Blog Tausiyah275

Mei 5, 2006

Khutbah Jum’at – 20060428

Filed under: Khutbah Jumat & Pengajian — Tausiyah 275 @ 3:05 pm

*duh…ternyata khutbah Jum’at minggu lalu, 28 April 2006, belum dimuat…maaf…*

Harta merupakan salah satu perhiasan dunia, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an, Al Kahfi(18):46,“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” ALLOH SWT sendiri telah menjadikan cinta harta sebagai salah satu fitrah manusia, sehingga sudah ‘sewajarnya’ jika manusia mencintai harta dan berusaha mengumpulkannya.

Akan tetapi, harta ini bisa menjadi fitnah (pembawa celaka) jika fungsinya selaku perhiasan, bergeser menjadi tujuan utama. Bahkan banyak manusia menjadikan harta sebagai alat kesombongan. Dalam satu ayat surat Yunus(10):88,“Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.””

Rasululloh SAW sendiri sangat takut jika umatnya lebih mencintai dunia, dan tidak berpikir ke masa depan (akhirat). Dan ketakutan Rasululloh SAW ini sangat beralasan…kini kita bisa lihat bahwa banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta. Bahkan kadang-kadang harta yang dikumpulkannya melewati batas, seakan-akan harta itu akan selalu menemaninya. Yang lebih ‘mengherankan’ banyak orang menggunakan cara-cara yang kadang tidak masuk akal…seperti bersekutu dengan setan/jin, menjadi orang kikir, dst dst.

Sesungguhnya, orang bisa menjadi kaya bukan karena menumpuk-numpuk harta, namun dia berusaha dengan cara yang halal, kemudian dia tidak lupa berinfaq/bersedekah serta berbagi dengan sesama. Kita perhatikan surat Al Humazah(104),1-4:“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.”

Rambu-rambu harta:
1. Harta didapatkan dengan cara yang halal
2. Nafkahkan untuk keperluan sehari-hari dengan cara yang halal
3. Manfaatkan untuk kepentingan banyak orang
4. Nafkahkan sebagian diantaranya di jalan ALLOH SWT (sedekah, infaq, dst)

Ada kalanya kita bertemu dengan orang kaya, namun mempunyai penampilan yg tidak layak. Hal ini dilarang dalam Islam…hendaknya harta itu digunakan untuk HIDUP LAYAK, namun TIDAK BERLEBIHAN DAN TIDAK PELIT (bahkan untuk dirinya sendiri). Rasululloh SAW sendiri pernah menegur seorang pemuda, karena pakaiannya yang tidak layak pakai padahal si pemuda mempunyai harta yang cukup untuk membeli pakaian yang layak.

*Khutbah Jum’at lainnya bisa diakses di http://khutbahjumat.wordpress.com/*

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: