Blog Tausiyah275

Oktober 28, 2006

Sholat Minta Hujan (sholat Istisqo’)

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 2:38 pm

Artikel ini mungkin akan banyak membantu saudara2 kita yg sedang mengalami masa kekeringan (kemarau) yg cukup panjang, yg berakibat kekurangan air yg teramat sangat, panen gagal, diare (karena menggunakan air yg tidak bersih). Mudah2an bisa berguna. 🙂

Sholat Istisqo (ada juga yg menuliskan istisqo’ atau istisqa) adalah salah satu sholat sunnah yg dilakukan/dicontohkan Rasululloh SAW apabila terjadi kekeringan/kemarau yg berkepanjangan.

Dari beberapa referensi yg aku dapatkan, ada beberapa cara pelaksanaan istisqo (meminta hujan). Namun aku ambil dari buku Fiqh Islam, karya H.Sulaiman Rasjid, di sana disebutkan ada 3 cara:
1. Berdoa kepada ALLOH SWT agar hujan segera diturunkan. Pelaksanaannya bisa dilakukan sendiri-sendiri, ataupun berjamaah (selesai sholat berjamaah di masjid). Hadits dari Abu Daud menyatakan Rasululloh SAW mencontohkan cara ini.

2. Berdoa di dalam khutbah Jum’at. Rasululloh SAW juga mencontohkan hal ini berdasar hadits Bukhari dan Muslim.

3. Melakukan sholat sunnah istisqo (dengan memenuhi semua kriteria persyaratannya). Hal ini didasar dari hadits Rasululloh SAW dari riwayat Muslim, berbunyi,“Rasululloh SAW telah keluar (pergi) untuk minta hujan. Kemudian beliau berpaling membelakangi orang banyak, beliau menghadap kiblat dan beliau balikkan syal beliau.”

Sebelum melakukan sholat istisqo, ada beberapa hal yg mesti dilakukan:
1. Berpuasa selama 4 (EMPAT) HARI BERTURUT-TURUT. Pada hari keempat, barulah sholat istisqo dilakukan.
2. Pemimpin masyarakat menyerukan kepada masyarakat agar menjauhkan diri dari maksiat dan segala kejahatan yg dilakukan, serta memperbanyak ibadah.
3. Menggunakan pakaian biasa untuk sholat istisqo.
4. (sebaiknya) Sholat istisqo dilakukan di lapangan (tempat terbuka).

Adapun rangkaian pelaksanaan sholat istisqo adalah sebagai berikut:
– Menggunakan baju biasa (bukan baju baru atau baju mahal)
– Menuju lapangan/tempat terbuka
– Melaksanakan sholat sunnah 2 raka’at
– Dilakukan khutbah setelah sholat sunnah
– (hendaknya) Khatib memulai khutbah dengan membaca istighfar (Astaghfirullah) sebanyak 9x di khutbah pertama, dan 7x di khutbah kedua
– Isi khutbah berisi puji2an, syahadat, dan shalawat diikuti dengan nasehat dan ajakan untuk bertaubat serta memperbanyak ibadah
– Diakhiri dengan doa

Adapun doa yg dicontohkan Rasululloh SAW adalah sebagai berikut:
“Segala puji2an bagi ALLOH yg memelihara sekalian alam. Pengasih lagi Penyayang, menguasai hari pembalasan, tidak ada Tuhan melainkan ALLOH, yg berbuat sekehendak-Nya. Ya ALLOH Engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan melainkan ALLOH. Engka Maha Kaya (tidak berhajat kepada siapapun) dan kami yg berhajat kepadaMu, turunkanlah hujan atas kami, dan jadikanlah yg Engkau turunkan itu menjadi bekal bagi kami buat beberapa lamanya.”
(Riwayat Abu Daud)

perhatian: posisi tangan saat berdoa minta hujan, PUNGGUNG TANGAN DIHADAPKAN KE LANGIT. (punggung tangan adalah bagian yg tidak ada garis tangan…yg terdapat kuku jari).

Mudah2an artikel ini berguna… 🙂

Iklan

6 Komentar »

  1. di indonesia banyak muslim yg taat.. dan banyak juga orang2 yg solat ini.. tp kenapa tetep terjadi kekeringan? alias doanya gak dikabulin? mohon penjelasannya.. makasih..

    Komentar oleh aRdho — Oktober 29, 2006 @ 5:45 am | Balas

  2. Mengenai do’a :
    di dalam hadistnya shahih di sebutkan Allah pasti mengabulkan tetapi dengan cara 3 , antara lain langsung dikabulkan, diganti atau ditunda
    2. Kapan do’a itu terkabul,apakah diganti atau ditunda adalah hak prerogatif dari Allah yang Maha kuasa. contoh bagaimana nabi musa berdoa supaya dapat pengikut tetapi setelah 40 tahun baru terkabul

    Komentar oleh guru — Oktober 29, 2006 @ 12:05 pm | Balas

  3. hmmm

    Komentar oleh j — Oktober 31, 2006 @ 9:08 pm | Balas

  4. sholat mintaduit boleh nggak

    Komentar oleh rudy — Desember 9, 2006 @ 8:19 am | Balas

  5. ehhh…aku prnah dengar sholat minta hujan sbaiknya juga menyertakan ternak di lapangan, itu ada tuntunannya gak?

    Komentar oleh gali rodo alim — Mei 11, 2009 @ 9:28 pm | Balas

  6. […] karena banyak hewan ternak mati (tenggelam) akibat hujan yg terus turun usai Rasululloh SAW sholat istisqo dikarenakan hujan yg tidak kunjung turun […]

    Ping balik oleh Ketika Ilmunya Kurang, Maka Hilang Amalannya | Blog Tausiyah275 — April 24, 2014 @ 6:33 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: