Blog Tausiyah275

Maret 17, 2006

RUU Pornografi dan Masyarakat Bali

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 8:41 am

Oleh PUTU YASA *)

Apa yang pertama kali terbayang ketika seseorang mengingat pulau Bali?

Pertama, tempat pariwisata yang kesohor di manca negara.

Kedua, tempat awal beredarnya obat-obat terlarang (seperti ekstasi, putaw dsb) sebelum obat-obatan itu meluas hingga Jakarta.

Ketiga, tempat maksiat yang paling ramai dikunjungi turis setelah Bangkok.

Keempat, penghasil dolar yang sumbangannya sangat signifikan terutama untuk PAD.

Kelima, penyumbang dekadensi moral yang juga sangat signifikan.

Keenam, pulau Bali identik dengan agama Hindu.

Pada Januari 2000, ketika The Jakarta Post mengekspos foto Mega sedang bersembahyang di Pura, kemudian secara lugas ditangkap oleh AM Saefudin, orang-orang Hindu pun mencaci-maki Saefudin. Bahkan, menyatakan akan memisahkan diri dari NKRI jika AM Saefudin tidak diberhentikan sebagai Menteri.

Padahal, seharusnya masyarakat Hindu Bali bukan marah kepada Saefudin, tetapi kepada Megawati yang tidak beragama Hindu tetapi melakukan ritual peribadatan agama Hindu. Itu namanya mempermainkan agama, dan karena saat itu dalam masa kampanye, maka aktivitas Mega saat itu adalah memperalat agama Hindu untuk kepentingan politiknya sendiri.

Kini, ketika RUU Pornografi dan Pornoaksi dalam pembahasan, masyarakat Hindu pun bereaksi keras, bahkan ada suara yang ingin merdeka dari NKRI. Nampaknya agama sudah dijadikan alat politik.

Masyarakat Hindu Bali sudah mensejajarkan agamanya dengan pornografi dan pornoaksi, melalui berbagai alasan yang nampak seolah-olah benar. Apalagi reaksi penolakan terhadap RUU Pornografi dan Pornoaksi itu dicetuskan dengan cara-cara yang justru melecehkan agama dan orang Bali.

Masyarakat dan pemuka agama Hindu tidak terusik harga dirinya ketika agamanya dijadikan alat politik oleh kalangan non Hindu. Bahkan mereka tidak terganggu ketika agama Hindu cuma dijadikan komoditi pariwisata. Mereka lebih mementingkan dolar daripada moral. Bahkan, gemar melepaskan ancaman disintegratif dalam rangka menyampaikan aspirasinya, seolah tidak punya kedewasaan dan wawasan kebangsaan sama sekali.

Oleh PUTU YASA *)
Jakarta Selatan 12510

Iklan

15 Komentar »

  1. saya yakin bapak putu yasa ini tidak mengerti dan memahami bagaimana jiwa ajeg bali. TOLAK!

    hehehe…wah, ini sapa ya Pmonera1704 bisa menjelaskan identitasnya? agar diskusi bisa lebih asik…tidak perlu menyembunyikan identitas ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh #3 — Maret 17, 2006 @ 11:01 am | Balas

  2. waduh pak….seharusnya bapak bisa mengerti duonk dgn kondisi dan situasi bali itu sendiri seperti apa.kita tak bisa memungkiri lagi bahwa masyarakat di sana emang terbiasa dengan hal-hal seperti itu.dan bukan cuma di bali aja,di seluruh tempat oun seperti itu.hanya saja kurang tereksposs….aku mau tanya,apakah semua orang termasuk penyusun RUU itu udah bersih????
    NO BODY’s PERFECT pak!!

    memang tidak ada yg perfect…tapi setidaknya ada yg berusaha, daripada hanya ribut belaka ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ˜€

    Komentar oleh unknown — Maret 28, 2006 @ 5:15 am | Balas

  3. Hehehe saya sangat geli ngebaca komentar bpk Putu Yasa, tentang Masyarakat Bali dan RUU APP… Ngomong-omong Pak Putu ini Hindu apa bukan…? Maksudnya kalo Hindu pastilah tahu tentang Lambang/Relief/Budaya kehinduan. Trusss satu lagi Bapak yang mungkin tinggal di jakarta (di kota MEGAH) sudah pernahkan jalan-jalan ke Bali (sedikitnya pernah ke perkampungan). Mungkin ini bukan di bali saja…. Ingat pak, Indonesia luas… dan tidak semua penduduk seperti orang Jakarta (yang tiap rumah punya kamar mandi). Masih banyak penduduk di desa yang masih mandi ke pantai/ kesungai….!(boro-boro bikin kamar mandi… cari makan jmn skrg susah)Apa mereka harus ditanggkap…? Dan di pedesaan bali masih biasa koq dan belum pernah saya denger “diperkosa gara-gara mandi di pantai/sungai”. Sebenarnya bukan UU yang diperkuat….tapi IMAN!! Percuma donk KOTBAH di seluruh stasiun TV tiap pagi…/sembahyang tiap hari…kalo IMAN tetep bobrok.

    bli Komang…sabar…sabar ๐Ÿ™‚
    jangan emosi…tenang ya bli?? ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Komang — Maret 28, 2006 @ 12:06 pm | Balas

  4. Maaf pak….sebelum Bapak berkomentar “Masyarakat Hindu Bali sudah mensejajarkan agamanya dengan pornografi dan pornoaksi” Tolong Bapak baca…pikirkan….pahami…isi RUU APP pasal perpasal. Trus saya kgk tau Bapak Hindu apa bukan (dari nama PUTU YASA..?)…kalo Bapak belum paham tentang budaya/kepercayaan/simbol2 kehinduan….tolong pikirkan komentar tsb!!!

    tenang mas Agus…mungkin bli Putu Yasa ‘kepeleset’ jari2nya saat mengetik…sabar ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh agus — Maret 28, 2006 @ 12:39 pm | Balas

  5. Kalau kita lihat permasalahan pro & kontra mengenai RUU Pornografi dan Pornoaksi.
    Sebenarnya masyarakat kita belum mempunyai kesamaan mengenai DEFINISI kata Pornografi dan Pornoaksi yang baku itu seperti apa ?
    MUNGKIN bapak 2x yang memberikan pendapat disini mendifinisikan Pornografi dan Pornoaksi juga berbeda -beda.
    Ok…. bapak 2x kita memang mempuyai pendapat yang berbeda- beda & itu harus, masalahnya kita hidup & kita bukan robot yang melakukan berbagai macam tindakan dan kata dgn satu bahasa & laku .
    Tp… kepala boleh panas tapi…. hati tetap dingin.
    OK… ( I LOVE INDONESIA )

    setuju mas Roy…terima kasih untuk pendapatnya ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Roy — Maret 29, 2006 @ 6:49 am | Balas

  6. kita harus memperkuat iman kita masing masing baru kita ngurusin orang lain percuma aja “majalah” dilarang tapi masih dicari2 orang. klo dicari makin mahal n makin buat orang penasaran

    mestinya seimbang mas Novan…
    seraya memperbaiki diri, juga mengajak orang lain ke arah yg lebih ‘benar’ ๐Ÿ™‚

    manusia kan sifatnya begitu…suka dengan hal2 yg bikin penasaran ๐Ÿ˜‰

    Komentar oleh novan_keren2006 — Maret 29, 2006 @ 12:37 pm | Balas

  7. RUU Pornografi hanya menunjukkan Indonesia adalah bangsa yang egois. Indonesia itu multikultur, tidak mungkin adat dan agama yang sudah mendarah daging di diri manusia harus dihilangkan. Apa akan lahir kembali Adolf Hitler yang tega membantai agama dan adat yang dianggap salah olehnya? Di mana toleransi antar agama yang ada dalam Pancasila?

    tenang mas Souza…
    adanya undang-undang bukan utk mencerai beraikan bangsa…justru mesti diatur, biar ga makin bablas..

    jika ada masalah antara toleransi dg undang-undang, yaa…direvisi undang2nya ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Souza — April 3, 2006 @ 8:48 am | Balas

  8. 1.Masalah perbedaan pandangan terhadap RUU pornografi dan pornoaksi itu masalah disdefinisi dan paranoid yang berlebihan…..Semestinya kita tahu dulu apa filosofisnya tentang munculnya RUU PP tersebut, kemudian batasan bagaimana? jangan kemudian berkomentar penolakan dengan konotasi yang jauh dari dari filosafisnya. Benar kata Pak PUTU moralitas suatu bangsa itu sagala2nya karena tegak dan terhormatnya suatu bangsa karena tegaknya moral penduduk.

    betul mas Koderi. sebelum menentang sesuatu, hendaknya duduk dulu bersama, mencari kesepakatan atau rumusan yg sama. Tidak asal demo, tanpa mengetahui substansi sebenarnya ๐Ÿ™‚

    masalah moral…kadang2 masing2 saling ancam…akibatnya moral tidak ada yang mengurus, malah ribut yang terus berlangsung ๐Ÿ˜ฆ

    2.RUU PP pada dasarnya aplikasi dari sila 1,2 dari pacasila, sebagai manusia yang berkeTuhanan dan manusia yang berkemanusiaan semestinya berusaha menjunjung/menjalankan perintah Tuhan dan menjaga kehormatan sebagai manusia bukan seperti binatang yang hanya mementingkan kepuasan nafsu (sex)… semoga yang menolak RUU PP mendapat hidayah dari Tuhan yang maha pengasih lagi penyayang amin…..

    terima kasih komentarnya mas Koderi…
    aamiin ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Koderi Furniture — April 13, 2006 @ 3:54 am | Balas

  9. kalo lo pada nanya gw sebagai mahasiswa pariwisata jelas gw nolak ruu tersebut, ntar adanya uu tersebut malah buat budaya bangsa kita makin ngga beraneka ragam donk!!!!,

    mas Melvin, sepanjang pemahaman saya, RUU ini TIDAK BERLAKU PUKUL RATA DI SEMUA TEMPAT ๐Ÿ™‚

    ntar segalanya tertutup, gimana dengan budaya asli daerah, ya ambil contoh aja tarian daerah, kalo ada ruu tersebut baju daerahnya di modif gitu?????,

    tenang…ada aturan mainnya kok mas ๐Ÿ™‚

    terus gimana dengan emansipasi wanitanya, gw aja sebagai cowok bisa ngomong “hari gini cewek dikekang-kekang” please deh… jadi kayanya dengan adanya uu tersebut sama aja men-judge cewe kalo mereka sbg sumber dari …… ya u know lah.

    yang saya tangkap, malah RUU ini berusaha melindungi…
    mungkin memang terkesan sepihak…tapi yaa..mestinya dirundingkan lagi ๐Ÿ™‚

    and kalo buat di daerah tujuan wisata yang berada di pesisir pantai sebagai contoh bali, lombok dan masih banyak lagi ntar berjemur aja jadi masalah, bener ngga? ato kita mau jadi lebih rasis lagi dengan merevisi uu tersebut hanya untuk orang indo????

    untuk kasus ini, saya tidak berani menjawab…
    ada pihak lain yang lebih berkompeten:)

    ya itu cuma pendapat gw pribadi, pikir-pikir lagi lah, jangan cuma dari satu segi aja.. yang sama artinya dengan egois…., ntar jangan kalo salah satu pihak merasa tuntutannya ngga terpenuhi jadi anarkis ataupun bahasa halusnya mengambil tindakan yang tidak terpuji lagi….. Kalo lo pada cinta pada indonesia keluarin pendapat lo, ini negara demokrasi yang berlandaskan pancasila bukan kepentingan kelompok, ras, ataupun agama. peace and out. viva indonesia, majulah pariwisata.

    terima kasih atas kesediaan mas Melvin berkomentar ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh melvin — April 13, 2006 @ 10:38 am | Balas

  10. RUU APP sebenarnya isinya apa aja sih? kalau saya renang apakah hrs pakai jilbab? saudara dan teman-teman saya yang noni apakah juga hrs menutup aurat spt umat islam juga?

    artikel lengkap RUU APP, insya ALLOH akan saya muat jika referensinya sudah cukup.
    renang pake jilbab? mungkin tidak seekstrim itu mbak Seha.
    barangkali akan ada kolam renang khusus untuk para wanita, sehingga mereka lebih ‘bebas’ berenang…tidak takut dipelototi oleh laki-laki ๐Ÿ™‚

    untuk noni = TIDAK ADA KEWAJIBAN menutup aurat… ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Seha — April 21, 2006 @ 7:06 am | Balas

  11. dengan adanya RUU bukan malah melecehkan kaum wanita, tetapi menjaga kehormatan dan harkat kaum wanita. kerusakan bangsa itu disebabkan pada wanita, harta. Pemerintah harus bertindah tegas dengan RUU tersebut. supaya dunia ini akan menjadi damai

    Komentar oleh fatkhur — Mei 3, 2006 @ 7:00 am | Balas

  12. putu yasa tu siapa ya??

    dan RUU ga dipukul rata? liat lah, perda2 yg bermunculan akibat RUU ini.. gebleg!! kae gitu perbaikin moral bangsa?! dan macam2 kae gini malah bikin korupsi makin subur.. UU yg ada skrg udah banyak kok yg ngatur PP, masalah penegak hukumnya itu..
    terus masalah RUU dan paranoid, kaenya lebih parno yg mencetuskan RUU ini.. parno ga ada kerjaan mungkin, jadi ga ada duit ekstra.. dan lagi, bakalan ada lembaga baru yg jadi penegak moral [lahan basah lagi buat korupsi]

    [quote]RUU Pornografi hanya menunjukkan Indonesia adalah bangsa yang egois. Indonesia itu multikultur, tidak mungkin adat dan agama yang sudah mendarah daging di diri manusia harus dihilangkan. Apa akan lahir kembali Adolf Hitler yang tega membantai agama dan adat yang dianggap salah olehnya? Di mana toleransi antar agama yang ada dalam Pancasila?

    tenang mas Souzaโ€ฆ
    adanya undang-undang bukan utk mencerai beraikan bangsaโ€ฆjustru mesti diatur, biar ga makin bablas..

    jika ada masalah antara toleransi dg undang-undang, yaaโ€ฆdirevisi undang2nya ๐Ÿ™‚ [/quote]

    apanya yg diatur kalo dengan rancangan aja udah bikin pecah belah.. jelas ini RUU udah ga beres toh?
    nah, kalo UU direvisi terus, buat apa?

    oia, gw inget ada tokoh muslim [entah tokoh apa] ngomong “kalo ada budaya indonesia merupakan budaya yg ga senonoh, ya jadikan saja itu sejarah.” meremehkan nilai suatu kebudayaan?! ato sedang ingin menggantikan budaya indonesia dengan budaya yg baru? a la taliban, misalnya??

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — Mei 6, 2006 @ 7:16 pm | Balas

  13. tenang bapak bapak!!!apapun agama anda saya yakin tuhan anda mengajarkan kebaikan. termasuk menghindarkan diri dari pornografi kan?? apa ada tuhan yang setuju dengan pornografi?? tul nggak?? tuhannya sapa coba?…nggak usah ngomongin Mega yang melakukan Ritual Agama Hindu meskipun beliau non hindu. mungkin kalao ada digereja barangkali jg ikutan misa. biasa Bu Mega Gitu LOhhh… knapa harus ada UU ini? karna tidak adasatupun UU yg mengatur dg jelas ttg Pornografi. kalopun ada, di KUHP mengatur kesusilaan BUKAN Pornografi. so siapa coba yang bisa mengukur susila seseorang? batasannya sampai dimana? gak usah takut ttg Bali ataupun daerah wisata yg laen. kan ada PERDA?? silakan kl mau in the hoii… perda bali tdk melarang. so jangan otot ototan deh…. semua ada tempate masing2 kok……

    Komentar oleh I'ir STIH YPM — Oktober 14, 2006 @ 10:42 am | Balas

  14. Sudahlah,Kamu Jangan Sok Paling Suci…urusan MORAL itu urusan diri sendiri…pikirkan saja soal gas dan minyak tanah, soal pulau-pulau yang mulai diambil oleh negara lain…pikirkanlah ulahmu sendiri apa sudah manusiawi…urusan kamar tidur dan nafsu biarlah diri kami sendiri yang memanag…KALIAN SOK tahu aja…masih makan uang korup dan main perempuan selepas paripurna saja sudah berani bikin RUU MORAL…dasar Antek Afganistan..antek OSAMA…INDONESIA BUKAN ARAB…

    Komentar oleh jingklong — September 23, 2008 @ 10:21 pm | Balas

  15. kalau saya ibaratkan yg anda sebut pornografi tidak ada bedanya seperti gumpalan awan
    mslh persepsi saya kembalikan ke masing” individu,,
    persis sprti sekumpulan orang sdng melihat gumpalan awan,( bermain-main METAFORA)
    ada yg melihat bentuknya seperti kuda,ada yg melihat seperti domba,ada yg melihat seperti kapal,dll
    trgntung ap yg ad d fikiran’x yg bekerjasama dengan matta’x,dan mungkin sedikit di pengaruhi oleh ucapan orang” di sekitarnya
    saat anda mmbayangkan suatu itu kotor sebenar’x otak anda’lh yg prlu di bersihkan!!

    Komentar oleh kadex agus — Oktober 15, 2013 @ 5:27 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: