Blog Tausiyah275

April 22, 2006

Camat Buang Tabiat!

Filed under: Hikmah — Tausiyah 275 @ 10:16 am

Dari sebuah milis, sebuah cerita yg bagus ditiru dan dicontoh para pejabat lain di Indonesia. 🙂

H.Bambang Eka Wijaya

SEORANG camat di Lampung Utara, saat tiba di kantor memungut kertas yang terserak di teras, dimasukkan ke keranjang sampah.

Melihat dari balik kaca kantor tindakan camat itu, semua staf bersiap menerima hardikan. Betul saja, camat belok ke ruang staf. Saat camat membuka pintu mereka terkesiap, sebab ia justru menebar senyum cerah. “Selamat pagi!” ujar camat.

“Selamat pagi, Pak!” sambut staf serentak.

Usai itu camat balik kanan menuju ruang kerjanya. Saat ia hendak membuka pintu, sekretaris camat–sekcam–muncul. Camat langsung merangkulnya, bahkan selayak Yasser Arafat jumpa raja-raja Arab, ia mencium pipi kanan dan kiri sekcam.

Para staf yang menyaksikan salam semut itu dari balik kaca kantornya jadi saling berbisik, “Jangan-jangan Pak Camat buang tabiat!”

Kecemasan staf itu jadi lebih serius ketika pelayan kantor keluar mengantar kopi dari ruang camat. “Lihat sepatuku, kilat!” ujar pelayan. “Pak Camat yang menyemir!”

“Wah, Pak Camat benar-benar buang tabiat, seperti orang mau meninggal!” seorang staf meyakinkan teman-temannya. “Ayo kita tanya dia mimpi apa, agar buyar mimpimya itu!”

Mereka pun bersama menemui camat. “Kenapa tingkah Bapak seperti buang tabiat, layaknya orang mau mati?” tanya staf.

“Mati? Yes!!!” sambut camat dengan menarik kepalan tinjunya pada bengkokan siku ke belakang. “Aku memang sangat rindu pada Allah, ingin segera jumpa dengan-Nya!”

Para staf makin cemas. “Sebenarnya ada apa, Pak?” tukas staf. “Kami khawatir!”

“Lihat senyumku!” sambut camat. “Senyum simetris! Seimbang sisi kiri dan kanan!”

“Tapi, sebenarnya ada apa, Pak?” desak staf.

“Hari ini aku menjadi manusia baru!” jawab camat. “Kemarin dua hari penuh ikut training zikir ESQ–emotional spiritual quotient. Model ini mencapai kebahagiaan spiritual dengan memberi dan melayani sesama!”

Semua staf menarik napas lega. “Kalau cuma untuk zikir, kenapa tak mengajak kami?”

“Nanti kalau ada rezeki kalian bergilir ikut!” jawab camat. “Yang penting, mulai hari ini kita melakukan pelayanan terbaik pada warga yang berurusan ke kantor kita!”

“Jadi bukan lagi, kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?” sambut staf.

“Itu masa lalu!” tegas camat. “Pokoknya, lakukan yang terbaik buat warga! Soal rezeki jangan berharap dari warga yang hidupnya susah! Allah akan memberi rezeki pada kita dari arah yang tak terduga!”

“Jadi masih ada rezeki selain dari gaji PNS?” timpal staf.

“Udara yang kita hirup, air yang kita minum, dan seterusnya!” sambut camat. “Maka itu, bersyukurlah kita!”

“Kenapa baru sekarang begini, Pak?” tukas staf. “Kalau dari dulu, aparat pemerintah dan aparat negara bersikap-tindak seperti ini, negeri kita pasti sudah maju!”

“Hidayah itu datang atas kehendak-Nya!” tegas camat. “Kita doakan, semoga hidayah itu secepatnya menyinari segenap aparat di negara kita! Dengan itu pula, multikrisis yang mendera bangsa kita segera berakhir!”

Iklan

4 Komentar »

  1. Bagus, mudah-mudahan bisa jadi contoh. Insya allah, amin

    aamiin…trima kasih mas Rizal 🙂

    Komentar oleh rizal — April 24, 2006 @ 8:33 am | Balas

  2. Insya Allah…. AAMIIN!

    aamiin juga…mas VMan 🙂

    Komentar oleh vman — April 26, 2006 @ 12:30 am | Balas

  3. insya alloh segala apa yang kita cita-citakan dimudahkan oleh Alloh Yang Maha Kuasa ..Aminn ..

    aamiin mas Zuriansyah 🙂

    Komentar oleh zuriansyah — Mei 24, 2006 @ 10:14 am | Balas

  4. Amiin…….mudah2an tulus dan terkabulkan segala apa yang kita do,a kan/..

    Komentar oleh zuriansyah anak pekon tengah — Juli 7, 2007 @ 9:30 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: