Blog Tausiyah275

April 18, 2006

Sikap Kaum Hindu terhadap Islam

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 10:16 am

*artikel ini terkait dengan artikel tentang pornografi berikut*

Sebuah majalah Hindu Bali mencurigai Islam lewat RUU APP. Sebelum Bali menolak RUU itu, ‘para provokator’ sudah datang ke pulau itu. Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini ke-144

Oleh: Adian Husaini

Beberapa hari lalu, saya mendapatkan kiriman sebuah majalah bernama “Majalah Hindu RADITYA”. Pada edisi April 2006, majalah Hindu ini menurunkan tulisan-tulisan yang sangat keras dan tajam dalam menentang RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Sampul depan RADITYA dihiasi dengan tulisan-tulisan yang menusuk: “AWAS TALIBAN DATANG LEWAT RUU PORNO”.

Majalah ini dibuka dengan tulisan Editorial berjudul “Tolak RUU Porno” yang ditulis oleh Putu Setia, seorang wartawan Hindu. Putu menguraikan, bahwa porno itu ada dalam pikiran, dan bukan pada objeknya. Porno juga tidak sama dengan telanjang.

Putu Setia menulis:

“Seorang wanita mendandani tubuhnya dengan mulus, dia tidak pernah bermaksud porno, tetapi pikiran lelaki yang melihatnya itu yang porno. Kenapa harus wanita yang dipersalahkan?… Turis berbusana amat minim berjemur di Pantai Kuta. Kenapa harus dilarang memperlihatkan bagian-bagian tubuhnya? Orang Bali di pedesaan juga masih mandi di pancuran umum, atau di kali dengan telanjang. Konsentrasinya pada mandi, bukan untuk menarik perhatian orang. Salah para lelaki kalau mau melirik dan lebih salah lagi kalau melontarkan tuduhan: porno. Ketelanjangan ini yang disamakan dengan pornografi oleh penyusun RUU APP. Jelas salah besar, karena porno dan tidaknya tergantung bagaimana posisi pikiran pada saat itu. Kalau pikiran sudah diset ke porno, wanita dibungkus bak pocong pun akan membangkitkan birahi. Kalau busana yang tertutup itu dilepaskan dan wanita itu ternyata kurus, kudisan, panuan, apa itu masih merangsang birahi?”

Pola pikir Putu Setia itu memang khas cara pandang sekular-liberal, dan jelas sangat keliru dan fatal. Sebab, dengan begitu, maka tidak perlu ada regulasi atau aturan apa pun terhadap objek seni atau tontonan.

Lalu, untuk apa ada aturan-aturan tertentu terhadap objek seni? Untuk apa ada larangan adegan telanjang di TV? Untuk apa para artis diwajibkan pakai baju jika tampil di TV ? Bukankah menurut Putu Setia, porno itu ada pada pikiran penonton, dan bukan pada objek ? Jika ada anak Hindu bermain-main dengan turis-turis telanjang di Kuta dan terangsang birahinya, maka yang salah bukanlah ketelanjangan si turis, tetapi pikiran si anak itu yang porno. Jadi anaknya yang salah karena berpikiran porno, bukan turis yang telanjang itu yang salah. Apakah logika Putu Setia semacam itu masuk akal ? Jelas tidak !Jelas salah !Tetapi, sayangnya, Majalah Hindu RADITYA memang sedang tidak berlogika sehat, melainkan membangun semangat kebencian dan kecurigaan berlebihan terhadap Islam.

Putu Setia menulis : “Saya tetap menolak RUU APP ini meskipun sudah direvisi.” Sikapnya hanya satu: TOLAK ! Tidak ada tawar menawar. Bahkan, sekali pun, Bali dikecualikan dalam RUU APP ini, Putu tetap menolak. Jadi, katanya, “Penolakan saya dan seluruh masyarakat Bali sudah harga mati. Kembalikan saja draf RUU APP ini kepada anggota Komisi VIII DPR untuk disimpan dengan ucapan terimakasih.Jangan dibahas lagi.”

Pendapat seperti ini sudah banyak dikemukakan di media massa. Tetapi, majalah RADITYA mengangkatnya menjadi pendapat dan sikap resmi kaum Hindu di Indonesia.Mereka tidak peduli sama sekali dengan keresahan umat Islam tentang bahaya merebaknya pornografi bagi anak-anak Muslim, yang mayoritas di negara ini. Sikap mereka tegas, tanpa kompromi. Tidak ada tawar-menawar. Pokoknya, Tolak! Titik.

Sebuah tulisan lain dalam Majalah ini berjudul “WASPADAI REZIM TALIBAN DI BALIK RUU ANTI PORNOGRAFI’’. Di sini dikutip ungkapan Anand Krishna yang menyatakan adanya konspirasi asing yang tengah menghimpun kekuatan untuk menghancurkan Indonesia.

Termasuk di dalamnya adalah RUU APP, yang kata Anand Krishna, hanyalah kekuatan pemecah belah bangsa. Menurut Anand, RUU APP mewakili satu kepentingan budaya luar, budaya fundamentalis Taliban. “Awalnya memang lunak, tidak boleh ini-tidak boleh itu, terus ada denda, tapi lama kelamaan akan berakhir seperti di Afghanistan. Perempuan tidak boleh sekolah, bekerja dan keluar rumah. Hasilnya apa? Afghanistan hancur dalam sekejap,” kata Anand disambut tepuk tangan gemuruh ratusan peserta yang hadir di Universitas Udayana waktu itu.

Membaca Majalah Hindu RADITYA ini, kita tahu, bahwa para provokator sudah datang terlebih dahulu ke Bali untuk memanas-manasi masyarakat Bali agar bersikap keras dan tanpa kompromi terhadap RUU APP.

Ungkapan Anand Krishna itu tentulah sangat berlebihan dan sangat keterlaluan, sekaligus sangat berbahaya, karena telah memasukkan unsur-unsur provokasi kebencian dan kecurigaan terhadap umat Islam.

Ke depan, ini akan dimanfaatkan, untuk semakin menyuburkan kecurigaan dan ketidakpuasan terhadap bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim, sehingga selama perdebatan tentang RUU APP ini, pun sejumlah media liberal bersemangat mengekspose ancaman kaum Hindu Bali untuk memisahkan diri dari NKRI.

Anand Krishna mengancam, bahwa jika RUU APP disahkan, maka itu sama dengan Taliban sudah lahir di Indonesia.

Di majalah Hindu ini juga dimuat kembali artikel Goenawan Mohamad yang berjudul: ‘RUU Porno: Arab atau Indonesia?’ yang pernah dimuat di Koran Tempo, 8 Maret 2006. Goenawan menuduh, nilai-nilai di balik RUU APP yang dia sebut “RUU Porno” datang dari nilai-nilai yang diilhami paham Wahabi, dan tidak semua orang Muslim Indonesia bersedia tanah airnya dijadikan sebuah varian Arab Saudi.

Dengan tuduhan-tuduhan dan provokasi dari Goenawan, Anand Krishna, Putu Setia, seperti itu, tentu saja, masyarakat Hindu Bali kemudian mendapatkan tambahan suntikan untuk melawan RUU APP. Dan senjata yang digunakan untuk menolak pun adalah sikap resmi keagamaan. Ada satu tulisan dalam majalah ini berjudul: “Porno Menurut Pandangan Hindu; Porno itu ada pada pikiran”.

Ada juga tulisan berjudul: “Budaya Hindu Akrab dengan Penis dan Vagina”. Juga, judul tulisan, “Hindu Menghormati Gairah Seksual.” Tentu saja, umat Islam tidak seyogyanya memaksakan konsep agamanya kepada kaum Hindu yang minoritas di Indonesia. Umat Islam sangat bersedia bertoleransi, dan siap memberikan kebebasan kaum Hindu untuk mengekspresikan dan melaksanakan ritual agamanya.

Tetapi, seyogyanya, kaum Hindu yang minoritas juga menghormati umat Islam yang mayoritas untuk menjalankan ajaran agamanya, termasuk dalam soal aurat. Karena jelas, konsep aurat dalam Islam berbeda dengan kaum Hindu. Maka, logikanya, adalah sangat masuk akal, jika dengan pertimbangan keagamaan, maka umat Hindu Bali dikecualikan. Itu logis, dan sangat logis. Tetapi, anehnya, kaum Hindu Bali, seperti ditulis Putu Setia, bersikap tidak mau kompromi terhadap RUU APP. Pokoknya, harus ditolak, TITIK! Tidak perlu dibahas.

Di sinilah, sayangnya, kaum Hindu Bali terprovokasi oleh kaum liberal seperti Goenawan Moehammad, yang menakut-nakuti kaum Hindu Bali dengan isu Wahabisme dan isu Taliban.

Tapi, terlepas dari itu semua, kaum Muslim Indonesia, perlu melakukan perenungan yang mendalam. Mengapa kaum minoritas Hindu bersikap begitu berani terhadap umat Islam.

Dalam acara Tabligh Akbar dalam rangka Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw di Madjid Al-Barkah, pekan lalu, seorang ulama mengingatkan kaum Muslim, agar menyadari kondisi dirinya. Bahwa, mereka saat ini dianggap laksana bangkai, laksana mayat-mayat, yang suaranya tidak perlu diperhatikan. Kelompok-kelompok minoritas, bahwa beberapa individu saja, bisa bertindak semaunya sendiri di Indonesia, tanpa mengindahkan suara umat Islam. Majalah Playboy, yang dikelola hanya beberapa ‘biji’ manusia, pun berani diterbitkan di Indonesia; tidak peduli dengan keberatan umat Islam.

Kita perlu menyadari bahwa negeri Muslim terbesar ini sedang dikeroyok dan dikerjai habis-habisan melalui proses liberalisasi yang sangat liar, dalam berbagai bidang.

Di bidang moral, penerbitan media-media informasi porno sudah begitu merajalela. Playboy hanyalah salah satu dari sekian banyak majalah dan tabloid porno di Indonesia. Dengan liberalisasi di bidang informasi, maka pemerintah pun sudah dikebiri dan tidak memiliki wewenang untuk bertindak. Semua keputusan benar atau salah, porno atau tidak, diserahkan kepada masyarakat.

Jika mayoritas masyarakat suka pornografi, maka pornografi menjadi benar. Jika mayoritas setuju dengan perzinahan, maka perzinahan pun menjadi halal. Itulah cara pandang sekular-liberal, yang tidak mengakui adanya nilai-nilai yang tetap dalam moral.

Menghadapi serbuan liberalisasi moral itu, sebagian tokoh umat Islam kemudian melakukan tindakan nahi munkar dengan ‘tangan’, dengan cara melakukan tindakan fisik dengan merusak simbol-simbol pornografi, seperti majalah Playboy. Tapi, mereka kemudian justru diopinikan oleh media-media liberal sebagai orang-orang barbar, anarkis, dan pantas dijebloskan ke penjara. Kekuatan media massa begitu besar untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.

Playboy seolah-olah menjadi tidak salah, karena sudah taat hukum, sedangkan para ulama dan aktivis umat yang menentangnya dipersepsikan sebagai orang-orang yang picik dan biadab. Inilah ujian dan fitnah besar yang sedang dihadapi oleh umat Islam Indonesia.

Liberalisasi bidang pendidikan di Indonesia telah melahirkan fenomena yang sangat mengerikan. Kezaliman begitu nyata. Untuk masuk masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebuah perguruan tinggi negeri di Jakarta, seorang mahasiswa harus membayar Rp 10 juta.

Untuk masuk sebuah fakultas kedokteran – melalui jalur khusus – di sebuah universitas negeri di Jawa Barat, seorang mahasiswa bisa menghabiskan dana Rp 300 juta.

Mau jadi apa pendidikan kita ke depan? Pemerintah harusnya sadar, bahwa komersialisasi pendidikan seperti itu akan membawa dampak yang sangat fatal bagi masa depan bangsa. Harus ada penyelamatan yang serius dan revolusironer terhadap kondisi pendidikan Indonesia. Alasan kemiskinan sangatlah tidak masuk akal.

Negara-negara miskin atau yang ekonominya tidak berbeda jauh dengan kita, seperti Sudan, Maroko, Syria, Mesir, Filipina, India, dan sebagainya, bisa menyediakan pendidikan dan buku-buku murah untuk rakyatnya. Pemerintah harus berani mengambil tindakan yang revolusioner dan berpikir untuk menyelamatkan
bangsa dalam jangka panjang, bukan sekedar menjaga popularitasnya untuk kepentingan kekuasaan jangka pendek. Liberalisasi dalam dunia perguruan tinggi harus segera dihentikan.

Tentu saja yang lebih mengerikan adalah liberalisasi dalam bidang agama, terutama dalam aqidah Islam melalui penyebaran paham Pluralisme Agama. Paham ini pelan tapi pasti melucuti keimanan dan keyakinan setiap pemeluk agama terhadap kebenaran agamanya sendiri.

Kini, di Indonesia, bertebaran ratusan LSM yang menyebarkan paham ini dengan biaya LSM-LSM dan negara-negara asing. Jika peredaran paham ini tidak ditangani serius, jangan terkejut jika 10 tahun lagi, akan banyak guru agama yang mengajarkan paham ‘penyamaan agama’ ini kepada anak didik kita. Na’udzubillah min dzalika.

Kita perlu sadar akan potensi dan posisi kita sekarang. Siapa kita sebenarnya, dan siapa yang sebenarnya sedang kita hadapi. Jika kita ‘kancil’, janganlah kita merasa sebagai ‘singa’. Kita memang banyak jumlahnya. Tetapi, negara sekecil Singapura pun bisa mempermainkan kita. Jumlah kita sekarang 1,3 milyar jiwa, tapi dipermainkan kaum Zionis Yahudi yang jumlahnya tidak lebih dari 10 juta jiwa. Wallahu a’lam. (Jakarta, 14 April 2006/hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini merupakan hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

Iklan

55 Komentar »

  1. kopipes ah, kasih link yang asli dong.

    linknya ada di bawah, hidayatullah.com

    Komentar oleh andriansah — April 18, 2006 @ 10:56 pm | Balas

  2. panjang!!!
    males bacanya

    uhuk…uhuk…
    *geleng2 kepala melihat sikap Bi[G]*

    Komentar oleh Bi[G] — April 19, 2006 @ 10:27 am | Balas

  3. Numpang tanya, jadi kalau RUU Porno disyahkan, apakah orang-orang Bali nanti dilarang untuk mandi di depan umum? Dan turis2 asing dilarang tanning di pantai Bali?

    setau saya, untuk beberapa daerah tertentu ada dispensasi.
    jadi, tidak terlalu ketat dan kaku kok aturannya… 🙂

    Komentar oleh a0z0ra — April 20, 2006 @ 6:05 pm | Balas

  4. orang2 pada menolak RUU APP, tapi dilain waktu menanyakan tentang BSF ( badan sensor film ) katanya kok meloloskan adegan2 yg ga pantas ditonton/porno….weleh2 maunya apa ya orang2 tsb,,maju terus RUU APP

    maka daripada itu, mas Darmawan…mereka tidak jelas dan tidak konsisten..
    namun, jika memang berniat memberantas pornografi, mesti sikat semuanya…jangan pilih2.. 🙂

    saya juga ndukung RUU APP lhoo… 🙂

    Komentar oleh ns darmawan — April 28, 2006 @ 3:28 pm | Balas

  5. gw setiap baca blog ini selalu mikir..

    LO PUNYA PENYAKIT KEPRIBADIAN GANDA AKUT YA?!

    ah…pikiran mas Ardho saja yg mikir seperti itu…
    biasa aza kok… 🙂

    Komentar oleh aRdho — April 28, 2006 @ 10:15 pm | Balas

  6. waduh pak, mau pake rationalisasi ya? dan musi diingat, islam anarkis selalu membawa “atas nama umat islam”. apa seperti itu islam yg benar? anda mau dibilang anarkis? muslim kan?

    ah…klaim tidak selalu dilakukan oleh kaum Islam anarkis…
    George Bush juga mengklaim jadi nabi dan diperintahkan untuk melawan musuh2 amerika…

    dan musi diingat, negara yg mayoritas muslim ini adalah negara yg bodoh dan ga mau belajar dari kesalahan karena sombongnya minta ampun.. dah goblog sombong lagi.. dan, penyumbang statistic kebodohan itu ada di kalangan mayoritas.. jadi, sorry ni.. hardfact!

    tidak perlu kata2 kasar untuk memberikan pendapat/komentar…malah akan menunjukkan kualitas diri anda tidak jauh berbeda dg komentar anda 🙂

    US juga tidak mau belajar dari kesalahan…apakah lantas semua orang kristen mau dibilang dg komentar kasar anda? 🙂

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — April 29, 2006 @ 5:04 pm | Balas

  7. sama aja percaya dengan kode yang telah dirilis bertahun2 silam sedangkan saat ini bugnya udah berjuta-juta tapi gak bikin patch..

    BASI! bikinan manusia koq diagung-agungkan..

    uhuk…uhuk…mas Krekker, bisa diperjelas lagi ndak komentarnya…agar semua orang bisa mengerti dan punya pemikiran yg (barangkali) sama dengan mas Krekker 🙂

    Komentar oleh krekker — April 29, 2006 @ 6:56 pm | Balas

  8. wah wah, maap kalo ada kata kasar, tapi kata yang mana ya yg kasar?

    kata2 gublok, bodoh pada komentar yang ditujukan pada orang, saya rasa bisa dikatakan kasar…

    ngomongin kualitas diri orang cuman dari kritikannya? penilaian dangkal mas.. dari tulisan2 seabreg2 mas aja saya belum berani nilai mas org yg kae gimana..

    seperti Aa Gym katakan..
    jika yang keluar dari poci = teh, maka bisa diyakinkan bahwa isi poci = teh

    dan masalah US, hey, pihak gereja / kristiani ga mendukung aksi2 militeristik dan penjajahan terselubung yg mereka lakuin. plz, jangan pake kacamata kuda dong, kalo menilai sesuatu..

    hmmm…saya menggunakan kacamata minus kok…bukan kacamata kuda :-B 😉

    dan bush itu buat saya adalah utusan iblis yg ngaku2 dikirim tuhan [banyakkan iblis yg niru2 tuhan]

    untuk urusan ini saya tidak mau berkomentar 🙂

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — Mei 1, 2006 @ 9:50 am | Balas

  9. masalah jadi carut-marut, mungkin penyebabnya antara pemimpin dengan rakyatnya tidak sejalan. penguasa kenyang, tapi masih banyak rakyat yang kelaparan. jadinya, banyak yang masih berpikir “perut saja belum beres, sudah bikin aturan macam-macam”. coba kalau kita makmur seperti brunei? di sana tak ada masalah dengan pornografi, kan? di sana islam mayoritas, tapi semua makmur. lha di sini? kita memang mayoritas, tapi hanya secara kuantitatif. kalau kondisi ekonomi belum baik, memaksakan diri menjadi mayoritas kualitatif bakal jadi rumit kayak gini. saling hujat, saling fitnah. tapi mudah2an yang menanggung dosa bukan kita yang saling berantem, melainkan orang mulai sukarno sampai sby serta pejabat2 bawahannya. biarlah neraka paling dasar untuk mereka saja, bukan rakyat kecil seperti kita. maaf terlalu panjang.

    hmm..tenang mas Sahrudin.. jangan emosi 🙂
    yang penting, mari kita terus berjuang…saling mengingatkan sesama muslim…berusaha meningkatkan kualitas diri…seraya tak lupa berdoa kepada ALLOH SWT (ikhtiar dan tawakal), insya ALLOH…segala sesuatunya akan lebih baik…jika tidak di jaman kita, insya ALLOH di jaman keturunan2 kita.

    aamiin.. 🙂

    Komentar oleh sahrudin — Mei 1, 2006 @ 6:26 pm | Balas

  10. oh ya, menambah sedikit.

    banyak juga boleh kok mas Sahrudin… 🙂

    saya hanya mau bilang yang mengisi comment tanpa berani menunjukkan identitasnya adalah “pengecut”. pengecut itu sama dengan teroris. berani memancing perhatian, tapi bersembunyi dibalik identitas yang tidak jelas. pengecut-pengecut semacam inilah yang justru hanya memperkeruh suasana.
    di beberapa negara, pemilu sudah dilaksanakan secara online. nah, di negeri ini, mana bisa? masih banyak pengecut yang tidak jelas identitasnya, tidak jelas bentuknya, hanya bisa mencari masalah saja. ke toilet aje, deh!
    heheh. sori ya kalau ada yang tersungging.

    uhuk…uhuk…saya tidak mau banyak komentar saja 😉

    salam,

    sahrudin, kalimantan timur

    salam kembali mas Sahrudin…terima kasih untuk komentarnya 🙂

    Komentar oleh sahrudin — Mei 1, 2006 @ 6:35 pm | Balas

  11. salam,

    atau haruskah saya mengucapkan ‘assalamu’alikum’? (untuk membahasakan ‘salam’ ke dalam bahasa yang anda mau mengerti)

    bagi saya (nb : saya beragama Hindu), pengucapan ‘assalamu’alikum’ sama sekali tidak mengganggu atau melunturkan keimanan saya, yang tidak akan saya jelaskan disini, karena ‘assalamu’alikum’ yang saya lafalkan, saya apresiasi sepenuh hati, tidak untuk mencampuradukkan agama atau melecehkan agama Islam, melainkan untuk membahasakan salam ke dalam bahasa anda atau tepatnya bahasa yang anda mau mengerti.

    mungkin anda dan beberapa teman yang membaca komentar ini tidak setuju dengan pelafalan ‘assalamu’alikum’ oleh saya yang nb beragama Hindu dengan berbagai macam dalil. thats fine! at least, anda kritis.

    namun setelah anda membaca niat saya mengucapkan ‘assalamu’alikum’ (yang telah jelas saya tulis di atas), apakah anda masih mempersalahkan saya?

    jika iya, maka karakter posting dan re-comment anda di blog ini benar adanya…

    dan jika ilustrasi yang saya berikan di atas tidak cukup dimengerti, berikut kejujuran hati saya.

    posting dan re-comment dalam blog anda ini menggambarkan bahwa anda tidak mau mendengarkan bahasa lain selain bahsa yang anda mau dengarkan yang tidak lain tidak bukan adalah keyakinan anda, yakni Islam sesuai dengan tafsir anda. apapun topiknya, dalam hal ini adalah sikap kaum Hindu terhadap Islam, apa yang menurut anda tidak logis ya tidak logis, TITIK. sedangkan apa yang menurut anda logis, logis, TITIK. tanpa bersusah payah, saya bisa berkesimpulan mereka yang tidak sependapat/sepaham dengan anda adalah SALAH menurut anda.

    ini adalah karakter yang tertuang dalam RUU APP. kebenaran menurut segelintir orang yang menganut paham tertentu yang di-UNDANG-UNDANG-kan.

    anda adalah himpunan bagian dari kebenaran tersebut.

    bagaimana dengan teman-teman yang tidak sepaham?
    bagaimana dengan teman-teman yang bahkan tidak mengerti apa makna kata ‘aurat’ (yang jelas-jelas diadopsi dari istilah dalam aqidah Islam) yang termuat dalam RUU tsb?

    kalau tidak salah, anda dan saya sama-sama orang Indonesia kan??

    Komentar oleh NYOMAN AISANIA WIBHUTI — Mei 2, 2006 @ 7:17 am | Balas

  12. seorang teman berkelakar “kaum Muslim bukanlah teroris, tapi yang jadi teroris kok banyak muslim ya???” tanya knapa???
    “mayoritas-minoritas? katanya toh yang korupsi, penjahat, pengebom, penjilat, provokator,dan sebangsanya mayoritas juga ya???” tanya knapa?? jangan hanya kalau yang ginian pake minoritas mayoritas, giliran yang (katanya)mayoritas terlibat kriminal bilangnya”ah itu kan urusan masing-masing”(munafik!!!!)

    wajar kok mas Hafidz…musuh2 Islam tidak suka dg Islam, sampai Islam hancur…
    sayangnya, insya ALLOH, ISLAM TIDAK AKAN HANCUR 🙂

    Komentar oleh Moh.Hadist Hafidz — Mei 2, 2006 @ 7:48 am | Balas

  13. saya juga stop komentar di blog ini lagi, udah ada yg omongin penilaian saya terhadap penulis blog ini.

    lho..kok stop?
    mari kita diskusi mas NNFYTK 🙂
    boleh saya tahu omongan yg mana ya?? 🙂
    masa anda stop begitu saja mas??

    daripada nyari jawaban untuk counter, lebih baik berpikir [intropeksi] ke diri sendiri dulu.

    lho…justru itu…mari kita diskusi..
    jika ada yg salah pada diri saya, silakan anda tunjuk dan berikan alasannya… 🙂

    itu yg diajarin orang tua gw [kalo mo nunjuk kesalahan ke orang lain, coba tunjuk dulu kesalahan itu ke diri sendiri. kalo ga ada, baru bole tunjuk. kalo ada, mending jangan nunjuk]

    jika semua orang merujuk ke kalimat anda, maka tidak akan pernah ada koreksi/kritik…karena semua orang PADA DASARNYA PUNYA SALAH. 🙂

    peace ahhh

    sama-sama..peace juga 🙂

    Komentar oleh noneedforyoutoknow — Mei 2, 2006 @ 12:25 pm | Balas

  14. bukan liberalisme yg shrsnya di emohi berlebihan spt dlm tulisan ini…kapitalisme, bro, itu yg sbnrnya ngancurin fisik dan moral negara ini..

    see, beda bgt esensinya antara liberalis dan kapitalis…

    wah..mas Yeah…*sayang sekali anda tidak menunjukkan jati diri anda* sebenarnya kapitalis dan liberalis itu kakak beradik…di mana salah satu hadir, maka yg satu menemani…

    jadi, yaa…kita mesti ‘bertahan’ dari ‘serangan’ keduanya.. 😉

    Komentar oleh yeah — Mei 4, 2006 @ 9:41 am | Balas

  15. Menjadi kualitatif itu termasuk menjadi individu yang independen dan tidak merasa “kecil” bukan? Dengan menyuarakan ke-“kecil”-an kita, otomatis kita jadi pengecut yg menyerah pada nasib.
    Jangan salahkan orang yang tanpa nama mas. Ada banyak hal yang perlu dilindungi, terutama kebebasan berpendapat. Dalam berpendapat, nama tidak penting yang penting itu isinya. Lagipula kalau kita yakin negara ini benar menegakkan hukum atau kita yakin kalau negara ini bebas oleh kelompok premanisme dan tindakan pengecut lainnya yang anarkis hal tersebut tidak soal. UU yang sekarang saja ada anda tidak berani menjamin kalau terlaksana, untuk apa RUU baru yang cuma jadi beban ongkos negara. Anda dpt cipratan dr dpr mas? Mending benerin aja dulu BSFnya, itu kalo bisa.
    Dan utk masalah liberalis dan kapitalis, sepertinya anda belum cek bursa saham dan reksadana yang kapitalis.
    Jangan munafik.
    Maaf kalau ada yg tersinggung.

    hehehe… 🙂
    reksadana tidak semuanya kapitalis kok.. 🙂
    lagipula jika kapitalis = usaha untuk memperkaya diri sendiri –> dibolehkan dalam Islam, NAMUN tidak mendzalimi orang lain 🙂

    Komentar oleh apalahartisebuahnama — Mei 30, 2006 @ 4:56 am | Balas

  16. mengenai terorisme. Dephan Amerika mendefinisikan : sebuah serangan kepada obyek obyek sipil atau masyarakat sipil. Jadi saya ingat saat Amerika mengebom Hiroshima dan Nagasaki dimana 600.000 orang mati (anak-anak, wanita, orang tua) itu juga berarti sesuai dengan definisi di atas. Kalau Jepang sebelumnya mengebom Pearl Harbour yg notabene adalah sasaran militer jadi tidak bisa dikategorikan terorisme. Negara manakah yang pernah menjatuhkan bom nuklir pada sasaran sipil ? Jawabnya hanya satu negara : Amerika Serikat.

    ah…AS terlalu banyak bersilat lidah :p

    Komentar oleh Wahyu — Juni 21, 2006 @ 2:53 pm | Balas

  17. Agama tidak perlu diperdebatkan. Agama adalah jalan untuk mencapaiNYA. Ketika kebencian dan kemunafikan masih ada dalam diri kita, mustahil akan bisa mencapaiNYA.

    terima kasih mbak(?) kunang-kunang 🙂

    Komentar oleh kunang-kunang-anarung-sasih — Juni 23, 2006 @ 8:01 am | Balas

  18. Puisi anak Bali yang menentang undang2 pornografi

    “Suara Hati Anak Pantai”

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Jangan salahkan turis pakai bikini
    Mereka mencari matahari
    Di pantai kebanggaan negeri ini
    Untuk itu tolong pahami
    Tak mungkin berjemur pakai dasi

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Mulailah introspeksi diri
    Kelak kau temukan kebenaran sejati
    Jangan banyak teori
    Apalagi merasa suci
    Engkau sendiri berpoligami

    Kami anak pantai
    Terbiasa dengan pemandangan begini
    Biar pun rambut warna-warni
    Kami masih punya nurani
    Tak pernah ada syahwat menari

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Silahkan engkau datang kemari
    Nikmati alam anugerah ilahi
    Kami sambut dengan suka hati
    Surfing pun kami ajari
    Meluncur di atas ombak tinggi
    Akan tetapi…
    Jangan engkau pelototi
    Kalau ada bodi seksi
    Apalagi sampai birahi

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Mereka jangan dicaci maki
    Apalagi dituduh pornografi
    Semua itu keindahan! tubuh yang alami
    Dari negeri Sakura sampai Chili
    Semua ada disini
    Biarkan semua bangsa berbaur dalam damai
    Mereka tidak cari sensasi
    Tapi menghilangkan kepenatan sehari-hari

    Jangan fanatik budaya Arab Saudi
    Ingat budaya Indonesia asli
    Sensual tapi penuh arti
    Jika kau paksa terapkan di Bali
    Semua itu akan jadi basi

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Jika engkau sudah datang kemari
    Satu hal yang saya peringati
    Meski ada turis cantik sekali
    Jangan kau jadikan istri

    hihihi…puisi yg lucu 🙂
    terima kasih sumbangan puisinya 🙂

    Komentar oleh jadmebali — Juni 23, 2006 @ 8:08 am | Balas

  19. just one question.. Is Indonesia a Moslem country?

    Komentar oleh sum1_who_wants_2_know — September 29, 2006 @ 10:40 pm | Balas

  20. Hindu Cinta Damai…

    Komentar oleh Budi — Januari 10, 2007 @ 2:42 pm | Balas

  21. Astagfirullah….Gue sih bukan org suci cuman gue mau sedikit berkomentar tentang orang hindu di Indonesia khususnya di Bali, Mereka saking kentalnya sampai rela nyepi 1 hari 1 malam ngga ngelakuin apa² bahkan yg muslim di sana pun pernah dilarang sholat jum’at karena pas bertepatan mereka nyepi….Gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………Sentimen bgt sama islam semoga gue adalah org yg selalu beruntung di dunia dan di akhirat,amin….

    Komentar oleh adelova — Februari 9, 2007 @ 10:19 pm | Balas

  22. Astagfirulah…….jangan kelewatan kalau menuduh mas adelova apa anda pernah melihat hal tersebut jangan-jangann anda hanya sebgai propokator mas ade…. iklim indonesia lagi musim panas eh anda malah memanasi saja…. kita sebagai kaum muslim gak boleh berpadangan picik dan sempit….. anda harus membantu pemerintahan SBY untuk tidak muncul konflik dan polemik memecah negara kesatuan NKRI……merdeka euy……..hidup indonesia…………….assalammualaikum wrb

    Komentar oleh joni — November 27, 2007 @ 6:19 pm | Balas

  23. Islam bangsat!! sudah merebut jawa, sekarang mau menghancurkan bali!! dasar islam ga bisa maju! sok! munafik! fanatik! bangsat! inget agamamu seperti apa! jgn ngurusi hal yg ga penting dulu… urusi pribadi dulu! bnyak orang islam yang sangat amat buruk kok! intinya saya orang kejawen asli dari tanah jawa. pengikut siti jenar dan sabdo palon sangat mmbenci islam dan ajarannya yang mengcopy dari Weda.

    Komentar oleh siti jenar — Desember 11, 2007 @ 3:28 pm | Balas

  24. Saat ini, Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Sedangkan sebagian besar dari krisis ini disebabkan oleh agama.

    Agama Islam adalah agama dari rumpun Abrahamik seperti halnya Kristen dan Yahudi. Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.

    Penduduk Indonesia adalah 60% berada di Jawa. Jadi kekuatan ada di Jawa. Kalau orang jawa segera meninggalkan agama rumpun abrahamik dan kembali kepada Kepercayaan asli, maka sebagian besar dari krisis ini akan hilang dan Indonesia akan seketika sembuh dari krisis ini.

    Indonesia adalah negara besar, kaya dengan sumber alam. Indonesia tidak berhak mempunyai nasib yang sepuruk ini.

    Komentar oleh Solihin — Januari 5, 2008 @ 9:20 pm | Balas

  25. banyak lah bertobat karena dengan tangan saya sendiri yang akan memotong saudara menjadi serpihan kecil2 dan saya kasih makan untuk ayam,ayamnya saya gorng lalu saya kasih kan ke keluarga saudara agar dimakan…demi tuhan saya akan cari saudara

    Komentar oleh saya akan menghabisi saudara — Maret 14, 2008 @ 8:47 pm | Balas

  26. damai peace lihatlah tauhid di semua keprecayaan
    cintailah hanya satu tauhid
    peace damai
    dendam takkan menyelesaikan masalah
    kita manusia bukan binatang oleh karena itu jangnalah dendam
    ingat kita aalah manusia!! makhluk termulia jangan menodai kesucian kita
    peace damai
    damai selalu di hatimu

    Komentar oleh peace tauhiday — Maret 25, 2008 @ 1:52 pm | Balas

  27. Mnurut saya org islam thu terlalu membesar”kan masalah..
    Bukannya jalan menuju keselamatan hny lah Tuhan Yesus Kristus? Islam suatu agama yg sgt menentang katholik. Sangking irinya, d internet ada kata bhw bnyk umat katolik sadar dr kejahatan n pindah k islam. Ye… mnurut saya itu adlh hal yg sngt salah.jIKA seseorang pindah ke katholik, brarti mreka sadar bhw jalan keselamatan hny la katholik. Bukannya saya menghina melainkan menyadarkan klian semua dari setan-setan berhala.mAKA DRI ITU, Gapailah keselamatan dgn BERTOBAT n Pindah Ke Agama KATHOLIK. Jesus……….

    Komentar oleh Jonathan — Juni 5, 2008 @ 1:03 pm | Balas

  28. Hai… Orang Muslim

    Bantuin nyumbang Bangung GEREJA NIH ….
    Soalnya gue udah nyumbang buat bangun mesjid
    di jalan-jalan raya he…he..

    Mau nggak bangunin GEREJA..
    Buat ibadah orang KRISTEN
    Soalnya susah…
    minta ijinlah…persetujuan wargalah…
    dan tetek bengek lainnya.

    Ayo dong nyumbang bangun GEREJA
    Yesus I Love You…

    Komentar oleh Pendekar Cina — Juli 5, 2008 @ 1:36 pm | Balas

  29. Maaf. Boleh ngak saya katakan kalian yang sedang berpolemik ini sesungguhnya orang-orang yang ngak beragama!!! Maaf ya, jangan KTP aja yang ada status agamanya !!! Termasuk diri saya sendiri lho mas/mbak. Ternyata kita ini ngak beda jauh ama binatang ya!!! Maaf sekali lagi,bukannya saya mengejek ya. Tapi saya hanya mau ngajakin kita semua untuk saling introspeksi lagi. Bukankan kita ada Pancasila. Mari kita ingat-ingat lagi masing2 butirnya!!! Kita kan hidup di negara RI,so..jangan sampai NKRI berganti nama negara dan lambang negaranya ya!!!! Peace. Saya orang bali asli. Kalau ada yang tersinggung silahkan cari saya dibali. Tepatnya di Mendoyo-Jembrana.BALI

    Komentar oleh agus — Agustus 6, 2008 @ 6:39 am | Balas

  30. maaf ketika amrosi ngebunuh orang kemana oarang2 yang membicarakan kemanusiaan,apakah yang mereka bunuh tidak pantas disebut manusia, sekarang mau di hukum tembak kok ngomongin kemanusiaan, dan itu yang namanya PEMBELA MUSLIM, Agamanya pa sih?

    Komentar oleh dewa — Agustus 15, 2008 @ 9:57 am | Balas

  31. Saya tidak pernah ngerti kenapa orang2 sperti anda dan golongan anda selalu membela kaum anda meski jelas2 dia salah, apakah kaum anda, ngomomh masalah UUAPP, saya juga amat sangat tidak setuju, coba anda bekiblat kesalah satu dunia timur tengah yang negaranya berdasarkan agama dlam hal ni islam, berapa orang yang diperkosa, undanag2 yang dipakai dasar adalh hukum islam yang meharuskan setiap wanita memakai baju tertutup dari ujung rambut ampai ujung kaki kok masih ada yang diperkosa, kesimpulanya saya sangat setuju bahwa semuanya kembali ke otak(pikiran) kalau udah jorok otaknya ia jorok aja, jangan arab dibawa ke indonesia pa lagi ke bali, kalau memeng bali bukan tempat yang baik untuk kaumu knapa makin seneng kamu-kamu ke bali M U N A F I

    Komentar oleh dewa — Agustus 15, 2008 @ 10:08 am | Balas

  32. saya yakin anda menulis artikel ini tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. saya mau tanya kepada anda, sejauh mana anda tau akan Islam. saya yakin anda adalah orang sok tahu yang ingin membuat komunitas para pembenci.. semoga Allah membuka jalan piiran anda sehingga bertobat atau semoga Allah mengajab Anda !

    Komentar oleh dra — September 9, 2008 @ 2:35 pm | Balas

  33. saya tau semua tentang islam,
    dan kenyataannya mulai dari sejarah, konsep sampai umatnya sendiri ga ngerti apa2 tentang islam, semuanya palsu dan ditutupi. semuanya seperti di buat buat.

    dan semua hal yang bersifat kecurigaan pada awalnya, telah saya temukan kebenarannya dalam sebuah blog karya ALI SINA, yang tidak sengaja ditemukan.

    alamat blog : http://admin2i2h.blogspot.com

    silahkan dikunjungi dan disanggah jika fakta yang terdapat dalam blog itu ternyata salah.

    Komentar oleh brubru — Oktober 16, 2008 @ 11:51 am | Balas

  34. bali merdeka

    Komentar oleh testing — Oktober 17, 2008 @ 12:09 pm | Balas

  35. sekarang ini sudah saatnya semua berubah. aku ga mempermasalahkan agama manapun, tapi yang aku permasalahkan manusia yang salah menafsirkan ajaran agamanya sendiri.

    manusia beragama ternyata lebih banyak intrik n munafik dibandingkan kita yang dianggap kafir n ateis.

    aku lebih bangga jadi kafir yang cinta dan hormat kepada alam semesta beserta penciptanya, dibandingkan orang yang hanya menganggap dirinya benar dan suci. tapi kelakuannya seperti iblis. membenarkan pembuhuhan dan penghancuran yang tidak mau ikut ajarannya.

    bangsa ini hancur karena lupa siapa leluhur dan budaya asli bangsa ini. leluhur dan budaya sendiri kalian hina, arab kalian puja. apakah arab pernah memperhatikan kalian? melirikpun tidak.

    harusnya kalian malu dengan allah yang kalian puja. kalian bertindak atas nama Tuhan, tapi tak tau mana yang benar dan salah. kesadaran kalian sudah hilang, tak tau pencipta dan cara mencintainya. tergila2 surga menghindari neraka. percaya ulama yang belum tentu suci hati dan pikirannya, pakaian suci tapi selalu menghina, menghujat, membenci, dan selalu mengajak untuk menghancurkan kaum lemah yang tak mau ikut kaum kalian. benar2 seperti preman dan memalukan.

    kalau memang kami hina dan dibenci Tuhan, mengapa daerah yang kami tinggali lebih damai, serasa alam sangat bersahabat, dibandingkan tempat kalian yang hanya dipenuhi kemunafikan dan kebobrokan disegala bidang.

    saya yakin dalam hati terdalam, kalian setuju dengan apa yang saya paparkan. harusnya kalian lebih banyak instrospeksi kedalam, agar mata hati kalian terbuka dan penuh hormat bukan hanya sesama kaummu, tapi seluruh bagian dialam semesta ini.

    Komentar oleh indonesia — Oktober 17, 2008 @ 12:41 pm | Balas

  36. masih ada juga makhluk yang musingin hal2 kayak gini…. jadi ketahuan deh…imannya setipis apa? nahan urusan gituan gak mampu, apalagi yang berhubungan ma ‘liarnya pikiran’, ‘urusan hati’….
    SAran aja mas, jalani hidup dengan ‘ikhlas’…jadilah air, bukannya batu, biar bisa fleksibel dan menempatkan diri kemana-mana, bukannya jadi raja rimba….
    trakhir…..berdamailah dengan alam, karna itu yang dititipkan-NYA pada kita!!!

    Komentar oleh leni — November 8, 2008 @ 8:45 am | Balas

  37. Kita liat aja apa yang akan terjadi pada dunia ini, karena dunia ini sudah kotor untuk membersihkannya sangat sulit karena hanya segelintir orang yang punya pikiran untuk membersihkannya, AGama adalah suatu dasar kita banyak agama , banyak pemikiran dan tidak monoton itu wajar, beda konsep dan beda omongan itu sah2 saja, jangan kita selalu menyalahkan sesama, di dunia ini ada bermilyar-milyar orang bahkan triluyan yang mempunyai konsep yang berbeda, ayolah mari kita jaga keakraban kita yang terjalin agar langgeng, bukan saya takut akan perang atau dunia hancur tapi kita berpikir apa yang kita lakukan untuk membuat dunia ini bersih bukan menjadikan dunia ini tambah menjadi kotor, semua orang sudah mempunyai jalan masing2 jadi kita ngak usah mengurusi atau bahkan menghina dan mengajak untuk bedebat ………….

    Komentar oleh Saran — Desember 6, 2008 @ 8:26 pm | Balas

  38. Terus menulis & berjuang bung ! Jalan dakwah memang tidaklah mudah. Semoga kebangkitan Islam segera terwujud.
    Bismillah, semoga Allah memberi kemudahan.

    Komentar oleh Yusuf Bima — Desember 8, 2008 @ 8:28 pm | Balas

  39. Hebat betul rancangan undang-undang yang mengatur “nafsu seksual” ini. Wacana merembet ke masalah agama. Tadi, isunya lahir untuk hadiah umat Muslim. Lebaran lewat, tak terjadi apa-apa. Kini isu berubah, undang-undang disahkan untuk “menjewer” umat Hindu yang ngotot menolak.

    Kenapa orang Bali, dari petani yang tak paham mengeja pornografi sampai gubernurnya yang jenderal polisi, menolak undang-undang ini? Banyak alasan, yang tak usah dirinci di sini. Namun yang paling utama (dalam ritual Hindu disebut utamaning utama), soal “penghinaan” itu. Pasal 1 berbunyi (draf edisi 4 September 2008): “Pornografi adalah materi seksualitas…” dan seterusnya. Lalu Pasal 14 berbunyi; “Perbuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai: (a) seni dan budaya (b) adat istiadat dan (c) ritual tradisional.

    Penyusun rancangan seolah berkata: “Ritualmu itu sangat primitif, seni budaya dan adatmu itu mengandung pornografi, tapi okelah, aku izinkan untuk dapat dilakukan.”

    “Ini kan penghinaan? Padahal adat di Bali dan agama Hindu tak memberi tempat untuk pornografi,” ini kata istri saya. Masalahnya, kriteria porno itu seperti apa, dan untuk mengukur nafsu seksual itu melalui apa, apa ada alat seperti termometer, misalnya?

    Seks dalam Hindu wilayah pribadi, namun sakral. Berhubungan seks termasuk wilayah privat. Mau berdiri, rebah, jungkir balik, pakai salto, ciuman pantat (ih, mulai jorok nih), terserah pasangan itu. Tak ada sanksi? “Ada hukumannya, ketika orang itu meninggal dunia, rohnya diadili Sang Suratma. Kalau ada penyimpangan –bukan suami istri atau caranya– di dunia sana itulah ia memperoleh hukuman yang mengerikan. Wilayah privat ini sanksi hukumnya di agama,” kata istri saya.

    Sanksi duniawi dikenakan jika wilayah privat itu dibawa ke wilayah publik. Tapi tak perlu undang-undang baru. “Kalau hubungan seks itu dipertontonkan kena pasal cabul di KHUP, kalau dijepret dan dimasukkan koran kena pasal undang-undang pers, kalau direkam disiarkan televisi, kena undang-undang penyiaran, kalau menggunakan anak-anak kena undang-undang perlindungan anak. Undang-undang ini yang diaktifkan, kok repot-repot buat yang baru, memangnya ada cek yang masuk ke Senayan?”

    Waduh, istri saya mulai “terangsang”. Saya jelaskan, mungkin orang Indonesia sudah mulai sulit menahan hasrat seksualnya. Melihat patung orang telanjang hasrat seksnya naik. “Betul, itu porno. Tapi, ada lelaki yang hasrat seksnya juga naik melihat wanita berkerudung tersenyum manis. Apa memakai kerudung itu juga porno?”

    “Jangan dipotong dulu,” kata saya. Sekarang banyak buku porno, film porno, termasuk alat peraga porno yang beredar. Gantungan kunci di Bali itu kan porno, alat kelamin laki-laki. “Itu yang dilarang di ruang publik,” istri saya memotong. “Makanya, kalau pun ngebet betul mengejar setoran ingin melahirkan undang-undang, buatlah RUU Peredaran Penjualan Penyebarluasan Materi Pornografi. Yang diatur adalah peredaran barang porno, bukan masalah nafsu dan hasrat yang abstrak itu, apalagi menyinggung budaya, ritual tradisi, dan adat. Perkara cabul-mencabuli sudah diatur undang-undang lain.” Ya, kan?

    Komentar oleh wawan — Desember 16, 2008 @ 5:10 am | Balas

  40. Teman-temanku yg terhormat,mari kita gunakan rasionalitas dan kejernihan hati dlm menyikapi RUU APP. RUU APP itu justru dibuat untuk mencegah main hakim sendiri yg dilakukan masyarakat dalam menyikapi maraknya aksi pornografi.jika ada aturan yg jelas maka hidup ini akan teratur. Tinggal pilih mau ada aturan yg mengaturnya dlm hukum atau bonyok dipukul massa???

    Komentar oleh adhy — Desember 19, 2008 @ 9:27 pm | Balas

  41. teman-temanku hati-hati terhadap propaganda yg ingin menghancurkan bangsa ini. bukankah Indonesia didirikan atas fundamental BHINNEKA TUNGGAL IKA…..??? mari BERSATU !!! jadilah bangsa yg BESAR, CERDAS DAN BERMARTABAT…..

    Komentar oleh adhy — Desember 19, 2008 @ 9:37 pm | Balas

  42. Gara-gara RUU APP ini banyak sekali saya baca diinternet hujatan2,hinaan2 yg dilakukan oleh pendukung UU ini khususnya kepada Masyarakat Bali dan Agama Hindu..

    Sy tdk ambil pusing..yg jelas SAYA BANGGA MENJADI KAFIR HINDU spt yg kalian sebut,SAYA BANGGA MENJADI MUSYRIKIN HINDU spt yg kalian sebut,SAYA BANGGA MENJADI PENYEMBAH BATU,KAYU,GUNUNG,LAUT,dsb spt yg saya sebut…KARENA :

    – Agama sy tdk pernah mengajarakan sy untuk menghujat,membenci,menghina agama orang lain

    – Agama sy tdk pernah mengajarakan sy untuk membunuh ataupun memerangi orang yg tidak seiman dengan saya.

    – Agama sy tidak pernah mengajarkan sy bahwa hanya agama sy yg benar sedangkan agama orang lain itu salah.

    – Dan agama saya mengajarakan sy untuk selalu mengasihi seluruh mahluk ciptaannya TANPA ADA EMBEL2 AGAMA

    Karena bagi sy begitulah seharusnya sifat2 yg dimiliki Tuhan Yang Maha Kuasa..yg Maha Adil dan Penyayang terhadap seluruh mahluk ciptaannya TANPA TERKECUALI sekali lagi TANPA TERKECUALI

    Komentar oleh Waisampayana — Januari 17, 2009 @ 9:57 am | Balas

  43. Gw sering baca bhw kalau ada ayat2 saling bertentangan di dlm kitab suci maka hrs diragukan kebenaran kitab tsb. Kalau memang itu murni dari Tuhan saya yakin Tuhan maha sempurna dan tidak akan ada ayat2 yang saling bertentangan didalamnya!.
    Nah kalau dalam kitab al-quran itu sdh byk ayat2 yg saling bertentangan dan silakan cari sendiri utk membuktikannya!. Ayat2 bisa bertentangan krn sdh ada karangan manusia didalamnya. Ingat! kitab itu bisa dicetak bbrp kali dan siapa yg bisa menjamin bahwa tdk ada karangan manusia ikut menghias didalamnya?
    Jadi dlm mengamalkan ajaran kitab suci jgn sembarangan aja comot ayat2 itu dan diamalkan. jgn2 itu ayat karangan manusia. Kalo itu dari Tuhan sih nggak masalah utk di amalkan.
    Adakah yg bisa membuktikan isi kitab suci al-quran dari jaman nabi Muhammad sama dgn yang sekarang? dan apakah pada jaman nabi muhammad kitab al-quran juga bebas dari karangan manusia dan sahabat2nya?

    Komentar oleh gukguk — Februari 7, 2009 @ 9:23 am | Balas

  44. Mereka yg melarang soal urusan nafsu seks berarti tdk mengakui nabi muhammad. Berarti yg setuju dgn RUU Anti pornografi (yg notabene adalah orang muslim) tdk mengakui nabi muhammad! weleh weleh! katanya islam sejati tapi kok berbeda pendapat dgn nabinya? gmn nih coy!

    Komentar oleh Tiger Roar — Februari 7, 2009 @ 9:45 am | Balas

  45. Kalau islam berjaya maka dunia akan kembali ke jaman jahiliyah. Lihat aja di negara2 Arab. Lihat bgmn mereka mengatur rakyatnya! Mencuri=potong tangan, berzina=potong penis atau timpuk batu sampai mati!. Ngaku diperkosa hrs diakui oleh minimal 3 orang saksi. Babi haram babu halal. Lihat TKI Wanita diperkosa terus krn dianggap halal!
    Agama islam jelas menampakkan keburukan yang tdk pantas di contoh! Jgn berharap byk non muslim mau berpindah ke agama islam jika melihat fakta tsb. belum mslh poligami dan pedophilia yg di ijinkan!
    Ajaran inikah yg Anda inginkan? jawab dalam hati!
    Perang israel dgn palestina adl bukti nyata kebencian islam pada non islam.

    Komentar oleh Tiger Roar — Februari 7, 2009 @ 10:24 am | Balas

  46. Sya jadi ikut tertarik ingin memberikan coment wlwpun tadinya hanya ingin membaca saja, saya sendiri yang saya tau islam itu mengajarkan supaya melarang umatnya untuk melihatkan auratnya yang bisa mendorong kepada nafsu birahi,ada perbedaan mungkin di negara arab sana harus tertutup semua. tapi kalau di indonesia gak mungkin itu terjadi semuanya di kembalikan kepada budaya. mungkin di indonesia menutup aurat itu adalah dengan tidak memakai celana/baju pendek atau ketat, dalam artian tertutup.

    saya ingin sekali bertanya kepada orang yang meyatakan bahwa di coment “Mereka yg melarang soal urusan nafsu seks berarti tdk mengakui nabi muhammad. Berarti yg setuju dgn RUU Anti pornografi (yg notabene adalah orang muslim) tdk mengakui nabi muhammad! weleh weleh! katanya islam sejati tapi kok berbeda pendapat dgn nabinya? gmn nih coy! ”

    apakah saudara yakin dengan pernyataan tersebut. hati-hati saudara bisa memfitnah nabi.saya sendiri merasa marah apalagi umat yg lainya anda bisa di buru. apakah nabi berpendapat seperti saudara??? sayah yakin nabi berpendapat dan menyuruh kepada umatnya untuk tidak memperlihatkan aurat. saya harap kepada owner blogs ini untuk bisa tau dan bertanggung jawab atas semua comment yang di tampilkan karna tidak semua orang berniat baik baik itu pada islam ataupun agama lain dalam artikel ini.

    jangan sampe islam rusak di pandangan agama lain ataupun sebaliknya karena sebagian dari orang tersebut mempunyai pandangan salah. kita boleh mempunyai pandangan berbeda tapi jangan sampe menghujat agama malah di bawa2.

    alangkah indahnya bila semua agama bersatu bersama-sama hidup berdampingan. amiiieeeen..!!!!

    Komentar oleh tang's — Februari 12, 2009 @ 8:59 pm | Balas

  47. semua udh jelas ada di uu penyiaran, KUHP, dll, kok malah pke UU Porno itu.
    Yo wiss…maju terus RUU Porno = selamat menuju ambang kehancuran Indonesia….

    Komentar oleh Indonesia — Mei 15, 2009 @ 2:03 pm | Balas

  48. DPR dan pemerintah isinya islam anjing semua! budak bangsa Arab! pergi sana lo ke arab jilatin pantat arab ngapain lo duduk di DPR dan pemerintahan!

    Komentar oleh Someone — Juni 25, 2009 @ 12:04 pm | Balas

  49. Ehmm mas, sjak saya posting ni komen brati udah 7 bulan lebih disahkannya UU APP.. but mana neh,?? Kmaren w mseh lyt turis pake bikini d ancol, taman lawang maseh beroperasi, doli maseh rame.. terbukti UU APP cuma bualan para wahabi..

    Sangat lucu..
    Jika UU diterapkan dengan benar..
    1. Tidak akan ada perancang kebaya dan celana bikini (gmana mau show coba)
    2. Penjara akan penuh dengan orang2 papua dan suku anak dalam..
    3. Pengangguran dmana2

    Memang mau anda apa sih.?? Yang harusnya dibuat UU tuh..
    1. UU Anti Pedifilia karena masih banyak yang mempraktekannya..
    2. UU anti diskriminatif terhadap perempuan..
    3. UU anti diskriminatif pada ajaran umat lain..
    yang kesemua itu diajarkan dalam sebuah buku yang penuh ayat palsu (baca: meloncat2 dan memuja nabinya)

    Komentar oleh canzyber — Agustus 22, 2009 @ 2:46 am | Balas

  50. arah, islam aja yg muna.
    awas kalo smpe situ ke bali ta jadiin celeng guling.

    Komentar oleh tika — Januari 14, 2010 @ 10:54 am | Balas

  51. indonesia jaya jika semuanya muslim!!!!!!

    Komentar oleh anak manusia — Februari 18, 2010 @ 11:27 pm | Balas

  52. indonesia bakal jadi gurun pasir kalo islam terus ada disini. Hidup Majapahit !!
    Ramalan Sabdopalon akan segera terjadi..

    Komentar oleh bukan siapa2 — April 14, 2010 @ 3:01 pm | Balas

  53. yang nulis artikel ini masih terinfeksi virus abad ke-6.
    cepat berobat mas… cari yang asli, jgn yang palsu ! 😀

    Komentar oleh bukanagus — Mei 26, 2010 @ 2:58 pm | Balas

  54. Hanya ingin membenarkan sedikit, bahwa sebaiknya semua kejadian diambil hikmahnya saja.

    Semua hal, tanpa terkecuali, memiliki sisi positif dan negatif.
    Tergantung dari sisi mana anda melihatnya.

    Kebanyakan tulisan disini, khususnya yang non-muslim langsung melihat sisi negatif nya.
    sedangkan yang muslim, malah tidak dapat melihat sisi negatifnya…

    Memang Indonesia negara Islam, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam,
    tapi bukan berarti harus sewenang-wenang dong dalam menerbitkan sebuah rancangan UU yang notabene harus ditaati oleh semua penduduk Indonesia??

    Saya sebenarnya setuju sama pendapat Wawan, seharusnya bukan UU anti pornografi baru yang dibuat, tapi UU untuk menyebarluaskan pornografi itulah yang seharusnya diperkuat kembali.

    Karena saya adalah orang yang berprinsip
    SAYA BOLEH MELAKUKAN APAPUN YANG SAYA MAU, SELAMA SAYA TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN.

    Jadi kalau misalnya ada cewe yang mw membuka tubuhnya hingga tanpa sehelai benang pun, itu terserah dia, karena orang selain dia tidak akan merugi apa-apa kan.
    Tetapi, kalau sampai itu dipertontonkan, dia bisa kena pasal cabul di KHUP, kalau dijepret dan dimasukkan koran kena pasal undang-undang pers, kalau direkam dan disiarkan televisi, kena undang-undang penyiaran, kalau menggunakan anak-anak kena undang-undang perlindungan anak.

    Nah, berarti seharusnya Undang-undang ini yang diaktifkan, kok repot-repot buat yang baru…

    Negatifnya agama Islam yang begitu itu…
    Sewenang-wenang….
    Presiden kok nggak boleh nggak Islam ???

    Komentar oleh REANIMATIUM — Juli 10, 2010 @ 10:27 pm | Balas

  55. Sungguh lucu, coba berpikir sejenak, penulis di atas adalah salah satu yang terprovokasi, tapi beliau tidak menyadarinya…

    Komentar oleh Nurx — Maret 30, 2011 @ 11:17 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: