Blog Tausiyah275

Juni 2, 2006

Jangan Gunakan MP3 Al Qur’an Sebagai Nada Dering Handphone

Filed under: Hikmah,HOT NEWS,Tidak Jelas Juntrungannya — Tausiyah 275 @ 12:16 am

Beberapa waktu lalu aku berdiskusi lagi dengan ustadzku. Aku tanya ttg mp3 Al Qur’an dan nada dering. Semula ustadzku tidak terlalu mengerti dg pertanyaanku. Akhirnya aku uraikan pemikiranku ttg mp3 Al Qur’an sebagai nada dering handphone.

Dalam uraianku ke ustadzku, aku ceritakan bahwa aku TIDAK SETUJU dg penggunaan mp3 Al Qur’an sebagai nada dering handphone…baik sebagai nada tunggu (yg didengar penelpon) maupun sebagai nada dering (yg didengar yg ditelpon). Aku kemukakan alasannya, bahwa hal itu ‘berbahaya’…karena akan berakibat terjadi PEMOTONGAN AYAT yg bisa BERAKIBAT PERUBAHAN MAKNA.

Ambil contoh: Al Baqarah(2):111,”Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.”

Jika ayat tersebut dijadikan nada dering, bisa jadi, saat ayat baru ‘dibaca’: “Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”.” lalu handphone diangkat. Akibatnya…akan terjadi PERUBAHAN MAKNA…!!! Perubahan makna yg terjadi adalah: seakan-akan yg masuk surga hanyalah orang2 beragama Yahudi dan/atau Nasrani, padahal jika kita lihat kelanjutan ayat tersebut…akan terlihat ‘kebenaran’nya. ๐Ÿ™‚

Aku juga menjelaskan, hal yg sama berlaku untuk adzan. Adzan SEBAIKNYA TIDAK DIJADIKAN NADA DERING ATAU ALARM. Coba bayangkan, jika saat lantunan “Asyhadu alla ilaaaa….” lalu handphone diangkat atau alarm dimatikan??? Itu artinya terjadi (ekstrim sih) perusakan akidah…karena “Asyhadu alla ilaaaa….” itu berarti “Saya bersaksi tidak ada Tuhan…” Nah lho..berabe kan?

So…akhirnya setelah mendengar uraianku…ustadzku setuju denganku… ๐Ÿ™‚

Semoga tulisan ini berguna ๐Ÿ™‚

Iklan

20 Komentar »

  1. Sebenarnya kalau menurut saya, bagus juga sih niat awal orang yang menjadikan mp3/wav alquran di hp nya sebagai nada dering. Tetapi, selain takut akan perubahan makna tersebut, ada hal lain yaitu kesan bahwa alquran itu hanya untuk didengarkan saja, tanpa dimaknai/dimengerti maknanya (terkesan main-main). Makanya sebaiknya memang tidak menggunakan nada dering ayat-ayat alquran. ๐Ÿ™‚

    betul mas Naif…itu yg mesti kita hindari…PERUBAHAN MAKNA DAN ‘MAIN2’ DG AYAT AL QUR’AN ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Naif Al'as — Juni 2, 2006 @ 1:47 pm | Balas

  2. kalau misalnya “Bismillah” bisa gag Mi?
    *sembari rubah rtone*

    Jika kita perhatikan artinya, insya ALLOH ga papa, mas Abe ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh abe — Juni 2, 2006 @ 2:23 pm | Balas

  3. itu nanya ustad.. apa maksa ustad?

    hpnya ustad masih model lama, tidak pake yg poliponik, jadi tidak tahu bahwa Al Qur’an bisa dijadikan nada dering dan alarn. Begitu loh mas Ardho…

    Komentar oleh aRdho — Juni 3, 2006 @ 2:23 am | Balas

  4. Mirip tulisan Fahmi yg tentang wudhu otomatis – link/2006/05/31/mesin-wudhu-otomatis/ –
    Nilai spiritualnya terdegradasi dong..??

    betul sekali mbak Mimin ๐Ÿ™‚

    Btw, jadi inget ada ustadz yg menjelaskan tentang syar’i (hayoo… inget looh.. bedain syar’i dgn lifestyle…)

    Beliau bilang, kita tidak wajib menjawab adzan yg tidak kita dengar langsung. Melainkan via TV, radio atau malah speaker masjid.
    (hayoo.. pasti mau komentar, “apa salahnya” dsb deh…)

    Jadi kuulangi, ustadz tersebut mengatakan tidak wajib untuk kita menjawab nya… karena sudah tertranslasi begitu deh dgn media lain…

    Untuk alasan yg hampir sama itulah aku, maaf, agak sedikit enggan membalas salam via chat, postingan, email, bahkan telepun..!!

    Aku pecinta tehnologi juga kok… tapi liat bel yg berbunyi “Assalamualaikum” dan ring tone macam gini pulak kok ya aku jadi berfikir tentang pemberhalaan ayat sih ??

    hmm..bisa jadi artikel baru nih.. ๐Ÿ™‚ trims…

    Komentar oleh Mimin — Juni 3, 2006 @ 3:05 am | Balas

  5. apalagi kalo hapenya bunyi pas lagi di toilet ๐Ÿ˜ฆ

    nah…itu dia…makanya, jangan gunakan nada dering sembarangan.. ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh luthfi — Juni 5, 2006 @ 5:38 pm | Balas

  6. apalagi kalo hapenya bunyi pas lagi indehoy ama istri ๐Ÿ˜€

    halah.. ๐Ÿ˜€

    Komentar oleh jesie — Juni 6, 2006 @ 1:19 pm | Balas

  7. jessie mo pamer sama si jago teori ye??/
    hahahaha

    iya deh… ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh didats — Juni 8, 2006 @ 1:52 pm | Balas

  8. hmmm.. sebuah Uraian yang menarik.. Cuma sebelumnya saya pengen tanya dulu,
    1. Berapa % kah orang kita orang tau terjemahan Al-Quran..?
    2. Bagaimana hukumnya kalau yang baca Al-Qur’an itu disebuah rekaman..( semacam Kaset atau pun MP3..? apakah tetap sah.. atau gimana..?

    Komentar oleh Ganesha — April 17, 2007 @ 2:21 pm | Balas

  9. tolong jangan memprediksi klo itu TDK BAIK ,tidak ada masalah alqur’an di pakai sebagai nada dering.itu sah2 aja dan baik2 aja.klo lom tau jelas jangan komentar mas .ngaji ke pesantren dulu yang tekun nanti kamu akan tau semua Ilmu allah.

    Komentar oleh kamal reza — Mei 11, 2007 @ 11:32 pm | Balas

  10. Sebelum Loe Usul Jangan Gunakan RingTone Ayat Al-qur’an, saya mau tanya?
    1. Apakah Loe udah patrap (konsekwensi dan atau menjalankan) ayat alquran?
    2. Coba loe baca and kaji Surat Ke 49. Al-Hujraat ayat 11 s/d 12.

    Demikian dari saya, semoga Allah memberi petunjuk.
    Wasallam

    Komentar oleh Malik — Juli 2, 2007 @ 11:56 am | Balas

  11. ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠ

    ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุฎูŽุฑู’ ู‚ูŽูˆู…ูŒ ู…ู‘ูู† ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู† ูŠูŽูƒููˆู†ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑุงู‹ ู…ู‘ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูุณูŽุงุก ู…ู‘ูู† ู†ู‘ูุณูŽุงุก ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู† ูŠูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑุงู‹ ู…ู‘ูู†ู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู„ู’ู…ูุฒููˆุง ุฃูŽู†ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู†ูŽุงุจูŽุฒููˆุง ุจูุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ู‚ูŽุงุจู ุจูุฆู’ุณูŽ ุงู„ุงูุณู’ู…ู ุงู„ู’ููุณููˆู‚ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู…ูŽู† ู„ู‘ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูุจู’ ููŽุฃููˆู’ู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ

    ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑุงู‹ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌูŽุณู‘ูŽุณููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ุชูŽุจ ุจู‘ูŽุนู’ุถููƒูู… ุจูŽุนู’ุถุงู‹ ุฃูŽูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู† ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽูŠู’ุชุงู‹
    ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽูˆู‘ูŽุงุจูŒ ุฑู‘ูŽุญููŠ

    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

    Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. ( Al-Hujurat 11 – 12 )

    Komentar oleh ydhs — April 10, 2008 @ 6:05 pm | Balas

  12. wahh yg buat artikel ini hebat banget..ana shalut ama ente..klo boleh saya tau..ente buat ni artikel bertujuan untuk apa?..maaf mas…jgn punya prasangka buruk..tobat mass..(aku ora ngerti maksud sampean buat mas)..mudah-mudahan ulasan kami ini dapat diterima dan bermanfaat bagi mas. Amin.

    Komentar oleh ydhs — April 10, 2008 @ 6:25 pm | Balas

  13. weleh2 ramei gini…
    ada yg setuju dan ada yang tidak…
    resolusinya gini2 deh…:
    “Bole nada dering alqur’an dipakai di HP asalkan Kalau nada deringnya belum selesai bunyi jangan diangkat dulu atau dimatikan biar arti maknanya ngga salah….makanya masang nada deringnya nga usa kepanjangan biar nunggunya juga ngga kelamaan”

    Setuju ngga….:)

    thanks

    Komentar oleh agus — Mei 12, 2008 @ 11:39 am | Balas

  14. Assalamu’alaikum wr. wb.

    sebelum kita memutuskan mana yg lebih baik dan mana yg bukan.

    kita juga harus memperhitungkan lebih banyak mana antara manfaat atau mudhorotnya kalau dilakukan.

    saya kira masing2 punya penilaiannya. kalau masing bingung ‘bertanya’ lah,
    boleh ke manusia sampai Allah SWT.

    terima kasih.

    wassalamua’alaikum wr. wb.

    Komentar oleh sifulan — Juni 21, 2008 @ 2:22 pm | Balas

  15. Kalau kita sedang berada di Toilet umum sedang BAB/kecil, misalnya di stasiun kereta, kalau ada yang menghubungi kita maka nada dering tersebut haram hukumnya berbunyi di Kloset, jadi untuk ke hati hatian sebaiknya jangan menggunakan Nada dering dari ayat ayat alqur’an.

    Komentar oleh djaelani — Juli 24, 2008 @ 8:13 am | Balas

  16. Menurut saya, Al Quran memang sebaiknya jangan digunakan sebagai ring tone. hal ini kurang tepat.

    Komentar oleh As Sayuthi — Juli 29, 2008 @ 7:06 am | Balas

  17. wong al-qur’an kok gae nada dering, trus apa bedanya dengan agama lain yang suka menyanyi?

    Komentar oleh penyok — September 24, 2008 @ 5:39 pm | Balas

  18. ุฅู†ู…ุงุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุจุงู„ู†ูŠุฉ
    Segala sesuatu itu tergantung niatnya…………

    Komentar oleh diasmara — Maret 25, 2009 @ 10:09 am | Balas

  19. […] artikel ttg Islam yg terkait dengan teknologi: – Masjid dengan hotspot – Tentang Facebook – Ringtone Al Qur’an sebagai dering hp – Islam dan pengeras […]

    Ping balik oleh Twitteran Saat Jum’atan? Sebaiknya Jangan! « Blog Tausyiah275 — Desember 2, 2011 @ 6:34 pm | Balas

  20. […] waktu lalu, aku tulis artikel bahwa Al Qur’an (dan Adzan) JANGAN dipakai sebagai dering handphone ataupun sebagai nada tunggu. Silakan baca kembali artikel tersebut untuk lebih jelasnya. Oya, baru2 ini beberapa ulama […]

    Ping balik oleh MATIKAN (atau TINGGALKAN) Handphone!!! « Blog Tausyiah275 — Desember 11, 2011 @ 1:31 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: