Blog Tausiyah275

April 10, 2006

Tentang Kuku

Filed under: Fiqh — Tausiyah 275 @ 4:16 pm

Beberapa waktu lalu, aku pernah posting tentang salah satu sunnah yg dilakukan Rasululloh SAW, yakni memotong kuku. Nah, berikut ini, aku uraikan (lebih detil) tentang kuku. Semoga berguna 🙂

Cara memotong kuku jari tangan adalah mulai dari jari telunjuk yang kanan terus melingkar ke arah kanan sampai kelingking yang kanan, terus disambung dari kelingking kiri kembali ke ibu jarikiri dan berakhir di ibu jari kanan. Dan untuk memotong kuku jari kaki mulai dari kelingking kanan ke sebelah kiri sampai kelingking sebelah kiri.

Menurut Imam an-Nawawi, sunat memotong kuku bermula jari tangan kanan keseluruhannya daripada jari telunjuk sehinggalah jari kelingking dan diikuti ibu jari, kemudian tangan kiri daripada jari kelingking sehinggalah ibu jari.

Sementara kuku kaki pula, bermula kaki kanan daripada jari kelingking sehinggalah ibu jari kemudian kaki kiri daripada ibu jari sehinggalah kelingking.

Waktu Memotong Kuku
Dalam perkara waktu memotong kuku, aku berpatokan kepada hadits berikut, sebagaimana diriwayatkan daripada Anas bin Malik yang artinya:“Telah ditentukan waktu kepada kami memotong misai, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu ari-ari agar kami tidak membiarkannya lebih daripada empat puluh malam.” (Hadis riwayat Muslim)

Adapun menurut Imam asy-Syafi‘e dan ulama-ulama asy-Syafi‘eyah, sunat memotong kuku itu sebelum mengerjakan sembahyang Jum‘at, sebagaimana disunatkan mandi, memotong kuku, memakai wangi2an, berpakaian rapi sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan sembahyang Jum‘at.

Diriwayatkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma yang artinya:“Bersabda Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Siapa saja yang mandi pada hari Jum‘at, memotong kuku, berwangian (memakai wangi2an) jika memilikinya dan memakai pakaian yang terbaik kemudian keluar rumah sehingga sampai ke masjid, dia tidak melangkahi (menerobos masuk) orang-orang yang telah bersaf, kemudian dia mengerjakan sembahyang apa saja (sembahyang sunat), dia diam ketika imam keluar (berkhutbah) dan tidak berkata-kata sehingga selesai mengerjakan sembahyang, maka jadilah penebus dosa di antara Jum‘at itu dan Jum‘at sebelumnya.”(Hadis riwayat Ahmad)

Dari Abu Hurairah didapatkan hadits berikut: “Bahwasanya Rasululloh Shallallahu ‘alahi wasallam memotong kuku dan mengunting misai (kumis) pada hari Jum‘at sebelum Baginda keluar untuk bersembahyang.”(Riwayat al-Bazzar dan ath-Thabrani)

Menanam Potongan Kuku
Referensinya adalah sebagaimana disebutkan dalam kitab Fath al-Bari, bahwa Ibnu ‘Umar Radhiallahu ‘anhu menanam potongan kuku.

Memotong Kuku Ketika Haid, Nifas Dan Junub
Menurut kitab Al-Ihya’, jika seseorang itu dalam keadaan junub atau berhadas besar, jangan dia memotong rambut, kuku atau mengeluarkan darah atau memotong sesuatu yang jelas daripada badannya sebelum dia mandi junub. Kerana segala potongan itu di akhirat kelak akan kembali kepadanya dengan keadaan junub.

Memanjangkan Kuku Dan Mewarnainya (Cutex)
Kebiasaan memanjangkan kuku dan membiarkannya tanpa dipotong adalah perbuatan yang bertentangan dengan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihhi wasallam, karena Rasululloh SAW mencontohkan agar memotong kuku.

Adapun dalam hal mewarnai kuku (cutex), referensi yg aku dapatkan menyatakan perempuan yang bersuami adalah haram mewarnai kuku jika suaminya tidak mengizinkan. Sementara perempuan yang tidak bersuami pula, haram baginya mewarnai kuku. Demikian juga jika pewarna itu diperbuat daripada benda najis (dari bahan lemak babi, misalnya) adalah haram digunakan.

Jika pewarna kuku itu boleh menghalangi masuknya air, maka tidak boleh menggunakan pewarna tersebut. Jika masih digunakan, maka tidaklah sah wudhu apabila dia berhadas kecil, atau mandi wajib apabila dia berhadas besar yaitu haid, nifas atau junub. Hal ini dikarenakan saat wudhu, air HARUS mengenai semua bagian…tanpa kecuali.

Hal ini berbeda pula dengan berinai (berpacar…menggunakan ‘kutex’ namun dari daun pacar), kerana perempuan yang bersuami atau perempuan yang hendak berihram sunat baginya berinai atau berpacar.

Adalah haram hukum berinai (memasang ‘pacar’) bagi kaum lelaki pada dua tangan dan kaki. Sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik katanya yang maksudnya : “Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kaum lelaki memakai za‘faran (kuma-kuma).”(Hadis riwayat Muslim)

Iklan

5 Komentar »

  1. alhamdulillah q dapet ilmu mengenai kuku..makasih ya…secara tidak langsung, anda telah membantu kaum hawa tata cara menurut Islam, agama yang hakiki

    Komentar oleh bungapoppy — Januari 27, 2008 @ 7:27 pm | Balas

  2. Jazakallah, ane dapet ilmu tentang kuku, Minta ijin buat di muat di Buletin sekolah ane… Agar teman-teman ane kebagian juga ni ilmu….. Sekali lagi terima kasih banyak…..

    Komentar oleh Aname Yasha — Februari 21, 2008 @ 10:57 am | Balas

  3. alhamdulillah aku mendapat banyak limu dari webts ini makasih banyak ya

    Komentar oleh wati wulandari — Mei 1, 2008 @ 2:10 pm | Balas

  4. makasih yah info nya, sepertinya ini hal sepele tetapi kalau kita mengingkari suatu kebenaran adalah dosa hukumnya bagi seorang muslim, apa lagi ku seorang lelaki, yang kurang taat setidaknya mudah2 an dapat menahan dosa semakin menggelembung.

    Komentar oleh adly — Juli 8, 2009 @ 9:00 am | Balas

  5. mau tanya…
    pada saat berpuasa sy memotong kuku trus tidak sengaja tanganku teriris dan mengeluarkan darah..
    apakah puasa saya makruh..????
    terimaksih atas jawabannya (tolong dalilnya ditampilkan juga)

    tidak ada hubungan keluar darah dg puasa. 🙂
    insya ALLOH puasa anda tetap diterima ALLOH SWT

    Komentar oleh irsan — Agustus 22, 2010 @ 2:09 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: