Blog Tausiyah275

Juni 10, 2006

Khutbah Jum’at – 20060526

Filed under: Khutbah Jumat & Pengajian — Tausiyah 275 @ 4:20 pm

***Maaf…telat tayang…***

Ciri-ciri pengikut Nabi Muhammad SAW telah dicantumkan di surat Al Fath(48):29,“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Dari ayat tersebut, bisa diambil poin-poin berikut:
1. Tegas terhadap segala bentuk kekafiran (selama orang kafir tsb tidak mengganggu, maka kita juga tidak diperbolehkan mengganggu mereka. Istilahnya kafir Zinni). Banyak nilai-nilai Islam yg tidak dilakukan oleh orang2 yg (mengaku) Islam, malah banyak dilakukan orang-orang non Islam, seperti kerja keras, tepat waktu. Perang dg orang kafir hanya dalam rangka mempertahankan akidah.

2. Saling kasih sayang sesama muslim. Hadits,“Tidak beriman seorang muslim, hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri” dan “Saudara seiman seperti tubuh. Jika 1sakit, maka yang lain akan merasa sakit juga” menunjukkan bahwa Rasululloh SAW begitu menekankan arti saudara seiman.

Persaudaraan kaum Anshar – Muhajirin merupakan contoh paling nyata tentang persaudaraan sesama muslim. Persaudaraan hendaknya didasarkan karena IMAN.

3. Banyak ruku’ dan sujud. Secara ‘gampangnya’ berarti mereka sering sholat dengan tujuan mencari ridho ALLOH SWT.

4. Di muka mereka tampak bekas sujud. Ini sebagai implikasi poin 3. Hanya saja, yg perlu diperhatikan di sini adalah, sholat di sini tidak saja sholat sebagai ibadah…namun sholat yg nilai2nya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh paling mudah penerapan nilai sholat dalam kehidupan sehari-hari:
– Sebelum sholat, mesti bersuci…membersihkan diri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mesti membersihkan diri dari berbagai keburukan (kejelekan).
– Sholat mesti tepat waktu. Kaum muslim mesti tepat waktu dalam segala hal.
– Raka’at sholat tidak boleh ditambah atau dikurangi. Ini berarti dilarang berbuat korupsi atau ghibah (menambah perkataan). Selain itu, ini menunjukkan KEJUJURAN.

*Khutbah Jum’at lainnya bisa diakses di http://khutbahjumat.wordpress.com/*

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: