Blog Tausiyah275

Mei 30, 2006

Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak?

Filed under: Hikmah,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 8:01 pm

***pengantar: Ternyata, di Amerika Serikat, ada orang yg mempraktikkan poligami…bahkan dengan argumentasi dan latar belakang yg ‘meyakinkan’ dan bisa membuat kita terperangah…sila dibaca untuk lebih jelasnya…***

“I am a Second Wife”
Sabtu, 13 Mei 2006 – 20:13:58 WIB

Masa SMU wanita Amerika itu hancur tatkala dirinya hamil diusia 17 tahun. Ia terpaksa menjadi ‘single mother’ diusia muda. Namun hidupnya merasa nyaman setelah menjadi istri kedua seorang pria Muslim

Oleh
M. Syamsi Ali *)

Sekitar tiga bulan lalu, the Islamic Forum yang diadakan setiap Sabtu di Islamic Center New York kedatangan peserta baru. Pertama kali memasuki ruangan itu saya sangka wanita Bosnia. Dengan pakaian Muslimah yang sangat rapih, blue eyes, dan kulit putih bersih. Pembawaannya pun sangat pemalu, dan seolah seseorang yang telah lama paham etika Islam.

Huda, demikianlah wanita belia itu memanggil dirinya. Menurutnya, baru saja pindah ke New York dari Michigan ikut suami yang berkebangsaan Yaman. Suaminya bekerja pada sebuah perusahaan mainan anak-anak (toys).

Tak ada menyangka bahwa wanita itu baru masuk Islam sekitar 7 bulan silam. Huda, yang bernama Amerika Bridget Clarkson itu, adalah mantan pekerja biasa sebagai kasir di salah satu tokoh di Michigan. Di toko inilah dia pertama kali mengenal nama Islam dan Muslim.

Biasanya ketika saya menerima murid baru untuk bergabung pada kelas untuk new reverts, saya tanyakan proses masuk Islamnya, menguji tingkatan pemahaman agamanya, dll. Ketika saya tanyakan ke Huda bagaimana proses masuk Islamnya, dia menjawab dengan istilah-istilah yang hampir tidak menunjukkan bahwa dia baru masuk Islam. Kata-kata “alhamdulillah”.”Masya Allah” dst, meluncur lancar dari bibirmya.

Dengan berlinang air mata, tanda kebahagiaannya, Huda menceritakan proses dia mengenal Islam.
“I was really trapped by jaahiliyah (kejahilan)”, mengenang masa lalunya sebagai gadis Amerika. “I did not even finish my High School and got pregnant when I wan only 17 years old”, katanya dengan suara lirih. Menurutnya lagi, demi mengidupi anaknya sebagai ‘a single mother’ dia harus bekerja. Pekerjaan yang bisa menerima dia hanyalah grocery kecil di pinggiran kota Michigan.

Suatu ketika, toko tempatnya bekerja kedatangan costumer yang spesial. Menurutnya, pria itu sopan dan menunjukkan ‘respek’ kepadanya sebagai kasir. Padahal, biasanya, menurut pengalaman, sebagai wanita muda yang manis, setiap kali melayani pria, pasti digoda atau menerima kata-kata yang tidak pantas. Hingga suatu ketika, dia sendiri berinisiatif bertanya kepada costumernya ini, siapa namanya dan tinggal di mana.
Mendengar namanya yang asing, Abdu Tawwab, Huda semakin bingung. Sebab nama ini sendiri belum pernah didengar. Sejak itu pula setiap pria ini datang ke tokonya, pasti disempatkan bertanya lebih jauh kepadanya, seperti kerja di mana, apa tinggal dengan keluarga, dll.

Perkenalannya dengan pria itu ternyata semakin dekat, dan pria itu juga semakin baik kepadanya dengan membawakan apa yang dia sebut ‘reading materials as a gift”. Huda mengaku, pria itu memberi berbagai buku-buku kecil (booklets).

Dan hanya dalam masa sekitar tiga bulan ia mempelajari Islam, termasuk berdiskusi dengan pria tersebut. Huda merasa bahwa inilah agama yang akan menyelamatkannya.

“Pria tersebut bersama isterinya, yang ternyata telah mempunyai 4 orang anak, mengantar saya ke Islamic Center terdekat di Michigan. Imam Islamic Center itu menuntun saya menjadi seorang Muslimah, alhamdulillah!”, kenang Huda dengan muka yang ceria.

Tapi untuk minggu-minggu selanjutnya, kata Huda, ia tidak komunikasi dengan pria tersebut. Huda mengaku justeru lebih dekat dengan isteri dan anak-anaknya. Kebetulan lagi, anaknya juga berusia tiga tahun, maka sering pulalah mereka bermain bersama. “Saya sendiri belajar shalat, dan ilmu-ilmu dasar mengenai Islam dari Sister Shaima, nama isteri pria yang mengenalkannya pada Islam itu.

Kejamnya Poligami
Suatu hari, dalam acara The Islamic Forum, minggu lalu, datang seorang tamu dari Bulgaria. Wanita dengan bahasa Inggris seadanya itu mempertanyakan keras tentang konsep poligami dalam Islam. Bahkan sebelum mendapatkan jawaban, perempuan ini sudah menjatuhkan vonis bahwa “Islam tidak menghargai sama sekali kaum wanita”, katanya bersemangat.

Huda, yang biasanya duduk diam dan lebih banyak menunduk, tiba-tiba angkat tangan dan meminta untuk berbicara. Saya cukup terkejut. Selama ini, Huda tidak akan pernah menyelah pembicaraan apalagi terlibat dalam sebuah dialog yang serius. Saya hanya biasa berfikir kalau Huda ini sangat terpengaruh oleh etike Timur Tengah, di mana kaum wanita selalu menunduk ketika berpapasan dengan lawan jenis, termasuk dengan gurunya sendiri.

“I am sorry Imam Shamsi”, dia memulai. “I am bothered enough with this woman’s accusation”, katanya dengan suara agak meninggi. Saya segera menyelah: “What bothers you, sister?”. Dia kemudian menjelaskan panjang lebar kisah hidupnya, sejak masa kanak-kanak, remaja, hingga kemudian hamil di luar nikah, bahkan hingga kini tidak tahu siapa ayah dari anak lelakinya yang kini berumur hampir 4 tahun itu.

Tapi yang sangat mengejutkan saya dan banyak peserta diksuis hari itu adalah ketika mengatakan: “I am a second wife.” Bahkan dengan semangat dia menjelaskan, betapa dia jauh lebih bahagia dengan suaminya sekarang ini, walau suaminya itu masih berstatus suami wanita lain dengan 4 anak. “I am happier since then“, katanya mantap.

Dia seolah berda’wah kepada wanita Bulgaria tadi: “Don’t you see what happens to the western women around? You are strongly opposing polygamy, which is halaal, while keeping silence to free sex that has destroyed our people” ,jelasnya. Saya kemudian menyelah dan menjelaskan kata “halal” kepada wanita Bulgaria itu.

“I know, people may say, I have a half of my husband. But that’s not true“, katanya. Lebih jauh dia menjelaskan bahwa poligami bukan hanya masalah suami dan isteri. Poligami dan kehidupan keluarga menurutnya, adalah masalah kemasyarakatan. Dan jika seorang isteri rela suaminya beristeri lagi demi kemaslahatan masyarakat, maka itu adalah bagian dari pengorbananya bagi kepentingan masyarakat dan agama.

Kami yang dari tadi mendengarkan penjelasan Huda itu hanya ternganga. Hampir tidak yakin bahwa Huda adalah isteri kedua, dan juga hampir tidak yakin kalau Huda yang pendiam selama ini ternyata memiliki pemahaman agama yang dalam. Saya kemudian bertanya kepada Huda: “So who is your husband?” Dengan tertawa kecil dia menjawab “the person who introduced me to Islam”.Dan lebih mengejutkan lagi: “his wife basically suggested us to marry”, menutup pembicaraan hari itu.

Diskusi Islamic Forum hari itu kita akhir dengan penuh bisik-bisik. Ada yang setuju, tapi ada pula yang cukup sinis. Yang pasti, satu lagi rahasia terbuka. Saya sendiri hingga hari ini belum pernah ketemu dengan suami Huda karena menurutnya, “he is a shy person. He came to the Center but did not want to talk to you”, kata Huda ketika saya menyatakan keinginan untuk ketemu suaminya.

“Huda, may Allah bless you and your family. Be strong, many challenges lay ahead in front of you”, masehatku. Doa kami menyertaimu Huda, semoga dikuatkan dan dimudahkan!

New York, 10 Mei 2006

*) Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik “Kabar Dari New York” di http://www.hidayatullah.com

Artikel terkait:
Poligami vs Playboy
Hentikan Mengghibah Aa Gym!!!
Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana?
Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami
Press Release dari Aa Gym
Balasan Puisi Sang Istri …
Surat-surat Pendukung Poligami
Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram
Efek Samping Poligami

Iklan

15 Komentar »

  1. Koh Fahmi, di US katanya ada serial TV tentang poligami gitu. Bukan poligami di Islam sih. Namanya gw lupa.

    Komentar oleh Calupict — Juni 1, 2006 @ 12:28 pm | Balas

  2. 1. Poligami itu klausa solutif, bukan klausa lifestyle.

    2. Musuh2 Islam sering kebalik-balik secara sengaja maupun pun tidak sengaja dalam menyikapi masalah syari’i dalam Islam.

    Masalah keharaman babi yg perintahnya dogmatis banget, sering di ubek-ubek alasannya…
    Masalah poligami yg tidak ada perintah explisitnya, malah sering di tembak langsung…

    JANGAN KERDIL..!!

    Komentar oleh Mimin — Juni 1, 2006 @ 12:46 pm | Balas

  3. Beberapa minggu lalu saya lihat liputan jurnalistik TV di salah satu stasiun TV tentang fenomena banyaknya janda-janda muda di daerah Indramayu yang terpaksa rela “diperjualbelikan” karena harus menghidupi anaknya. Biasanya mereka diperjualbelikan sebagai pelacur. Kebanyakan mereka menikah pada usia muda dengan lelaki yang juga muda dan segera cerai karena ketidaksiapan membangun keluarga sakinah. Nah dengan perempuan semacam mereka seharusnya kita berpoligami. Tapi bagaimana caranya minta ijin ke istri ya, rasanya kok tidak tega…

    hmmm…memang, kemiskinan bisa membuat orang jatuh ke jurang kemaksiatan.. 😦
    wah…saya juga tidak bisa menolong,mas Widi…maaf yaaa??

    Komentar oleh widi — Juni 13, 2006 @ 12:52 am | Balas

  4. Tak reply tempat lain ya mas

    Komentar oleh Dejavu — September 4, 2007 @ 11:49 am | Balas

  5. Wah ternyata menanggapi poligami, nggak akan ada habisnya yach?????????

    Komentar oleh pipit — November 8, 2007 @ 11:19 pm | Balas

  6. poligami berdasarkan agama yahudi tapi Kristen tidak boleh karena menyakitkan. pie

    Komentar oleh alo — November 19, 2008 @ 4:01 pm | Balas

  7. Poligami dalam islam ‘PELACURAN ATAS NAMA ISLAM”
    pada dasarnya Pologami, kawin siri, kawin kontrak menghindar perzinaan. Dengan kata lain yang penting anda nikah dan saksikan oleh uztad itu sudah resmi. Dan Besuk anda mau cereikan itu tidak ada persoalan…namanya aja kawin kontrak selesai puas dalam menguasai tubuh wanita ya besuk dibuang dan cari yang lain…ini pelacuran yang sah didalam ajaran seksuel agama islam.

    Jadi kalau anda mau mencari kepuasan seksuel masuk islam untuk sementara waktu dan ikut untuk poligami, siri.
    SAetelah anda merasa sudah puas dalam menikmati seksuel,,,.dan murtad kembali pada jalanb yang lurus.

    Komentar oleh Mr.Nunusaku — November 15, 2010 @ 4:21 pm | Balas

  8. […] terkait: – Poligami vs Playboy – Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? – Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana? – Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami – Press […]

    Ping balik oleh Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! « Blog Tausyiah275 — Desember 11, 2011 @ 1:38 pm | Balas

  9. […] terkait: – Poligami vs Playboy – Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? – Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! – Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana? – Puisi Suami […]

    Ping balik oleh Efek Samping Poligami « Blog Tausyiah275 — Desember 28, 2011 @ 5:14 pm | Balas

  10. […] terkait: – Poligami vs Playboy – Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? – Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! – Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana? – Puisi Suami […]

    Ping balik oleh Press Release dari Aa Gym « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:36 am | Balas

  11. […] terkait: – Poligami vs Playboy – Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? – Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! – Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana? – Puisi Suami […]

    Ping balik oleh Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram | Blog Tausiyah275 — Agustus 25, 2013 @ 10:35 am | Balas

  12. […] terkait: – Poligami vs Playboy – Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? – Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! – Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana? – Puisi Suami […]

    Ping balik oleh Surat-surat Pendukung Poligami | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:47 am | Balas

  13. […] terkait: – Poligami vs Playboy – Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? – Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! – Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana? – Press Release […]

    Ping balik oleh Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:48 am | Balas

  14. […] terkait: – Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? – Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! – Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana? – Puisi Suami […]

    Ping balik oleh Poligami vs Playboy | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:50 am | Balas

  15. […] terkait: – Poligami vs Playboy – Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? – Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! – Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana? – Puisi Suami […]

    Ping balik oleh Balasan Puisi Sang Istri … | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:59 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: