Blog Tausiyah275

Januari 2, 2007

Berhaji Plus (Lapar)

Filed under: HOT NEWS,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 9:37 am

Beberapa hari lalu, kita dikejutkan dengan munculnya berita kelaparan yg dialami para jama’ah haji Indonesia di tanah suci.

Berita ini cukup mengejutkan (sekaligus mengherankan), karena dalam sejarah pelaksanaan haji (di Indonesia, terutama) tidak ada kasus ‘seaneh’ ini. Bagaimana mungkin para jama’ah haji, yg seharusnya konsentrasi untuk melaksanakan ibadah dengan khusyu’ (demi meraih haji yg mabrur), malah dipusingkan dengan persediaan makanan yg tidak jelas ‘delivery’nya.

Belum lagi kasus kelaparan ini terjadi di saat MENJELANG WUKUF DI ARAFAH (Kamis sore, karena wukuf dilakukan di hari Jum’at)…sebuah RUKUN HAJI, yg ‘menentukan’ apakah ibadah hajinya SAH ATAU TIDAK. Jika para jama’ah haj mesti berjuang menahan lapar, sementara mereka mesti wukuf di Arafah, proses ‘terberat’ dalam ibadah haji, aku ‘menyangsikan’ mereka kuat melakukannya dengan khusyu’…baik secara fisik maupun rohani. Fisik lelah karena tidak ada pasokan makanan sejak Kamis sore, sementara rohani (pikiran) menjadi ‘kotor’ karena terus menerus marah, mengomel (bahkan tidak mungkin memaki-maki) atas pelayanan yg tidak profesional ini. Meski para pembimbingnya (barangkali) sudah mengingatkan para jama’ah untuk bersabar, namun kondisi yg parah jelas akan mengikis (gunung) kesabaran yg mereka miliki.

Bahkan, aku sempat baca di sebuah koran, ada seorang jama’ah haji yg meninggal serta lima orang pingsan!!! Ya ALLOH…INI BENAR-BENAR TRAGEDI YG MEMILUKAN DAN MENYEDIHKAN!!!

Bagi pemerintah Indonesia, semestinya mereka segera bertindak dan bersikap. Yang terjadi adalah PROSES BIROKRASI YG BERBELIT-BELIT dalam mengurus kasus ini…akibatnya, jatuh korban akibat kasus ‘sepele’ seperti ini. Aku harap tidak ada lagi korban jatuh setelah pemerintah turun tangan.

Bencana ini muncul karena pemerintah mengganti perusahaan katering yg menangani distribusi makanan jam’ah haji. Semula perusahaan Muassasah yg menangani (dengan biaya Rp 727 ribu), namun kini dialihkan ke perusahaan Anna (yg menawarkan biaya Rp 606 ribu). Kita bisa memahami maksud pemerintah untuk lebih menekan biaya haji (sehingga lebih murah). Namun, jika biaya murah ini mengakibatkan korban jiwa, apa layak? Apa pantas? Apa pemerintah siap bertanggung jawab, terutama di hadapan ALLOH SWT kelak di padang Mahsyar?

Beberapa alasan (penyebab ‘bencana’) dikemukakan, mulai dari alasan membludaknya jama’ah haji (tahun ini diperkirakan 4 juta jama’ah haji yg memadati tanah suci), hingga alasan ‘tidak masuk akal’ seperti adanya sabotase dari perusahaan pesaing. Ya ALLOH….benar2 alasan tidak masuk akal…tapi sudahlah, tidak perlu kita bahas…selain bukan wewenang kita, malah bikin pusing kepala serta berpikir jelek dan nantinya malah mengghibah…

Bagi kita, yg mempunyai rencana berhaji, hendaknya kasus ini bisa dijadikan pelajaran yg berharga. Terlebih lagi bagi pemerintah, agar tidak percaya begitu saja kepada perusahaan ‘catering’ yg menawarkan harga yg lebih murah namun kualitasnya tidak jelas…

Iklan

9 Komentar »

  1. para pejabat di depag yang ngurusi haji ini kadang memanfaatkan kesabaran jamaah haji dengan hal2 yang aneh bin ajaib. dengan alasan apapun, keterlambatan dalam hal catering ini tidak bisa ditolelir. sudah mahal dibanding anggota asean lain, fasilitas mengenaskan lagi.

    Komentar oleh cahyo — Januari 2, 2007 @ 11:00 am | Balas

  2. Beberapa waktu yang lalu, saat berita ini diberikan, kebetulan saya mengikutinya lewat berita interaktif di sebuah TV swasta, di situ seorang ibu menelpon dan memberikan cerita bahwa saat beliau menunaikan ibadah Haji, hali ini juga pernah terjadi. Namun alhamdulillah katanya, karena si Ibu ini tidak sampai kelaparan seperti Jamaah Indonesia lainnya karena mendapatkan ransum dari Jamaah negara lain.
    Mendengar cerita ibu ini, sepertinya kasus seperti ini bukan kali pertama, mungkin kebetulan kali ini yang terangkat ke media.
    Yaah..semoga saja para pihak-pihak yang berkompeten terhadap “musibah” ini segera terketuk hatinya untuk kembali ke Jalan Alloh.
    Ingat..ini kegiatan Ibadah..masa sih masih ikutan digerogoti..berat pertanggung jawabannya Saudaraku.

    Komentar oleh erda — Januari 2, 2007 @ 4:18 pm | Balas

  3. kalo bawa bekal uang saku lebih sih mungkin bisa beli makanan sendiri, lha kalo yang pas2an piye? kasihan kan? tapi mgkn bisa jadi pelajaran buat calon haji/hajjah yang lain untuk membawa uang saku yang lebih

    Komentar oleh endhoot — Januari 3, 2007 @ 1:04 pm | Balas

  4. ya ampuun….
    sebaiknya pejabat depag pecinya dicopot,surbannya dilipat,baju kokonya disimpan dan sarungnya digulung…dan menyematkan tulisan dalam pakaian dinas mereka :
    “KAMI BERSALAH ATAS LAPARNYA JAMAAH HAJI INDONESIA,SEMOGA SEGALA DOSA DAN KESALAHAN MEREKA DILIMPAHKAN PADA KAMI..”
    ¤salam kenal¤

    Komentar oleh diditjogja — Januari 3, 2007 @ 4:37 pm | Balas

  5. Bahwa Hajian kali ini adalah Haji Akbar, tentu Ujian untuk mencapai nilai 70 kali lipat Pahalanya dari Haji biasa juga akan lebih berat, setidaknya 70 kalinya. Nah, ketidak lancaran pengiriman makan tsb adalah hanya mungkin hanya salah satu bentuk Ujian tsb, kalau bisa menahan hawa nafsu marah (salah satu syarat pada saat Wukuf) maka Haji mabrur Insyalah akan didapat. Marilah Jangan kita hanya menyalahkan Pejabat Pengurus Haji,dari pada kita meng-ghibah dan fitnah mari kita mencermati makna dari musibah tsb dari sisi lain seperti tsb di atas tadi. Wallahu alam.

    Komentar oleh neni — Januari 18, 2007 @ 10:45 am | Balas

  6. […] Jika kita naik haji dari Malaysia, ONH yg dikeluarkan ‘hanya’ sebesar Rp 27 juta, dengan fasilitas yg tidak jauh berbeda dengan fasilitas yg diterima oleh jama’ah haji Indonesia (JHI). Bahkan, saya yakin bahwa JHM (jama’ah haji Malaysia) tidak akan mengalami kesemrawutan dan kekacauan dalam pelaksanaan ibadaha haji, hingga muncul kejadian kelaparan seperti yg pernah terjadi tempo hari. […]

    Ping balik oleh Jika Ongkos Naik Haji Diselewengkan « Blog Tausyiah275 — Desember 2, 2011 @ 6:29 pm | Balas

  7. […] Jika kita naik haji dari Malaysia, ONH yg dikeluarkan ‘hanya’ sebesar Rp 27 juta, dengan fasilitas yg tidak jauh berbeda dengan fasilitas yg diterima oleh jama’ah haji Indonesia (JHI). Bahkan, saya yakin bahwa JHM (jama’ah haji Malaysia) tidak akan mengalami kesemrawutan dan kekacauan dalam pelaksanaan ibadaha haji, hingga muncul kejadian kelaparan seperti yg pernah terjadi tempo hari. […]

    Ping balik oleh Jika Ongkos Naik Haji Diselewengkan « Blog Tausyiah275 — Desember 2, 2011 @ 6:29 pm | Balas

  8. […] jadi kasus kelaparan yg pernah terjadi, merupakan peringatan dari ALLOH SWT karena perbuatan biro haji-biro haji […]

    Ping balik oleh Biro Perjalanan Haji Memalsukan Dokumen! « Blog Tausyiah275 — Oktober 21, 2012 @ 4:36 am | Balas

  9. […] baik pak menteri cek masalah catering saja, jangan sampai kejadian tahun kemarin terulang lagi. Naik haji kok kelaparan, piye […]

    Ping balik oleh HENTIKAN Politisasi Haji!! « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:48 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: