Blog Tausiyah275

Juli 6, 2006

Hadits Qudsi

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hadits — Tausiyah 275 @ 4:10 pm

Hadits Qudsi berasal dari kata quds yang berarti menyucikan ALLOH SWT. hadits Qudsi ialah hadits yang oleh Rasululloh SAW disandarkan kepada ALLOH SWT. Maksudnya Rasululloh SAW meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam ALLOH SWT. Maka rasul menjadi perawi kalam ALLOH SWT ini dari lafal Nabi sendiri. Bila seseorang meriwayatkan hadits qudsi maka dia meriwayatkannya dari Rasululloh SAW dengan disandarkan kepada ALLOH SWT, dengan mengatakan:

`Rasululloh SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya`,

atau ia mengatakan:

`Rasululloh SAW mengatakan: ALLOH SWT telah berfirman atau berfirman ALLOH SWT .`

Contoh yang pertama:

`Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasululloh SAW mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya Azza Wa Jalla, tangan ALLOH SWT itu penuh, tidak dikurangi oleh nafkah, baik di waktu siang atau malam hari.`

Contoh yang kedua:

`Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasululloh SAW berkata: ` ALLOH SWT berfirman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku.bila menyebut-KU di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu.`

Perbedaan Qur’an dengan hadits Qudsi
Ada beberapa perbedaan antara Qur’an dengan hadits qudsi yang terpenting di antaranya ialah:

a. Al-Qur’anul Karim adalah kalam ALLOH SWT yang diwahyukan kepada Rasululloh dengan lafalnya. Selain sebagai MUKJIZAT, Al Qur’an menantang orang2 arab (bahkan seluruh dunia) untuk membuat yang seperti Al Qur’an bahkan satu surah sekalipun (Al Israa'(17):88,“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.). Sedang hadits qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

b. Al- Qur’anul karim hanya dinisbahkan kepada ALLOH SWT, sehingga dikatakan: ALLOH SWT telah berfirman, sedang hadits qudsi terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada ALLOH SWT, sehingga nisbah hadits qudsi kepada ALLOH SWT itu merupakan nisbah yang dibuatkan. Maka dikatakan: `ALLOH SWT telah berfirman atau ALLOH SWT berfirman.` Dengan kata lain, Al Qur’an adalah LANGSUNG firman ALLOH SWT, sementara hadits qudsi adalah firman ALLOH SWT yg disampaikan Rasululloh SAW.

c. Seluruh isi Qur’an dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedang hadits-hadits qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadits qudsi itu sahih, terkadang hasan (baik ) dan terkadang pula da`if (lemah). ***untuk mengetahui hadits lebih lengkap, bisa dibaca di sini, sedangkan untuk pembagian hadits bisa dibaca di sini.***

d. Al-Qur’anul Karim dari ALLOH SWT, baik lafal maupun maknanya. Maka dia adalah wahyu, baik dalam lafal maupun maknanya. Sedang hadits qudsi maknanya saja yang dari ALLOH SWT, sedang lafalnya dari Rasululloh SAW. hadits qudsi ialah wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafal. Oleh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadits diperbolehkan meriwayatkan hadits qudsi dengan maknanya saja. Dengan kata lain, untuk Al Qur’an kita mesti kutip ayatnya sebelum memberikan penjelasan ttg makna. Sedangkan untuk hadits qudsi, kita bisa menyampaikan maknanya saja.

e. Membaca Al-Qur’anul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca di dalam salat. `Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Qur`an itu`. Hal ini tertera jelas di QS. Al-Muzzammil(73):20,“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Nilai ibadah membaca Al Qur’an juga terdapat dalam hadits:
`Barang siapa membaca satu huruf dari Al Qur’an, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf`.

Sedang hadits qudsi tidak disuruh untuk dibaca di dalam salat. ALLOH SWT memberikan pahala membaca hadits qudsi secara umum saja. Maka membaca hadits qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadits mengenai membaca Al Qur’an bahwa pada setiap huruf akan mendapatkan kebaikan.

Iklan

20 Komentar »

  1. Sungguh Ni’mat, sekiranya seluruh Ummat mengetahui ‘dari mana sesungguhnya kita mengetahui, bahwa diri kita ini adalah orang islam? Wass.Wr.Wb.

    Komentar oleh irsan m — Maret 15, 2007 @ 5:01 pm | Balas

  2. saya sungguh binggung dengan Hadist,
    Karena Hadist itu sendiri di kumpulkan jauh setelah Nabi wafat, trus bagaimana kita bisa tau kebenaran suatu hadist. ?
    kalau menurut rawi sampai tingkat berapa rawi yang bisa di percaya.?

    Komentar oleh Ganesha — April 17, 2007 @ 3:57 pm | Balas

  3. kebetulan nama saya Qudsi, tapi yang saya gak ngerti kenapa nama dan perilaku saya gak sesuai, jadi saya iseng2 aja nyari arti nama saya itu, and…ketemu deh sama situs ini.
    ya cukup lah untuk memberi saya pengertian tentang nama saya.

    Komentar oleh Qudsi — April 29, 2007 @ 8:16 am | Balas

  4. hadis kudis adalah firman Tuhan yang tidak masuk dalam kitab suci Al-Qur’an. yang saya tidak mengerti, kenapa ayat yang menjadi hadis kudsi tidak dimasukkan dalam kitab sui Al-Qur’an? mohon penjelasannya.

    Komentar oleh joy — Juli 14, 2007 @ 12:43 am | Balas

  5. apa sih perbedaan funsi antara hadits dengan hadits qudsi

    Komentar oleh HIDAYAH — November 29, 2007 @ 1:33 pm | Balas

  6. Menurut sumber yang saya percaya…
    Bedanya Hadis Qudsi dan Hadis adalah Hadis Qudsi adalah firman ALLAH yang disampaikan melalui Rasulullah sedang Hadis adalah segala perkataan, perbuatan Rasulullah yang dapat kita jadikan tauladan dan pegangan hidup ke-2.
    Sedangkan perbedaaan Al Quran dengan Hadis Qudsi adalah
    Al Quran ditulis pada masa Rasulullah dalam bentuk mushaf (lembaran) dan mulai disatukan dalam bentuk kitab dalam masa kekhalifahan usman bin affan. Setelah beberapa masa pada masa kekhalifahan ALi bin Abi Thalib, beberapa sahabat mengeksplor kembali apakah masih ada yang tertinggal wasiat Rasullulah. Bermulai dari keluarga dan para sahabat, mulailah dikumpulkan segala yang disampaikan Rasullullah yang bersumber dari ALLAH swt. Terkumpulah beberapa wasiat Rasulullah yang memang bersumber dari Sang Maha Pencipta.

    Sepengetahuan saya begitu perbedaanya.
    Maaf jika ada kesalahan.
    Mohon diperbaiki..

    Komentar oleh fitrah ramadhan — Januari 15, 2008 @ 3:07 pm | Balas

  7. Asalammualaikum.wr.wb. Apakah kalau kita sebagai suami istri bersentuhan setelah berwuduk akan batal wuduk kita?. Kalau memang tidak batal apa dasarnya?. Kalau batal apapula dasarnya? wasalam. wr.wb

    Komentar oleh sugianto — Januari 22, 2008 @ 11:32 am | Balas

  8. ass…..
    saya ingin sekali belajar banyak tentang islam. saya ini islam tapi masih sangat dangkal pengetahuan saya ttg islam. saya baru menyadari bahwa saya telah banyak melakukan kesalahan besar. saya ingin bertobat. saya ingin menjadi muslim sejati, saya ingin menggapai surga Allah karena saya cinta pada Allah dan Rasulnya. mohon sarannya. terimakasih. wassalam…

    Komentar oleh Ano — Februari 6, 2008 @ 10:33 pm | Balas

  9. tolong kirimi hadits qudsi yang menyatakan bahwa ciptaan Allah yang pertama adalah Nur Muhammad

    Komentar oleh tajudin — April 15, 2008 @ 8:46 am | Balas

  10. Assalammualaikum wr.wb,
    Saya mohon untuk dikirimkan ke alamat email saya (fiv_isika@yahoo.co.id), dalam benak saya,saya masih bingung masalah orang yang mau ikut syariat “tharikot”
    sedangkan orang tersebut masih baru saja masuk agama islam.
    dia terlalu ofer untuk mendalami suatu agama,…sampai dia punya keinginan untuk menyendiri di suatu tempat selama kurang lebih 1 minggu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.selama 1 minggu kegiatanya hanya berdzikir dan berdzikir tidak bekerja dsb…(menghilangkan nafsu dunia)
    Apakah orang yang ingin dekat dengan Allah SWT harus meninggalkan semuanya?apakah tidak ada cara yang lain?kenapa harus mengorbankan sampai tidak ketemu dengan keluarga,sanak saudara,tidak bekerja….dll
    Saya ingin punya petunjuk untuk mengantarkan dia kejalan yang benar secara perlahan-lahan.

    Komentar oleh Agistian — Februari 27, 2009 @ 9:34 am | Balas

  11. subhanallah maha suci allah yang sudah memberi saya taufik .
    semoga saudara”saya di manapun berada(mukmin)mendapatkan yang serupa oleh apa yang saya dapat.AMIN

    Komentar oleh nunu — Maret 26, 2009 @ 3:24 pm | Balas

  12. sungguh tenanglah manusia jika kita mengikuti apa yang telah diajarkan lewat Alqur’an dan sunnah nabi

    Komentar oleh ma rofiq — April 28, 2009 @ 11:25 am | Balas

  13. bagaimana kalau kita enggak mengikuti imam yang lima itu dalam kehidupan sehari-hari seperti imam syafi’i,dan bagaiman mengetahiu bentuk hadis itu?

    Komentar oleh rani — Juni 9, 2009 @ 2:42 pm | Balas

  14. SAYA SUKA MEMBACA KITAB_KITAB ULAMA TERDAHULU DAN SEKARANG, HADITS DAN AL QURAAN TAPI SAYA BERUSAHA MENCINTAI DALAM BIYADIHI (PERBUATAN)KESEHARIAN DAN SESUATU MUNKIM RAHMATNYA AKAN PATUT DICINTAI BUKAN YG LAIN.

    Komentar oleh AJISAKA — Juli 5, 2009 @ 6:00 am | Balas

  15. to agistian bacakan hadits ini untuk temanmu. Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : ketika saya sedang duduk bersama seorang perempuan, Nabi Muhammad Saw. Datang dan bertanya kepadaku,”siapa dia?” aku jawab,”si fulanah” dan aku ceritakan pada Nabi Muhammad Saw. Bahwa dia beribadah dengan berlebihan. Nabi Muhammad Saw. Bersabda dengan memperlihatkan ketidaksetujuannya,”perbuatan baik yang dilakukan secara berlebihan tidak akan membuat Allah lelah (untuk memberikan pahala) namun engkau yang akan lelah dan al – din (perbuatan baik – ibadah yang paling dicintai Allah SWT) adalah yang dikerjakan secara tetap.

    Komentar oleh JAJANG ANDRIANA — April 8, 2010 @ 5:35 am | Balas

  16. terima kasih postingannya ya..
    salam kenal…
    kunjungi juga blog saya fakultas teknik unand

    Komentar oleh myun — November 5, 2010 @ 11:46 am | Balas

  17. alhamdulillah sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas, semoga berguna pula bagi yang membacanya

    Komentar oleh rizanul — Februari 9, 2011 @ 7:29 am | Balas

  18. Ass. Mau tanya tentang kitab hadits qudsi.
    Kitab yang bagus, penulisnya siapa?
    Tks.

    Salam,
    Hendra Adiguna

    Komentar oleh Hendra Adiguna — Juni 23, 2011 @ 10:49 pm | Balas

  19. @mas hendra: coba buka di http://hadits-qudsi.blogspot.com

    Komentar oleh ozan — Agustus 5, 2011 @ 12:49 pm | Balas

  20. sangat berguna informasinya

    Komentar oleh kurniawan — Oktober 30, 2011 @ 12:08 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: