Blog Tausiyah275

Oktober 17, 2006

Kisah Hikmah – 20061017

Filed under: Hikmah,Kegiatan Ramadhan — Tausiyah 275 @ 4:10 pm

Taubatnya Perampok Karena Al Qur’an

Syaikh AI-Asrna’i r.a. bercerita:

Pada suatu musim haji, saya menuju ke kota Makkah untuk berhaji, kemudian saya bercadang untuk datang ke Madinah kerana hendak menziarahi Rasulullah s.a.w. di makamnya. Malangnya, di tengah perjalanan, saya dihalang oleh seorang Arab badwi, di tangannya ada sebilah pedang besar, yang digenggamnya, dan pada bahunya tergantung busur panah serta anak-anak panahnya sekali. Orang badwi itu mendekatiku dan bermaksud untuk merampas segala apa yang saya miliki. Dengan penuh perasaan takut dan bimbang, saya segera mengucapkan salam kepadanya, dan hairan pula la membalas salamku seraya bertanya:

“Dari manakah engkau ini?”
“Saya dari tempat yang jauh, ingin pergi ke Baitullah serta ziarah kepada Rasulullah,” jawabku.

“Mana barang-barangmu?” tanya badwi itu pula.
“Saya adalah seorang fakir dan tak memiliki harta yang berharga apa pun,” jawabku lagi dengan penuh bimbang.

“Apakah pekerjaanmu?” dia bertanya pula.
“Aku adalah guru mengaji AI-Quran bagi anak-anak di kampung.”

“Apakah AI-Quran itu?” dia bertanya lagi. Rupanya dia tidak tahu AI-Quran.
“Kau tak tahu AI-Quran?” aku bertanya kepadanya.

“Jangan tanya aku, jawab soalanku?” dia membentak.
“Baiklah, baiklah!” kataku. “AI-Quran adalah firman Allah s.w.t.”

“Adakah Allah itu berfirman?”
“Benar, Allah s.w.t. berfirman.”

“Cubalah bacakan kepadaku di antara firmannya!”
Saya pun membaca ayat berikut: Maksudnya: ‘Dan dari langit (turun) rezekimu dan apa yang dijanjikan.’ (Az-Zariyat: 22)

Tanpa saya sangka-sangka, tiba-tiba orang itu membuang pedang dan busur beserta anak-anak panahnya. Dia tampak seperti orang yang ketakutan sekali, lalu berkata:”Oh, alangkah celakanya hidup sebagai perompak, merampas hak orang. Dia telah mengkhianati rezekinya yang telah ditentukan oleh Allah di langit, sedang ia mencari-carinya di bumi,” katanya dengan sungguh-sungguh.

Saya juga takjub, bagaimana cepatnya dia boleh berubah. Ternyata orang badwi itu sangat menyesali segala perbuatannya yang terdahulu, dan berjanji akan meninggalkan segala perbuatan yang ganas itu, dan bermaksud akan bertaubat dengan sesungguhnya.

Saya pun gembira sekali mendengar pernyataan dan janji orang badwi itu. la kembali kepada Islam dengan ketulusan hati, dan meminta agar saya mengajarya untuk bersholat dan melakukan ibadat-ibadat yang lain. Saya lalu melakukan segala permintaannya dengan senang hati, sehingga ia menjadi seorang yang cukup kenal akan liku-liku agamanya.

Pada tahun berikutnya, pada saat saya bertawaf mengelilingi Kaabah, saya lihat seorang lelaki tua yang ketara kesalihannya datang mendekatiku, lalu mengucapkan salam. Saya membalas salamnya dan cuba mengingat-ingat siapa gerangan orangnya.

la terus berkata kepadaku:”Bukankah tuan ini teman saya pada tahun yang lalu?”

Saya cuba mengingat-ingatkan diriku sambil memerhatikan paras wajahnya, sehinggalah saya teringat. Dialah orang badwi yang saya ajarkannya Islam.

“Oh, benar. Saya hampir lupa, dan anda datang lagi ke mari tahun ini?” aku bertanya kepadanya pula. la mengiyakannya, Ialu berkata:”Tuan! Tolonglah bacakan kepadaku suatu firman Allah yang lain!” pintanya kepadaku pula.

Saya memenuhi permintaannya dengan membacakan firman Allah yang berbunyi:Maksudnya :’Demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya benarlah apa yang engkau katakan!’ (Az-Zariyat: 23)

Saya lihat orang badwi itu mendengarkannya dengan khusyuk, lalu mengangkat kepalanya seraya berkata:”Tuan! Mengapa Allah sampai bersumpah begitu?”

Kemudian dia berdoa pula: “Ya Allah! Ampunilah segala dosa-dosa hamba selama ini. Selesai dari berdoa, saya lihat dia menangis dengan sangatnya, dan oleh kerana terlalu banyak tangisannya dia jatuh pengsan. Saya segera menyambutnya dan menidurkannya di atas pangkuanku. Tidak lama sesudah itu, ternyata ia telah pulang ke rahmatullah.

Saya merasa sangat sedih sekali, lalu menangis. Kemudian saya teringat di dalam hatiku: Alangkah bahagianya orang itu. Kehidupannya yang begitu panjang berlumuran dengan dosa diakhiri Tuhan dengan kesedaran serta kesalihan. Dia kembali kepada Allah setelah bertaubat dan memohon keampunan terhadap segala perbuatannya yang telah berlalu. Demikianlah Allah memberikan petunjuk kepada hamba yang dikehendakinya.

Iklan

3 Komentar »

  1. Cerita untuk anak TK, bagus sih tapi aku tak tersentuh. Cerita itu memberikan kontribusi yang sangat tidak significant untuk mengangkat masalah umat. Ajari umat bagaimana mengangkat dirinya dari kemiskinan. Puluhan juta umat miskin papa hidup terhina. Jangan dininabobokan dengan cerita sinetron gombal seperti ini. Bosan………. Tak diperlukan………..

    Komentar oleh RealLive — Oktober 18, 2006 @ 2:51 pm | Balas

  2. Bagus sekali dan ini sangat cocok buat orang-orang yang msh dalm tahap pembenahan diri n yang belum di rahmati oleh Allah. Insya’allah ketika dah di sentuh dengan cerita2 kayak gini hati mereka akan semakin luluh dn tersentuh.afwan apabila ada kata2 yang kurang berkenan.

    Komentar oleh marlina — Februari 14, 2008 @ 11:03 am | Balas

  3. Dulu al Qur’an dianggap cerita dongeng belaka. kini orang seperti itu masih ada, cuman beda yang mengatakannya. Alasan ekonomi, orang kelaparan. coba jawab pertanyaan ini?
    Apakah salah orang menulis kisah seperti itu, apalagi terkandung hikmah.?
    Apakah Anda tahu niat yang dimiliki si penulsi saat menulis kisah?
    Apakah Anda tahu profil penulis, hingga menyuruh menulis tentang problem solving kemiskinan.?
    Apakah tepat bila potret kemiskinan disematkan kepada si penulis?
    Sudahkan Anda bicara pada Departmen Sosial (Pemerintah) untuk mencarikan problem solving?
    Tidak sedikit, orang yang miskin di Jakarta di kampungnya punya rumah lumayan sederhana.?
    Yaa Allah ampunilah Kami bila kami bersalah, namun izinkanlah kami bila kami membela diri, bukan lah maksud kami menebar kebohongan, namun, kisah seperti ini bisa saja terjadi, semuanya bagi-Mu adalah mudah.

    Komentar oleh Abu Hasan Mubarok — Maret 3, 2011 @ 2:14 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: