Blog Tausiyah275

Juni 16, 2006

Pemakaman Menurut Islam

Filed under: Fiqh,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 4:16 pm

Jika anda menonton acara “Kick Andy” pada Kamis malam lalu, kita akan melihat topik mengenai pemakaman. Pada acara tersebut, diperlihatkan beberapa jenis perlakuan terhadap jenazah:
1. Dikremasi (dibakar) –> biasanya dilakukan untuk yg meninggal jauh dari tanah kelahiran.
2. Dikubur dg pemakaman yg mewah –> kebanyakan dilakukan warga dg ras Tionghoa.
3. Dikubur normal –> biasa dilakukan kebanyakan penduduk Indonesia. Ini dibagi menjadi 2:
a. ala ‘Islam’ (perhatikan, aku tambahkan tanda petik)
b. ala non muslim

Untuk poin 1, dari acara yg aku ikuti, dilakukan jika ada warga (asing) yg meninggal di Indonesia, lalu dia berpesan ingin dimakamkan di negaranya. Maka, sebagai solusi, jenazahnya dibakar lalu abunya dibawa ke negara asalnya. Poin 1 ini juga dilakukan oleh beberapa orang yg punya ‘keinginan’ aneh. :p Oya, proses kremasi juga dilakukan oleh kaum Hindu di Bali, yg dikenal dg nama NGABEN.

Sementara untuk poin 2, biasanya dilakukan oleh warga ras Tionghoa. Jika kita perhatikan ke makam2 Tionghoa, kita akan melihat banyak makam dg ornamen dan hiasan2 yg berkualitas tinggi. Makam dilengkapi dg batuan marmer, atap berbentuk kuil Tionghoa, dst dst akan menjadi pemandangan umum. Bahkan, satu kali aku pernah melihat makam Tionghoa yg cukup luas…kira2 seluas rumah tipe 45. ๐Ÿ˜‰

Bahkan ada yg menerapkan tarif Rp 40 juta untuk 1 paket pemakaman, yg meliputi proses merias jenazah, penyediaan peti mati, aksesoris (bagi ras Tionghoa, saat seseorang meninggal maka dia akan ‘dilengkapi’ dg berbagai macam barang2 yg menjadi favorit jenazah saat dia hidup). Selanjutnya diberi balsem, dst dst…termasuk dg model makam.

Sementara untuk poin 3, bagi kita mungkin tidak aneh. Untuk kasus ‘Islam’, aku tidak akan menjelaskan terlalu banyak. Pada umumnya, proses pemakaman dilakukan dg biasa saja. Tanah pemakamannya pun tidak banyak dihiasi, hanya dipasangi batu nisan (terkadang hanya kayu saja), namun tidak jarang ada makam yg disemen atau dihiasi juga, meski tidak se-ekstrim poin 2.

Sedangkan untuk non-muslim, dari beberapa referensi + cerita teman2ku, mereka sedikit berbeda. Pertama, jenazah mereka DIHIAS, DIBERI PAKAIAN. Selanjutnya, mereka dimasukkan ke dalam peti mati sebelum akhirnya mereka dimasukkan ke dalam kuburan.

Lalu, bagaimana pemakaman menurut Islam?

Hmm…sepanjang yg aku tahu dan hasil pencarianku di berbagai media untuk referensi, aku TIDAK menemukan contoh Rasululloh SAW memakamkan jenazah dg cara yg ‘ruwet’. :p Ruwet di sini, poin 2 sudah jelas BUKAN contoh yg Islami, karena Rasululloh SAW sendiri menyatakan HANYA DIPERLUKAN 3 LEMBAR KAIN KAFAN UNTUK MENGUBUR JENAZAH (untuk perempuan, dibutuhkan 5 lembar kain kafan).

Sedangkan poin 3, jelas sekali kita melihat bahwa jenazah kaum muslim TIDAK ADA yg dihias/didandani macam2. Setelah dimandikan, diberi wangi2an, lalu dibungkus kain kafan dan selanjutnya disholatkan (sholat jenazah) dan berakhir di pemakaman.

Sementara untuk poin 1, ada beberapa pendapat yg berhasil aku rangkum. Ada ulama yg MELARANG SAMA SEKALI jenazah dibakar/dikremasi, apapun alasannya. Hal ini terutama berlaku pada saat bencana alam tsunami di Aceh. Kala itu, banyak sekali jenazah yg sudah membusuk dan dikhawatirkan menyebarkan penyakit. Namun, ada ulama (dalam hal ini aku kutip dari penyataan KH Hasyim Muzadi) yg melarang hal ini dilakukan.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tidak sependapat dengan usulan agar jenazah para korban gempa dan gelombang pasang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) dibakar. Menurut pendapatnya, jenazah tersebut tetap harus dikuburkan dan tak lupa dishalati.

”Tidak boleh. Dibakar itu tidak masuk dalam ajaran dan syariat Islam,” tandasnya menanggapi pertanyaan wartawan di sela-sela menghadiri silaturrahmi PWNU, PCNU, dan pengasuh pesantren se-Jateng di Pesantren Addainuriyah 2 Pedurungan, Semarang, Sabtu (1/1). ***sumber: Rakyat Merdeka***

Akan tetapi, ada juga ulama yg membolehkan/mengijinkan jenazah dibakar, jika saat menjelang ajalnya, dia menderita penyakit menular yg berbahaya. Misalnya sakit flu burung atau sejenisnya. Namun ditegaskan, KASUS INI SIFATNYA DARURAT. **maaf, lupa referensinya…nanti aku cari lagi…insya ALLOH**

Semoga artikel ini memberikan pencerahan. ๐Ÿ™‚

Iklan

8 Komentar »

  1. Ada juga yang dihanyutkan ke sungai/laut. Eh, apa itu cuma di film ya?

    Seandainya memang ada hal seperti itu, kira-kira termasuk poin mana bang?
    Dan pandangan Islam mengenai hal ini, apakah termasuk tidak boleh?

    ini adanya di Hindu, mas Aryo…jika tidak salah, hanya berlaku di India sana. Aku sendiri melihat dihanyutkan ke sungai/laut TIDAK ADA MANFAATNYA, malah jika ybs meninggal karena penyakit, malah akan menularkan penyakitnya ๐Ÿ™‚ lagipula aku tidak menemukan contohnya di Islam. ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Aryo Sanjaya — Juni 17, 2006 @ 12:22 am | Balas

  2. yoih, yang nomer dua memang aktuil tuh, dulu aku juga heran, tapi selidik punya selidik, ternyata lebih dari sekedar mewah lho, kudu cari petak tanah kuburan yang “hongsui”nya bagus, ribet memang, plus berbujet wah. konon katanya sih biar anak cucu dan keluarga yang dimakamkan itu ketiban hoki dan murah rejeki. gak tao juga beneran apa gak.

    wah…sampai seperti itu ya mas Jipeng? terima kasih infonya ๐Ÿ™‚

    yang ngelakuin itu biasanya yang agamanya budha atau konghucu, tapi kalau yang cina kristen kayaknya nggak tuh, apalagi yang cina miskin, boro-boro. ๐Ÿ˜›

    hmm…betul juga… biasanya Konghucu/Buddhaya? ๐Ÿ™‚ *manggut2*

    kalo aku mah nggak muluk-muluk lah, moga aja entar aku matinya dikremasi aza. hehehe…

    hehehe.. ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh lu.jipeng — Juni 18, 2006 @ 12:44 am | Balas

  3. yang penting kalo meninggal tidak menyusahkan keluarga/kerabat yang di tinggalkan

    betul mas Andri…terutama tidak menyusahkan karena punya hutang yg sulit dibayar…heheh… ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh andriansah — Juni 18, 2006 @ 5:46 pm | Balas

  4. insyallah nanti aku klo meninggal tidak menyusahkan dan sesuai menurut Islam. Amien.

    aamiin…semoga kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh lea — Juni 21, 2006 @ 1:43 pm | Balas

  5. Kalau meninggalnya hilang seperti tsunami atau banjir bandang bagaimana ?

    jika meninggalnya karena hilang, yaa…apa boleh buat…tidak apa2..
    cukup kita sholat jenazah saja ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Wahyu — Juni 21, 2006 @ 2:38 pm | Balas

  6. untuk #1, kalo meninggalnya di laut kan kalo gak salah dihanyutkan saja, sebab kalo kelamaan mendarat malah menyebabkan penyakit.

    terima kasih informasinya, mas Kurniawan ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh MK — Juni 24, 2006 @ 11:30 pm | Balas

  7. Mhn DO’A RESTU agar sy bsa ISTIQOMAH d ADD-2.
    Maturnuwun.
    :-}

    Komentar oleh Smiler — Juli 28, 2008 @ 3:26 am | Balas

  8. Terima kasih atas informasinya, saya hanya ingin berbagi informasi saja mengenai pemakaman.

    Bagi Anda dan Keluarga ingin mencari kavling pemakaman yang bebas biaya perawatan selamanya dan bebas biaya sewa lahan pemakaman, disini tempatnya Kavling Pemakaman San Diego Hills terbaik di Indonesia dan Asia Pasifik serta dilengkapi dengan fasilitas sarana dan prasarana yang tidak di miliki di pemakaman manapun di Indonesia, Untuk Informasi San Diego Hills Selengkapnya Klik Di sini
    Blog/Website : http://www.iwan82.com

    Hp 081213508200 atau 02170005213
    PIN BB 26DD87EE

    Komentar oleh Iwan Setiawan — Agustus 26, 2011 @ 9:47 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: