Blog Tausiyah275

Oktober 3, 2006

Kang Jalal + Pluralisme

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 3:42 pm

Hmm…baru jalan2 di Hidayatullah, aku temukan artikel kang Jalal sekarang menjadi ‘pembela’ Pluralisme. Hmmm…cukup mengejutkan juga.

Artikel selengkapnya, bisa dibaca di sini.

Iklan

11 Komentar »

  1. Saya belum pernah membaca tulisan atau buku Kang Jalal. Byk yg menyarankan utk membacanya, ktnya sih isinya bagus krn memandang Islam dgn perspektif yg lebih luas.. Apakah “luas”nya itu seperti ini ya? Lebih byk pembenaran utk mentoleransi segolongan org yg menilai Islam itu ‘kaku’.. !!

    Komentar oleh Beti — Oktober 4, 2006 @ 10:37 am | Balas

  2. Semoga kita tidak terperosok ke jalan mereka yang tidak diridhoi oleh Allah, Amiin.

    Komentar oleh andirst — Oktober 4, 2006 @ 3:53 pm | Balas

  3. baru tahu Mi?
    dan membaca tulisanmu sepertinya….. *ah sudahlah lebih baik saya tidur*

    Komentar oleh Azil — Oktober 5, 2006 @ 9:02 am | Balas

  4. Sekarang hati-hati, banyak orang tiba-tiba menjadi aneh, dan berfikirnya agak kacau yang menjadi heran penyakit ini justru menular dikalangan yang katanya orang-orang pinter, tapi keblinger. Dunia udah tua fitnah besar telah tiba, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan Dahsyat.

    Komentar oleh Hanif — Oktober 17, 2006 @ 8:41 pm | Balas

  5. Teman2,

    Sy gak sengaja googling dengan keyword ‘Kang Jalal’ lalu masuk ke halaman ini. Saya cuma menyarankan, sebelum memilih diksi yg bernada provokatif sambil menebar kebencian yg akhirnya menjurus ke pembunuhan karakter seseorang, sebaiknya pahami dulu duduk perkaranya.

    Wacana pluralisme yg diusung Kang Jalal (KJ) sama sekali berbeda dengan Pluralisme ala JIL ato John Hick, dan nampaknya ini tidak tertangkap oleh Adian Husaini (AH). Saya menyaksikan sendiri debat antara AH dan KJ di paramadina, gak seru karena gak nyambung! (maaf, gak level kali yah). Yg ada di kepala AH adalah bahwa Pluralisme itu berarti semua agama sama, kebenaran itu relatif, bla…bla…Dan itu salah besar! KJ sama sekali tidak mengatakan seperti itu dan beliau juga tidak sepakat dengan pengetian pluralisme yg populer sebelumnya . Stigma istilah Pluralisme nampaknya sudah melekat erat di kepala AH. Saya sarankan baca buku terbaru KJ: Islam dan Pluralisme. Kalo mau lebih dalam, bisa baca: Islam and Religious Pluralism, Murtadha Muthahhari, diterjemahkan oleh penerbit IIMAN dengan judul: ”Mestikah Bunda Theresa Masuk Neraka?”.

    Punten nya Fahmi….

    Komentar oleh Irfan Permana — November 1, 2006 @ 4:10 am | Balas

  6. Islam dan orang Islam nampaknya harus dipisahkan
    Kalau Islam, ajarannya, konon Indah
    Rahmatan lil alamin
    Kalu orang Islam, beda lagi
    Banyak yang baik, banyak juga yang kurang baik
    Salah satu yang kurang tersebut adalah kesukaannya untuk mencerca saudaranya sendiri sesama muslim
    Juga kesukaannya untuk memberikan julukan-2 yang maaf tidak baik
    Saya yakin, hal tersebut bukanlah ajaran Islam, apalagi dicontohkan Rasul
    Lalu bagaimana ?
    Itiba Rasul dalam semua hal, termasuk dalam berpendapat dan berdebat.
    Pernahkah Rasul memberikan julukan yang jelek?
    Terima kasih
    Salam
    Bambang Pur

    Komentar oleh bambang — April 24, 2007 @ 9:49 pm | Balas

  7. betul juaga apa yang di debatkan oleh teman-teman mengenai pluralisme, mungkin sama judul tapi beda tafsir dan asbab nuzululnya sehingga tidak ada temu antara kang jalal dan Adian husain, kalau tafsir adian huaiai lebih cenderung pendekatan kepada asal plural yaitu dari negeri2 sekuler yang sekarang ini idiologinya sudah mulai mengental di indonesia sehingga kehatian2 hatian terhadapa paham ini sangant berlebihan yang kadang menutup keterbukanan kesadaran berpikir individu . akan tettapi kalau kang jajal lebih pada studi tematik dan tekstual Alquran dan hadist dari hasil. dengan pespektif beda jelas tidak ada titik temu keduanya.

    Komentar oleh mustofa — Mei 5, 2007 @ 10:04 am | Balas

  8. MARI KITA MEMULAI MENDISKUSIKAN AGAMA KITA DENGAN AKAL SEHAT SEBAGAI ANUGRAH YANG BERHARGA DARI TUHAN, TIDAK ETIS MENGHUKUMI ORANG TANPA MENGENAL TERLEBIH DAHULU PEMIKIRAN ORANG ITU DENGAN SEBENARNYA

    Komentar oleh ALIF — Juni 24, 2007 @ 11:21 am | Balas

  9. Tuhan adalah mutlak, sehingga firmanNya pun bersifat mutlak. Akan tetapi kita harus mampu membedakan antara firman Tuhan dan penafsiran akan firman Tuhan. Biarkanlah perbedaan menjadi kekayaan yang melengkapi kenismbian manusia.

    Komentar oleh dian — Agustus 10, 2007 @ 2:12 pm | Balas

  10. Assalamualaikum, Wr. Wb.
    Saya telah mengkhatamkan buku Bapak “Islam dan Pluralisme; Akhlak Qur’an Menyikapi perbedaan”. Menurut saya, pluralitas memang suatu keniscayaan dan tidak terbantahakan. Pluralisme agama sangat jauh berbeda misalnya dengan multikulturalisme. Menghormati keyakinan itu harus. Tidak memaksakan kepercayaan kita terhadap orang lain, OK. Tapi meyakini agama yang kita anut sebagai satu-satunya kebenaran, di luar Islam salah, itu harus. Agama adalah sesuatu yang sakral, suatu keyakinan dan I’tiqad dalam hati. Agama yang dianut seseorang akan mewarnai dalam perpuatan dan mainstreamnya. Kebenaran itu tunggal dan tidak mungkin berbilang.

    Yang dijadikan legitimasi pluralisme oleh penganut pluralisme adalah Surat Al-Baqarah ayat 62. Yang jadi pertanyaan saya adalah, apakah mereka di luar Islam Islam mengimani Allah sebagai Tuhan mereka, dan apakah mereka meyakini adanya hari akhir. Untuk masuk surga tidak cukup hanya dengan beramal shaleh tanpa masuk ke dalam Islam. Hadis Nabi:

    (من دخل الجنة من غير عمل صالح)
    هو عمرو بن ثابت بن وقيش ويقال أقيش بن زغبة بن زعوراء بن عبد الأشهل الأنصاري وقد ينسب إلى جده فيقال عمرو بن أقيش وأمه بنت اليمان أخت حذيفة وكان يلقب أصيرم واستشهد بأحد
    وقال محمد بن إسحاق حدثني الحصين بن عبد الرحمن بن عمرو بن سعد ابن معاذ عن أبي سفيان مولى بن أبي أحمد عن أبي هريرة أنه كان يقول حدثوني عن رجل دخل الجنة ولم يصل صلاة قط فإذا لم يعرفه الناس يسألونه من هو فيقول هو أصيرم بني عبد الأشهل عمرو بن ثابت بن أقيش قال الحصين
    فقلت لمحمود يعني بن لبيد كيف كان شأن الأصيرم قال كان يأبى الإسلام على قومه فلما كان يوم أحد وخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم بدا له الإسلام فأسلم ثم أخذ سيفه حتى أتى القوم فدخل في عرض الناس فقاتل حتى أثبتته الجراحة فبينا رجال من عبد الأشهل يلتمسون قتلاهم في المعركة إذا هم به فقالوا إن هذا الأصيرم فما جاء به لقد تركناه وإنه لمنكر لهذا الأمر فسألوه ما جاء به فقالوا له ما جاء بك يا عمرو أ حدبا على قومك أم رغبة في الإسلام فقال بل رغبة في الإسلام فآمنت بالله ورسوله فأسلمت وأخذت سيفي وقاتلت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى أصابني ما أصابني ثم لم يلبث أن مات في أياديهم فذكروه لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقال إنه لمن أهل الجنة

    Dari hadis di atas, dapat dipahami, bahwa orang yang baru masuk Islam yang belum sempat beramal sedikitpun masuk surga. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa Amru bin Aqyas masuk surga karena menganut Islam dan belum sempat beramal sedikitpun karena keburu gugur dimedan tempur.
    Bukan berarti saya mengatakan cukup dengan sekedar Islam sebagai agama, tanpa harus diimplementasikan dalam bentuk amal shaleh, tidak. Tapi amal shaleh itu mesti tercover di bawah Islam. Ilustrasi lain misalnya: ada seorang dosen yang mengumumkan, “saya menagajar di kelas A, dari kelas lain yang mau ikut mata kuliah saya, dipersilakan.” Selanjutnya setelah ujian mahasiswa di luar kelas A komplain ke Dosen, minta nilai. Kata dosen, kalian itu kan hanya meramaikan, nama kalian tidak tercantum di buku induk. Kira-kira itulah ilustrasinya. Buku induk di sisini adalah Islam.

    Selanjutnya, kalau agama lain di luar Islam juga benar, mengapa Nabi Muhammad bersusah payah meyebarkan Islam, berperang mengorbankan nyawa dan harta demi tegaknya Islam? Apa perlunya Allah mengutus Muhammad untuk menyampaikan risalah Islam. Mohon tanggapannya. Terma kasih. (Ahmad Masy’ari – Ciputat).
    Wassalamualaikum, Wr. Wb.

    Komentar oleh Ahmad Masy'ari — Agustus 25, 2007 @ 11:42 am | Balas

  11. asslmkm wrwb,
    alHaqq milik Allah…so manusia itu pasti ada salahnya, begitu pula mereka berdua,,,marilah kita menjaga akhlaq antar kita. dan saya mohon buat “Kang Jalal” tolong dalam ketenaran nama besar anda yang diberikan Allah jangan disalah gunakan. IJABI itu bagus Namun sangat disayangkan para ANTEK2 anda banyak yang kurang memahami ISLAM itu sendiri. Jangan demi allah jika anda tidak memberikan penjelasan yang benar bagi anggota IJABI anda akan MENGHANCURKAN DAN MEMECAH BELAH AGAMA ALLAH!!!
    seandainya anda tidak mampu menanggulangi keadaan yang telah berada dalam tanggung jawab anda,,, MOHON AMPUNLAH KEPADA ALLAH.
    wassalam wr wb.

    Komentar oleh aisyahalbatul — Agustus 31, 2007 @ 12:23 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: