Blog Tausiyah275

Februari 27, 2006

Cinta kepada Rasulullah SAW

Filed under: Hikmah — Tausiyah 275 @ 4:16 pm

*berulangkali aku membaca kisah ini, dan berulangkali pula mataku ‘berkeringat’ menahan haru…betapa agung+mulianya Rasululloh SAW bisa ‘terlihat’ jelas di sini..*

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh.

Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia lalu mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan yang ada sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

“Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya ini tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah yang diceriterakan oleh seorang Kiai Madura, D. Zawawi Imran, ini bisa membuat bulu kuduk kita merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?

” Allahumma Shollii Alaa Sayyidina Muhammad wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad ”

Diketik ulang dari buku “Rindu Rosul”, karangan Jalaluddin Rakhmat

Iklan

5 Komentar »

  1. Semoga nenek tersebut akan mendapatkan rahmat dari Alloh SWT, dan syafaat dari Nabi Kita Muhammad SAW, Aminn……

    amin…qt juga mesti berusaha untuk mendapatkan syafa’at Rasululloh SAW 🙂

    Komentar oleh Sunaryo — Maret 10, 2006 @ 7:43 am | Balas

  2. Sungguh mulia hati nenek itu semoga shalawat yg dikirimkan kepada Baginda Rasulullah SAW mendapat balasan dan syafaat, dan kita juga semus semoga mendapatkan syafaat Baginda Rasulullah SAW. Amin

    Komentar oleh masni — Maret 11, 2008 @ 9:52 am | Balas

  3. subahnallah , , ,
    saya yg masih belia merasa malu dan bersalah , ,
    bahwa stiap detik yg terlewati tanpa sempat mengingat dang menyanjungnya , , ,
    kisah ini menjadi pelajaran yg sangat b’arti buat saya

    Komentar oleh search_Er — Mei 31, 2008 @ 10:25 am | Balas

  4. Subhanallah..
    allah maha adil dan maha kaya
    semoga armahummah di terima disisinya dan bisa bersama rasullah di kelak nanti.Amin

    Komentar oleh MUKHTAR ACEH — April 7, 2009 @ 11:47 am | Balas

  5. tekadang manusia merasa sombong dan angkuh bahwa dirinya adalh orang yang baik-orang yang akan diberi safaat di hari akhir…tapi apakah mengerti itu semua adalah pikirannya saja..
    semoga kita termasuk orang-orantg yang mendapatkan syafaat di yaumul akgir

    Komentar oleh minten ayu Larassati — April 28, 2009 @ 11:04 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: