Blog Tausiyah275

Maret 31, 2006

Khutbah Jum’at – 20060331

Filed under: Khutbah Jumat & Pengajian — Tausiyah 275 @ 6:55 am

Khatib ‘menyesalkan’ metode pengajaran/pengenalan Islam yang terfokus kepada Fiqh. Menurutnya, seharusnya metode pengajara/pengenalan Islam lebih ditujukan kepada MA’RIFATULLAH, yakni mengenal ALLOH. Hal ini dikarenakan, menurut khatib, meski masyarakat muslim Indonesia telah melaksanakan fiqh dg baik (sholat, haji, puasa, dst), namun masih banyak korupsi, kejahatan yg dilakukan orang2 yg telah menjalankan fiqh tersebut.

Amalan terbaik di sisi ALLOH SWT adalah akhlaq, dan inti dari akhlaq yang baik adalah silaturahim, sedangkan inti dari silaturahim adalah menggembirakan hati orang lain. Dengan demikian, khatib menjelaskan, muslim Indonesia mesti lebih banyak lagi menggembirakan hati orang lain, dengan bersedekah, membantu kaum fakir miskin, anak yatim, orang tertimpa musibah, dan hal-hal lainnya.

ALLOH SWT, apabila hendak menghancurkan suatu kaum/negeri, maka akan menurunkan hal2 berikut:
– masyarakatnya dibuat hidup bermewah-mewah;
– banyak penjahat yang menjadi pejabat;
– penguasa dikuasai oleh pengusaha;
– tidak pedulinya para petinggi/pejabat terhadap rakyatnya.
Hal yang sama telah terjadi di jaman Fir’aun, yakni ketika Qarun menguasai pemerintahan Fir’aun, sehingga masyarakat Mesir sangat miskin, sedangkan Fir’aun+Qarun menjadi orang yang sedemikian kayanya, sebelum akhirnya dihancurkan dan dibinasakan oleh ALLOH SWT.

Khatib juga menyerukan kepada para hadirin sidang Jum’at, agar kian banyak mencontoh Rasululloh SAW, terutama dengan datangnya/masuknya bulan Rabi’ul Awal. Rasululloh SAW, selaku uswatun hasanah, mempunyai banyak perilaku teladan yang menjadikan beliau menjadi manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi ini. Susah, barangkali mustahil, menyerupai Rasulloh SAW, namun dari sekian banyak perilaku terpuji Rasul, setidaknya kita berusaha mencontoh beberapa diantaranya yg bisa kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

*Khutbah Jum’at lainnya bisa diakses di http://khutbahjumat.wordpress.com/*

Iklan

1 Komentar »

  1. Ud ghuluu fisilmi kaaffah, sebagai muslim seyogyanya tdk harus pilih piih sak kepenak’e dewe. secara kaffah kito sebagai muslim to’at kepada Alloh melalui Alqur’an dan Toat Kepad Rosululloh Muhammad SAW melalui Alhadistnya.
    Kalau dilapangan kita lihat oknum muslim yang telah melakukan shol;at tapi koropsi atau katakanlah masih menganiaya dirinya sendiri, itu artinya si oknum tersebut belumlah benar atau mungkin masih banyak bid’ahnya. ingat setiap bid’ah adalah dolalah dan dolalah itu adonyo dineraka.
    Semestinya dan seharusnya kalau dia Muslim tentu tidak akan mengambil yang bukan menjadi haknya, karena pribadi muslim seharusnya berakhlak karimah, minimumnya menjauhi larangan yang telah ditetapkan.
    Sesungguhnya manusia yang mulya disisi Alloh adalah Manusia yang bertaqwa.
    Nah apasih Bertaqwa itu? terus tingkatkan kepahaman beragama kita akar mencapai Taqwa yang diridoi oleh Alloh.

    wah…terima kasih untuk tambahan informasinya, mas Rahmat.
    tepat sekali apa yg dikatakan mas Rahmat…
    mari…mari…kita tingkatkan takwa kita kepada ALLOH SWT 🙂

    Komentar oleh rahmat pamudji — April 13, 2006 @ 2:53 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: