Blog Tausiyah275

Oktober 1, 2006

Jilbab dan Sepakbola

Filed under: Tidak Jelas Juntrungannya — Tausiyah 275 @ 12:49 pm

Gara-Gara Jilbab, Pertandingan Sepakbola Dibatalkan

Jadi minoritas memang harus siap untuk menghadapi diskriminasi. Ini dialami oleh seorang wanita muslim di negara bagian Victoria, Australia. Gara-gara ada yang memakai jilbab, sebuah pertandingan sepakbola dibatalkan.

Namanya Afifa Saad. Ia adalah seorang pesepakbola muda yang cukup terkenal di negara bagian Victoria. Afifa tak berbeda dengan pemain sepakbola kebanyakan. Gerakannya lincah dan tekniknya juga bagus.

Perempuan yang pernah ikutan tes masuk tim negara bagian Victoria itu biasa bermain sebagai striker, dan kadang kala ditempatkan pula sebagai kiper.

Namun perempuan keturunan Arab ini punya sesuatu yang dianggap kekurangan. Kekurangannya bukan fisik, bukan pula bakat, namun penutup kepala alias jilbab.

News.au.com melaporkan bahwa pertandingan antara Melbourne Selatan versus Keilor Park WSC harus ditunda selama beberapa menit karena wasit tak mau menerima Afifa yang berjilbab di lapangan.

Wasit pertandingan yang tak diketahui diketahui namanya itu baru mengizinkan ia bermain jika perempuan itu mau melepaskan penutup kepalanya. Namun Afifa yang teguh menolak permintaan tak beralasan itu. Alhasil pertandingan yang tadinya ditunda itu pun dibatalkan.

Tak ayal Federasi Sepakbola Negara Bagian Victoria (VSF) memutuskan untuk mengadakan penyelidikan soal insiden itu. Manajer pengembangan wasit negara bagian Victoria, Chris Bambridge, bahkan menegaskan kalau wasit itu bisa dikenakan hukuman karena tindakan indisipliner.

Lebih jauh lagi, wasit yang diketahui sudah bertugas selama 12 tahun itu bisa dikenakan hukum anti-diskriminasi yang berlaku di Australia. “Kami akan menginvestigasi laporan dari wasit yang bertugas kala itu,” ujarnya.

Menurut Bambridge, pemakaian penutup kepala tak bertentangan dengan peraturan dari olahraga manapun, termasuk sepakbola. “Tak ada larangan penggunaan penutup kepala dalam peraturan VSF. Peraturan FIFA pun memperbolehkan penggunaan penutup kepala sepanjang tak ada peniti atau benda apapun yang dapat membahayakan keselamatan pemain itu sendiri,” lanjut Bambridge.

Sementara pihak klub Melbourne Selatan yang diwakili oleh manajer olahraga Leslie Burrows menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Afifa. Pasalnya Afifa telah menjadi panutan bagi para pesepakbola perempuan muslim di Victoria.

“Afifa telah menjadi role model yang fantastis buat perempuan muda yang ingin bermain sepakbola. Sudah ada banyak laporan soal Afifa dan kami telah melihat banyak perempuan mulai bermain sepakbola karena mereka melihat Afifa bisa bermain dengan kondisinya.”

***berita didapat dari sini.***
http://berita.kafedago.com/kirimkomentar.asp?beritaid=14800

tambahan…mbak Afifa ini menggunakan celana pendek atau celana panjang ya? Soalnya ‘tidak lucu’ jika mbak Afifa menggunakan jilbab tapi bercelana pendek…jadi kontradiksi, begitu… 😉

Iklan

8 Komentar »

  1. salut buat aqidah afifa . . . .
    semoga dapat dijadika tauladan bagi muslimah lainnya . . .

    mas fahmi, ada sebagian tausyiah mas fahmi yang aku masukin ke blog aku . . . tapi aku dah tulis sumbernya dari mas fahmi . . .

    Komentar oleh aRieFiN — Oktober 1, 2006 @ 3:01 pm | Balas

  2. Kok ndak disertakan foto Mbak Afifa?

    Komentar oleh Aryo Sanjaya — Oktober 2, 2006 @ 8:58 am | Balas

  3. di SMP Muhammadiyah di kota saya, setiap jam olahraga para siswi memakai celana pendek namun memakai jilbab.

    padahal yg ndesain/nentuin pakaian olahraga kan para guru 😀

    Komentar oleh yeni setiawan — Oktober 2, 2006 @ 10:52 am | Balas

  4. afifa kok kayak nama cewek koh? 😛
    versi laen pelem bend it like beckham ya 🙂

    Komentar oleh oón — Oktober 2, 2006 @ 3:07 pm | Balas

  5. Maju maju maju terus

    Komentar oleh Jauhari — Oktober 4, 2006 @ 2:18 pm | Balas

  6. pemain laki-laki pake tutup kepala di piala dunia gak masalah. di piala Inggris juga gak masalah. orang menutup aurat kok dipermasalahkan. sedangkan orang telanjang aja bebas berkeliar. benar gak.?

    Komentar oleh huda — Oktober 20, 2006 @ 4:04 pm | Balas

  7. persoalan jilbab bagi para ulama masih terjadi perselisihan. namun apabila diantara dua keburukan itu tidakdapat di temukan satu kebaikan maka pilihlah satu diantara dua orang yang melakukan kejahatan tersebut terdapat, maksudnya kualitas kejahatan dua orang tersebut pasti berbeda. persoalan khofifa sesuai dengan konteksnya.

    Komentar oleh ali — September 21, 2009 @ 9:26 pm | Balas

  8. sesuai konteksnya

    Komentar oleh ali — September 21, 2009 @ 9:28 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: