Blog Tausiyah275

Juni 12, 2006

Mengapa Rasululloh SAW (masih harus) Dishalawati?

Filed under: Tidak Jelas Juntrungannya — Tausiyah 275 @ 10:16 am

Rasululloh SAW kan manusia yg terbebas dari kesalahan (maksum), lantas mengapa kita masih harus bershalawat kepada beliau? Bukankah arti dari shalawat adalah mendoakan? Jadi, kita harus mendoakan Rasululloh SAW yg notabene tidak pernah bersalah? Lho, kok jadi simpang siur ya? Kenapa jadi bertolak belakang?

Pertanyaan ini pernah terpikir dalam benakku, saat aku masih SD-SMP. Aku tidak sempat bertanya pada guru SD ataupun SMP, karena kadang-kadang beliau, alih-alih menjawab pertanyaanku, membelokkan pertanyaanku ke hal-hal lain (yg seringkali tidak berhubungan). Mencari-cari referensi di buku2 Bapakku, masih belum cukup menjawab pertanyaanku.

Akhirnya, di satu waktu (aku lupa tepatnya, tapi jika tidak salah sekitar SMA atau hampir lulus SMA) aku dapatkan jawaban yg mantap (buatku, mudah2an bisa memantapkan iman saudara-saudaraku juga).

Shalawat kepada Rasululloh SAW ternyata terdiri dari 3 bagian:
1. ALLOH SWT bershalawat kepada Rasululloh SAW (Al Ahzab:56)
Di sini, maksudnya adalah ALLOH SWT memberikan rahmat kepada Rasululloh SAW. Karena jika kita maknai shalawat sebagai mendoakan, itu berarti ALLOH SWT mendoakan Rasululloh SAW…sesuatu yg mustahil ALLOH SWT berdoa kepada makhluk-Nya. Jadi, shalawat di sini = memberikan rahmat.

2. Para malaikat bershalawat kepada Rasululloh SAW (Al Ahzab:56)
Adapun untuk malaikat, makna mereka bershalawat kepada Rasululloh SAW adalah untuk memintakan ampun bagi Rasululloh SAW. Lho, bukankah Rasululloh SAW maksum, kenapa mesti didoakan? (kembali ke pertanyaanku di awal artikel) Untuk menjawab pertanyaan ini, kita mesti mengingat kembali satu riwayat, bahwa Rasululloh SAW dalam sehari semalam meminta ampun kepada ALLOH SWT sebanyak SERATUS KALI. Pada saat beliau ditanya, jawaban beliau adalah,”Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”

3. Kita (selaku pengikut beliau) bershalawat kepada Rasululloh SAW
Untuk poin 3 ini, ada beberapa jawaban, namun aku tulis cukup 3.
– Bukti cinta kita kepada Rasululloh SAW. Bershalawat = otomatis banyak menyebut nama beliau. Salah satu tanda orang cinta adalah seringkali menyebut yg dia cintai.
– (hampir sama dg poin 2) Doa supaya beliau diberi rahmat dan kasing sayang. Ini tidak salah, karena sebagai pengikutnya, kita selalu ingin rahmat dan kasih sayang tercurah kepada beliau.
– Shalawat kepada Rasululloh SAW akan membantu kita di akhirat kelak, untuk mendapatkan syafa’at (pertolongan) dari beliau.

Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan. 🙂

Iklan

7 Komentar »

  1. kalo dari kaset yg daku punya, knp Allah mewajibkan kita beshalawat kpd rasullah adalah karena “Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan dunia ini” bgtu Allah bersabda berfirman. Dan ketika nabi Adam a.s hendak turun ke bumi, dia bertanya kpd Allah SWT ttg siapa kah Muhammad. Tnyta pada pintu gerbang arsy tertulis lafadz syahadat. Sbgtu mulianya penciptaan Muhammad oleh Allah SWT ..wallahu biswb

    jadi mnrt diriku, bershalawat lah, insya Allah diri ini dimuliakan Allah

    betul sekali, mbak Febz…terima kasih untuk infonya 🙂

    Komentar oleh Febz — Juni 12, 2006 @ 12:59 pm | Balas

  2. Kok terdengar seperti pengkultusan ya..

    -shalawat oleh umat itu yang pertama diartikan usaha menunjukkan cinta dengan terus menerus menyebut NAMA?…. whadhuh..
    (jadi ingat bung Karno dikultuskan rakyat desa Jatim..)
    …..
    ….

    ..
    – kedua, artinya supaya Beliau diberi kasih sayang?..
    maaf, tapi arti ‘harafiah’ bacaan Shawalat sendiri apa ya?
    ..

    ..
    – yang ketiga.. maaf.. kedengaran seperti (*menjilat*) (*maaf*) untuk mendapatkan bantuan.. saya rasa Alloh Maha Pengasih dan Rasulluloh SAW yang Terpuji.. tidak memerlukan dorongan untuk membantu orang-orang yang memang layak surga, (ditakdirkan) masuk surga..

    =
    ==
    =

    Jadi.. ada yang bisa memberi penjelasan lain….??
    Sebenarnya sepengetahuan saya ini merupakan pertanyaan dasar yang muncul dari hampir semua (murid) madrasah, sehingga tentunya sudah ada jawaban lebih ‘pasti’-nya..

    terima kasih..

    .yog..

    Komentar oleh yogi — Oktober 1, 2006 @ 11:54 pm | Balas

  3. S.A.W = sallahu Allaihi Wasallam
    i think it means the one who ask for salvation
    A.S = Allaihi Sallam
    i think it means the one who have the way to salvation

    Komentar oleh anubis — Mei 15, 2008 @ 9:10 pm | Balas

  4. disitu ada tulisan nabi adam a.s. setauku di ajaran islam arab yang punya titel a.s cuma al masih isa a.s aja… nabi yang bergelar cuma ada 2 orang isa dan nabi besar muhammad.. aku sampe bertanya tanya… siapakah lebih besar nabi muhammad atokah isa? muhammad nabi pembawa shallawat isa nabi pembawa syafa’at.. itu pertanyaan juga teman-teman di pesantren.. mohon penjelasan nya… kita smua mencintai rasulallah tidak diragukan lagi.

    Komentar oleh yusuf — Agustus 16, 2008 @ 3:17 pm | Balas

  5. sholawat itulah yg bikin aku ragu akan keselamatanku.. sebab kalo Nabi Muhammad SAW dan keluarganya saja msh perlu didoakan milyaran org setiap sholat.. nah yg doain gue siape???

    Komentar oleh aisyah — September 26, 2008 @ 3:18 pm | Balas

  6. emange situ2 dah merasa paling baik..baru belajar agama kemarin sore wae ngga mau shalawat pada Baginda NABI S.A.W
    shalat aja masih berantakan,,mau ngatain shalawat bidah..dah ngga kaget kalo ada orang islam benci sama nabinya sendiri..heran2 ma orang2 sok suci

    Komentar oleh widyas — Agustus 9, 2009 @ 10:27 pm | Balas

  7. Klo boleh nambahin sedikit..

    Prnah dulu ada kyai yg ngisi pengajian dkt rmhku.Persis kaya gini..ada yg nanya utk apa memanjatkan sholawat pd Rasulullah SAW yg dah dijamin masuk surga.
    Jawabnya hampir sama dgn yg diatas.Tp ada satu lg yg bikin bahagia..
    Ibaratnya gelas berisi air..Rasulullah udah penuh dgn kebaikan seperti air yg penuh air.Saat kita memanjatkan sholawat..kita menambahkan air dan berharap air yang luber itu menyirami diri kita. Jd intinya, sholawat itu selain mendoakan Beliau tp juga menyelamati diri kita sdri. Gitu..

    Komentar oleh Lena — Januari 5, 2011 @ 8:42 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: