Blog Tausiyah275

Desember 19, 2006

Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Lain-lain — Tausiyah 275 @ 7:19 pm

Meski polemik poligami Aa Gym dan perzinahan anggota DPR sedikit mereda, namun aku melihat ada pelajaran dan hikmah yg bisa kita ambil dari mencuatnya topik tersebut ke permukaan.

Salah satu pelajaran dan hikmah yg bisa kita ambil adalah terlihatnya sikap kaum muslim (pria ataupun perempuan) tentang poligami. Ada yg menolak, ada yg menerima, ada yg berusaha netral. Hal yang sama untuk kasus anggota DPR. Ada yg berusaha bersikap bijak, namun ada juga yg berpendapat dg sedikit2 menyerempet ke ghibah. Bahkan SBY sendiri bereaksi dengan mengeluarkan revisi uu perkawinan.😉

Apapun pendapat mereka, aku maklumi…karena kita harus menghargai perbedaan pendapat.🙂

Namun, aku hanya hendak mengingatkan 1 hal…seperti judul artikel ini…yakni “Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram”.

Hal ini aku sampaikan karena bangsa Indonesia (terutama yg Islam) terkadang (atau sering?) masih mencampuradukkan ketentuan halal haram. Bahkan aku sempat tulis juga, bangsa Indonesia masih ‘bingung’ menentukan pilihan antara halal dan haram. Padahal jika kita runut, sudah jelas di Al Qur’an dan Hadits aturan2 tentang halal dan haram. Adapun jika suatu hal yang masih bersifat abu-abu (grey area), maka hendaknya ulama bisa membantu dengan menetapkan hukumnya.

Kembali ke topik…

Dalam berpendapat mengenai poligami, ada masyarakat (Islam) yg MENGHARAMKAN poligami. Hal ini, bagiku, sedikit mengherankan karena, seperti aku jelaskan sebelumnya, POLIGAMI ITU SAH DALAM PANDANGAN AGAMA ISLAM. *di sini kita fokuskan pada STATUS POLIGAMI…jadi jangan melebar ke arah2 lain ya…*

Meski masih menjadi perdebatan banyak orang, namun An Nisa(4):3 sudah menjelaskan bahwa AL QUR’AN TIDAK MELARANG POLIGAMI,“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Rasululloh SAW sendiri melakukan poligami, terlepas dari latar belakang beliau melakukannya. Yang hendak aku garis bawahi adalah ISLAM TIDAK MELARANG POLIGAMI…NAMUN MEMBERIKAN SYARAT DAN BATASAN YG CUKUP KETAT.

Oleh karenanya, aku terheran-heran ketika ada kaum Islam mengharamkan poligami.

Rasululloh SAW sendiri pernah ditegur ALLOH SWT karena mengharamkan madu, karena beliau hendak menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. Teguran ALLOH SWT kepada Rasululloh SAW ini bisa kita lihat di At Tahrim(66):1,“Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Berdasar ayat di atas, aku hendak mengingatkan agar saudara2ku BERHATI-HATI DALAM MENYATAKAN SESUATU (TERUTAMA MASALAH HALAL-HARAM). Rasululloh SAW saja dilarang mengharamkan apa yg telah nyata halal, maka kita bisa bayangkan bagaimana sikap ALLOH SWT jika kita mengharamkan poligami? Siapkah kita menerima teguran ALLOH SWT?

Beralih ke menghalalkan yg haram…

Hal sebaliknya berlaku ke hal yg haram… Bangsa Indonesia seringkali permisif dan ‘menyetujui’ hal-hal yg bersifat haram. Reaksi SBY dan aparat penegak hukum terhadap perselingkuhan anggota DPR, kasus korupsi, dan tindakan2 melanggar hukum sungguh berbeda. Kecenderungan tutup mata (dan sudah menjadi rahasia umum bahwa terjadi ‘share’ keuntungan) membuat ketidak jelasan halal dan haram menjadi kian lebar.

Bahkan pengharaman infotainment, yg sudah dikeluarkan MUI dan NU, dianggap cenderung sepi oleh pemilik production house. Mereka berusaha mengemukakan argumentasi2 yg klise dan (menurutku) lebih banyak berpihak pada kepentingan (perut) mereka. Akibatnya, yaaa…begitulah….acara tv, majalah, tabloid gossip masih laku keras di pasaran.

Ya ya ya…aku sendiri bukanlah manusia yg tidak terlepas dari kesalahan…namun aku juga berusaha agar kualitas hidup dan ibadahku lebih baik. So, mari, kita bersama-sama meningkatkan kualitas hidup dan ibadah dengan lebih berhati-hati dalam urusan halal dan haram suatu hukum Islam.

Untuk pengingat dan penegas hal ini, aku sertakan ayat Al Qur’an, At Taubah(9):29,“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

Artikel terkait:
Poligami vs Playboy
Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak?
Hentikan Mengghibah Aa Gym!!!
Ini Halal, Itu Haram, Jadi Anda Pilih Yang Mana?
Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami
Press Release dari Aa Gym
Balasan Puisi Sang Istri …
Surat-surat Pendukung Poligami
Efek Samping Poligami

28 Komentar »

  1. Masih banyak PR mu kisanak.

    Kita juga musti banyak2 mensosialisasikan bahwa dalam Islam ada 5 tingkatan hukum boleh/tidak boleh nya. Dan diantaranya tidak boleh dicampuradukkan. Gak mentang2 Kiyai musti jalanin all sunnah, dan meninggalkan secara full apa2 yg di makruhkan.

    Kita juga musti meng-edukasi masyarakat bahwa dalam Islam tidak ada lagi “orang suci” atau yg “disucikan” after Nabi wafat. Dalam arti, tugas seorang da’i hanyalah menyampaikan sahaja, dan bisa jadi seorang murid lebih bijak dari guru nya. Tidak ada classis dalam penerapan hukum kepada masing2 personal seperti yg terdapat di agama2 lain *jadi inget Ferry Surya*

    Kita juga musti menghapus stigma bahwa all perilaku Poligami itu hanya khas Islam. Tidak semua pria yg beristri lebih dari satu itu melaksanakan apa yg sudah Islam gariskan.
    Bahkan ada beberapa kasus didepan mata ku, non muslim pun ada juga yg punya lebih dari satu istri karena suatu hal yg tidak dapat dihindari. Begitupun ada satu contoh kecil dimana para non muslim itu “berhasil” melaksanakan per-Poligami nya karena dia juga mempelajari tentang ke-Islam-an.

    Dan yg terpenting adalah, dalam Islam nafsuun dipercaya tidak dapat dimatikan memang, namun dapat di-upayakan untuk di redam. Jika usaha2 dalam meredam itu tidak membawa hasil seperti yg diharapkan, Islam membawa solusi2 yg cerdas melalui pembolehan Poligami, Nikah Sirih dsb nya itu.

    Dan tetap, upaya-upaya meredam nafsuun itu adalah opsi sifatnya. Bukan wajib, even untuk seorang kiyai besar pun.

    Komentar oleh Mimin — Desember 20, 2006 @ 11:34 am | Balas

  2. orang yang tidak setuju, bukan berarti meng-haramkan. keberatan soal poligami juga sunnah, karena kenyataannya rasulullah pernah keberatan ketika ali mau mempoligami fatimah.
    jadi, pandangan hitam putihmu itu, saya rasa perlu dirombak mi.
    lantas kaitan dengan selingkuh? harap baca postingan saya terakhir, karena itu berada dalam wilayah sesat-pikir. pola berpikir yang tersesat. orang poligami gak bakalan selingkuh? sapa yang njamin? orang selingkuh gak bisa poligami? sapa pula yang menjamin.
    selingkuh haram, jelas. poligami halal, iya. tapi keberatan soal poligami, itu sunnah.
    btw, ada yang gak mau makan daging kambing. padahal halal. apakah dia sudah melawan hukum tuhan? oh tidak, dia hanya darah tinggi.

    Komentar oleh lantip — Desember 20, 2006 @ 3:09 pm | Balas

  3. keep kaffah and taqwa!

    Komentar oleh -f — Desember 22, 2006 @ 6:58 pm | Balas

  4. Ada tambahan komen mengenai pelarangan Rasulullah kepada Ali yg ingin berpoligami.

    Dari beberapa hadits di bawah dapat disimpulkan bahwa alasan Rasulullah melarang Ali untuk melakukan poligami karena wanita yang akan dinikahi Ali adalah putri dari Abu Jahal.Sebagaimana telah diketahui bahwa Abu Jahal adalah seorang tokoh musyrik yang sangat memusuhi Islam dan Rasululullah. Jadi alasan Rasulullah melarang poligami bukanlah dari hukum poligami itu sendiri melainkan karena faktor wanita yang akan dinikahi.

    Para penentang hukum Allam(baca:penentang poligami) biasanya memotong-motong hadist tersebut seenaknya untuk mendukung pendapat mereka sendiri.Wallahu’alam bi showab.

    Hadits 5230 1. Imam Bukhari r.h. berkata (hadits 5230):

    Qutaibah meriwayatkan kepada kami dari Laits dari Ibnu Abi Mulaikah dari Miswar ibn Makhramah dia berkata, saya mendengarkan Rasulullah s.a.w. bersabda dari atas mimbar, “Sesungguhnya Bani Hisyam ibn Mughirah meminta izin untuk menikahkan putri mereka dengan Ali ibn Abu Thalib Maka aku tidak mengizinkan, kemudian aku tidak mengizinkan, kemudian aku tidak mengizinkan. Kecuali putra Abu Thalib ingin menceraikan putriku dan menikah dengan putri mereka. Karena dia adalah darah dagingku, membuat aku sedih apa yang menyedihkannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya.”

    Hadits Sahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (2449), Abu Daud (2071), Turmudzi (3867, Ibnu Majah (1998), Nasai di dalam al-Fadhâil (265) dan di dalam al-Khashâish (130), dan Imam Ahmad (4/328), dan di dalam kitab Fadhâil al-Sahabat (Keutamaan Sahabat) (1328).

    Hadits 3729 2. Imam Bukari r.h. berkata (hadits 3729):

    Abu Yamân meriwayatkan kepada kami dari Syu’aib dari Zuhri dia berkata, Ali ibn Husain meriwayatkan kepadaku bahwa Miswar ibn Makhramah berkata, Sesungguhnya Ali meminang anak perempuan Abu Jahal. Kemudian Fatimah mendengar tentang hal itu lalu kemudian dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan berkata, “Kaummu mengira bahwa kamu tidak marah karena putri-putrimu. Dan ini Ali (ingin) menikahi anak perempuan Abu Jahal.” Lalu Rasulullah s.a.w. berdiri, maka dia pun berdiri. Kemudian aku mendengarkan Beliau ketika mengucapkan tasyahhud (seperti pada khutbah) dan berkata, “Amma Ba’d, Aku telah menikahkan Abu Âsh ibn Rabî’ kemudian dia berbicara kepadaku dan jujur kepadaku. Dan sesungguhnya Fatimah adalah darah dagingku dan aku tidak senang ada sesuatu yang menyakitinya. Demi Allah, tidak berkumpul anak perempuan Rasulullah s.a.w. dengan anak perempuan musuh Allah pada satu laki-laki.” Kemudian Ali meninggalkan pinangannya.

    Hadits Sahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (halaman 1903-1904), Abu Daud (nomor 2069), Ibnu Majah (hadits (1999) dan al-Muzzi menisbatkannya juga kepada riwayat Nasa`i.

    Hadits 3110 3. Imam Bukhari r.h. berkata (hadits 3110):

    Sa’id ibn Muhammad al-Jarmi meriwayatkan kepada kami dari Ya’qub ibn Ibrahim dari ayahnya bahwa Alid ibn Kutsair meriwayatkan kepadanya dari Muhammad ibn ‘Amar ibn Halhalah al-Daili dari Ibnu Syihab dari Ali ibn Husain bahwa mereka ketika datang ke Madinah dari tempat Yazid ibn Mu’awiyah pada waktu terbunuhnya Husain ibn Ali r.a., Miswar ibn Makhramah menemuinya lalu berkata kepadanya, “Apakah kamu ada keperluan yang bisa kamu perintahkan aku dengannya.” Lalu aku jawab kepadanya, “tidak ada.” Lalu dia berkata, Lalu apakah kamu (mau) memberikan kepadaku pedang Rasulullah s.a.w. itu? Maka sesungguhnya aku khawatir kaum tersebut mengalahkanmu atasnya (lalu dapat merebutnya). Dan demi Allah, jikalau kamu memberikannya kepadaku niscaya tidak akan mereka dapatkan selama-lamanya sampai dicabut nyawaku. Sesungguhnya Ali ibn Abu Thalib pernah melamar putri Abu Jahal atas Fatimah a.s. Kemudian aku mendengarkan Rasulullah s.a.w. menyampaikan khutbah kepada orang-orang dalam masalah itu dari atas mimbarnya ini-dan aku ketika itu sudah dewasa (baligh). Lalu Beliau berkata, “sesungguhnya Fatimah adalah dariku dan aku sangat khawatir dia mendapatkan fitnah pada agamanya.” Kemudian Beliau menyebutkan kerabatnya (dari ikatan perkawinan) dari Bani Abd Syams dan memberikan pujian kepadanya dalam kekerabatan mereka dengannya. Beliau berkata, “dia berbicara padaku maka dia jujur kepadaku, dan dia berjanji kepadaku maka meyempurnakan janjinya kepadaku. Dan sesungguhnya aku tidak mengharamkan apa yang halal dan tidak menghalalkan apa yang haram. Akan tetapi, demi Allah, tidak berkumpul putri Rasulullah dan putri musuh Allah selama-lamanya.”

    Hadits Sahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (2449), Abu Daud (2069), Ibnu Majah (1998), dan dinisbatkan oleh al-Muzzi kepada riwayat Nasa`i.

    Komentar oleh Lestari — Desember 26, 2006 @ 4:39 pm | Balas

  5. Islam tidak cocok untuk wanita karena Islam menurunkan derajat wanita.

    Komentar oleh Saleh Aziz — Juni 11, 2007 @ 5:10 pm | Balas

  6. Poligami atas nama agama, membunuh juga atas nama agama. Terorisme atas nama agama. Kenapa menjadi begini?

    Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara
    makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
    Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan
    Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia menjadi pemasok turis calon haji yang terbesar di dunia). Orang-orang Arab ini memang hebat telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa.

    Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?

    Komentar oleh Zorion Annas — Juni 11, 2007 @ 5:12 pm | Balas

  7. – komentar dihapus, terkait tidak beretika dalam diskusi –

    di sini bukan forum untuk menghina suatu ajaran agama!
    Nabi kami Muhammad SAW, membawa ajaran “untukku agamaku, untukmu agamamu…”, tolong anda belajar beretika dan menghargai orang lain, jika anda merasa ajaran agama yang anda anut itu baik,jangan tunjukkan kejelekan anda sendiri!!!

    admin tausyiah275

    Komentar oleh B Ali — Juli 21, 2007 @ 11:30 am | Balas

  8. di sini bukan forum untuk menghina suatu ajaran agama!
    Nabi kami Muhammad SAW, membawa ajaran “untukku agamaku, untukmu agamamu…”, tolong anda belajar beretika dan menghargai orang lain, jika anda merasa ajaran agama yang anda anut itu baik,jangan tunjukkan kejelekan anda sendiri!!!
    🙂 JANGAN MARAH PAK … adalah hak manusia untuk mengeluarkan pendapatnya. Kenapa juga bapak admin membuka forum komentar untuk artikel yang bapak admin tulis … belum siap mental rupanya nih bapak admin …

    lho, siapa yg marah?🙂
    justru saya kasihan pada mereka, memperlihatkan keburukan mereka sendiri, siapapun itu dan apapun agama yg mereka anut.

    lagipula bukan masalah mental, tapi etikanya mas🙂

    Komentar oleh suaminya — September 18, 2007 @ 4:04 pm | Balas

  9. ikut nambah barokah ya…

    kalo gak salah yang disinggul tentang keADILAN dlm ANNISAK itu tentang pemberian mas kawin terhadap siapa yang akan kita nikahi….
    toek lebih jelasnya ada di tafsir qur’an dlm hadist Buchori jilid2 akhir, tambah jelas lagi di bahas dlm sarahnya Buchori.
    kalo udah jadi istrinya bukan saran lagi tapi udah kewajiban untuk memberikan perhatian, kasih sayang, serta keadilan…
    Insya Alloh begitu pemahaman saya terhadap apa yang tkah saya kaji….

    Komentar oleh 2My At — September 19, 2007 @ 9:33 am | Balas

  10. Assalaamu’alaikum.
    Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
    Selamat membaca dan terima kasih,
    Wassalam

    Komentar oleh Ramli Rais — Januari 12, 2008 @ 1:43 am | Balas

  11. Inti dari semua masalah poligami adalah Kepercayaan ( Iman )Jika telah di atur dan diijinkan oleh Yang Maha Mengetahui, mau apalagi .
    Jangan komentar dulu !
    Tapi percayakah anda semua bahwa Allah tidak akan memberikan yang buruk atau jelek kepada hambaNya kecuali untuk kebahagian umat manusia.
    Jika anda percaya
    Baru anda boleh berkomentar ?
    Jika belum ?
    Keimanan anda perlu dipertanyakan?
    Jangan bicara adil atau tidak adil, adil menurut siapa?
    jangan bicara kaya atau tidak kaya? kaya dari sisi mana?
    dan jangan bicara senang atau tidak senang? senang buat siapa?
    semuanya relatif
    yang absolut cuma ada satu
    Pertanyaannya adalah anda percaya dengan yang SATU itu?

    Komentar oleh teguh — Maret 11, 2008 @ 2:03 pm | Balas

  12. Quran dulu dibuat waktu jaman perang. Ayat-ayatnya hanya berlaku untuk situasi saat itu.
    Cilakanya, orang-orang yang membuat ayat-ayat Quran itu tidak memikirkan bahwa kehidupan manusia dan tata sosial masyarakat selalu berubah.

    Hasilnya, disamping ayat-ayat Quran mengandung banyak kesalahan tata bahasa, ayat-ayat ini makin tidak relevan untuk kehidupan umat.

    Jadi musuh utama bagi Quran adalah WAKTU.

    Komentar oleh resist — Maret 25, 2008 @ 4:13 am | Balas

  13. Al-quran kan sebuah buku (perpustakaan). Buku ini berisikan kurang dari 1000 halaman.

    Al-quran yang hanya sebuah buku perpustakaan itu diberhalakan oleh umat muslim.

    Ini disebabkan karena Tuhan dibelenggu di sebuah buku oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan tertentu. Sedangkan Tuhan adalah tidak terbatas dan tidak teruraikan.

    Al-quran adalah alat yang sangat ampuh untuk mencuci otak. Mangsanya hanya orang-orang yang kurang berpendidikan sehingga mudah dihasut dan diadu-domba dengan imbalan: bidadari, pahala, sorga, pengadilan terakhir, akhirat, dsb. Umat muslim dipaksakan dan ditakut-takuti untuk mempercayai dan memberhalakan hal-hal yang nonsense dan absurd. Ini berbahaya sekali baik di masyarakat maupun di suatu negara. Hasil dari hasutan Al-quran, umat muslim bisa merusak tempat ibadah umat lain, membunuh atas nama Tuhan, membikin onar, dsb.

    Ini ajaran dan hasutan yang sangat berbahaya dari Al-quran!

    Komentar oleh resist — Maret 28, 2008 @ 5:14 am | Balas

  14. Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.

    Komentar oleh Zulfiki Bin Taha — April 9, 2008 @ 5:17 pm | Balas

  15. bismillah.dibalik 1 kejadian ada hikmah tersimpan didalamnya.bersyukurlah pada allah.barang siapa yang tidak poligami,kami juga tak ingin menyakiti hati istri,atau anak yang kita cintai..tapi jalan hidup,seseorang sesungguhnya allah telah mengaturnya..se detil2nya..oleh karena itu mintalah selalu petunjuk darinya.agar kita dijauhi dari godaan syaitan..dan jadikanlah allah teman curhat yang paling mantap….wassalam….

    Komentar oleh baday — April 19, 2008 @ 3:07 am | Balas

  16. Saya sangat setuju dengan baday.

    Poligami dihalalkan dalam Islam. Kenapa orang pada repot-repot? Orang-orang yang menolak kehalalan poligami adalah orang-orang yang kafir. Mereka akan pasti tidak masuk surga. Mereka masuk neraka dengan api yang membara.

    Untunglah kita lahir sebagai laki-laki muslim. Kita sudah dijamin masuk surga dengan menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Kita akan dikelilingi oleh banyak bidadari di surga.

    Yang penting kita di akherat nanti. Para bidadari sedang menunggu laki-laki muslim. Wanita-wanita di dunia semuanya tidak ada nilainya. Dipoligami saja mereka. Kalau ada wanita yang berani macam-macam di ranjang, kita pukul saja mereka seperti yang disarankan oleh kitab suci Al-qur’an. Yang penting memukul wanita adalah dihalalkan oleh kitab suci Al-Qur’an.

    Orang-orang yang mengeritik poligami adalah orang-orang kafir yang iri hati melihat keuntungan yang diberikan oleh Allah kepada laki-laki muslim. Itu kesalahan mereka sendiri. Mereka sakit hati melihat kita laki-laki muslim diuntungkan oleh Allah. Kenapa tidak pilih saja agama yang menguntungkan laki-laki? Wanita jangan terlalu dihargai. Wanita adalah sampah dunia. Makanya Al-Qur’an menetapkan bahwa laki-laki muslim saja yang akan dikelilingi bidadari di surga. Sedangkan wanita akan tidak mendapatkan apa-apa di surga. Itupun kalau mereka berhak masuk surga.

    Inilah keunggulan kita menjadi muslim laki-laki.
    Allahu Akbar !

    Komentar oleh Solihin — April 20, 2008 @ 9:24 pm | Balas

  17. LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN

    Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

    Komentar oleh Rustan Zali — Juni 2, 2008 @ 1:56 pm | Balas

  18. Poligami itu dihalalkan oleh Alquran.

    Membaca Playboy dan nonton film porno pun dihalalkan oleh FPI.

    Habieb Rizieq Shihab (pemimpin FPI) ternyata senang membaca majalah Playboy dan nonton VCD porno !
    Bagaimana dengan orang-orang MUI ??? Pastilah mereka malah lebih parah lagi dari Rizieq Shihab yang moralnya bobrok ini.

    Beginilah ulah dari orang-orang yang memekikkan nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang dangkal, artifisial, sekedar formalitas, dan yang pada dasarnya membuat umatnya bermoral bobrok.

    Komentar oleh hamid — September 11, 2008 @ 3:12 am | Balas

  19. BERAPAKAH TINGGI BADAN NABI MUHAMMAD SAW ?

    Buat teman-teman yang ahli matematika. Saya perlu bantuan dari kalian.

    Saya mau mengetahui tinggi badan Rossul SAW waktu berumur 54 tahun (waktu beliau menikahi Aysiah yang berumur 9 tahun). Rossul SAW lahir sekitar 1500 tahun yang lalu.

    Kita mengetahui bahwa semakin tahun, tubuh manusia semakin tinggi. Seorang anak yang menginjak umur dewasa selalu lebih tinggi tubuhnya dari ayahnya sekitar 5 sampai 10 cm. Sedangkan, perbadaan umur antara anak dan ayah adalah sekitar 25 – 30 tahun.

    Ambillah sebuah patokan yang minimal bahwa seorang anak selalu lebih tinggi dari ayahnya paling tidak 2 cm. Sedangkan perbedaan umur antara anak dan ayah, kita ambil patokan 30 tahun.

    Saat ini: Tinggi badan orang dewasa di daerah Timur Tengah (Arab), kita ambil patokan 180 cm.

    Kalau dilihat dari patokan-patokan di atas, berarti tubuh manusia bertambah tinggi minimal 2 cm setiap 30 tahun.

    Sedangkan kita mengetahui bahwa Rossul SAW lahir 1500 tahun yang lalu.

    Selisih ukuran badan Rossul SAW adalah (1500 dibagi 30 ), kemudian hasilnya dikalikan 2 cm. Hasilnya adalah 100 cm (lebih pendek dari sekarang).

    Kalau rata-rata orang dewasa di Timur Tengah mempunyai tubuh setinggi 180 cm, maka tinggi tubuh Rossul SAW pada saat itu adalah (180 cm dikurangi 100 cm) = 80 cm.

    Jadi Rossul SAW mempunyai tubuh setinggi 80 cm.

    Berarti kita yakin bahwa, pada saat itu (1500 tahun yang lalu), Rossul Nabi Muhammad SAW berukuran badan sangat pendek, yaitu sekitar 80 cm.

    Komentar oleh Anwar N. — April 4, 2009 @ 3:41 pm | Balas

  20. Ass,,
    sblmnya maaf yg sbsar-bsarnya perkataan saya ini memotong pembicaraan saudara2 sklian,,kita umat muslim yg bragama islam tentunya tau apa yg dinamakan poligami,,???klopun kita membahas soal poligami tentunya g ada hbisnya krna bkal bnyk pro & kontra diantara umat muslim sklian krna perbdaan pengertian & pendapt!!!pada intinya kita kembalikan kepada diri kita masing2 & kepada pedoman kitab kita yaitu AlQur’an!!!lbh baik introspeksi diri masing2 aza dri pd mengomentari org lain,,apakah klakuan kita slma ini udh mrsa pling bnr dimata ALLAh swt!!!lbh baik berfikir menggunakan hati nurani,,renungi setiap kata yg prnh kita lontarkan ke setiap org!!!maaf skdr saran,,apabila saran saya nie merugikan beberapa pihak saya bnr2 menghanturkan maaf sebesar-besarnya!!!trimaksh,,wassalam

    Komentar oleh Ecko wibowo — Juni 16, 2010 @ 10:38 am | Balas

  21. […] – Press Release dari Aa Gym – Balasan Puisi Sang Istri … – Surat-surat Pendukung Poligami – Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram – Efek Samping Poligami Share this:FacebookTwitterLike this:SukaBe the first to like this post. […]

    Ping balik oleh Hentikan Mengghibah Aa Gym!!! « Blog Tausyiah275 — Desember 11, 2011 @ 1:38 pm | Balas

  22. […] – Press Release dari Aa Gym – Balasan Puisi Sang Istri … – Surat-surat Pendukung Poligami – Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram Share this:FacebookTwitterLike this:SukaBe the first to like this post. Komentar […]

    Ping balik oleh Efek Samping Poligami « Blog Tausyiah275 — Desember 28, 2011 @ 5:15 pm | Balas

  23. […] Suami yang Minta Ijin Poligami – Balasan Puisi Sang Istri … – Surat-surat Pendukung Poligami – Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram – Efek Samping […]

    Ping balik oleh Press Release dari Aa Gym « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:36 am | Balas

  24. […] – Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami – Press Release dari Aa Gym – Balasan Puisi Sang Istri … – Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram – Efek Samping […]

    Ping balik oleh Surat-surat Pendukung Poligami | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:48 am | Balas

  25. […] Mana? – Press Release dari Aa Gym – Balasan Puisi Sang Istri … – Surat-surat Pendukung Poligami – Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram – Efek Samping […]

    Ping balik oleh Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:48 am | Balas

  26. […] – Press Release dari Aa Gym – Balasan Puisi Sang Istri … – Surat-surat Pendukung Poligami – Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram – Efek Samping […]

    Ping balik oleh Poligami vs Playboy | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:50 am | Balas

  27. […] – Press Release dari Aa Gym – Balasan Puisi Sang Istri … – Surat-surat Pendukung Poligami – Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram – Efek Samping […]

    Ping balik oleh Poligami di Amerika Serikat? Kenapa Tidak? | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:51 am | Balas

  28. […] Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami – Press Release dari Aa Gym – Surat-surat Pendukung Poligami – Jangan Haramkan Yang Halal, Juga Jangan Halalkan Yang Haram – Efek Samping […]

    Ping balik oleh Balasan Puisi Sang Istri … | Blog Tausiyah275 — Desember 20, 2013 @ 10:59 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: