Blog Tausiyah275

Maret 13, 2006

Toloongg….

Filed under: Hikmah,HOT NEWS,Muamalah,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 4:16 pm

Reality show “Tolong” yang ditayangkan SCTV, merupakan salah satu reality show ‘terbaik’ menurut penilaianku. Alasan utamanya…simple saja….rs ini MENUNJUKKAN BAHWA KEMISKINAN TIDAK (BOLEH) MENJADI PENGHALANG UNTUK BERBUAT BAIK (BERSEDEKAH).

Jika dilihat dari plotnya, sebagian besar yang menjadi ‘target utama’ adalah orang-orang yang kondisi ekonominya di bawah rata-rata, jika tidak mau disebut miskin sekali. Setidaknya, dari sekian episode, aku tidak pernah menemukan orang yang menolong memakai mobil. 😉

Kembali ke alasanku…Rasululloh SAW pernah bersabda bahwa ALLOH SWT cinta kepada orang kaya yang gemar bersedekah, namun ALLOH SWT LEBIH CINTA kepada orang miskin yang bersedekah. (hadits ini sering dikemukakan oleh KH Zainuddin MZ dalam ceramah2nya). Apa artinya? Jika orang kaya bersedekah, itu wajar…malah bisa dibilang SUDAH SEHARUSNYA, sebagai wujud syukurnya atas rezeki yang diberikan ALLOH SWT kepada-Nya. Namun, jika orang miskin bersedekah, nah…itu baru luar biasa. Aku acungkan 2 jempol bagi mereka2 itu.

Dari sekian banyak episode Tolong, sedikitnya ada 2 episode yang sangat menyentuh hatiku.
– Episode Idul Adha. Di sini, tim tolong mencari orang yang mau menolong seorang janda beranak 1, dengan memberikan (sebagian atau semua) daging kurban yang dia terima dari panitia Idul Qurban. Beberapa respon ‘lucu’ dan ‘menggemaskan’ sempat terlihat, seperti ada pemuda yang mendapat daging qurban lalu dia simpan di saku celananya. Ketika dia diminta sang janda, si pemuda menolak seraya mengatakan dia belum mendapat daging qurban tersebut, hehehe..:D Adegan lain, ibu2 melengos dan ngeloyor begitu saja ketika dimintai tolong. Akhirnya, yang menolong adalah seorang ibu yang mau berbagi daging qurban yang dia terima.

– Lupa episodenya, seorang anak SMA mengantarkan seorang bapak yang buta ke rumah yang dituju sang bapak. Jika tidak salah, si anak SMA tidak sekedar mengantar, bahkan mengongkosi si bapak (karena si bapak tidak punya uang untuk ongkos), padahal untuk sampai ke rumah yang dituju dibutuhkan lebih dari 1kali naik angkutan.

Becermin dari 2 episode di atas, aku sering berpikir…dengan kondisiku sekarang, yang sudah lumayan berkecukupan, apakah aku berani untuk beramal tanpa pikir panjang? Atau masih menganut pola pikir “Ah, kalau kekayaan saya sudah sekian, saya akan sumbangkan sekian…” tanpa pernah tahu kapan kekayaan kita akan mencapai sekian….dan bahkan mungkin jika kekayaan kita sudah mencapai sekian, kita malah lupa dan mencari alasan untuk menghindar dari beramal?

Jika mereka yang kondisinya tidak seberuntung kita berani beramal/membantu orang lain, sudahkah kita, yang kondisinya lebih baik, lebih banyak membantu orang lain?

*ucapan terima kasihku untuk kekasihku, yang tak pernah bosan mengajarkanku untuk selalu membantu orang lain….*

Iklan

5 Komentar »

  1. emang punya kekasih?

    alhamdulillah, tentu donk… 🙂

    Komentar oleh aRdho — Maret 13, 2006 @ 4:33 pm | Balas

  2. Setuju, sampai saat ini, reality show itu yang paling menyentuh. Jadi mengingatkan sombongnya diriku. Tapi kok aku gak berubah ya? Hehehe…

    setuju, bahwa reality show ini paling menyentuh…dan tidak ada kesan dibuat-buat…:)
    tidak berubah? butuh proses…yang penting tetap berusaha untuk lebih baik:)

    Komentar oleh Joan — Maret 14, 2006 @ 2:40 am | Balas

  3. kekasih?? ah tak percaya aku! paling itu cuma kamuflase kau sajah!

    7×7 = 49, percaya ga percaya silakan aza….

    Komentar oleh ndra — Maret 14, 2006 @ 3:47 am | Balas

  4. Lebih setuju lagi klo uang para koruptor untuk orang miskin, sedang orangnya di jebloskan ke penjarah untuk merasakan penderitaan orang miskin.

    idealnya memang begitu mas/akhi Wong Awam 🙂

    Komentar oleh wong awam — Maret 22, 2006 @ 12:14 pm | Balas

  5. dalem..dalem..
    ehh..emang boleh yaa punya kekasih??
    *hush!..usil ajah*
    ^_^ tq, mi

    lho…ada aturannya tidak boleh ya mbak Ara?? 😉
    sama2…:)

    Komentar oleh ara — September 4, 2006 @ 9:49 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: