sudah tdk lg di liat.
    Semoga Allah segera menurunkan azab bagi orang2 yg dengan sengaja mempermainkan ISlam dan menjadikan Islam dan kaum muslimin sbg alat utk kepentingan pribadi.

    Komentar oleh ikhsan — April 22, 2008 @ 4:14 pm | Balas

  58. ini buat buat gus hanif (bukan gus dur),
    komentator 54 gus dur.
    gus hanif, kawal terus tuh gus dur, kasih dengan komentar yang ilmiah.
    biar masyarakat seimbang.
    biar kambing tak makan sate kambing.
    muslim makan sodara sendiri.
    ya gus !

    Komentar oleh khairul — April 28, 2008 @ 6:46 pm | Balas

  59. Subhanallah…
    Kyai apaan tuh, cape deh kalo mikirin orang segila itu. Sbgai kyai mana sich komentar si Gus yang berdasar pada Al Quran n’ Hadist? smua pola pikirnya cm hasil cuci otak dari Amerika jg Israel, jadi liberal dan gak ada benarnya!!
    Buat para pendukungnya, segeralah bertobat kpda ALLAH SWT

    Komentar oleh saudi — Mei 22, 2008 @ 7:52 pm | Balas

  60. pokoknya umat islam itu enak dan elastis jadi kalau kerusuhan terjadi itu bukan solusi yang tepat. yang tepat adalah mari kita duduk dalam meja dan berdiskusi gitu maksud gus dur ! gitu aja kok repot

    Komentar oleh Duwi — Mei 30, 2008 @ 4:15 pm | Balas

  61. Karikatur nb muhammad saw itu dilarang, gusdur mah sok tau.
    ngaco, tolong media barat agar mewawancarai orang yang lebih tau dan MELEK agama, nabi mlarang penggambaran wajah mah udah jLas, biar kgk jadi brang sembahan atau berhala, karna kta agama yang lurus spt agamany ibrahim yang hanif.

    Takbir
    “Allohu Akbar”

    Komentar oleh Sonic Jihad — Juni 4, 2008 @ 9:53 pm | Balas

  62. RN: Tapi betul kan, ada jutaan ummat tersayat, tersinggung hatinya?
    AW: Ah, itu sih, ummatnya sudah nggak ada, cuma segitu-gitu kok. Yang lainnya itu hanya ngaku-aku aja.

    Ape lagi nih?????
    gusdur udah gak waras n gobloxxxxxxx.
    Ane umat nabi Muhammad saw yang masih idup n siap ngebela sampe ajal mnjelang.

    Takbir
    “Allohu Akbar”

    Komentar oleh Sonic Jihad — Juni 4, 2008 @ 9:57 pm | Balas

  63. palak uwak kau gusdur gilo kampang babi kau gusdur

    Komentar oleh gufiyani — Juni 14, 2008 @ 1:52 pm | Balas

  64. lihat lihat ekarang gusdur masih bissa di katakan U’lama or kiyai& ehhhhhhhpengikutnya gusdur itu lain nabi,JJJJJadi jangan di agung-agungkan seperti tuhan sampe rela mati sgala,,bukan mati syahit tapi mati sangggggit

    Komentar oleh VrtBWH — Juni 18, 2008 @ 1:33 pm | Balas

  65. jangan la kalian mengikuti jalan orang yang salah..apakah jika gusdur bilang langit itu bewarna hitam kalian juga bilang hitam…kalian tidak buta…..jadi jangan ikut orang buta…apalagi hati telah buta,…hai orang2 muslim..gusdur tdk bisa menjamin kalian asuk surga…hanya ALLAH yang tahu …tidak ada seorang manusia pun yang dapat menjamin.

    Komentar oleh ashadi — Juni 20, 2008 @ 10:20 pm | Balas

  66. Kalau GD merasa tidak mau membela Allah dan Rasul nya tidak masalh buat Islam. Bagaimana dengan para pendahulu kita yang rela mati untuk melindungi Rasul?apa mereka melakukan pekerjaan yang sia2?Allah dan Rasul tidak akan rugi walau di hina siang malam. Tapi, menghina Rasul sama artinya dengan menghina Islam kan? saya pikir jika umat Islam berperang GD akan berada di baris paling belakang atau malah bersembunyi di balik pintu…kalau bukan kita yang membela Rasul, lalu siapa lagi? Setidaknya tunjukan lah rasa cinta kita kepada orang yang telah memberi jalan kebenaran kepada kita….

    Komentar oleh ilham — Juni 23, 2008 @ 12:32 am | Balas

  67. Saya posting dua buah tulisan dari Gus Dur dengan harapan semoga dapan mnjernihkan pandangan.

    Pertama:

    Benarkah Arafat Pemimpin Gerakan Islam?

    Oleh: Abdurrahman Wahid*

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membawa tiga orang pemimpin organisasi Islam Indonesia ke upacara penguburan Yasser Arafat, pemimpin Palestina yang meninggal dunia di Paris dalam usia 75 tahun. Ketiga orang itu adalah Hidayat Nurwahid (PKS), Hasyim Muzadi (NU) dan Din Syamsuddin (MUI). Walaupun ia juga membawa pejabat pemerintah lainnya dan Agung Laksono (Ketua DPR RI), namun hal itu menunjukkan SBY menganggap Arafat sebagai pemimpin gerakan Islam. Karena itulah, patut kita pertanyakan benarkah Yasser Arafat seorang pemimpin gerakan Islam? Jawaban akan hal ini memang tidak penting sekali artinya, karena bagaimanapun juga Arafat adalah orang besar yang memiliki kharisma tersendiri. Tetapi dalam kompleksitas pekembangan politik di Timur Tengah, status seseorang, apakah ia seorang pemimpin gerakan Islam ataukah pemimpin gerakan kebangsaan, menjadi sangat penting artinya. Untuk memperoleh kepastian tentang status Arafat itulah tulisan dibuat dan agar masyarakat kita tahu benar dan tidak keliru memahaminya.

    Terlebih dahulu kita harus menyadari benar bahwa kabilah Filistin (dari mana bangsa Palestina berasal) sebenarnya bukanlah bangsa Arab. Suku Filistin, Phoenisia (dari mana orang Lebanon berasal) dan Israel adalah tiga dari dua belas kabilah (suku bangsa) yang mendiami kawasan pantai timur laut Tengah itu beberapa ribu tahun yang lalu. Nama-nama mereka diabadikan oleh kitab suci Torah (dalam bahasa Al-Quran disebut Taurat). Karenanya bahasa mereka sangat berdekatan dan sangat banyak persamanya dengan bahasa Arab. Kita tidak tahu tepat, bahasa siapa yang diambil dan yang dibuang, namun yang jelas kemudian bahasa Filistin dan Phoenisia akhirnya hilang dari peredaran untuk digantikan oleh bahasa Arab. Tetapi cukup banyak kalangan bangsa Arab tidak mau mengakui hal itu.

    Karena perasaan seperti itulah, almarhum Raja Hussein dari Yordania dengan gampang memerintahkan legiun Arab untuk menumpas gerilyawan Palestina di perbatasan Yordania pada tahun 1970. Ini adalah suatu bukti bahwa perasaan orang-orang Palestina dianggap oleh cukup besar bangsa Arab sebagai bukan dari kalangan mereka.Tetapi justru Inilah yang membuat Arafat besar di mata orang-orang Palestina, dan memberikan kepadanya kharisma sebagai pemimpin yang dicintai rakyat. Yaitu karena Arafat berhasil membuat orang-orang Palestina diterima oleh mayoritas bangsa Arab sebagai bagian dari diri mereka.Walaupun ia tidak menerima Pan Arabisme Nasionalis-Sosialistik dari Gamal Abdel Nasser, atau mendukung pemerintahan tidak demokratis dari para penguasa Arab, namun hasilnya pada umumnya rakyat Arab menyetujui anggapan bahwa orang orang Palestina adalah bagian dari bangsa Arab. Ini ditunjang oleh kenyataan bahwa banyak sekali kaum profesional (terutama guru/tenaga pengajar,para dokter dan hakim) adalah orang orang Palestina, yang tersebar di banyak negara-negara Arab. Bahwa Arafat dianggap sebagai salah seorang pemimpin dunia Islam oleh satu dua orang pemimpin lain, tidak berarti bahwa anggapan itu benar.Tak ada seorangpun pemimpin Arab lainnya, maupun rakyat Arab sendiri, menganggapnya demikian.

    Dalam hal ini, penulis lalu ingat akan disertasi berjudul “Islam Against the West: Shakib Arslan and the Campaign for Islamic Nationalism” yang ditulis oleh Cleveland tentang diri Shakib Arsalan pengarang buku “Limadza Ta’akh-kharal Muslimun wa Taqaddama Ghairuhum” (Mengapa orang Islam terkebelakang dan yang lain-lainnya maju?). Dalam distersasi doktoralnya itu Cleveland menyebut Arsalan bukanlah orang Arab, karena sebab itu Arsalan mengemukakan Islam ideologis sebagai acuan, agar ia dapat diterima di kalangan kaum Muslimin sebagai pejuang yang gigih. Ini dilakukannya agar ia tetap menjadi anggota parlemen dari wangsa atau dinasti Utzmaniyyah (Ottoman empire) yang mengusai dunia Islam sebelum tahun 1924.

    Ini adalah kenyataan sejarah yang tidak dapat dibantah oleh siapapun. Inipun yang menjadi sebab dari timbulnya beberapa gerakan sempalan (splinter groups) dalam gerakan Islam seperti Hammas dan Brigade Al Aqsa di kalangan orang-orang Palestina. Bagaimanapun juga mereka tetap saja menjadi minoritas dari bangsa Palestina, sehingga tidak dapat dikatakan bangsa Palestina adalah bangsa Muslim, karena cukup besar juga prosentasi orang beragama Kristiani di kalangan mereka. Walaupun Arafat menyantuni dan terkadang tampak lemah di hadapan dua kelompok Muslim itu dalam banyak hal, tidaklah berarti ia dianggap pemimpin Islam oleh mereka. Bahkan dalam kenyataan, ia harus berpisah ranjang dari istrinya yang bernama Suha yang beragama Kristiani, jelas karena ia dimarahi oleh golongan keras itu, dan ia tidak menggunakan haknya sebagai seorang pria Muslim yang boleh beristri Kristiani atau Yahudi.
    ****

    Dari kasus diatas, dapat dilihat bahwa Arafat bukanlah pemimpin Islam melainkan seorang pemimpin kebangsaan (nationalist leader) Palestina. Kenyataan inilah yang harus kita pegangi untuk tidak melakukan perhitungan politik yang salah. Karena bangsa Palestina kebanyakan adalah muslim dengan sendirinya puncak teratas kepemimpinan bangsa itu beragama Islam. Hal itu tidak hanya berlaku bagi Arafat, tapi akan berlaku pula bagi para pemimpin Palestina lainnya, seperti Mohammed Dahlan, Ahmad Qorei alias Abu A’la yang sekarang menjadi perdana menteri, Mahmud Abbas alias Abu Mazen (mantan perdana mentri dan wakil Arapat dalam gerakan Al-Fatah yang menjadi tulang punggung PLO).

    Dalam mengembangkan kebijakan luar negeri, yang berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan geopolitis, pengetahuan dasar semacam ini sangat diperlukan agar kita tidak membuat kesalahan politik yang besar terhadap bangsa Palestina. Karena ini mengandung implikasi sangat luas dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang terkait dengan kawasan Timur Tengah. Kepentingan kita sebagai negara dan bangsa, harus diutamakan di atas pertimbangan pertimbangan ‘emosional’ kita. Dengan tidak mengutamakan pendapat- pendapat obyektif dan rasional dalam menentukan kebijakan luar negeri kita, sama seperti dengan kebijakan ekonomi, budaya, demi kepentingan kita sendiri sebagai bangsa dan negara, maka hal itu akan mengakibatkan kita menjadi pihak yang lemah.

    Dalam hal pandangan obyektif ini, penulis pernah mengemukakan kepada seorang ahli pertanian agar kita juga”pandai” dalam mengembangkan sikap swasembada beras yang dikembangkan oleh pemerintah Orde Baru. Dalam pandangan penulis, istilah swasembada beras berarti menyesuaikan jumlah hektar sawah untuk ditanami padi guna kepentingan bahan makanan kita sendiri. Sementara areal tanah selebihnya, harus ditanami produk-produk agribis lainnya untuk dijual di pasar dunia.

    Sekali kita keliru dalam memandang peta politik internasional, akan sulit untuk memperbaiki kesalahan dalam kebijakan luar negeri. ”Kesalahan” itu dilakukan Amerika Serikat dengan dengan menduduki Iraq pada saat ini, berakibat pada meluasnya perlawanan bersenjata di bumi Mesopotamia itu terhadap AS. Akibatnya AS harus banyak mengorbankan banyak tentaranya dan melakukan pemboman besar-besaran atas kota Fallujah di Iraq tengah. Belum lagi perlawanan bersenjata di Baqubah di timur laut Iraq (perbatasan dengan Iran dan Najaf makam Sayyidina Ali, sekitar 130 KM diselatan Baqdad). Begitu pula AS tidak segera menampakan keinginan membentuk. pemerintahan federal, karena komposisi penduduk yg beragam kaum yaitu orang Kurdi, Sunny dan Syiah di kawasan negara itu, namun tetap menyatakan perlunya negara unitaris di kawasan itu.
    *****

    Tentu saja dengan berbicara tentang bangsa palestina, kita tidak dapat meninggalkan pembicaraan mengenai hubungan kita dengan negara Israel. Harus digunakan kenyataan, bahwa diperlukan adanya sikap yang adil terhadap bangsa palestina dan bangsa dan negara Israel. Pada ujungnya, ini berarti perlunya pengakuan Israel akan negara Palestina merdeka. Persoalanya adalah bagaimana hal itu juga kita perjuangkan? Dengan mengakui secara resmi adanya negara Israel atau tidak? Kalau jawabnya ya, apakah dasar-dasarnya ?

    Di sini ingin penulis ingin kemukakan bahwa Israel secara konstitusional adalah negara yang mengakui Tuhan dan agama. Kalau kita dapat memberikan pengakuan diplomatic kepada negara-negara yang tidak mengakui Tuhan dan agama seperti Uni Sovyet dahulu dan Republik Rakyat Tiongkok, tentu saja sangat mengherankan bahwa kita sebagai bangsa dan negara yang tidak berdasar agama tertentu, tidak memberikan pengakuan diplomatik kepada bangsa dan negara Israel. Semua ini adalah proses politik, yang dalam sejarah berarti tindakan membuat kebijakan yang umum, bukan?

    Jakarta, 18 November 2004

    Komentar oleh Sofian — Juli 27, 2008 @ 11:07 am | Balas

  68. Kedua:

    Palestina, Setelah Arafat Wafat

    Oleh: Abdurrahman Wahid

    BARU-baru ini penulis terlibat percakapan dengan seseorang yang mengenal betul bangsa Palestina. Ia katakan, kematian Arafat akan membawa bangsa Palestina kepada era baru, terutama dengan rencana Marwan Barghouti menjadi calon presiden Palestina dalam pemilihan 9 Januari mendatang.

    Rencana itu disampaikan istri Marwan, seusai menjenguk suaminya yang dipenjara seumur hidup oleh pengadilan Israel karena dituduh melakukan tindakan teroristik terhadap sebuah komunitas Yahudi. Maka bisa dibayangkan, jika Marwan menang, akan terjadi perubahan besar di Palestina.

    PERTANYAANNYA kini, mungkinkah itu terjadi? Mengapa tidak. Menurut orang itu, tidak ada larangan bagi seseorang dalam penjara Israel dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan atas tindakan teroristik. Kemungkinan Marwan menang dalam pemilihan itu juga amat besar, karena ia adalah seorang “pejuang” Palestina yang amat populer, terutama di kalangan kaum muda Palestina.

    Bagaimana dengan hukumannya? Bila ia memperoleh kemenangan dan terpilih menjadi Presiden Palestina, kawan bicara penulis itu yakin, Marwan akan dibebaskan oleh Pemerintah Israel. Demikian kuat penghargaan bangsa Israel atas keputusan politik yang dicapai melalui sebuah pemilihan, sehingga kawan penulis itu yakin atas keputusan Pemerintah Israel. Penulis tidak membantah karena ia juga tahu sikap dasar bangsa Israel.

    Mengingat percakapan berlangsung di sebuah ruang tunggu kelas utama lapangan terbang Changi, Singapura, dan karena ia harus segera keluar, penulis tidak dapat bertanya lebih jauh tentang hal itu. Penulis hanya memperkirakan keadaan menurut apa yang diketahuinya, sebagai bahan ramuan yang membentuk pandangan penulis tentang berbagai hal setelah bangsa Palestina ditinggalkan Yasser Arafat untuk selama-lamanya.

    Banyak yang penulis ketahui, tetapi tidak dapat dikatakan dalam tulisan karena akan “merugikan” perjuangan bangsa Palestina mendirikan negara sendiri yang independen dan berdaulat. Namun, apa yang akan dikemukakan dalam tulisan ini, menunjang perjuangan itu.

    Di antara hal-hal yang jarang diketahui di negeri kita adalah kenyataan bahwa kepemimpinan Yasser Arafat dalam kehidupan bangsa Palestina juga berarti kepemimpinan “kelompok Tunisia” di lingkungan gerakan Al-Fatah, yang menjadi tulang punggung Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO). Karena pimpinan formal bangsa Palestina umumnya datang dari gerakan Al-Fatah, dengan sendirinya pimpinan PLO juga “amat diwarnai” kelompok itu, yang biasanya dijuluki “kelompok pengasingan dari Tunisia”.

    Yasser Arafat sendiri, Mahmud Abbas (Abu Mazen), dan Ahmad Qorei (Abu ’Ala) adalah tokoh-tokoh utama kelompok itu. Mereka tidak memiliki pengalaman pahit yang diperlukan untuk perjuangan yang harus dilakukan.

    Karena itu, jika nanti bangsa Palestina memilih Marwan Barghouti sebagai presiden dan Pemerintah Israel melepaskannya dari penjara, dengan sendirinya akan muncul kepemimpinan baru di kalangan bangsa Palestina yang mengalami sendiri pahit getirnya perjuangan bersenjata melawan Israel, yang sering melakukan tindak kekerasan terhadap mereka.

    DIBANDINGKAN dengan perjuangan bersenjata yang dilakukan Marwan dan kawan-kawan, perjuangan “kelompok Tunisia” di bawah Arafat, terlihat hanya bersifat perjuangan diplomatik yang tidak begitu dirasakan warga awam bangsa Palestina. Itu pun sering dilakukan dengan keragu-raguan, seperti saat Arafat menolak penandatanganan sebuah naskah perdamaian di hadapan mendiang Yitzhak Rabin (saat itu Perdana Menteri Israel) dan Presiden Hosni Mubarak dari Mesir.

    Keengganan Arafat itu membuat Presiden Mesir Mubarak marah dan membuatnya membubuhkan tanda tangan. Tetapi karena ia “terpaksa” membubuhkan tanda tangan, maka ia tidak melaksanakan isi kesepakatan yang ditandatanganinya. Cara kerja dan sikap main-main dalam mengambil keputusan seperti itu, akhirnya membuat para pemimpin muda Palestina yang tidak termasuk dalam “kelompok Tunisia” itu tidak begitu percaya kepada kepemimpinan Arafat. Inilah yang sebenarnya membuat para pemimpin muda Palestina mengambil sikap teroristik, seperti dalam kasus Brigade Al Aqsa dan Intifadah.

    Karena itu, kunci untuk menghilangkan tindakan-tindakan teoristik, seperti serangan bom bunuh diri (suicidal bombing), terletak pada pergantian kepemimpinan kelompok lebih muda yang lahir dan dibesarkan di tanah Palestina (kawasan Gaza, tepian barat Sungai Jordan).

    DARI uraian itu tampak situasi di Palestina amat kompleks, selain bangsa Palestina mengalami pertentangan strategi perjuangan di antara para pemimpinnya, juga ada perpecahan berkepanjangan di kalangan bangsa Israel. Hal ini terlihat dalam perbedaan sikap yang diambil para pemimpin Israel. Misalnya, Perdana Menteri Ariel Sharon dari Partai Likud yang memerintah, menjalankan langkah-langkah yang oleh sebagian besar dunia dianggap penuh kekerasan. Sebaliknya, strategi yang diambil Partai Buruh pimpinan Simon Perez mendasarkan diri pada upaya mencari perdamaian dengan bangsa Palestina. Situasi yang sudah kompleks itu bertambah rumit oleh perbedaan sikap Amerika Serikat dari kebijakan Uni Eropa di satu sisi, dan para pemimpin bangsa Arab di sisi lain.

    Sementara itu, orang-orang awam Paletina mengalami diskriminasi lebih besar. Mereka yang memiliki kebolehan atau kelebihan profesional dielu-elukan oleh bangsa-bangsa Arab maupun masyarakat Israel. Jika kita ada di kawasan negara Israel, kita akan lihat betapa besar kebutuhan mereka akan kecakapan profesional itu. Tetapi mereka yang tidak memiliki kecakapan atau keahlian profesional akan berada dalam kamp pengungsian yang terletak di kawasan Gaza maupun Tepi Barat Sungai Jordan.

    Sebagai bangsa yang terbilang paling pandai dan berkecakapan profesional di kalangan bangsa-bangsa Arab, tentu saja kalangan pejuang bangsa Palestina sendiri (terutama kaum muda), timbul pertanyaan: sudahkah strategi dasar perjuangan bangsa Palestina untuk mendirikan negara yang berdaulat secara politis dan maju secara ekonomis, tercapai?

    Hal-hal seperti itulah yang merupakan kebutuhan utama untuk dijawab para pemimpin bangsa Palestina. Nah, jika Abu Mazen atau Abu Ala yang memenangi pemilihan presiden sebagai pengganti Arafat, maka situasi muram yang dihadapi bangsa Palestina tidak banyak berubah. Tetapi, jika orang- orang muda menggantikan Arafat dalam pemilihan nanti, maka akan terjadi perubahan amat besar, penuh berbagai kemungkinan yang diharapkan oleh bangsa itu. Ini adalah proses lumrah tentang pelestarian atau perubahan yang dilakukan atas strategi dasar bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Proses yang biasa terjadi dalam sejarah umat manusia.

    Jakarta, 3 Desember 2004

    Komentar oleh Sofian — Juli 27, 2008 @ 11:07 am | Balas

  69. Pertanyaan saya:

    Adakah yg lebih paham dari Gus Dur tentang persolalan yg dihadapi bangsa Palestina?

    Komentar oleh Sofian — Juli 27, 2008 @ 11:08 am | Balas

  70. Gus Dur Itu Buta mata, hatinya juga BUSUK…
    Neraka nanti mgkn akan penuh bau dengna bangkainya…
    Jadi jangan sebut Gusdur itu ulama Islam,,
    yang benar Gusdur=Ulama Kafir. jangan tanya apa2 pdnya..
    Yg anggap Gusdur itu benar, itu lebih buta dari Gusdur, mungkin mata kakinya juga lebih buta dari mata kaki Gusdur..
    Apakah Anda Mau? Gak la yah…

    Komentar oleh comment — Agustus 9, 2008 @ 11:16 pm | Balas

  71. Mari Kita sadar dan dapat menerima berbagai pendapat dengan dewasa. Khusus Komentar 70…….. Jangan menghujat atau menjelekkan pribadi orang, belum tentu anda lebih baik dari orang tsb. Komentar anda menunjukkan jati diri anda sendiri. KOREKSI DIRI DONK………… Untuk semua yang baca mari bersama-sama mengambil hikmah dan berpikir jernih, dan apa yang terjadi kita kembalikan kepada Allah SWT.

    Komentar oleh Cak Matt — Agustus 28, 2008 @ 11:34 am | Balas

  72. hahahahaha………….. kok banyak yang merasa paling benar, emangnya ini ilmu matematika

    Komentar oleh hasannu — September 27, 2008 @ 11:05 am | Balas

  73. Lah wong sing jenenge muhammad iku nabi palsu yang sudah matek. Ngapain dibela-bela. Membela diri sendiri dan umatnya aja masih Insya Allah. Beda dengan Yesus yang memberikan JALAN KEBENARAN DAN HIDUP.

    Komentar oleh hidra — Oktober 11, 2008 @ 12:23 am | Balas

  74. mengapa gus dur kerja sama dengan simon peres(yahudi) dan membangun yayasan denagn dana yahudi,ada apa dengan gusdur dan mau menerima undangan yahudi ada ayat yang menerangkan agar urusan umat islam ini tidak dicampuradukan oleh yahudi Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
    QS. al-Baqarah (2) : 120

    Komentar oleh sujak — Oktober 17, 2008 @ 11:32 pm | Balas

  75. indonesia ini muslim terbesar, mengapa hukum islam tidak ditegakkan, sedangkan ekonomi di negeri ini sudah dicampuri hukum riba, penjualan riba, pakaian yang mendatangkan syahwat, hukum warisan kolonialisme yang disitu ada pengacara (pembela orang salah),saya mohon dengan sangat pada kaum muslim kembali-alh ke Al Qur’an dan Hadist ,buka dan pelajari kemudian alamalkan agar kita tidak jadi umat yang sesat karena hanya sebagian saja yang dipelajari

    Komentar oleh sujak — Oktober 17, 2008 @ 11:43 pm | Balas

  76. saya kecewa dengan gus dur yang menganggap enteng masalah dan mengapa ia terpedaya oleh yahudi ? Hanya Allah yang tahu dibalik hati gus dur dan saya gak setuju ada ulama kerja sama dengan orang-orang yahudi kecuali untuk siasat agar mereka beriman kepada Allah sebagai mana mereka mempercayai Musa Allaihi Salam pembawa Taurat Isa Allaihi Salam dan kedatangan Rasulullah Shalallahu Allaihi Salam

    Komentar oleh sujak — Oktober 17, 2008 @ 11:57 pm | Balas

  77. gus dur… gus .dur… tahu dari mana lho 3 jeti umat yg protes melek saja kaga bisa!!! pokoke omongane si dur jgn di gubris lah… JIHAD jln terus……..

    Komentar oleh A K U — November 21, 2008 @ 8:35 am | Balas

  78. salut kepada anda gus,

    Komentar oleh roy — November 23, 2008 @ 12:37 pm | Balas

  79. Gus Dur memang buta, tapi hati beliau tidak buta.
    Semoga panjang umur buat gus dur!!! kami umat Islam masih membutuhkan anda.

    Komentar oleh Rifqy — Desember 4, 2008 @ 11:19 am | Balas

  80. maju terus yai….. biarkan Anjing (A K U) menggonggong!!!

    Komentar oleh Rifqy — Desember 4, 2008 @ 11:31 am | Balas

  81. Saya yakin gusdur pembela islam tapi dari sisi yang tidak banyak dipahami oleh orang islam sendiri.
    Biarkan gusdur membela islam dengan caranya dan umat islam yang lain dengan cara yang lain pula.
    Semoga Allah senantiasa memberikan kemuliaan kepada kita umat islam semua, Amiin.

    Komentar oleh akief — Januari 3, 2009 @ 3:40 pm | Balas

  82. aduhhh
    gusdur….gusdur…
    habis kata2 ku untuk tingkahmu

    Pertanyaan:
    Lebih cinta mana
    a. Nabi Muhammad saw, Rasul dan Pejuang Alloh sejati
    b. GUS DUR yang katanya wali

    hayoooooooo…jawaaaaaaabbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb

    Komentar oleh erick — Januari 10, 2009 @ 9:53 pm | Balas

  83. Kita,umat islam,selalu fleksibel dan tenggang rasa trhdap non islam, ga prnah ngejelek-in tokoh mereka, kitab mreka,tpi knpa mereka(non-islam) kok ga tau malu, masih ja nyari gara2, masuk ke-forum muslim, bahkan buat blog muslim,tpi cuma propaganda,ngejelekin gus dur, ngadu domba, katanya agama mereka suci, lbih welas asih, cinta kasih. tpi pada nyata-ny?
    mbok ya sadar to.to…
    kamu tu lo, kemana-mana bawa najis.
    ga percaya? emang waktu BAB yag kluar emas?perak?

    Komentar oleh bobon — Januari 13, 2009 @ 4:28 am | Balas

  84. Lho,mas “aku”
    link-nya kok error,, ap jgan2 orang-ny juga error?
    makanya, kalo error tu, format,trus install ulang tu otak elo, biar kagak error meluluu, demen-ny ngejelekin orang

    Komentar oleh bobon — Januari 13, 2009 @ 4:32 am | Balas

  85. buat akhi/ukhti SOFIAN, posting lagi lbih bnyak pemikiran2 Gus Dur yang telah beliau tuangkan dalam karangan2 beliau, biar orang2 yang keliatannya melek matanya, tapi ga bsa gunain tu mata buat ngeliat kebesaran Allah tu bisa bener2 melek mata dan hati-nya.
    lebih brharga mana?
    1. Kekurangan daya penglihatan, tapi trbuka pikiran dan hati-nya.
    2. orang melek, ga buta, tpi ga bsa mbedain berlian mana kotoran mereka sendiri

    Komentar oleh bobon — Januari 13, 2009 @ 4:36 am | Balas

  86. gitu aja kok repot………

    Komentar oleh Saiful Azzam — Januari 14, 2009 @ 4:46 pm | Balas

  87. Memang harus begitu bersikap kalau kita ingin muslim menjadi besar.

    Komentar oleh Sumarto — Januari 24, 2009 @ 8:24 pm | Balas

  88. tyipa orang punya kemampuan berfikir,gunakan akal sebelum kekerasan karena kekerasan tidak akan selesaikan maslah.tapi jika kita diserang harus berani bahkan sampai jiwa raga kita taruhkan.komentar gusdur ada benarnya islam harus memberi contoh yang baik jangan kekerasan fisik.

    Komentar oleh fai — Februari 21, 2009 @ 10:39 am | Balas

  89. heran aku heran pemikirannya gus dur hingga saat ini masih menarik perhatian… dan memang begitulah gus dur aku bangga memiliki guru bangsa sehebat engkau gus… engkau memposisikan diri bukan milik umat islam saja tapi milik semua manusia yang masih memiliki hati nurani…

    Komentar oleh muchojin puji santoso — Maret 14, 2009 @ 10:31 pm | Balas

  90. kalo gus dur mati,diatas rumahnya juga akan terbang burung berputar-putar. Tapi “BURUNG UNTA” sambil buang kotoran.

    Komentar oleh bulbul — Maret 22, 2009 @ 7:39 pm | Balas

  91. ASSALAMMUALAIKUM,Ummat Islam memang terbesar di INDONESIA Tapi 99% KAFIR SEMUA jadi hargai dong yang 1 %nya Mereka marah demi AGAMA gak ada hubungan ama pendidikan gak ada hubungan ama status sosial yang BERHUBUNGAN ADALAH KEIMANAN SESEORANG INDONESIA SUDAH 99% YAHUDI ISLAM HANYA KTP SAJA KELAKUANNYA YAHUDI PERMANEN,DIMANA KITA BISA MENGHARGAI JIKA KITA TIDAK TAU APA YANG KITA HARGAI MARI KITA SAMA2 PELAJARI AL QURAN SUPAYA KITA BISA MENGHARGAI APA ITU ISLAM DAN SIAPAKAH RASULLULAH DAN ALLAH SWT TUHAN SEGALA TUHAN,TIDAK ADA KATA TELAT SELAGI KITA BERNAFAS,MARI KITA MINTA AMPUNAN ALLAH KEJAR RIDHONYA INSYA ALLAH ALLAH MENGAMPUNI AMIN.

    Komentar oleh da — Desember 23, 2009 @ 4:21 pm | Balas

  92. JANGAN BECANDAIN AGAMA,JANGAN TERLALU BANYAK KETAWA DI DUNIA KARENA KITA AKAN BANYAK MENANGIS KARNA SIKSANYA NAN TI SANGAT SANGAT PEDIH,HIDUP KITA TINGGAL BEBERAPA MENIT 1000 TAHUN DI DUNIA 1 HARI BUAT ALLAH SWT,INGAT JANGAN KITA SOMBONG KITA HANYA SATU TETES AIR MANI APA PANTAS KITA BECANDAIN AGAMA,APA PANTAS KITA SOMBONG DENGAN COMMENT HAHAHIHI ASTAGFIRULLAH, ORANG SOMBONG BUKAN ORANG YANG BERBICARA BESAR ORANG SOMBONG BUKAN ORANG YANG SOK BENAR TAPI ORANG SOMBONG ADALAH MANUSIA YANG TIDAK BISA MENERIMA KEBENARAN,MUDAH2AN BERMANFAAT MAAF BUKAN MENGGURUI TAPI JIKA TIDAK ADA AGAMA ISLAM YANG DIBAWA RASULLULAH KITA SEMUA TIDAK JAUH BEDA AMA MANUSIA-MANUSIA KAFIR,WSLM

    Komentar oleh da — Desember 23, 2009 @ 4:33 pm | Balas

  93. kalau mneurut sya ayang menciptakan karikatur itu harus di kasih hukuman soalnya kan melanggar aturan ….

    Komentar oleh Jabon — Juli 31, 2010 @ 5:52 pm | Balas

  94. betul bon saya setuju sama kamu men … @ jabon

    Komentar oleh iklan property — Juli 31, 2010 @ 5:53 pm | Balas

  95. @ property
    terimakasih kita harus saling membantu sebagai umat muslim … 🙂

    Komentar oleh Jabon — Juli 31, 2010 @ 5:54 pm | Balas

  96. wah wah nabi kan tidak boleh di gambar ataupun di lukis …. berani benar yang menggambar nabi … kan dalam islam sudah di aturkan

    Komentar oleh darul amanah — Juli 31, 2010 @ 5:55 pm | Balas

  97. okk lsh dremusa mari kita tegakkan kebenaran junjung tinggi agama islam … mari kita menuju kemenangan

    Komentar oleh Jabon — Juli 31, 2010 @ 5:57 pm | Balas

  98. brilian cara pandang gus dur

    Komentar oleh ragil — Oktober 4, 2010 @ 1:58 am | Balas

  99. sebenarnya saya sangat setuju pada pemikiran gus dur, saya sangat kagum terhadap cara-cara gus dur mengambil trobosan0-trobosan agama pada masa kini. tetapi kita harus tetap sadar bahwa gus dur adalah mansuisa biasa, yang ada kemungkinan untuk salah.
    jika memang ada saudara-saudara yang merasa tidak setuju dengan gus dur, ya cukup lah dengan tidak setuju, jangan malah menjelek-jelekan orang lain. jangan mengkafir-kaFIRKAN ORANG LAIN. kita harus tetap ingat bahwa kita manusia biasa, bukan nabi, ataw wali, kita hanya manusia biasa yang sangat mungkin terjangkit penyakit salah. jadi jangan menyalah2kan pendapat orang lain walau pendapat itu kita anggap sebagai pendapat yang sesat, atao pendapat orang kafir, ato pendapat orang musyrik..
    gus dur memang tokoh yang luar biasa, tapi beliau juga tokoh kontroversial, jadi mohon pilahlah sedetail detailnya kebenaran itu

    Komentar oleh ahmad — Januari 10, 2011 @ 12:43 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: