Blog Tausiyah275

Maret 22, 2006

Aamiin…BUKAN Amin

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 4:26 am

Beberapa waktu lalu aku sempat berbincang-bincang dengan seorang ustadz. Entah bagaimana, pembicaraan berujung pada pembahasan amin dan aamiin.

Ustadz tersebut menjelaskan, bahwa TERDAPAT PERBEDAAN YANG MENDASAR antara amin dan aamiin. Aamiin mempunyai arti (Ya ALLOH) kabulkanlah, diucapkan setiap berdoa dan setelah imam sholat membaca Al Fatihah. Sementara amin merupakan gelar, yakni yang bisa dipercaya. Sekedar mengingatkan lagi, Rasululloh SAW mempunyai gelar Al Amin.

So, perhatikan…JANGAN SAMPAI DOA KITA TIDAK TERKABUL gara2 masalah sepele ini. Terutama jika ada yg berdoa, kita ucapkan amin…amin…amin…menurut ustadz hal itu akan mengakibatkan doa tidak terkabul, karena ‘yang diminta’ bukanlah permohonan untuk dikabulkan, tapi malah menyatakan ‘bisa dipercaya…bisa dipercaya…’ 🙂 Seharusnya ucapkan aamiin…

Demikian sekilas info dari hasil bincang-bincangku dengan seorang ustadz, semoga berguna 🙂

Iklan

19 Komentar »

  1. semoga Dian cepat mendapatkan jodohnya, selambatnya tahun ini sudah bersanding di pelaminan 🙂

    aamiin…

    Komentar oleh endhoot — Maret 22, 2006 @ 11:33 am | Balas

  2. Kalo “aamin” apa artinya?

    aku ambil sumbernya dari sini, tertulis:
    aamin = Grace of God. Artinya Tuhan (ALLOH) Yang Maha Pemurah.

    Di Masjidil Haram (atau Mekah pada umumnya) memang mengucapkan “amiin” untuk arti “kabulkanlah”.

    aamiin….
    alifnya juga dibaca panjang 😉

    Komentar oleh Ananda Putra — Maret 25, 2006 @ 6:47 am | Balas

  3. Yah namanya bukan bahasa kita sendiri, menurut saya sih salah-salah dikit juga gak apa-apa, nyang penting khan maksud kita memang agar Alloh mengabulkan dan Alloh khan mahatahu. Yaa toh????

    jika sebelumnya tidak tahu, insya ALLOH, ALLOH Maha Tahu.
    tapi setelah tahu cara membacanya, semestinya kita lebih berhati-hati…dan memberitahukan kepada orang lain 🙂

    ayo mas Wahyudi, beritahu sanak saudara/teman-teman mas Wahyudi 🙂

    Komentar oleh wahyudi — Maret 27, 2006 @ 5:36 am | Balas

  4. Suwun

    sama2, mas Jauhari 🙂

    Komentar oleh Jauhari — Juni 28, 2006 @ 5:36 pm | Balas

  5. iya, kalo dalam bahasa arab memang kalo salah baca jadi salah arti. seperti bahasa inggris. tapi hal itu jadi cambuk buat kita perlunya mengetahui bahasa arab. syukur-syukur belajar bahasa arab sampe pinter, jadi bisa kasi tau temen kalo ada yang salah ucap lagi. ya nggak?! 🙂

    betul mas Deni…sebaiknya kita belajar bahasa Arab, walau cuma mengerti sedikit, tapi setidaknya bisa membantu dalam membaca Al Qur’an 🙂

    Komentar oleh deni — Agustus 15, 2006 @ 3:57 am | Balas

  6. apakah kata amin termasuk ke dalam surat alfatehah? krn kl sholat kita mengucapkan kata di luar bacaan sholat kan batal ya? mohon bnatuannya

    Komentar oleh cacasl — Desember 9, 2008 @ 12:57 pm | Balas

  7. Apakah kata Aamiin yang dibaca setelah Alfatihah, ada rujukan nya dari hadist atau Alquran.
    Mohon diberikan rujukan yang jelas.

    Komentar oleh Tarman Sudjana — Januari 19, 2009 @ 7:30 am | Balas

  8. Ada lagi kalau kata Amin, diucapkan dengan keras seraya dan min dipanjangkan, saya pernah dengar pengajian, klau gak salah itu bukan berarti kabulkanlah…tetapi berarti celakalah kamu…., bila salah dari saya bila benar dari Allah. maaf jika saya salah…..

    Komentar oleh hammam — September 12, 2009 @ 5:43 am | Balas

  9. Assalamu’alikum,ikut nimbrung

    Yang pernah saya dengar dan saya lihat…
    arti amin…itu banyak arti : coba simak

    1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek)
    artinya AMAN, TENTRAM

    2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek)
    artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN

    3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang)
    artinya JUJUR TERPERCAYA

    4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang)
    artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI

    tidak bermaksud menggurui tapi yang saya tahu
    begitu….semoga bermanfaat

    wassalamu’alaikum

    Komentar oleh Bam aji — Januari 12, 2010 @ 3:52 pm | Balas

  10. dalam kitab sifat sholat nabi karangan al-albani versi terjemah, disebutkan hadits riwayat Muslim dan Abu ‘Awanah.
    “Ucapkanlah aamiin, niscaya Alloh akan mengabulkan permohonan kamu”

    Komentar oleh haris — Juli 1, 2010 @ 9:25 am | Balas

  11. Baru sadar, jangan- jangan selama ini doa saya tidak terkabul karena masalah yang dianggap sepele ini^_^ terima kasih sudah di ingat kan

    Komentar oleh mita — September 8, 2010 @ 11:04 pm | Balas

  12. itu khusus aamiin aja kah? apa berlaku juga untuk transliterasi mufradat (vocab) yang lain?

    misalnya, “Allah” atau “Allaah”?

    Ibrahim atau Ibraahiim?

    Assalamu’alaikum atau Assalaamu’alaykum?

    atau hanya berlaku pada mufradat yang memiliki arti berbeda ketika terdapat perbedaan panjang pendek harakat?

    ‘afwan (عفوا harus pake apostrophe karena pake ‘ain) atas kesalahan dan keterbatasan …

    Fiamanillah,

    – Hilmy –

    mesti dibedakan antara ‘terjemahan’ (dari bhs Arab ke bhs Indonesia) dan tanda baca yg ‘sebenarnya’ (dan seharusnya).

    Assalamu’alaikum atau Assalaamu’alaykum merupakan hasil terjemahan.
    hal yg sama antara afwan dan ‘afwan.

    untuk Allah dan Ibrahim, terkadang masalah pelafalan.

    untuk aamiin, setahu saya, memang artinya berbeda sekali (dari bahasa arabnya) jika berbeda cara tulis dan bacanya.

    demikian.

    Komentar oleh Hilmy — November 3, 2010 @ 4:53 pm | Balas

  13. Hebat juga ya ustadz itu, bisa tau bagaimana do’a itu dikabulkan atau tidak… 🙂 mau aamiin sejuta kali kalo kelakuan masih bedjat jauh dari tobat… gimana tuh ? Yg penting kelakuan atau ucapan ? 🙂

    Komentar oleh wong djowo — Juli 26, 2011 @ 12:06 am | Balas

  14. Sya suka penjeLasan ini..toh bnyk orng yg ga taw makna dr ucapan dia dLm shoLat yg akibat’y shoLat’y kurang sempurna!!!
    mksh ats pemberitahuan’y^_^

    Komentar oleh maulana — Agustus 23, 2011 @ 1:16 am | Balas

  15. […] Semoga kita terhindar dari hal ini. Aamiin. […]

    Ping balik oleh Dipercaya Itu Sulit…!!! « Blog Tausyiah275 — Januari 6, 2012 @ 5:20 am | Balas

  16. […] ALLOH SWT menjadikan kita orang2 yg tidak kikir terhadap harta dan menjadikan kita lebih dermawan. Aamiin. Share this:StumbleUponDiggTwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20090918 « Kumpulan Khutbah Jum’at — Juni 11, 2012 @ 8:19 pm | Balas

  17. […] kita dijauhkan dari orang golongan keempat ini, aamiin. Share this:StumbleUponDiggTwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20091002 « Kumpulan Khutbah Jum’at — Juni 15, 2012 @ 9:00 pm | Balas

  18. […] Mempermasalahkan pengucapan Aamiin Pemilik situs ini menganggap ucapan aamiin tidaklah penting karena tidak disebutkan/dituliskan di Al Qur’an, terutama di akhir surat Al […]

    Ping balik oleh Ketika Sunnah Rasululloh SAW Disingkirkan « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 9:00 pm | Balas

  19. […] yang kadangkala terjadi dan dilakukan oleh kaum muslim. Jika beberapa waktu aku membahas aamiin, definisi dan kesalahan yang terjadi serta solusinya, maka kali ini aku membahas ‘kesalahan fatal’ dalam […]

    Ping balik oleh Menuju Kemenangan atau Sawah? | Blog Tausiyah275 — Mei 19, 2013 @ 8:39 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: