Blog Tausiyah275

Juni 16, 2006

Sakit Itu Nikmat

Filed under: Hikmah,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 4:16 pm

“Wah…kok bisa? Padahal kan sakit itu bisa berupa peringatan, ujian, cobaan atau bahkan azab dari ALLOH SWT?” “Artikel ini apa tidak salah judul?” Mungkin ini sebagian pertanyaan yg sempat muncul di benak anda ketika membaca artikel ini.😉

Insya ALLOH, artikel ini tidak salah judul…dan aku tegaskan lagi bahwa “Sakit itu Nikmat”, tergantung dari sisi mana kita menilainya. Pernyataan bahwa sakit itu berupa peringatan, ujian, cobaan, dst dst, tidak sepenuhnya salah…tapi mari kita coba lihat dari sudut pandang yg ‘sedikit’ berbeda.

Bagi beberapa orang, sakit itu berarti:
– Mengurangi jam kerja (tidak masuk kantor), otomatis selama sakit dia tidak perlu pusing memikirkan urusan pekerjaan. Cukuplah dia ‘pusing’ memikirkan penyakitnya saja…dan usaha untuk sembuh. Jadi, Sakit itu NIKMAT, KARENA TIDAK PERLU MEMIKIRKAN URUSAN KANTOR

– Sakit itu berarti mengingat mati. Dan bagi banyak orang, dengan mengingat mati, maka akan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan demikian, dia akan lebih banyak meluangkan waktunya dengan ALLOH SWT, berkeluh kesah, berdoa, memohon pertolongan kepada ALLOH SWT. Jadi, Sakit itu NIKMAT, karena KITA BISA LEBIH DEKAT DENGAN ALLOH SWT.

– Jika ada manusia sakit, maka dia akan:
== ditengok oleh orang lain. Jadi, Sakit itu NIKMAT, karena MEMPERERAT TALI SILATURAHIM.
== lebih dekat dengan keluarga (karena diurus). Jadi, Sakit itu NIKMAT, karena MERASAKAN KASIH SAYANG DARI KELUARGA YG MASIH DIA MILIKI.
== banyak diberi makanan yg (lebih) bergizi dari biasanya. Jadi, Sakit itu NIKMAT, karena MENDAPATKAN GIZI YG LEBIH.

Namun dari sekian banyak alasan yg aku tulis di atas, aku tersentuh dan merasa takjub ketika aku membaca satu artikel tentang orang buta (maaf, aku lupa url-nya). Di situ, diceritakan seorang perempuan yg buta sejak kecil. Satu ketika, teknologi sudah memungkinkan untuk melakukan operasi terhadap cacat mata yg dia derita sejak lahir. Ketika usulan operasi ini diajukan kepadanya, secara tegas dia menolak. Alasan yg dia berikan:”Biarlah saya buta, karena dengan kebutaan yg saya alami ini, saya jadi lebih dekat dengan ALLOH SWT serta bersyukur dengan apa yg telah saya dapat dan DIA berikan pada saya. Jika saya tidak lagi buta (karena dioperasi), bisa jadi saya malah akan jadi orang yg durhaka dan kufur nikmat-Nya. Bisa jadi saya akan melakukan banyak maksiat dengan mata baru saya. Jadi, biarkan saya buta….”

Duh…merinding aku saat membaca artikel itu (bahkan hingga kini). Sedemikian hebatnya cinta sang perempuan itu kepada Sang Khalik, sehingga dia merasakan kebutaan itu adalah bukti cinta-Nya kepada dirinya.

Dan di akhir artikel ini, aku teringat dg hadits2 Rasululloh SAW,

“Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim)

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

“Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”. (HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).

“Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”. (HR. Al-Hakim I/348, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Shohih Jami’is Shoghir no.1870).

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim no. 2572).

“Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821).

“Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim no. 2575).

***sekelumit artikel yg ditulis ketika sedang sakit…namun belum bisa mencapai taraf seperti perempuan tersebut***

13 Komentar »

  1. Udah sembuh bang?

    alhamdulillah, sudah lebih baik🙂

    Semoga saja tidak tambah shock, ketika kembali ke kantor bebannya jadi lebih bertumpuk😀

    insya ALLOH tidak…pekerjaan sudah sedikit kok loadnya🙂

    Anyway, dari semua keadaan kita, sebenarnya itu adalah nikmat, tergantung kemawasdirian kita.
    Dalam keadaan sehat bugar juga bisa menjadi nikmat, asal mensyukuri dan memanfaatkannya dengan benar.

    betul sekali mas Aryo..🙂

    Mengenai perempuan buta itu, ada kemungkinan, seandainya dia terbebas dari buta, dia mungkin dapat lebih bersyukur, karena dia dapat berbuat lebih banyak ketimbang keadaannya saat buta. Misalnya kegiatan ibadah dan bersosial, mestinya terbuka lebih banyak baginya jika dia tidak buta. Yah, dengan konsekuensi kemungkinan maksiat yang lebih banyak tentunya.

    mungkin bagi perempuan itu, daripada dia banyak amal tapi ada maksiat, lebih baik amalan tidak terlalu banyak tapi maksiat juga nyaris tidak ada🙂

    Ok, bukannya tidak setuju dengan pandangan syukurnya si perempuan itu, tapi mencoba memandang bahwa selalu ada sela untuk bersyukur, baik dalam kesenangan maupun musibah.

    betul🙂

    Komentar oleh Aryo Sanjaya — Juni 17, 2006 @ 12:41 am | Balas

  2. banyak diberi makanan yg (lebih) bergizi dari biasanya. Jadi, Sakit itu NIKMAT, karena MENDAPATKAN GIZI YG LEBIH.

    gag setuju sama pernyataan di atas, KALO DISURUH MAKAN BUBUR TERUS APA ENAK??

    loh…jika memang bergizi, dan berguna untuk mempercepat kesehatan apa salahnya? lagipula yaa..resiko donk, mas Didats🙂

    TRUS GAG BISA NGERASAIN MAKANAN PAPORIT, KARNA LIDAH RASANYA PAIT… APA ITU ENAK???

    wah..sakit yg aku bahas di sini, tidak terkait dg sakit yg mengakibatkan lidah rasanya pahit.🙂 tapi, bersyukurlah masih bisa merasakan pahit…berarti syaraf pahitnya masih ‘nyambung’….tidak putus..🙂

    ah, artikelnya yang ini masih ada campuran side B. Side B yang narsis karna lagi sakit dan menghibur diri…

    hihihi…😀

    ehm….ehm…. *mendelik….*

    Komentar oleh didats — Juni 17, 2006 @ 9:21 pm | Balas

  3. biasanya sakit itu mahal, dan sakit itu tidak nikmat, tapi tergantung poin op piewnya..

    betul sekali mas Andriansah🙂
    makanya, aku tulis artikel ini dari sudut pandang yg ‘berbeda’🙂

    Komentar oleh andriansah — Juni 18, 2006 @ 5:50 pm | Balas

  4. Mo Nambahin Koh…;)
    sakit juga bisa kita jadikan sarana untuk menentukan kualitas seorang teman…jika kita bingung mana teman yang benar-benar teman(teman yang baik kepada kita di saat suka+duka), mana teman yang hanya mau menemani di saat kita senang aza??lihatlah sikapnya pada saat kita sakit…apakah dia mau berkorban banyak utk kesembuhan kita?atau cukup peduli dg kondisi kita?atau biasa2 saja?atau malah menjauh, krn takut direpotkan oleh kita??
    Semoga kita tidak salah memilih teman!!

    terima kasih atas komentarnya, mbak Bee🙂
    mudah2an berguna, terutama buat saya pribadi🙂

    Komentar oleh Bee — Juli 3, 2006 @ 7:52 pm | Balas

  5. ^_^ SUBHANALLAH……..

    JUST REMEMBER 5 BEFORE 5….

    Muda sebelum Tua,
    Kaya sebelum Miskin,
    Waktu Luang sebelum Waktu Sempit,
    Sehat sebelum Sakit,
    Hidup sebelum Mati…………..

    Komentar oleh FReeDA — Desember 28, 2007 @ 4:12 pm | Balas

  6. Ass. pa’ kenalin aq yodhi, siswa SMK N 1 CERME, aq m minta izin buat mengkopi artikel di atas, aq mau menyebar luaskan artikel di atas lewat majalah q, ALAS JURIT, tolong balas di email q. thanks

    Komentar oleh yodhi — April 14, 2008 @ 8:50 pm | Balas

  7. insya alloh sakit yg dialami orang2 beriman merupakan pelebur dosa-dosanya yg telah lalu. Sedangkan untuk orang2 yg fasik merasakan itu sebagai suatu penderitaan yang menyebalkan dan menyakitkan.

    Komentar oleh ali — November 12, 2008 @ 1:25 pm | Balas

  8. sakit itu nikmat jika kita sabar, karna Allah bersamaan dengan sakit itu Dia akan menggugurkan dosa-dosa kita seperti bergugursnnya daun-daun.

    Komentar oleh fachri — Januari 14, 2009 @ 8:14 pm | Balas

  9. saya setuju dengan anda, bahwa sakit itu nikmat,minta ijin kusebarkan ke temen2ku ya

    Komentar oleh bima prasetyo — April 21, 2009 @ 12:54 am | Balas

  10. Tq

    Komentar oleh Mahmudi — September 6, 2009 @ 6:41 pm | Balas

  11. Om, caranya sakit gimana dong ?

    Komentar oleh Aal — Juli 17, 2011 @ 5:15 pm | Balas

  12. […] sebuah email yg mampir di inbox. sedikit banyak berkaitan dengan artikel sakit itu nikmat…semoga […]

    Ping balik oleh Nikmatnya Rasa Sakit yang Allah Anugerahkan | Blog Tausiyah275 — Mei 21, 2013 @ 1:04 pm | Balas

  13. […] kaum muslim, sakit bisa menjadi nikmat, karena: 1. bisa jadi itu cara ALLOH SWT mengingatkan kita utk hidup lebih sehat (makan lebih […]

    Ping balik oleh Sakit Itu Ada Obatnya | Blog Tausiyah275 — Mei 21, 2013 @ 1:16 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: