Blog Tausiyah275

Juni 19, 2006

Khutbah Jum’at – 20060616

Filed under: Khutbah Jumat & Pengajian — Tausiyah 275 @ 5:27 pm

Islam tidak hanya sebuah agama yang mengatur tata ibadah, namun harus disikapi sebagai -ISME (ideologi atau makna hidup) oleh kaum Muslim. Karena pada Islam juga terdapat aturan kehidupan dengan nilai2 kebaikan yg dimiliki dan mudah dilaksanakan oleh para pemeluknya.

Sekularisme, adalah sebuah pandangan yg ‘berbahaya’ menurut pandangan Islam, karena ajarannya yg menginginkan pemisahan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Paham ini sebenarnya datang dari pemeluk agama Kristen Anglikan di Inggris pada sekitar tahun 1851, sebagai protes para pemeluk agama Kristen yg merasa gereja terlalu mencampuri urusan kehidupan mereka.

Dengan kata lain, sekularisme bertujuan bahwa dalam kehidupan dunia, tidak perlu menyertakan Tuhan, Nabi, Kitab Suci. Dunia adalah dunia, agama urusan ‘belakangan’. Modalnya hanyalah akal manusia. Secara kehidupan duniawi, sekularisme ini mempunyai dampak (+), yakni makin majunya umat manusia dalam teknologi. Namun sisi (-) juga ada, yakni kehampaan dalam aspek spiritualitas, hilangnya moral dalam interaksi sosial, dan masih banyak lagi.

Beberapa bidang utama yg dijadikan target Sekularisme:
– Politik. Sekularisme biasanya dimulai dari politik. Banyak kasus di dunia ini, agama+politik dipisahkan, sehingga menimbulkan kesan politik adalah hal kotor. Padahal, Islam, melalui Rasululloh SAW, telah mengajarkan cara berpolitik yg ‘baik dan benar’.

– Ekonomi. Bidang ini juga yg dijadikan target oleh kaum sekular. Akibatnya jelas, banyak sistem bank dg riba/bunga, ujung2nya akan merugikan banyak orang. Yang lebih parah, pinjaman uang negara yg diberikan oleh CGI juga menerapkan sistem bunga. Akibatnya, bangsa Indonesia akan selalu terlilit hutang.

– Rumah tangga. Kasus menikahnya muslimah dg pria non muslim merupakan contoh ‘klasik’. Padahal dalam Islam sudah jelas2 dinyatakan bahwa muslimah HANYA BOLEH menikah dg pria muslim.

Islam merupakan agama yg TERPADU/INTEGRATED, sehingga seorang muslim hendaknya mengamalkannya secara KESELURUHAN (TOTALITAS). Perhatikan Al Baqarah(2):208,“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Al ‘Imran(3):31,“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” merupakan ayat yg menjelaskan hubungan sikap seorang muslim dg mencintai ALLOH SWT. Ada yg menyatakan ayat ini sebagai ayat “jika dan hanya jika”. Maksudnya, jika seorang muslim mencintai ALLOH SWT, maka dia PASTI akan mengikuti contoh (aku) Rasululloh SAW. Sebaliknya, jika seorang muslim mengikuti sunnah Rasul, otomatis itu menunjukkan dia mencintai ALLOH SWT.

Hendaknya kita mulai mencontoh Rasululloh SAW dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa artikel yang pernah aku tulis berkaitan dengan contoh Rasululloh SAW dalam kehidupan sehari-hari:
khitan
mencukur bulu kemaluan
mencukur bulu ketiak
memotong kuku
memendekkan kumis dan memanjangkan jenggot
menyisir rambut
tidak mencabut uban

Terkait dg hutang yg dilakukan pemerintah Indonesia, hendaknya hukum hutang dijadikan DARURAT, jangan dijadikan WAJIB. Maksudnya, kita hanya boleh berhutang untuk urusan darurat. Janganlah hutang dijadikan gaya hidup, karena sesungguhnya Rasululloh SAW sendiri senantiasa menghindari berhutang, kecuali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

*Khutbah Jum’at lainnya bisa diakses di http://khutbahjumat.wordpress.com/*

Iklan

2 Komentar »

  1. jangan kan politik di Indonesia, toh, Arab Saudi, Turki, Dubai, Malaysia, dst.. juga tetep korup2 aja.. walaupun berdasarkan syariat.. Osama Bin Laden juga berasal dari negara bedasarkan syariat..
    jika yang salah individu, jangan seenaknya menggeneralisir dan menyalahkan kelompoknya dong..

    Masing2 -isme ada sisi baiknya, sama seperti masing2 agama intinya baik, kalau tidak mana mungkin meyakinkan miliaran orang dari latar belakang yang berbeda2..

    Ekonomi.. hmm.. pernah dengar kalau sedang naik taksi di Makkah (sebaiknya) jangan naikkan barang/wanita terlebih dahulu.. Negara islam non-minyak, (seperti mayoritas di Afrika) juga miskin2 aja..
    Perbankan justru bertujuan memperlancar pembangunan, daripada harta ditumpuk di Kas Negara (sultan) atau di brankas pengusaha saja, uang-nya bisa untuk membiayai pengusaha yang kekurangan modal..
    Riba tidak baik jika bunga TERLALU tinggi, dan digunakan melulu untuk tujuan konsumtif..
    (Bandingkan bunga riba zaman (sebelum) Muhammad dan bunga bank (terutama simpanan dollar) sekarang..)
    PS, per oktober 2006 Indonesia BEBAS hutang IMF 😛

    Perkawinan kesukuan (sepeti Batak, dst..) dianggap primordial sedangkan tujuannya mungkin sama, agar tidak terpengaruh budaya “luar” yang “buruk”. Ini dianggap kesukuan yang sempit! Namun jika dipikir2.. Sama saja dengan pandangan agama2 yang memandang diri paling baik..



    quote:
    Al ‘Imran(3):31,“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”
    DAN
    Maksudnya, jika seorang muslim mencintai ALLOH SWT, maka dia PASTI akan mengikuti contoh (aku) Rasululloh SAW.

    Mana korelasinya? (Apa hubungannya??)
    Ini kan dua ayat yang membahas hal yang berbeda??
    Pemelintiran makna seperti ini sepertinya BANYAK dilakukan namun untuk apa?
    atau mungkin kekurang-tahuan saya saja akanmakna yang lebih dalam disini..

    Komentar oleh yogi — Oktober 15, 2006 @ 10:43 am | Balas

  2. eh..

    maaf kalo 2x komentar saya ngomong terlalu ‘keras’ (disini dan di artikel lain..)

    sebenarnya untuk menarik perhatian saja untuk mendapat tanggapan,
    lha wis komentar2 saya sudah tidak pernah ditanggapi lagi oleh pemilik blog ini..
    kayanya bulan2 ini benar2 ‘sibuk’ ya..

    yah, semoga lain kali ada waktu yang baik..
    (mungkin setelah lebaran?@)

    salam,

    selamat Idul Fitri (2-3 hari lagi?)

    .yogi..

    Komentar oleh yogi — Oktober 21, 2006 @ 3:47 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: