Blog Tausiyah275

Agustus 9, 2006

Betapa Malunya Menjadi Orang Amerika

Filed under: HOT NEWS,Tidak Jelas Juntrungannya — Tausiyah 275 @ 10:16 am

*diperoleh dari sebuah milis…ternyata bukan Taufik Ismail saja yg “Malu Jadi Bangsa Indonesia”, heheh…*

Pembaca yang budiman, tahukah anda bahwa Israel terlibat dalam pembersihan etnis di Selatan Lebanon? Setelah memerintahkan semua warga desa untuk keluar, lalu Israel menghancurkan rumah-rumah mereka dan membunuh orang-orang desa yang sedang mengungsi itu. Dengan cara itu tidak ada satu orangpun yang kembali dan tidak ada tempat untuk kembali, sehingga Israel mudah untuk mencaplok wilayah itu, sebagaimana mereka telah mencuri Palestina dari bangsa Palestina.

Tahukah anda bahwa sepertiga dari penduduk sipil Lebanon yang terbunuh dalam serangan Israel di wilayah berpenduduk padat itu adalah anak-anak? Itulah laporan dari Jan Egeland, koordinator penangulangan darurat PBB. Dia mengatakan bahwa tidak mungkin untuk menolong orang-orang yang terluka dan orang-orang yang tertimpa puing-puing bangunan, karena serangan udara Israel telah meluluh lantakkan semua jembatan-jembatan dan jalan-jalan. Mengingat seringnya (hampir tiap kali) Israel tidak berhasil mencapai target tempat-tempat Hizbullah dan lalu menyerang tempat-tempat penduduk sipil, maka orang akan berpikir bahwa serangan rudal Israel itu dibantu oleh satelit-satelit dan GPS militer Amerika. Jangan terperangah dengan perasaan bersalah Amerika. Bagaimana mungkin wayang tidak kurang jahat dibanding dengan dalangnya?

Tentu saja, anda tidak tahu hal-hal itu, karena media cetak dan TV Amerika tidak memberitakan hal-hal itu.

Karena Bush begitu bangga akan dirinya sendiri, maka anda tahu bahwa dia menghalangi setiap usaha untuk menghentikan pembantaian yang dilakukan Israel terhadap penduduk sipil Lebanon. Bush telah berkata pada PBB “Tidak”. Bush telah berkata pada Masyarat Eropa “Tidak”. Bush telah berkata pada Perdana Menteri Libanon pro-Amerika “Tidak”. Bahkan sampai dua kali. Bush bangga akan keteguhan pendiriannya. Dia menikmati penghancuran yang dilakukan Israel dan berharap dia dapat melakukan hal yang sama di Irak.

Apakah itu akan membuat anda sebagai orang Amerika yang bangga terhadap presiden “anda” bahwa dia memberikan lampu hijau pada Israel untuk menjatuhkan bom pada konvoi penduduk desa yang lari dari pengeboman Israel, pada wilayah pemukiman penduduk di ibukota Lebanon dan di seluruh Lebanon, rumah sakit-rumah sakit, pembangkit listrik, pabrik dan gudang makanan, pelabuhan-pelabuhan, lapangan terbang sipil, jembatan-jembatan dan jalan-jalan, pada tiap sarana dimana penduduk sipil bergantung?

Apakah anda bangga menjadi orang Amerika? Apakah anda seorang boneka Israel?

Tanggal 20 Juli, Dewan Perwakilah Rakyat “anda” mengadakan pemungutan suara dengan hasil suara 410-8 yang mendukung tindakan kriminal Israel di Libanon. Tidak puas dengan keterlibatan pada tiap orang Amerika dalam kejahatan perang , Dewan Perwakilan anda, menurut Associated Press, juga “mengutuk musuh-musuh negara Israel.”

Siapakah musuh-musuh negara Israel?
Mereka adalah orang-orang Palestina yang tanahnya dirampas oleh negara Yahudi, yang rumah-rumah dan pohon-pohon zaitun nya dihancurkan oleh negara Yahudi, yang anak-anaknya ditembak di jalan-jalan oleh negara Yahudi, yang kaum wanitanya dilecehkan oleh negara Yahudi. Merekalah orang-orang Palestina yang telah dipaksa hidup dalam kampung-kampung terpencil, yang tidak bisa sampai ke tanah-tanah pertanian mereka atau mendapat pengobatan atau sampai ke sekolah, yang tidak bisa menyetir kendaraan melalui jalan-jalan Palestina yang hanya dibuat hanya untuk orang Israel. Merekalah orang-orang Palestina yang kota-kota nya diserang oleh “penduduk” kaum militan Zionis dibawah perlindungan angkatan bersenjata Israel yang memukuli dan membuat orang Palestina menderita dan mengusir mereka dari kota-kota mereka tinggal. Merekalah orang-orang Palestina yang tidak membolehkan anak-anak mereka untuk keluar rumah karena mereka akan dibunuh oleh “penduduk” Israel.

Orang-orang Palestina yang berseteru dengan Israel maka mereka disebut “teroris.” Ketika Bush memaksakan pemilu di Palestina, maka orang-orang di sana memilih Hamas. Hamas adalah organisasi yang berdiri menentang negara Yahudi. Tentu saja, ini berarti bahwa Hamas adalah penjahat, anti-semit, tidak pro Amerika dan teroris. Amerika dan Israel bereaksi dengan memutuskan semua bantuan dana untuk pemerintah baru itu. Demokrasi dibolehkan hanya jika ia menghasilkan apa yang diinginkan oleh Bush dan Israel.

Sekarang Israel mempraktekan tindakan teroris. Hanya mereka yang menentang Israel dikatakan teroris.

Musuh lain dari negara Yahudi itu adalah Hizbullah. Hizbullah adalah milisi muslim Shiah yang dibentuk tahun 1982 ketika Israel pertama kali menginvasi Libanon. Selama invasi itu petinggi negara Yahudi itu melakukan pembunuhan kaum pengungsi yang ada di kamp-kamp pengungsi. Hasil dari kekejaman yang dilakukan Israel itu adalah Hizbullah, yang berperang melawan tentara Israel, mengalahkanya, mengusir Israel yang dengan ekor setan-nya terseret diantara kedua kakinya, keluar dari Libanon. Hari ini Hizbullah tidak hanya mempertahankan wilayah selatan Libanon tapi juga menyediakan pelayanan sosial seperti kepada rumah-rumah yatim piatu dan pusat pengobatan.

Untuk menghentikan pengejaran itu, musuh-musuh negara Yahudi itu adalah negara-negara muslim yang diperintah oleh pemimpin-pemimpin boneka Amerika yang bersahabat dengan Israel. Mesir, Yordania, Saudi Arabia, dan Emirate Arab telah memihak Israel untuk melawan orang-orang Arab sendiri, karena mereka tergantung baik pada uang atau perlindungan Amerika untuk penduduk negara-negara itu. Cepat atau lambat pemerintah-pemerintah yang korup itu yang tidak mewakili penduduk mereka itu, akan dijatuhkan. Itu hanya masalah waktu.

Jika anda masih bangga menjadi orang Amerika maka pertimbangkanlah bahwa kebanggan anda bukan untuk kebaikan – baik bagi Israel maupun bagi Amerika.

Tanggal 20 Juli ketika Dewan Perwakilan Rakyat “anda” , mengikuti Senat Amerika, mensahkan resolusi untuk mendukung tindakan kriminal perang Israel, badan lobi yang terkuat di Amerika, The American Israeli Public Affairs Committee (AIPAC), langsung mengeluarkan press release yang menegaskan bahwa “Rakyat Amerika dengan bersemangat mendukung Israel dalam perang melawan terorisme dan memahami bahwa kami harus mendukung sekutu terdekat kami dalam masa krisis seperti ini.”

Walaupun pemelintiran berita yang dilakukan oleh Israel yang disediakan oleh “laporan” Amerika, mayoritas rakyat Amerika tidak menyetujui kebiadaban Israel terhadap penduduk sipil Libanon. Hizbullah ada di Libanon bagian selatan. Maka jika Israel mentargetkan Hizbullah, kenapa bom-bom Israel jatuh di wilayah utara Libanon? Kenapa bom-bom itu jatuhnya di Beirut?

Kenapa bom-bom itu jatuhnya di lapangan terbang sipil? Di sekolah-sekolah dan rumah sakit-rumah sakit?

Sekarang kita sampai pada pokok bahasan. Ketika Senat Amerika dan DPR mengeluarkan resolusi dukungan terhadap kejahatan perang Israel dan menguutuk mereka yang menentang agresi Israel, Senat dan DPR mengegaskan propaganda Osama bin Laden bahwa Amerika berdiri di sisi Israel melawan Arab dan dunia Islam.

Memang, Israel, yang merupakan negara dengan pendapatan perkapita terbesar di dunia, adalah juga penerima bantuan luar negeri Amerika terbesar. Kebanyakan orang percaya bahwa banyak dari “bantuan” itu kembali ke AIPAC, yang kemudian menggunakannya untuk memilih perwakilan “kami” di Kongres.

Pendapat ini tidak menguntungkan Israel, yang populasinya terus menurun, dan orang yang pintar sudah melihatnya di dinding dan meninggalkannya. Israel dikelilingi oleh jutaan muslim yang bisa berubah menjadi musuh-musuh Israel karena tindakan-tindakan Israel dan kebijakannya yang tidak manusiawi.

Harapan dari dunia Islam adalah bahwa Amerika akan mengintervensi dan berkompromi dan membuat Israel sadar bahwa mereka tidak bisa mencuri Palestina dan menjadikan penduduknya sebagai pengungsi.

Ini adalah harapan dari dunia Arab. Ini adalah alasan kenapa pemerintahan-pemerintahan boneka kita belum jatuh. Alasan inilah kenapa Amerika masih punya wibawa di dunia Arab.

Resolusi dari DPR, yang dibeli dan dibayar oleh uang AIPAC, adalah paku terakhir pada peti mati kewibawaan Amerika di Timur Tengah. Ini menunjukkan bahwa Amerika, memang benar-benar boneka Israel, sebagaimana yang dikatakan oleh Osama, dan sebagaimana yang diyakini oleh mayoritas kaum muslimin.

Dengan harapan dan kebuntuan diplomasi, Amerika hanya memiliki taring dan cakar. Militer Israel yang angkuh tidak bisa mengalahkan sekumpulan milisi di selatan Libanon. Militer Amerika yang angkuh tidak bisa mengalahkan sekumpulan orang yang hanya bersenjatakan seadanya, pemberontak yang berasal dari sebuah minoritas penduduk Irak, lagi pula, siapa yang terlibat dalam perang sipil melawan mayoritas Shiah?

Pemusnahan kaum muslimin adalah hanya satu dari beberapa bentuk kekejian yang dilakukan oleh neoconservatives yang memiliki total kontrol atas pemerintahan Bush. Dedengkot Neocon Norman Podhoretz malah telah menyerukan Perang Dunia IV (dalam pikiran neocon WW III adalah Perang Dingin) yakni untuk menghancurkan Islam di Timur Tengah, membasmi agama Islam dan merubahnya menjadi serangkaian ibadah formal dan sekular saja.

Neocon dari Pentagon, Rumsfeld, telah membuat draft bagi doktrin baru perang Amerika yang memboleh serangan nuklir sebagai tindakan pre-emptive (serangan pendahuluan) terhadap negara-negara tanpa senjaa nuklir.

Neocon David Horowitz mengatakan tentang pembantaian penduduk sipil Palestina dan Lebanon bahwa, “Israel sedang melakukan sesuatu sebagaimana yang dilakukan bangsa yang beradab,” hingga menyamakan kejahatan perang dengan orang beradab.

Neocon Larry Kudlow mengatakan bahwa “Israel sedang melakukan pekerjaan Tuhan” dengan membunuh bangsa Libanon, suatu klaim yang seharusnya menghentikan dukungan kaum Kristen Evangelis terhadap Israel. Kapankah Yesus pernah mengatakan, “teruslah dan bunuhlah tetanggamu hingga kamu dapat mengambil tanah mereka”?

Keterlibatan publik Amerika terhadap tindakan kriminal yang biadab ini akan mengutuk Amerika dalam sejarah untuk selamanya.

COPYRIGHT CREATORS SYNDICATE, INC
Paul Craig Roberts was Assistant Secretary of the Treasury in the Reagan Administration. He is the author of Supply-Side Revolution : An Insider’s Account of Policymaking in Washington; Alienation and the Soviet Economy and Meltdown: Inside the Soviet Economy, and is the co-author with Lawrence M. Stratton of The Tyranny of Good Intentions : How Prosecutors and Bureaucrats Are Trampling the Constitution in the Name of Justice. Click here for Peter Brimelow’s Forbes Magazine interview with Roberts about the recent epidemic of prosecutorial misconduct.

Catatan Kaki

Paul Craig Roberts (http://vdare.com/roberts/index.htm
)

“Israel sedang melakukan pekerjaan Tuhan”
http://www.realclearpolitics.com/articles/2006/07/israels_moment_the_free_wo
rlds.html

“mengutuk musuh-musuh negara Israel”
http://washingtontimes.com/national/20060720-105124-4182r.htm

“Rakyat Amerika dengan bersemangat mendukung Israel dalam perang melawan
terorisme dan memahami bahwa kami harus mendukung sekutu terdekat kami dalam
masa krisis seperti ini”
http://www.cantonrep.com/index.php?ID=297753&Category=23

Oleh : Redaksi 01 Aug 2006 – 1:45 am

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: