Blog Tausiyah275

Agustus 16, 2006

Berani Takabur? ‘Dibayar’ Kontan, Lho!

Filed under: Hikmah — Tausiyah 275 @ 4:16 pm

Seorang rekan bercerita padaku, bahwa salah satu kejelekan (perbuatan buruk) yg paling dia takuti (berusaha dia hindari sebisa mungkin) adalah TAKABUR (sombong). Dari pengalamannya, tiap kali dia berbuat takabur (sengaja atau tidak) maka ALLOH SWT ‘membayar kontan’ perbuatannya.

Dari sekian banyak pengalamannya, yg terkait dg takabur, salah satu peristiwa yg dia ingat sekali adalah kejadian menabrak mobil. Jadi, begini ceritanya…

Suatu siang, dia mengendarai sepeda motor dengan pasangannya…tidak ada yg aneh sebenarnya, namun saat melewati daerah Gasibu (di Bandung) dia menyombongkan diri bahwa dia sudah cukup jago mengendarai motor seraya mempercepat laju sepeda motor tersebut. Tak lupa, dia bermanuver sedikit zig zag. Pasangannya hanya diam saja…mungkin tidak setuju dg tingkah rekanku itu.

Rekanku ini makin menjadi, di satu jalan dia kembali bersikap agak2 norak…dan kembali, pasangannya hanya diam. Ingin mengingatkan, namun mungkin agak segan, maklum rekanku itu rada2 emosian jika kesenangannya diganggu.

Nah, saat melewati jalur Lingkar Selatan (jl Pelajar Pejuang menuju jl Peta, ke arah Cimahi), rekanku ini mengajak bercanda pasangannya. Menurut penuturan dia, mereka berdua ngobrol masalah mobil, mungkin berencana membeli mobil. 😉 Seraya bersenda gurau, mereka sedikit ‘menghayal’ bagaimana jika punya mobil, bla bla bla…

Mendadak deretan mobil, yg berada di depan sepeda motor, berhenti karena lampu merah. Rekanku, karena perhatiannya tidak fokus ke arah jalan disebabkan sedang bersenda gurau, agak terlambat menarik rem depan. Dan….BRAK….menabrak mobil di depannya.

Bemper belakang mobil langsung ringsek…setelah bincang2, akhirnya didapat angka Rp 400ribu rupiah untuk ongkos memperbaiki bemper belakang mobil tersebut. Rekanku dan pasangannya hanya termangu-mangu saja.

Setelah beberapa saat termangu, rekanku malah berkata bahwa mereka masih beruntung (hwaduh, tipe bangsa Indonesia saja, dalam keadaan apapun selalu ‘beruntung’). Saat aku tanyakan mengapa mereka menganggap mereka ‘beruntung’, mereka ajukan beberapa alasan:
1. Menabrak mobil lebih baik daripada dia banting setir ke kiri, karena ternyata di sebelah kiri ada trotoar. Jika banting setir, bukan tidak mungkin sepeda motor akan menabrak trotoar, akibatnya mereka berdua (rekanku+pasangannya) akan jatuh. Ongkos perawatan akan lebih mahal, selain sakit2 yg mereka derita.
2. ‘Beruntung’ karena masih sempat mengerem. Jika tidak mengerem, akibatnya bisa fatal. Bemper ringsek lebih parah, dan mereka terpental.
3. Ongkos 400 ribu masih lebih murah dibandingkan mereka celaka.

Moral story:
1. Jangan sombong/takabur.
2. Tetap waspada/fokus saat mengendarai kendaraan.
3. Jangan guyon/becanda terlalu berlebihan.
4. Tetap banyak berdoa, baik sebelum naik kendaraan maupun selama dalam perjalanan.

Iklan

1 Komentar »

  1. “Nah, saat melewati jalur Lingkar Selatan (jl Pelajar Pejuang menuju jl Peta, ke arah Cimahi), rekanku ini mengajak bercanda pasangannya. Menurut penuturan dia, mereka berdua ngobrol masalah mobil, mungkin berencana membeli mobil. 😉 Seraya bersenda gurau, mereka sedikit ‘menghayal’ bagaimana jika punya mobil, bla bla bla…”

    * kok de javu neh… *

    hahaha…knapa mbak Bee? pernah mengalami??? 😉

    Komentar oleh Bee — Agustus 24, 2006 @ 12:49 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: