Blog Tausiyah275

Mei 20, 2006

Singapura dan Orang Tua

Filed under: HOT NEWS,Tidak Jelas Juntrungannya — Tausiyah 275 @ 11:31 am

Aku dapat dari sebuah milis…layak dijadikan renungan… 🙂

Beberapa dekade lalu, saat Mr Lee senior masih menjadi PM S’pore, dinegara itu pernah terjadi hal yg sangat menghebohkan karena masalah keluarga.

Ada org kaya di sana yg istrinya sdh lama meninggal. Dia mempunyai seorang anak laki2. Dan setelah anak tsb menikah, minta ijin kepada ayahnya utk tinggal bersama. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal ber-sama2 dengannya di apartment nya yg luas dan mewah.

Ayahnya ini sangat mencintai anak tunggalnya, dan karena dia merasa sdh tua, maka dia menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yg mereka tinggali, diatasnamakan ke anaknya itu. Tahun2 berlalu, seperti biasa, masalah klasik dlm rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dgn org tua, entah sebab mengapa, suatu hari mereka bertengkar hebat, yg pada akhirnya, anaknya mengusir ayahnya keluar dari apartment mereka.

Karena seluruh hartanya sdh diberikan kpd anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, org kaya dan terkenal di S’pore, tiba2 menjadi pengemis! Suatu hari, ada temannya waktu mau memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah anda Mr. X. Tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan.

Tetapi temannya curiga dan yakin, bhw Mr X itu adalah temannya yg sdh beberapa lama tdk ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kpd teman2nya yg lain, dan mereka ber-sama2 mendatangi si ayah.

Ada 1 sahabat karibnya yg langsung yakin bhw pengemis itu adalah Mr X.

Dan dihadapan para sahabatnya, si ayah dgn menangis ter-sedu2, dia menceritakan semua kejadian yg sdh dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, krn semua org tua merasa sangat marah terhadap anak yg sangat tdk berbudi itu.

Kegemparan ini akhirnya terdengar sampai ke PM Lee.

PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu si ayah. Ke 2 org tsb dimaki2 dan dimarahi habis2an oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan “sangat memalukan bhw di S’pore ada anak pu thauw seperti mereka” . Lalu PM Lee memanggil notaris dan saat itu juga surat hibah itu dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yg a.n. anaknya tsb disobek2 oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik si ayah diatasnamakan Mr X lagi. Lalu, anak menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke apartment ayahnya.

Mr Lee ini ternyata terkenal sebagai org yg sangat berbakti kpd org tuanya dan menghargai para lansia. Sehingga, agar kejadian serupa tdk terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan dekrit yaitu larangan kpd para org tua utk tdk menghibahkan harta bendanya kpd siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat dekrit lagi, yaitu memberi pekerjaan kpd para lansia. Agar para lansia ini tdk tergantung kpd anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kpd cucu2nya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 th bekerja. Yaitu dgn cara, semua toilet di Changi Airport, mall, restaurant, petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat krn banyak bergerak. Kenapa mrk tdk diberi pekerjaan di kantor dsbnya? itu tdk mungkin krn lansia itu bkn org yg berpendidikan tinggi dan sebagian besar adalah mantan ibu2 rumah tangga 100%.

Dan juga memberikan pendidikan sosial yg sangat bagus buat anak2 dan remaja di sana, bhw pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak2 tsb dari kecil diajarkan utk tahu menghargai org yg lebih tua.

***
Hikmah yg bisa kita ambil: Singapura bukanlah negara dg mayoritas muslim. Namun, jika kita perhatikan lebih jauh, justru mereka justru terdepan dalam mempraktikkan amalan2 (yg seharusnya dilakukan) kaum muslim.

Ayo, jangan mau kalah…mari kita hormati, sayangi, dan perlakukan orang tua kita dengan sebaik-baiknya. Ingat firman ALLOH SWT:
– Al-Ahqaf(46) ayat 15:
“Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

– Al Israa (17) ayat 23:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Iklan

4 Komentar »

  1. Duh, jadi kangen emak 🙂

    ayo mas Aryo…sungkem ke emak 🙂

    Komentar oleh Aryo Sanjaya — Mei 20, 2006 @ 5:41 pm | Balas

  2. rich dad poor dad versi laen yak, bapak kaya bapak malang…kalau ortu kaya, anak ikutan kaya, kalau anak kaya..orang tua macem pembantu deh..blom tentu ikutan kaya 😦

    betul mas(?) Oon…
    begitulah anak yg durhaka.. 😦

    Komentar oleh oón — Mei 21, 2006 @ 5:55 am | Balas

  3. Yg muslim senang terdegradasi sih dgn klausa permisifitas.

    inilah kelemahan kaum muslim sekarang 😦

    Yg non muslim bijak, karena 2 hal :
    1. Mereka baca syar’i, lalu mengadopsi nya dgn mengkaburkan sumber nya.

    bisa jadi…banyak kitab karangan ilmuwan/ulama muslim yg sudah ‘menghilang’

    atau

    2. Memang dari hasil olah pikir dan rasa mereka yg amat dalem. Mereka gak tahu itu ada dalam syar’i.

    tidak salah…beberapa kebiasaan mereka yg Islami, muncul karena kondisi setempat

    Kitanya biasanya manggut-manggut dulu bentaran, karena terlewat sih pas bab itu, hehehehe…

    xixixi…

    Komentar oleh Mimin — Mei 21, 2006 @ 5:20 pm | Balas

  4. Sebenarnya, menghormati orang tua itu adalah dasar semua agama deh. Bukan Islam aja…. Kristen, Yahudi, Katolik, Budha, dan agama-agama lain pasti ada kewajiban menghormati orang tua.. Bahkan itu kan termasuk 10 perintah Allah lho… Jadi gak harus dari Syari’i segala kan??

    Komentar oleh Lady — Maret 5, 2007 @ 2:54 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: