Blog Tausiyah275

Juni 13, 2006

Ringkasan Fatwa MUI

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 10:16 am

Sejak tanggal 25 Mei – 27 Mei 2006 lalu, MUI melakukan pertemuan di pesantren Gontor. Ada 3 komisi yg melakukan pembahasan, yakni komisi A membahas Masa’il Diniyyah Asasiyyah Wathaniyyah (Masalah Asasi Keagamaan dan Nasional Kebangsaan), komisi B membahas Masa’il Waqi’iyyah Mu’Ashirah (Masalah Tematik Kontemporer), komisi C membahas Masa’il Qanuniyah (Masalah Perundang-undangan dan Perda).

Berikut ringkasan keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia II tahun 2006
Komisi A:
1. Peneguhan Bentuk dan Eksistensi NKRI. Pendirian NKRI adalah upaya final bangsa Indonesia.
2. Harmonisasi Kerangka Berpikir Keagamaan dalam Kebangsaan. Ajaran Islam merupakan kebenaran mutlak yg universal.
3. Penyamaan Pola Pikir dalam Masalah Keagamaan. Perbedaan yg dapat ditoleransi adalah majal al-ikhtilaf (wilayah perbedaan). Sedangkan di luar itu disebut penyimpangan.
4. Koordinasi Langkah Strategis dalam Masalah Keagamaan. Gerakan keagamaan harus mencakup segala bidang: aqidah, syariah, akhlak, pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.

Komisi B:
1. SMS berhadiah hukumnya HARAM karena mengandung maysir (judi), tabdzir (menghamburkan), gharar (sesuatu yg tak jelas), dharar (bahaya), ighra’ (angan-angan kosong) dan israf (pemborosan). KECUALI, hadiahnya bukan dari SMS peserta tapi dari sponsor.
2. Nikah di bawah tangan (Nikah sirri) dianggap sah asal memenuhi syarat dan rukun nikah, tapi menjadi HARAM jika mengandung mudharat. Meski di bawah tangan, harus dicatatkan pada instansi berwenang.
3. Pembangunan dg utang luar negeri dibolehkan jika sumber dalam negeri tidak mencukupi, asal utang ini digunakan dengan efektif dan efisien.

Komisi C:
1. RUU APP harus segera diundangkan dan isinya harus menjamin pemberantasan pornografi dan pornoaksi, bukan hanya sekedar mengatur. Mendukung perda-perda lain yg membawa pada kebaikan, seperti pencegahan prostitusi, narkoba, dan yg lainnya.

***isi keputusan ini disalin dari majalah Sabili no 24 tahun XIII 15 Juni 2006, tanpa ijin dari pemred***

Iklan

4 Komentar »

  1. aku masih ragu yang namanya poligami,,,,apa pernikahan yang kayak gitu bisa aman dari penyakit kelamin?

    Komentar oleh ayu — Juli 22, 2007 @ 11:13 am | Balas

  2. 2. Nikah di bawah tangan (Nikah sirri) dianggap sah asal memenuhi syarat dan rukun nikah, tapi menjadi HARAM jika mengandung mudharat. Meski di bawah tangan, harus dicatatkan pada instansi berwenang. kalo dah dicatatkan berarti bukan nikah bawah tangan lagi donk. Iya ngga sih??jadi bingung,,,,

    Komentar oleh zulfa — Agustus 21, 2008 @ 9:19 am | Balas

  3. kenapa kamu melakukan prostitusi

    Komentar oleh oon — November 2, 2008 @ 11:50 am | Balas

  4. […] MUI sendiri sudah mengeluarkan fatwa mengenai nikah sirri. Di situ sudah dijelaskan, JIKA MENGANDUNG MUDHARAT MAKA HUKUMNYA […]

    Ping balik oleh Penyalahgunaan Nikah Sirri « Blog Tausyiah275 — Desember 11, 2011 @ 1:44 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: