Blog Tausiyah275

Juli 18, 2006

(Perlahan) Playboy Menunjukkan ‘Muka Aslinya’

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 12:03 pm

Tadi pagi, ketika aku menuju kantor, aku melihat seseorang membaca sebuah koran. Di bagian bawahnya, terdapat artikel dengan judul (lebih kurang) “Playboy 3 Lebih Berani”. Aku tidak sempat membaca lebih detail, namun ada gambar halaman depan Playboy (jilid) 3 berupa pose perempuan dengan pakaian yg yaa…anda2 tahu sendiri lah. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜‰

Hmmm…nampaknya Playboy sudah mulai berani unjuk gigi. Setelah sebelumnya, di jilid 1 dan 2, mereka menunjukkan sampul depan yg ‘sopan’, nampaknya Playboy ‘gerah’ juga untuk menahan sikap sopan mereka. Dan di jilid 3 ini, mereka mulai berani buka-bukaan…sesuai dengan ‘khittah’ mereka, majalah porno.

Menurut seorang rekan, peredaran PB 3 ini lebih dibatasi…dengan alasan majalah dewasa, bla bla bla…namun yaa…pada kenyataannya, ini hanya taktik dagang semata. Makin susah didapat, makin mahal…dan jelas, bagi para penerbitnya, kian menguntungkan.

Pemerintah hingga saat ini tidak mengambil tindakan/sikap terhadap PB dan majalah2 syur lainnya, seperti FHM, ME dan lain-lain. Di sepanjang jalan dan kios2 majalah, masih banyak ditemukan majalah2 ‘tidak layak’ edar untuk umum ini. Bahkan PWI dan Kepolisian pun cenderung adem ayem saja. Akibatnya, muncul prasangka buruk (suudzon) bahwa Kepolisian dan oknum2 PWI ikut menikmati keuntungan dari sirkulasi majalah syur yg cukup besar ini. ๐Ÿ˜ฆ

Dewan Pers sendiri, dalam rilis press-nya beberapa waktu lalu bahkan menyatakan PB BUKAN PRODUK PERS. Namun, hingga kini tidak ada realisasinya… Karena jika memang bukan produk pers, mestinya PB segera ditutup dan diambil tindakan tegas, jika perlu tindakan hukum.

Beberapa artis/model yg muncul di PB sudah diajukan ke pengadilan. Namun, ternyata PB masih berani (nekad?) merekrut artis2 lain (yg ingin lebih tenar dg cara yg ‘tidak populer’) agar mau jadi model di majalah itu. Meski harga diri dan kehormatan menjadi taruhannya. ๐Ÿ˜ฆ

Apa sikap kita? Tetap menyuarakan dan menolak kehadiran PB dan majalah2 lainnya. Apabila memang ‘terpaksa’ diterbitkan pun, maka harus lebih ‘diperketat’ dan ‘dipersulit’ untuk dikonsumsi secara umum. Yaa..banyak caranya, misalnya harganya lebih dari Rp 100 ribu, lalu untuk membelinya mesti memperlihatkan KARTU KELUARGA (sehingga tidak banyak orang yg membeli), dan masih banyak lagi. Adapun jika memang BUKAN produk pers, maka aku berharap wakil2 rakyat (terutama yg muslim) segera bertindak…UNTUK SEMUA MAJALAH DAN TABLOID, TIDAK HANYA DITUJUKAN KEPADA PLAYBOY, AGAR TIDAK DIANGGAP PILIH KASIH DAN BERSTANDAR GANDA.

Iklan

3 Komentar »

  1. sepengetahuan saya, pemerintah mengijinkan peredaran playboy di Indonesia dengan sayarat cakupannya dibatasi dan tidak diperjualbelikan bebas seperti sekarang. lha nyatanya, sekarang ada dimana-mana. di perempatan jalan di jakarta saja, kita sangat mudah ,membelinya. berarti ini melanggar kesepakatan. bisakah dicabut jika demikian???? tauk ah…gelap…. ๐Ÿ˜‰

    itu dia masalahnya, mas Cahyo…
    pemerintah TIDAK TEGAS… ๐Ÿ˜ฆ

    Komentar oleh cahyo — Juli 18, 2006 @ 12:19 pm | Balas

  2. Masya Allah, banyak2lah kita mohon ampunan pada Allah, beginilah situasi di akhir zaman, kemaksiatan merajalela.alam sudah berbicara, banyak peringatan dari Allah, masihkah kita tidak mengindahkannya??
    ikhwah, mari kita rapatkan barisaan, saling nasehat-menasehati dalaam kebenaran dan kesabaran.
    waallaahu’alam bishshowab

    terima kasih telah mengingatkan kami2 ini, mbak Citra ๐Ÿ™‚

    Komentar oleh citra puspitasari — Juli 18, 2006 @ 7:26 pm | Balas

  3. Negara INDONESIA carut marut ndak jelas… ๐Ÿ˜ฆ

    hik..hik…betul sekali mas Jauhari.. ๐Ÿ˜ฆ

    Komentar oleh Jauhari — Juli 20, 2006 @ 9:41 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: