Blog Tausiyah275

Maret 24, 2006

Khutbah Jum’at – 20060324

Filed under: Khutbah Jumat & Pengajian — Tausiyah 275 @ 11:15 am

Rasululloh SAW telah memprediksi bahwa akan datang suatu jaman, dimana pada jaman tersebut sifat egois akan mendominasi perilaku manusia. Selain itu, perbuatan munkar (kejahatan) juga akan merajalela di muka bumi ini. Beliau memberikan solusi untuk menghadapi itu semua, yakni dengan cara taat dan bertakwa kepada ALLOH SWT.

Islam melarang sifat egois, karena tiap muslim DIHARUSKAN mengamati dan peduli dengan kepentingan orang lain, tidak hanya melulu memikirkan dirinya sendiri. Dalam sebuah hadits yang terkenal, berbunyi “Tidak beriman seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari-Muslim)

Di jaman yang modern + maju ini, pekerjaan yang cukup berat dan banyak mengakibatkan banyak orang yang egois. Beberapa perbuatan egois yang dilakukan diantaranya:
– tidak menjenguk orang sakit (padahal menjenguk orang sakit mempunyai pahala dan manfaat yang besar. Artikelnya bisa dibaca di sini)
– tidak menghadiri undangan yang telah diterima (padahal salah satu kewajiban muslim, apabila dia diundang mesti datang, kecuali ada halangan yg penting)
– tidak peduli dengan keadaan sekitar. Jika mereka tahu, mereka malah pura2 tidak tahu

Harta merupakan amanat yang nanti mesti dipertanggungjawabkan di hadapan ALLOH SWT. Pertanggung jawaban yang dilakukan meliputi dari mana harta didapat & ke mana harta itu dibelanjakan.

Di Al Qur’an banyak terdapat kisah orang2 yg mati sengsara karena harta. Salah satunya adalah cerita mengenai Qarun, dalam surat Al Qashash (28):76,”Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.”

*Khutbah Jum’at lainnya bisa diakses di http://khutbahjumat.wordpress.com/*

Iklan

3 Komentar »

  1. Ass.

    wa’alaykumsalam wr wb mas Dwi

    Kajian khutbah diatas belum lengkap karna tidak menyebvutkan hadits2 atau yg lain yg dpt menambah pengetahuan saya.

    wah…maaf, dalil yang diberikan khatibnya hanya demikian adanya…
    mungkin mas Dwi sudah saatnya menjadi khatib, karena pengetahuannya (insya ALLOH) sudah mencapai taraf khatib 🙂

    Wass.

    wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh dwi — April 2, 2006 @ 4:09 am | Balas

  2. sebenarnya kuthbah tersebut sudah bagus,tetapi mengapa hadisnya tidak dicantumkan

    saya sudah tulis lho mas Fauzi..
    silakan dicek lagi 🙂

    Komentar oleh fauzi — April 12, 2006 @ 5:59 am | Balas

  3. sebenarnya kuthbah tersebut sudah bagus,tetapi mengapa hadisnya tidak dicantumkan.

    bukannya saya sudah tulis??
    “Tidak beriman seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari-Muslim)

    Komentar oleh fauzi — April 12, 2006 @ 6:00 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: