Blog Tausiyah275

April 17, 2006

Gus Dur-Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al Qur’an

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 6:21 pm

Masya ALLOH…Gus Dur..istighfar sampeyan…
Eling…
Nyebut…

Selagi ALLOH SWT masih memberikan kesempatan kepada sampeyan untuk hidup…selagi nafas belum di ujung tenggorokan…selagi…selagi…dan masih 1000 selagi masih ada kesempatan dari ALLOH, Gus..

Istighfar Gus…sebelum semuanya terlambat… :’-(
Ya ALLOH … Yaa Rabbi… :’-(
*menitikkan air mata utk statement Gus Dur ini…*

JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?

Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an, ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh).

JIL: Maksudnya?

Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha…

Wawancara lengkapnya baca di artikel ini.

BERITA TERBARU: JIL ADALAH SEKUMPULAN ORANG PENGECUT!!! MEREKA MENGGANTI ISI BERITA+LINK TTG KOMENTAR GUS DUR INI…!!! TIDAK PERCAYA? SILAKAN BACA DI SINI.

*update: artikel di website JIL sudah dihapus. sesuai dg statement saya bahwa mereka pengecut! ;-D untungnya masih ada yg menyimpan arsip wawancaranya di sini.

untuk lebih mudahnya, saya posting di sini.

Erotisme merupakan sesuatu yang selalu mendampingi manusia, dari dulu hingga sekarang. Untuk mewaspadai dampak dari erotisme itu dibuatlah pandangan tentang moral. Dan moralitas berganti dari waktu ke waktu. Dulu pada zaman ibu saya, perempuan yang pakai rok pendek itu dianggap cabul. Perempuan mesti pakai kain sarung panjang yang menutupi hingga matakaki. Sekarang standar moralitas memang sudah berubah. Memakai rok pendek bukan cabul lagi. Oleh karena itu, kalau kita mau menerapkan suatu ukuran atau standar untuk semua, itu sudah merupakan pemaksaan. Sikap ini harus ditolak. Sebab, ukuran satu pihak bisa tidak cocok untuk pihak yang lain. Contoh lain adalah tradisi tari perut di Mesir yang tentu saja perutnya terbuka lebar dan bahkan kelihatan puser. Mungkin bagi sebagian orang, tari perut itu cabul. Tapi di Mesir, itu adalah tarian rakyat; tidak ada sangkut-pautnya dengan kecabulan.

JIL: Jadi erotisme itu tidak mesti cabul, Gus?

Iya, tidak bisa. Anda tahu, kitab Rawdlatul Mu‘aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab bahasa Arab yang isinya tatacara bersetubuh dengan 189 gaya, ha-ha-ha.. Kalau gitu, kitab itu cabul, dong? ha-ha-ha’ Kemudian juga ada kitab Kamasutra. Masak semua kitab-kitab itu dibilang cabul? Kadang-kadang saya geli, mengapa kiai-kiai kita, kalau dengerin lagu-lagu Ummi Kultsum’penyanyi legendaris Mesir’bisa sambil teriak-teriak ‘Allah’ Allah’’ Padahal isi lagunya kadang ngajak orang minum arak, ha-ha-ha.. Sangat saya sayangkan, kita mudah sekali menuding dan memberi cap sana-sini; kitab ini cabul dan tidak sesuai dengan Islam serta tidak boleh dibaca. Saya mau cerita. Dulu saya pernah ribut di Dewan Pustaka dan Bahasa di Kuala Lumpur Malaysia. Waktu itu saya diundang Prof. Husein Al-Attas untuk membicarakan tema Sastra Islam dan Pornografi. Nah, saya ributnya dengan Siddik Baba. Dia sekarang menjadi pembantu rektor di Universitas Islam Internasional Malaysia. Menurut dia, yang disebut karya sastra Islam itu harus sesuai dengan syariat dan etika Islam. Karya-karya yang menurutnya cabul bukanlah karya sastra Islam. Saya tidak setuju dengan pendapat itu. Kemudian saya mengulas novel sastrawan Mesir, Naguib Mahfouz, berjudul Zuqaq Midaq (Lorong Midaq), yang mengisahkah pola kehidupan di gang-gang sempit di Mesir. Tokoh sentralnya adalah seorang pelacur. Dan pelacur yang beragama Islam itu bisa dibaca pergulatan batinnya dari novel itu. Apakah buku itu tidak bisa disebut sebuah karya Islam hanya karena ia menceritakan kehidupan seorang pelacur? Ia jelas produk seorang sastrawan brilian yang beragama Islam. Aneh kalau novel itu tidak diakui sebagai sastra Islam.

JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?

Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an, ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh).

JIL: Maksudnya?

Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam InJIL kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha’

302 Komentar »

  1. test comment

    test diterima, mas Adhi🙂

    Komentar oleh adhi nugraha — April 26, 2006 @ 1:09 am | Balas

  2. Gus Dur boleh ngomong gitu, Mas Fahmi juga boleh nyuruh Istighfar. Tapi Gus Dur tidak harus istighfar, dan Mas Fahmi tidak perlu percaya kalau Al Qur’an adalah kitab suci yang paling porno.

    Adil sekali bukan?😛

    lebih adil lagi jika GD tidak perlu mengatakan hal2 ga penting seperti itu, mas Herman🙂
    silakan baca komentar saya di blognya Toni🙂

    Komentar oleh Herman Saksono — April 27, 2006 @ 5:05 am | Balas

  3. Kalau saya baca-baca, sepertinya Gus Dur justru mengikuti definisi ‘porno’ dari RUU APP, sehingga mengatakan bahwa Al Qur’an adalah ‘porno’.

    Di RUU APP ‘porno’ = merujuk ke organ yang terbuka.

    bukankah di RUU APP juga sudah dijelaskan detailnya…??

    Sehingga, menurut saya yang dibilang Gus Dur memang benar dan tidak ada penghinaan thd Al Qur’an sehingga perlu istighfar.

    silakan berkomentar seperti itu..saya hargai…dan tolong juga hargai sikap saya🙂

    Dengan mengacu RUU APP, maka buku seksologi kedokteran juga akan ‘porno’. Patung-patung di laboratorium anatomi juga akan ‘porno’. Demikian pula Al-Kitab dan Al-Qur’an juga (mungkin) akan ‘porno’.

    ehmm…hati2, jangan main hantam kromo🙂

    Note : saya menulis ‘porno’ dengan tanda petik untuk menunjukkan definisi ‘porno’ ala RUU APP.

    hmm…nampaknya saya mesti muat artikel khusus tentang RUU APP ini…

    Komentar oleh Adi — April 27, 2006 @ 12:24 pm | Balas

  4. setuju ma yg diatas..

    dan heran dengan yg nyuruh gus dur istigfar.. kae yg paling bener dan gusdur salah aja.. situ tuhan ya?!

    lho..tidak harus menjadi tuhan (ALLOH SWT) untuk meminta orang lain istighfar..
    sudah kewajiban sesama muslim untuk saling mengingatkan jika ada kesalahan (menurut satu pihak) dan menjelaskan kenapa tindakan tsb dianggap ‘kesalahan’

    masalah benar dan salah, untuk urusan dunia mungkin bisa kompromi…tapi untuk urusan akhirat…sudah jelas siapa yg benar dan siapa yg salah…🙂

    nyebuttt.. istigfarr..

    lho…anda sendiri menyuruh orang lain untuk istighfar?
    ah…tidak konsisten..😉

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — April 29, 2006 @ 5:12 pm | Balas

  5. haha, saya mah cuman nyoba ngikutin aja..
    [quote]sudah kewajiban sesama muslim untuk saling mengingatkan jika ada kesalahan (menurut satu pihak) dan menjelaskan kenapa tindakan tsb dianggap ‘kesalahan’[/quote]
    nah ini, apa ga mikir mungkin GD jg lagi mengingatkan dengan cara mengkritik?!

    mengkritik boleh2 saja…bahkan seperti quote yg anda sertakan..WAJIB!!

    tapi apakah tidak ada CARA LAIN mengkritik, selain menggunakan Kitab Suci saya dg nada ‘cemoohan’ dan guyonan…atau apapun itu, yang membuat orang bisa menafsirkan macam2??🙂

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — Mei 1, 2006 @ 9:53 am | Balas

  6. Musti tanya dokter ahli syaraf nih,
    apa dampak dari serangan stroke yg berulang terhadap kemampuan berpikir seorang manula.
    Takutnya Gusdur ini mengalami kelemahan mental,
    dulu bumbu masak yg sudah di perikas di laboratorium dan dinyatakan mengandung babi masih dinyatakan halal sama gusdur.

    wah…mas Justus tidak boleh berkata kasar seperti itu…
    sudahlah…ALLOH SWT memang menciptakan bermacam-macam karakter manusia (+makhluk). Semua itu untuk menguji kita…seberapa sabar kita menghadapi karakter-karakter tersebut…😉

    Jadi serem juga sama yg namanya Islam Liberal, Al’quran di plesetin, ayat & hadits di debat.
    Allah SWT & Nabi SAW di pertanyakan, Islam di Gugat, masya allah.
    apa yg di cari yah ? dosa ? azab dari Allah SWT ? nama biar ngetop ? atau apa yah ?

    wah…saya tidak tahu persis mas Justus…
    mungkin yg suka melakukan aksi sebagaimana mas Justus sebut, bisa menjawab..??🙂

    Komentar oleh Justus — Mei 2, 2006 @ 11:46 am | Balas

  7. [quote]tapi apakah tidak ada CARA LAIN mengkritik, selain menggunakan Kitab Suci saya dg nada ‘cemoohan’ dan guyonan…atau apapun itu, yang membuat orang bisa menafsirkan macam2?? :-)[/quote]

    itu kan bukan kitab suci sodara doang.. kitab GD juga tuh.. [jangan2 GD ga dianggap muslim sama situ?] hehe

    wah…bukan saya yg menyatakan GD bukan muslim lho😉
    saya hanya hendak menyatakan bahwa seorang muslim hendaklah bercanda yg baik…tidak perlu menggunakan Kitab Suci sebagai bahan lelucon…masih banyak contoh lain yg bisa digunakan🙂

    yahh, GD mau ngomong gimana, itu urusan dia, tapi kan disini peran berita di media [dalam hal ini BLOG ini] dan penulis berita yg punya andil untuk meluruskan ato menjelaskan maksud dari omongan ini.. berarti, kalo banyak yg salah kaprah, salah anda! hehe

    halah…anda ngeles lagi…
    jika anda perhatikan, saya mengutip dari website-nya JIL…
    jika saya menggunakan logika anda, berarti memang JIL membuat banyak orang salah kaprah ya??🙂

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — Mei 2, 2006 @ 12:28 pm | Balas

  8. ah,
    anda tipikal orang cerdas indonesia; mendalami satu dan lain hal tapi begitu mudah utk melihat hanya permukaan saja.

    tolong belajar lebih dalam lagi, kali ini lebih ke esensinya (terlebih ttg Islam itu sendiri)

    ya ya ya…terima kasih atas komentarnya..🙂
    anda sendiri mungkin saya golongkan tipikal orang pengecut indonesia…berkomentar tapi tidak berani menunjukkan jati diri anda🙂

    Komentar oleh yeah — Mei 4, 2006 @ 9:25 am | Balas

  9. Menanggapi Pemilik Blog :

    Orang memang berhak dan wajib mengingatkan sesama muslim atau manusia pd umumnya. Tapi sifatnya tidak menuduh (meminta istighfar). Kenapa tidak ? karena toh kita sesama manusia, kita tidak bisa menggantikan Tuhan (Allah SWT).

    ehm…apa ada yg salah dg meminta istighfar?

    So, biarlah soal agama itu menjadi tanggung jawab setiap pribadi. Kita boleh saja mengingatkan, tapi sifatnya tidak menuduh spt itu, kecuali kalau kita merasa sebagai asistennya Alloh.

    lho…saya memang hanya mengingatkan kok..🙂

    Seharusnya ya, yang perlu kita kritik justru terorisme yang membunuh banyak orang, kekerasan atas nama agama, pengusiran dan pengancaman terhadap penganut Ahmadiyah, dst. Nah, kalau ini jelas-jelas perlu dikritik dan dituduh, karena jelas-jelas melanggar hukum.

    hukum mana dulu? hukum positif atau hukum agama? jika hukum agama yg dilanggar, kita memang HARUS bertindak🙂

    Gus Dur dan JIL toh tidak pernah melakukan kekerasan, pembunuhan, pengusiran semacam itu kan. Kalaupun pikirannya tidak sesuai dengan Anda (beda interpretasi soal agama) ya biar saja nanti Allah yang akan menentukan mana yang benar dan salah.

    tapi mereka tidak perlu meracuni pikiran orang lain dg statement2 mereka🙂
    ALLOH SWT sudah MENENTUKAN BENAR DAN SALAH MELALUI RASULULLOH SAW. Juklak dan juknisnya (petunjuk teknis) sudah tersedia di Al Qur’an dan As Sunnah kok🙂

    Atau, anda masih ngotot pingin jadi asisten Alloh SWT ? Kalau saya tidak.

    ah…saya tidak merasa jadi asisten ALLOH SWT kok🙂

    Komentar oleh Adi — Mei 5, 2006 @ 6:34 am | Balas

  10. Tambahan lagi :

    Kenapa Gus Dur seolah “menghina” Al Quran ? Menurut saya beliau justru mengikut pendapat yang beredar di kalangan pendukung RUU APP, yang menganggap penolak itu bukan Islam dan kitab sucinya porno.

    Saya kutip wawancara tsb :
    JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?

    terima kasih atas komentarnya, mas Adi🙂

    Komentar oleh Adi — Mei 5, 2006 @ 6:38 am | Balas

  11. Subhannallah
    saya rasa dia berfikir seperti itu karena dia terlalu pintar,karena kepintaran itulah dia mendahulukan akal dari pada keimanannya,saya sebagai umta Islam merasa kesal dengan apa yang sudah dia bicarakkan,dia sudah tidak pantas lagi dikatakan sebagai kiyai,mana ada kiyai yang menghina Al-Kitabnya sendiri

    itu dia, masa kiyai menghina Kitab Sucinya sendiri?? *geleng2 kepala…*

    Komentar oleh Libasa — Mei 6, 2006 @ 3:39 am | Balas

  12. lalu kiyai yg menebarkan kebencian terhadap agama lain adalah pantas menyandang gelar tersebut?!

    mungkin tidak menebarkan…tapi MEMBELA DIRI dari agama lain yg menyerang.
    barangkali mas NNFTK bisa menyebutkan nama kiyai2 yg anda anggap menebarkan kebencian tsb?

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — Mei 10, 2006 @ 4:19 am | Balas

  13. assalamualaiku sodaraku…

    wa’alaykumsalam wr wb

    kalau boleh saya kasih gambaran sedikit tentang konflik diatas.. maaf ya.. sebelumnya..
    1. seorang arsitek kemungkinan besar pekerjaanya akan lebih dimengerti oleh arsitek juga.
    2. seorang designer juga demikian
    jadi saya fikir jangan lah berlebihan berkomentar kalau kita belum merasa sebanding, maaf sodaraku..
    maksud saya dengan tingkatan yang dimiliki seorang KH Abdul Rahman Wahid, kemungkinan besar akan hanya selevelnya, saya yakin juga GD tidak semata-mata mengeluarkan perkataan itu kalau dia tidak mengerti betul dalamnya Al-Quran, jadi patut kita sadari bersama jika kita masih hanya tau kulitnya aja, lebih baik kita diam, dan coba cari tau apa dibalik itu, .. ingat hujatan itu berkecenderungan berlebihan dan mendekati fitnah. .. KECUALI .. kita sangat2 faham Al-Quran.. nah itu lain lagi..
    Benar memang kekhawatiran anda berdasar, tapi apakah yang anda khawatirkan sama seperti khawatirnya anda .. belum tentu.. yah..

    saya menutip komentar diatas “masalah benar dan salah, untuk urusan dunia mungkin bisa kompromi…tapi untuk urusan akhirat…sudah jelas siapa yg benar dan siapa yg salah…”,
    saya mau mengomentari siapabilang urusan akherat sudah jelas siapa yang salah dan siapa yang benar.. konteks yang anda bicarakan terlalu jauh… ini masalah duniawi mas.. dan masalah akherat urusan Allah, dan itu sangat sulit hitunganya, dimata manusia salah belum tentu dimata Allah INGAT ITU…!!
    .. maaf anda fikir mencemoohkan orang lain tanpa klarifikasi yang clear, apa itu bukan perbuatan salah.. waduh.. subhanallah .. maaf.. maaf.. sekali lagi maaf.. INTINYA LEBIH BAIK KITA BERHATI-HATI.. berhati2 bicara dan hati hati kalau KOMENTAR.. takutnya masalah ini jadi besar karena KOMENTAR-komentar sepihak.. wah.. gawat ini..

    maaf jangan tersinggung saya cuma turut bersedih kesemuanya..

    hmmm…untuk topik GD, saya sudah tutup…jadi saya tidak akan komentari lebih jauh..🙂

    Komentar oleh muhammad faozy — Mei 22, 2006 @ 2:12 pm | Balas

  14. menurut aku,orang yg menyuruh gusdur agar beristighfar,justru dia orang yg bukan sekedar sok suci,tapi juga sok pintar.
    ungkapan itu jgn hanya dilihat redaksinya dong om,tapi lihat dulu orangnya!gusdur seorang ahli filsafat dan tasawwuf yg ucapannya hanya bisa di mengerti oleh mereka yg menguasai kedua ilmu tersebut.bukan orang2 seperti kalian, cengos tapi polos tak mengerti teori berdialektika,padahal jka orang2 berhenti sejenak tuk berfikir tentang maksud gusdur,saya yakin mereka dapat mengerti dan sampai pd pemahaman yg fositif.yg plg penting itu jgnlah kita merasa sebagai org yg pintar dlm segala hal sehingga tak terbiasa untuk berlogika secara jernih sebelum menilai ungkapan seseorang.
    toh betapa banyak kebenaran2 di alam ini yg telah kita persalahkan,hal itu disebabkan femahaman kita yg dangkal dan males untuk menggunakan nalar kita sendiri secara maksimal.

    terima kasih atas komentarnya mas Deden..
    saya tidak butuh penilaian dari mas Deden kok🙂

    anda sendiri komentarnya kok mbulet…mau bilang apa sebenarnya??😉

    Komentar oleh deden sajidin — Mei 24, 2006 @ 8:59 pm | Balas

  15. saya setuju dan sangat sangat setuju mas sajidin, persis sesuai dengan yang aku bilang,, semua itu akan terungkap sebenarnya oleh orang orang yang selevelnya ( GD), ya bukan berarti kita yang selevelnya lalu berkoar bicara kebenaran.. harusnya kita mawas diri.. untuk menyjelek2 orang… kalau saya perhatikan koentar2 miring mengenai GD diatas, ini bukan mengomentari sifat dan sikapnya .. tapi malah ke individunya.. dan itu tidak dibenarkan..

    hati2 terhadap profokasi berkedok kebenaran.. bahaya.. yu kita sama2 menahan diri dan belajar memahami..

    mana yg lebih baik:
    – orang level tinggi bicara dengan levelnya terus menerus tanpa memikirkan orang lain salah tanggap dg ucapannya?
    atau
    – orang level tinggi bicara sesuai dengan level orang yg dia ajak bicara?

    Komentar oleh muhammad faozy — Mei 25, 2006 @ 6:11 am | Balas

  16. wah hati-hati dong….jangan menyuruh orang seenaknya untuk istighfar…

    lho..seenaknya saja bagaimana mas Muhammad?

    soal keyakinan tanggungjawabnya ya antara manusia dengan Alloh saja…

    ah…(maaf) jawaban standar …

    belon tentu situ yang menyuruh Istighfar lebih baik dari Gus Dur…belon tentu juga situ kalo ke akhirat ke surga…karna komentarnya itu lho yang kayaknya mewakili Tuhan aja….

    wah…mewakili Tuhan?🙂 apa yg salah dg komentar? komentar GD sendiri bagaimana? apa bukannya komentar GD seperti yg ‘menurunkan’ Al Qur’an??

    Komentar oleh muhammad — Mei 26, 2006 @ 4:14 pm | Balas

  17. mana ujungnya nih mas,

    maksudnya apa ya mas Zhall? aku tidak begitu jelas…

    kalo gitu jalanin aja apa yang baek buat masing2, masalahnya gini salah- gitu salah, itulah manusia;

    tapi ALLOH SWT sudah memberi petunjuk kan??🙂

    yang punya masa kadaluarsa/ habis masa berlakunya, tapi ngomong2 udah pada tau blom neh yang gak abis masa berlakunya….

    hahaha…bisa saja mas Zhall ini..🙂

    Komentar oleh zhall — Mei 26, 2006 @ 5:08 pm | Balas

  18. Udahlah……………. gitu aja ko repot2 kaya anak TK aja, dewasa dikit kenapa, jangan diterjemahkan tekstual kaya gitu lah……lagian. Senangnya ko bikin profokasi nda usah merasa benar sendiri, harusnya kita bisa introsfeksi, refleksi kenyataan hari ini kitaituh kaya apa.

    loh…justru saya juga mengajak introspeksi dan refleksi, mas Agus🙂

    Tuhan itu maha tahu mana yang haq dan mana yang bathil.Tapi aku bangga gus dur mengatakan demikian, biar umat Islam pada mikir, paling tidak ikut komentar lah………..

    mengatakan sesuatu yg membuat heboh, kesannya cari sensasi…tidak ada bedanya dg artis..😉

    ayo kita istihgfar bareng2

    Astaghfirullah al adziiimmm…🙂

    Komentar oleh Agus — Mei 26, 2006 @ 7:45 pm | Balas

  19. Saya bangga dengan Gus Dur yang bisa menelaah akar permasalahan sebelum mengungkapkannya (mengajukannya). Jangan kita bicara atau memaksakan kehendak atas nama agama karena pada dasarnya Tuhanlah yang menentukan baik buruknya kelakuan kita. Kalau kita melakukan tindakan kekerasan, pencemohan, pemaksaan kehendak walaupun atas nama Allah/Tuhan (agama/kesopanan/moral/dll) itu tetaplah salah di mata Allah, bahkan itu lebih buruk dari pendosa lainnya. Hidup Gus Dur !!! marilah kita berkaca dan menilai diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum menilai orang lain, jangan merasa paling benar dan paling suci. Sekali lagi Hidup Gus Dur !!! Maju terus bersama bangsa ini. Pertahankan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Hapuskan kemunafikan dari muka bumi ini…

    hihihhi….*tertawa saja…*
    makasih komentarnya mas Agus…:)
    oya…jika selalu meminta berkaca ke diri sendiri sebelum menilai orang lain, tidak akan ada kemajuan loh mas..:)

    Komentar oleh Agus — Mei 27, 2006 @ 3:28 am | Balas

  20. anda menyuruh istighfar kepada GD , tapi anda membiarkan para habib dari FPI yang melakukan kekerasan kepada umat islam sendiri, jadi bingung aku dengan pola pikir pemilik blog ini, apa pernah nabi Muhamad SAW mengajarkan kekerasan, justru para Habib atau kiai yang mengobarkan kekerasan dan anarkis lah yang harus istighfar

    loh..mas Habib, aku sudah tulis juga di beberapa artikel, bahwa aku juga TIDAK SETUJU dg SWEEPING dan KEKERASAN…

    sekarang anda lihat konteksnya…menghina Al Qur’an dg anarkis, kira2 mana yg lebih dekat dg urusan ‘keimanan’?

    lagipula, para Habib dan Kiai tersebut barangkali sudah jengkel, karena banyak pelanggaran yg dibiarkan aparat…sementara konteks GD?

    Komentar oleh habib — Mei 27, 2006 @ 4:05 am | Balas

  21. Menurut pengamatan Saya,GD melontarkan komentar seenaknya, tanpa meninjau lebih dahulu pernyataan itu. Kita faham , bahwa Banyak sekali kitab-kitab lain selain AlQur’an yang sifatnya lebih cabul dan porno. Sebutlah diantaranya kitab Kamasutra yang justru oleh GD tidak dianggap cabul dan Porno. bahasa AlQur’an adalah bahasa yang angat santun,sopan dan halus. Kalau ada yang mengatakan GD adalah ahli filsafat, memiliki kedalaman ilmu yang tiada bandingannya……Sedalam apa sih ilmunya GD bila dibandingkan dengan ilmu yang terkandung dalam AlQur’an. Mana yang lebih filosofis, bahasanya GD atau kah AlQur’an.

    betul mas Khairil…
    siapa yg sebenarnya mesti diikuti? GD atau Al Qur’an?
    lalu, mengapa mengajak orang utk istighfar malah dikecam orang yg mengajak?
    *geleng2 kepala…*

    Komentar oleh Khairil Anas — Mei 27, 2006 @ 5:49 am | Balas

  22. kita harus memandang gusdus sebagai Kiai yang banyak ilmunya, apa yang dikatakan kita tidak mengerti, untuk itu kita tidak boleh menghina sembarangan

    justru karena banyak dari kita yg tidak mengerti, GD sbg Kiyai, tidak boleh bicara sembarangan🙂

    Komentar oleh nendyas — Mei 28, 2006 @ 6:13 am | Balas

  23. Dulu KH As’ad Syamsul Arifin bilang dia ga bisa nerusin berimam ke Gus Dur karena sewajiban untuk berimam sudah batal karena Gus Dur kentut.
    Dan ternyata Gus Dur memang punya penyakit suka kentut-kentut, jadi berhenti aja berimam ke beliau.
    Dan buat Gus Dur, mbok ya kalo suka kentut jangan maksain diri memposisikan diri jadi imam.
    getoooo

    tenang mas Edward…jangan terlalu emosi🙂

    Komentar oleh edward saeed — Mei 28, 2006 @ 10:58 am | Balas

  24. ….udah sejak zaman dulu tokoh seorang Gus Dur paling saya benci, omongannya ceplas ceplos kyak orang gak beres, ngelantur, sok tau masalah pokoknya saya super hiper anti sekali. Saya anti bukan kemudian gak mempelajari seorang Gus Dur tapi selalu saya cermati semampu saya …. dan setelah sekian tahun ….Maha Besar Allah …… ternyata Gus Dur itu klo boleh saya ktakan ternyata orang super jauh … amat jauh di atas saya ……. hingga segala kta yg diucapkannya (yg selama ini saya anggap ceplas ceplos dll) ternyata bila dipahami (kdang saya bisa memahami setelah berhari2, berminggu2, ato sangat lama) dlm katanya terkandung makna yg sangat dlm dan sama sekali gak ngawur …. yg hingga saat ini memberikan saya pelajaran bahwa perlu pemikiran yg amat sangat dlm terhadap sesuatu yg ada … bahwa bungkus tak mencerminkan isi sama sekali …
    dan saat ini Gus Dur adalah orang yg teramat saya kagumi

    ….gak masalah sihh nyuruh Gus Dur istighfar … tapi yg saya tau dan saya yakinin dalam denyut nadinya dan nafasnya ada dzikir…..

    anda tahu darimana? (mengutip komentar dari komentator lain) apakah anda ALLOH atau wakil ALLOH?😉

    … Gus Dur itu mudah dipahami dg teknik dzikir … coba aja baru komentar

    terima kasih untuk sarannya🙂
    jika memang bisa dipahami dg dzikir, kenapa kemarin saat di Purwakarta banyak yg demo ttg komentar GD ini? apa mereka masih kurang dzikir?😉

    Komentar oleh orang biasa — Mei 28, 2006 @ 2:45 pm | Balas

  25. Hahahaha… Gus Dur banyak-banyak istigfarlah, sudah disuruh bercermin koq ndak ngerti2🙂

    tenang mas Jesie…kita sedang melawan main stream-nya GD loh..😉

    Komentar oleh jesie — Mei 29, 2006 @ 1:46 pm | Balas

  26. Gus dur blh intelek, tapi kan ngga semuanya yang mendengar/merespon ucapannya GD,bisa mengerti,krn manusia itu berbeda satu sama lain,jadi jangan hanya menempatkan k’intelektualnya aja(jadi orang jangan takabur,pintar boleh tapi harus menghargai perasaan orang yang pemikirannya d bawahnya,jadi jangan ngomong asal ceplak aja),kan banyak orang awam yang tdk mengerti dgn makna yg tersirat dari ucapan GD, yang ada malah menimbulkan fitnah dan sara.

    tepat sekali mas DSM…:)

    Komentar oleh dsm — Mei 29, 2006 @ 10:37 pm | Balas

  27. seorang kyai adalah figur dan panutan… sehingga apa yang diucapkan dan di lakukan akan selalu dianggab serius bagi umat. dari itulah kenapa kiayai dimulyakan di dunia dan di akhirat, sebab dia mampu menjaga tindak tanduknya yang mampu memberi pengayoman bagi umat. GD sebagai seorang kiayi tak salah jika juga pandai dalam berpolitik karena dalam islam juga ada ilmu mantik ilmu balaghoh. tapi masalahnya tak seluruh umat tahu akan hal itu. sungguh tragis jika statement seorang yang difigurkan dan memiliki pengikut yang besar walau “guyonan” malah menimbulkan interpretasi yang salah apalagi menimbulakn keresahkan bagi pengikutnya. kiayi bagi saya harus punya jiwa pengayom pelindung, apapun yang di perjuangkan apapun yang di bawakan harus membawa nama baik ALLAH SWT dengan cara yang membawa ketenangan dalam masyarakat.menurut saya GD adalah GD biarkan dia bersama caranya, yang terpenting kita harus lebih giat menjaga keimanan kita serta juga lebih waspada terhadap musuh kita kaum misionaris manapun yang mencoba memecah belah umat, ingat untuk menumbangkan pohon janganlah pakai kapak besi tapi pakailah juga pegangan kayu agar ayunan bisa lebih bertenaga. waspadalah …!waspadalah ..!

    tepat sekali mas Arief…
    seorang Kiai (ulama) idealnya memang mesti LEBIH menjaga tindakan dan ucapan…jangan sampai timbul salah tafsir dan salah persepsi, yg ujung2nya mengarah ke tindakan anarkis🙂

    Komentar oleh arief rahman — Mei 30, 2006 @ 12:16 pm | Balas

  28. ahhhhhhhhhh… tolong kaji lagi Al-Quran.. tentang akibat dari perdebatan.. jelas kok di Al-Quran.. brang siapa yang memperdebatkan sesuatu yang akhirnya makin besar efeknya.. ya .. itulah yang bertanggungjawab atas isu yang sesungguhnya.. INGGGAATTTTTTT.. jaga lisan

    sabar…sabar…🙂

    Komentar oleh muhammad faozy — Mei 30, 2006 @ 11:11 pm | Balas

  29. Terus terang saya heran, kok masih banyak juga orang ngga mikir untuk jadi pengikut setia atau pembisik2 gusdur, padahal kita sudah sering mendengar kelakuan gusdur yang nyeleh, yang sembarangan ngomong, yang katanya intelektualnya tinggi, tapi sikapnya kayak orang yang ngga punya pikiran. Seharusnya gusdur itu sydah harus insyaf, sadar, dan bertaubat. Jangan lagi berbuat hal-hal yang bisa buat orang bertengkar, saling menuduh,menjelek-jelekan satu sama lain yang ujungnya perpecahan antar umat islam.Kita harus belajar dari sejarah, dari dulunya umat islam itu hancur karena gara2 hal seperti ini,akhirnya masuk pihak ke3 dan mengadu domba ( kalo dulu ada istilah de vide at impera, apa betul tulisan saya juga sudah lupa, abis pelajaran sd, smp seeh…hehehe).Saya pernah melihat waktu gusdur dibaptis digereja.saya punya VCDnya.emang ngga ori lagi, tapi saya copy dari VCD orinya.Disitu gusdur dijanjikan akan disembuhkan penyakit matanya,saya akhirnya jadi bertanya-tanya dan bingung sendiri, gusdur itu agama islam atau udah pindah ya????entahlah kawan, hanya tuhan yang tau…….( “sambil ngurut kening…*&$#???)

    entahlah mas Zufar…saya sendiri tidak mengerti kok…🙂

    Komentar oleh zufar sahara — Mei 31, 2006 @ 10:26 pm | Balas

  30. Sekali lagi saya himbau kepada pengikut setia gusdur, yang loyal dan terus setia kepada gusdur, apakah saudara tidak memikirkan segala tindak-tanduk gusdur itu justru memecah-belah kita selaku umat seagama?terus terang saya heran, saaaaaangaaaat heran sekali, kenapa segala kebodohan yang dibikin gusdur kok malah di ikutin???sadar hai kawan….saya kenal banyak kyai( walaupun mungkin kyai lokal…ataupun yang sering nongol di tipi, kebanyakan mereka itu berusaha membawa umat kejalan yang benar, jalan kedamaian, penyejuk hati, pemersatu umat).tapi, sama kyai yang satu ini, yang mungkin selalu jadi panutan sama segelintir orang(maaf sebelumnya,sebab, setahu saya islam di indonesia luas, dari sabang sampai merouke, dari pulau sumatra, jawa, bali, kalimantan, sulawesi, papua, setahu saya yg fanatik gusdur hanya dijawa, dan itu hanya sebagian kecil)selama ini gd selalu berusaha memecah belah umat dengan ucapan yang kontroversial, tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran qur’an(seperti yg saya uraikan diatas, saya punya VCD pembaptisan gusdur!!)dan mungkin masih banyak lagi….(mungkin kawan2 lain ada yg lebih banyak referensinya dari saya).sekali lagi saya ingatkan, coba fikir lagi bagi kawan2 yg sekarang masih terus memuja gusdur, menjadikan gd panutan, dan mungkin ingin menjadikan presiden lagi( saya berdoa semoga jangan sampai gd jadi presiden lagi, saya pribadi malu…kayak ngga ada orang yg lebih baik dari gusdur, biar dari segi pemikiran maupun fisik.FISIK…????ya…fisik, sangat berperan dalam kinerja seseorang.tidak ada alasan untuk bantah hal tersebut…tul ngga!saran saya, mending gusdur lebih istirahat total, lebih mendekatkan diri kepada allah swt (kalo masih agama islam, tapi lako ngga…:) )atau pulang kedesa, hirup udara segar, dan selalu berdoa semoga saat ajal menjemput nanti, dikau udah siap, ok gus…salam hangat dari saya singa gurun….!!!!!!

    hwaduh…sabar mas Zufar…jangan emosi..🙂

    Komentar oleh zufar sahara — Mei 31, 2006 @ 10:46 pm | Balas

  31. siapa yang merasa terpecah belah… siapa ???
    aku yakin orang orang yang merasa terpecah belah itulah orang2 yang berselisih.. ingat orang yang berselisih itu di benci alloh.. kaloau kita gak merasa berselisih lenapa harus merasa terpecah belah.. saya malah lebih heran kepada Mr. jufar .. waduh hati2 tentang paparan anda .. bisa menjadi fitnah.. pernah anda berdialog dengan gusdur langsung dan menanyakan hal2 yang anda sebut diatas.. kaloau belum hati2 mas malah bisa jadi fitnah.. mendingan kita jaga hati.. filter informasi.. dan jada diri dari mendekati hal2 yang membawa ke dosa.. saya fikir itu lebih baik.. maaf bukan berarti saya pengikut gusdur tapi.. kita sama sama muslim.. .. dan pastidong tau batasa2 seorang muslim..

    maaf dan terimakasih

    wah…sabar…sabar..🙂

    Komentar oleh muhammad faozy — Juni 1, 2006 @ 10:26 pm | Balas

  32. ….duhhh Gusti ………
    web site ini mengapa jadi tempat tuk ngomongin orang
    saya orang yg sedikit ilmu ini jadi malu baca web ini.
    kebenarankah ….. fitnahkah…..
    …ya Allah apa maaf itu ada…. dihati kami…
    …kebencian itu tertaut pada diri atau hati…

    hmmm….terima kasih komentarnya mbak Daku🙂

    Komentar oleh daku — Juni 3, 2006 @ 5:09 pm | Balas

  33. Menurut saya,Dalam dialog tersebut ada kata kata yang terpotong sehingga menimbulkan kontra yang tajam.Yang memotong dialog tersebut adalah pihak yang mengeluarkan pertama yaitu JIL,tujuannya tak lain memang menciptakan kontra,dan ini berhasil.Coba kita lihat di block resminya gus dur yang berjudul gus dur kritik otak porno.semuanya insyaallah akan jelas

    memang JIL adalah pengecut kok🙂

    Komentar oleh assyaukany — Juni 4, 2006 @ 1:19 pm | Balas

  34. KH. Gus Dur dah bukan sekali ini saja bikin ulah. Menyakiti kaum muslimin baik sengaja atau guyon waton sa’ udele dhewe.

    Benarlah hadist Rasulullah yang menyuruh hati-hati dalam guyonan yang kelewatan karena bisa meMATIkan HATI.

    Orang yang sudah tahu ketidakwarasan Gus Dur dan masih juga membelanya adalah lebih tidak waras.

    KH. Gus Dur yang dipuja2 banyak orang dan bahkan sampe dianggap wali… (wali setan mustinya, wa naudzubillah) tentu bukan anak kemaren sore yang nggak tahu menahu kalau mengolok-olok Al-Quran itu dengan keyakinan ataupun kebodohan bisa membuat si pengolok dihukumi kafir/ murtad dari Islam. Al-Quran adalah kalamullah, berarti dia sudah membuka konfrontasi langsung dengan Allah.

    TIDAK TEPAT KALAU beliau DIMINTA UNTUK ISTIGHFAR…!!! Tetapi lebih berat lagi yaitu disuruh mengulang SYAHADAT.

    Bersyukurlah beliau ini hidup di negeri sekuler macam Indonesia ini. Kalau tidak, tentulah sudah lama beliau ini jadi kompos.

    Orang yang sombong(tidak mau menerima kebenaran), ahlul bid’ah macam beliau ini baru mungkin akan sadar kalau sudah nyawa di ujung leher. Antek2nya, fans beratnya, dan orang2 yang (ikut2 buta) mengikutinya, menyebarkan pemahamannya akan semakin menambah berat gudang dosa yang beliau pikul.

    Tidakkah sebagian kalian yang ada di sini membaca bahwa Allah juga melaknat ABU LAHAB(dengan MENYEBUTKAN NAMANYA) di dalam Alquran padahal beliau dulu juga dikenal suka memberi makan para peziarah Kabah?

    Membicarakan keburukan ahlul Bidah dan wali setan macam beliau ini adalah kewajiban untuk mengingatkan ummat akan bahayanya dan jangan sampai mengekor. Fanatik hanya untuk Rosulullah.

    Semoga Gus Dur masih diberi Hidayah Taufik oleh Allah azza wa jal untuk rujuk, kembali ke Islam yang lurus.
    Amiin

    wah…komentarnya mas Bujang lebih pedas dari isi artikel ini malah….hihihi..🙂
    sabar mas Bujang…🙂

    Komentar oleh Bujang — Juni 7, 2006 @ 9:41 am | Balas

  35. Mas Bujang, Bener Banget tuh…..

    terima kasih komentarnya, mas Sugeng🙂

    Komentar oleh NoName — Juni 8, 2006 @ 3:39 pm | Balas

  36. Saya rasa Gus Dur memiliki kecerdasan intelektual yg memang sedikit rumit untuk diikuti oleh khalayak umum seperti saya . namun bila ditelaah lebih dalam akan maksud maksud yg diutarakan Gus Dur dalam setiap kesempatan….Saya menjadi yakin bahwa beliau memang memiliki tingkat pemahaman yg luar biasa….

    tapi mas Ardians, mestinya beliau menyampaikan dg bijak, dengan kata2 yg bisa dimengerti orang banyak… Rasululloh SAW sendiri yg ilmu agamanya langsung dari ALLOH SWT, senantiasa berdakwah dg bahasa yg dimengerti khalayak🙂

    Komentar oleh ardians — Juni 9, 2006 @ 10:14 am | Balas

  37. GD sudah tidak didukung lagi oleh sebagian besar kaum NU, dia lebih banyak didukung oleh golongan liberal yang menolak RUU APP. Kalau dia mengaku seorang penganut paham demokrasi (baca: demo crazy), alangkah baiknya dia memberikan statement yang cerdas tanpa menimbulkan polemik. Permasalahannya dia menyebut Al-Qur`an yang notabene adalah kitab suci umat Islam, tentu ini sangat disesalkan.

    Saya mohon, kepada saudara-saudara fans GD untuk tetap kritis, jangan karena kultus individu kebenaran dikesampingkan. GD bukan malaikat yang selalu benar, dia adalah manusia biasa seperti kita yang butuh nasihat. Wassalam

    sabar mas Hasan…🙂
    terima kasih komentarnya🙂

    Komentar oleh Hasan — Juni 9, 2006 @ 2:29 pm | Balas

  38. Ass. Wr. Wb.

    wa’alaykumsalam wr wb

    Musibah yang sebenar-benar musibah adalah ketika manusia sudah kehilangan akhlaq yang baik, jalan terbaik untuk mencapai akhlaq yang baik adalah setiap pikiran, ucapan, dan tindakan kita harus selalu berbanding lurus dengan ketentuan Al’Quran. Sebagaimana disampaikan oleh Aisyah RA, bahwa Al Qur’an berjalan adalah Rasullullah SAW, maka dengan melaksanakan sunnah Rasul, insyaAllah kita terjaga dg akhlaq Al Qur’an dan selamat dunia-akhirat. Jika konteks wawancara GD di JIL yang pada akhirnya menimbulkan Pro-Kontra, maka yang terbaik bagi kita adalah:
    1. Menelaah apakah Rasul pernah mencontohkan, atau paling tidak pernah melakukan sesuatu yang mempunyai equalisasi/padanan dengan konteks wawancara di JIL itu?, jika dari berbagai sudut tidak bisa di equalisasi dengan sunnah Rasul, maka itu jelas tidak dibenarkan.

    2. Dalam berkomentar haruslah merefer kepada sunnah Rasul yang berbunyi: “siapa yang membuka aib sudaranya, maka akan terbukakan aibnya oleh Allah SWT di dunia dan akhirat, siapa yang menutup aib saudaranya, maka akan tertutupkan aibnya oleh Allah SWT di dunia dan akhirat”. Jadi menjauhkan diri dari membuka aib GD adalah akan menjaga kita dari ke-obyektifan pendapat kita.

    3. Segala Pikiran, ucapan dan tindakan kita haruslah me-refer kepada sunnah Rasul SAW, sebagaimana sabda beliau SAW;”Barang siapa menghidup-hidupkan sunnahku, maka dia cinta kepadaku, barang siapa cinta kepadaku, maka dia akan bersama aku di Surga (sambil merekatkan jari telunjuk dan tengah beliau SAW, sebagai tanda dekatnya)”

    Yakinlah bahwa kesemua yang terjadi ini (pro-Kontra) tidak akan mengurangi Kebesaran dan Kebenaran Allah SWT. Dalam kondisi apapun, istighfar haruslah terus terkumandang dari mulut dan hati kita agar kita terjaga dan sadar bahwa manusia adalah tempatnya salah, sebagaimana dibiasakan oleh Rasul SAW, meskipun beliau SAW adalah manusia Machsun.
    Semoga bermanfaat.

    wah…terima kasih sekali komentarnya, mas Luthfie🙂

    Wass. Wr. Wb.

    wa’alaykumsalam wr wb

    Komentar oleh luthfie — Juni 13, 2006 @ 2:06 pm | Balas

  39. saya ambil dari komentar pendukung GD

    ( maaf anda fikir mencemoohkan orang lain tanpa klarifikasi yang clear, apa itu bukan perbuatan salah.. waduh.. subhanallah .. maaf.. maaf.. sekali lagi maaf.. INTINYA LEBIH BAIK KITA BERHATI-HATI.. berhati2 bicara dan hati hati kalau KOMENTAR.. takutnya masalah ini jadi besar karena KOMENTAR-komentar sepihak.. wah.. gawat ini..)

    MENYARANKAN ORANG BERHATI2 BERBICARA KENAPA TIDAK MENYARANKAN GD AGAR BERHATI2 BER BICARA

    (tapi lihat dulu orangnya!gusdur seorang ahli filsafat dan tasawwuf yg ucapannya hanya bisa di mengerti oleh mereka yg menguasai kedua ilmu tersebut.bukan orang2 seperti kalian, cengos tapi polos tak mengerti teori berdialektika,padahal jka orang2 berhenti sejenak tuk berfikir tentang maksud gusdur)

    BERARTI YANG MENGADUKAN GD ATAS PENGHINAAN TERSEBUT ( ULAMA) TIDAK MENERTI ILMU TASAWUF DAN FILSAFAT,.. CKCKCK

    Indonesia mayoritas islam ( ada undang2 porno ko malah di tolak ) yang nolak islam lagi alah2,.. geleng2…

    IKUTILAH AJARAN ALLAH S.W.T DAN NABI MUHAMMAD S.A,W YANG SEBENAR2NYA YANG TERCERMIN DALAM AL-QURAN DAN AL-HADIST.

    sabar mas Makhful…jangan ikut2 emosi..🙂
    terima kasih komentarnya🙂

    Komentar oleh Ikhtiar & tawakal — Juni 14, 2006 @ 2:11 pm | Balas

  40. kayaknya,,,mereka yg terus2an nyalahin gusdur gak nyambung2 deh ama komentar pertamanya gw.
    padahal maksud gw …ya jangankan ucapan gusdur ,,ungkapan tuhan dlm al quran skalipun,,,, kalau di fahami spotong2 dan di baca spenggal2 artinya justru malah bertentangan,maka bagaimana mereka menafsirkan ayat fawailul lil mushalliin (neraka wail lah tempat bg org2 yg suka shalat) dan wa makarallaah wallaahu khairul maakiriin(dan Allah tlh berbuat makar dan Allah lah yg paling makar dr sekian banyak org2 yg berbuat kemakaran).
    nah dari 2 penggalan ayat di atas tadi..jls al quran pun bisa di plintirkan oleh org2 yg mempunyai kepentingan politik dan bisa di salah fahami oleh org2 yg berotak tapi tak berakal sehat.,,apalagi ucapan gusdur…..
    tapi org yg brakal sehat pasti akan bertabayyun (berkonfirmasi) terlebih dahulu kpd gusdur bkn lantas memelintir ucapannya demi kepentingan politik atau ingin menarik simpati publik seperti yg di gembor2kan oleh preman preman berjubah dan bersorban putih,mirip kayak telur kacingcalang…..

    wah…mas Deden benar2 pendukung GD sejati…🙂

    Komentar oleh deden sajidin — Juni 21, 2006 @ 7:03 am | Balas

  41. Ass. wr wb
    Mengapa harus bangga Kalo si Abdurahman Wahid adalah ahli tasawuf? (mengutip dari http://smd.atibidah.net)Katakan, Tasawuf bukan Islam!
    Berikut ini kami jabarkan dengan ringkas tentang pertanyaan :
    “apakah tasawuf bagian (kelompok) Islam ?”

    Maka katakan:

    Tasawuf ber-aqidah Sufi, karena tasawuf berbeda dengan aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang merujuk pada al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih.
    Jika ditanya: ‘ Bukankah dia juga menggunakan al-Qur’an dan Hadits’ ?
    Maka katakan: Tasawuf melencengkan makna al-Qur’an dan tokoh tasawuf tidak ada yang menjadi ahli hadist, bahkan sebaliknya mereka ahlul kalam semua.
    Para tasawuf menetapkan ‘ilham’ merupakan wahyu yang dimiliki para wali mereka hingga sekarang. Sehingga mereka mendapat petunjuk dari Tuhannya kapan saja baik saat terjaga atau mimpi.
    Tafsir mereka adalah isyarat, dimana setiap huruf pada al-Qur’an mengandung makna yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali wali mereka termasuk Nabi Muhammad Shalllallahu ‘alayhi wa sallam, sehingga penafsiran ayat pada al-Qur’an yang dianut oleh agama Islam tidak sama dengan mereka.
    Allah ta’ala menurut tasawuf dan tarekat lainnya dapat berada (wihdatul wujud) pada makhluk yang diciptakan, bahkan pada kambing sekalipun.
    Rosulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam menurut tasawuf tidak mengetahui apa-apa tentang ilmu agama Islam, sebaliknya tarekat lainnya meyakini bahwa Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah Allah ta’ala yan bersemayang di ‘Arasy.
    Wali yang sudah mencapai tingkatan alim, keramat juga sempurna menurut tasawuf adalah lebih mulia dari pada seoarang Nabi.
    Mereka memiliki dewan wali yang berkumpul di Goa hira, untuk menunggu takdir-takdir manusia.
    Surga tidak pantas dicari menurut tasawuf, karena akan mengurangi kesempurnaan, sebaliknya neraka adalah tempat yang paling nyaman dan nikmat bagi tasawuf.
    Fir’aun dan Iblis adalah mahkluk yang paling bagus aqidahnya, karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam ‘alayhis salam, dan tidak patuh kepada Allah ta’ala dengan mengatakan “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi, dan fir’aun termasuk orang yang beriman dan masuks surga.
    Tidak jelas siapa Nabinya, apa Kitabnya, Siapa Tuhannya.
    Katakan 10 alasan itu untuk menolak ajaran tasawuf di tempat anda, jika mereka mengelak dengan alasan yang ada, maka katakan padanya ” Sesungguhnya hanya ada 2 kelompok yang dapat selamat dari mereka ”

    Orang awam, yang baru mau mengenal tasawuf. Maka ajaklah dia untuk menghindari pengajian-pengajian tasawuf ditempat anda.
    Orang yang sudah sampai tingkat atas dan mendapatkan hidayahNya, maka dengan sendirinya akan mengakui kerusakan tasawuf seperti Imam Ghazali.
    Adapun orang yang kamu dapati sampai sekarang masih sibuk dengan tasawuf, mencari tahu hakikat Allah ta’ala, meneliti perkara ghaib yang hanya Allah ta’ala yang mengetahui, maka menghindarlah, tutup telinga anda mendengar ocehannya, jangan membaca buku-buku mereka, jangan duduk-duduk dimajelis mereka, jika bertemu tokoh mereka…larilah!!

    Jadi kesimpulan gampangnye kalo kita ketemu abdurahman wahid si ahli tasawuf (katenye sih) maka hidarilah segera.

    Orang2 yang bangga disebut nadliyin (ormas pendukung berat Si GD) ini pun harus di sentil lagi tingkat keimanan (ISLAM)nya. mereka panutannya adalah GD atau Nabi Muhammad SAW sih????
    kalo panutannya / idolanya adalah GUSDUR…. astagfirullah…. istighfar mas….

    tugas kita sebagai sesama muslim adalah sekali lagi mengingatkan…

    wassalam

    terima kasih atas sumbangan artikel + komentarnya, mas Singodimedjo🙂

    Komentar oleh Singodimedjo — Juni 21, 2006 @ 3:39 pm | Balas

  42. aq setuju ama komentar nya sdr Bujang..bahwa fanatik hanya untuk rosululloh saw.sedangkan gusdur adalah salah seorang ulama,dan Bujang harus tau bahwa ulama adalah pewaris para Nabi,,,,heh Bujang…ente pernah ketemu langsung gak ama gusdur???? pantesan lo blum kenal jgn sok ngomentar deh!!!!ama org yg lom lho kenal….bahaya ente….

    lho..pewaris Nabi belum tentu levelnya sama dengan Nabi, lho…
    hati2 dalam beranalogi…🙂

    Komentar oleh gatal getol — Juni 22, 2006 @ 10:38 am | Balas

  43. dan aq bangga jg ama komentarnya Al ustadz SINGODIMEDJO yg katanya kita harus mengikuti Nabi saw.tapi dia sendiri malah manggil GD dgn sapaan “si”,,,,,oh begitukah cara nabi ketika mengingatkan seseorang?????
    dan ustadz SINGODIMEDJO knapa antum bicara2 tasawwuf secara panjang lebar???? gak ilmiah banget deh ustadz….sebelum antum bercerita soal tasawwuf secara panjang lebar, ya definisikan dulu tasawwuf itu apa ustadz????? biar gak ngelantur persoalannya githu lho.
    jangan2 yg tasawuf yg ustadz bilang sesat adalah tasawwuf yg ada dalam tashawwur ustadz sendiri……
    ya jgn salahkan tasawwuf nya lah !!!!tapi persepsi sampean yg harus dibenahi terlebih dahulu!!!!!
    klo pengen tau tasawwuf …gak cukup buka satu situs/website donk coy,,,apalagi klo cuma copy paste
    anak SD pun bisa,,,,dan ngandelin gituan bkn faham namanya…..coba ya jgn menampakkan bgt deh ketinggalannya,berusaha ilmiah donk!!!!meskipun ustadz SINGODIMEDJO bukan sosok seorang akademis,klo ilmiah pemaparannya ya… sip.. khan……
    pamit dulu ya ustadz,wassalam

    hwalah…kok jadi merembet ke masalah pribadi??🙂
    sabar…sabar…

    Komentar oleh gatal getol — Juni 22, 2006 @ 11:08 am | Balas

  44. “Abdurrahman Wahid dan tokoh JIL lainnya sebaiknya jangan disebut ulama. Salah besar kalau kita mengatakan demikian. Yang benar, mereka adalah tokoh yang sering bicara tentang Islam, lepas dari benar atau salah.

    Adapun kriteria ulama, sungguh sangat-sangat jauh dari sosok mereka. Abdurrahman Wahid tidak pernah duduk di bangku kuliah syariah, dia hanya duduk di bangku kuliah sastra di Iraq, setelah sebelumnya gagal studi di Mesir. Iraq saat itu sedang dilanda demam sosialis, di mana para mahasiswanya pun tidak sedikit yang terkena dampaknya.

    Pernyataan ini bukan pernyataan provokatif, melainkan pengakuan Abdurrahman Wahid sendiri. Dia pernah bercerita tentang bagaimana kehidupan masa lalunya belajar di negeri orang serta kecenderungannya dalam masalah ilmu yang dipelajari.

    Oleh sebab itu, sebagai orang yang tidak berada dalam kapasitas sebagai ulama syariah, pernyataannya tidak perlu dijadikan rujukan masalah syariah. Kita tidak perlu pusing-pusing bila ada orang yang seperti itu.

    Yang perlu kita pahamkan kepada masyarakat adalah menjelaskan perbedaan antara ulama dengan bukan ulama. Pendapat para ulama yang hakiki tentunya perlu disimak dan didengarkan. Misalnya saja ulama kaliber international seperti almarhum Syeikh Bin Baz, Syeikh Al-Utsaimin, Dr. Wahbah Az-Zuhaili, Dr. Yusuf Al-Qaradawi, Dr. Muhammad Al-Ghazali, Dr. Musthafa Al-A’dhzami, Dr. Said Ramadhan Al-Buhti, Dr. Musthafa As-Siba’i dan lainnya.” (Dikutip dari eramoslem.com, ustadz menjawab, by Ust. Ahmad Sarwat, Lc.06 Juni 2006).

    Kita rasa sudah jelas dan transparan bukan?? Mana yang layak menjadi panutan kita. Jangan salah memilih teman!!

    terima kasih untuk sumbangan informasinya, mas Hasan🙂

    Komentar oleh Hasan — Juni 26, 2006 @ 11:21 am | Balas

  45. Kembali ke thread awal, yang punya blog ini sepertinya suka menyebarkan fitnah dan kebohongan. wawancara dg Gus Dur yg katanya dipetik dari situsnya JIL, kalo anda telusuri link/url-nya, nyata2 tidak ada tuh ungkapan/kutipan seperti itu.
    Kalo main kayu gini ya repot.

    Ngapain juga ditanggepin.😀

    ah…mbak Ira tidak teliti…
    silakan dicek lagi mbak…

    Komentar oleh ira — Juni 27, 2006 @ 11:34 am | Balas

  46. betul banget,,,,,,,yg diungkapkan temen aq Ira…soalnya, klo di telusuri dr sumber aslinya… justru merekalah (grup tolol FPI)yg memojokkan gusdur ,DAN UCAPAN GUSDUR YG MAKSUDNYA BENER MEREKA PLINTIRKAN DGN MAKSUD MENFITNAH,…

    mbak Nadya coba cari lagi yg teliti ya??

    Komentar oleh nadya ambarwati — Juni 27, 2006 @ 2:52 pm | Balas

  47. DAN temen aq yg satu ,,,,HASAN,,,TUH namanya,,,,tolol bgt ,
    ngapain jauh2 ngebahas perbedaan yg ulama dan yg bkn ulama,,,,,,????
    yg penting siapapun orangnya yg ngomong wajib kita teliti ,,jgn difahami sepintas lalu donk!!!!
    apalagi ucapan GUSDUR yg berwawasan international dan berilmu agama tinggi dibanding kita ,
    Coba mas HASSAN pernah megang apa coba????
    jd pengasuh pesantren pernah gak? jadi ketua perdamaian dunia pernah? ketua ormas islam terbanyak pernah??? jadi presiden mas hassan pernah?????
    jgn macem2 HASSAN,,kamu bukan levelnya buat ngukur dia
    ,,,wong,,,,ulama setimur tengahpun pd tau ungkapan gusdur tersebut……tapi mereka diam dan ngerti maksud gusdur,,,,FPI aja yg kbakaran jenggot,,,sok alim nafsuan dan provokatif gt,,,,,

    halah, mbak Nadya…kok jadi mengarah ke pribadi mas Hasan?

    Komentar oleh nadya ambarwati — Juni 27, 2006 @ 3:05 pm | Balas

  48. Anda (mba nadya yang pinter..???)telah mementahkan statement Anda sendiri. Anda mengatakan “yg penting siapapun orangnya yg ngomong wajib kita teliti ,,jgn difahami sepintas lalu donk!!!!”

    Kalau Anda konsekuen, tentu kita tidak usah menunggu menjabat suatu ormas tertentu atau menjadi pengasuh pesantren, untuk mengkritik seseorang. Bukan jaminan bahwa orang-orang yang pernah menjabat pada posisi tersebut bebas dari kesalahan atau ma’shum.

    Ulama timur tengah diam saja…??? Anda punya data?? Please deh, ente jangan taklid buta gitu dong, kritis dikitlah!!

    wah…komentar balik yg elegan, mas Hasan..jangan terbawa emosi ya??🙂

    Komentar oleh Hasan — Juni 28, 2006 @ 10:25 am | Balas

  49. tuh khan….masih aja lom nyambung,,,maksud gw klo gusdur aja yg udah berwawasan international pernah minpin ulama,pernah minpin bangsa , gak lepas dr kesalahan, ya,,,apalagi ente hasan….ato temen2 ente yg otak nya nyalahin trus bisanya,,,ente lbh gak maksum . logika nya gak rumit kok.
    tp klo ente pengen nyalahin trus gusdur,berarti entenya yg maksum.titisan nabi.
    trus klo emang ada komentar dari ulama tinteng yg validitas keulamaannya diakui ya mana coba,,,,????ada gak datanya????
    lho ,,,,,ke timteng aja lom pernah sik tau,plg2 klo udah cuma hajian dong,.ya pantes,,lah.

    mbak Nadya…silakan berkomentar dg bahasa yg baik…
    jangan menghina pribadi mas Hasan…🙂

    Komentar oleh nadya ambarwati — Juni 29, 2006 @ 12:31 pm | Balas

  50. POKOKNYA JGN SOK TAU TTG ULAMA TIMTENG BG YG LOM PERNAH KESANA,DAN JGN NGOMONG2 SOAL GUSDUR BG YG LOM KENAL AMA DIA.HASSAN,,,,,,,,KETEMU AJA AMA GD LOM PERNAH KHAN?

    ck ck ck…mbak Nadya kok ‘kasar’ sekali komentarnya…

    Komentar oleh nadya ambarwati — Juni 29, 2006 @ 12:37 pm | Balas

  51. huh HASSAN HASSAN,,,,,,APES LHO YA,,,,,,,
    EMMMMANG,,,, ENAK DIMARAHIN AMA CEWEK…..
    EH,,,,,Mbak Nadya…..orang sakit kaya SI HASSAN,,,,jangan dimarahin dong….sayangi dia,,,peluk dia ,,,kecup dia….suruh minum obat paramex,,,,jgn minum [sensor] terus gt,,,,,mo [sensor]??????? ngerrres

    ck ck ck…ada lagi pengecut yg malah mengadu domba…😦

    Komentar oleh dunia lain02 — Juni 30, 2006 @ 10:38 am | Balas

  52. Afwan, ga perlu emosi dan bicara kasar seperti itu,…ane malah geli dengan kalian. Jangan marah lah! Be patient man!

    Ane pernah ketemu GD di sebuah forum di Jawa Timur, bahkan ane nuntun tangan beliau….tepatnya sehabis beliau ngisi acara di Jawa Timur.

    Jujur aja, ane males nanggepin ente yg bisanya cuma maki dan ngomong kasar, mendingan ane kasih buku aja ya, judulnya “Al-Qur’an dihina Gus Dur” terbitan hujjah press. Serius ni, ente kasih alamat aje, ntar ane paketin. Trus, ente baca dengan seksama ok!

    balasan yg elegan mas Hasan…tetap cool ya??🙂

    Komentar oleh Hasan — Juli 1, 2006 @ 9:04 am | Balas

  53. tuh khan,,,,,skarang ktauan klo Hassan adalah “SALES MAN”….
    pake promosi sgala……trus ngaku2 prnh nuntun GD lg,,,,,keterlaluan bgt lho,,,,,,mmmang nya lho siapanya GD? yg megang dia gak sembarang org deh…..
    dan jls ktauan skrg,,,buku yg kau tawarin buat aq itulah yg memberikan ispirasi atas pandangan miringmu thdp GD,seandainya hassan melakukan klarifikasi langsung pd GD,gw yakin klo pandanganmu akan lurus gak bakalan terpengaruh buku2 yg dikarang oleh org2 yg sentiment pd GD.

    duh…mbak Nadya..mbok jangan provokatif dalam berkomentar..🙂

    Komentar oleh Nadya ambarwati — Juli 1, 2006 @ 10:21 am | Balas

  54. Mba Nadya yang budiman, silakan ente ga percaya. Tapi ane bicara sesuai fakta, waktu itu GD abis ngisi acara dialog Nasional di sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur. Ente hati-hati dalam bicara, apalagi jika belum kenal orangnya.

    Apakah ente gak ingat, mendiang kyai As’ad dari Asembagus, Situbondo, telah mengganggap GD adalah imam yang sudah kentut, artinya sudah batal.

    terima kasih mas Hasan, anda tidak terpancing mereply dg kata2 yg kasar🙂

    Komentar oleh Hasan — Juli 1, 2006 @ 10:55 am | Balas

  55. HASSAN,,,,,,HASSAN,,emang kmauanmu utk ikut campur dlm mslhnya GD,,sgt besar,,,,tp sayang,,,u terlalu cpt ngambil kesimpulan dgn tanpa melirik aspek sosial dan politik dlm sebuah konflik.

    dulu jika kiai marah bukan artikulasi nafsu, sebaliknya untuk meluruskan, ngemong dan bahkan untuk melindungi karena ngeman kadernya. Kasus ini bisa kita lihat dalam konflik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan KH R As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pesantren Asembagus Sukorejo Situbondo. Saat itu Kiai As’ad menyatakan mufaraqah (memisahkan diri) dari kepemimpinan Gus Dur sebagai ketua umum PBNU. Di koran-koran ditulis bahwa Kiai As’ad marah besar terhadap Gus Dur. Karuan saja para kiai kalang kabut. Para kiai pun banyak yang sowan Kiai As’ad baik untuk meredam, klarifikasi maupun minta penjelasan. Salah satu kiai yang mendatangi Kiai As’ad saat itu adalah KH Chotib Umar Jember.

    Lalu apa kata Kiai As’ad? ”Siapa yang mufaraqah? Itu hanya strategi karena Soeharto (Orde Baru) mau membunuh Gus Dur,” kata Kiai Chotib Umar menirukan jawaban Kiai As’ad. Kiai Chotib Umar pun mafhum. Karena itu ia tak risau meski di koran-koran masih ramai tentang berita konflik Gus Dur dan Kiai As’ad saat itu. Jadi ”kemarahan” Kiai As’ad kepada Gus Dur yang disiarkan lewat publik justeru untuk melindungi Gus Dur. Ini tentu starategi politik tingkat tinggi yang bisa jadi tak pernah diketahui publik, termasuk kader NU.

    Selain Kiai Chotib Umar yang sempat datang ke Kiai As’ad adalah KH Muchit Muzadi. Kiai khittah ini mengaku sempat masuk ke kamar Kiai As’ad ketika konflik dengan Gus Dur itu meluas. Kiai Muchit menyarankan agar Kiai As’ad memarahi Gus Dur langsung ketika berhadapan dengan cucu pendiri NU Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari itu. Lalu apa respon Kiai As’ad? ”Saya kalau berhadapan dengan Gus Dur yang tampak malah wajah Kiai Hasyim Asy’ari,” kata Kiai As’ad seperti ditirukan Kiai Muchit.

    hmmm….ada referensinya, mbak Nadya?
    atau hanya komentar sepihak saja??😉

    Komentar oleh nadya ambarwati — Juli 2, 2006 @ 11:15 am | Balas

  56. makanya gw blg klarifikasi itu perlu,,,,,
    jgn asal tangkap2 aja ,,,,
    karena yg sering km dengar lom tentu benar,,,,sayang,,

    terima kasih untuk mengurangi komentar yg kasar, mbak Nadya🙂

    Komentar oleh nadya ambarwati — Juli 2, 2006 @ 11:19 am | Balas

  57. Jujur aja ane salut dg kegigihan neng nadya dalam membela GD, salut…salut…

    Mungkin untuk masalah yg satu ini kita berbeda pendapat, moga tidak merusak ukhuwah islamiyah kita. Amin.

    Ane rasa udah nyampe tahap final pada kesimpulan, ente sangat tersinggung dan marah ketika GD dikritik dan disalahkan. Tapi ane lebih tersinggung ketika ada orang yg berani melecehkan Al-Qur`an.

    terima kasih telah ‘meluruskan’ tujuan kita berdiskusi di sini, mas Hasan🙂

    Komentar oleh Hasan — Juli 4, 2006 @ 11:09 am | Balas

  58. setelah anda mengungkapkan salut,,,,,
    aku menganggap tak ada gunanya ucapan tersebut,,,,,,,
    krn yg kupinta drmu wahai kasih… km bs mencari kebenaran dgn cara lemah lembut,,,,,,,,,,,,,,,,
    klo anda mase merasa tersinggung dgn ucapan GD,,,dan menganggapnya melecehkan al quran…
    maka salahkan lah persepsi anda sendiri,,,akan ucapan siapapun…..
    klo anda merasa tersakiti olh ucapan seseorang,,,,
    cepat tanyakanlah pdnya,,,akan maksud sesungguhnya,,,
    niscaya anda akan tenang…..

    keresahan ,kegelisahan,,,,semuanya ada dan timbul dari hatimu sendiri yg kerap tak mau menerima penjelasan org lain,,,dan enggan berklarifikasi,,,,
    org yg beriman dan bertaqwa selalu memelihara prasangka baik ,,,krn prasangka buruk hanya dpt menyiksa para pemiliknya….

    jd bila kau tersinggung ,,,,tersakiti,,,gelisah,,,dan resah,,,salahkan lah diri sendiri,,,krn justru menyalahkan orlain itulah yg membuat diri jd cape dan payah.
    “alaa inna auliyaa Alloohi laa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun”
    bgmn tdk???,,,krn mereka(pr kekasih Allah) sgt fokus & sibuk membenahi aib dan dosa diri mrk sendiri……
    wallohu a’lam bi man huwa ahdaa sabiilaa.

    hihihi…tumben mbak Nadya berpantun🙂
    nah, begini dong…tidak banyak kata2 yg kasar…🙂

    Komentar oleh nadya ambarwati — Juli 4, 2006 @ 2:24 pm | Balas

  59. Ok deh, sudah lama ane gak ketemu GD, insya Allah kapan-kapan ane ajak dia ngobrol2 en ngopi bareng. Tentu di tempat yg tenang dan damai, tidak di tempat seperti 68H.

    Wait 4 me GD, i’ll be there……

    saya tunggu kabarnya, mas Hasan..🙂

    Komentar oleh Hasan — Juli 4, 2006 @ 3:49 pm | Balas

  60. gt donk,,,,,sayyyang,,,,
    eh,,,,mas hassan ngomong2 gak pengen ketemu nih ama ane?
    maen donk sini,,,,mang km dmn sih?
    km mase single khan,,,,,,
    mau donk……………….

    ehm…ehm…ini bukan blog tempat cari jodoh lho…🙂

    Komentar oleh nadya ambarwati — Juli 5, 2006 @ 2:45 pm | Balas

  61. Mau nih jadi istri keempat ane, hehehe…….
    Eh maap ama yg punya blog ini, ini sedikit menyimpang dari tema, afwan….

    haha…aduh, saya jadi tertawa nih, mas Hasan🙂

    Komentar oleh Hassan — Juli 7, 2006 @ 9:48 am | Balas

  62. Gus Dur, Al-Quran, dan Pornografi

    Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa: tidak mau ruku’ dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa ia khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung, ada seorang pembatunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) dulu pada Abu Nawas.

    Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. “Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah dengan keras.
    Abu Nawas menjawab dengan tenang, “Benar Saudaraku.”
    Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, “Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid adalah seorang khalifah yang suka fitnah?”
    Abu Nawas menjawab, “Benar Saudaraku.”
    Khalifah berteriak dengan suara yang menggelegar, “Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menerbarkan fitnah tentang khalifah!”
    Abu Nawas tersenyum seraya berkata, “Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya, kabar yang sampai padamu tidak lengkap, kata-kataku diplintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.”

    Khalifah berkata dengan ketus, “Apa maksudmu, jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya!”
    Abu Nawas beranjak dari duduknya, dan menjelaskan dengan tenang, “Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu, aku menjelaskan tata-cara salat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”

    “Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah.
    Abu Nawas menjawab dengan senyuman, “Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah fitnah (ujian) bagimu. Sebagai khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka “fitnah” (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang juga kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.
    Rupanya kedekatan Abu Nawas terhadap Harun al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembatu-pembatunya. Kedekatan ini dibuktikan Abu Nawas memanggil Khalifah Harun al-Rasyid dengan kata “ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita.

    ***

    Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, yang mengudara saban Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Kebetulan saya salah seorang pembawa dari acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23/5).
    Seperti nasib Abu Nawas, pernyataan Gus Dur tersebut sengaja diplintir, dan dilepaskan dari konteksnya karena ada motif dan untuk tujuan tertentu. Padahal dalam acara kongkow tersebut, berkali-kali Gus Dur menegaskan bahwa konsepi porno ada dalam otak seseorang. Kita sering bilang, orang yang otaknya lagi ngeres, atau lagi “piktor” (pikiran kotor). Penyataan Gus Dur yang lengkap begini, “Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa Al-Quran itu kitab suci porno, karena ada ayat tentang menyusui (al-Baqarah: 233) dan ada roman-romanan antara Zulaikha dengan Yusuf (Yusuf: 24).” Liciknya, mereka yang pernah juga menyebarkan fitnah bahwa Gus Dur telah dibaptis, menyebarkan bahwa Gus Dur telah berkata bahwa Al-Quran itu kitab suci porno.

    Pemenggalan kata-kata tersebut sangatlah berbahaya. Kita bisa mengatakan Al-Quran mengecam orang yang salat ketika hanya mengutip ayat 4 dalam surat al-Ma’ûn, “maka celakalah orang-orang yang salat!” (fawaylul lil mushallîn). Padahal maksudnya orang yang melaksanakan salat tapi masih celaka adalah orang yang salat tapi lalai: ingin dilihat orang, dan enggan bersedekah-dijelaskan dalam tiga ayat sesudahnya.
    Gus Dur memang tidak pernah sepi dari tuduhan tersebut. Dulu ia pernah dituduh ingin mengubah assalamualaikum menjadi selamat pagi, siang, sore, dan malam. Seperti Abu Nawas, Gus Dur dituduh ingin mengubah rukun salat, ketika menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri salat bukan lagi assalamualaikum yang diucapkan, tapi, selamat pagi untuk salat subuh, selamat siang untuk salat dzuhur, selamat sore untuk ashar, selamat petang untuk salat magrib, dan selamat malam untuk salat isya’. Padahal Gus Dur mengatakan boleh mengganti assalamualaikum dalam konteks sapaan (greeting) bukan dalam salat.

    Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada Gus Dur, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?
    Penulis adalah presenter “Kongkow Bareng Gus Dur”

    ehmm….saya tidak mau komentar banyak …🙂

    Komentar oleh agus — Agustus 4, 2006 @ 9:57 pm | Balas

  63. hebat dari pada nonton&beradegan porno

    hahaha…mas Joko bisa2 saja…

    Komentar oleh joko — Agustus 19, 2006 @ 8:53 am | Balas

  64. dari bagian atas dari blog ini selalu isinya saling mengancam, menjatuhkan, memperdebatkan. saya sadar memang yg namanya demokrasi dan kebebasan bicara itu dihargai namun sebuah diskusi yang baik itu mempunyai ujung pangkal dan bernilai mendidik serta memberi wawasan dan wacana baru, bukannya saling mendiskriditkan untuk mencari pembenaran masing-masing bukannya mencari kebenaran. saya setuju kepada yg menyarankan gus dur untuk istigfar karena sudah selayaknya manusia itu beristigfar kepada ALLAH, bukan suatu alasan kalau orang itu beristigfar klo hanya pada saat merasa bersalah saja. namun juga saya menghargai kepada teman-teman yg pro terhadap wacana gus dur tersebut, karena mereka juga memandang dari sudut pandang lain juga. marilah kita berbalik pada diri sendiri, dan menkaji diri sendiri apakah diri kita ini sudah menjadi hamba yang baik. tanpa mengatakan anda baik atau benar, jika anda itu baik dan bertindak benar saya yakin orang lain pun akan menilai anda benar-thx agus

    Komentar oleh agus — September 5, 2006 @ 1:15 pm | Balas

  65. Mas Agus bijaksana sekali,…memposisikan pada posisi yg netral, dan sejuk dalam beragumentasi. Barangkali ini PR buat kita umat Islam untuk mencari figur pemimpin yg mampu menyatukan seluruh aspirasi umat Islam di seluruh penjuru dunia. (Karena umat katholik saja memiliki paus, yg pengaruhnya sangat luara biasa, di dunia ini. Kenapa kita tidak?), kita sedang mengalami krisis kepemimpinan.
    Yang kita cari adalah pemimpin yg dapat diterima oleh seluruh kaum muslimin, bukan hanya golongan tertentu saja. Wahai saudara-saudaraku di seluruh penjuru dunia….bersatulah!!!Jangan terpecah belah, moncong meriam musuh sudah di depan mata, kobarkan semangat Jihad! Allahu Akbar!

    Komentar oleh Hasan — September 7, 2006 @ 4:14 pm | Balas

  66. kalau memang yang dibilang gus dur memang seperti itu lantas kenapa anda sekalian membelanya walaupun buat mengumpamakan(seperti cerita abu nawas tadi) kalau gitu kenapa di AL QURAN ditulis bahwa yang mengolok AL QURAN(MENGANGGAPNYA BERCANDA SEKALIPUN HANYA PERUMPAMAAN)dianggap KAFIR

    Komentar oleh rangga — September 9, 2006 @ 8:39 pm | Balas

  67. waduhh..saya jadi bingung nih dengan komentar mas rangga, sudahlah mas sebaiknya kita bertayabun kepada gusdur, apakah gusdur bicara dalam konteks bercanda yang sebenarnya atau nasehat yang dikemas dengan canda, sebelum saya sangat mohon maaf sama mas rangga dan yang lainnya

    Komentar oleh syamsudin — September 15, 2006 @ 4:29 pm | Balas

  68. Kalau ane cermati yg ngebela GD itu2 aja, tapi pake nama yg berbeda-beda. Soalnya intinya cuma satu, dia ga mau GD disalahkan atau dikritik. Kemudian dibungkus dengan ajakan bertabayun. Itu aja diulang-ulang.

    Sekedar catatan Abu Nawas dengan segala anekdotnya dalam kitab “Al-Aghani” karangan Al-Ashfahani, sarat dengan kebohongan. Pendamping khalifah Harun ar-Rasyid adalah ulama-ulama besar seperti Abu Yusuf Al-Qadhi, Abdullah bin Al-Mubarak dan Imam Malik bin Anas, bukan pendongeng semacam Abu Nawas.

    Komentar oleh Hasan — September 20, 2006 @ 9:12 am | Balas

  69. “Kl ada sesuatu yg tidak berkenan buatmu mk hujatlah GD sepuas puasmu”,tp setelah itu cobalah kamu pahami dan mengerti tentang apa yg tlh disampaikan oleh GD (walaupun untuk itu dibutuhkan waktu yg lama),maka insyaALLah kamu akan menjadi lebih pintar,cerdas dan arif dalam menyikapi hidup ini.(Anda jgn membiasakan hanya berpikir dgn otak saja tetapi mulailah berpikir dengan perasaanmu)

    Komentar oleh riefants — September 20, 2006 @ 2:56 pm | Balas

  70. ass.mengenai masalah gusdur menghina qur’an apakah anda bener2x tahu dan ndengerin dg mata kepala anda sendiri? atau apa anda hanya ikut-ikutan islam garis keras yg merasa benar sendiri.saya berharap and tidak seenaknya ngomong yg isinya melecehkan orang lain,ingat dg kaum khowarij yg sangat radikal mereka apa anda pengen termasuk dalam katagori man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum. anda harus tau gusdur hanya bilang kalo otak kita dlm keadaan ngeres jika kita baca qur’an yg mbahas masalah menyusui. anda harus paham sebelum nuduh orang sembarangan apalagi gusdur seorang kyai hati-hati klo kwalat.wssalm

    Komentar oleh gus yahya — September 21, 2006 @ 7:44 pm | Balas

  71. ass.ingat siapa yang mengkafirkan saudaranya sesma muslim maka dia yg kafir.kalo anda gak ngerti apa yg disampein gd maka ngaji to-ngaji lan ojo ngrasani to’.wass

    Komentar oleh gus yahya — September 21, 2006 @ 7:58 pm | Balas

  72. he bung ingat utekmu durung nyampek makanya ngaji-ngaji lan ojo ngrasani,mungkin gd kaya’ gitu agar orang-orang yang kaya’ u seng seneng ngrasani ben gelem ngaji dan bisa memahami kata-kata gd.makanya fas alu ahladz dzikri inkuntum lata’lamun(teko’o karo wong seng ngerti kalo u gak ngerti;okrek wass

    Komentar oleh gus yahya — September 21, 2006 @ 8:10 pm | Balas

  73. Gus yahya ga usah nganggo ancem2an lah,
    trus gak perlu ngremehno wong liyo. Terus ojo terjebak stigma islam moderat, islam garis keras, fundamentalis dsb. Iku istilah teko musuh2e Islam, saiki jamane mempererat ukhuwah, masalah gak bakalan rampung.

    Saiki sing ndukung GD, yo kudu sadar nek GD yo menungso, ugo iso salah. Sementara sing kontra lan protes, lewih becik nglurusno karo cara sing bijak. Wis gak usah diperpanjang. Wong Islam kuwi kabeh sedulur, opo gak isin ditonton musuh2e Islam, nek wong Islam pada doyan cekcok! Wss.

    Komentar oleh Hasan — September 22, 2006 @ 2:51 pm | Balas

  74. Al Insaanu Makhalul Khotto Wa Nisyan…
    tapi ko yo keseringan nylenehe…?
    btw, GusDur tu sholat ga yah…? ada yang pernah ngliat beliau sujud khusyu’ ga ?
    trus, ana juga pengin ‘protes’ sama Indosiar yang kemarin (ga tau besok2nya) menayangkan renungan sebelum berbukanya oleh GusDur… repot…

    Komentar oleh zhyd_elhamidy — September 27, 2006 @ 3:43 pm | Balas

  75. Saya kira itu syah syah saja karena itu adalah hak DAN PERLU DIINGAT BAHWA PERKATAAN ITU MENGANDUNG MAKNA YANG SANGAT DALAM DAN SAYA KIRA HANYA ORANG-ORANG TERTENTU SAJA YANG BISA MENGERTI MAKSUD UCAPAN GUS DUR KITA TIDAK BOLEH MENGADOPSI SECARA MENTAH -MENTAH KARENA GUS DUR ADALAH ORANG YANG TIDAK PENUH DENGAN TEKA-TEKI DAN PENUH DENGAN KEJUTAN HANYA ORANG GOBLOK SAJA YANG MENGATAKAN PENDAPAT GUS DUR ITU SALAH PIKIR DOOOOOOOOOOOOONK!!!!!!!!!!

    Komentar oleh ERVAN — September 28, 2006 @ 1:49 pm | Balas

  76. Assalamu’alaikum wr wb.

    Afwan, boleh taruh link gak ya di sini. Mungkin link2 berikut sedikit banyak bisa dibaca. Ada beberapa fakta di sana. Afwan kalo tidak berkenan, baik utk pendukung GD juga yg tidak setuju dengan GD.

    500 Ulama Pulau Jawa Laporkan Gusdur ke Mabes Polri
    Penelitian Untuk Gus Dur ttg “Pornoisme”
    Gus Dur Menghina Al-Qur’an
    Tantangan Debat Publik Kepada Gus Dur

    Sekali lagi afwan jika tidak berkenan.

    Wassalamu’alaikum wr wb.

    NB: Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1427 H bagi yg menjalankan…

    Komentar oleh Hamba Allah — September 29, 2006 @ 12:23 am | Balas

  77. duh gusti…Gusdur aja dah nyuruh kita jauh-jauh hari. yang gitu-gitu NDAK usah direpotin. bagusnya yang belum pinter kaya Gusdur gak usah ngisi koment deh. mas yang suka njawab, mbok yo kalo orang kasih koment baik terhadap Gusdur gak usah panas tho!!! dia juga orang islam kok, kaya anda juga yang masih sholat berjamaah di masjid, pake sarung dan kopiah di kepalanya. abis sholat bersalaman dan mencium tangan imam. mas koment gitu juga kan?

    Komentar oleh bayoe — September 30, 2006 @ 1:18 am | Balas

  78. Kata Gus Dur bahwa Al Quran itu alkita yang porno didunia, itu ada kebenarannya, dan ada hubungan dengan nabi kita Muhammad dalam Hadist banyak tertulis tentang Aisya dan Muhammad. Mengapa kita harus ribut soal pornografi ? itu kan sebahagian manusia-manusia munafik yang berlindung dibalik sorban agama.

    Komentar oleh Mr.Nunusaku — Oktober 1, 2006 @ 6:19 pm | Balas

  79. Assalamu’alaikum semuanya…
    Udah donk…!!! Gak usah diperpanjang komen-komen tentang ucapan GD itu. Jujur, awalnya ana tertarik banget ama blog ini, tapi begitu liat2 komennya yang tambah lama tambah PANAS dan beremosi, kok jadi gak asyik ya, mendingan kita saling introspeksi diri aja tiap hari, itu lebih enak dan hangat lho, kayak dipeluk Allah, coba deh Insya Allah bener deh uenak tenan. Allah sayang kita lho…Dia sayaaaaaang banget ama kita, (aduh jadi kangen), kapan ya ke surga…?? Ketemu Nabi Muhammad saw, Nabi Ibrahim as, Ismail, Musa, Yusuf (gantengnya apa sih, masa’ Hizbullah kaya’ aku kalah ganteng…yeee, ya jelas kalah, hehe), ketemu Nabi Sulaiman, wah bisa minta ajarin bicara ama kucingku dong, hehe.

    Tulisanku diatas kalo gak nyambung maap yang mas, tapi benernya aku cuma pengen sharing ke semua muslim (kalo memang merasa sebagai seorang MUSLIM…!!!):
    Kita semua kan saudara, kan gak semestinya musuh2an, kalo’ dipikir-pikir do’a yang bunyinya, “…wa li jami’il muslimiina wal muslimat, wal mu’miniina wal mu’minat, alahyai minhum wal amwaat” (sori kalo salah), biasanya kan dibaca setelah mendo’akan Ortu, minta maghfirah buat kedua orang spesial kita, trus baru do’a yang tadi itu buat semua muslim & muslimat yang masih hidup atopun yang dah “duluan pergi”(bener gak?!). Nah, do’a itu kan di baca semua muslim di dunia, berarti setiap saat kita selalu dimintakan ampunan kepada Allah oleh saudara2 kita sesama muslim di seluruh penjuru dunia, bener gak…Ya Allah…indah ya Islam, hehehe. Makanya, gak usah aneh2 ta, mendingan ngomongne sing huenak ngunu ae po’o bos…hehehe, pun matur nuwun.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Komentar oleh Hizbullah berhati lembut — Oktober 3, 2006 @ 10:05 am | Balas

  80. Perdebatan gini nih yah disukai ama syetan
    dilanjut terus aja bozz…
    ane salut ama mas hizbullah!
    ini nih ciri muslim yang pantas kita teladani,
    berprasangka baik ma ALLAH.
    ALLAH itukan bukan DIKTAKTOR
    ALLAH itu Maha Pengasih dan Penyayang,
    Pemberi nikmat, Pemberi maaf, dll (pokoknya yang bagus2 dah)
    Moga kita masuk surga…Amin

    Komentar oleh petani miskin — Oktober 17, 2006 @ 3:25 am | Balas

  81. Poso rek, jo pada tukaran ae…..
    La wong sing diomongin lagi enak-enak turu,
    La sampeyan kabeh pada otot2an,
    Gak maen!

    Komentar oleh Hasan — Oktober 17, 2006 @ 10:59 am | Balas

  82. Asslamu’alaikum, Wr, Wb.
    Amat banyak yang harus di kaji dalam hal ini.
    Di atas saya udah baca banyak komen2 yang rada gimana gitu,
    tapi pada intinya ada dua kubu yang sedang terlibat di sini,
    yang satu begitu membenci GD yang dalam beberapa hal suka nyeleneh, di lain pihak ada yang begitu mendukung dan menganggap GD sebagai seseorang yang sebegitu mulia.

    Tapi kalau boleh saya menanggapi, kita sesama umat Islam jangan mudah terpancing dan terprovokasi oleh setan. Setan sangat menginginkan perpecahan dalam ummat. Allah berfirman : “berpeganglah kamu pada tali(agama) Allah.”
    Ayo, Kini adalah saatnya Kita untuk bersatu…..
    Yang dibutuhkan umat Islam itu adalah suatu persatuan seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Terus terang saya sangat mendukung redaksi JIL. Karena sejujurnya Saya pribadi sempat dibuat “panas” dengan statemen GD tersebut. Bagaimana tidak, Masa kitab suci yang selama saya hidup di dunia dan di akhirat (Insya Allah) dikatain sebagai kitab yang porno.

    Tapi ketika saya membaca berbagai komen yang justru memecah belah umat, saya jadi semakin sedih…..
    Sodaraku…..
    Masih banyak musuh Allah yang harus kita hadapi,,,,
    Masih banyak orang-orang sesat yang menginginkan perpecahan kita…
    Jangan kita membuat Rasulullah bersedih…dan terlebih
    Jangan kita buat setan tertawa dengan perpecahan kita….
    GD hanya manusia yang bukan apa-apa,,,
    kita tidak layak mati-matian membelanya atau juga menghinakannya….
    Sekarang yang paling kita butuhkan adalah kesamaan visi untuk membuat Islam berjaya di muka bumi…
    Mari kita sama-sama beristighfar….
    memohon ampunan dari Allah…. karena itulah yang kita butuhkan sekarang…
    Mari…. sama-sama Kita Istighfar….
    Bersatulah Sodaraku

    Komentar oleh Dodi — Oktober 17, 2006 @ 1:28 pm | Balas

  83. bagus GD mengatakan seperti itu supaya kita semua mempelajarinya, agar kita belajar dan membaca isi Al-qur an ok salam buat semua umat islam jaya terus dan. tidak hnya komentar saja tapi juga belajar dan memahaminya isi Al-Quran .

    Komentar oleh budi prakoso — Oktober 20, 2006 @ 3:52 pm | Balas

  84. Gus Dur kok dilawanTiada tanding tiada banding. Pak harto aja yang punya ABRI,Shimon perez yang punya Amerika samapai Poros tengah aja gak mampu. Hanya Allah saja yang mampu menghentikannya. Kalau benci ma Gus Dur minta aja pada Allah. Long live Gus Dur. Islam butuh seribu orang jenius seperti sampeyan untuk melawan Yahudi dan Amerika.

    Komentar oleh f4tih — Oktober 30, 2006 @ 3:20 pm | Balas

  85. Hus, terlepas dari apakah Gus Dur benar atau salah, JANGAN MENDEWAKAN GUS DUR! Semulia apapun beliau pada kenyataannya, ingatlah bahwa dia juga bisa berbuat salah -_- Apakah statemen ini salah satu kesalahannya, itu sebaiknya tidak usah diperdebatkan lagi.

    Pribadi, menurut saya umat jangan diajak berteka-teki yang fatal begini…
    Bisa menimbulkan salah paham.

    Jadi kalaupun Gus Dur hanya berniat menyisipkan makna tersirat sekalipun, statemen ini patut disesali.

    Komentar oleh Sosuke Sagara — November 3, 2006 @ 4:40 pm | Balas

  86. Gus Dur bukan dewa !!!! tapi Waliullah. MAna ada wali yang ngaku dirinya wali. Gus Dur pun demikian. Banyak cerita tentang keajaiban beliau. Bukan mengkultuskan tapi agar yang saudara seiman yang lain tidak asal menghujat dan memfitnah beliau. Tabayyun …tabayyun…menghujat ulama itu haram.

    Komentar oleh f4tih — November 5, 2006 @ 3:27 pm | Balas

  87. KENAPA KITA SUSAH2 MEMBELA GD ATAUPUN MENGHUJATNYA
    DIA HANYA MANUSIA BIASA TIDAK LEBIH
    KITA HANYA BISA BERCERMIN DAN BERFIKIR LAGI DARI KOMENTAR GD SEPERTI APA SIH ARTI “PORNO” ITU SEBENARNYA
    DAN BIARLAH TUHAN YANG “MEMBALAS” APA YANG DILAKUKAN GD TERLEPAS DARI ITU BENAR ATAU SALAH

    Komentar oleh NOFIK_TOP — November 7, 2006 @ 10:38 pm | Balas

  88. Emang betul koq, yang di kate ame GUS DUR. Knapa emang?

    Komentar oleh Adil — November 8, 2006 @ 10:48 am | Balas

  89. Hai saya rasa Gusdur Benar.Saya rasa Gusdur adalah seorang manusia yang selalu memberikan pembelajaran kepada umat2nya.Belajar menghargai,beljar sopan,belajar untuk membahas permaslahn yang timbul disekitar kita.
    Gusdur juga benar bahwa Al-qur’an merupakan kitab suci yang paling komplit.disitu ada berisi tentang kedokteran,sejarah,fiqh,astronomi,bahkan ada sedikit penjelasan tentang kePORNOan.Saya rasa Porno itu kan hanya maslah istilah yang telah tertanam dari kita.Jadi Jangan bandingkan kita dengan Gusdur.Pengetahuan kita tentang agama,fiqh,ushul fiqh,tasawauf itu belum ada apa2ya.kita harus mempelajari dulu jangan sampai memberikan tanggapan yang ga ada artinya seperti TONG KOSONG>HANYA NYARING BUNYINYA tetapi DALAMNYA KOSONG!!!
    disitu ada hikmah yang terkandung.bahwa kita sebagai umat islam harus lebih dan lebih lagi didalam mempelajari Al-quran.
    Gusdur adalah seorang alim ulama yang selalu memancing kita untuk terus belajar…belajar…dan belajar sampai maut menjelang.
    saya berdoa semoga Gusdur panjang umur dan selalu memberikan kita wejangan maupun pengetahuan2 yang bermanfaat bagi umat islam.
    Amin ya Robbal Alamin

    Komentar oleh Moh. Ari gusyanto — November 20, 2006 @ 9:59 pm | Balas

  90. saya rasa semua komentar diatas tidak lepas dari sejarah islam di indonesia,,,,,sehinga terjadi pro dan kontra,,sebagai sesama muslim saya menyarankan marilah kita jangan egois pada jalan pikiran kita…khusus untuk masalah porno tidak penting didebatkan karena kita udah pada dewasa.(mungkin) tapi..yg lebih penting adalah generasi kita…..sekali lagi lihatlah……..bagaimana generasi kita gak rusak……….klo kita yang dewasa (mungkin ) secara egois mengajarkan mereka porno…………ngotot dan kontra terhadap uu anti porno…menurut saya mengajarkan dan melegalkan generasi kita,,,berbuat porno……….kasian dong anak-anak kita,,,,!?,,mau jadi apa bangsa ini…. ( bagi yang berpikir seh…. )

    Komentar oleh wiranto — November 25, 2006 @ 12:41 am | Balas

  91. Orang tua yang satu ini memang banyak yang mendukung, walaupun
    ucapan nyeleneh tetep aja dianggap hebat! aneh,… Stroke dan penyakit matanya membuat si GD ini tambah ngawur di tambah pengikut dan fansnya yang taqlid buta juga, didukung pula oleh Jaringan Iblis Liberal!

    Komentar oleh Maulana — Desember 1, 2006 @ 11:56 pm | Balas

  92. kalau dilihat dari segi fisik dengan mata yang cacat, si GD ini kayak gambaran dajjal !. apa memang dia dajjal yach!. moga aja nggak demikian yach, tapi kok tingkah dia lebih banyak nyeleneh dan melenceng dari kebanyakan ulama islam yach !. gusdur……………gusdur…., lu lebih baik jadi penentang terang-terang dech dari pada lu berkedok silam !

    Komentar oleh desi — Desember 14, 2006 @ 1:22 pm | Balas

  93. Gus Dur aja kok ditanggapi
    biarin aja
    mulut-mulut dia sendiri kok
    capek juga dirasain sendiri
    sama GD
    gitu aja kok repot
    ntar setelah wafat baru urusan kita

    Komentar oleh Inoel — Desember 19, 2006 @ 9:07 am | Balas

  94. gak usah ribut ribut, toh yg dilihat oleh Allah swt sang pencipta alam jagat raya ini bukanlah kepintaran, kegantengan, ketenaran, dan hal2 lainnya, tapi yg dilihat oleh Allah swt adalah jiwa kita, so yg tidak mampu mengendalikan diri, nmeski dia seorang ahli filsafat, tasawuf sekalipun, tetap aja dia rendah dihadapanNYa.

    dan kita selaku manusia yg masih memiliki toleran apa salahnya memperingati dan menyampaikan kebenaran.

    kepada gusdur dan semunya yg memiliki ilmu yg dalam, ingatlah kebenaran tidak dapat diukur oleh lamanya ibadah, tingginya titel seseorang, gelar atw kedudukan, tapi sebagaimana kebenaran itu mampu melahirkan kekuatan pengendalian diri. bertobatlah sebelom pintu taubat ditutup.

    Komentar oleh irfandy ali — Desember 28, 2006 @ 8:19 pm | Balas

  95. Disarankan agar jangan berselisih persepsi agama yang mubazir membuang-buang waktu, tenaga, pikiran dan emosi PANAS, toch tidak akan selesai sebelum Allah datang dengan 1. Hari takwil kebenaran Kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53. 2. Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab sesuai Fushshilat (41) ayat 44. 3. Allah menyempurnakan wahyu Al Quran berkat do’a manusia sesuai Thaha (20) ayat 114,115. Dan hari-hari Allah sebanyak 444 ayat lainnya sesuai Ibrahim (14) ayat 5, Al jaatsiyah (45) ayat 14. Semuannya ini wajib ditunggu-tunggu akan tetapi sampai hari ini dilupakan oleh umat manusia. Padahal hal ini sudah datang di Indonesia, tinggal menunggu saat publikasinya. Wasalam, -Soegana Gandakoesoema- pembaharu persepsi tuggal agama awal millennium ke-3 masehi.

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema, pembaharu persepsi tunggal agama awal millennium ke-3 masehi — Januari 14, 2007 @ 9:00 am | Balas

  96. Memang koh apa yang dinyatakan Gus Dur itu ada kebenarannya, ada sangkut pautnya dengan nabi Muhammad SAW
    yang memang doyan kawi anak yang berumur 7 th dinikahi setelah 9 th baru disetubuhi sedangkan kakek ini telah berumur 53 th. Jika anak sampean yg berumur 9th maukah diberikan pada kakek yg berumur 53 th ? nah tolong jawabannya.

    Komentar oleh Mr. Nunusaku — Januari 24, 2007 @ 10:44 pm | Balas

  97. Ehm… buat nunusaku yang ngomentari Rasulullah, klo biasanya yang nyerang sama model gini ni non muslim, klo muslim berarti dah copot syahadatnya, soalnya ngejelekin Rasul Allah itu namanya ingkar sunah, islam mengajarkan segalanya dengan lugas, jangan memandang kebenaran dengan perasaan begitu, yang kita rasa bagus belum tentu bagus di mata Allah, sedang yang kita anggap jelek bisa saja bagus di mata Allah, soal jawabannya tentu saja ada, di jaman sekarang di indonesia aja, anak smp sudah jualan sedangkan di luar negri anak2 setingkat sd saja sudah sering sekali terjadi inces antara kakak beradik, dan banyak lagi contohnya.

    Komentar oleh seebayu — Januari 31, 2007 @ 11:09 pm | Balas

  98. assalamualaikum..
    diri ini cuman bisa bilang…mari kita lebih arif dlm memandang suatu permasalahan…jgn sampai kita terjebak akan tulisan itu sendiri…
    sama seperti kita mengukur kadar keimanan dlm diri kita masing2,….toh nantinya juga di pdg makshar kita ga ngurusi orang lain….
    trima kasih dan wassalam….

    Komentar oleh udin — Februari 18, 2007 @ 4:33 am | Balas

  99. Pro Gus Dur

    Komentar oleh ddfd — Februari 19, 2007 @ 8:58 am | Balas

  100. BARU LIHAT KULIT SUDAH BERANI BILANG ISINYA,SEBAIKNYA KALIAN BERISTIGHFAR,SIAPA YANG KALIAN TELADANI AKHLAKNYA?KALO MEMANG BENAR GUS DUR BERSALAH,KENAPA KITA TIDAK MENEGUR BELIAU SECARA SANTUN SEPERTI YANG DIAJARKAN RASULULLAH?KENAPA MALAH MENGOLOK2 SEPERTI CARA KAFIR QURAISY YANG SENANG MENGHASUT?DIAKUI ATAU TIDAK TELAH BANYAK JASA GUS DUR KEPADA BANGSA INDONESIA DAN DUNIA ISLAM TIDAK SEPERTI ANDA YANG HANYA MENGHASUT DAN MENEBARKAN KEBENCIAN KEPADA SESAMA

    Komentar oleh TRI SETIADI — Februari 22, 2007 @ 8:45 pm | Balas

  101. tetep aje,gusdur ga boleh ngomong begitu

    Komentar oleh adjid — Maret 13, 2007 @ 11:44 am | Balas

  102. kita akhiri perdebatan ini sampai disini aja,,OK..toh kyknya mslhny makin mengembang aje…

    Komentar oleh simon — Maret 27, 2007 @ 1:53 pm | Balas

  103. gto aja kok repot….

    Komentar oleh simon — Maret 27, 2007 @ 2:05 pm | Balas

  104. AsWrWb jangan lupa kunjungi situs yang penuh maklumat baru berikut ini: http://www.aziznawadi.co.nr insyaallah tidak rugi, bagi tau ikhwan dan akhawat yang lain juga yah..!

    Komentar oleh nazrah — Maret 30, 2007 @ 4:21 am | Balas

  105. kalo mau mengenal tashawuf yang haq, kunjungi http://www.aziznawadi.co.nr

    Komentar oleh rahmayanti — Maret 30, 2007 @ 4:23 am | Balas

  106. gus dur orang unik dan kayaknya sekarang gusdur lagi belajar telanjang serta kencing sambil berlari supaya tahu bahwa gusdur tidak bisa di tiru oleh pengikutnya yang puritan terhadap diri gusdur

    Komentar oleh mustofa — April 4, 2007 @ 3:03 pm | Balas

  107. Gusdur sebenarnya membawa bencana, kenapa demikian? Dia bilang Al Qur’an itu paling porno ada kata menyusui dan menetek, hal ini dianggap porno oleh pikirannya yg Geblek itu.Akibatnya ALLAH menunjukan tentang air susu itu tepatnya di Jawa Timur tempat Dia berada, maka keluarlah air LUMPUR sampai sekarang (bukan air susu) malah lebih kotor.Kenapa mesti karena omongan Dia itu bisa menjadi begitu. Karena Dia dianggap sebagai Panutan dalam Agama, tetapi hati dan pikirannya seperti orang tak berilmu.kalau Dia bukan dianggap sebagai panutan dalam agama nggak jadi masalah, biarpun yang kotor dan bau yang keluar dari mulutnya, contohnya seperti orang kafir, menghina Islam ya nggak masalah malah akan menambah kebaikan terhadap orang islam yang sabar dan berilmu.Ini dianggap sebagia Panutan agama sampai sampai mendapat gelar Kiyai Haji lagi, tapi tak berilmu, Islam sebenarnya memiliki ajaran akhlak dan ilmu yang tinggi.

    Komentar oleh Ahmad Syafrie Parinduri — April 7, 2007 @ 7:11 pm | Balas

  108. teros2no wae wonk2…..

    Komentar oleh simon — April 9, 2007 @ 1:34 pm | Balas

  109. gusdur, keseringan gilanya dari pada benernya

    Komentar oleh ekadystiant — April 11, 2007 @ 7:41 pm | Balas

  110. Hidup Gusdur, biar bisa tobat.

    Komentar oleh Abdurahman Wahid Anjing — April 15, 2007 @ 11:27 pm | Balas

  111. gusdur koq diladeni, biarin aja ngoceh kan bisa kita biarin pepatah bilang GD menggonggong kafilah berlalu…. gitu aja koq repot..

    Komentar oleh mailman — April 27, 2007 @ 10:26 am | Balas

  112. gus,mengapa dunia ini semakin sempit aje,pa mungkin kiamat udah deket ya…

    Komentar oleh saiful amri — Mei 22, 2007 @ 10:17 pm | Balas

  113. yang nanggepin berlebihan ttg Gus Dur….aku yakin dia tidak lulus SD. TK…TK

    Komentar oleh Muhammad Riza — Juni 9, 2007 @ 2:02 pm | Balas

  114. Menurut pendapat pribadi saya, GusDur itu diciptakan untuk membuat orang beribadah. Buar orang yang sependapat sama GusDur, Gusdur membuat mereka terus menerus berfikir tentang “betulkah kata2 Gusdur itu betul ? sesuaikah kata2 Gusdur dengan kandungan AlQur’an ?”. Lha buat Yang tidak setuju, Gusdur membuat mereka beristighfar. Gitu aja ko repot ?

    Komentar oleh GusDoer — Juni 13, 2007 @ 10:19 pm | Balas

  115. gusdur itu belum bangun dari tidurnya, jadi ijtihadnya ijtihad tidur waqktu bilang al-qur’an kitab paling porno. lihat aja di majalah hidayatullah.

    Komentar oleh widianto — Juni 21, 2007 @ 4:39 pm | Balas

  116. gus menurut saya anda asl jeplak saja tanpa dipikir, jadi kalau mau koment lagi mending dipikir 100000000x

    Komentar oleh gus HARRY — Juni 22, 2007 @ 3:55 pm | Balas

  117. Menurur saya kalau menanggapi gusdur tidak lulus SD atau TK,masalah menanggapi bukan masalah sekolah lulus atau tidak, sekolah seperti itu hanya soal dunia yang penting hati/qolbu apabila baik maka baik lah seluruhnya, Banyak yg sekolah tinggi jg Geblek dan kurang berakhlak, kita harus bisa membaca karena Allah pertama kali menurunkan Alquran adalah Iqra’/bacalah, semua bisa dibaca bukan hanya tersurat tapi tersirat juga ,dan masalah beristigfar tanpa omongan gusdur juga kita harus selalu istigfar dan zikir setiap saat

    Komentar oleh Ahmad Syafrie Parinduri — Juni 24, 2007 @ 9:10 pm | Balas

  118. Gusdur itu hanya seorang yang mempunyai kelemahan pada otaknya disebabkan karena penyakitnya yang lama diderita,dan tidak pernah lulus sekolah,pikirannya suka ngaco dan nyeleneh.amit-amit Gus Blok.

    Komentar oleh Muhammad Imam Muslim — Juli 8, 2007 @ 8:03 pm | Balas

  119. yang Punya Blog ini GOBLOK, apa anda tau definisi dari porno? pemikiran sempit otak keladai anda mungkin hanya tau arti definisi porno hanya sekadar pada pembahasan tubuh, padahal bukan hanya itu, makanya saran saya sekolah dulu yang pinter, minim smp lah biar sedikit tau..biar tidak asal kritik, eh iya pelajaran sd udah ada tentang peribahasa TONG KOSONG NYARIN BUNYINYA? kalo belum tau peribahasa itu ga usah cape2 tanya teman, aku beritau, jawabanyya adalah “ANDA=KAMU=SAMPEAN and in english is YOU!! heheheeh….

    Komentar oleh abdy — Juli 9, 2007 @ 11:33 am | Balas

  120. dasar wong gendeng

    Komentar oleh adi — Juli 13, 2007 @ 12:50 pm | Balas

  121. masukin aja gus dur ke rumah sakit jiwa, biar komentarnya bisa direspon keluarganya yang sudah sekian lama ia tinggalkan. gus dur itu memang-memang gila, tapi yang lebih gila lagi orang yang mempercayai pada fatwanya

    Komentar oleh arief — Juli 14, 2007 @ 6:34 pm | Balas

  122. biasanya orang yang sudah kalah ulahnya akan bermacam-macam, contohnnya yang sedang diperdebatkan sekarang ini, ya Allah berilah diapetunjuk biar nggak ngawur ngeluarin fatwa, yang membuat umat muslim bisa terpecah belah.salah satu cara untuk menghentikannya adalah dengan membungkam mulutnya………..gitu aja kok repot…..!!!!!

    Komentar oleh matho — Juli 14, 2007 @ 6:42 pm | Balas

  123. waduh waduh… jangan esmosi dunk..!

    saya sih sependapat bahwa sebaiknya para “pemimpin” yang ucapannya didengarkan banyak orang.. bisa lebih mawas diri dalam berkata-kata.. lha iya kalau sempet setiap orang itu tabayyun langsung ke dia.. lha kalau enggak kan bisa berabe.. kaya berita gossip.. yang makin lama makin gak bener beritanya.. dari satu orang ke orang lain..

    Ini terlepas dari GD or anyone.. bahkan diri kita masing-masing.. berhati-hati dalam lisan akan menjaga hubungan baik kita dengan sesama.. termasuk sesama pengguna web / forum ini.. apalagi sesama umat yang berkeyakinan sama.. bahwa Tiada “Ilah” sesembahan / yang diabdi selain ALLAH SWT dan Muhammad SAW adalah utusanNya..

    saya cuma berharap dari “obrolan” di atas, kita semua bisa lebih memahami cara pandang orang lain.. dengan begitu bisa lebih menahan emosi atas ketidaksamaan penilaian atas suatu hal..

    Wassalaamu’alaikum wr wb..

    Komentar oleh mmbanget — Juli 25, 2007 @ 5:16 pm | Balas

  124. manusia boleh berbicara bebas di dunia,sesngghnya akan diminta pertanggung jawabannya oleh alloh di akhirat.ALLOHUAKBAR!!!seyogyanya kita jernih sebelum berpikir,berpikir sebelum berbicara.wass.

    Komentar oleh pangat@prience. — Juli 27, 2007 @ 11:49 pm | Balas

  125. semoga Allah menyadarkan Manusia yang tak Jelas Pemikirinnya ini,..tapi satu yang jelas klo dia itu “PERUSAK ISLAM MASA KINI”

    Komentar oleh Ridwan — Agustus 30, 2007 @ 10:05 am | Balas

  126. gus dur sering kumpul2 diundang orang yg enggak tauhidnyaas jadi rizki yg didapati gusdur uang2 haram pesangon yg diperolehnya namanya saja gusdur[gadur]/semaunya dari nama saja dah kliatan enggak bener kyai yg satu ini ,,, lbh baik cari kyai yg jelas yg lain bannyakk,,, konon orang2 yg jemput gusdur kebetulan teman gue langganannya nampak seharian dlm forum dg enggak sholat enggak apa lalu kyai macam apa iniii

    Komentar oleh ali — September 2, 2007 @ 9:49 am | Balas

  127. capee’ deh (yang komen buanyak bgt).. wong Gus Dur tuh manusia biasa (punya kantong kotoran kaya’ kita kan?) bisa salah juga, kalo salah ya dibilang salah to’ ga usah malu-malu, kalo bener juga bilang aja bener. Al-Qur’an kan dibaca tiap hari, masa’ pedoman hidup kite, yang dipastikan keindahan bahasanya, yang dijaga keasliannya sepanjang jama ama Allah SAWT masa’ dijadiin bahan becandaan diomongin begituan pula (sampai enggan diriku menyebutkan kata itu), reaksi pertama sakit hati? pastilah… muslim mana yang ngga’ sakit hati? mending diem aja Gus daripada bikin kita2 orang pada beradu tulisan. panas.. panas nih.. (kaya’ dimana ya panasnya?)

    Komentar oleh arian — September 3, 2007 @ 2:10 pm | Balas

  128. sebagai manusia biasa yang mencoba mengetik dengan benar ternyata bisa juga salah tekan, huruf A-nya ikutan, dengan ini meminta maaf kepada seluruh pembaca. ini diluar kesengajaan. semoga Allah SWT memaafkan hamba yang hina ini. Astaghfirullah al adziimmm…

    Komentar oleh arian — September 3, 2007 @ 2:16 pm | Balas

  129. – komentar dihapus, terkait tidak beretika dalam diskusi –

    di sini bukan forum untuk menghina suatu ajaran agama!
    Nabi kami Muhammad SAW, membawa ajaran “untukku agamaku, untukmu agamamu…”, tolong anda belajar beretika dan menghargai orang lain, jika anda merasa ajaran agama yang anda anut itu baik,jangan tunjukkan kejelekan anda sendiri!!!

    admin tausyiah275

    Komentar oleh WONG_GOBLOG — September 5, 2007 @ 9:54 am | Balas

  130. sesama warga indonesia kita memang harus saling damai tapi memang bener kalo gus dur ngomong “jangan bikin aturan hanya berdasarkan islam karena di indo banyak juga yang nonmuslim”
    tapi kalo bilang al-qur`an itu porno ya gmna ya soalnya porno kalo menurut saya itu kalo ada gambar yang fulgar ama cerita yang hot…..(dalam buku/tulisan) tapi selama saya baca al-qur`an ga da tu gambar yang fulgar` tau ga kenapa karena qur`an yang bikin bukan jendral he he he he he he

    Komentar oleh MBAH_BEJO — September 13, 2007 @ 2:18 am | Balas

  131. Kita harus maklum bahwa GD mungkin punya pemahaman sendiri tentang arti kata “porno” itu, yang tentu saja berbeda dengan pemahaman orang banyak. Itulah mungkin celakanya jika ada orang yang memahaminya dgn pengertian sempit.Walaupun begitu mudah2an ini tidak akan menjadi polemik berkepanjangan sehingga mengancam keutuhan ukhuwah islamiyah. Amin

    Komentar oleh Atho — September 13, 2007 @ 11:34 am | Balas

  132. didalam hukum islam semua adalah benar kecuali ada hukum yang menyalahkannya, semua adalah halal kecuali ada hukum yang mengharamkannya, dan semua jawaban adalah benar jika mempunyai alasan yang benar juga.
    jadi jangan kita memandang suatu hal dari satu sisi, jangan melihat kubus adalah hanya suatu bujur sangkar.
    artinya gusdur boleh berkata hal seperti itu jika dia mempunyai alasan hukum (agama) yang benar, kita pun boleh menyalahkannya kalau kita mempunyai landasan hukum (agama) yang benar.
    Intinya jangan menghakimi pendapat seseorang jika kita tidak mengetahui ilmu tentangnya/ tidak mempunyai alsan yang kuat dan benar.

    Komentar oleh bedjo — September 22, 2007 @ 1:48 pm | Balas

  133. Dari pada kita ‘Gibah’ tanya aja langsung ke GusDur Kayaknya beliau punya rumah/telepon/web/kantor apa lagi ya ??.
    mungkin ini jalan yang terbaik dari pada kita menerka2.

    Komentar oleh Acep Rahmat Kosim — September 24, 2007 @ 11:59 am | Balas

  134. Acep, kok dibilang ghibah ? Anda sudah baca belum semua detailnya ? Semuanya tertulis jelas, hitam diatas putih, bukan ghibah.

    Dan yang jelas gus dur & JIL adalah gerombolan penipu & pemfitnah

    Komentar oleh harry — Oktober 6, 2007 @ 5:41 am | Balas

  135. Seringkali terjadi suatu perbedaan pendapat yang sudah tidak semestinya lagi terjadi, berlebihan, hingga seolah-olah menjadi berseteru dan saling memusuhi.
    Semoga tujuan dibuatnya blog ini adalah baik, untuk mengetahui mana yang benar dan salahnya (atau setidaknya mana yang lebih benar, atau setidaknya menambah wawasan mengenai dalil dari suatu topik yang ada)
    Di lain sisi terlihat bahwa sepertinya pembuat blog dapat mengedit bahkan menghapus tulisan yang tidak berkenan.
    Sekedar ide: bagaimana bila setiap comment yang tidak disertai dalil mohon dihapus saja, perbedaan harus ada dalilnya dan semoga suatu perbedaan tidak menjadi kian meruncing.
    Setiap tulisan yang “sensitif” cenderung akan menimbulkan pro dan kontra dan tidak akan menimbulkan suatu solusi melainkan menimbulkan suatu masalah baru jika tidak diarahkan. Harus ada aturan-aturan baku yang dibenarkan agar semuanya menjadi terarah.
    Jazakallah khairan.

    Komentar oleh Hamba Allah — Oktober 19, 2007 @ 7:33 pm | Balas

  136. nabi Muhammad SAW. pernah bersabda bahwa orang yang paling berbahaya adalah para ulama yang sesat, kayak GUS DUR gitu menurut saya jangan ditanggepin omongan orang ngaco kayak gitu kalo gus dur menurut saya cuma orang yang pengen dapet perhatian aja

    Komentar oleh fuad — November 2, 2007 @ 10:25 am | Balas

  137. Qta harus kembali pada nurani. Ga perlu jauh-jauh untuk membela atas nama ‘ketinggian’ seorang ulama, ‘bahasa menakjubkan’, atau ‘ilmu tasawuf’ yg hanya bisa dipahami oleh segelintir orang. Yang jelas, Islam ini agama untuk banyak manusia. Sehingga penyampaiannya pun harus bisa diterima oleh khalayak manusia, bukan segmen orang2 tertentu. Tentunya kita, kalau menggunakan nurani (yg muncul atas pemahaman agama yg kurus, benar, dan jujur), akan askit sekali jika Quran sebagai dustur Ilahi malah dituduh yg merendahkan itu. Sudah, jangan pake argumen “Quran sudah tinggi, maka tidak perlu dibela jika ia direndahkan”. jangan. Sebab, argumen ini justru mengurangi ketinggian Quran itu sendiri. Mengurangi makna Quran itu sendiri, yg kudu dibela, dihargai, di”tolong”. Sebab Allah akan menolong siapapun yg menolong agamaNya (Q.S Muhammad 7, mhn dibenarkan bila salah). Tapi,…KH.Abdurahman Wahid tetaplah saudara kita. Kita kudu mendoakan beliau. Jangan sibuk pada debat ini, jika toh menyebabkan perpecahan diantara kita. Yg mau menganggap wali, monggo. Yg tidak ya monggo. Tapi, kualifikasi waliullah itu sangat ‘tidak bisa sembarangan diberikan’ begitu saja. Apalagi didasari oleh taklid semata, buka pemahaman Islam yg hanif, sesuai syariat, dan kaidah fiqh yg benar. Sebab menurut asya, tidak ada waliullah yg membiarkan Qurannya dihina, ataupun membiarkan dihina, apapun konteks muatannya. Guyon atopun serius. Berat atopun ringan. kalangan tertentu atopun khalayak ramai. Mari bertaubat, mari beristighfar. Sebab menjaga persatuan umat itu lebih didahulukan daripada bersikukuh pada argumen yg diambilnya. Peace!

    Komentar oleh redza — November 8, 2007 @ 4:48 pm | Balas

  138. Assalamu ‘alaikum wr. wb
    Ana ingin sedikit urun rembug…keliatannya forum ini semakin menjadi-jadi.Pengen sedikit mengingatkan.
    Bagi yang mengkritisi Gus Dur (termasuk jg Ana) sebagai seorang muslim kita WAJIB mengingatkan saudara muslim kita yang lain bila memang salah,kita hanya manusia tempatnya salah dan lupa. Akan tetapi jika kita salah kita pun juga legowo mengakui kesalahan dan memperbaiki diri, bukan malah mencari pembenaran diri dan mencari massa sebanya2knya untuk mendukung. Kalo’ GusDur salah ya yg pengikutnya GusDur mohon diingatkan.
    Kalo’ tadi dikatakan GusDur Ulama, masa’ ulama kok senengane buat kontroversi. Ana sangat yakin jika Rasul dan para sahabat masih hidup mereka akan mengkritisi hal ini. Harusnya jika dikatan ulama mestinya ya ittiba’ pada Rasul…
    Apa rasululullah bertindak seperti itu…?????
    Dan lagi dalam QS. At Taubah Ayat 65-66 sangat jelas disebutkan

    65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
    66. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

    Udah jelaskan…????
    Bagi pengikut GusDur…mbok yo jangan taqlid buta, Imam syafi’i yang dijadikan madzhab saja sangat menentang taqlid buta. Sebenarny gak apa2 jika yang dikatakan GusDur itu pada saat dia sedang sendiri dan untuk dirinya sendiri. Yang jadi masalah adalah dia berkata dihadapan orang banyak dan ada yang menjadikan dia sbg panutan sehingga dikawatirkan dia malah menyesatkan umat yang aqidahnya belum kuat. Apakah seperti ini ciri seorang ulama / waliyullah??? Cobalah kita berpikir dengan jernih…
    Janganlah kita memperturutkan emosi dengan mati2an membela GusDur yang perkataannya belum tentu benar, jangan2 nanti kalo’ mati beneran bukannya mati syahid malah mati sangit.
    Harusnya yg kita perjuangkan adalah perkataan dan perjuangan rasulullah.
    Harusnya kita jg melihat siapa yang kita tokohkan, bagaimana kiprahnya dalam keluarganya…
    apakah bisa membimbing keluarganya sesuai dengan syariat islam ato tidak. Kalo menasehati keluarga+pengikutnya untuk berjilbab yang syar’i saja belum bisa bagaimana bisa menasehati orang lain.
    Akan tetapi bagi kita yg mengkritisi kita pun harus selalu introspeksi diri dan menjaga diri agar tidak jatuh dalam emosi gila. Kita juga wajib mengingatkan kepada kaum muslimin yang masih belum kuat aqidahnya tentang permasalahan ini, jangan samapi berlarut2 dan menimbulkan keresahan. Dan jika kita mengingatkan para pengikut GusDur haruslah yang sabar karna bisa jadi diingatkan sampe 1000 kali pun mereka tidak akan mau menerima.
    Saya adalah pengikut Rasulullah Muhammad saw, umatnya. BUKAN UMAT ATO PENGIKUT GUSDUR…..!!!!!!!!

    mari banyak2 istighfar agar trhindar dari fitnah seperti ini lagi.

    Subhanallohumma wabihamdika asyhadu alla ilaa ha ilaa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

    Wassalamu ‘alaikum wr. wb

    Komentar oleh Nanang — November 13, 2007 @ 5:35 pm | Balas

  139. Gus Anda itu memang master of genius, jalan pikiran Anda itu ga bisa diindera, sampe-sampe pastor-pastor keparat itu bisa membuka aib tentang injil sampai sebegitu detailnya. kesimpulannya kitab suci kok porno, injil-injil… aneh!!!!!

    Komentar oleh imas — November 19, 2007 @ 9:03 am | Balas

  140. bravoo bwt GUS DUR…aku dukung sgala perkataanmu
    emg patut digituin koq…

    hahahah

    biar pada kocar kacir

    Komentar oleh muhammad aliyan — November 21, 2007 @ 1:52 pm | Balas

  141. imas yg aneeh!!!!!

    km yg seharusnya dipriksa oleh orang GILA!!!

    hahaha

    bravo GUS DUR…

    ttp JAYA sepanjang MASA

    hiiduuppp

    Komentar oleh muhammad aliyan — November 21, 2007 @ 1:55 pm | Balas

  142. Masya Allah klo Gusdur bilang Al Qur’an adalah kitab yang paling porno, itu sama saja dengan menyamakan Al Qur’an dengan Kitab Porno. Logika sederhana aja ya sebagai orang awam, klo Al Qur’an itu adalah kitab yang porno, maka dapat diibaratkan seperti ini,
    Nabi Muhammad diutus oleh Allah untuk menyampaikan Alqur’an kepada umat manusia, maka redaksinya dapat diganti “Nabi Muhammad diutus oleh Allah untuk menyampaikan kitab porno kepada umat manusia
    atau, Allah berfiman dalam Al Qur’an, bisa di anggap “Allah berfirman dalam Kitab Porno”
    atau, ketika ada lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), maka akan menjadi Musabaqah Tilawatil Kitab Porno
    atau saat kita mengatakan, ajarkanlah kepada anakmu Al Qur’an, maka tentu akan berubah menjadi “ajarkanlah kepada anakmu Kitab Porno”
    atau, saat ibu-ibu melihat anaknya pandai baca Alqur’an dan dia mengatakan,”duh anakku udah pandai baca Al Qur’an lho jeng..” maka tentu akan berubah menjadi “duh anakku undah pandai baca Kitab Porno lho jeng..”
    Masya Allah… Mengatakan Al Qur’an sebagai kitab yang paling Porno maka sama saja dengan menganggap Al Qur’an sebagai kitab Porno, sama ketika kalau kita bilang Majalah Playboy itu majalah yang paling porno, tentu kita sepakat bilang kalau Majalah Playboy itu adalah majalah porno..ya kan ??
    trus kalau kita lihat di Mesjid ada tulisan TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an), maka dapat diganti dengan “Taman Pendidikan Kitab Porno”
    Masya Allah…..apa Gus Dur ndak mikir ya sebelum ngomong itu ? Rasulullah dan sahabat aja berjuang mati-matian menegakkan kalimat allah, eee dia (GD) enak-enak aja bilang kitab Porno….
    Semoga Gus Dur bertobat….amin..

    Komentar oleh yayoex — November 26, 2007 @ 2:54 pm | Balas

  143. harry, fuad, dan gengnya adalah tukang fitnah terbesar di Indonesia

    Komentar oleh didin — November 29, 2007 @ 11:42 am | Balas

  144. komentar gusdur masuk dalam gaya n lahjahNya. kalu gak komentar gitu bukan Dia.. menefsirinyapun berbeda2.. toh semua itu lebih memberikan pada kita banyak wacana sbgai proses kedewasaan berfikir yang objektif.dan saya menunggu kata – kata dan ungkapan yang lebih menarik dari yang sebelumnya. teruskan gus….

    Komentar oleh ahmed — Desember 7, 2007 @ 2:16 am | Balas

  145. Kalo Kita Bicara Hukum Di Indonesia dan Lawan Bicaranya Bahas Tentang Aqidah Islam Sampai Kapan Pun Gak Nyambung…
    by http://www.aab32.com

    Komentar oleh www.aab32.com — Desember 12, 2007 @ 8:55 am | Balas

  146. mungkin maksudnya gu dur, Al-Quran itu menerangkan apa adanya dan sejelas2nya, jadi karena berkaitan dengan ruu app maka disebut kalimat porno.
    tapi itu cuman asumsi saya, kalau salah mohon maaf

    Komentar oleh cahyo achsanto — Desember 16, 2007 @ 11:29 pm | Balas

  147. Gusdur itu tau apa???
    Orang gak bisa liat aja, Mbok biarin aja nti juga di panggil jga ma allah.
    Ana yang baca situs ini juga ikut gregetan ma gusdur.
    Gitu kok ya ada pendukungnya ya??
    Dah jelas-jelas di udah “mendustakan Allah”
    Istighfar Gus!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Orang Islam tapi KTP-nya doang..
    ISTIGHFAR

    Komentar oleh hamba allah — Desember 19, 2007 @ 9:06 am | Balas

  148. Apa gusdur itu da’jal???????????????

    Komentar oleh hamba allah — Desember 19, 2007 @ 9:13 am | Balas

  149. Memang gus dur begitu, khan dia bukan sarjana berbasis islam toh, cuman berbasis satra aja, jadi nggak usah di dengar omongannya, dia memang sudah jauh tersesat, mudah2an Allah memberikan ganjarannya…

    Komentar oleh arman efendi — Januari 4, 2008 @ 9:58 am | Balas

  150. mas-mas.. mba-mba..
    yuk kita semuanya tersenyum..
    tarik nafas dalam dalam.. kita ngga tau lho kapan kita dipanggil sama yang diatas..
    kenapa kita ngga pilih untuk bahagia??
    yang lagi pada emosi coba bayangin senyum anaknya atau senyum anak siapa aja yang polos lugu penuh kasih sayang..
    aku ngga tau banyak soal agama,,
    so komentar aku
    love.. peace… respect….

    Komentar oleh Putra — Januari 8, 2008 @ 10:09 am | Balas

  151. gusdur itu bukan kiai tapi dukun.wong matanya saja gak bisa ngliat mana bisa baca alquran.liat aja temennya saja inul.itulah kalau zaman sudah mendekati akhir banyak ulama yang fasik dan bodoh.Allohuakbar semoga Alloh menghukum dan melaknat orang yang menghina kitab suci yg tdk ada tandingannya

    Komentar oleh adin — Januari 11, 2008 @ 8:21 pm | Balas

  152. Assalamu’alaikum wr wb,

    saya selaku warga Indonesia merasa malu, mengingat seorang GusDur pernah menjabat sebagai presiden RI, pemimpin dari lebih 200 juta penduduk indonesia.

    Ya Allah, kumohon pada-Mu, jangan sampai terulang kembali tragedi ini.

    wassalamu’alaikum wr wb

    Komentar oleh Irfan — Februari 8, 2008 @ 7:24 am | Balas

  153. alhamdulillah tentu pro dan kontra kita d sini,sama2 mencintai dan mengagungkan islam terlebih lagi pada kitabnya alqur’anulkarim.

    Komentar oleh junaedi — Februari 21, 2008 @ 11:59 am | Balas

  154. nanang lagak km kyak ustat. . . .hati2 kl ngomong gusdur gk cuma punya pengikut yang setia,tapi jg punya lebih dari 12.000 laskar yang siap membungkam mulut2 sok pintar,salam panas (laskar 1 )

    Komentar oleh PBM.(pasukan berani mati) — Februari 22, 2008 @ 3:30 pm | Balas

  155. buat yang mengaku singa gurun. .?kenalkan nm q junaedi dlm bhasa arab berarti(tentara). . .dan gusdur gak cma punya 1.junaedi tapi masih banyak bahkan ribuan.tolong jaga komen anda,tentang ulama kami(Gd)atau tantara ini akan membantai habis singa ompong di gurun(zufar sahara).salam panas PBM (1). .(pasukan berani mati/laskar 1 kiai graning)

    Komentar oleh PBM — Februari 22, 2008 @ 8:31 pm | Balas

  156. orang gila didengerin GUSDUR PANTESNYA ADANYA DI GROGOL

    Komentar oleh subhan — Maret 6, 2008 @ 10:06 pm | Balas

  157. LOE NGAPAIN bela-belain orang yang udah ga waras lagi eh Junaedi lu udah gila apa miring orang gila di belain dia udah bukan orang islam lagi coz udah berani ngatain kitab sucinya sendiri sadar lo ni gua siap ganyang GUSDUR KALO DIA NGOMONGNYA NGAWUR LAGI LEBIH BAIK DIAM KALO KAGA BISA NGOMONG YANG BAIK

    Komentar oleh subhan — Maret 6, 2008 @ 10:12 pm | Balas

  158. Memang begitulah keadaan keagamaan di Indonesia, tidak bisa disangkal lagi, fakta telah saya coba apa yang telah tertulis di buku tersebut, hanya karena menanyakan kenapa anda begitu percaya Sunan Bonang waktu wafat menjadi dua? Tidak adakah satupun orang yang mengetahui dirinya menjadi dua? Bukankah dia seorang ulama/”wali”, Sedang orang awam pun kalau akan meninggal sanak saudara berkumpul? Mungkinkah waktu sakhratul maut tak ada seorangpun menungguinya? Terus malaikan datang pada kuburan yang mana?

    Nahdliyin itu pun mencak-mencak, dengan muka merah, main tuding, dan langsung memutuskan silaturahim. padahal yang saya tanyakan (saya tidak dalam keadaan marah) hanya ingin tahu hal tersebut yang tak masuk akal. Dan hemat saya, apalah artinya memuji-muji, menyanjung-nyanjung seorang “wali” dengan berlebih-lebihan?, toh bukankah sudah jelas apa yang tersurat dalam Al Qur’an bahwa satu-satunya manusia yang ma’sum hanya para Nabi dan Rasulullah SAW?

    Jika memang mau ber-Islam yang sebenarnya ya hindari Ashobiyah, penilaian Ashobiyah, Kultus Individu (kenyataan di lapangan memang begitu). Memang tulisan buku Hartono AJ terasa pahit dan menusuk kalbu bagi yang membela golongan dan kyai2 mati-matian. Jika akidah anda banyak merujuk pada Qur’an dan Hadits2 shahih, Insya Allah tak ada yang perlu dihina dan dihujat. Islam sebenarnya ya Ahlussunah Waljamaah dengan pemahaman Salafus sholih tanpa ditambahi dengan bid’ah dan khurafat dan takhayul. Saya tadinya seperti anda merasa ga terima, alhamdulillah saya tidak terfokus pada yang bicara, saya cari dalil yang dia gunakan benar ga? Ahlul Haq adalah Allah SWT dan Rasul-Nya, bagaimanapun bertentangan dangan hawa nafsu saya, saya yakini apa yang datang dari Allah SWT dan Rasul-Nya.

    Jika keanehan, keajaiban dan lain sebagainya yang terjadi pada selain nabi, apakah mutlak harus diyakini kebenarannya bahwa hal tersebut sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Islam? DAn haruskan apa yang dia ucapkan dan perbuat menjadi suri tauladan bagi umat Islam (di Indonesia?) Kurang sempurnakah apa yang disampaikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya? Lebih utama mana meyakini Rasul SAW yang jelas2 ma’sum dengan “Wali” yang nota bene hanya cerita turun temurun dan dibesar-besarkan(oleh mereka yang ghuluw dalam menyanjungnya)? Seandainya para “Wali” tersebut dihidupkan lagi pun Insya Allah kaget dengan cara beragama yang seperti sekarang ini di kalangan masyarakat Jawa. Karena metode yang digunakan oleh para “Wali” itu sifatnya hanya darurat, karena dengan cara itulah Islam bisa diterima. Tapi apa lacur pada jaman sekarang ini cara berdakwah memakai metode jaman “Wali”, masihkah kita merasa menganut “Islam yang sebenarnya”? Bukankah pada jaman sekarang ini sudah ada yang menggugurkan kedaruratan? Saya pun kagum dengan metodenya, karena dengan metode tersebut banyak orang animisme masuk Islam. Tapi untuk jaman sekarang ini, jika diterapkan metode tersebut dipakai akan menjadi bias, rancu, dan kacau. Islam menjadi Hinslam (Hindu Islam), Krislam, Buslam dll dan akhirnya bias. Terus apa maksud Gus Dur dukung JIL, Pluralisme, bahkan yang katanya Ulama, KH, dan “Tokoh Islam”? pun mau diberkati oleh >10000 pendeta, akrab dan mau dijadikan centeng Israel (yg sudah jelas dilarang Allah), jadi juri FFI, jadi anggota BSF, bicara ceplas ceplos akibat stroke, jadi laskar kristus, mangku istri orang. Terus apa yang harus dibanggakan dengan orang seperti itu? Jika yang dibela kebenaran Islam, tegurlah GD, Rasulullah SAW saja mengancam anaknya Fatimah, jika mencuri dipotong tangannya. Berpahalakah orang yang membela GD habis2an hanya berlandaskan ketaqlidan, ghuluw dan fanatisme saja?

    Suatu contoh, dan sekarang masih. Dzikir itu kepada siapa? kepada Allah bukan? Kenapa harus dengan suara keras? Padahal dzikir dan berdo’a kepada Allah SWT harus dengan rendah hati dan suara yang lembut? Tulikah Allah SWT? Kalau dijawab tidak, terus dengan tujuan apa melakukan dzikir tsb dengan suara keras? Tidakkah itu mengganggu orang yang sholatnya terlambat?

    Komentar oleh eko — Maret 7, 2008 @ 12:40 am | Balas

  159. subhan sebelum km ganyang gus dur.km dulu yang akn kami bantai
    ku penggal dan ku arak kepalamu keliling kota surabaya. bagaimana bila kita ketemu saja. . . . dan satui lagi’ bukan gus dur yang gila tapi kamu.yang sinting,km gak tau kronologis
    kejadian waktu itu jd gak usah banyak bacot.(ini tantangan resmi)jawab testi q agar ini lebih lanjut.

    Komentar oleh PBM — Maret 13, 2008 @ 12:13 pm | Balas

  160. benar siapa saja yang menghina gus dur dia pantas mati,subhan kami tunggu jawabmu.sampai ketemu di medan perang

    Komentar oleh GARDA BANGSA — Maret 13, 2008 @ 12:18 pm | Balas

  161. eh subhan lagak kamu kayak tuhan aj pk ngehukumi orang muslim gak muslim.padahal kamu tu masih suka ONANI di kamar mandi.

    Komentar oleh baskoro — Maret 13, 2008 @ 12:42 pm | Balas

  162. ne yg nmnya subhan jangan percaya ama kata2 di atas itu cuma gertakan aj. . .saya hargai testi/komen kamu,boleh kami tau alamat email km ,biar kami bisa (add)nanti km tunggu. . .

    Komentar oleh pagar nusa — Maret 13, 2008 @ 12:50 pm | Balas

  163. eh subhan km dh bikin bangun macan yg udah tidur lebih dr 60th,tp ada gunanya jg soalnya udah kelamaan tidur,dan sekarang lagi lapar berat pengen cincang kamu punya badan,seperti dulu kami cincang dan bantai orang2 PKI. .km pasti cr tau tentang km jangan kuatir kita pasti ketemu . .cox

    Komentar oleh musa — Maret 14, 2008 @ 9:16 am | Balas

  164. subhan ente pengen mampus ya. . . .yg punya blog ini kyknya juga agak gila. . .

    Komentar oleh guruh — Maret 14, 2008 @ 9:24 am | Balas

  165. Assalamu ‘alaikum wr.wb
    Wong orang salah kok dibela-belain mati2-an.
    Tahu apa antum semua tentang perang dan jihad?
    Jihad bukanlah membela seseorang yang sudah jelas menghina Al Qur’an. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya pada antum sekalian.
    Buat PBM, kalo antum emang brani mati silahkan antum pergi ke medan jihad di palestine, jangan cuman menyombongkan diri berani mati.
    Kalo ana tidak gentar sedikitpun karena yang menentukan hidup mati ana bukanlah antum. Antum tidaklah pantas untuk ditakuti karna antum hanyalah manusia, sama lemahnya dengan ana. Allah yang paling hak untuk ditakuti.
    Jika Allah berkehendak ana dan antum pun bisa mati besok pagi, bahkan hanya dengan kejatuhan seekor semut.
    Buat apa menyombongkan diri dengan mengatakan berani mati.
    “Rasulullah bersabda :”Barangsiapa yang terdapat kesombongan dalam hatinya sebesar biji dzaroh, maka ia akan masuk neraka”(HR.Bukhori-Muslim)
    Semoga Allah senantiasa mengampuni hamba2NYA yg selalu bertobat dan memohon ampun, dan semoga Allah memberikan hidayahNYA bagi kita semua.

    “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta’at kepada Allah dan ta’at (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, sesungguhnya kami telah menta’ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (QS. Al-Ahzaab (33): 66-68)

    Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata:”Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur’an ketika al-Qur’an telah datang kepadaku.Dan syaitan itu tidak akan menolong manusia”. (QS. Al-Furqan (25): 27-29)

    Itulah ancaman Allah bagi orang yang taqlid buta pada pemimpinnya.
    Jikalau antum memang orang islam yg istiqomah harusnya antum menghidupkan dan menegakkan sunnatullah dan sunnah rasul, bukan malah menghina.

    Mungkin jika saja GusDur hidup di jaman Rasulullah maka Umar akan segera memenggal kepalanya karena telah menghina Al Qur’an.

    Ya aiyuhal ladzina amanu ittaqullah, haqqo tuqotihii walaa tamutunna illaa wa antum muslimun.

    Wassalamu ‘alaikum wr.wb

    Komentar oleh nanang — Maret 21, 2008 @ 10:51 pm | Balas

  166. hhmm….
    apa kalo rasulullah marah lantas berkata kotor/mengumpat?
    orang macam musa tidaklah pantas menyandang nama musa, nama Nabi yang senantiasa menjaga hatinya dari hal2 kotor.
    Anda secara tidak langsung juga merendahkan gus dur sendiri dengan bertabiat jelek spt itu, saya yakin gusdur juga gak suka kalo anda mengumpat2. ternyata orang yang suka mengumpat2, yang itu adalah perbuatan yang disukai syetan.
    Semoga anda terhindar dari firman Allah dalam surat Al An’am ayat 112.Marilah kita jauhi perbuatan2 syetan.
    Kemudian, anda2 yang mengatakan apakah pengen mati/mampus adalah termasuk orang2 yang berlebihan dan telah kufur pada Allah. Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan manusia, kalian bisa apa?
    banyak2lah mohon ampun karena kekufuran kita semua.
    Sudahlah hentikan semua ini, tidak ada gunanya.
    baik yang pro maupun yang kontra dengan gus dur, mbok dikasih tahu 1 juta kali pun kita gak pernah bisa satu pendapat. Sudah kita serahkan pada Allah yang akan menghakimi, entah azab akan ditimpakan pada siapa, yang pro ato yang kontra itu kehendak Allah.
    yang pasti marilah kita banyak2 istighfar

    Komentar oleh hamba Allah — Maret 21, 2008 @ 11:12 pm | Balas

  167. hhmm….
    apa kalo rasulullah marah lantas berkata kotor/mengumpat?
    orang macam musa tidaklah pantas menyandang nama musa, nama Nabi yang senantiasa menjaga hatinya dari hal2 kotor.
    Anda secara tidak langsung juga merendahkan gus dur sendiri dengan bertabiat jelek spt itu, saya yakin gusdur juga gak suka kalo anda mengumpat2. ternyata orang yang suka mengumpat2, yang itu adalah perbuatan yang disukai syetan.
    Semoga anda terhindar dari firman Allah dalam surat Al An’am ayat 112.Marilah kita jauhi perbuatan2 syetan.
    Kemudian, anda2 yang mengatakan apakah pengen mati/mampus adalah termasuk orang2 yang berlebihan dan telah kufur pada Allah. Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan manusia, kalian bisa apa?
    banyak2lah mohon ampun karena kekufuran kita semua.
    Sudahlah hentikan semua ini, tidak ada gunanya.
    baik yang pro maupun yang kontra dengan gus dur, mbok dikasih tahu 1 juta kali pun kita gak pernah bisa satu pendapat. Sudah kita serahkan pada Allah yang akan menghakimi, entah azab akan ditimpakan pada siapa, yang pro ato yang kontra itu kehendak Allah.
    yang pasti marilah kita banyak2 istighfar

    Komentar oleh hamba Allah — Maret 21, 2008 @ 11:13 pm | Balas

  168. Afwan, boleh taruh link gak ya di sini. Mungkin link2 berikut sedikit banyak bisa dibaca. Ada beberapa fakta di sana. Afwan kalo tidak berkenan, baik utk pendukung GD juga yg tidak setuju dengan GD.

    500 Ulama Pulau Jawa Laporkan Gusdur ke Mabes Polri
    Penelitian Untuk Gus Dur ttg “Pornoisme”
    Gus Dur Menghina Al-Qur’an
    Tantangan Debat Publik Kepada Gus Dur

    Sekali lagi afwan jika tidak berkenan.

    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Komentar oleh junaedi — Maret 21, 2008 @ 11:19 pm | Balas

  169. Allah SWT berfirman: “Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya. Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya,(diwaktu itu) utusan Kami bertanya:”Dimana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah” Orang-orang musyrik itu menjawab:”Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami”, dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang kafir”. (QS. Al-Araf (7): 37)

    Komentar oleh junaedi — Maret 21, 2008 @ 11:28 pm | Balas

  170. wah seru juga ya diskusiin tentang gus dur.
    ada yang kepancing sampai ngumpat-ngumpat.
    malah ada yang sok-sok alim ngeluarin ayat-ayat
    ih gue jadi takut.
    memang sich menilai gus dur agak repot..
    sebab tingkat kegeniusan gus dur melebihi kita semua
    coba dech ngaca siapa sich tokoh yang mampu mengalahkan gus dur. selama ini belum ada tuh…
    cuma paling-paling hanya orang yang emosi melulu
    tanpa melihat dengan mata hati yang jenrih.
    orang yang bela gus dur maupun yang menghina gus dur
    saya kira orang yang salah. sebab gus dur bukan untuk di bela
    islam datang bukan untuk memajukan akal tetapi untuk memperbaiki akhlak. nah gus dur itu sebenarnya tujuannya satu memperbaiki akhlak jenengan-jenengan yang kelewatan ekstrem.

    Komentar oleh sina — April 10, 2008 @ 11:21 pm | Balas

  171. mohon maaf sebelumnya, utk akhi/ukhti sina,
    bisa ngasih dasar gk bahwa kata antum “islam datang bukan untuk memajukan akal ” ???
    Di dalam Al Qur’an banyak sekali yg bisa kita pelajari, bahkan banyak ilmuwan yang sangat takjub dengan kekinian kandungan Al Qur’an. Teknologi dan pengetahuan yang luar biasa terkandung di dalam Al Qur’an yang merupakan pedoman hidup kaum muslimin. Bagaimana antum bisa berkata seperti itu?
    Ana hanya menyarankan, banyak2lah mempelajari Al Qur’an memahami maknanya, jangan hanya cuman membaca saja. bagaimana kita bisa hidup sesuai dengan tuntunan Al Qur’an kalamullah jika kita tidak tahu isinya???
    Kemudian untuk masalah gus Dur, antum berkata “gus dur itu sebenarnya tujuannya satu memperbaiki akhlak jenengan-jenengan yang kelewatan ekstrem”, ana kira jika Gus Dur ingin memperbaiki akhlak, harusnya tidak berkata dan berbuat semaunya. Harusnya ittiba’ rasul, baik dalam perbuatan maupun dakwahnya.
    Seseorang itu bisa dilihat dari dzahirnya, apakah akhlak Gus Dur sudah sangat mulia???Bagaimana dengan dakwah Gus Dur pada keluarganya???
    Apakah keluarga Gus Dur sudah memenuhi syariat islam, baik dalm tingkah laku maupun berpakaian???
    Jadi, harusnya yang kita bela bukan Gus Dur nya, tapi Allah, Muhammad, dan Islam. Kita harus fair, Gus Dur hanyalah manusia biasa, sangatlah mungkin melakukan kesalahan, baik kecil maupun besar. Jadi kita harusnya lebih fair, kalo salah ya salah, kalo betul ya betul

    Komentar oleh hanif — April 14, 2008 @ 7:43 pm | Balas

  172. Gus Dur memang orang yang gendeng jika mengatakan bahwa Al-Quran itu kitab paling porno tetapi kita memang harus mengakui sebagai orang goblok yang tidak tahu maksud dari porno alias kitab yang tidak pernah ditutup-tutupi (oleh orang Yahudi) artinya masih murni.

    Komentar oleh khidir — April 15, 2008 @ 10:00 pm | Balas

  173. Hmmm… brarti nanti jika mau beli madu kita tanya ma penjualnya : Pak, saya mau beli madu, ni madunya “porno” apa tidak ya???
    Atau mungkin nanti akan ada juga dalam perusahaan atau negara yg menggunakan sistem open managemen, atau dalam bahasa akhi khidir managemen “porno” gitu ya..???
    Atau dalam persidangan seorang saksi dituntut utk porno terhadap fakta yang ada. Gitu kan???
    Atau contoh kalimat lagi
    Saya melihat wanita itu dengan mata porno.
    Ana tanya pada antum semua yg baca, kira2 pas apa gak jika kita menempatkan kata porno seperti tadi.
    Nah jawaban antum itu sudah membalikkan apa yg disampaikan akhi khidir.

    Komentar oleh ikhsan — April 20, 2008 @ 6:43 pm | Balas

  174. mas nanang yang alim. . . .laskar2 dan orang2 GD gak cuma bisa ngomong,lebih dari 99 orang dari golongan kami telah turun di di tanah palestin, dan smp sekarang 13 orang belum di ketaui kabarnya saya harap anda yg gak cuma bisa ngomong dan ngeluarien dalil, , , ,

    Komentar oleh pbm — April 22, 2008 @ 11:18 am | Balas

  175. Alhamdulillah jika memang demikian. Jikalau yang kita perjuangkan adalah tegaknya islam dan Tauhid itu adalah hal yg luarbiasa. Akan tetapi jika yg di bela mati2an adalah Gus Dur dengan tidak memandang apakah salah atau benar perbuatannya maka ini adalah SALAH, harusnya yg kita bela adalah Allah, Rasul dan Islam sbg dien kita. Jika adal yg menyalahi atau bahkan menghina dan memusuhi, maka ia adalah termasuk musuh bagi kaum muslimin.
    Ini kita juga menunggu giliran utk berjihad, bertempur di medan perang.
    Diantara kita kaum muslimin jg ada yg membentuk thoifah utk mempelajari ilmu dien dan disampaikan kpd kaum muslimin yg lain dan menegakkan islam lewat dakwah.
    Seorang mujahid yg akan dikirim utk berjihad tidak dengan serta merta berangkat tanpa bekal apapun, itulah sebabnya mengapa perlu i’dad dalam berjihad agar nanti di medan perang kita bukan lagi justru menyusahkan rekan yg lain. Dan kita juga antri utk dikirim karena utk menuju medan perang juga butuh dana.
    Di dalam jihad tidak mengenal kata KALAH. Jika memenangkan pertempuran berarti kita mendapatkan kejayaan islam, tp jika kita mati kita akan mendapatkan kesyahidan yg selalu dinanti2.
    Dan perlu di ingat juga, dalam berjihad tentunya kita jg harus ittiba’ rasul, rasul ketika terkena tombak juga berdarah dan bahkan gigi rasul patah.
    Hadis riwayat Sahal bin Sa`ad ra.:
    Bahwa dia ditanya tentang luka Rasulullah saw. dalam perang Uhud, Sahal menjawab: Wajah Rasulullah saw. terluka, gigi seri beliau patah serta topi perang beliau juga hancur. Fatimah putri Rasulullah saw. lalu membersihkan darah beliau sementara Ali bin Abu Thalib menuangkan air ke atas luka dengan menggunakan perisai. Ketika Fatimah melihat ternyata air hanya menambah pendarahan, ia lalu mengambil sepotong tikar dan membakarnya hingga menjadi abu. Kemudian Fatimah menempelkan abu tersebut pada luka beliau hingga berhentilah aliran darah itu”.(shahih muslim hadist no.1038)
    Jadi dalam i’dad yg diajarkan adalah taktik perang, cara berperang dan bertempur baik dg fisik maupun senjata, dan tentunya do’a dan munajat kita pada Allah. Dan perlu di ingat juga bahwa dari riwayat di atas menunjukkan bahwa rasul tidak kebal senjata, jadi tidak perlu kita menggunakan ilmu2 mistis yg justru nanti akan dijadikan ajang jin utk menjamah diri kita.
    Harapan kita hanya ada ” ‘isy kariiman aumut syahidan ”
    Hidup mulia atau mati syahid. Membawa kemenangan atau mendapatkan kesyahidan yg menjadi dambaan bagi kaum muslimin
    Semoga kita dijadikan sbg jundi2 Allah dlm menegakkan kalimatullah.
    Rapatkan barisan dalam perjuangan, luruskan niat kita, dan bersihkan aqidah kita shg kita tetap lurus di jalanNYA.

    Komentar oleh nanang — April 22, 2008 @ 4:02 pm | Balas

  176. Benar atau tidaknya perkataan pbm hanya Allah yg tahu….
    Wallahu a’lam…

    Komentar oleh abu syahid — April 22, 2008 @ 5:19 pm | Balas

  177. tegur saja orang2 yg salah dengan kasih kalo masih saja berbuat salah dan iyu dosa biarkan Tuhan saja yh mnghukum, kita ga boleh bertindak krn kita bukan Tuhan. Soal pendapat Gus Dur saya setuju kalo apapun dan siapapun ga boleh bertentangan uud 45 dan pancasila biar saja para pejabatnya yg ngawur kita masyarakat indonesia setia pd pancasila

    Komentar oleh iwan — Mei 8, 2008 @ 9:18 pm | Balas

  178. Emang gusdur itu udah keterlaluan, oto bisaa di katakan dia antek Orientalis Mungkin, mentang2 punya otak cepet. Yaa kalo semua orang kayak gusdus, tahu dasar2 agama!! DLL, Kaloo orang2 awan, yang hanya mengkultuskan dan ikut2tan, bisa2 tersesat. Kalo udah tersesat siapa yang tanggung dosanya.. !!!

    Komentar oleh Muhammad — Mei 11, 2008 @ 5:32 pm | Balas

  179. masalah Gus Dur aja kok dibikin repot… GD bukannya menghina AlQur’an, tapi cuma pengen sampaikan pesan kalo pornografi itu sangat bergantung pada persepsi orang. So bisa aja “orang lain” suatu saat berdasarkan UU anti pornografi akan mengatakan kalo AlQur’an juga mengandung pornografi, so, UU itu tdk selayaknya diterbitkan (ini menurut yang setuju versinya GD). bagi yang pro GD, GD gak pernah kok minta dibela-belain sampai meneteskan darah penghabisan segala macam, beliaunya itu easy dan sabar, so tirulah kesabaran GD sebagaimana GD meniru kesabaran kanjeng nabi. Lagi pula GD gak suka perang, apalagi perang sesama muslim. What do you think…?

    Komentar oleh AREMA — Mei 17, 2008 @ 10:27 am | Balas

  180. memang kita yang terlalu bodoh tidah mengetahui yang sebenarnya.memang di alquran ada ajaran tetnatng menyusui kok.di kitab shahih bukhori muslim juga ada kok.kata kyai saya KH.AHMAD DAIN arif BADRUS memang ada kok.trus itu juga porno..tapi itukan ajran dan sudah jadi hukum bagi kita.kita belom sepantaran mentang gus dur.GD tuh waliyulloh kharismatik……jangan sekali2 menhina tokoh saya.

    Komentar oleh yudi — Mei 19, 2008 @ 11:42 am | Balas

  181. GUs Dur tu orang gila, jadi komentar2nya anggap aja sampah…
    Kami orang sumatra heran melihat tingkah laku orang2 jawa yang banyak “ngikut” gusdur. kok bisa kalian percaya ama omongan orang yang OTAKNYA TINGGAL SETENGAH (setengahnya lagi udah STROKE). Dasar orang2 aneh.. makanya banyak orang jawa yang jadi pembantu rumah tangga, karena orang jawa mau diperbudak oleh orang2 yang banyak duitnya.

    Komentar oleh Que — Mei 23, 2008 @ 4:10 pm | Balas

  182. Asalamu alaikum wr wb

    Akhi atau ukhti yang baik,hendaknya jangan mencela hingga membawa orang yang tidak bersangkutan dan tidak tahu menahu.
    Saya orang jawa,tapi mungkin ngga seperti yang anda maksudkan..?,toh hakikatnya semua manusia itu adalah budak
    contohnya saja Rosulullah saw,dia adalah budak Allah swt,dan dia tidak mengharapkan sedikit duniapun dari Allah swt,tapi hanya mengharap ridlo Nya semata.Dan sangat beda jauh dengan diri kita yang selalu berharap dunia dan selalu di perbudak oleh dunia, banyak orang yang stres,bahkan sampai melupakan agama hingga tidak tau lagi halal atau haram.
    Maaf sebelumnya,contoh almarhum ibu saya,dia pernah menjadi TKW di saudiarabia sebagai pembantu rumah tangga,sampai ibu meninggal dengan sebab sakit yang dibawa dari arab. Dia bkerja ikhlas karna Allah,antuk mencukupi keluarganya ,dia tidak punya alasan untuk tidak bekerja di arab,dia janda beranak 4,dan ijasah yang di punya hanya SD,mau dagang ngga ada modal,itulah ibu saya,tentunya saya sangat menghargai sekali atas perjuangannya.
    Mudah-mudahan anda sebagai orang yang arif bisa mengerti perasaan saya yang di jadikan Allah swt sebagai anak seorang pembantu.Dan seandainya anda yang arif mempunyai kariawan di perusahaan ,atau punya pembantu di rumah yang selalu melayani keluarga anda,saya sangat berterima kasih sama anda sbagai saudara seakidah,apa bila anda yang arif menghargai mereka sebagai mana mereka menghargai anda yang telah menolongnya karna Allah. Amin…

    Mengenai Gusdur,saya sama sekali tidak suka atas ucapan dan perbuatannya yang melangar syariat islam.
    *contoh,dia bilang bahwa AL QUR”AN itu kitab yang paling porno di dunia* Nabi,sahabat,tabiin2,bahkan ulama ahli tafsir dari IBNU KATSIR sampai AL MISBAH atau AL ASHAR,tidak ada yang menafsirkan hingga “SEORANG IBU YANG MENYUSUI ANAKNYA” di katakan porno.

    Wahai sodaraku GARDA BANGSA,sangat dosa besar apa bila seorang muslim membunuh saudaranya sendiri. Saudaraku GARDA BANGSA,sayapun tidak suka orang yang mencaci GUSDUR,apa bila GUSDUR berbuat baik menurut syariat islam.
    Wahai saudaraku seaqidah, Hendaklah jangan kau anggap sebagai allah setelah ALLAH,jangan kau anggap nabi setelah nabi Mukhammad saw. GUSDUR atau saya,atau anda.. hanyalah manusia yang tak lepas dari salah dan dosa.
    Wahai saudaraku, Apakah anda percaya bahwa GUSDUR atau SAYA di MAKSUM oleh Allah SWT dari kesalahan atau perbuatannya..?
    Rosulullah bersabda:
    Vainna khoirol khadiitsi kitabullah, wa khoirul had yii had yuu Mukhammaddin solallahu alaihi wasalam.
    artinya:
    sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah rosulullah solallahu alaihi wasalam.

    Sudah jelaskah anda siapa yang pantas disujudi dan ikuti.. ?, Insya Allah anda tau itu .

    Segala yang benar datangnya,dan segala yang salah adalah dari saya sendiri sebagai hamba yang dloif[lemah]

    wallahu a’lam bi sowab.

    * salman assalwi *
    [29 mei 2008]
    “Siap di kritik”

    Komentar oleh salman assalawi — Mei 30, 2008 @ 1:31 am | Balas

  183. Maaf sebelumnya,kalimat terahir maksud saya : ” Segala yang benar datangnya dari Allah SWT,dan segala yang salah adalah dari saya sendiri sebagai hamba yang dloif[lemah]

    Komentar oleh salman assalawi — Mei 30, 2008 @ 1:40 am | Balas

  184. gitu aja kok ribut….
    ya, kapan qt ini bisa maju kalo gt aj ribut kang….
    dibuka dulu wawasan dengan ilmu yang dalam baru bisa melihat segala sesuatu dari segala aspek, sehingga tidak mudah menyimpulkan

    Komentar oleh abdul — Mei 30, 2008 @ 9:41 am | Balas

  185. halamn apaan nih, Al quran kitab suci di blang porno. Emangnya pegangan hidup sampean tuh apaan?
    UUD45 yang harganya “goceng” eh klo dpasar lebih murah lgi…. tpi kgk di amalkan oleh bangsa dan negra.

    Komentar oleh Sonic Jihad — Juni 4, 2008 @ 9:38 pm | Balas

  186. Berpegang teguh pada Alquran & Hadist
    tiada kitab sesuci dan ssempurna Alquran, yang lain kitab book of record he…he…

    Takbir
    “Allohu Akbar”

    Komentar oleh Sonic Jihad — Juni 4, 2008 @ 9:41 pm | Balas

  187. menurut saya GD memang unik, komentar2 yg beliau lemparkan disatu sisi membuat orang bisa tersenyum bahkan ketawa, tapi disisi lain bisa juga membuat orang menjadi merah padam mukanya menahan marah, karena merasa tersindir ato memang benar2 “kena” dengan kalimat yg diucapakan GD, bagi saya GD tetap seorang figur yg luar biasa, karena apa yg dikatakannya mengandung nilai2 yang benar sejauh kita bisa memahami benar konteks dan maksud dibalik itu, pembelajaran yg benar2 kadang tanpa terasa diberikan tanpa orang2 sadari sudah masuk didalamnya walau dengan pro dan kontra yang tentunya sudah diperkirakan oleh GD, sehingga muncul istilah gitu aja kok repot, tidak perlu dipikirin dll. Jadi meminta GD istigfar adalah hal yg lucu karena semua org harus isftgfarkan? ( tidak ada org yg suci)

    Komentar oleh amos — Juni 5, 2008 @ 10:51 am | Balas

  188. salam bagi seluruh makhluk..

    -Sang penyampai kabar-

    1.Dan ternyata dia tertipu..bahwa media bukan tuhan yg wajib di imani,bahwa sang penyampai tetaplah penyampai saja dan tuhan tetaplah mahasumber dari segala pesan,firman,sabda itu sendiri.
    2.ini hari kian banyak dalih dalih yg membenarkan kesalahan bahkan dipaksa untuk dipercayai..dengan alasan menjaga kehormatan negara,agama bahkan sudah dimulai di keluarga kecil!khusus soal agama rasa rasanya lucu saja di ujung jaman seperti ini versi makna dari sebuah kitab suci masih berganti ganti dan di cari cari..lalu gimana nasibnya orang orang yang blum sempat menikmati revisi makna kitab yg sudah ada sejak lama itu?apa sesungguhnya makna kehadiran sebuah kitab?apa pantas kemurnian sebuah kitab yg memuat pesan pesan tuhan di nodai oleh tangan tangan manusia,sekalipun seorang paman ,sepupu, atau handai tolannya tuhan sekalipun..
    3.nasionalis,humanis dan agamis..
    sejauh apa agama bisa diterapkan dalam sistem kebangsaan?yang ada hanya omong kosong!retorika para pemburu kekuasaan selalu fasih menjanjikan isu ga penting ini.islam tidak pernah mengenal sistem seperti ini,dan islam tidak pantas hanya menjadi bagian dari sistem..sebab islam adalah sistem itu sendiri!islam hanya mengenal kekhalifahan yang satu di muka bumi.maka ,saya pernah menanggapi radix nya aksi seorang teman di FPI dengan menertawainya..saya cuma katakan masih percuma menerapkan prinsip islam dengan tindakan represif di muka bumi nusantara ini selama kita masih rela menjadi bagian dari sempitnya nasionalisme.sungguh ini bukan usaha mematahkan semangat para aktivis aktivis islam disana.namun sudah seharusnya mereka menyadari arti kualitas ketimbang kuantitas!mulai mengarahkan jalur perjuangan kearah yang lebih berkelas.coba tanyakan pada umat,siapa yang merasa RUGI ketika Timor leste keluar dan menjadi negri katholik kedua di asia tenggara?yang pasti hanya soekarno di dalam makamnya..
    kita masih mau meneruskan jiwa soekarno yang bangga dengan semboyan ”dari sabang sampai meraukenya”.ambisi pribadi yang kemudian dicekoki”penasehat-penasehat”yang telah mencegah negri ini menjadi nusantara darussalam.(buka lagi sejarah siapa yg gencar men-delete “..serta kewajiban melaksanakan syariat islam bagi pemeluknya” dalam sila pertama pancasila?betapa soekarno tak rela bangsa ini terpecah belah,tapi beliau lebih ikhlas bangsa ini kemudian berlumuran darah akibat konflik yang nyata.ya..konflik yang sangat nyata dari semua ini adalah konflik antara pro islam dan anti islam..jangan pernah percaya pada alasan lain yg menyebabkan konflik di manapun di bumi ini,karna sesungguhnya semua itu berpangkal dari masalah agama secara semu atau nyata nyata!dan memang begitu seharusnya..sebab inilah dunia..
    lalu apa soekarno bukan islam?ya..soekarno itu islam,kemal attaturk islam,bahkan sumanto juga islam.tapi bukan itu ciri yang di jadikan indikasi.
    ketiganya adalah manusia yang menempatkan agama pada level/urutan yang bukan pada puncak kehidupannya,maka agama tak pantas di jadikan kambing hitam dalam hal ini!
    4.-JIL-apa ini?bisa apa mereka dalam mempengaruhi umat secara personal.isu basi!ada satu rumus pencegahan/perlawanan bagi hal hal yang bermaksud hina seperti ini.jangan biarkan terjadi kontak dalam perbandingan 1:2 atau 2:1(theory of eL kanaga) artinya..
    Gus dur akan di dengar oleh kumpulan orang orang,juga sebaliknya,kumpulan gusdur akan di dengar oleh seseorang..tapi rahasia orang orang seperti gus dur dan pemanfaat figur lainnya adalah,bahwa mereka tidak dengar jika behadapan orang per orang.
    Gusdur..so what?bahkan anak kecil pun kelak akan mampu bilang;gw denger omongan lu bukan karna lu bapak gw,tapi karna isi omongan lu bener..
    oke bos,sekian curhatnye..

    Komentar oleh Menorah — Juni 6, 2008 @ 4:57 am | Balas

  189. memang mr. DUR harus di bunuh biar mampus

    Komentar oleh asap — Juni 6, 2008 @ 4:40 pm | Balas

  190. ha ha..ha.. banyak orang sudah gila tapi janganlah ikut-ikutan gila gusdur bisa dong bilang gitu dia kan tidak bisa melihat hanya bisa berkhayal, lha untuk memuaskan khayalanya itu maka dia ngomong sak penake…, selamat gus semoga panjang umur nikmati dulu neraka dunia sebelum kamu menikmati panasnya api neraka amin.

    Komentar oleh ajk — Juni 7, 2008 @ 1:29 pm | Balas

  191. gus dur dulu panutan skrg penghianat la wong jelass 2 ahmadiya tidak sesuai dngan ajaran islam kok gus dur masih membela.gus insaf jangan sok cari sensasi…

    Komentar oleh harianto — Juni 10, 2008 @ 11:41 am | Balas

  192. gus gus………..kamu itu udah lupa ingatan,skrg ibadah aja yang betul jangan bikin negara ini pusing gara2 omongangmu….!!!!!!!!!!

    Komentar oleh bobo — Juni 10, 2008 @ 11:59 am | Balas

  193. gus jangan sok tahu karena kita memang tdk boleh sok tahu dan hanya akan menimbulkan fitnah dan keributan ahmadiyah itu penjajah islam kok dibela gus,gus kamu ulama penghianat…!!!

    Komentar oleh islamin — Juni 10, 2008 @ 12:12 pm | Balas

  194. gusdur adalah musuh allah=musuh islam
    gusdur yahudi

    Komentar oleh benar — Juni 10, 2008 @ 1:59 pm | Balas

  195. Selamat! Anda sudah berhasil menebarkan fitnah bin provokasi dan kebencian diantara sesama muslim. Memang inilah sifat manusia, cenderung merasa paling benar sendiri dan tidak mau menerima masukan. Hati2 dalam menilai seseorang! Koreksi diri anda, kita semua tidak ada apa2nya dihadapan Allah.

    Komentar oleh fariz — Juni 10, 2008 @ 10:33 pm | Balas

  196. MUSUH ORANG ISLAM ITU BUKANLAH ORANG KAFIR AJA,MELAINKAN MUSUH ORANG ISLAM ITU GUSDUR.ORANG KAYAK GUSDUR ITU PANDAI TAPI KEPANDAIANNYA ITU SUDAH MEMAKAN OTAKNYA DAN MENJADIKAN DIRINYA MUSUH SEBENARNYA BAGI UMAT ISLAM.LAKNATULLOH!!

    Komentar oleh eno — Juni 11, 2008 @ 12:03 pm | Balas

  197. mungkin gusdur harus di cuci otak nya biar jernihhhhhh kali ya

    Komentar oleh bangsat — Juni 12, 2008 @ 10:38 am | Balas

  198. taii..gusdur

    emang dia kaya malaikat aja

    emang dasar tai..tu buta reot,

    Komentar oleh GD — Juni 12, 2008 @ 9:24 pm | Balas

  199. Gus Dur Kyai Sinting, yang suka ngomong dan fitnah orang seenaknya,seperti orang yg ga pernah ngerti agama..! ngomong kok seenak perutnya aja! dasar Kyai sableng!dan cuma orang yang kurang waras yang masih ngebelain Gus Dur jgn krn dia cucu pendiri NU jd ga pernah dianggap salah.

    Komentar oleh islam pemula — Juni 13, 2008 @ 7:37 pm | Balas

  200. Baca ini aja deh… http://perspektif.net/article/article.php?article_id=888

    Komentar oleh sofian — Juni 19, 2008 @ 2:00 am | Balas

  201. gusdur jangan asal bicara..hatii2 anda seorang ulama..ingatkah anda tentang siapa orang yg pertama masuk neraka.. ulama yang salah dalam pengertiannya tentang agama..jangan bicara sembarangan ingat kita akan ditanyakan tentang pertanggungjawaban apa yang telah kita bicarakan dan kt lakukan. buat pengikut2 siapa saja ..golongan apa saja ..jangan mau ikut aja..dengarkan..telaah..jika itu baik.. ok..jika salah jgn …janganlah diikuti…jgn mau masuk lubang…seandainya ada jalan yg baik…terima kasih

    Komentar oleh ashadi — Juni 20, 2008 @ 9:56 pm | Balas

  202. Apa pantas orang seperti GD di sebuat Ulama?…Tidak sama sekali. Inilah akibatnya orang yang terlalu membanggakan logika untuk menilai segala sesuatu. GD itu menganut ajaran SPILIS. jadi kita harus hati2 dengan segala omongan nya. kita tidak bisa menganggap remeh orang ini. Semoga Allah memberi perlindungan dari orang2 yang sejenis dengan makhluk ini (GD)

    Komentar oleh ilham — Juni 23, 2008 @ 12:40 am | Balas

  203. ALLAHU AKBAR………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    DEMI ALLAH GUS DUR WAJIB DI BUNUH & HALAL DARAHNYA…………!!!!!!!!!!!!!
    KYAI EDAN…………….!!!!!!!!!!!!!!!
    Yang Melindungi Gus Dur Semoga MASUK NERAKA JAHANAM…….!!!!!!!!!!!!!!!!!KARENA KALIAN TIDAK BEDA DARI SETAN………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
    ALLAHU AKBAR……!!!!!!!!
    ALLAHU AKBAR……!!!!!!!!
    ALLAHU AKBAR……!!!!!!!!
    HDUP AL-HABIB RIZIEQ & FPI……!!!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh Baz & Had — Juni 25, 2008 @ 3:36 pm | Balas

  204. wah wah wah semua orang mencaci dan merasa sok pinter ya? emang kalian semua sudah yakin akan masuk surga or neraka? siapa yang kafir? siapa yang pantas di bunuh? siapa yang pengkhianat? siapa yang yahudi?. sebaiknya di pikir dulu sebelim ngomong, harus ditelaah antara konteks dan teksnya. jangan hanya bilang ini salah ini benar. kalau orang merasa dirinya paling benar ya akhirnya kayak kelompok FPI itu, bisanya main hantam aja. kayak anak kecil dan hanya melihat apapun dari satu sisi saja. hanya dari kacamata islam aja, itupun islamnya juga hanya dari sisi yang sebagian aja. semoga kita bisa lebih bijak lagi……..

    Komentar oleh M. Rofik — Juni 26, 2008 @ 1:12 am | Balas

  205. Asw.
    Saya seorang muslim yang minim agama.
    Tapi saya masih melek dan perduli dengan keIslaman saya.
    Saya juga bukan seorang ulama seperti kebanyakkan disini.
    Saya adalah seorang IT Planning atau bisa juga programmer.
    Saya tertarik ikut berkomentar, Just Speaking for my mind.
    Dan saya tidak terpengaruh oleh siapapun mengenai GD.
    Sebelumnya saya mohon maaf jika saya tidak mengetahui GD secara Mendalam.
    Dan Saya juga tidak mengtahui AA’ Gym secara mendalam.
    Hanya saya tahu keduanya adalah Ulama.
    1.Tapi yang saya ikuti selama ini, Kenapa GD yang katanya Pintar, wawasan Cerdas, Ahlinya Agama dll, malah tidak membawa kesejukkan dalam berdakwah??? Sangat berbeda dengan Ulama yg lain yg saya maksud.
    2. Kenapa kok katanya yg bisa menelaah maksud gusdur, hanya orang2 pintar atau perlu pemikiran yg dalam. Bagi saya, ini TIDAK PERLU!!! karena rakyat gak perlu bertele-tele dalam hal mencernakan apa yang disampaikan. Kenapa harus beda dgn ulama lain yang begitu disampaikan langsung bisa diserap maksudnya. Terus terang saya merasa sesat dengan pernyataan gusdur.
    3. Kontroversi2 lain yang membuat saya tidak simpatik dengan gusdur: Saya menyaksikan video pembaptisan dirinya digereja; Menuduh seseorang dng menyebutkan nama si anu, si poland; mengatakan partai2 selain PKB yang NU disebut Taik AyaM, Pengikut2nya yang anarkis dan gak simpatik, yang katanya dulu mau berjihad klo gusdur diturunkan dr kursi presiden (Emang Jihad boleh karena Manusia??? Bukankah Orintasi nya kepada ALLAH SWT); kemudian bersahabat dengan orang2 Yahudi dan sempat ingin membuka jalur kerjasama dngan Israel; Kemudian PKB yang selalu terpecahbelah dibawah kepemimpinannya… Masih Bnayak lagi mengenai gusdur yang saya tidak berkenan terhadap titelnya yang Kyai.

    Bagi saya gusdur bukanlah PANUTTAN yang PANTAS buat anak bangsa, Apalagi dijadikan IMAM.
    Saya saja Seorang yang bukan Ahli AGAMA, masih bisa berpikir WARAS. Dan mudah2an ALLAH tidak Menyesatkan saya dari Aqidah dan Syariat.

    Saya Mohon Maaf, kalau ada kesalahan kata. Khusunya bagi pendukung gusdur yang terlalu fanatik.

    Komentar oleh Marwan — Juli 5, 2008 @ 6:30 am | Balas

  206. Gusdur udah dilaknat Allah,liat tuh partainya ketahuan isinya.Udah jelas 300 juta ngobatin gusdur kok masih membantah.Sadarlah gusdur.Anda pelan2 udah dihukum Allah.

    Komentar oleh batak muslim — Juli 16, 2008 @ 2:25 pm | Balas

  207. Menemapatkan sesuatu pada tempatnya, itulah artinya adil. Segala sesuatu harus dilihat sesuai konteksnya. Turunnya ayat-ayat Al Qur-an ada asbabun nuzulnya. Munculnya sebuah hadits ada asbabul wurudnya. Karenanya, tidak adil jika sesorang menilai sesuatu di luar konteks.

    Buat orang-orang yang merasa tidak paham dengan sikap, pernyataan, atau pun tindakan Gus Dur, saya ingin bertanya, apakah anda sudah pernah membaca tulisan-tulisan/pikiran-pikiran Gus Dur? Kalau belum, nih saya kasih linknya: http://www.gusdur.net Coba, jadikan itu referensi sebelum anda menilai Gus Dur.

    Rasanya tidak fair kalau di satu sisi kita merasa tidak paham akan sesuatu namun di sisi enggan untuk berusaha memahminya.

    Komentar oleh Sofian — Juli 27, 2008 @ 9:21 am | Balas

  208. Politik Lawan Budaya dalam Islam

    Oleh: KH. Abdurrahman Wahid*
    Islam di banyak negri menampilkan wajah politik lebih banyak daripada wajah budayanya. Karena itu, penampilan Islam sebagai wadah kajian senantiasa berurusan dengan negara dan bukannya dengan bangsa. Ini adalah kenyataan sejarah yang tidak dapat dibantah oleh siapapun. Bahkan gerakan budaya (dalam hal ini pendidikan) yang bernama al-Ikhwan al-Muslimun, sebelum Perang Dunia ke-2 di Mesir yang dicetuskan oleh Hassan al-Banna (dihukum gantung karena gerakan itu) ‘dicuri’ orang dan pada ujungnya menjadi gerakan politik, adalah sebuah bukti dari kuatnya kecendrungan tersebut.

    Dewasa ini gerakan tersebut sudah resmi menjadi gerakan politik, seperti terjadi di Jordania dan Saudi Arabia. Gamal al-Banna, adik terkecil dari Hasan mencoba membuktikan melalui serangkaian tulisan, bahwa organisasi tersebut adalah organisasi budaya. Tetapi sejauh ini, Gamal belum dapat menghilangkan gambaran bahwa perkumpulan tersebut sebagai sesuatu yang politis.

    Sebenarnya, pandangan mayoritas kaum muslimin di seluruh dunia justru tidak menghendaki gagasan Islam politik. Kebanyakan mereka melihat Islam sebagai sesuatu yang bersifat budaya/kultural. Wacana ini dibuka oleh Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan tahun 1926. Pada tahun 1936 dalam muktamarnya di Banjarmasin (Borneo Selatan) dengan dihadiri sekitar enam ribu ulama, NU membuat dua keputusan yang sangat penting bagi masa depan Bangsa Indonesia. Para ulama NU dihadapkan pada pertanyaan: “wajibkah kaum muslimin di Hindia Belanda, mempertahankan kawasan tersebut yang dikuasai non-muslim?” Jawaban muktamar itu adalah: “kawasan itu wajib dipertahankan.” Ini diperkuat dengan refrensi dari Bughyah al-Mustarsyidin. Pertanyaan berikut adalah: “untuk melaksanakan syariat Islam, wajibkah didirikan sebuah Negara Islam?” Keputusan muktamar itu menyatakan: “tidak wajib.”

    Kedua pendapat di atas sangat dipengaruhi kemunculannya oleh dua orang yang masih terikat dalam hubungan persaudaraan, yaitu H.O.S Tjokroaminoto dari kota Surabaya dan KH. M. Hasyim Asy’ari. Mereka masih bersaudara, walaupun yang satu tokoh Syarikat Islam (belakangan berkembang menjadi Partai Syarikat Islam Indonesia/ PSII), sedangkan yang satunya lagi adalah salah seorang pendiri NU. Bahkan ia kemudian diangkat menjadi Ra’is Akbar NU dengan temannya sesama santri KH. A. Mahfudz Dimyati dari Termas (Pacitan) dan Wakil Ra’is Akbar KH. Faqih Maskumambang dari daerah Dukun (Gresik). Kegigihan KH. M. Hasyim Asy’ari adalah membuat ‘terobosan’ dalam pemikiran kalangan tradisional di antara gerakan Islam yang berkembang di kawasan Hindia-Belanda.

    H.O.S. Cokroaminoto dan KH. Hasyim Asy’ari masih merupakan keluarga, karena keduanya berasal dari keluarga keturunan Ki Ageng Basariah dari Sewulan ( +10 km selatan Madiun). Di lingkungan inilah lahir beberapa orang pemimpin gerakan Islam di negeri kita, seperti KH. A. Kahar Mudzakir dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH. A. Wahid Hasjim dari NU di PP Tebu Ireng Jombang, Alm. KH. A. Wahab Chasbullah dan Abdul Munir Mulkan dari kalangan Muhammadiyah dewasa ini, dan lain-lain. Pada intinya, mereka selalu menyuarakan gerakan Islam sebagai gerakan budaya/ kultural.

    Inilah yang membedakan mayoritas kaum muslimin di Indonesia, dari gerakan Islam di negeri-negeri lain. Tokoh-tokoh besar gerakan Islam di Indonesia masa lampau pun mengikuti pola budaya ini. Oleh sebab itu suara yang dibawakan NU lalu menjadi sesuatu yang sangat longgar penerapannya, karena selama ini banyak kalangan gerakan Islam di banyak negara seluruh dunia berwatak politis. Ditambah lagi mereka memiliki/ menguasai ‘media Islam’, dengan sendirinya pendapat mereka yang bersifat politis yang dianggap mewakili ‘pandangan Islam’ di negeri ini. Dengan demikian wacana gerakan Islam lebih banyak terlihat sebagai wacana politis.

    Pendapat NU lalu diperlakukan sebagai pandangan kelompok minoritas. Ini terjadi karena misspersepsi/ pandangan yang dangkal sejumlah pengamat bahwa mayoritas gerakan Islam di Indonesia bersifat politis. Penyatuan antara negara dan Islam sebagai agama justru berkembang dari luar gerakan Islam negeri kita. Karena itulah kita tidak usah heran menyaksikan ketika Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, merumuskan syariat Islam dalam kehidupan bernegara, seperti tertuang dalam Piagam Jakarta. Baru setelah seorang beragama Kristen, yaitu A.A. Maramis dari Sulawesi Utara menyuarakan keberatannya, lalu Muh. Hatta keesokan harinya memimpin sidang perwakilan berbagai gerakan Islam (Ki Bagus Hadikusuma dan KH. A. Kahar Mudzakir dari Muhammadiyah, A. Rahman Baswedan dari Partai Arab Indonesia, Abikusno Tjokrosuyoso dari PSII, Ahmad Subarjo, KH. A. Wahid Has’jim dari NU dan H. Agus Salim sebagai tokoh independen) membuang tujuh kata dalam Piagam Jakarta tersebut.

    Hampir seluruh dunia memandang gerakan Islam bersifat politik sebagai gerakan fundamentalis/radikal. Pandangan itu lalu menganggap pandangan budaya dari NU sebagai ‘moderat’. Penamaan serampangan seperti inilah yang lalu menciptakan kesan salah tentang gerakan Islam di seluruh dunia. Padahal kita juga melihat berbagai gerakan Islam seperti al-Qaidah yang dipimpin oleh Osama Bin Laden dari Afghanistan (bukankah lebih tepat Saudi Arabia?) dengan rasa was-was karena militasinya yang sangat tinggi. Juga lahirnya pendapat berbagai gerakan Islam, seperti Hizbut Tahrir di negeri kita, akan perlunya sistem pemerintahan berupa kekhalifahan, yang jelas-jelas merupakan pandangan politik yang bertentangan dengan UUD kita. Sulit rasanya untuk membenarkan gerakan-gerakan tersebut.

    Tetapi misteri seperti inilah yang membuat buku yang ada di tangan pembaca ini, menjadi sesuatu yang menarik dan perlu ada. Jika beberapa waktu yang lalu Majalah Tempo bermotto “enak dibaca dan perlu”, bukankah pembahasan tentang perlunya Islam budaya dan Islam politik kita lakukan, juga demikian?

    Jakarta, 1 Oktober 2007

    Komentar oleh Sofian — Juli 27, 2008 @ 9:32 am | Balas

  209. Lucu juga ya……..masa gusdur dibelain mati-matian…..kalo islam itu sendiri dilecehkan qo malah pada diem….capeee dwehhh…

    Komentar oleh AMIR ELFADANY — Juli 27, 2008 @ 12:35 pm | Balas

  210. @Sofyan, anda terlalu bertele-tele.
    Saya pun sudah melihat website gusdur.net
    Itu merupakan propaganda untuk citra baik gusdur.
    Okelah saya setuju dengan pemikiran, wawasan, dan tulisannya memang begitu baik dan terkesan pintar.
    Tapi saya sebagai seorang pekerja keras, sesekali butuh pencerahan ROHANI.
    Kemudian klo Gusdur dikonteks kan sebagai Ulama, adakah dia membawa kesejukkan dalam berdakwah-bagi saya TAK ADA dakwah darinya yg dapat meningkatkan ketebalan IMAN. Justeru sebaliknya ketika gusdur berdakwah, saya merasa EMOSI karena pembelaa dia thdp non ISLAM sekaligus melecehkan ISLAM.
    Dulu sebelum GD jadi Preseiden saya sempat simpatik dgn GD.
    Namun beberapa bulan kepemimpinannya-BEGITU BANYAK KEBODOHAN YANG DILAKUKANNYA. Tentu saja, RAKYAT MERASA KECEWA.
    Seharusnya Pendukungnya MIKIR, kenapa Gusdur, diturun PAKSA dr RI1???
    Lagipun rakyatnya gusdur itu sapa??? Paling juga umat NU, itupun sebagian.
    GUSDUR itu BUTA, seharusnya anda sadar. Dia itu berbicara atas dorongan orang2 disekitarnya dan menjadikan GD sebagai tunggangan mereka.
    KALAU pun ada yang membela mati2an GUSDUR, saya cuma bisa mengatakan: “MEREKA LEBIH BUTA”

    Kalo anda Mengidolakan RASULULLAH SAW,
    adakah Gusdur BERUSAHA bersikap seperti MUHAMMAD SAW.

    Lebih baik konteks GUSDUR sebagai Ulama dicopot.
    Dan diberi Gelar Sebagai “TROUBLE MAKER”.

    Maaf klo dalam tulisan ini saya begitu lantang,
    Karena Kekecewaan yang semakin bertambah thdp GD.

    Komentar oleh Marwan — Juli 29, 2008 @ 6:14 pm | Balas

  211. GD cangkamu doang

    Komentar oleh ale — Agustus 4, 2008 @ 9:09 pm | Balas

  212. Melecehkan? Lha bukannya payudara, nipple, susu itu masuk kategori pornografi? Lha gak salah dong katanya Gus Dur? Hihihihihi.

    Adalagi yang bilang pelecehan. Bukannya make bandwidth kantor buat nulis komen seperti saya ini adalah tindak korupsi yang lebih mencoreng lagi citra islam? Atau waktu kita ngelanggar lampu merah dijalan. Bukankah itu lebih mencoreng lagi agama islam yang katanya sangat ketat kedisiplinannya? Hwekekekekekekekekekekek!!!

    Silahkan saling menghujat dan menyumpahi. Saya nonton aja darisini sambil ngakak. Mungkin Gus Dur juga gitu kali ya? Hehehehe

    Komentar oleh krebo — Agustus 25, 2008 @ 5:05 pm | Balas

  213. Seru banget diskusinya, kurang lebih dua tahun mengalir terus! Jadi ingat masa kecil, setiap habis nagji quran, selalu diberi bonus cerita atau kisah-kisah dari pak ustadz kampung yang sederhana, kisahnya paling seru tentang Abu Nawas! Ada yang mirip dengan yang didiskusikan di atas!

    Komentar oleh jun_pencangkul — Agustus 28, 2008 @ 11:01 am | Balas

  214. GUS DUR ORANG KEBLINGER DDENGERIN … EMANG SAPE SEH GUS DUR ?.. YAHUDI BERKEDOK ISLAM KAH ? emang tanda2 akhir zaman … ya rasulullah .. kau sebaik baiknya mahluk ciptaan ALLAH, kekasih drpd kekasih … ya rosul . aku mendambakan syafa’aat dr mu ya rosul …

    Komentar oleh madotz — Agustus 31, 2008 @ 11:47 pm | Balas

  215. Biarkan GUK DUR (Anjing Dur) Menggonggong…
    Kita Tunggu Rahasia Illahi..
    Apakah Matanya dirubung BElatung ??
    atau apa???

    Komentar oleh Guk Dur (Anjing Dur) — September 6, 2008 @ 2:46 pm | Balas

  216. GUSDUR BEBEL
    GUSDUR BEBEL
    GUSDUR BEBEL GUSDUR BEBEL
    GUSDUR BEBEL

    Komentar oleh ARUL — September 9, 2008 @ 6:07 am | Balas

  217. Kebaikan dan kejahatan yang bercampur memang harus dipisahkan,ini perpecahan yang seharusnya.Tapi kalau kesatuan yang baik dipecahkan ini perpecahan yang pelakunya adalah biang kerok yang harus dipecahin kepalanya.
    Pokoknya yang bikin nista agama Islam akhir hidupnya hina. Dihinakan langsung oleh Allah atau melalu tentara-tentaraNya dari kalangan Manusia, Jin, Belatung, bakteri, virus mencret, kolesterol pembangkit stroke atau sel-sel pencernaan yang tidak mau kompromi seperti Ahmad Qodian yang berak mencret kencing di atas kasur sampai mati. Tunggu saja

    Komentar oleh asyik juga — September 9, 2008 @ 6:51 am | Balas

  218. Saya pernah mimpi ketemu GD ga pake baju, saya usap perutnya tiba-tiba jadi dajjal. Kurang lebih setahun yang lalu. Ada yang tahu ta’wilnya

    Komentar oleh ibnu sirin — September 9, 2008 @ 7:00 am | Balas

  219. Mas Ibnu sirin, Imam ibnu Sirin yang justru ahli ta’bir mimpi. Kalau baca di Tafsirul Ahlam Imam Ibnu sirin, orang yang telanjang (ga pake baju)artinya orang yang konsisten penuh dengan bidangnya, dan kalau kita mimpi memegang perut seseorang artinya kita dapat manfaat dari keberadaan orang tersebut. Kalau Dajjal, Naudzubillah.
    Sedikit kutipannya silahkan buka langsung di Tafsir mimpi Imam Ibnu sirin sudah diterjemahkan ada di Toko buku Si Buyung Senen. Bahwa ada seseorang yang datang ke Imam Ibnu sirin dan menanyakan ta’wil mimpinya, dalam mimpinya Ia melihat seorang yang bertelanjang di masjid memegang pedang dan kitab suci. Imam Ibnu sirin berkata pada pemimpi, “Orang yang kau lihat dalam mimpi pasti Imam Hasan AL-Basri” orang itu menjawab, “benar!” kata Ibnu Sirin, “benar seperti dugaan saya Imam Hasan alBasri adalah ulama yang konsisten menegakkan alQuran dan meluruskannya.” KAlau jadi Dajjal??
    Wallahu ,alam bissawab.

    Komentar oleh asyik juga — September 9, 2008 @ 7:16 am | Balas

  220. BANYAK PERNYATAAN GUS DUR YANG MENJADI POLEMIK, DAN INI YANG SAYA ANGGAP PALING RISKAN. KARENA SEDIKIT BANYAK BERURUSAN DENGAN TAUHID. WAKTU SELALU MEMBUKTIKAN DAN MEMBUAT ORANG2 MENGANGGUKAN KEPALA TERHADAP PERNYATAAN2 GUS DUR YANG “KONTROVERSIAL”. COBA DALAMI LEBIH JAUH LAGI PERNYATAAN DAN PEMIKIRAN BELIAU. SENANTIASA ADA SESUATU YANG “MURNI” DIBALIK “NYELENEH” NYA.
    KETIKA BELIAU MENGATAKAN “AL-QUR’AN ADALAH KITAB SUCI YANG PALING PORNO” SONTAK KITA RIBUT TANPA MAU MENGERNYITKAN KENING BARANG SEBENTAR. DARI SISI MUSLIM DAN MUKMIN APA YANG SALAH DARI PERNYATAAN TERSEBUT. INGAT, KETIKA ANDA MENOLAK PERNYATAAN GUS DUR TERSEBUT BERARTI ANDA PERCAYA BAHWA ADA ‘KITAB SUCI” LAIN SELAIN AL-QUR’AN, DAN ITU URUSANNYA DENGAN KE-TAUHID-AN ANDA. GUS DUR BILANG BAHWA ALQUR’AN ADALAH KITAB SUCI YANG PALING PORNO, KARENA MEMANG “TIDAK ADA KITAB SUCI LAIN” YANG HARUS DIYAKINI SELAIN AL-QUR’AN. SEORANG MUSLIM/MUKMIN SEPERTI GUS DUR, SAYA DAN ANDA HARUS MEYAKINI HAL INI.
    SAYA YAKIN KITA BISA MEMAHAMI PERNYATAAN2 KONTROVERSIAL BELIAU “ASALKAN” KITA MEMBERI RUANG UNTUK BERPIKIR DAN MENGERNYITKAN KENING BARANG SEBENTAR. AKUI SAJA, KITA BELUM “SEKELAS” DENGAN PEMIKIRAN BELIAU SEHINGGA PERLU WAKTU LEBIH UNTUK MEMAHAMI PERNYATAAN-PERNYATAAN BELIAU. SYUKRON.

    Komentar oleh mahdar hidayatullah — September 12, 2008 @ 9:06 pm | Balas

  221. Maaf, Saudara Mahdar..
    Setahu saya Kitab suci kl yg dimaksud Kitabullah ada 4 (Taurat, Zabur, Injil, Alquran), cuma yg dijamin keasliannya s/d kiamat hanya Alquran. Mohon koreksi kl sy salah. tks

    Komentar oleh angger — September 17, 2008 @ 11:33 am | Balas

  222. assalamualaikum

    saya rasa blog ini (yang katanya menyuruh Gusdur istighfar) tidak punya niat murni untuk mengingatkan Gusdur, justru cendrung untuk mengumbar kesalahan orang lain (dalam hal ini Gusdur).

    Kalau anda bener pengen mengingatkan Gusdur . . . ya langsung aja tulis surat ke Gusdur atau dengan cara lain yang sekiranya pesan anda akan sampai ke gusdur. Tidak perlu anda gembar-gembor di blog (kecuali anda ingin cari sensasi)

    Komentar oleh didi — September 21, 2008 @ 7:19 pm | Balas

  223. MENCACI MAKI AGAMA DALAM KONDISI EMOSI
    Oleh
    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

    Pertanyaan:
    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum syari’at menurut pandangan anda terhadap orang yang mencaci-maki agama dalam kondisi emosi, apakah dia wajib membayar kafarat? Apa syarat bertaubat dari perbuatan ini? Mengingat saya pernah mendengar dari para ulama yang mengatakan kepada saya, bahwa berdasarkan ucapanmu tersebut, sesungguhnya kamu telah keluar dari Islam. Demikian juga mereka mengatakan bahwa isterimu itu telah menjadi haram bagimu?

    Jawaban.
    Vonis hukum terhadap orang yang mencaci-maki agama Islam adalah bahwa dia telah melakukan kekufuran sebab mencaci-maki agama dan memperolok-oloknya merupakan tindakan murtad dari Islam dan kekufuran terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dien-Nya. Dalam hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisahkan perihal suatu kaum yang memperolok-olok dien Al-Islam, bahwa mereka itu pernah mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Lalu Allah menjelaskan bahwa senda gurau dan bermain-main seperti ini merupakan bentuk olok-olok terhadap Allah, ayat-ayat dan RasulNya dan bahwa mereka telah menjadi kafir karena itu. Allah berfirman.

    “Artinya : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja’. Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?.’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman..”. [At-Taubah : 65-66]

    Jadi, memperolok-olok Dienullah, mencaci-makinya, mencaci-maki Allah dan RasulNya atau memperolok keduanya merupakan kekufuran yang mengeluarkan seseorang dari dien ini.

    Sekalipun demikian, di sana masih ada peluang untuk bertaubat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    “Artinya : Katakanlah, ‘Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.” [Az-Zumar:53]

    Bila seseorang bertaubat dari apapun bentuk riddah (keluar dari Islam) yang dilakukannya dan taubatnya itu adalah Taubat Nashuh (taubat yang sebenar-benarnya) serta telah memenuhi lima persyaratan, maka Allah akan menerima taubatNya. Lima syarat yang dimaksud adalah:

    Pertama.
    Taubatnya tersebut dilakukannya dengan ikhlas semata karena Allah. Jadi, faktor yang mendorongnya untuk bertaubat, bukanlah karena riya’, nama baik (prestise), takut kepada makhluk ataupun mengharap suatu urusan duniawi yang ingin diraihnya. Bila dia telah berbuat ikhlas dalam taubatnya kepada Allah dan faktor yang mendorongnya adalah ketaqwaan kepada-Nya, takut akan siksaanNya serta mengharap pahalaNya, maka berarti dia telah berbuat ikhlas dalam hal tersebut.

    Kedua.
    Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan. Yakni, seseorang mendapati dirinya sangat menyesal dan bersedih atas perbuatan yang telah lalu tersebut serta memandangnya sebagai perkara besar yang wajib baginya untuk melepaskan diri darinya.

    Ketiga.
    Berhenti total dari dosa tersebut dan keinginan untuk terus melakukannya. Bila dosanya tersebut berupa tindakannya meninggalkan hal yang wajib, maka setelah taubat dia harus melakukannya dan berusaha semaksimal mungkin untuk membayarnya. Dan jika dosanya tersebut berupa tindakannya melakukan sesuatu yang diharamkan, maka dia harus cepat berhenti total dan menjauhinya. Termasuk juga, bila dosa yang dilakukan terkait dengan makhluk, maka dia harus memberikan hak-hak mereka tersebut atau meminta dihalalkan darinya.

    Keempat.
    Bertekad untuk tidak lagi mengulanginya di masa yang akan datang. Yakni, di dalam hatinya harus tertanam tekad yang bulat untuk tidak lagi mengulangi perbuatan maksiat yang dia telah bertaubat darinya.

    Kelima.
    Taubat tersebut hendaklah terjadi pada waktu yang diperkenankan. Jika terjadi setelah lewat waktu yang diperkenankan tersebut, maka ia tidak diterima. Lewatnya waktu yang diperkenankan tersebut dapat bersifat umum dan dapat pula bersifat khusus. Waktu yang bersifat umum adalah saat matahari terbit dari arah terbenamnya. Maka, bertaubat setelah matahari terbit dari arah terbenamnya tidak dapat diterima. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    “Artinya : (Atau) kedatangan sebagian tanda-tanda Rabbmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. ” [Al-An’am:158]

    Sedangkan waktu yang bersifat khusus adalah saat ajal menjelang. Maka, bila ajal telah menjelang, maka tidak ada gunanya lagi bertaubat. Hal ini berdasarkan firman Allah.

    “Artinya : Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang’, Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. “[An-Nisa’:18]

    Saya tegaskan kembali, sesungguhnya bila seseorang bertaubat dari dosa apa saja sekalipun berupa caci-maki terhadap agama, maka taubatnya diterima bilamana memenuhi persyaratan yang telah kami singgung tadi. Akan tetapi perlu dia ketahui bahwa suatu ucapan bisa jadi dinilai sebagai kekufuran dan riddah, akan tetapi orang yang mengucapkannya bisa jadi tidak divonis kafir karenanya dengan adanya salah satu penghalang yang menghalangi dari memberikan vonis kafir tersebut terhadapnya.

    Dan terhadap orang yang menyebutkan bahwa dirinya telah mencaci-maki agamanya tersebut dalam kondisi emosi, kami katakan, “Jika emosi anda demikian meledak sehingga anda tidak sadar lagi apa yang telah diucapkan, anda tidak sadar lagi di mana diri anda saat itu; di langit atau masih di bumi dan anda telah mengucapkan suatu ucapan yang tidak anda ingat dan tidak anda ketahui, maka ucapan seperti ini tidak dapat dijatuhkan hukum atasnya. Dengan begitu, tidak dapat dijatuhkan vonis riddah terhadap diri anda karena apa yang anda ucapkan adalah ucapan yang terjadi di bawah sadar (tidak diinginkan dan dimaksudkan demikian). Dan, setiap ucapan yang terjadi di bawah sadar seperti itu, maka Allah tidak akan menghukum anda atasnya. Dalam hal ini, Dia berfirman mengenai sumpah-sumpah tersebut.

    “Artinya : Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja. ” [al-Ma’idah:89]

    Bila orang yang mengucapkan ucapan kekufuran ini dalam kondisi emosionil yang teramat sangat (meledak-ledak) sehingga dia tidak sadar apa yang diucapkan dan tidak tahu apa yang telah keluar dari mulutnya, maka tidak dapat dijatuhkan hukum atas ucapannya tersebut. Dengan begitu, dia juga tidak dapat dijatuhi vonis riddah. Manakala tidak dapat dijatuhkan vonis riddah terhadapnya, maka pernikahannya dengan isterinya tidak (secara otomatis) menjadi batal (fasakh). Artinya, dia tetap menjadi isterinya yang sah akan tetapi semestinya bila seseorang merasakan dirinya tersulut emosi, maka cepat-cepatlah memadamkan emosinya ini. Yaitu dengan cara yang telah diwasiatkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ada seorang laki-laki bertanya kepadanya sembari berkata, “Wahai Rasulullah, berilah wasiat (nasehat) kepadaku!.” Lalu beliau menjawab, “Janganlah kamu marah. ” Lantas orang itu berkali-kali mengulangi lagi pertanyaan itu dan beliaupun tetap menjawab, ”Janganlah kamu emosi. ”

    Hendaknya dia dapat menstabilkan kondisi dirinya dan meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Bila dia ketika itu sedang berdiri, maka hendaklah duduk; bila dia sedang duduk, maka hendaklah berbaring; dan bila emosinya benar-benar meledak, maka hendaklah dia berwudhu. Melakukan hal-hal seperti ini dapat menghilangkan emosi dari dirinya. Alangkah banyak orang yang menyesal dengan suatu penyesalan yang besar karena telah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di dalam emosinya tersebut akan tetapi (sangat disayangkan) hal itu setelah waktunya sudah terlewati (alias nasi telah menjadi bubur).

    [Nur ‘Ala ad-Darb, dari fatwa Ibn Utsaimin]

    [Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Muthofa Aini dkk, Penerbit Darul Haq]

    Komentar oleh taufik — September 23, 2008 @ 12:52 pm | Balas

  224. umm jujur saya cape bacanya ga abis2 seru dan cukup menyebealkan bikin mood turun naik, lama2 eneq n pengen komen. gmana semua saudaraku berpuasakah🙂 insyaAllah yah.
    wah klo menurut aku.

    Bismilahirahmanirrohim.

    hanya dengan kembali kepadaNya kita akan berpikir lebih jernih. jalani rutinitas dan tetap berusaha sebagai manusia untuk Allah, keluarga dan agama serta negara.

    so.
    im not a perfect one.
    but for sure,

    ketika orang sudah berada diatas dan dia bisa nomong apa sesuka dia maka semua pengikutnya akan mengikutinya.
    mo pemikiran dia bagus mo ini itunya bagus.
    terserahlah.. tapi inget kita harus tetap beware akan semua keburukan dari omongan itu. mulut itu tajam seperti halnya saya jika menjelekan GD akan membuat pengikutnya kesal padahal saya sendiri berkomentar menurut nalar dan pengetahuan saya. mungkin pengetahuan saya masi sedikit.
    dan anda lebih banyak. but kalo emang ada lontaran kalimat kata atau statemen yg memicu emosional orang lain mohon lebih di jelaskan. dan segera menyadari semua kesalahan karena kembali ke pengetahuan karena setiap manusia itu memiliki pengetahuan yg berbeda. perlu suatu medium agar pendapat seorang pemimpin dapat di garis ke maksut yg sesuai.
    🙂

    insyaAllah semua akan baik2 saja.

    Komentar oleh abdul muis — September 25, 2008 @ 4:04 pm | Balas

  225. Yang penting bagi kita ummat muslim sedunia, jangan dengarkan ocehan-ocehan yang tidak berdasar, anggap saja itu seorang imam yang kentut tak shalat berjamaah, jadi tidak perlu diikuti lagi. Sekali lagi jangan dengarkan! Memang musuh yang paling berat dan paling susah untuk diperangi adalah musuh dalam selimut. (Munafikin)

    Komentar oleh Yasup — September 26, 2008 @ 10:14 am | Balas

  226. sibuta dari goa haNtU kayaknya dilaknat sampe kaga bisa liat,
    pernah selingkuh , kawan akrabnya s.peres (yahudi)and pake celana pendek (ngeliatin aurat/paha), demen pelesiran pake uang rakyat saat jadi presenter eeh presiden.

    Komentar oleh edi — Oktober 5, 2008 @ 1:50 am | Balas

  227. Saya baru liat-liat saja di media masa belum denger si bos teler ngucap yang engak-engak tapi dari nngebaca saja udah enek apalagi kalo ngedenger langsung
    Hallo GD (gus dur, gede dubur, ambien kaliee)
    kalo si buta tersebut banyak yang ngedukung (antek-anteknya) berarti mereka lebih buta daripada yang buta yach. tul gak???
    jawab dooong Guss

    Komentar oleh maheer — Oktober 6, 2008 @ 1:24 pm | Balas

  228. Di zaman GD jadi presiden ada orang yahudi yang dijadikan penasehat ekonomi indonesia, (george soroz) aku bingung nich apa GD nggak lihat ayat yang bunyinya “janganlah orang – orang kafir engkau jadikan pemimpin-pemimpinmu” gimana nich???…….

    Komentar oleh ABU ALGHIFARI — Oktober 20, 2008 @ 9:29 am | Balas

  229. sebenarnya kasihan juga tuh si GD,
    dimanfaatkan orang lain kok mau-mau aja.

    katanye sih sakti,
    jin-nya ratusan ribu yang ngawal,
    tetapi giliran di-lengserkan dari keraton
    kok kagak ade yang mbantuin ya…hehehe

    semoga aje lah kembali ke jalan yang benar.
    ingat usia Dur.

    katenya sih mbahe’nya GD sudah mem-puasai
    keturunananya selama 1 thn, jadi semuannya
    akan jadi ‘orang’.

    wong yang bapaknya nabi aja belum tentu anaknya nabi,
    malah kafir, ingat ceritanya Nabi Nuh ‘kan?
    dan sebalinya yang anaknya nabi belum tentunya orang
    tuanya masuk surga.

    moga aja sadar deh.

    Komentar oleh pecinta Indonesia — Oktober 27, 2008 @ 1:31 pm | Balas

  230. gus dur kamu cpt mati kafir

    Komentar oleh rudi — November 6, 2008 @ 8:51 pm | Balas

  231. assalamu’alaikum.
    kalo emang kalian orang islam seharusnya bisa berpikir panjang,apa itu arti porno dalam Al Qur’an.
    kalo pingin tau isi Al Qur’an telaah lebih dalam lagi agar tidak tersesat.
    jangan menjastifikasikan seseorang dengan enak.
    bercerminlah, apa kita sudah mengerti semua kandungan Al Qur’an?
    wassalam.

    Komentar oleh maman — November 19, 2008 @ 5:38 am | Balas

  232. Eiit tunggu dulu jangan beratem, siapa bilang Al Qur’an kitab suci paling ” Porno ” ? coba simak dan barangkali Gus Dur perlu dialog dengan ahli Pornografi / Porno aksi atau Mesumgrafi ? lihat kitab lain yang di Injil Yehezkiel 23 : 20-22 mengatakan :

    ” Maka asyiklah ia terlebih daripada segala gundik mereka itu, yang dagingnya seperti daging keledai dan cemarnya seperti cemar kuda. Demikianlah dilakukannya semula segala perbuatan keji yang telah dibuatnya pada masa mudanya, tatkala orang Mesir itu menjamah mata susunya pada masa mudanya “.

    Cuman yang saya heran Gus Dur itu kan muslim kenapa begitu ?

    Komentar oleh masnunk — Desember 13, 2008 @ 9:23 am | Balas

  233. ealah… ternyata di sini forum rasan-rasan ta? wah asyik banget tuh… sebab hobi yang paling gratis tuh ya ngrasani, ga peduli pa kita dah lebih baik dari mereka pa justru makin bobrok, yang penting “NGRASANI TERUSSSSS” sampek mati! Hidup GHIBAH!

    Komentar oleh solkan — Desember 17, 2008 @ 9:29 am | Balas

  234. Sing Edan ya bener2 edan, jangan diikuti atau malah dikultuskan, sing waras ya mawas diri jangan sampe ikut kejeblos penyakit hati. yang dimaksud gus dur itu qurane gus dur..bukan qur’an punya orang Islam.

    Komentar oleh dolim — Desember 23, 2008 @ 4:29 pm | Balas

  235. wah… wah… ternyata setelah baca blog ini saya baru yakin bahwa di dunia ini masih banyak orang yang bodoh..
    (ya… kan gus)
    semakin tiggi ilmu seseorang maka akan ditinggikanlah derjatnya oleh Allah…
    kenyatannya derajat gusdur semakin tinggi tuh…

    Komentar oleh zain — Desember 25, 2008 @ 1:00 pm | Balas

  236. WOOOOOOOOOOOIIIIIIIIIIIIIIIIIII….PEACE…..PEACE……..ANDA ANDA SEMUA NYADAR GA SEH, MASA’ DARI APRIL 2006 SD DESEMBER 2008 (2 TAON) BISANYA CUMAN NGOMONGIN GUS DUR MULU ??? INI DAH 2009. DEMI MEMBESARKAN ISLAM SAYA HARAP PEMILIK BLOG INI MENUTUP SAJA ACCOUNT NYA. NGA MALU NEH SAMA SLANKER’S. KAMI MEMANG HIDUP SLENGEAN TAPI TOH TETAP BISA SALING MENGHARGAI…..OM, TANTE….MALU NGA SEH??? PLEASE DECH….PEACE !

    Komentar oleh SLANKER'S — Januari 6, 2009 @ 3:31 am | Balas

  237. Ada orang yang benar-benar tau dengan segudang ilmunya trus ngomong ini-itu, ada juga orang yang gak tau dan gak punya ilmu tapi karna sok tau makanya ngomong ini dan itu biar dianggap tahu.
    Kalo orang mau nyalahin orang lain, mau mencela orang lain, menghujat orang lain tanpa melihat alasannya kenapa itu sih semua orang jg bisa.
    Kalau mau mengoreksi kesalahan orang mbok ya dengan bahasa yang santun, dengan dasar ilmu yang lebih memadai bahkan seharusnya lbh tinggi daripada yang dikoreksi. Lha wong anak baru kemaren, baru belajar alguran baru satu ayat aja udah koar-koar, ngomong sana ngomong sini. itupun belajarnya “AYAT BOLA” alias cuma tau luarnya aja tapi isinya kosong. dan biasanya yang sok ngritik gusdur itu ya orang-orang yang gak suka dgn beliau. kalau omongan Gusdur yang menurut saya udah tinggi ilmunya dan paham lebih memahami Alquran, apalagi orang-orang yg komentar negatif ttg gusdur, yang saya yakin benar hanya belum ada apa-apanya. orng yg lbh bnyk belajar agama dengan buku dari pada dengan guru.
    saya punya analogi gini, jika ada orang memakai baju tapi auratnya ada yang terbuka sedikit, terus dia berkata “wah saya porno nih karena aurat saya terbuka” atau ngomong gini “wah saya paling porno nich”. terus saat orang itu ngomong gitu ada orang lain yang nyata-nyata membuka memamerkan auratnya lebih banyak terus mendengar kata-kata itu. ada dua kemungkinan orang lain itu merasa cuek jika dia gak sadar diri, tapi akan merasa malu jika dia sadar. alasanya jika orang yang auratnya kebuka sedikit aja bs bilang dirinya porno sekali, berarti dia yang memarkan auratnya lebih banayak harus ngomong apa dan disebut apa??

    menurut saya omongan Gusdur itu lebih saya nilai sebagai omomgna pemuka agama yang memahami agamanya, yang bersikap rendah diri dengan agamanya. selain itu mendidik umat islam, jika dalam Alquran yang hanya terdapat kata “menyusui” saja udah dianggap sebagai hal paling porno, apalagi kelakuan kita yang kadang ngomongnya gak karu-karyan, cara penampilan/pakaian kita yang kadang gak senonoh. terus mau dibilang apa diri kita yang kelakuan pornonya udah segudang??
    Lagian apa yang berkomentar2 miring disini bener-bener tahu/nonton diaolog Gusdur saat itu secarta langsung?? atao hanya dari tulisan2 yang dengan segala gaya bahsanya bisa sekenarionya kadang bisa diedit, kalimat2 omongna orang bisa dipenggal-penggal???
    Peace……….
    Ada “ilmu muda” yang baru boleh dipelajari oleh kita yang masih muda dan ada “ilmu tua” yang mungkin blm blh kita pelajari sebagai anak muda. karena “ilmu tua” harus dipelajari dengan kearifan dan kebijaksanaan yang lebih besar dimana anak muda yang blm cukup arif dan bijak. sehingga ketika kita mempelajari ilmu itu justru membawa perbedaan pendapat.
    jika ilmu kita “ilmu muda” maka kalau ada niat mengajarkannya maka ajarkanlah pada yang “ilmunya lebih muda” lagi.

    Komentar oleh masmus — Januari 9, 2009 @ 8:19 am | Balas

  238. terserah gusdur mau bilang apa toh dia gak bisa melihat cuma bisa bicara doang hanya allah yang tahu dia benar atau salah dia hanya bisa mendengar tapi tidak bisa melihat apa yang ada di dunia ini

    Komentar oleh hamba allah — Januari 10, 2009 @ 6:21 pm | Balas

  239. lagi2 gusdur

    pertanyaan:

    pernyataan mana yang benar dan anda bela :

    a. ALLOH swt Raja Manusia dan Raja semesta alam berfirman dalam Al-Baqarah ayat 26 “Sesungguhnya Alloh tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah daripada itu. Adapun orang-orang yang beriman ,maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka , tetapi mereka yang kafir mengatakan “Apakah maksud Alloh menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Alloh dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang di beri-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Alloh melainkan orang-orang fasik”

    b. Gus Dur yang kata tetangga saya dia wali : Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha…

    Komentar oleh erick — Januari 10, 2009 @ 10:19 pm | Balas

  240. buat ummat islam, hati-hati,stlah saya check dari link-link komentator yang apposite trhdap Romo, mayoritas dari non-islam..
    Hati-hati dan waspada,sudah banyak referensi masuk, jika misioneris lebih tau islam drpda ummat islam ‘awwam.
    mari kita budayakan ber-etika dan berhusnuddhon.

    Komentar oleh bobon — Januari 13, 2009 @ 3:40 am | Balas

  241. Menanggapi banyaknya nada-nada sumbang tentang keberadaan Everest Media. Ada pengalaman yang justru tidak masuk akal. Saya Ruli, tinggal di Serpong (BSD), 38 tahun. Karyawan salah satu Bank Swasta di Jakarta Barat. MOHON MAAF kalau tulisan ini bukan bermaksud membuat banyak pihak kecewa. Tepatnya di awal Februari 2008 lalu saya pernah menemukan masalah. Sore hari, laptop Toshiba saya tiba-tiba hang. Seperti biasanya saya segera matikan listriknya, lantas saya restart ulang. Biasanya mau lagi berjalan normal. Tetapi sekarang ini sepertinya lain, hanya tampilan ‘blue screen’ dengan tulisan bahasa aneh, agak sedikit bunyi aneh klak-kletek, dan saya pun tidak tahu artinya. Lantas saya copot hardisknya untuk di-copy ke PC, dengan memakai external case SATA ternyata sama saja & ada bunyi kletak-kletek.
    Akhirnya saya membawa ke beberapa tempat recovery data di Harco Elektronik dan Mangga 2 Mall. Seperti biasa, saya menunggu beberapa hari. Tetapi saya tidak menegerti, ternyata mereka gagal menyelamatkan data saya dengan alasan bahwa kerusakannya adalah pada piringan/disk hardisk saya sudah parah (tergores). Saya pun mengambil harddisk SATA Seagate Momentus saya, dan mencoba merecover lagi ke beberapa tempat lain. Ternyata sama. Mereka gagal. Sama saja, terakhir saya coba ke Mall Ambasador, Sudirman Setiabudi, daerah Jakarta Barat juga, dan banyak tempat lain. Ternyata hasilnya sama saja. Padahal mereka juga mengaku-ngaku adalah master, ahlinya atau yang terbaik.

    Entahlah saya hampir putus asa. Saya sudah bingung harus kemana lagi saya antar harddisk saya agar dapat diselamatkan data – data penting di dalamnya. Saya juga hampir putus asa. Akhirnya saya coba terus mencari di Internet, di salah satu situs iklan gratis tampa daftar, saya menemukan Everesta Media, situsnya http://www.everezta.com. Awalnya saya sempat ragu – ragu dengan sosok Everesta Media. Karena sebelumnya, saya sempat membaca beberapa tulisan-tulisan bernada sumbang tentang Everesta di situs http://www.mediakomsumen.com, dan juga di situs Logic hardware yang bernada amat sinis terhadap Everesta Media. Tetapi, saya tidak mudah percaya langsung dengan tulisan mereka. Karena belum ada buktinya bagi saya! Ya. Coba-coba dululah siapa tahu lain apa yang banyak pihak propagandakan. Mungkin juga, sosok Everesta tidaklah seperti tulisan yang pernah saya baca. Awalnya. Saya coba -coba menelpon mereka.Ternyata mereka meminta saya mengantar harddisk saya ke tempat mereka di daerah Lenteng Agung arah Depok. Akan tetapi kalau diambil oleh mereka , akan dikenakan biaya, yaitu untuk biaya pengecekan dan transportasi, yaitu sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah. Dari pada repot – repot pikir saya, karena juga saya juga agak sibuk waktu itu. Saya meminta mereka segera datang mengambil harddisk tersebut untuk direcover ke kantor saya. Saya pun harus bersabar lagi menunggu jawaban dari pihak mereka.

    Keesokan harinya saya ditelpon pihak mereka / Everesta Media, walau sempat tidak percaya. Mereka memngabarkan kepada saya, bahwa harddisk SATA saya dapat diselamatkan mereka, karena belum sempat dibongkar dalamnya. Katanya keberhasilan recovery data minimal 80% bukan 100%, juga waktunya agak lama minimal satu minggu, alasannya bahwa kerusakan harddisk saya tergolong sangat parah secara fisik (katanya ada sudah bunyi, head bacanya rusak, tidak terdetek BIOS lagi dan sudah banyak “bad sector area”). Mereka mengajukan biaya recovery data sebesar 5 juta rupiah. Jumlah yang sangat mengejutkan saya. Alangkah kagetnya saya! mahal sekali! Mahal sekali mas!!!! Padahal tidak seperti di tempat – tempat lain yang pernah saya tanya, jauh lebih murah! Karena mahalnya saya bingung sekali, sempat saya akan membatalkan saja. Saya curiga juga takut ditipu oleh mereka. Apalagi saya ingat artikel yang seperti yang pernah saya baca di http://www.mediakonsumen.com dan punya bung Logic hardware ini.karena terus penasaran, saya coba lagi tawar harganya agar dapat lebih murah. “Jangan mahal-mahal bah…..!” Entahlah, mereka tetap keras kepala… Tetap saja, mereka (pihak Everesta Media (http://www.everezta.com) tidak mau agar biayanya lebih murah. Karena terpaksa juga pasrah, mau tidak maulah! harus kemana lagi saya coba merecover data saya dengan harga jauh lebih murah, Sementara mereka belum tentu menjamin sanggup! Sebagaian besar mereka telah menyerah tak sanggup/ gagal. Akhirnya dengan terpaksa, saya menyetujui juga dengan biaya 5 juta rupiah secara tunai. Asalkan data-data saya benar – benar telah berhasil diselamatkan! Itu janji saya pada pihak Everesta Media.

    Bingung dan mencurigakan juga cara kerja Everesta Media seperti apa. Terpaksa harus menunggu lebih seminggu, akhirnya setelah 8 hari, mereka (pihak Everesta Media) tiba-tiba menelpon lagi kepada saya, memberitahukan bahwa sudah selesai semua data saya diselamatkan, diminta saya segera membuka e-mail saya, karena laporan datanya sudah dikirim. Segera saya cek e-mail saya, ternyata benar data saya sudah ada semua. Kesesokan harinya, mereka akan antar data-datanya ke kantor saya siang hari. Diminta juga, saya segera menyiapkan pembayarannya secara tunai 5 juta rupiah. Saya tidak mau rugi dong, saya harus cek lagi lebih detail apakah benar – benar data saya sudah ada. Saya mencoba mengingat satu – persatu data – data penting saya, yang sebagian besar saya sudah tak ingat lagi satu persatu. Ternyata benar! Aneh sangat tidak dapat dipercaya! mereka telah berhasil menyelamatkan data-data saya! Percaya tidak percaya! walaupun banyak nada sumbang tentang Everesta ! Tak terkecuali photo-photo anak saya waktu lahir dulu. Hebat juga Everesta Media, walaupun biaya recovery datanya cukup mahal, tidak percaya dan tak mungkin! tidak seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya tanya. Walaupun, saya agak curiga takut ditipu. Sebenarnya jujur dalam hati kecil saya, sudah cukup puas dengan harga 5 juta rupiah. Bagi saya saat ini. Sangat tidak penting seperti apa tempat Everesta Media, siapa – siapa saja yang anggotanya, bagaimana cara kerja mereka, dan berapakah personil dari Everesta Media itu?! Justru yang terpenting bagi saya Everesta Media adalah lebih dan memiliki nilai tambah dari dari yang lain! Karena terbukti telah berhasil menyelamatkan data-data penting saya, bahkan yang sudah lama dihapus sekalipun. Sementara di tempat lain sudah gagal / menyerah. Ruli, Serpong (8-1). Percaya atau tidak semuanya! terserah anda! saya hanya menuliskan saja. Semoga berguna.Wassalam.

    Komentar oleh ruli — Januari 15, 2009 @ 11:30 am | Balas

  242. Menanggapi banyaknya nada-nada sumbang tentang keberadaan Everesta Media dengan harga recovery data yang agak mahal yaitu 5 juta. Ada pengalaman yang justru tidak masuk akal. Saya Ruli, tinggal di Serpong (BSD), 38 tahun. Karyawan salah satu Bank Swasta di Jakarta Barat. MOHON MAAF kalau tulisan ini bukan bermaksud menjelek-jelekan orang atau organisasi tertentu. Tapi untuk penyeimbang berita saja.

    Ada suatu cerita. Boleh percaya boleh tidak. Tepatnya di awal Februari 2008 lalu, saya pernah menemukan masalah. Sore hari, laptop Toshiba saya tiba-tiba hang. Seperti biasanya saya segera matikan listriknya, lantas saya restart ulang. Biasanya mau lagi berjalan normal. Tetapi sekarang ini sepertinya lain, hanya tampilan ‘blue screen’ dengan tulisan bahasa aneh, agak sedikit bunyi aneh klak-kletek, dan saya pun tidak tahu artinya. Lantas saya copot hardisknya untuk di-copy ke PC, dengan memakai external case SATA ternyata sama saja & ada bunyi kletak-kletek.
    Akhirnya, saya membawa ke beberapa tempat recovery data di daerah Harco Elektronik dan Mangga 2 Mall. Seperti biasa, saya menunggu beberapa hari. Tetapi saya tidak menegerti, ternyata mereka gagal menyelamatkan data saya dengan alasan bahwa kerusakannya adalah pada piringan/disk hardisk saya sudah parah (tergores). Saya pun mengambil harddisk SATA Seagate Momentus saya, dan mencoba merecover lagi ke beberapa tempat lain. Ternyata sama. Mereka gagal. Sama saja, terakhir saya coba lagi membawa ke jasa recovery data di bilangan Mall Ambasador, Jl.Setiabudi Sudirman, daerah Jakarta Barat juga, dan banyak tempat lain. Ternyata hasilnya sama saja. Padahal mereka juga mengaku-ngaku adalah master, ahlinya atau yang terbaik.

    Entahlah saya hampir putus asa. Saya sudah bingung harus kemana lagi saya antar harddisk saya agar dapat diselamatkan data – data penting di dalamnya. Saya juga hampir putus asa. Akhirnya saya coba terus mencari di Internet, di salah satu situs iklan gratis tampa daftar, saya menemukan Everesta Media, salah satu jasa penyelamat data, situsnya http://www.everezta.com. Awalnya saya sempat ragu – ragu dengan sosok Everesta Media. Karena sebelumnya, saya sempat membaca beberapa tulisan-tulisan bernada sumbang tentang Everesta dari berbagai pihak! Mengatakan, bahwa tempat Everesta Media tidak meyakinkan sekali! Tetapi, saya coba untuk tidak mudah percaya langsung dengan tulisan mereka. Karena belum ada buktinya bagi saya! Ya. Coba-coba dululah siapa tahu lain apa yang banyak pihak propagandakan. Mungkin juga, sosok Everesta tidaklah seperti tulisan yang pernah saya baca. Di tengah keputus-asaan, karena Everesta juga saya pikir akan sama dengan yang lain sebelumnya. Awalnya iseng-iseng saja kalau saja mereka bisa. Saya coba -coba menelpon ke pihak Everesta Media. Ternyata, mereka meminta saya mengantarkan harddisk saya ke tempat mereka di daerah Lenteng Agung arah Depok. Akan tetapi kalau diambil oleh mereka, dikenakan biaya, yaitu untuk biaya pengecekan dan transportasi, yaitu sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah dibayar di muka. Awalnya saya ragu-ragu dan ciriga. Akhirnya, dari pada repot – repot pikir saya, karena juga saya juga agak sibuk waktu itu. Saya meminta mereka segera datang mengambil harddisk tersebut untuk direcover ke kantor saya. Saya pun harus bersabar lagi menunggu jawaban dari pihak mereka.

    Keesokan harinya saya ditelpon pihak mereka / Everesta Media, walau sempat tidak percaya. Mereka mengabarkan kepada saya, bahwa harddisk SATA saya dapat diselamatkan mereka, karena belum sempat dibongkar dalamnya. Katanya keberhasilan recovery data minimal 80% bukan 100%, juga waktunya agak lama minimal satu minggu, alasannya bahwa kerusakan harddisk saya tergolong sangat parah secara fisik (katanya ada sudah bunyi, head bacanya rusak, tidak terdetek BIOS lagi dan sudah banyak “bad sector area”). Mereka mengajukan biaya recovery data sebesar 5 juta rupiah. Jumlah yang sangat mengejutkan saya. Alangkah kagetnya saya! Saya tidak percaya!!! Mahal sekali! Mahal sekali mas!!!! Padahal tidak seperti di tempat – tempat lain yang pernah saya tanya, jauh lebih murah! Karena mahalnya saya bingung sekali, takut sekali telah ditipu Everesta Media! sempat saya akan membatalkan saja. Saya curiga juga takut ditipu oleh mereka (pihak Everesta).Karena terus penasaran di hati saya, saya coba lagi tawar harganya agar dapat lebih murah. “Jangan mahal-mahal…..!” Entahlah, mereka tetap keras kepala! Tetap saja, mereka (pihak Everesta Media (http://www.everezta.com) tidak mau agar biayanya lebih murah, alias tidak dapat ditawar lagi biayanya. Karena terpaksa juga & pasrah, mau tidak maulah! harus kemana lagi saya coba merecover data saya dengan harga jauh lebih murah, Sementara mereka belum tentu menjamin sanggup! Sebagaian besar mereka telah menyerah tak sanggup/ gagal. Akhirnya dengan terpaksa, saya menyetujui juga dengan biaya 5 juta rupiah secara tunai. Asalkan data-data saya benar – benar telah berhasil diselamatkan! Itu janji saya pada pihak Everesta Media.

    Bingung dan sangat mencurigakan juga cara kerja Everesta Media seperti apa. Terpaksa harus menunggu lebih seminggu tampa ada kejelasan. Tak sabar, akhirnya setelah 8 hari, mereka (pihak Everesta Media) tiba-tiba menelpon lagi kepada saya, dan memberitahukan bahwa sudah selesai semua data saya diselamatkan, diminta saya segera membuka e-mail saya, karena laporan datanya sudah dikirim. Segera saya cek e-mail saya, ternyata benar data saya sudah ada semua. Diminta juga, saya segera menyiapkan pembayarannya mutlak secara tunai 5 juta rupiah. Saya tidak mau rugi dong! saya harus cek lagi lebih detail apakah benar – benar data saya sudah ada. Saya mencoba mengingat satu – persatu data – data penting saya, yang sebagian besar saya sudah tak ingat lagi satu persatu. Ternyata benar! Aneh, sangat tidak dapat dipercaya!!! mereka telah berhasil menyelamatkan data-data saya! Atau mungkin Everesta sedang kebetulan ‘hoky’ jadi dapat menyelamatkan data-data saya. Aneh! Mungkin saja….! Percaya tidak percaya! Tak perduli, walaupun banyak nada sumbang tentang Everesta lantaran tempatnya tidak meyakinkan yang masuk gang itu! Tak terkecuali photo-photo anak saya waktu lahir dulu.Sangat mahal bagi saya, biaya recovery datanya! tidak seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya tanya. Walaupun, pertama-tama saya curiga takut ditipu pihak Everesta karena tempatnya tidak meyakinkan. Sebenarnya jujur dalam hati kecil saya, terpaksa harus puas juga dengan harga 5 juta rupiah. Saat ini, sangat tidak penting seperti apa tempat Everesta Media, siapa – siapa saja yang anggotanya, bagaimana cara kerja mereka, dan berapakah personil dari Everesta Media itu?! Justru yang terpenting bagi saya Everesta Media adalah lebih dan memiliki nilai tambah dari dari yang lain! Karena terbukti telah berhasil menyelamatkan data-data penting saya, bahkan yang sudah lama dihapus sekalipun. Sementara di tempat lain sudah gagal / menyerah.

    Ruli, Serpong (8-1). Sekali lagi. Percaya atau tidak cerita. Terserah anda, jangan tuntut saya telah menipu anda di hari akhir kelak! Mau dianggap fiktip belaka silahkan. Terserah anda juga. Karena kebenaran cerita ini tidak akan pernah dibuktikan kebenarannya! Jangan tanya saya fiktip atau tidak. Hanya saja.Terima kasih kalau anda telah mau membacaya.

    Komentar oleh Ruli — Januari 27, 2009 @ 11:28 pm | Balas

  243. tolong dong isi tulisan jangan dirubah,…..
    knapa yang pro menjadi contra, dan yang contra menjadi pro,…. tolong di cek ulang donk

    Komentar oleh ahcsant — Februari 9, 2009 @ 10:23 pm | Balas

  244. ya ndak papa nyuruh gus dur untuk istigfar. nabi muhammad aja istigfar 100 kali tiap habis shalat. jadi nasehat ini bukanlah untuk menjelekkan gus dur. kemuliaannya tidak akan berkurang karena hinaan atau celaan orang. gus dur tetaplah gus dur. demiiann juga dengan kehinaannya juga tidak akan bertambah karena sanjungannya.
    meskipun begitu saya cukup apresiasi dengan gus dur. dengan adanya gus dur baik yang membenci maupun mencintainya berani muncul.

    Komentar oleh muchojin — Februari 13, 2009 @ 4:07 pm | Balas

  245. Gus Dur, orang yg dibenci sekaligus dikagumi. Maksud lohh..

    Komentar oleh Sword — Februari 18, 2009 @ 5:39 pm | Balas

  246. Gus Dur tidak perlu istighfar, karena ia tahu apa yang tidak ia lihat. Sementara “kita” tidak tahu apa yang “kita” lihat. Siapa yang harus istighfar?

    Komentar oleh HM Madarik Yahya — Februari 25, 2009 @ 1:44 pm | Balas

  247. hmmm…saya mau tanya buat yg pro-GD
    apa alasan GD menyatakan bahwa daging babi halal untuk dikonsumsi?(jlas2 mlnceng dr ajaran agama islam)dan pro israel?(dgn bnyaknya muslim yg terbunuh:anak2 dan wanita)???

    Komentar oleh ita — Februari 26, 2009 @ 12:29 am | Balas

  248. dancuk

    Komentar oleh aan — Februari 28, 2009 @ 3:25 am | Balas

  249. porno!!! saya kok bingung sendiri dengan tentang devinisi porno apalagi hingga kini masih belum selesai-selesai. kalau saja al-quran itu porno saya tidak keberatan. bukankah tetek dengan alat kelamin itu juga sama-sama anggota. Meski di lihat atau di pertontonkan bahkan di bicarakan kenapa tidak boleh lawong sama-sama anggota badan!
    coba berfikir jernih! kenapa hingga kini tidak selesai-selesai tentang RUU pornografi? karena anggota tubuh atau badan ada undang-undangnya sampai kapanpun tidak akan selesai.
    seandainya ucapan atau tulisan saya di baca oleh semua orang maka akan saya tulis panjang lebar tentang nama-nama sekaligus gambarnya anggota badan.

    Komentar oleh qornain — Maret 15, 2009 @ 7:48 pm | Balas

  250. saya sejak dulu kagum dengan Gusdur dan dengan kekaguan ini saya mohon kepada beliau janganlah hak asasi saja yang di bahas apalagi di dengung-dengungkan. seharusnya ‘hak umum’ yang lebih penting kok malah tidak pernah di singgung.
    karena kalau hak asasi kita setuju otomatis secara mafhum mukholafahnya hak umum seharusnya juga di sepakati. kenapa mereka tidak berfikir ke arah situ?.

    Komentar oleh qornain — Maret 15, 2009 @ 7:59 pm | Balas

  251. kok gitu aja dikasih komentar sih..

    Komentar oleh anang halim — April 5, 2009 @ 11:49 am | Balas

  252. berprasangka baik, itu kuncinya. Menghakimi dengan kaidah keilmuan yang kita yakini itu baik dan benar, belumlah tentu. karena keterbatasan kita akan wawasan keilmuan. Maka dari itu kita sebaiknya lebih banyak belajar lagi. Coba kita berkaca, jangankan untuk menilai orang lain apalagi sampai mengeluarkan statement tertentu, lha kita aja setiap hari bergumulnya dengan dosa terus, ingat Gusti Allah jarang-jarang, apalagi di kota besar banyak cewek cakepnya. Wah.. Pokoknya tata hati dulu deh.. belajar sama guru yang jagoan, jangan yang setengah-setengah. Peace

    Komentar oleh Agus Susanto — April 10, 2009 @ 12:28 am | Balas

  253. Katakanlah kepada mereka : “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya). Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.” Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka akan menjawab : “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah : “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat) niscaya Kami akan mengadzab (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (At Taubah : 64-66

    Orang Islam Tidak Pantas Berolok-olok dengan Ayat2 dari Alquran itu Haram…

    Komentar oleh teman — Mei 7, 2009 @ 5:03 pm | Balas

  254. bagus gussss…..
    pokoke aku manut mawon
    kwrena aku tahu jenengan gak asal ngendiko

    Komentar oleh nurul lazim — Mei 8, 2009 @ 11:27 pm | Balas

  255. gitu aja kok repot,itukan kata gusdur yang katanya super hero (herosin kali yee…)

    Komentar oleh mulya — Mei 9, 2009 @ 11:18 pm | Balas

  256. tapi itu smua memang perlu ada klrifikasi,mana yang melek dan mana yang merem,mana yang jalan sendiri mana yang dituntun…

    Komentar oleh mulya — Mei 9, 2009 @ 11:21 pm | Balas

  257. a….h kalian tuh gmn sih agama sendiri dijelek-jelekin,bingung gue..

    Komentar oleh dodi — Mei 9, 2009 @ 11:27 pm | Balas

  258. yang manut-manut aja sama dengan kambing atau kerbau…ditarik kemana aja ikut…

    Komentar oleh dodi — Mei 9, 2009 @ 11:42 pm | Balas

  259. Gus Dur emang kontroversial tapi kalo kita mau jernih apa yang dikatakan Gus Dur benar kok! cuman orang-orang yang gak suka aja bisanya melintir kalimat yang Gus Dur ucapin. Bravo Gus Dura ane dukung terus biar negara ini pinter

    Komentar oleh suprapto — Mei 11, 2009 @ 11:40 am | Balas

  260. mempelajari Al-Quran dan Hadist yang jelas lebih bermanfaat daripada berpayah-payah menerjemahkan kalimat Gus Dur

    Komentar oleh asyrop — Mei 18, 2009 @ 12:39 pm | Balas

  261. test

    Komentar oleh ddd — Mei 20, 2009 @ 7:13 pm | Balas

  262. Kita semua tau siapa gusdur hanya lewat media… Dulu dia Kelihatannya bagus dan hebat, dari gologan Islam, diharapkan bisa membela kepentingan Islam. Tapi semenjak menjabat jadi Presiden dimana banyak kaum muslimin di negeri ini yang mempercayakan kepadanya nasib mereka… justru kemudian malah bertolak belakang dari harapan, dia jadi seperti asal-asalan ngomong, membuat banyak orang tambah bingung pada saat krisis ekonomi yang membingungkan, seperti kelakar di warung kopi…pada posisi sebagai petinggi dinegeri ini adalah wajar kalau dia selalu disorot media dan seharusnya dia bisa menjaga lisan karena semua pembicaraannya dapat mempengaruhi situasi politik dan ekonomi bangsa dan negara serta memberikan dampak terhadap nasib orang banyak di negeri ini, yang yang paling kontroversi adalah masalah kerjasama dengan yahudi, masalah konfik Sarah di Ambon… dan belakangan ketahuan dia dibaptis di gereja… menerima penghargaan dari petinggi yahudi… yang hampir-hampir membuat negeri ini menjadi kacau-balau karena ulahnya, dan pada akhirnya diturunkan dari Jabatannya.
    Sekarang marilah kita pertanyakan apakah masih pantas untuk didengar pendapatnya? kalau menurut saya, barangkali sebaiknya kita abaikan saja semua kementarnya, biarlah dia mau berkomentar seperti yang ia mau.

    Bila masih ada media yang mengekpose berita tentang dia, median tsb juga perlu dipertanyakan, ada kepentingan apa?

    Maaf ya… komentar ini diberikan memang sudah telat. cuma ingin memberikan masukkan tambahan, mudah-mudahan ada manfaat.

    kita do’akan saja mudah-mudahan saja GD dan kita semua diberikan hidayahNya. amin.

    Komentar oleh someone — Mei 21, 2009 @ 3:17 am | Balas

  263. Ingat Jangan terlalu gampang menuduh orang di Babtis. tidak demikian karena Aku tahu sendiri rekaman VCD nya.
    Masalah gus Dur kerja sama dg Yahudi dulu itu karena Logisttik gerakan Aceh merdeka di sokong penuh Yahudi. Setelah pura2 kerjasama dg Yahudi ternyata Aman kan. baru GAM bergejolak setelah mega berkuasa karena dia gak tau cara mengakali Yahudi.

    kita memang gak tau Gus dur kayak apa. Aku mulanya juga benci Gus Dur tapi banyak hikmah peristiwa dari apa yg dia buat . Dan setelah sekian lama akhirnya aku baru paham tentang apa yg membuat kontroversi. Berarti aku telat mikir ketimbang GD.
    Barang kali yang lain gitu yaa…?

    Komentar oleh Anjani — Mei 21, 2009 @ 3:36 pm | Balas

  264. SETUJUUU…
    Contohnya aja waktu jaman jahiliyah Orde Baru . saat itu SDSB (judi berkedok sumbangan) sangat membumi seakan halal 100% tapi apa ada ulama yg bisa dan berani membubarkan ?

    Ternyata Gus Dur punya trik Jitu . Dia langsung membakar emosi semua Ulama dg mengatakan SDSB Halal. Setelah Demo besar-besaran maka Pemerintah Orba membubarkan SDSB.
    Saat gus Dur ditanya kenapa SDSB halal ?
    Dia jawab hanya untuk bikin emosi semua orang aja . Biar SDSB dibubarkan . nah kan ? Siapa sekarang yang telmi.

    Mengutip omongan Wimar Witular
    ” pikiran gusdur itu berjalan cepat dan melompat-lompat sedang kita berjalan lambat jadi untuk ahu apa maksudnya tinggal nunggu peristiwanya aja”

    Komentar oleh Sofwa — Mei 21, 2009 @ 3:44 pm | Balas

  265. Kalau Gus Dur bicara saya yakin ada sesuatu dibaliknya jadi jangan makan mentah-mentah apa yang diucapkan. Gus Dur emang kontroversi tapi itulah demokrasi kalau ada yang kebakaran jenggot berarti tak tau demokrasi

    Komentar oleh suprapto — Mei 27, 2009 @ 12:54 pm | Balas

  266. demokrasi itu apa?dlam Islam hanya ada Syuro,sementara demokrasi buatan nasroni (KALIAN…red;TASYABBUH)!!!

    Komentar oleh jihadi — Mei 30, 2009 @ 10:12 am | Balas

  267. Islam itu Rahmatan lil Ngalamin artinya secara luas juga demokrasi mas!!! perbedaan adalah rahmat jadi tidak boleh mutlak-mutlakan merasa pendapat anda benar dan Saya atau Gus Dur itu salah. ane dukung anda Gus!!! 100 %

    Komentar oleh suprapto — Mei 30, 2009 @ 11:49 am | Balas

  268. itulah gus dur cara ngritiknya beda…….
    kalw sampean gak seberapa tw gus dur jangan “menegatifkan” gus dur trus…….
    coba aja diskusi ma orangnya………………..

    Komentar oleh yudha — Mei 31, 2009 @ 8:34 pm | Balas

  269. hidup gus lanjutkan perjuanganMu
    saya tahu anda lebih tahu dari saya kritikan ada sangat
    jauh lebih maju OK!!!

    Komentar oleh solikhin — Juni 3, 2009 @ 10:05 am | Balas

  270. yang nongomng dalam islam gak kenal demokrai itu berarti gak tau islam.

    dan bagi yang bilang islam gak kenal demokrasi seharusnya orang itu gak usah ngomong di forum ini, sebab apa yang diomongkannya bukan hasil syuro(musyawarah), ya kan?? kata-kata yang ditulis dan diomongkan disini pasti hasil pemikiran dan pendapat sendiri ya kan?? itu namanya demokrasi.

    dalam demokrasi orang boleh berpendapat, dalam Syuro pun ada demokrasi.

    Komentar oleh oglex — Juni 9, 2009 @ 4:05 pm | Balas

  271. Ingat Allah punya kuasa tapi tidak pernah memaksa, sedangkan tuan tidak punya kuasa tapi tuan suka memaksa.

    Komentar oleh abhm — Juli 9, 2009 @ 10:20 am | Balas

  272. Kalo ada yang g setuju Gusdur itu Kyai ya g usah menganggap Kyai dan sepertinya maksud GD sudah tercapai. (Mungkin) Masud GD adalah supaya orang-orang dapat menyampaikan pendapatnya masing2 baik itu yang pro dan kontra terhadap pernyataan tersebut atau pernyataan GD yang lain sehingga kita dapat menyimpulkan sendiri apa yang baik. Sepertinya hampir semua pernyataan GD akan membuat beberapa orang berselisih, namun dari perselisihan itu dapat diambil hikmah yang terkandung di dalamnya. Saya rasa GD juga ingin memberikan iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat tumbuh dan berkembang di masyarakat kita.

    Komentar oleh Bobi Iswahyudi — Juli 12, 2009 @ 10:31 pm | Balas

  273. udahlah mas penulis..kang dur itu tuhan’y orang NU..kl Al-Quran di buat tissue toilet ma si dur jg sah2 aj bt orang NU..si dur mah di dunia aj udah di siksa apalagi di akhirat..ente mah yang waras ngalah aj..

    Komentar oleh El Muhammad — Agustus 12, 2009 @ 1:54 am | Balas

  274. komentar pertama tanggal 26 April 2006, jadi sudah lebih dari tiga tahun masih ada yg komentar, kalau saya no coment….. teruskan komentarnya sampai kapan ya?

    Komentar oleh sty — Agustus 28, 2009 @ 10:28 am | Balas

  275. mesti di sadarkan orang2 sperti itu

    Komentar oleh zen madury — Agustus 31, 2009 @ 8:36 pm | Balas

  276. Saya tidak mendengar sendiri perkatan Gus Dur tentang kitab suci paling porno. Dan saya tidak mengetahui apa maksud Gus Dur. Lebih baik kita meminta penjelasan sama GD dulu sblm menyalahkan.Kalau GD ngejelasin, insya Allah kita juga mangut-manggut.

    Komentar oleh sadar — September 19, 2009 @ 10:44 am | Balas

  277. Toh masing-masing punya amal… kaji saja lebih dalam. jangan pernah mendikte orang lebih dahulu sebelum mendikte diri kita sendiri lebih dulu… cari hikmahnya, jangan buat keresahan, pasti masing – masing punya alasan tertentu.. islam agama yang damai.

    Komentar oleh Apunk — Oktober 10, 2009 @ 6:03 pm | Balas

  278. sesungguhnya..mereka2 yg mengatakan sedemikian x perlu di perangi kerana..bagi muslim yg beriman..muslimin sejati..mereka akan mengatakan golongn2 itu adalah musuh ketat Islam..tidak ada tempat mereka melainkn neraka dan seksa Allah SWT…ingatlah..mereka yg memburuk-burukkan AL-QURAN..akan menerima balsan yg mereka sendiri tidak terfikir..malahan mereka hanya mengeluarkan suara2 menyesal..hakikatnya mereka tahu tidak lagi d terima golongan itu…mereka tidak tahu…mengapa mereka mengagung-agungkan injil..Injil asalnya adalah salah satu Kitab muslimin..namun tlah d curi dan d sesatkn hingga skarang…jika d selidik kitab2 itu..tidak sebegitu jauh isikandungnya tapi..injil lebih kepada arah kesesatan..mereka sbnrnya tahu injil itu sudah sedia kala sesat..namaun mereka melindunginya dgn memburukan alquran..padahal mereka sudah tewas…pengadilan hanya Allah sahaja yg menentukan..mereka akan kelu berhadapan dgn kebenaran….bgi umat Islam, mereka hanya mampu bersabar dan mempertahan kn kesucian al-Quran…ingatlah golongan sesat..kmu tidak akan mnedapat kemenangan..mustahil…

    Komentar oleh wan — November 11, 2009 @ 10:37 pm | Balas

  279. sudahlah saudara2…gus dur itu manusia juga yg bisa salah. sebaiknya kita merenung pd diri kita ini sudah sejauh mana pengakuan islam kita ini, sudah sebesar apa perjuangan kita untuk islam. untuk yg diatas semua kok pemikiran kalian ndak beda jauh ya dengan orang NASRANI..apakah kalian ini sudah fasih baca basmalah??? perbanyaklah ilmu agama kalian dulu..bermanfaatkah ngasi2 coment?…

    Komentar oleh fauzy — Desember 30, 2009 @ 7:49 pm | Balas

  280. karena orang Islam banyak juga yang belum hapal isi Alquran,..mungkin beliau berkata demikian sebagai salah satu cara agar orang2 membaca Alquran,..dan banyak juga akhirnya orang yang baca Alquran membuka dan membaca isinya ,..meski cuman utk mencari istilah porno ini,..beginiilah mungkin type bangsa ini,..bila dibilang Alquran ini baik hanya dilihat disayang tapi tak dipelajari isinya,…tapi bila sesuatu itu dibilang buruk akan dicari2 keburukan2 nya,..coba dipikir secara bijaksana saja,…

    Komentar oleh ark — Januari 1, 2010 @ 7:55 pm | Balas

    • Gus Dur sudah jelas banyak sekali menghina Islam, dari menghina Al-Qur’an sebagai kitab porno (dan GD jarang mengutip ayat Al-Qur’an jika ceramah, ulama apaan tuh ?), membela artis yg porno / menginjak kaligrafi Islam, GD diobati Pendeta Kristen tapi seakan-akan dibaptis oleh ribuan umat Kristen (ada bukti videonya, cari deh di U tube), mau buka hubungan dengan Israel, dll.

      Apakah itu ulama seperti itu layak dihormati ? Padahal sudah jelas Ulama Islam di masa lalu seperti Imam Syafei, Maliki, dll dengan tegas menyatakan bahwa mereka minta jangan menghormati mereka secara berlebihan dan jika ada yg salah dengan dalil mereka yg bertentangan dengan ayat Al-Qur’an, silahkan berpedoman kepada ayat Al-Qur’an , JANGAN ke dalil mereka yg keliru. (meski jarang yg keliru).

      Jadi JANGAN JADIKAN SEORANG ULAMA SEBAGAI ORANG YG PALING HEBAT, APALAGI SEAKAN-AKAN HARUS DIBELA DENGAN NYAWA PADAHAL SUDAH JELAS-JELAS ULAMA ITU SUDAH MENGHINA ISLAM !!!

      Komentar oleh nadya — Januari 5, 2014 @ 12:30 am | Balas

  281. yang lalu biarlah berlalu, jadikan sebagai pelajaran. Saatnya kita perbaiki diri untuk menuju iman dan takwa yang lebih baik. saling menasihatilah dalam kebenaran dan kesabaran.

    Komentar oleh islamarket.net — Januari 2, 2010 @ 10:43 am | Balas

  282. Apakah orang seperti itu pantas di bilang WALI?

    Komentar oleh tingkir — Januari 8, 2010 @ 6:24 am | Balas

  283. Siapa sih yang nulis dialog di atas? Emang yang nulis mendengar sendiri perkataan Gus Dur?

    Komentar oleh Ahmad — Januari 10, 2010 @ 6:23 pm | Balas

  284. Alhamdullilah musuh Allah dah mate’… orang sinting yang sesat menyesatkan kaya gini (GD) pasti menjadi pahlawannya orang2 kafir dan munafik! Sungguh langcang orang sinting ini yg mengatakan AlQur’an itu porno dan sungguh munafik kalau ada orang yg mengaku muslim tapi dia membela musuh Allah kaya’ GD..
    Orang asing yg menghina nabi saja di fatwa mati (salman rusdhie) apa lagi orang yg mengaku kiai(nya setan) yg menghina nabi sekaligus kitab suci umat.. yg mana kitab ini merupakan mukjizat terbesar nabi Muhammad SAW..
    Geram sekali sy dengan GD dan balatentara munafikun serta kafirun yg mendukungnya…
    Nurcholis dah mati… GD dah mate'(pake singkatan karena najis bagi q untuk menyebut nama ini).. semoga ulil segera menyusul…
    UNTUK BALAMUNAFIQUN :
    TAK ADA KATA-KATA LEMBUT UNTUK MUSUH ALLAH DAN RASULNYA..

    Allahu Akbar 7x
    “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.”(Ash Shaff)
    “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”(Al Maaidah)
    “Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(AL HADIID)

    Komentar oleh abdul — Januari 12, 2010 @ 8:58 am | Balas

  285. sebagian UU APP :”sesuatu yg bersifat telanjang akan dianggap porno,dan itu melanggar hukum”..di alqur’an kan ada tentang menyusui,berarti mengeluarkan payudara kan?nah klo UU APP itu di sahkan,malah jadi bumerang bwt islam..alquran diolok2,dilarang dibaca coz mengandung pornografi,uda pst bakal diolok2 ma kaum kafir,penginjil dll..klo uda diolok2,pst umat islam terpojok n pst pada turun kejalan,,segel gereja lah,ato tempat2 ibadah lain diluar islam,klo gt..ancur aj bangsa ini, maka dari itu GD nyindir ma pembuat UU itu, soalnya org islam di indo kan bego2..dikit2 dianggap porno,sok paling islam,pdhl blom tentu paham isi alquran&hadist yg msh tegolong global,dan klo uda ancur ni bangsa..negri tetangga pst ngmbil kesempatan emas itu bwt ngendaliin indo yg uda ancur,dgn dalih “di negri ini uda di terapin syariah,jd ikutlah dgn kami”,org indo yg bego,pst nurut sambil teriak2 “Allahu Akbar”,walopun lg dijajah…hahahaha, ternyata bnr setan datang ga cm dari sisi kiri tp dari KANAN juga, ini yg BAHAYA . . . .

    Komentar oleh Juice Dur — Januari 20, 2010 @ 8:50 am | Balas

  286. GD khan buta, dya hanya bs mndengar n berbicara, jd terserah dya mw ngmg apa wlpn tnpa bkti2 yg tdk bs d lhat ny..
    gitu ja koq repooottt…

    Komentar oleh gak tw.. — Januari 29, 2010 @ 8:29 am | Balas

  287. Sebenarnya yg GOBLOK yg mana sih??
    Orang yg Taklid sama si Buta apa orang yg membela kesucian Al Qur`an???
    Persoalan ini mesti dianalisa dari berbagai aspeknya
    Suatu perkataan yg keluar adalah hukum
    Suatu kata adalah makna
    Menurut anda semua apa itu Porno???
    inilah yg mesti kita kaji
    kita semua punya kemaluan, tapi jika kita membuka pakaian kita dan memperlihatkan kemaluan kita pad diri sendiri didalam kamar mandi, apakah itu dikatakan porno?????
    Tentu saja Tidak !!!!
    Walau bagaimana, kata porno itu hanya pantas dilontarkan untuk hal-hal yg berbau maksiat yg berhubungan dengan aurat
    yang mana hal perkara itu tidak bisa diterima menurut etika agama atau norma
    Maka, cobalah fahami dulu kata Porno !!!
    Saya kira, Si Buta ini sudah terlalu gegabah mengeluarkan statemen dengan menggunkan bahasa yg salah
    Pantaskah Al Qur`an diperlakukan atau diindentikan dengan hal-hal yg yg berbau maksiat???
    Sadarkah kita, konotasi dari porno itu???
    Bagaimana jika anda mendengar Kata
    Buku Porno ?
    Video Porno ?
    Majalah Porno ??

    Lantas bagaiman jika Al Qur`an Porno ????

    Komentar oleh omar — November 15, 2010 @ 8:51 am | Balas

  288. ….. KLW LOE SEMUA MERASA ORANG MUKMIN (ORANG ISLAM) : JNGN MENGOLOK-OLOK AL-QUR’AN DAN JNGN DISAMAKN AL-QUR’AN DGN KITAB (BUKU) APAPUN SERTA JNGN DIPAKAI GUYONAN.
    …… TP KLW LOE ORANG KAFIR, GW LADENIN LOE SAMPAI MATI

    Komentar oleh yudi — Desember 27, 2010 @ 7:37 pm | Balas

  289. Kayaknya banyak yg menilai Ulama’ kalau mau menilai/mengoreksi harusnya lebih ‘Alim dari yg di koreksi..
    Sok pintar itu ilmunya IBLIS ‘Alaihi La’natullooh..
    Na’udzu billaahi Min Dzalik..

    Komentar oleh kang mAs — November 13, 2011 @ 11:41 am | Balas

  290. […] syariat (hukum) Islam, dg berbagai alasan. Semestinya mereka membaca dulu apa itu syariat Islam. – Al Qur’an = kitab porno – Jilbab = budaya […]

    Ping balik oleh Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran) « Blog Tausyiah275 — Maret 17, 2012 @ 10:05 am | Balas

  291. […] Islam menjadi bahan tertawaan atau bahan lelucon, pun termasuk dalam rangka popularitas. Dulu ada Gus Dur yg menyatakan bahwa kitab suci paling porno di dunia adalah Al Qur’an. Lalu ada tayangan2 di televisi yg memperlihatkan sekelompok orang berbaju gamis putih […]

    Ping balik oleh Ketika Agama Dijadikan Bahan Lelucon Demi Popularitas | Blog Tausiyah275 — April 21, 2013 @ 9:03 am | Balas

  292. ALQURAN ADALAH FIRMAN ALLAH,ALQURAN ADALAH KITAB SUCI..BUKAN KITAB PORNO.. YG MENGATAKAN ALQURAN KITAB PORNO BIARLAH DIA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN UCAPANNYA DIHADAPAN ALLAH SWT…KEPINTARAN TIDAK MENYELAMATKAN DARI SIKSA API NERAKA.,HANYA DG AMPUNAN-NYA KITA BERHAK MENDAPATKAN SURGANYA..ASTAGHFIRULLAAHALADHIIM..

    Komentar oleh m.bagus — September 3, 2013 @ 12:07 am | Balas

  293. kalau ilmu anda2 semua masih hanya syareat jangan berani2 menyimpulkan pemikiran gusdur..

    Komentar oleh HELMI — September 6, 2013 @ 2:03 pm | Balas

  294. Gus Dur sudah jelas banyak sekali menghina Islam, dari menghina Al-Qur’an sebagai kitab porno (dan GD jarang mengutip ayat Al-Qur’an jika ceramah, ulama apaan tuh ?), membela artis yg porno / menginjak kaligrafi Islam, GD diobati Pendeta Kristen tapi seakan-akan dibaptis oleh ribuan umat Kristen (ada bukti videonya, cari deh di U tube), mau buka hubungan dengan Israel, dll.

    Apakah itu ulama seperti itu layak dihormati ? Padahal sudah jelas Ulama Islam di masa lalu seperti Imam Syafei, Maliki, dll dengan tegas menyatakan bahwa mereka minta jangan menghormati mereka secara berlebihan dan jika ada yg salah dengan dalil mereka yg bertentangan dengan ayat Al-Qur’an, silahkan berpedoman kepada ayat Al-Qur’an , JANGAN ke dalil mereka yg keliru. (meski jarang yg keliru).

    Jadi JANGAN JADIKAN SEORANG ULAMA SEBAGAI ORANG YG PALING HEBAT, APALAGI SEAKAN-AKAN HARUS DIBELA DENGAN NYAWA PADAHAL SUDAH JELAS-JELAS ULAMA ITU SUDAH MENGHINA ISLAM !!!

    Komentar oleh nadya — Januari 5, 2014 @ 12:31 am | Balas

  295. yang pikirannya ngeres pasti bilangnya al quran itu kitab porno.
    apalagi kalo benci seseorang, orang itu bilang bener aja di katain salah, anjing, bajingan, murtad, kafir …..
    gitu aja kok repot …

    Komentar oleh naqoza — Januari 5, 2014 @ 8:52 pm | Balas

  296. “Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam InJIL kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha” – Gus Dur

    Yang men-detil-kan menyusui dengan mengeluarkan tetek kan Gus Dur sendiri. Redaksional di Al Qur’an-nya ngga detil gitu kok. Yang bilang Al Qur’an porno kan Gus Dur, yang meng-interpretasi-kan Al Qur’an dengan cara yang demikian kan Gus Dur, dan yang menjadikan Al Qur’an itu guyon dan meng-guyon-kan Al Qur’an kan Gus Dur sementara ada surat dan ayat Al Qur’an yang melarang menjadikan Al Qur’an sebagai bahan becandaan.

    Kebaikan-kebaikan yang beliau sudah lakukan layak di apresiasi, tapi hal-hal yan seperti ini yang datangnya dari ulama sekaliber Gus Dur pun perlu dicermati dengan objektif. Tokoh sebesar Gus Dur adalah public figure yang ucapan, tulisan dan tindakannya akan selalu mempunyai dampak.

    Saya pribadi menyayangkan guyonan Gus Dur yang satu ini karena tidak layak jadi guyonan.

    Dan bagian “Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu”…jawabannya banyak. Silahkan cari dialog-dialog pembahasan agama atau perbandingan agama di internet.

    Komentar oleh Robby Atmaja — April 16, 2014 @ 9:44 am | Balas

  297. yah.. yuk kita istighfar.. supaya kita jaga /kata2 yg tidak seharusnya tidak patut d ucapkan… coba duduk bersama berdoa. NU/MUHMADIAH/Persis dll.. qt sama2 menyembah ALLAH. sama sama islam. jangan sling menyalahkan..krn perbuatan yg tidak menyenangkan biasanya d tunggangi setan.. baik ucapan dan perbuatan… marilah saudara se iman… kita rptkan barisan… jangan sampai setan tersenyum melihat qt berselisih… istighfar bersma2 setiap detik, menit sampai menutup mata.. Aamiin

    Komentar oleh yudy — Desember 11, 2014 @ 11:01 pm | Balas

  298. akan tetapi pengalaman sy dlm alqitab lebih bnyak membicarakan porno dri pda alquran ..tolong di perbaiki pak gusdur dan tolong di pelajari jika anda seorang yg berpendidikan

    Komentar oleh rahmania — Januari 9, 2016 @ 7:06 am | Balas

  299. sebenarnya klo pun benar gusdur bilang quran kitab porno, itu maksudnya utk menyindir kitab agama tetangga yg sangat porno
    ini disebut teknik mencela diri sendiri utk menyindir orang lain

    Komentar oleh ahdi — Mei 13, 2016 @ 6:19 am | Balas

  300. http://penjual-mimpi.blogspot.com/2010/01/penjelasan-perkataan-gus-dur-al-quran.html?m=1
    Baca blog ini boss.. jgn ada pertikaian..

    Komentar oleh galuh — November 17, 2016 @ 1:15 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: