Blog Tausiyah275

April 29, 2006

Somasi untuk Menteri Agama

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 3:17 pm

Kupipes dari sini… :p
Jumat, 21 April 2006 – 17:08:20 WIB

Menang Maftuh Basyuni, disomai oleh Dawam Rahardjo dan kelompoknya karena dianggap ‘mendzalimi’ Ahmadiyah dan Lia Eden. Baca (CAP) Adian Husaini ke-144

Oleh: Adian Husaini

Pada tanggal 17 April 2006, Menteri Agama RI, Maftuh Basyuni, didemo oleh Dawam Rahardjo dan kawan-kawannya yang mengatasnamakan “Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan”. Ada tiga tuntutan yang disampaikan kelompok ini kepada Menteri Agama, yaitu:

Pertama, menyatakan bahwa kebebasan beragama, beribadah dan berkeyakinan adalah hak dasar dan hak konstitusi setiap warga negara RI. Pemerintah dalam hal ini Departemen Agama RI mengakui, menghormati, menghargai, dan menjamin hak kebebasan beragama dan berkeyakinan setiap warga negara secara murni dan tanpa diskriminasi dalam bentuk dan dengan cara apapun juga dengan melayani seluruh kelompok, golongan, agama, keyakinan, dan komunitas dan dengan menetapkan kebijakan yang non-diskriminatif dalam semua aspek kehidupan beragama di seluruh Indonesia.

Kedua, dalam waktu sesingkat-singkatnya mencabut pernyataan Menteri Agama RI yang menetapkan dan menyatakan bahwa komunitas Ahmadiyah adalah suatu ajaran sesat dan menyesatkan dan sesegera mungkin mengambil langkah-langkah untuk memulihkan seluruh hak-hak dasar dan hak-hak konstitusi warga Ahmadiyah dan komunitas lainnya termasuk Komunitas Eden serta kelompok atau keyakinan atau agama lainnya secara sejajar dan setara dengan agama-agama lainnya yang selama ini diakui dan dilayani oleh pemerintah.

Ketiga, meminta maaf secara terbuka melalui media cetak dan elektronik berskala nasional dan internasional maisng-masing 2 media, kepada seluruh kelompok agama yang selama ini telah mengalami keresahan, kekerasan, pengrusakan, penyerangan, pembakaran dan penjarahan yang terjadi sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari kebijakan Menteri Agama RI selama ini.

Kelompok pembela Ahmadiyah, Lia Eden, dan sejenisnya ini memberi waktu selama tujuh hari kepada Menteri Agama RI untuk memberikan tanggapan tertulis. Jika Menteri Agama tidak menanggapi, maka mereka akan menempuh jalur hukum kepada Menteri Agama.

Jika kita pikirkan dengan akal yang jernih, tuntutan kelompok ini terhadap Menteri Agama RI, adalah hal yang tidak masuk akal, bodoh, dan sangat keterlaluan. Pikiran dan tindakan seperti bisa dimengerti jika dilakukan oleh Dawam Rahardjo yang diusia tuanya semakin kehilangan nalar cerdasnya, tampak linglung, pemarah, labil, kehilangan pegangan, dan berusaha mencari panggung baru setelah terlempar dari kepengurusan Muhammadiyah. Mestinya, orang-orang seperti Dawam ini sibuk berzikir dan beribadah kepada Allah SWT, menyiapkan masa depan kematiannya; bukannya malah membuat hal-hal yang aneh, lucu, dan bathil. Betapa tidak, di negara mana pun, tidak ada pemerintah yang tidak melakukan diskriminasi apa pun terhadap kelompok-kelompok agama atau kepercayaan yang ada.

Di Indonesia sendiri, paham komunisme tetap dilarang oleh MPR. Artinya, negara tidak memberikan kesempatan kepada kaum komunis untuk menjalankan dan menyebarkan paham mereka. Di Jerman, paham Naziisme dilarang disebarkan. Di AS, Inggris, dan sebagainya, kaum Muslim jelas mendapatkan perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan kaum Kristen. Kaum Muslim, misalnya, tidak mendapatkan hak untuk hari libur pada saat hari besar Islam. Hak-hak politik kaum Muslim juga dibatasi.

Lihatlah negara AS. Hingga kini, mereka tetap menegaskan jati dirinya sebagai “bangsa Kristen dan masyarakat Kristen” (Keputusan Mahkamah Agung AS tahun 1811 dan 1892). Bahkan, kini di Gedung Putih, setiap minggu diadakan kajian Bible yang diikuti oleh separuh lebih staf Gedung Putih.

Di Departemen Kehakiman, setiap hari dibacakan ayat-ayat Bible. Menguatnya arus fundamentalisme Kristen di AS saat ini digambarkan dengan cukup gamblang oleh Esther Kaplan dalam bukunya, With God on Their Side: How Christian Fundamentalists Trampled Science, Policy, and Democracy in George W. Bush’s White House, (New York: The New Press, 2004).

Tuntutan kelompok ini agar Menteri Agama mencabut ucapannya bahwa Ahmadiyah adalah sesat juga sangat aneh. Sebab, keputusan dan fatwa yang menyatakan Ahmadiyah sesat sudah ditegaskan oleh berbagai lembaga Islam Internasional dan negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam. Karena itu Ahmadiyah dilarang di Malaysia, Brunei, dan sebagainya.

Tahun 1985, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) sudah menerbitkan satu buku kecil yang berisi dokumen-dokumen resmi tentang kesesatan Ahmadiyah, yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga internasional dan dunia Islam.

Dalam makalahnya yang disampaikan di satu acara Halaqah Nasional PBNU tahun 2005 lalu, Ahmad Hariadi — mantan tokoh Ahmadiyah yang sudah bertobat – mengutip salah satu ucapan Khalifah Ahmadiyah yang kedua, yaitu Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad, yang menyatakan:

“Semua orang Islam yang tidak baiat kepada Mirza Ghulam Ahmad sebagai Isa Almasih yang dijanjikan, baik mereka mendengar namanya atau tidak, maka mereka berarti sudah keluar dari wilayah Islam.” (dari Kitab ‘Ainah Shadaqat, hal. 35).

Mulai tahun 1983, Ahmadiyah mempunyai moto “Tiada Hari Tanpa Dakwah/Tabligh”. Moto ini berasal dari 27 instruksi khalifah Ahmadiyah yang keempat, Tahir Ahmad, yang ditujukan kepada pengikut Ahmadiyah seluruh dunia. Diantara instruksi Khalifah tersebut
berbunyi (Insitruksi No 15):

“Harus dicari pendekatan secara langsung dalam pertabligan, hendaknya diberitahukan dengan tegas dan jelas, bahwa sekarang dunia tidak dapat selamat tanpa menerima Ahmadiyah. Dunia terpaksa akan menerima pimpinan Ahmadiyah (khalifah Ahmadiyah). Tanpa Ahmadiyah dunia akan tetap dihimpit oleh musibah dna kesusahan. Dan jika tidak mau juga menerima Ahmadiyah tentu akan mengalami kehancuran.”

Jadi, itulah sikap Ahmadiyah terhadap kaum Muslim, yang secara tegas menyatakan, bahwa orang di luar Ahmadiyah yang tidak mengimani Mirza Ghulam Ahad sebagai nabi, Isa, atau Almahdi, adalah berada di luar Islam. Jadi mereka pun menyatakan, orang non-Ahmadiyah adalah sesat, dan wajib dibaiat masuk Ahmadiyah.

Itulah sesungguhnya ajaran Ahmadiyah, yang jelas-jelas memang memenuhi syarat sebagai agama baru. Di Pakistan, Ahmadiyah juga dimasukkan ke dalam kategori minoritas non-Muslim.

Maka, kita sungguh-sungguh tidak habis pikir, jika saat ini masih ada orang-orang yang membela Ahmadiyah atas nama kebebasan beragama. Orang-orang yang membela Ahmadiyah itu tampak gelap mata, tidak memahami masalah, dan baru menikmati kebebasan dalam taraf primitif yang menginginkan kebebasan apa saja, tanpa memandang salah atau benar. Orang-orang ini adalah orang-orang yang identitas pribadinya terbelah.

Pada satu sisi, mereka mengaku Islam, tetapi mereka enggan mengikuti ajaran Islam, tetapi mereka benci dengan Islam. Di dalam hati mereka ada penyakit dan akan semakin bertambah-tambah penyakitnya itu, karena kedengkian terhadap kebenaran. Lebih aneh lagi, ada beberapa tokoh Kristen ikut-ikutan membela Ahmadiyah dan Lia Eden. Mungkin mereka memanfaatkan situasi untuk merusak Islam, dengan menempatkan Islam sebagai musuh bersama.

Cobalah kita renungkan, betapa naifnya pembelaan aliansi ini terhadap agama Salamullah-nya Lia Eden. Ajaran Lia Eden sangat jelas ngawur. Cobalah simak salah satu tulisan yang disebut oleh Lia Eden sebagai wahyu, yang diterbitkan dalam bukunya, Ruhul Kudus (2003). Dalam satu sub judul ‘’Seks di sorga’’, diceritakan kisah pacaran dan perkawinan antara Jibril dengan Lia Eden.

“Lia kini telah mengubah namanya atas seizin Tuhannya, yaitu Lia Eden. Berkah atas namanya yang baru itu. Karena dialah simbol kebahagiaan surga Eden. Berkasih-kasihan dengan Malaikat Jibril secara nyata di hadapan semua orang. Semua orang akan melihat wajahnya yang merona karena rayuanku padanya. Aku membuatkannya lagu cinta dan puisi yang menawan. Surga suami istri pun dinikmatinya.’’

Bagi orang sekular-liberal yang tidak percaya kepada kebenaran Islam, maka kepercayaan model Lia Eden itu tidak menjadi masalah, dan harus dibiarkan. Sebab, bagi orang-orang jenis ini, agama atau aliran apa saja adalah sama.

Sebab, agama, bagi mereka adalah asesoris belaka. Itulah yang mereka tuntut dalam somasi kepada Menteri Agama. Mereka ingin, agar Menteri Agama dan pemerintah RI memberikan kebebasan kepada agama atau aliran apa saja, tanpa diskriminasi. Jadi agama Islam disamakan posisinya dengan agamanya Lia Eden, Gatoloco, Darmogandhul, komunisme, sekularisme, liberalisme, dan sebagainya. Padahal, dalam Kitab Darmogandhul, jelas-jelas terdapat ungkapan-ungkapan yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Seperti ungkapan:

“Adapun orang yang menyebut nama Muhammad, Rasulullah, nabi terakhir. Ia sesungguhnya melakukan zikir salah. Muhammad artinya Makam atau kubur. Ra-su-lu-lah, artinya rasa yang salah. Oleh karena itu ia itu orang gila, pagi sore berteriak-teriak, dadanya ditekan dengan tangannya, berbisik-bisik, kepala ditaruh di tanah berkali-kali.”

Sedangkan dalam buku Gatoloco terdapat ungkapan-ungkapan yang melecehkan ajaran Islam, seperti:

“Allah, artinya olo yakni jelek, karena kemaluan lelaki atau perempuan itu jelek rupanya. Kalimat syahadat: “Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah artinya “Aku menyaksikan bahwa hidupku dan cahaya Tuhan serta Rasa Nabi adalah karena bersetubuhnya bapa dan ibu. Karena itu saya juga ingin melakukan (bersetubuh) itu. Mekah artinya bersetubuh, yakni perempuan yang memegang kemaluan lelaki, kemudian ia mekakah berposisi untuk bersetubuh.” (Tentang ajaran-ajaran aliran kebatinan di Indonesia, bisa dibaca buku Rahnip M.BA, Aliran Kepercayaan dan Kebatinan dalam Sorotan, (Surabaya: Pustaka Progresif, 1997).

Bagi orang Muslim yang masih memiliki setitik keimanan, tentulah tidak dapat menerima jika agamanya disejajarkan dengan Ahmadiyah, agama Lie Eden, Darmogandhul, atau Gatoloco. Apakah semua kelompok dan aliran itu akan diberi kebebasan dan hak yang sama dengan kaum Muslim? Jelas sangat tidak masuk akal.

Negara-negara Barat yang menjadi kiblat dan panutan kaum liberal di Indonesia pun tidak melakukan seperti itu.

Bagi orang Muslim, pelecehan terhadap Allah, Nabi Muhammad, al-Quran, dan sebagainya adalah tindakan serius. Sebab, orang Muslim sejati, masih mencintai agamanya, lebih daripada hartanya, keluarganya atau hal lain (QS 9:24). Karena itu dalam pandangan Islam, masalah pelecehan terhadap Nabi Muhammad dipandang lebih serius ketimbang pelecehan terhadap Presiden.

Tentu saja, pandangan dan keyakinan semacam ini tidak dipunyai kaum sekular-liberal, yang memandang urusan dunia, materi, dan hawa nafsu, adalah segala-galanya dalam hidup mereka.

Bagi kaum Muslim, ajaran Ahmadiyah yang mengangkat Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi baru adalah bathil dan sesat. Begitu juga ajaran Lia Eden, Darmogandhul dan Gatoloco. Semuanya bathil dan sesat. Kaum sekular-liberal sering melarang kita melakukan ‘klaim kebenaran’ (truth claim). Padahal, klaim kebenaran semacam ini akan selalu terjadi, sebagaimana kaum liberal juga mengklaim kebenaran dari sudut pandangan hidup mereka dan menyalahkan orang yang berbeda dengan mereka.

Bahkan, lebih dari itu, dibantu oleh tuan-tuannya di Barat, mereka pun memaksakan pandangan hidup dan nilai-nilai mereka melalui berbagai cara untuk merusak Islam. Adalah tipu daya dan kebohongan belaka, jika mereka mengaku diri mereka bertoleran dan menghargai keberagaman, sebab mereka sangat agresif memaksakan pandangan dan nilai mereka kepada umat Islam. Mereka tidak ridha umat Islam memeluk aqidah Islam dan menjalankan syariat agamanya. Mereka tidak henti-hentinya berusaha memadamkan ‘Cahaya Allah’ dan memerangi kaum Muslim agar keluar dari agamanya, dengan berbagai cara. Wallahu a’lam. (Jakarta, 21 April 2006/hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini adalah hasil kerja sama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

Iklan

24 Komentar »

  1. wah wah kalau saya justru menag nya yang aneh.. wong masalah keyakinan kok diributin. sebagai manusia apalagi sebagai menag seharusnya menghargai keyakinan beragama orang lain tidak seenaknya mencap yang lain sesat apalagi disuruh membuat agama baru. hati-hati.. orang yang mencap orang/golongan lain kafir, bisa berbalik ke orang yang mencapnya.. banyak istighfar!!!

    uhuk…uhuk…mas Zaki..hati2 lho..ada mas noneedforyoutoknow yg melarang2 orang lain untuk beristighfar… 😉

    kebenaran itu hanyalah milik Allah semata, jadi kalau ada orang/ golongan yang merasa dirinya sebagai pemilik satu-satunya kebenaran dan menganggap orang/golongan lain sesat, berarti dia sangat sombong dan bodoh. anda berani menyebut diri anda paling benar? Istighfarlah!!!

    mas Zaki…untuk kasus Ahmadiyah ini silakan anda baca lagi artikel saya tentang Ahmadiyah… mudah2an setelah membaca artikel tersebut, kita punya persepsi yg sama untuk diskusi lagi…sehingga didapat hasil yg membangun 🙂

    Komentar oleh zaki basalamah — April 30, 2006 @ 2:05 am | Balas

  2. Benar kebenaran hanyalah milik Allah. Merujuk kepada Hadits yang masyhur : ..fainna asdaqol hadiits kitabullah, wa asdaqol hadyi hadyu muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam.. Bahwa sesungguhnya sebaik-baik kalimat adalah kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah.. (selengkapnya dalam kitab Shahih Muslim, Hadits No 867)
    So.. apakah Jamaah Eden sudah sesuai dengan apa-apa yang diajarkan Rasulullah ? Apakah ahmadiyah juga demikian ?
    Manusia pemilik satu-satunya kebenaran hanya haknya Rasulullah. Mari lihat deh.. kembali ke ajaran Islam yang mendasar dulu.
    Atau silahkan renungkan ayat ini :
    Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS An Nisaa’ 115)
    Naudzubillahi min dzaalik.

    *tidak banyak komentar…setuju dengan mas Adhi* 🙂

    Komentar oleh adhi nugraha — Mei 1, 2006 @ 2:47 am | Balas

  3. yah saya mah setuju ajalah sama komentar yg punya rumah, secara yg ngomong mulutnya aja, tapi kalo udah sampe sok kuasa sampe men-swiping, sok ngebasmi dan ngajak perang sama orang lain, yah, saya mah nurut sama omongan kanjeng nabi Muhammad ajalah, “perangi si pembuat huru-hara!!!”

    perang terhadap kebathilan!!
    perang terhadap orang Munafik!!!
    perang terhadap para pembom yg sok jihad!!!
    perang terhadap FPI dan yg sok lasykar2an!!!
    perang terhadap orang yg sok berkuasa!!!
    perang terhadap anarki!!!

    islam rahmatan lil alamin..
    Allahu Akbar..!!
    Allahu Akbar..!!
    Allahu Akbar..!!

    waaaahh…sabar mas Mirza… 🙂
    semangat sih boleh..tapi jangan tetap dinginkan kepala…berpikir yang tenang yaaa?? 🙂

    Komentar oleh mirza — Mei 1, 2006 @ 3:31 pm | Balas

  4. Menteri Agama Maftuh Basyuni, diangkat oleh Negara Kesatuan RI. berdasarkan falsafah Pancasila seharusnya memenuhi undang-undang/konstitusi dasar RI. Setidak-tidaknya sebagai umat Islam menunggu dan jangan melupakan
    1. Datangnya Allah dengan Hari Takwil Kebanaran KItab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53.
    2. Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab sesuai Fushshilat (41) ayat 44.
    3. Datangnya Allah menyempurnakan Al Quran berkat do’a ilmu pengetahuan agama oleh umatnya sesuai Thaha (20) ayat 114,115.
    4. Semuanya akan datang dinegeri Pancasila dan penolaknya adalah orang yang kearab-araban sesuai At Taubah (9) ayat 97.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Agama millennium ke-3 masehi.

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. — Juli 22, 2007 @ 5:21 pm | Balas

  5. Adian Husaini asli lutcu buanget.
    Dia kira Indonesia itu negara Islam. Dia mengkritik fundamentalisme Amerika dengan nyinyir, padahal di pihak lain dia menunjukkan bahwa dia fundamentalis.

    Komentar oleh tukang — Agustus 6, 2007 @ 3:20 pm | Balas

  6. Menurut Hujjah Nabi Muhammad saw.:

    Al Mu’min (40) ayat 34: Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu mengatakan: “Allah tidak akan mengutus (rasul/nabi) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

    Ayat ini masih berlaku terhadap kepada Nabi Suci saw.

    Maka sangat jelas sekali Menteri Agama Maftuh Basyuni adalah sesat menurut hujjah ayat ini.

    Menurut Al Maidah (5) ayat 20 dan Maryam (19) ayat 58: Mengakui nabi adalah nikmat Allah.

    Menurut Ali Imran (3) ayat 164: Mengakui rasul adalah karunia Allah.

    Ahmadiyah mengakui Ghulam Ahmad sebagai Nabi dan Rasul, Maka anggauta Ahmadiyah telah mendapat Nikmat dan Karunia dari Allah setelah Nabi Suci saw.

    Menurut Al Mu’min (40) ayat 28: Mengakui Nabi/Rasul tidak berdosa.

    Menurut Al Haaqqah (69) ayat 44-46: Pengaku Nabi/Rasul (Ghulam Ahmad) apabila berbohong dosanya ada pada dirinya.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. — Agustus 25, 2007 @ 5:59 pm | Balas

  7. AGAMA yg plg bnr adlh ISLAM,N ALIRAN yg plg bnr adlh NU smata. selaen i2 agama n aliran yg laennya tdk dpt di Restui ALLAH SWT.

    Komentar oleh ninis — Oktober 25, 2007 @ 1:21 pm | Balas

  8. ISLAM YEZ

    Komentar oleh ninis — Oktober 25, 2007 @ 1:43 pm | Balas

  9. ALLAH HU AKBAR……………………………………………………………………………………………………………………………………….ALLAH HU AKBAR

    Komentar oleh ninis — Oktober 25, 2007 @ 1:46 pm | Balas

  10. AL QAIDAH adlh ajrn yg SESAT

    Komentar oleh ninis — Oktober 25, 2007 @ 1:48 pm | Balas

  11. I LOVE WAHYU
    Emmmmmmmmmmmmmuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaacccccccccccccccccccccchhhhhhhhhhhhhhh,,,99x

    Komentar oleh ninis — Oktober 25, 2007 @ 1:50 pm | Balas

  12. bagi siapa saja yag berani2 menghina isam
    tk dugakno melbu neroko jahannam
    cek kuapok koen
    RASAKAN
    LEK’KEN TA IKU
    AWZON…….

    Komentar oleh ninis — Oktober 25, 2007 @ 1:57 pm | Balas

  13. Q Lach pr pncarimu y ALLAH
    Q Lach yg mrndukn U y ROBBY

    Komentar oleh ninis — Oktober 25, 2007 @ 2:13 pm | Balas

  14. SUGANA GANDAKUSUMA KYOK TAEK

    Komentar oleh rahasimen — Oktober 25, 2007 @ 2:21 pm | Balas

  15. RAIMU ASU SUGANAGANDAKUSUMO

    Komentar oleh rahasimen — Oktober 25, 2007 @ 2:26 pm | Balas

  16. `FUCK U SUGANA GANDA KUSUMA

    Komentar oleh ???? — Oktober 25, 2007 @ 2:46 pm | Balas

  17. Sbnre SUGANA GANDA KUSUMO 2 pmBL ISLAM pa g’ c…?
    kLo pmBL isLam yaW… thnk’z b4, tp kLo
    pnGHncur isLam yaW… SODOK AE RAINE
    Y G?
    MngkanX Q 2 pnzrn bwgtz ma krakter Sugana Ganda Kusumo 2 cBnre 2 kyk p’an
    y smg aZa c pmBLax isLAm…..
    gmn
    jwb zmzQ ny

    Komentar oleh UWONG OREP — Oktober 25, 2007 @ 2:57 pm | Balas

  18. cm’ mw ntip zLm bwt Ir.Drs.Nuh.Dea I aLwayz Support U in here
    cz U adlh bpk mentry dr Gunung Anyar
    n engkwLach yg ngHrmin AL-isLah

    Komentar oleh ayek gunung anyar — Oktober 25, 2007 @ 3:03 pm | Balas

  19. hipzzzzzzzzzzzzzzzzz…………..222222222
    hurraaaaaaaaaaaaaaa……………

    Komentar oleh ayek gunung anyar — Oktober 29, 2007 @ 9:44 am | Balas

  20. Komentar oleh ayek gunung anyar — November 2, 2007 @ 10:19 am | Balas

  21. Untuk menyatukan persepsi agama-agama dengan kehendak Allah sesuai An Nahl (16) ayat 93, yang telah terpecah belah menjadi 73 firqah sampai hari ini sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54, Yudas 1:18,19,20,21, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tetulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJem Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. — Januari 3, 2008 @ 4:43 pm | Balas

  22. Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 62-21-8573388

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. — Juli 8, 2008 @ 7:28 am | Balas

  23. wahai kalian yang meributkan tentang suatu keyakinan,kalau yang bilang ahmadiyah ga nyimpang kalian itu harus syahadat lagi,kta tdk membenci orang ahmadiyah tp keyakinanya harus kta luruskan

    Komentar oleh AHMAD JUNAEDI — Februari 14, 2011 @ 11:01 pm | Balas

  24. BUKU “BHINNEKA CATUR SILA TUNGAL IKA”
    TERSEDIA DI
    PERUMEKEN PURI BSI PERMAI BLOK A3
    JL. SAMUDERA JAYA
    KELURAHAN RANGKAPAN JAYA
    KECAMATAN PANCORAN MAS
    DEPOK 16435
    TELP./FAX. 02177884755
    HP. 085881409050

    Komentar oleh Soegana Gandakoesoema — Januari 24, 2013 @ 7:29 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: