Blog Tausiyah275

Juni 1, 2006

Akhirnya…MUI Mengharamkan SMS Undian

Filed under: HOT NEWS,Tidak Jelas Juntrungannya — Tausiyah 275 @ 12:42 pm

Artikel ini seharusnya muncul tgl 27 Mei lalu, tapi aku malah ‘bersyukur’ terlambat dimuat, karena ada tambahan informasi. 🙂 Sebenarnya aku sudah pernah menulis artikel yg serupa, yakni sms berhadiah haram, namun yg menetapkannya adalah ulama malaysia. :p

Koran Tempo, 27 Mei 2006, halaman A5 lalu menulis bahwa MUI mengharamkan SMS Berhadiah. Keputusan ini didasarkan hasil ijtimak ulama yg dilakukan di Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo pada tgl 26 Mei 2006 lalu.

Para ulama sepakat bahwa pesan pendek (SMS) berhadiah dan premium call masuk dalam kategori judi terselubung, yg secara otomatis dilarang dalam Islam.

Keputusan haram ini sebenarnya tidak turun begitu saja, karena ada 3(TIGA) pendapat yg muncul:
1. Mengharamkan, karena dianggap judi terselubung, dan judi dilarang agama
2. Membolehkan dg syarat tidak ada mudlarat (efek negatif), karena dalam Al Qur’an dan Hadits tidak ada dalil tentang SMS berhadiah
3. Membolehkan dg alasan judi-tidaknya SMS berhadiah ini tidak jelas.

Alhamdulillah, mayoritas ulama memilih poin 1. 🙂

Sementara itu, dari koran Republika, 31 Mei 2006, aku temukan artikel yg serupa di halaman 12. Di situ lebih lengkap penjelasannya.

SMS berhadiah yg dinyatakan haram adalah suatu model pengiriman SMS mengenai berbagai masalah tertentu yg disertai dengan janji memberikan hadiah. SMS berhadiah mengandung judi karena mengundi nasib yg menyebabkan konsumen berharap-harap cemas memperoleh hadiah yg besar dengan cara yg mudah.

SMS berhadiah juga sudah mengandung gharar, yakni tergolong permainan yg tak jelas dan bersifat mengelabui.

***untuk lebih jelasnya, bisa ke situs Koran Tempo dan Republika. 😉

Hayooo…sapa yg masih suka mengirim sms berhadiah?? Aku harap mulai sekarang anda2 yg masih gemar mengirim sms berhadiah bisa segera menghentikannya. Percayalah, TIDAK AKAN BAROKAH harta yg didapat dengan jalan tidak halal (apalagi dg cara judi). 🙂

Iklan

9 Komentar »

  1. Siap-siap berhadapan dgn payung hukum positif di Indonesia..

    Komentar oleh Mimin — Juni 1, 2006 @ 1:11 pm | Balas

  2. Saya sangat setuju sekali dengan keputusan ini. Tumben MUI menghasilkan keputusan yang cerdas (ga ada maksud apa2 lho saya tulis ini). Walhasil, biar bagaimanapun juga sms berhadiah memang sama seperti judi, tapi terselubung. Hampir-hampir mirip dengan SDSB, tapi teknologi nya beda. Dengan SDSB/TOGEL, kita keluarkan uang tunai untuk membeli nomor pasangan. Sedangkan sms berhadiah, kita mengirim sms untuk menjawab quiz (ada juga yang tanpa quiz), lalu mendapatkan nomor PIN (ada juga yang tidak). Makanya itu, mengapa saya bilang SDSB/TOGEL dan sms berhadiah itu hampir mirip.
    Untungnya saya memang tidak suka dengan sms berhadiah ini dan iming-imingnya. Karena saya tidak begitu suka dengan sesuatu yang berbau mengadu nasib. Kalau kita hitung-hitung menurut ilmu peluang, peluang kita untuk mendapat hadiah sangaaaaaaaaaaat kecil sekali. Walaupun 1000 sms yang kita kirim, jumlah total sms yang masuk pun mungkin puluhan ribu, ratusan ribu atau bahkan jutaan. Hitung saja, dengan nilai sms normal (rata² Rp. 350/sms) kalau dikalikan dengan 1000x kita kirim sms, maka akan terbuang sia² uang kita sebesar 350rb. Syukur-syukur kalau dapat, modal kembali, tidak dapat? gigit jari. Itu saya hanya membandingkan dengan nilai uang dari sms normal, bagaimana dengan sms premium? bisa berkali² lipat kita menghamburkan uang.
    Yang saya tidak habis pikir adalah, bagaimana pola pikir orang Indonesia ini. Mengharapkan uang mudah dengan mengikuti undian-undian. Saya rasa, inilah yang ditangkap oleh para operator selular dan perusahaan yang bekerja sama dengan operator selular tersebut.
    Ah, kalau terus dibahas ngalor-ngidul, tidak ada habis-habisnya. Pokoknya, intinya saya sangat setuju dan mengacungi jempol kepada MUI dalam mengeluarkan keputusan ini. Tinggal bagaimana pemerintah (mayoritas muslim?) menanggapi keputusan ini dengan menyediakan undang-undang yang sejalan dengan keputusan ini.

    setuju mas Naif…sepakat deh 🙂

    Komentar oleh Naif Al'as — Juni 1, 2006 @ 9:55 pm | Balas

  3. seandainya hal itu dilarang di Indonesia..

    artinya semakin jelas bahwa pemerintah Indonesia cuman ngurusin yang gak penting dan semakin berbau “islam”…

    andaikan itu haram.. yaudah.. gak usah dikerjain.. gak usah dilarang pake peraturan segala..

    Komentar oleh aRdho — Juni 2, 2006 @ 9:29 pm | Balas

  4. #3 : Ini pemerintah atau MUI siih ?? BEDAKAN..!!

    Pemerintah : si empunya hukum positif
    MUI : organisasi mandul yg terpaksa berfatwa

    Kenapa saya bilang mandul ??
    Lha wong gak ada payung hukum nya kok, apa yg mereka expresikan dilanggar juga gak kenapa-napa…

    Kenapa saya bilang terpaksa ??
    Mekanisme pengumpulan issue nya sudah cukup pasif kok, kalo gak mau dibilang lamban…

    Paham ??

    Komentar oleh Mimin — Juni 3, 2006 @ 2:17 am | Balas

  5. #4 ya itu emang MUI,, gw cuman mau ngomentarin komennya atas gw…

    Komentar oleh aRdho — Juni 3, 2006 @ 2:55 am | Balas

  6. #5 Ok thanks…

    Tapi diakui atau tidak organisasi MUI masih punya kekuatan politis seperti kalimat terakhir komentar #2.

    Yo para biker aja bisa bikin club dan berekspresi, mosok ulama gak bisa sih, hehehehe…

    Komentar oleh Mimin — Juni 3, 2006 @ 3:15 am | Balas

  7. agama dilanggar khan juga ndak ada hukumannya secara langsung? itulah kalau manusia sudah tidak percaya sama Yang Maha Kuasa, udah ndak peduli ama HALAL & HARAM yang penting ndak mask penjara (versi pemerintah) 😉

    betul sekali mas Jauhari 🙂

    Komentar oleh Jauhari — Juni 8, 2006 @ 6:47 am | Balas

  8. […] tindakan ini (undian SMS) sudah termasuk kategori judi. Bahkan fatwa sudah dimaklumatkan oleh MUI mengenai undian SMS ini, yg menyatakan bahwa undian ini termasuk judi dan mengharamkannya. Namun, sayangnya fatwa ini dianggap angin lalu saja oleh para penyelenggara undian dan peserta, […]

    Ping balik oleh Bacaan di Akhir Pekan – Acara Sahur Yang (Masih) Menyedihkan « Blog Tausyiah275 — Desember 11, 2011 @ 1:31 pm | Balas

  9. […] waktu lalu, ulama2 di Indonesia (yg tergabung dalam MUI) sudah memfatwakan undian SMS haram. Jadi, jangankan judi yg jelas2 dilarang oleh agama, undian sms pun sudah dikategorikan sebagai […]

    Ping balik oleh Seminggu Sudah Masa Taruhan Terbesar di Dunia itu Dimulai « Blog Tausyiah275 — Desember 11, 2011 @ 1:44 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: